Winter in Tokyo [Korea Version] Part 11

Untitled-1

Winter in Tokyo [Part 11]

Choi Minho || Choi Sulli || OC

Genre : Romance, Friendship,  Drama, Sad/Hurt, Crime

Lenght : Chaptered

Rate : 16

Continue reading

Advertisements

THE ANTAGONIST [Chapter 3]

ps-dyocta-the-antagonist

The Antagonist

 by

Dyocta

Main casts: f(x)’s Sulli, SHINee’s Minho, EXO’s Chanyeol || Supporting casts: Girl’s Day’s Yura & others || Genre: School-life, friendship & Romance || Length: Chaptered.

Credit: prinsekai94 on Poster State.

[Chapter 3]

 

Yura memanjangkan lengannya, mencoba mencapai sepatu ballet berwarna merah muda miliknya yang disembunyikan Sulli tanpa sepengetahuannya diatas rak buku di perpustakaan sekolah. Melompat bahkan memanjat rak buku tersebut juga sudah dilakukannya tapi ia belum juga berhasil.

Continue reading

A Mysterious Man (Lelaki Misterius) [Part 8]

AMM

Poster by Xilvermist

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin, Lee Jonghyun, Lee Jinki, Kim Kibum, Amber Liu, Park Luna, Victoria Song, Krystal Jung, Kim Jongin, Kris Wu, Kim Hee Chul, Lee Tae Sun, Lee Soo Man

Author : Dina Matahari

Genre :  Misteri, Roman

Length : Chapter

  Rating : General

Lelaki Misterius Part.8

Continue reading

LATE [chap 2]

love note

Late

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun |Son Naeun | Cho Kyuhnyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

“oppa,,,, tunggu” sulli meraih tangan taemin setelah taemin mengantarnya pulang.

“neee” taemin berbalik, menatap kekasihnya dengan senyum yang penuh pesona. “kau masih merindukanku” godanya sambil mengedipkan mata. Sulli menggeleng membuat taemin merubah ekspresinya menjadi bingung. “jadi apa chagi?”

“oppa,,,, kau serius”

“aku serius padamu….”

“bukan itu oppa~~~”

“jadi apa?”

“soal minho, choi minho” ujar sulli membuat taemin mendekat dan menjitak kepala sulli pelan.

Pletak,,,

“panggil dia oppa, dia lebih tua darimu 3 tahun chagi. Kalian juga berteman bukan? Hormati dia,,,,”

“tapi dia,,,”

“panggil dia OPPA,,,, hargai dia sebagai sahabat oppa”

“arasho,,,” sulli memanyunkan bibirnya, ia tidak bisa membantah perkataan taemin kalau taemin sudah mengeluarkan wajah seriusnya.

“minho sahabat dan rekan bisnis oppa, oppa ingin dia tinggal bersama kita sudah lama oppa tidak berbagi cerita padanya”

“hah?” sulli mengangkat kepalanya, cerita? Berbagi cerita ? bagaimana kalau minho mengatakan kalau mereka adalah sepasang kekasih dan sempat bertunangan?. “oppa,,,,”

“oppa tidak ingin mendengar penolakan untuk yang satu ini,, ,,” potong taemin membuat sulli kembali membisu.

“masuklah kedalam hari sudah lama, bukannya besok pagi-pagi kau harus ada di tempat mempelai wanita?, jangan terlambat. Kita bertemu di gereja OK! mungkin oppa akan sedikit terlambat”

“ne oppa,, arasho,,,”

“selamat malam” taemin tersenyum dan mengacak rambut hitam sulli setelah itu berlalu dengan cepat.

“hmmm, hati-hati oppa” sulli pun melambaikan tangannya saat dari jendela mobil, taemin melambaikan tangannya. setelah mobil taemin menghilang dari pandagangannya ia lesu menjatuhkan tangannya kesisi tubuhnya, “bagaimana ini, kenapa jadi seperti ini? Aaaaarrrgghh” sulli menghentak-hentak kakinya kesal bercampur geram dan gelisah.

“jadi bagimana,,,,?” luna dengan mata membulat penasaran menatap lekat wajah minho yang tampak shock.

“bagaimana apanya?” Tanya minho agak risih menerima tatapan itu.

“sulli dan taemin sshi?, dia pacar baru sulli kan ?” sekarang jonghyun ikut ambil andil

“ia,,, “ jawab minho singkat.

