-MEDICAL of LOVE- part 1

Gambar

-MEDICAL of LOVE-
(part 1)

author: chyminh

Main cast: choi sulli | choi minho
Kim jongin a.k.a choi jong in | kang ji yeong
Jung krystal and OC

Genre: sad, comedy, romance

PG: 15

-Summary-

“Mungkin mereka menganggapku sebagai gadis ceroboh
Sibodoh yang tak juga menemukan jati dirinya…
Tapi kita tak berbeda…. aku juga mempunyai tujuan di masa depan
Walau sekali lagi aku sadar…
sadar sebagai pemimpi yang tak tau diri…”

-0-

“Kau gadis bodoh, oh bukan hanya bodoh tapi sangat bodoh”

“kau hitam…menurutmu kau sudah keren??? Hey ingat,, aku adalah kembaranmu, jika aku seperti ini apa bedanya dengan mu”

“tentu saja berbeda… sangat berbeda, aku pintar, cerdas, berwawasan, mengharumkan nama keluarga dengan prestasiku… sedangkan kau?? Apa bagusmu?? Apa dengan nilai merah yang setiap semester menjadi kebanggaan mu itu. sungguh memalukan”

“berhentilah menghinaku, lelaki hitam seperti mu pantasnya digiling untuk menjadi kopi”

“jika pun aku menjadi kopi, itu adalah kopi dengan tarif termahal. Lebih berguna dari sosokmu yang berwujud manusia namun tak menghasilkan apapun selain membuat malu keluarga….”

“YAAAA…. aku adalah adik mu, mengapa kau tak bisa berkata sopan seperti kakak lelaki pada umumnya”

“kita memang bersaudara…. tapi aku tak pernah berharap memiliki saudara seperti wujudmu ini. dan aku benci saat mereka mengetahui kau adalah kembaranku”

….

Apa yang kalian pikirkan tentang sepasang anak kembar?? Yang terlintas pasti adalah kemiripan identik, Umumnya saling mengasihi 1 sama lain, saling berbagi, dan saling memberi semangat. benar begitu??? Namun perbandingan tersebut sangat jauh berbeda dengan sepasang anak kembar yang 1 ini. sebut mereka choi jongin dan choi jinri atau biasa dipanggil kai, sulli. keduanya adalah anak kembar yang terlahir dalam jarak waktu beberapa menit saja, kai lebih dulu lahir 30 menit sebelum sulli. mereka adalah putra dan putri konglomrat ternama di korea selatan, pernah mendengar tentang perusahaan hyundai motor dan hyundai dapartement store?? 2 perusahaan besar itu adalah milik ayah mereka choi siwon yang menikah dengan wanita bedarah jepang-korea, bernama park hee gi. Atau sebuah merek fashion J-J yang terbilang paling berkelas di korea selatan, itu adalah usaha ibu mereka, J-J dalam arti jongin-jinri.

kai dan sulli mempunyai kepribadian yang sangat berbeda, walau wajah mereka tak dipungkiri sama tampan dan cantiknya, tetapi keduanya memiliki watak berlawanan. kai sangat dingin dan cuek terhadap segala sesuatu yang menurutnya tak begitu penting, ia sangat cerdas, wawasanya begitu luas, dapat menguasi 15 bahasa asing, dan merupakan siswa paling jenius kedua di sekolahnya. Sementara sulli, ia adalah kebalikan dari kai. Sulli gadis yang polos, periang dan heboh, cara berfikirnya amat sangat dangkal atau bisa disebut bodoh, ia tak punya wawasan apapun selain mengaggumi idola nya disekolah, bahasa yang diketahuinya hanya bahasa nasional korea saja. Padahal orang tua mereka selalu memberi les privat bahasa sejak keduanya masih sangat kanak-kanak. Hal ini yang kerap membuat keributan dirumah super megah itu, hampir setiap hari, atau bahkan setiap menit jika kai dan sulli bertemu, mereka akan saling mencaci maki. Konon ibu mereka sempat pingsan akibat aksi sulli yang mengejar ngejar kai dengan membawa pisau daging.

Ironis bukan, tapi ini fakta sesungguhnya.
….

“sulli-ah… sebentar lagi ujian kelulusan, apa rencana mu dimasa depan?” tanya sahabat sulli yang tak lain adalah kang jiyeong.

“aku….?? ah tentu saja menikah dengan pangeran tampan ku itu” jiyeong mendesah kesal mendengar jawaban gila teman dekatnya tersebut.

“kita sudah kelas 3, mengapa kau sangat hobi berdelusi. Lihatlah sampai sekarang minho tak pernah melirikmu, orang seperti kita bukan tipenya sulli-ah, kau tau kan dia siswa paling cerdas di sekolah ini, ia sangat tampan, ia juga sangat kaya…” jiyeong menatap sulli serius yang sibuk mengunyah nasi bento nya.

“apa kau masih sering mengirimnya surat” sulli mengangguk angguk tanpa menjawab pertanyaan susulan jiyeong. Mulutnya masih sangat penuh sekarang.

