A Letter From Heaven (Chap. 9)

 

Gambar

Poster by : aminaulia (GiraffelabilArt) @ HSG

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Lee Taemin, Jung Yunho

Author : Dina Matahari

Genre : Romance, Misteri

Length : Chapter

Rating : General

Foreword:

What if we realize that we are already in love with someone who turns out was a ghost.
Do ghosts exist?

Do ghosts can communicate with humans?

What if we are elected by the ghost to realize their last wishes before they are die?

Continue reading

Advertisements

-MEDICAL of LOVE- part 1

Gambar

-MEDICAL of LOVE-
(part 1)

author: chyminh

Main cast: choi sulli | choi minho
Kim jongin a.k.a choi jong in | kang ji yeong
Jung krystal and OC

Genre: sad, comedy, romance

PG: 15

-Summary-

“Mungkin mereka menganggapku sebagai gadis ceroboh
Sibodoh yang tak juga menemukan jati dirinya…
Tapi kita tak berbeda…. aku juga mempunyai tujuan di masa depan
Walau sekali lagi aku sadar…
sadar sebagai pemimpi yang tak tau diri…”

-0-

Continue reading

AUTHOR || Dazdev

Hello There!

DAZDEV ; 95 Line ; Jesus Child and Xiumin’s wife 😀 ; have a absurd hobby (singing like a professional in bathroom ugh!) ; an amateur poster-maker; a silly writer!.

Kim Minseok a.k.a Xiumin is my main bias
Kim Jongdae a.k.a ChenChen is my second /troll/bias
while MinSul (Minho and Sulli) is my favorite drama-couple
An Akmu’s music lover
have a big envy with Bang Minah Girls Day (She is so cute!)
well, I’m sorry for bad Intro. Honestly, I have no other important info for sure. so, this is my simple(?) intro, let be a friend or partner maybe :D…

_____________ Contacts*

CONTACT ME AT :

FACEBOOK | TWITTER | WORDPRESS | INSTAGRAM

A BIG THANKS FOR A GREATLAYOUTBY:PINKJOKER

Continue reading

Postpone Of Love [ chapt 2]

 

tittle : Postpone Of Love
Author : taE_Nda
Main Cast : Choi Sulli | Choi Minho | Jung Yoogeun a.k.a Choi Yoogeun | Lee taemin
Siders: Choi Siwon | Bibi Lee | Kwon Yuri
 
Genre: sad/hurt, Family
Lenght : chaptered
rate : 17

 

author POV

Sulli dipapah taemin masuk kedalam rumahnya,  yuri, eommanya sulli yang kebetulan sedang asik membaca majalah fashion menoleh dan terkejut mendapati anaknya dengan wajah pucat.

 

“eomma, ssul waeyo?” tanyannya panic menghampiri sulli.” ada apa dengan sulli, taemin ah?” sekarang wajahnya yang cemas beralih ke taemin.

 

“sulli tiba-tiba pusing eomma”.

 

“aigooo,,palli, bawa dia kekamar” perintah yuri, wajah paniknya terus tampak kemudian ia beralih pada telpon rumahnya dan menghubungi choi siwon, suaminya. Sedangkan taemin segera memapah sulli dengan hati-hati, sulli hanya memejamkan matanya yang sulit terbuka rasa nyeri terus mendera bagian belakang kepalanya.

 

“yeoboseyeo,, yeobo?” ujar yuri saat tersambung dengan ponsel suaminya.

 

“yuri ya,, waeyo?”

 

“sulli sakit, kepalanya sakit, bagaimana ini?” kepanikan semakin terlihat jelas, padahal sakit kepala sulli tak begitu membahayakan hidup sulli, tapi kenapa yuri begitu takut?

 

“pastikan saja ia meminum obat itu, 1 jam lagi aku akan pulang”

 

Yuri mengangguk. “ne,, ne” yuri memutuskan sambungan dan berjalan cepat kekamar sulli yang terletak di lantai 1.