“jadi,,,?”

“jadi apa si,, sudahlah kepalaku mau pecah. Aku pulang luna ya, jonghyun hyung” dengan kacau dan wajah berantakan minho berdiri dan meraih kunci mobil dengan emosi.

“kenapa marah?” ujar luna bingung menatap punggung minho yang barlalu.

“dia cemburu” lugas jonghyun dengan santai sambil merangkul pundak luna.

“jangan ambil kesempatan dalam kesempitan deh” luna menepis tangan jonghyun dan menatapnya tajam.

“mwo?, aku tidak melakukan hal aneh” protes jonghyun dengan tatapan yang tidak kalah sengit.

“CK, kita sudah berpcaran 5 tahun, aku sudah tau watak  mesummu itu oppa,, sudahlah pulanglah aku lelah besok kita akan sangat sibuk bukan?, aku tak ingin terlambat di hari special kita,,, “ ujar luna sambil menarik-narik tangan jonghyun agar berdiri dan segera pulang.

“aissssh jinjja yeoja ini, bagaimana bisa kau mengusir calon suamimu ini” kelus jonghyun

“sudah- sudah pulanglah, hati-hati di jalan oppa,,, muach,,” sekali kecupan luna mencium pipi jonghyun, setelah itu ia berlari masuk kedalam kamar.

“CK ,, dasar yeoja malu-malu kucing dia” jonghyun menggeleng lalu bergegas pergi.

—-

“aku datang bersama yeojachinguku”

 

“nanti juga kau akan bertemu dengannya, hati-hati ya,,, aku tak ingin kau mencintai yeojaku, hahaha”

 

“aku sudah 2 tahun berpacaranya dengannya, dia sudah 3 tahun menetap di jepang. Aku begitu mencintainya”

 

Perkataan taemin tentang yeojanya terus mengiang di telinga minho. “jadi sulli adalah yang di maksud taemin?”. Minho mengepalkan tangannya, apakah dia cemburu?

“tinggallah bersama kami dijepang, aku ingin sahabatku lebih mengakrabkan diri dengan calon istriku”

 

Dan ucapan yang terakhir itu telak membuat minho menginjak rem secara mendadak sehingga mobilnya berhenti mendadak di tengah jalan, untuk jalan raya sudah sepi sehingga tida menimbulkn protes dari pengendara yang mungkin saja hampir menabrak mobil mahal minho.

“shiittt” minho meninju setir mobilnya dengan kasar.

Penyesalan selalu datang belakangan, itu yang ia rasa saat ini. menyesali kepergian sulli dan yang lebih menyakitkan ialah kenapa sulli harus bertemu dengan taemin, sahabat karib minho. bahkan mereka sudah berpacaran.

Drrrrt,, drrrrrtttt,,
Minho menatap ponselnya, nama naeun tertera jelas di ponselnya dengan emosi yang meluap-luap minho meraih poselnya, memcopot batreinya dan membuangnya keluar jendela.

“CK,, “ dengan senyum miris minho kembali menancapkan gas mobilnya meninggalkan ponsel yang berserakan di aspal jalan.

“igomwoya,,,,” naeun terus mengulangi panggilannya yang ditujukan buat minho, tapi ponsel minho tidak bisa dihubungi. “kemana minho oppa, kemana namja itu,, aisssh jinjjah” rengek naeun sebal. Lalu ia mencoba menelpon seseorang.

“yeoboseyo, kyuhyun oppa,,, apakah minho oppa ada dirumah?”. Minhyuk adalah kakak kandung minho.

“dia bukan anak kecil naeun, yang setiap saat harus oppa perhatikan” terdengar dari nada suaranya kyuhyun seperti tidak senang naeun menelponnya.

“ponselnya tidak aktiv oppa”

“kalau begitu kau telpon saja densus 88, dan tim SARS. Bye” dengan ketus kyuhyun memutuskan panggilannya.

“igemwoyaaaaaaa” naeun mempoutkan bibirnya sambil menatap masam ponselnya.

“iiiiiiiihhh” dengan alay dia membanting ponselnya keatas ranjang.

“aigooo, neomu keyopta” sulli menatap takjub luna yang sedang berdiri di depan cermin dengan menggunakan baju pengantinnya.

“bagaimana, aku cantik?” ujar luna dengan bangga.