“haishhhhh berhentilah mengunyah… kau harus menjawab petanyaanku putih telur” jiyeong menarik paksa kotak nasi bento dihadapan sulli. sontak yeoja bermarga choi tersebut menatapnya kesal.

“memangnya apa yang harus ku jawab, aku tidak akan menyerah. Hey kau habis kerasukan apa eoh?? Bukanya selama ini kita saling mendukung. Kau lupa moto putih dan kuning telur –belajar jika sempat, dan dapatkan pangeran impian- “ ucap sulli yang membuat jiyeong mendengus pasrah

“daebak…. kau masih mengingat moto gila itu”

“tentu saja, karena kata-katanya sangat indah dan menyentuh hatiku” ia menangkupkan kedua tangan sambil tersenyum memandangi langit.

“geundae…. bukankah kau juga menyukai lelaki hitam itu, apa kau akan berhenti mengejarnya???” lanjut sulli lagi menatap jiyeong penuh selidik.

“a a a tentu saja tidak,,,, aku akan memperjuangkan cintaku, dan apa katamu tadi?? hitam ?? dia tidak hitam, dia eksotis… berhentilah mengatainya seperti itu”

“kalau begitu dukung aku mendapatkan choi minho, jika tidak, kau kehilangan restuku untuk bersama si hitam itu” seketika jiyeong tersenyum seperti anak kecil dan kembali menyerahkan nasi bento sulli.

“igo makan yang banyak adik ipar” sulli menyeringai puas karena berhasil mengancam jiyeong dengan alasan restu untuk mendapatkan saudara kembarnya.

….

Minho, atau lebih tepatnya choi minho. ia adalah superstar di sekolah ini, sama halnya dengan kai sahabat karibnya. Mereka berdua adalah bintang sekolah yang memiliki fans club fanatik, minho dan kai merupakan siswa sains paling jenius yang berada dikelas unggulan pertama.

“apa kau masih sering mendapat surat bodoh itu?” minho mengangguk menanggapi pertanyaan kai sahabatnya.

“wanita gila, kurasa orang-orang seperti mereka harus dimusnahkan”

“biarkan saja… toh aku tak membacanya” sambung minho yang membuat kai terkekeh pelan.

“bagaimana dengan krystal?? Ku dengar ia sudah kembali dari LA??”

“ya… dia menghubungiku, dan meminta kita menjemputnya di bandara”

“gadis itu sangat manja” tukas kai dengan senyum simpul

“dan kau menyukai itu kan” lanjut minho, sontak saja kai tersipu, ia sangat manis jika memasang wajah malu seperti itu.

“tapi krystal tak menyukaiku, dia lebih menyukaimu. Aku bisa melihatnya, walau ia juga kadang bersikap begitu manja kepada ku” kai menghempaskan tubuhnya di sofa besar dalam ruang sains mereka.

“berhenti berfikir seperti itu kkamjong hitam” minho menjitak kepala sahabatnya tersebut.

…..
Hari ini adalah hari kepulangan krystal dari LA, ia juga merupakan siswa cerdas di anyang art school. Ia kembali kekorea setelah menjalani masa pertukaran pelajar di negeri no 1 tersebut. krystal adalah satu-satunya wanita yang dekat dengan kai dan minho, dua lelaki ini ntah mengapa sangat menyayanginya walau watak gadis berdarah blasetetaran tersebut sangat manja dan keras kepala.

“oppaaa….” krystal berlari meninggalkan kopernya kemudian memeluk minho yang saat itu bediri bersama kai.

“oppaa… bogoshipo…” ucapnya seperti anak kecil minho tersenyum sambil mengusap halus kepala krystal.

“ehem…” dehem kai karena merasa kehadiranya tak dianggap

“jonginnie oppa…. ah bogoshipo” krystal kembali memeluk hangat tubuh kai setelah minho. dan kini namja berkulit coklat itu hanya bisa terkekeh pelan. Minho, krystal dan kai telah bersahabat sejak masih sangat kanak-kanak. Mereka terlihat bersama setiap saat, krystal yang notabenya adalah wanita tunggal diantara 2 lelaki tampan tersebut, selalu bertingkah layaknya tuan putri. Jika 2 namja choi itu membuat hatinya tak senang, maka ia akan bersikap cuek selama berhari hari. Tidak hanya itu, wanita bermarga jung ini menyukai salah 1 diantara kai dan minho, itu yang membuatnya sombong dan melirik angkuh siapa saja siswa di anyang art school atau luar sekolah memanggil nama sang pujaan hati dengan histeris nya, bagi krystal hanya dia yang pantas bersanding dengan namja tampan tersebut.

….

Sore menjelang, sulli tampak sendiri sejak bel pulang sekolah berbunyi. Jiyeong ada janji dengan ayahnya dan harus pulang lebih awal, sementara Hari ini sopir yang biasa menjemput sulli tak datang sesuai jadwal, hari itu cuaca sangat panas. Sesekali sulli mengelap peluh pada dahi putihnya.