 

 

Minho menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, pikirannya berkecambuk entah kemana,

 

“aargggh” minho mengusap kasar wajah tampannya, ia tampak frustasi dan seperti orang gila,

 

“ini kantor minho ya,,, focus la pada perkerjaanmu” key rekan bisnis minho dan termasuk sahabat terdekat minho masuk begitu saja kedalam ruang kantor minho.

 

“huh, kau ternyata” balas minho.

 

“kalau kau masih cinta seharusnya kau mengejarnya, bukannya meresapi setiap detiknya rasa bersalah dan penyesalanmu itu” key mendudukkan tubuhnya dengan elegan di sofa putih yang ada tepat di depan meja kerja minho.

 

“,…” minho hanya diam, ia menyandarkan pundaknya, dan kepalanya mengadah keatas menatap langit ruang kerjanya.

 

“kau CEO, tampan, pintar,, apa yang tidak kau miliki choi minho?, aku pun tak paham apa yang diinginkan mantan mertua mu itu.” Ujar key yang tau segala soal rumah tangga minho dengan sulli yang begitu rumit itu.

 

“mantan mertua?, sulli masih berstatus istriku”, mengingat kalau minho dan sulli belum bercerai secara hokum.

 

“Ck, terserah kau saja,,, sudahlah lupakan saja masa lalu mu itu, bukalah lembaran baru dan cari penganti yang baru untuk ibu yoogeun,,,,” ujar key santai sambil membentangkan tangannya ke sisi lain sofa.” Oh ya bagaimana keadaan yoogeun terakhir kali aku bertemu dengannya, dia menangis begitu keras karena kau marahin, tak seharusnya kau terlalu kasar padanya choi minho” ujar key panjang lebar, walau pun key terlihat cool dan cuek di depannya, tapi ia begitu cerewet dan perhatian terhadap permasalahan hidup orang disekitarnya.

 

“berhentilah ikut campur urusanku, kim kibum” kata minho dingin

 

“ck,, egois,, dia hadir karena perbuatan gila kalian juga kan, kalau kau ingin menyalahkan yoogeun ataskepergian sulli kau seharusnya berfikir dua kali, phabo”

 

Minho memalingkan wajah kesalnya, sahabatnya terlalu banyak bicara. Tapi apa yang dikatakan key itu benar apa adanya. Kalau saja minho dan sulli lebih bersabar pastinya kecelakaan itu tidak akan terjadi sehingga membuat hati orang tua sulli tidak terlecehkan dan akhirnya tidak menyetujui pernikahan mereka.

 

“sudahlah,, aku pergi” kata key begitu saja dan menghilang di balik pintu.

 

“tau apa dia, CK” kata minho sinis.

 

—-

 

“bummmm,,, bummmm,,, bummmmmm,,,, “ yoogeun asik dengan mainan mobil-mobilnnya.

 

“tuan muda, bibi lee bawakan makan siang untukmu, ayo makan “ bibi lee datang dengan ceria dan mengampiri yoogeun.

 

“ndeee” yoogeun mengangguk dan meletakan mainanya.

 

Yoogeun makan dengan lahapnya, bibi lee tersenyum gemas melihat yoogeun yang begitu lucu dan penurut tidak seperti anak-anak pada umunya yang susah makan dan nakal.

 

“bibi lee?” ujar yoogeun, saat ia selesai makan.

 

“apakah aku bisa bertemu dengan ajumma cantik itu lagi?” tiba-tiba saja yoogeun berkata begitu, bibi lee terdiam ia mengingat saat mereka pulang dan menanyakan soal pertemuan yoogeun dan sulli, yoogeun mengatakan kalau sulli ingin mempunyai anak seperti dirinya, apakah sulli tak ingat kalau ia sudah mempunyai anak?, atau apakah bibi lee salah orang?

 

“apakah ia sangat cantik?” Tanya bibi lee

 

Yoogeun mengangguk, pipinya mengembung menunggu respon lebih lanjut dari bibi lee.

 

“benarkah?”