“hmm, jonghyun oppa tidak salah memilih sahabatku yang paling cantik ini untuk jadi istrinya” dengan gemas sulli memeluk tubuh kecil luna yang munggil dari belakang.

“hey,, hati-hati,,, bajunya nanti kusut” luna bergerak gusar takut gaunnya rusak akibat dekapan sulli. sulli melepaskan dan menggeleng melihat sikap berlebihan luna, “dasar ,, CK. Baiklah kalo begitu aku akan melihat situas diluar,, “ ujar sulli, tapi luna tak mengubrisnya, ia terlalu sibuk menepuk-nepuk gaunnya dan memperhatikan gaunnya. Ia ingin terlihat perfect untuk acara yang paling bersejerah ini.

“ck, dasar…” keluh sulli lalu detik kemudian ia tersenyum merasakan apa yang luna rasakan, ia tau luna ingin terlihat cantik di depan mempelai laki-lakinya. Pasti sulli juga akan bertindak seperti itu kan nanti saat menikah dengan,,,,,,, dengan siapa?. Kenapa di dalam benak sulli ia cukup ragu untuk menyebut nama taemin, namja yang sekrang berstatus namjachingunya.

Minho berdiri di samping jonghyun, ia menatap jonghyu yang gugup.

“kau kenapa hyung?” tanyanya dengan polos.

“Ck, nanti juga kau akan merasakannya”

“merasakan apa?” minho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, jonghyun menatapanya kesal. Kenapa minho jadi selemot ini.

“kenapa kau jadi lemot seperti ini, astaga. Ya dalam posisiku saat ini. sekarang aku hidup bukan untuk diriku sendiri tapi juga untuk luna, kau mengerti tidak?, CK,, bukannya soal seperti ini kau selalu ahli dan terdepan di bandingkan aku?” oceh jonghyun panjang lebar.

“Ck, saat ini aku tak ingin beradu argument dulu denganmu hyung. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu melihat-lihat aku tak ingin diacara pernikahanmu ini ada teroris yang menyelipkan boom.” Ucap minho sambil berlalu

“aigoooo,,,, do’amu itu jelek sekali” protes jonghyun yang tak didengarkan minho

Saat ia melewati sebuah ruangan, minho terkejut melihat pintu terbuka dan tampaklah sulli keluar dari sana dengan menggunakan gaun berwarna pink selutut tanpa dengan dengan hiasan bunga melingkari kepalanya.

Tapi sepertinya sulli tak menyadari kebaradaan minho yang saat ini sedang terpaku karena terpesona melihat kecantikan yang sulli miliki bahkan dengan tampilan sesederhana seperti ini, sulli tampak bak bidadari.

“bagaimana semuanya sudah beres, bukanya sudah kau tata dengan rapi? Dan apakah ada masalah. Kalau ada apa-apa katakana padaku ya” tutur sulli lembut pada beberapa pelayan yang mengatur interior gereja tersebut.

Tanpa sadar minho tersenyum, bagaimana bisa ada wanita seindah sulli.

“kalau bagian sana bagaimana?” sulli menujuk arah belakang minho, membuat minho dengan cepat memutar tubuhnya, tak ingin di lihat sulli. tapi percuma sulli mengetahui itu minho, dari postur tubuhnya saja sulli sudah dapat mengenal kalau itu minho. setelah mengarahkan semuanya sulli dengan cepat bergegas pergi sehingga saat minho membalik, sulli sudah tidak ada disana.

“mana minho oppa?” Tanya naeun ketus pada jonghyun, jonghyun menatap naeun dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia sama sekali tidak ada indahnya. Pikir jonghyun.

“aku tidak mengundangmu diacaraku, pergilah” kata jonghyun, membuat mata naeun yang tadinya sibuk mencari keberadaan minho didalam gereja menjadi teralih pada jonghyun.

“apa?” segak jonghyun, membuat  nyali naeun sedikit menciut.

“aku hanya mencari pacarku, mana dia?”

“siapa pacarmu”

“minho, choi minho,,,” dengan lantangnya naeun menyebut nama minho, membuat beberapa pasang mata menatap kearahnya, termasuk namja yang berjalan tak jauh dari mereka. Taemin.