Sebenarnya bisa saja ia pulang bersama kai, tapi mereka telah membuat kesepakatan untuk tidak berhubungan disekolah. Itulah sebabnya tak seorangpun tau kai kembaran sulli, mereka juga tidak tau sulli merupakan putra konglomrat di korea. Hanya jiyeong saja yang mengetahuinya, dan itupun akibat tak sengaja jiyeong melihat kai dan sulli masuk rumah yang sama. mengingat sahabatnya itu sangat mencintai namja yang kerap dipanggilnya hitam tersebut, akhirnya sulli menejelaskan bahwa kai adalah saudara kembarnya agar tidak terjadi kesalah pahaman.

“paman lee tak juga datang, ini sudah sangat sore” ucap sulli kesal sambil memandangi arloji hello kitty nya. ia memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. sulli hendak menelepon rumah namun handphone nya law. Ia duduk di tepi gerbang seperti anak kehilangan induk.

“ahhh jinjah…” ucapnya kesal.

“mengapa kau belum pulang?? Ini sudah sangat sore” sontak gadis bernama sulli tadi menoleh kesumber suara yang menyapanya, suara yang selalu membuat navasnya hampir berhenti detik itu juga.

“ha??”

“mengapa kau belum pulang? Perempuan seperti mu seharusnya sudah berada dirumah sejak tadi”

“k-k-au berbicara d-d-denganku??” ucap sulli gugup setengah mati, sang namja di hadapanya hanya mengangguk sambil menggerenyit bingung, ya saat ini minho ada dihadapan sulli.

“memangnya ada siapa lagi di tempat ini selain kau saja” segera sulli menoleh ke kanan kiri, depan belakang, atas bawah, untuk memastikan minho memang berbicara padanya. namja choi itu hanya menggeleng geleng pelan.

“ah k k kau benar … a aku sedang menunggu jemputan ku, tak biasanya paman lee lama menjemputku seperti ini” minho terdiam sebentar menanggapi ucapan sulli, sebelum pada akhirnya pergi begitu saja. Selepas kepergian minho, sulli mengerucutkan bibir kecewa, karena respon minho hanya seperti itu saja. Sulli pun kembali berdiri di depan gerbang sekolah dengan wajah lesu.

“ternyata aku masih bermimpi untuk pulang bersama pangeranku” gumamnya lirih hampir tak terdengar. Tak berapa lama kemudian sebuah mobil aston martin berhenti tepat di sebelah sulli, yeoja itu sangat mengenal bahwa mobil mewah dihadapanya saat ini adalah mobil choi minho. selang beberapa waktu kaca hitam kendaraan mewah tersebut terbuka dan menyorot wajah tampan sang empunya mobil.

“naiklah… sampai kapan kau menunggu jemputanmu” perintah minho dari dalam, sulli masih menatap tak percaya bahkan kini mulutnya sedikit terbuka.

“kau masih ingin menunggu?? Kalau begitu akan akan pergi”

“a-cha-chakaman” sulli segera lari dan membuka knop pintu mobil minho, wajahnya terlihat sangat kaku sekarang. Sulli duduk di sebelah minho dengan nafas tak teratur, mobil ini sangat sejuk, sulli dapat menghirup aroma maskulin tubuh minho dengan sangat jelas.

“dimana rumahmu…”

“eoh?? Mmm di distrik jungnang”
minho kembali diam dan fokus mengendarai. Sulli tak sekalipun mengedipkan mata, baginya ini adalah karya tuhan yang tak boleh di lepas sedetik pun.

“aku tak suka dipandangi seperti itu” ucap minho dengan nada dingin tanpa menoleh kearah sulli, DAMN.. jantung yeoja bermarga choi tersebut seakan berhenti karena tertangkap basah sedang menyaksikan wajah tampan lelaki disebelahnya.

“mi-mian…” sulli kembali terdiam. tanganya sibuk meremas 1 sama lain, sumpah demi apapun hatinya masih tak percaya bahwa saat ini sang pujaan hati mengantarnya pulang tanpa alasan. Ini juga bagian dari mimpi nya, duduk disebelah minho dalam 1 mobil berdua saja.

“perkenalkan aku sulli…”

“aku tak bertanya” sargah minho dingin,,,segera senyum sulli memudar dan berubah menjadi panjang mengerucut.
“aku hanya ingin memberi tau saja, agar suasana tidak menjadi canggung seperti ini” lanjutnya namun respon minho tetap diam tak menjawab.

“aku lihat kau sangat terkenal di sekolah, dan juga kau sering menerima surat cinta, benar bukan??”

Minho melirik sulli sekilas kemudian menatap kedepan lagi tanpa mengeluarkan sepatah kata.

“apa kau pengirim salah 1 nya??” minho menyelidik, kontan saja sulli tersentak. Bibirnya kelu seketika.

“a-apa?? T-tentu saja tidak, aku tipe yang berterus terang, ah memalukan sekali mengirim surat cinta dijaman modren seperti sekarang” ini juga salah 1 bakat sulli, ia sangat pandai mengarang kebohongan. Ujung matanya melirik minho takut, namja itu tetap berekspresi datar.