 

“ia bibi lee, hmm apakah bibi ada poto eomma yoogeun?” tanyannya, bibirnya tersenyum dan matanya berbinar menanti jawaban “ia” dari bibi lee, tapi sayangnya bibi lee menggeleng walaupun ada ia tak mungkin memberitahu pada yoogeun. Yoogeun tampak cemberut. “kalau begitu, bisakah bibi lee tanyakan saja nama eomma?” lanjutnya tapi kali ini tak tersenyum, karena ia membayangkan bagaimana appanya yang selalu berkata kasar dan memarahinya.

 

“hmmmm…”

 

“jeballl” tak perlu bertanya bibi lee sudah tau bukan nama eommanya yoogeun, choi sulli.

 

“bibi usahakan” yoogeun tersenyum, setidaknya ia ada harapan.

 

 

Taemin tersenyum melihat sulli yang tengah tidur setelah ia meminum obat yang yuri berikan beberapa jam yang lalu.

 

“bagaimana sulli, taemin ah?”

 

“eomma,,?”. Taemin menganggil yuri, eomma.

 

Yuri tersenyum dan berjalan mendekat. “kau harus menjaga dia, melindunginya dan segera menikah dengan sulli”

 

Taemin tersenyum , tanpa diingatkan dan disuruh pun taemin dengan ikhlas akan melakukannya. Dia begitu mencintai sulli. tak lama siwon masuk dengan perawakan yang tegas dank eras, kumis tipis mengiasi wajah tampannya walaupun ia sudah mempunyai anak berusia 25 tahun, choi sulli. anak tunggal dari pernikahannya yuri.

 

“bagaiamana keadaan anakku?” Tanya siwon . matanya tak terlepas dari sulli

 

“ia sudah baikkan, sekarang ia tidur” dengan manja yuri merangkul pinggang siwon.

 

“hmm baiklah,” siwon mengangguk. “taemin ah?” matanya menatap taemin.

 

“ne, appa?” jawab taemin.

 

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu, soal sulli. apakah kau benar-benar mencintainya?” Tanya siwon, dengan cepat taemin menjawab.

 

“aku begitu mencintainya appa”

 

“walaupun nanti aku kan mengatakan beberapa fakta yang mungkin saja akan membuat kau mundur dan meninggalkan sulli”

 

Taemin tertegun, ia tampak bingung dengan apa yang diucapkan calon mertuanya itu. “maaf, maksud appa?” Tanya taemin, ingin mendengar perjelasan lebih lengkap.

 

“sebaiklah aku mengatakan ini, karena suatu saat kau akan mengetahuinya juga. Sebenarnya sulli, ia,,,,,,,”

 

“hmmm” ucapan siwon terpotong saat melihat sulli mengeliat dan terbangun dari tidurnya, semua melihat kearahnya, taemin segera menghampirinya dan membelai rambut hitam sebahu milik sulli.

 

“kau bangun sayang,,” ucap taemin lembut. Yuri dan siwon saling bertatapan untung saja mereka tak mengatakan hal yang menjadi rahasia itu tadi.

 

 

Sulli tampak berdiri disebuah persimpangan ia telah janjian dengan taemin untuk bertemu disana, karena berdekatan dengan kantor taemin. Mereka akan makan siang bersama.

 

“sulli ajumma?” sulli menoleh, ia melihat ada namja kecil dengan seragam sekolah menarik-narik baju nya.

 

“nuguseoyo?” Tanya sulli sambil tersenyum.” Apakah aku mengenalmu?”

 

Yoogeun menatap sulli aneh, apakah ajumma itu melupakan dirinya padahal baru kemarin mereka bertemu dan berkenalan. “ ajumma, kau melupakan yoogeun,, ?”

 

“yoogeun?”

 

Yoogeun mendongak sambil mengangguk.

 

“mian, aku tidak mengingatmu, mungkin kau salah orang” jawab sulli ramah dan hati-hati.

 

Tapi yoogeun tidak mungkin salah orang, ia begitu ingat siapa orang yang ada dihadapannya itu. Senyumnya, ia senyuman sulli yang begitu jelas  diingatan yoogeun.

 

“nama ajumma, choi sulli kan?”