“semoga itu benar… karena aku sangat benci pembohong” glek sulli menelan salivanya berkali kali. Dalam hati ia merutuk, mengapa harus memancing pertanyaan mengenai ketenaran minho disekolah.

“minho-shi, a aku berhenti disini saja, ini adalah persimpangan menuju kerumah. Aku ingin singgah membeli makanan di minimarket itu, jadi aku turun disini saja” sulli ingin menyelamatkan diri agar tak ketahuan sedang berbohong, walau bagaimanapun pandainya mulut berbicara ekspresi wajah pasti tak bisa di tipu. Namja choi itu pun memiinggirkan mobilnya keluar jalan.

“terimakasih atas tumpanganmu… aku benar-benar berterimakasih” sulli membungkukan badan berkali kali. Minho menatapnya beberapa detik sebelum pada akhirnya pergi begitu saja tanpa respon menjawab ucapan gadis polos itu.

“ah jinjah… mengapa ia begitu dingin??” sulli mendengus kesal memandang kepergian mobil minho yang semakin jauh, namun setelah itu bibir manisnya tersenyum hangat sambil melangkah menuju gang besar tempat rumahnya berada. sesekali ia bersenandung dengan rona wajah bahagia, tentu saja ini membahagiakan, karena diantar pulang lelaki idaman yang ia kagumi selama lebih 2 tahun terakhir ini

….

Suasana makan malam di rumah keluarga choi yun gyeom tampak begitu tenang, tidak ada suara di tempat itu. hanya aduan sendok dan garpu dengan irama beraturan.

“bagaimana sekolahmu??”

Sebuah pertanyaan muncul dari mulut sang kepala keluarga, yakni choi yun gyeom.

“baik…”

Suasana kembali hening setelah jawaban singkat minho. mereka memang seperti itu, memiliki jenis perwatakan yang sama, sangat keras dan sangat menjaga image. Walau tak di pungkiri keduanya amat sangat menyayangi. Bagaimana tidak, minho adalah putra tunggal dikeluarga tersebut. yun gyeom menikahi seorang wanita korea bernama lee sung mi, yu gyeom juga merupakan orang ternama di korea selatan.

Dia adalah seorang dokter tulang profesional pemilik Wooridul Spine Hospital, pusat utama rumah sakit ini adalah busan, sebelum akhirnya membuka 4 cabang di dunia dan 6 cabang di penjuru korea termasuk gangseo seoul. Rumah sakit ini sangat terkenal karena memiliki 1200 tenaga medis profesional, dan juga dinobatkan sebagai rumah sakit tulang belakang terbaik dunia. Beruntung dalam hal ini minho mempunyai minat sama dengan ayahnya, ia ingin menjadi seorang tenaga medis terkenal suatu hari nanti. dan peluang untuk mencapai hal tersebut sangat besar, mengingat dia adalah siswa jenius dan putra pemilik rumah sakit no 1 korea selatan.

“mengapa kalian begitu canggung,,, kalian adalah bapak dan anak”

Kedua lelaki bermarga choi itu tetap fokus dalam makananya, mereka tak perduli omelan sung mi yang memang terkenal sangat judes dirumah itu. walau demikian ia adalah wanita yang sangat baik.

Sementara itu di kediaman choi yang lain.

“sebentar lagi ayah dengar kalian akan menghadapi ujian kelulusan, bagaimana persiapanya”
Siwon mulai membuka percakapan ketika mereka selesai menyantap makan malam. Sulli tampak mengelap bibirnya yang celemotan saus tomat daging, dan kai tetap bersikap tenang sambil memandang ayahnya dengan wajah tegas.

“aku sudah mempersiapkanya ayah”

Siwon menangguk percaya mendengar jawaban anak lelakinya yang memang dikenal berprestasi itu. selanjutnya mata siwon mengarah pada sulli.

“bagaimana denganmu nak??”

“aku??? tenang ayah, aku pasti menyelesaikanya dengan tuntas” jawab sulli dengan tawa manis, mendengar itu kai tersenyum sinis.

“semoga itu benar, dan merubah kursi terbalik atau telur bulat yang menjadi nilai tetap raportmu”

“ck… berhenti mencampuri urusanku hitam” sulli mendengus kesal

“sudah jangan bertengkar… kalian selalu seperti ini, ibu ingin melihat kalian berdamai sekali saja. Mengapa tak bisa”

“tidak akan pernah bisa bu, dia adalah manusia terangkuh yang paling hitam dalam pandanganku, gelap”

“sulli…!!!” park hee gi memandang putrinya itu dengan tatapan tajam, dan seketika nyali sulli ciut dibuatnya.

“setelah ini kalian akan lanjut kemana??” siwon melanjutkan

“aku akan lanjut sekolah kedokteran sebagai spesialis bedah” jawab kai mantap, mendengar itu sulli meneguk saliva nya.

“pilihan yang tepat sayang, dari dulu ibu ingin mempunyai anak atau menantu tenaga medis profesioanal” jawab hee gi dengan senyum bangga.

“dan kau sulli… apa pilihanmu”

“ah… aku juga akan lanjut kesekolah medis, bagian spesialis anak” jawabnya dengan wajah angkuh tak mau kalah dengan kai kembaranya. Seketika ruang makan itu menjadi hening dan menatap sulli tak percaya.

“daebak… jika itu terjadi semua anak dikorea ini akan mati sia-sia ditanganmu” ucap kai takjub. Sulli merapatkan giginya dengan mendongkan kepala menantang kai.

“apa tidak ada pilihan lain??”

Mungkin ini pertanyaan paling halus dengan inti yang sangat dalam, siwon tak ingin melukai perasaan putri kesayanganya seolah di remehkan.

“benar sayang… sepertinya kau tidak ada bakat disana” lanjut hee gi lagi

“wae….?? kalian begitu mempercayai kai mengambil ahli bedah, mengapa tidak dengan ku. aku akan mencobanya…” jawab sulli tegas dan meninggalkan meja makan dengan wajah kesal

“kurasa dia lebih pantas menjadi pasien” gumam kai masih menatap kepergian sulli dengan takjub, dan mendengar itu siwon beserta hee gi melempar tatapan tajam kearahnya.

….

Anyang art school mulai dipenuhi oleh para siswa dan siswinya, tampak pelajar-pelajar yang berlalu lalang dihalam sekolah dengan seragam yang ditentukan. Sejak tadi sulli tersenyum manis
dikursinya, melihat itu jiyeong sedikit takut karena tak seperti biasa.

“hey… kau kenapa??” Gadis ber lesung pipi itu duduk di hadapan sulli dengan raut wajah penasaran.

“aku mengalami kejadian indah semalam youngie… sungguh aku tak bisa tidur dibuatnya”

Seketika jiyeong mengubah posisi duduk lebih serius, sepertinya ini kabar baik.

“apa yang terjadi…. katakan padaku” paksanya ingin tau

“kau mungkin tak percaya, bahwa minho mengantarku pulang semalam”

“MWO…. MINHO MENGANTARMU PULANG…??” jiyeong langsung menutup mulutnya yang tak terkontrol itu, seluruh siswa dikelas menatap mereka dengan wajah sinis tak senang sambil berbisik.

“isssshhhh pabo…. kau membocorkanya , mengapa mulut mu itu besar sekali”

“ahh mian….aku kelepasan sulli-ah, geundae apakah itu benar??” jiyeong kembali berbisik, sulli mengangguk angguk bagai anak kecil, ia mulai menceritakan kronologis kejadian minho mengantarnya pulang. Dan sekarang jiyeong lebih bereaksi heboh lagi, 2 wanita ini memang terkenal akan kegilaanya yang seperti anak kecil.
….

Istirahat pertama dimulai, hari ini adalah jadwal anak basket melakukan jadwal latihan rutin mereka. Kapten tunggal di sekolah itu adalah minho yang beranggotakan kai dan teman teman pria lain. jiyeong memaksa sulli untuk melihat latihan itu, tentu saja sulli tak menolak, karena memang disana juaga ada pujaan hatinya. Mereka tampak bersemangat menuju tempat latihan, dan sesampainya disana jiyeong menarik sulli untuk melihat dari pinggir lapangan bersama anak-anak fansclub fanatik pujaan hati mereka.

“ahhhhh jonginie….. dia sangat sexy” ucap jiyeong dengan wajah berbinar, sulli melihatnya jijik. Kemudian menatap seseorang yang sedang mendrible bola dan shoot…. masuk, mereka bersorak paling histeris diantara yang terhisteris. Hal ini mengundang sorot mata tak senang para penonton lainya, saat mencetak nilai terakhir di putaran pertama mereka, minho melambaikan tanganya kearah sulli, melihat itu sulli menjadi sangat berbunga bunga demikian jiyeong mengalami hal serupa dengan kai yang melambai kearahnya. Mereka balas melambai juga, hingga keduanya menyadari 1 hal saat seorang gadis masuk kelapangan untuk memberi handuk dan 2 botol mineral. Air muka sulli dan jiyeong menjadi berubah kecewa saat itu, apa lagi sulli. ia dapat melihat betapa sayangnya minho kepada gadis cantik bernama krystal tersebut, dengan tersenyum hangat sambil mengusap puncak kepalanya. Demikian juga kai melakukan hal serupa, walau kerap bertengkar ada perasaan cemburu dalam hati sulli. bagaimanapun kai kembaranya, namun ia lebih bersikap baik kepada gadis lain dari pada ke dirinya selaku sang adik. Sulli tetap fokus pada hatinya yang sedikit sesak, ia tak menyadari permainan telah dimulai dan ada bola melayang kearahnya, hingga

“sulli awas,…” BRAKKK

“jiyeongie…!!!” teriak yeoja bermarga choi itu mendapati sang sahabat jatuh tersungkur, sebab bola itu mengenai perutnya. Jiyeong mendorong sulli hingga menyebabkan dirinya terhantam bola. Seluruh pemain berlari menghampiri mereka…

“YAAAA… SIAPA YANG MELEMPAR BOLA KEARAH SAHABATKU??” teriak sulli marah matanya mulai berkaca karena khawatir, salah 1 dari mereka yang dikenal dengan nama chanyeol segera menunjuk kai. Sulli menatapnya benci, namun kai tak perduli.