 

Sulli mengangguk, “benar itu namaku” sulli tampak berfikir.” Benarkah aku kita saling kenal adik kecil, tapi sungguh aku tak mengingatmu” kata sulli dengan ekspresi menyesal. “oh baiklah kalau begitu kita kenalan lagi ya,, siapa namamu sayang?” kini sulli berjongkong menyamai tingginya dengan yoogeun.

 

“choi yoogeun imnida” yoogeun terseyum menampakan eye smilenya yang sangat mirip dengan sulli.

 

“aigoo kau mengemaskan sekali sayang” sulli mencubit gemas pipi yoogeun.

 

“baiklah karena ajumma melupakan dirimu, ini ajumma ada lollipop untukmu, mau kan kau memaafkan ajumma?” sulli mengambil lollipop dari tas dan memberikan pada yoogeun.

 

“tentu ajumma,,” yoogeun segera meraihnya, membuat sulli tersenyum gemas,”oh ia,,,” sulli mengingat sesuatu. “mana eommamu, kenapa kau sendirian disini?” Tanya sulli menyadari kehadiran yoogeun hanya sendiri.

 

“eomma belum pulang” yoogeun tampak murung. “bibi lee yang akan menjemput yoogeun”

 

“appamu mana?”

 

“appa sibuk kerja” wajah yoogeun semakin tampak sedih membuat sulli kasihan dan memeluknya.

 

“aigoo, jangan bersedih ya, mereka sangat menyanyangimu yoogeun ah,,, mereka hanya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka saja,,OKe” sullu membelai lembut rambut hitam legam milik yoogeun.

 

DEG, hatinya berdetak sangat kencang,, apa yang ia rasakan sekarang?. Sulli melepaskan pelukannya saat sebuah tangan meraba pundaknya.

 

“sulli ya”

 

Sulli menoleh. “taemin oppa?”

 

Taemin menatap datar kearah yoogeun yang terus menatap wajah sulli.

 

“apa yang sedang kau lakukan? Tanya taemin, sulli berdiri

 

“oppa kita tunggu sebentar ya,  yoogeun sedang  bibi nya jemput, kasihan kalau ia menunggu sendiri” pandangan taemin beralih pada yoogeun.

 

“ya,,ini  anak laki-laki yang kami temui kemarin” taemin membatin, lalu mengangguk atas permintaan sulli yang ingin menemanin yoogeun sampai dijemput.

 

“tidak perlu ajumma, bibi lee sebentar lagi datang kok” tolak yoogeun. “oh ia,,” yoogeun membuka buku gambarnya dan menyobek di salah satu gambar . “igo,,” yoogeun memberikannya pada sulli, sulli menerimanya dengan bingung.

 

“itu appa, eomma dan yoogeun gambar itu untuk ajumma” kata yoogeun sambil tersenyum, sulli ikut tersenyum.

 

“sebaiklah gambar ini, yoogeun berikan kepada appa dan eomma yoogeun saja, ne” kata sulli, tapi yoogeun menggeleng.

 

“eomma tidak tau kapan pulangnya ajumma dan appa pasti tidak ingin menerimanya” kata yoogeun, sulli menatap yoogeun lirih, kasihan sekali anak ini pikirnya.

 

“baiklah, ajumma akan menyimpannya untukku, ini lukisan terindah yang ajumma lihat,, kau sungguh berbakat sayang” sulli mengelus pipi yoogeun, sedangkan taemin hanya memperhatikan keduanya entah apa ada rasa cemburu dihati taemin karena mereka begitu dekat, serasi, cocok dan mirip. Mirip?.

 

“benarkan oppa?” Tanya sulli pada taemin, taemin lantas terkejut dan mengangguk setuju.

 

“kau kenapa oppa?” sulli berjalan dan meraih pipi taemin .”tersenyumlah, oppa tidak sedang cemurukan aku hanya bicara dengan namja kecil yang tampan itu” sulli kembali menatap yoogeun, yoogeun hanya nyegir kuda di puji oleh sulli.