“hey,,, kau bangunlah,,, hey” kai menepuk nepuk pipi jiyeong.

“pabo… bawa dia ke UKS cepat” sulli masih memasang wajah panik, bahkan ia tak perduli telah berteriak sejak tadi, sementara minho ada disitu. Dengan segera kai mengangkat jiyeong membawanya ke uks.

“youngieee… bangunlah, maafkan aku” sulli menangis hebat diruangan itu. kai juga tampak sangat merasa bersalah, sementara minho hanya melihat dengan diam.

“apa dia sudah sadar oppa???” krystal masuk keruang kesehatan itu menghampiri kai dan minho, sulli meliriknya sekilas kemudian kembali menatap jiyeong yang belum sadar.

“dokter bilang dia shock, dan masih mengalami kram pada perutnya” jawab kai

“ck… kau berhentilah menangis, sebentar lagi dia akan sadar” ucap kai lagi, kali ini untuk sulli. minho yang sejak tadi diam tak bereaksi tiba-tiba mengulurkan sebuah tisu kearah sulli.

“berhentilah menangis” ucapnya dengan suara berat, dan sekarang giliran krystal yang diam. Sulli menerima tisu itu masih dengan sesenggukan, entah mengapa ia tak bisa menolak pemberian minho.

“oppa… lebih baik kalian genti baju, biar aku yang menjaganya. Lagi pula kalian pasti lelah habis latihan” tawar krystal. Tampak mereka berfikir sebentar sebelum pada akhirnya setuju. Bagaimanapun setelah ini ada jam pelajaran lagi, dan mereka harus telah berganti seragam. Sebelum pergi kai kembali menatap jiyeong dengan penuh rasa bersalah, dan melirik sulli yang masih bersedih, bahkan matanya mulai membengkak. Dan lagi lagi naluri sepasang anak kembar tak bisa dielakan, ada rasa sakit juga dari dalam hati kai ketika saudaranya menangis seperti itu.

Selepas kepergian 2 lelaki tampan tadi, sekarang hanya ada krystal sulli dan jieyeong yang belum sadar dari pingsanya. Mereka terlihat kaku anpa suara, dapat terlihat sorot mata tak suka dari mata krystal.

“2 sahabatku memang baik, kuharap kau tak salah tanggap” ucapnya kemudian. Sulli menatapnya dengan wajah terkejut

“maskudmu??”

“aku mengenal minho oppa dan kai oppa sudah sangat lama, mereka adalah tipe orang yang sangat bertanggung jawab. Jika selama ini orang menilai keduanya adalah sosok namja yang dingin itu memang benar, namun mereka mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Dan terkadang banyak orang salah mengerti, ketika minho atau pun kai menolongnya mereka akan sangat senang dengan berfikir 2 sahabatku itu menyukainya” sulli merapatkan gigi mendengar pernyataan sombong wanita dihadapanya saat ini. wanita itu bahkan tak tau bahwa kai saudara kembarnya, dia yang lebih dulu mengenalnya, dan sulli juga tak pernah berfikir minho menyukainya… sulli sadar itu masih bagian dari mimpi yang belum sempurna.

“minho dan kai oppa mempunya selera tinggi, mereka tak menyukai wanita dari kalangan bawah”

“apa yang kau katakan??” tanya sulli mulai geram, kalangan bawah katanya. Ia adalah putri choi siwon pemilik hyundai group.dan jangan salah, jiyeong juga putri konglomrat seorang CEO SM group.

“dua sahabatku itu mempunyai selera dengan kelas yang tinggi, mereka tak suka wanita yang, maaf kurang pintar atau bodoh. Paling tidak tingkat kepintarannya hampir sama dengan mereka”

“terimakasih… tapi jika mereka memang benar-benar pintar, mereka akan memilih dengan prioritas kenyamanan. Kehidupan pribadi dengan kehidupan persaingan itu tidak sama, dan tidak ada yang bisa membaca takdir seseorang selain tuhan. kurasa kau lebih baik pergi sekarang…” ucap sulli penuh penekanan, krystal menatapnya sengit dan meninggalkan begitu saja. Kali ini air mata sulli kembali jatuh, namun karena masalah yang berbeda.

“apakah aku sebodoh itu??” lirihnya hampir tak terdengar…

…..