 

“tentu tidak chagiya” taemin merangkul pinggang sulli agar lebih merepat dengan dirinya, entah kenapa yoogeun memanyunkan bibirnya, ia tampak tak suka taemin bermesraan dengan sulli. ajumma yang melupakan dirinya padahal mereka baru berkenalan kemarin siang.

 

 

Minho sedang mengendarainya mobilnya ingin menuju suatu tempat dan berharap tempat itu bisa mempertemukan dirinya lagi dengan seseorang yang benar-benar membuat dirinya gila selama 5 tahun ini, ucapan key membuka hati namja bernama choi minho itu walaupun hanya sedikit, tapi saat di persimpangan yang tak begitu jauh dari tempat anaknya menimba ilmu ia menemukan sepasang kekasih yang sedang tampak bermesraan. Minho mencengkram setri mobilnya dengan, matanya terus menatap terus kedepan, hatinya bergejolak meahan pukulan dan rasa sakit yang bertubi-tubi menyerang perasaannya. “yeoja murahan”, ucapannya terdengar seperti bisikan tapi penuh penekanan disana”. Minho menancapkan gas mobilnya dan berjalan berjauh. “tidak taukah kau disana ada anakmu, dan beraninya kau melakukan hal memalukan itu didepan yoogeun” dari sorot matanya minho sangat marah, benar-benar marah. “jadi selama ini kau bersama namja lain, bahkan kau tak pernah mengingatku dan anakku, kau benar-benar,,, ARRRGH” jerit minho bersamaan pukulan yng ia berikan pada setir mobilnya. “tidak ada gunanya aku mengharapkanmu”, minho benar-benar merasa dikhianati oleh sulli.

 

 

Taemin dan yoogeun berdiri sejajar, taemin melirik yoogeun, yoogeun melakukan hal yang sama tapi mereka berdua tidak ingin membuka percakapan. Sangat terlihat lucu mereka seperti sedang bermusuhan. Tapi kemana sulli?

 

“tuan muda ….” Bibi lee datang

 

“bibi,,,” yoogeun melompat girang, taemin mencibirnya.

 

‘dasar anak-anak’ pikir taemin.

 

“aigoo, mian bibi terlambat,, ayo pulang” ajak bibi lee, tapi yoogeun menahan tangan bibi lee yang menariknya.

 

“tapi,, “ yoogeun menatap toilet umum yang tak jauh dari tempatnya berdiri, taemin mengikutinya pasti ia menunggu sulli yang tadi izin ketoilet.

 

“ajushi akan memberitahunya nanti. pulanglah” kata taemin sambil tersenyum kecut.

 

“jinjjah?” yoogeun menatap tak percaya.

 

“tuan muda, ada apa?” Tanya bibi lee.

 

“aku ingin berterima kasih pada sulli ajumma bibi, ia tadi menemaniku disini”

 

“benarkah ?, “ bibi lee memanjakan lehernya mencari sosok sulli.

 

 

“igomwoyaaaaa,,,” sulli menatap bajunya dengan jengkel, “aisssh” sulli sibuk dengan tisunya, bajunya masah terciprat air keran yang tiba-tiba saja mengeluarka air yang besar hingga membuat ia tekena cipratan air itu.

 

“aissss,, jinjja” ia mempoutkan bibir dan berjalan keluar tapi terkejut melihat taemin sudah berdiri di depan pintu.

 

“aigooo,,, oppa”. Sulli menyadari yoogeun sudah tidak ada di persimpangan itu. “mana yoogeun?” sulli tampak panic, ia seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya. Tapi memang adanya seperti itu bukan ?

 

“ia sudah pulang tadi ia ingin menunggumuy chagi, tapi kau terlalu lama, appanya keburu menelfon dan menyuruhnya segera pulang”

 

“ah,, jinjjah” sulli tampak sedih.

 

“ayolah, jangan terlalu berlebihan chagi” taemin mengandeng sulli berjalan menuju restoran yang tak begitu jauh, sulli hanya diam entah kenapa ia sangat suka melihat wajah yoogeun dan entah kenapa juga ia kembali merindukannya.