Bel akhir jam sekolah berbunyi, semua siswa/siswi mulai menyusuni peralatan belajarnya. Cuaca diluar tampak tak bersahabat, sulli mulai bergegas keluar untuk menemui jemputannya. jiyeong telah pulang lebih dulu dari jam pelajaran ke 6 tadi. Namun sial, paman lee juga belum sampai. Sulli segera mengecek handphonen dan tampak 1 pesan masuk dari sang ibu

“honey,,,,, hari ini kau pulang dengan jongin, paman lee akan mengantar ibu kebusan”

Sulli mendengus kesal, namun karena cuaca yang begitu buruk dengan malas ia menuju parkiran mobil. Disana tampak kai tengah menunggu sambil melipat keduan tanganya. Saat melihat kedatangan sulli ia kembali memasang wajah tak senang.

“cepatlah sedikit… jangan sampai banyak mata melihat kau pulang denganku” ucapnya dingin, sulli mempoutkan bibir kesal.

“ini perintah… kau pikir aku mau 1 mobil denganmu” tukas yeoja berkulit putih itu lagi. ia mulai membuka knop pintu hingga teringat akan sesuatu.

“apa yang kutunggu, cepat masuk”

“hitam… tunggu sebentar, aku meninggalkan jaket jiyeong di UKS, bagaimanapun ini kesalahanmu
membuatnya pingsan. Jadi kau tunggu disini” kai ingin mencela namun sulli telah berlari dengan cepat.

“haishhhhh sungguh menjengkelkan” sungutnya kesal.

Sulli berlari menelusuri lorong sekolah menuju ruang kesehatan, sesampainya didalam ia langsung mengambil sweater jiyeong yang tertinggal, dan kembali memutar langkah menuju mobil dengan tergesa.

“aku sungguh tidak ingin pulang denganya kalau tidak karena terpaksa” dumel sulli dengan wajah lesu. Ia terus menyusun langkah menyusuri lorong-lorong besar sekolah. Dan saat itu tak sengaja matanya menangkap seorang wanita dan pria tengah berhadapan sambil menautkan tangan, sulli sangat kenal itu adalah minho dan gadis bernama krystal tadi. perasaan ingin taunya tiba-tiba muncul, sulli bersembunyi di balik dinding penghalang yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.

“sudah lama oppa… aku menyimpan perasaan ini, aku sangat mencintaimu, bukan sebagai sahabat tapi sebagai pria” hati sulli berdetak cepat mendengar pengakuan wanita berdarah blasteran itu.

“sebenarnya….” kali ini terdengar suara sang namja, jantung sulli semakin tak terkontrol. Entah apa yang ia takutkan, tapi jujur perasaanya kalut saat itu.

“aku juga mempunyai perasaan mencintaimu…”

Kaki sulli mendadak lemas seketika, ia berlari dengan cepat tak ingin mendengar apapun lagi, sudah cukup rasanya sakit sampai disini. Sulli segera masuk kedalam mobil kai yang masih menunggu di tempat semula, ia bahkan tak menghiraukan wajah merah padam kai karena menunggu terlalu lama.

“mengapa kau lambat sekali, sudah untung kau tak ku tinggal” umpat namja itu kesal. Sulli tak menghiraukan… matanya menatap kosong kedepan dengan nafas yang hampir putus akibat berlari terlalu cepat. Ia memang tak bersuara, tapi air matanya terus saja keluar tanpa henti,,, menyadari itu Wajah marah kai meredup seketika…

“k kau kenapa bodoh???” tanya nya mulai khawatir

“gwenchona??? …”

“jangan perdulikan aku” saut sulli singkat dan membalikan badan menghadap kaca jendela. Kai mulai bertanya apa sebenarnya yang terjadi, namun ia memilih bungkam dan menjalankan mobil…

…..

Sejak pulang dari sekolah tadi sulli terlihat sangat murung, ia bahkan tak menanggapi hinaan kai seperti biasanya. Sulli memilih diam dengan wajah kusam tak bersemangat. Sama seperti saat ini, saat mereka tengah menjalani makan malam seperti biasa.

“hari ini kalian sedikit ada perubahan… tidak bertengkar seperti biasa” ucap hee gi tersenyum. Kai dan sulli tak menanggapi, jujur perasaan kai sangat penasaran ingin tau penyebab sulli menangis sepulang sekolah tadi.

“ayah… ibu…” sulli mulai membuka sura untuk pertama kalinya

“mmm ada apa??” tanya siwon lembut

“aku sudah memutuskan…”

“memutuskan apa sayang??” jawab hee gi menatap penuh cinta

“setelah tamat dari sekolah, aku ingin lanjut ke amerika” sontak orang-orang di meja makan itu tersedak mendengarnya, tak ubahnya kai. ia bahkan yang terlihat paling terkejut.

“mengapa tiba-tiba, kau yakin nak??” tanya siwon lagi, sulli mengangguk mantap.