 

 

—-

 

“eomma!~~,,eomma~~~~eomma~~~~~jangan pergi lagi eomma~~~~”

Yoogeun meronta-ronta matanya terpejam, bibi leeyang ada disebelah yogeun segera membangunkannya,

 

“tuan muda,,, tuan muda tenanglah” bibi lee memeluk yoogeun untuk menenangkannya, mungkin ia terlalu lelah tadi disekolah hingga saat perjalanan pulang yoogeun tertidur dan mengingau seperti ini.

 

“hikss, bibi,, tadi aku bertemu dengan eomma,, tapi eomma pergi lagi bibi” yoogeun terbangun dan langusung menangis di pelukan bibi lee.

 

“tidak tuan muda,, eomma tuan muda pasti akan pulang, tenanglah tuan muda”

 

“hiksss, hiksss eomma” yoogeun terus menangis, sopir dan bibi lee saling menatap dan melemparkan tatapan kasihan pada anak majikan mereka ini. Apakah minho dan sulli tidak memikirkan perasaan anak mereka yang baru berusia 5 tahun ini?.

 

Sulli mengambil pil obat di dalam tasnya saat ingin menelannya taemin menghentikanya.

 

“wae oppa?” Tanya sulli. mereka sedang berada di sebuh restoran.

 

“apakah itu obat yang wajib kau minum chagi?”

 

Sulli mengangguk.  taemin berfikir, obat itu juga yang diberikan yuri pada sulli saat sulli sakit kemarin dan anehnnya sulli melupakan anak kecil bernama yoogeun itu. Ya sejak yoogeun berbicara dengan sulli, taemin sudah memperhatikan mereka dari awal dan terkejut saat sulli mengatakan kalau ia tidak ingat dengan yoogeun padahal baru kemarin bertemu, disini terdapat keganjilan yang sangat besar, tak mungkin dengan semudah itu sulli melupakan pertemuannya dengan anak kecil itu. Perlu di garis bawahi sulli hanya melupakan namja kecil bernama choi yoogeun itu, sedangkan hal-hal lain seperti bertemu degan teman lama taemin, atau hal kecil lainnya tak sulli lupakan.

 

“chagi, oppa Tanya sekali lagi,, apa kau mengingat teman lama oppa yang bernama kim jonghyun?” Tanya taemin kembali memastikan, padahal saat mereka berbincang sulli mengatakan kalau ia masih ingat.

 

“aigoo, kan  baru kemarin pagi kita bertemu dengan jjong oppa, tentu saja aku masih ingat dengan jelas wajahnya oppa, memangnya ada apa?” Tanya sulli penasaran saat taemin mengulang kembali pertanyaaannya.

 

“tidak,,” kata taemin

 

“jadi oppa melarangku minum obat Cuma untuk bertanya hal itu?”

 

Taemin mengangguk, sulli berdecak sebal dan ingin kembali meminum obatnya. Tapi kembali taemin menghalaunya.

 

“chagiya,, jangan minum lagi obat itu”

 

“Hah,, kenapa?”  sulli mulai risih dengan taemin karena melarangnya meminum obat.

 

“sudah,, jangan. Oppa punya kenalan dokter yang sangat hebat dan bisa memberikanmu resep obat untuk menghilangkan nyeri kepalamu tanpa harus berulang dan terus-terusan minum obat seperti ini, terlalu tergantung pada obat juga tidak baik chagiya,,,”

 

Sulli menatap obatnya, benar juga yang dikatakan taemin. “jinjja?, baiklah” sulli menyimpan kembali obatnya, taemin tersenyum. Pasti ada yang terjadi dan sengaja disembunyikan. Tapi apa itu?

 

“apa sebenarnya obat itu” taemin menatap tajam kearah obat yang sulli masukkan kembali kedalam tas kecil pink miliknya.

 

“chagi,, oppa boleh lihat sebentar obatmu itu?”