“aku punya pilihan… dan kurasa aku harus jauh dari korea selama beberapa tahun mendatang”

-TBC to part 2-

Hoamz, akhirnya chapter pertama rilis. Gimana gimana? Abal ya? wkwkw dimaklumi saja.
Oia Tinggalkan jejak ya, author akan sangat senang dengan readers yang berpartisipasi
Meninggalkan komentarnya setelah membaca.
Dengan adanya komentar author tau ni ep ep mesti lanjut lebih cepat
Atau pake jeda yang lama…
kalaupun author balas komenya agak lama itu bukan karena author sombong ya…. tapi karena susah ngomen dari hape, agak lelet biasa hp jadul
tapi percaya deh…. komentar sejenis apapun itu pasti author baca…
sekian dulu ya…. sampai jumpa di part 2…. #BIGHUG

Advertisements

290 thoughts on “-MEDICAL of LOVE- part 1

  1. Wiiih part 1 aja udah seru bgt. Kasian sullinya dibully mulu sama kai sodara sendiri,gak mau diakuin lagi. Kayaknya masalah sulli bertubi2 ya. Cinta bertepuk sebelah tangan, dipandang sebelah mata sama org2 terdekatnya, dan patah hati lagi. Poor baby ssul. Ffnya keren pokoke…

  2. Buseh2 tuh anak kembar ribut mulu. Lucu deh pas cerita ibunya pingsan liat sulli kejar2n ama kai smbil bw pisou daging, parah :D. Cie kodok nganterin sulli pulang, sulinya jd melayang2kan, smga si kodok ga php,,, cia! Mwo?! ya, krystal apa2n kau sombong bgt mentang2 deket sm 2 namja ketjeh… Apa lg ini, kodok, ngapa bls cinta stal? Yayaya poor sulli, sakit hati bgt pasti kalo jd dia… Suli mau ke amrik? Oh no. Sul, jaga drmu baek2, kau akan sukses dsna dan mengalahkan mrk2 yg mencelamu. Ah part 1 aja udh seru bgt, ga sbr pgn bc part 2nya. Buat author, slmt udh bikin sy tergelincir di ff mu yg 1 ini. Keren.

  3. huwwahhhhh….sedih ngeliat suli eonni…..jangan prgii eonnnnn…..minho oppa kok dingin banget sma sulli eonni kan kasiannnn….mian baru gabung eonnn

  4. Salam kenal thor. Aku reader baru di blog ini.. Ceritanya menarik. Baru baca chap 1 aja langsung penasaran abis. Suli kai lucu deh selalu berantem tapi sebenarnya peduli. Benarkah minho terima cintanya krystal? Ah lanjut chap 2 aja lah.. Heheh

  5. aku suka ceritanya chingu.. ^^ feelny dapet, sampek nangis jg waktu sulli nangis.. kasian sulli.. semangat terus bikin ff ya chingu.. ditunggu lanjutannya.. ^^

  6. daebak,oeni sulli keren bgt wkt nyekak krystal di UKS… gak tau aja dia klo sulli kembrannya key.
    what the hell 😕 minho dingin bgt kya es batu.
    ciye2 sodara kembar yg brantem mulu finally insting soft feelnya keluar juga 😘

    pilihan yg tepat oenni,mungkin kmu hrus ptuskan masa depanmu dan tunjukin ke krystal,kay dan minho biar mreka tau siapa sulli sbenarnya…wlaupun dipandang bdoh,kmu ttep punya klebihan….

    terbwa suasana thor. 👍 ceritanya oke punya.lanjutkan

  7. anneyong….
    baru kali ini karakter sullo jadi cewe yg pemikirannya biasa..agak lemot..tapi seru juga sih..
    berasa sakit hati saat sulli tersakiti..ikut nyesek juga bacanya…

  8. annyeong.. eon.. mungkin aku di bilang reader baru kali yah.. karena aku baru muncul di pick ini..semoga diizinin buat baca ff ini ya eon.. gomawo.. ahiya lupa pick komennya.. sulli kok kasian sih eon bodoh gitu ..biasanya dia yang paling pinter sekarang jadi kebalik hihihi.. tapi kalo bisa nanti pas mau ujian dia jadi pinter ya eon.. terus ngalahin si bangkai 😀 .. aissh minho kenapa dingin banget sih sama ssul .. Kan kasian tau.. nanti kepincut aja sama sulli baru tau rasa 😀 .. semangat ya eon buat ff nya.. dan izinin reader baru mu membacanya 🙂

  9. Haiiii eonnni hehhe aku readers baru disini mungkin aku baru baca ff ini tapi udah sering liat ini di blog tapi aku gak baca ff ini, aku kira genre nya gak aku suka ternyata yang aku suka, maaf yakk eon baru komen dan baca, maklum readers baru ini

  10. Ini ff kesukaan saya sejak SMA
    Sampe sekarang udah berapa tahun dan saya terus ingin membaca dan gak lupain ini ff
    Cinta banget dan udah lama gak kunjungan lagi disini, ternyata sudah banyak cerita baru 😂

  11. Annyeong..:) 😀 Hahahaaa kembali lg baca ff ini.. Walaupun sdhh baca 2 tahun yg lalu, tp baca ff ini sdh ke-3 kalinya.. Dan jg sdhh ninggalin jejak, dan kali ini sy jg akan tetap ninggalin jejak.. Ok next part.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s