 

“huh,, tentu saja” sulli menyerahkan obatnya pada taemin, dengan diam-diam taemin mencuri satu pil dari botol itu dan mengembalikannya pada sulli. sudah sering taemin melihat obat itu tapi keanehan terjadi saat sulli bertemu dengan yoogeun dan dalam sehari sulli melupakan pertemuannya, ingat hanya dalam sehari. Dan itu membuat taemin merasa penasaran dan ingin menyelidiki lebih lanjut soal apa yang terjadi pada sulli dan obat itu.

 

 

sulli berlari keluar dari rumahnya, walaupun hujan turun dengan derasnnya ia tak perdulu. Malam ini menjadi saksi bagaimana sulli saat ini, air matanya dengan deras terus begitu saja. Ia berlari tanapa menggunakan alas kaki, terus berli dan berlari  hingga tanpa sengaja ia terjatuh tersandung batu dan tersungkur ketanah. bajunya penuh bercak tanah yang lengket. ia menatap bagian perutnya dengan miris dan lirih .”AARRRRRRRGGH” sulli berteriak dengan kerasnya, tak perduli dengan beberapa pasang mata yang sedang memperhatikannya dan menatap iba kearahnya

 

“tidak,, tidakkk,, tidak mungkin” sulli menutup telinganya dengan geram, turun terus membasahi tubuhnya.

 

“sulli,,, sulli,,” taemin meneriaki nama sulli, ia mengejar sulli

 

“sulli” taemin menemukan sulli dengan keadaan menyedihkan.

 

“pergi,, oppa,,, pergii” sulli mendorong taemin saat taemin merengkuh pundaknya.

 

“sulli,, yang kau dengar itu,,,, itu,, “ taemin terbata, hujan semakin turun dengan derasnya membasahi tubuh keduanya.

 

“itu kenyataan nya oppa,, itu kenyataannya aku telah mendengar semuanyaaaaaaaa !!!” sulli meraung seperti orang gila, taemin semakin cemas dan kuwalahan mendapati pemberontakan dari sulli, hingga tubuh sulli melemas dan akhirnya tak sadarkan diri. Taemin menatapnya iba, ini semua kenyataan yang sangat mengerikan yang ia dengar dari calon mertuanya. Dan tanpa sepengetahuan mereka sulli pun mendengar apa yang seharusnya tak boleh ia ketahui lagi.

 

“maafkan oppa ssul, tapi oppa sangat mencintaimu dengan segala apa yang pernah terjadi pada dirimu” taemin memeluk tubuh sulli dengan erat, kemudian mengendongnya untuk pulang kerumahnya, bukan kerumah orang tua sulli karena ia tau sulli pasti tidak ingin berada di rumahnya setelah mengetahui kebenaran tentang dirinya 5 tahun yang lalu.

 

 

Taemin menyesap kopinya pagi itu, ia melihat sulli masih terbaring lemah diranjangnya, pakai sulli yang basah sudah diganti oleh pelayan perempuan rumahnya.

 

Drrrt drrttt

Ponselnya berbunyi ia melihat nama siwon tertera disana, taemin menghela nafas baru mengangkatnya.

 

“yeoboseyo,, appa”

 

“sulli bersamamu?”

 

Mata taemin menatap sulli. “ne,,,”

 

“kalian harus segera menikah, taemin pastikan semuanya sudah siap minggu depan, appa tidak mau tau!.”

 

Taemin menghela nafas, ia tidak tega mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini. Tapi, Ia begitu mencintai sulli.

 

“ne, appa” jawab taemin, lalu siwon memutuskan sambungan telponnya.

 

Taemin berdiri dan berjalan mendekati sulli yang masih tidur, duduk disisi ranjangnya

 

“bersediakan kau menikah denganku choi sulli?”. teemin menyentuh tangan sulli dengan lembut sambil tersenyum, ia terus memandangi wajah polos sulli. “aku harap kau akan masih terus berada disisiku sulli, ya ,, kau akan bahagia dengan caraku” taemin tersenyum, senyum yang sangat sulit diartikan.

 

TBC

 

Apa yang sulli dengar sampai ia kabur dari rumah malam itu?

Kenyataan apa yang taemin dengar?

Dan apa arti senyum taemin?

 

Mungkin part selanjutnya adalah part END sekaligus akan di protect untuk menghindari silent readers, heheheh. Yang mau baca part selanjutnya di harapkan memberikan komentar pada  part 1 dan part 2 FF postpone of love, setelah itu kunjungi halaman author taE_nda. Di halaman itu readers yang baik hatinya akan diberikan petunjuk selanjutnya.

Bukan mau berlebihan ya, tapi author hanya ingin menghindari perbuatan yang tidak menyenangkan yang membuat author dan atau author manapun sakit hati hehehe, walaupun FF author nda masih jelek, gaje atau apa lah itu, tetep saja author butuh apresiasi dari readers, OKE

 

Author tunggu di halaman author taE_nda, ibaratnya itu halaman kamar pribadinya author la, tapi kalau ada yang mampir, mau Tanya soal pacar, mau curhat, dan mau kenalan,  sekaligus minta PW (PassWord) untuk FF yg author PROTECT bisa langsung masuk aja,, hehhe,, terbuka lebar kok,, OKE,, pai pai,,

Postpone Of Love [Teaser chap 2]

poster-crop

 

teaser

| minho mencengkram setir mobilnya dengan kuat, matanya terus menatap lurus kedepan, hatinya bergejolak menahan pukulan dan rasa sakit yang bertubi-tubi menyerang perasaannya. “yeoja murahan”. ucapannya terdengar seperti bisikan tapi penuh penekanan disana. |
 
|eomma~~~~,,,eomma~~~~~~~eomma~~~~ jangan pergi lagi eomma~~~~”
 
|sulli berlari keluar dari rumahnya, walaupun hujan turun dengan derasnnya ia tak perdulu. air matanya dengan deras terus begitu saja, hingga tanpa sengaja ia terjatuh tersandung batu dan tersungkur ketanah. bajunya penuh bercak tanah yang lengket. ia menatap bagian perutnya dengan miris dan lirih .”AARRRRRRRGGH” sulli berteriak dengan kerasnya, tak perduli dengan beberapa pasang mata yang sedang memperhatikannya dan menatap iba kearahnya|
 
 
|”kalian harus segera menikah, taemin pastikan semuanya sudah siap minggu depan, appa tidak mau tau!.”|
 
|”bersediakan kau menikah denganku choi sulli?”. teemin menyentuh tangan sulli dengan lembut sambil tersenyum|
 
bagaimana dengan teasernya seru ngk? bikin penasaran ngk? atau tambah gaje aja?

hehehe,,

kalau mau author nda terusin kisah sebenarnya, di harapkan readers memberikan komentar soal teaser ini di kolom bawah ini dan tak lupa juga meningalkan jejak kalian di part 1, atau part sebelumnya ya.

semakin banyak yang komentar, semakin semangat juga author nerusin FF nya, yaaa walaupun FF author masih jauh dari kata layak, hehehe

LELAKI MISTERIUS (A MYSTERIOUS MAN) [Part 2]

poster-a-mysterious-man

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin, Lee Jonghyun, Lee Jinki, Kim Kibum, Amber Liu, Park Luna, Victoria Song, Krystal Jung, Kim Jongin, Kris Wu, Kim Hee Chul, Lee Tae Sun, Lee So Man

Author : Dina Matahari

Genre :  Misteri, Roman

Length : Chapter

  Rating : General

Foreword

 
It’s already 4:25.   The same bench, the same location, the same way.

He sat on the right corner bench with views towards the coast.  A hot cup of   coffee  is  on the table in front of him. There is a single red rose and a book to accompany the coffee, as usual. 

Every day in the month of April. He did it alone, never accompanied by anyone and never talked to anyone.

He will leave the bench promptly at 5:00 pm. He will not be late even for a second.

And from here he would walk to the beach.  He would stand there to sunset.

LELAKI MISTERIUS PART 2
( Cincin dan Saputangan )

Chap sebelumnya

Part 1

Continue reading