“kau yeojachingu minho?” Tanya taemin, naeun menoleh dan mengangguk

“ah, perkenalkan aku lee taemin” taemin menjulurkan tangannya, naeun menjabat tangan taemin cukup lama dan tersenyum genit kearah taemin, membuat jonghyun merasa jijik dan ingin muntah, karena tak tahan jonghyun pun meninggalkan mereka. “Mungkin dia ada didalam. Ayo…. Aku juga mencari yeojachinguku” taemin melepaskan tangannya lalu dengan ramah mengajak naeun untuk masuk.

“baiklah” dengan gayanya yang genit dan malu-malu kucing naeun berjalan di depan taemin sesekali ia menoleh dan tersenyum genit pada taemin, membuat taemin tersenyum canggung dan tak nyaman. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, yeoja itu pacarnya minho, sahabatnya.

“taemin oppa,,” taemin menoleh dan mendapati sulli tengah berdiri tak jauh darinya.

“sulli ya”

Mendengar nama sulli, naeun menoleh dan menatap tak suka kearahnya. Mata sulli dan naeun tak sengaja bertemu.

“chagiya, kau melihat minho?. yeojachingunya mencarinya dari tadi” kata taemin yang tidak tau apa-apa. Sulli mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya menatap naeun.

“chagiya,, gwenchana?” ujar taemin yang menyadari perubahan pada mimic wajah sulli.

“naeun apa yang kau lakukan disini” entah dari mana minho datang, ia menghampiri naeun dan menatap tak enak kearah sulli.”ayo perg”. Minho menarik kasar tangan naeun membuat melepaskan tatapan sinisnya pada sulli.

“ada apa ini?, kau mengenalnya ssul?”

“tentu,,,,,  dia pacar minho oppa bukan?” ujar sulli mencoba lebih tenang. “kajja oppa,,, kita harus mengambil posisi duduk yang paling pas bukan untuk melihat luna dan jonghyun oppa” sulli menarik lengan taemin, taemin tersenyum tak ingin terlalu memikirkan hal yang ia pikir sedikit ganjil itu.

“kajja”

“apa yang kau lakukan disini?”minho menarik kasar tangan naeun dan menghempaskanya saat mereka telah berada di tempat yang sepi, hanya ada mereka berdua.

“apa?, apa salah aku mencarimu oppa,, tadi malam kau kemana saja? Kenapa ponselmu tidak aktif an kenapa kau tidak memberitahuku kalau sulli ada disini, apa kau menemuinya tadi malam”

“CK, memangnya siapa dirimu yang mengaturku?, apapun yang aku lakukan bukanlah urusanmu”

“kau milikku oppa,,,,” naeun meraih jas hitam minho. mencengkramnya kuat-kuat.

“saham di perusahaanku memang setengahnya milikmu, tapi perlu kau ingat!!! seluruh hatiku tidak akan sedikitpun kau milikki” ujar minho dengan nada tegas dan penuh penekanan disetiap katanya. Dengan kasar minho menepis tangan naeun dan pergi meninggalkan naeun dengan mata yang berkaca-kaca.

“CK, kau milikkmu minho oppa” naeun menatap punggung minho dengan tajam, senyum yang lebih mirip seringai mengiasi wajahnya. “kau milikku”

TBC

 

Sok kometarnya, kalau ngk kasih komentar ngk papa,,, tapi updatenya tahun depan yak

Late [chap 1]

love note

LATE

Author : taE_Nda

Maincast : Choi Minho | Choi Sulli | Lee Taemin

Siders : Luna | Kim Jonghyun

Chaptered

Sad/hurt | Romance

~~~~~ Late~~~~~

 

Penyeselan selalu datang di akhir bukan?

Jangan pernah sia-siakan seseorang yang begitu mencintaimu

Karena kita tak tau seberapa berharganya ia setelah kita benar-benar kehilangan dirinya,

~~~~~ Late~~~~~

 

“chagiya,,,  beritahu oppa kalau sudah ada di korea ne”

“ne, oppa”

Tut,,,

Panggil terputus, sulli menetap ponselnya sebentar lalu kembali meletakkanya di meja kecil samping tempat tindurnya, dengan lesu ia menggeser tubuhnya untuk berbaring memandang langit kamarnya.

“besok aku akan kembali kekorea,,,,hmmm” sulli menghela nafasnya berat, kemudian membalik tubuhnya kekiri menatap jendela kamarnya. “bagaiamana kalau aku bertemu dia lagi” ucapnya pelan.

Ia berbalik kesebelah kanan lagi, menatap lampu tidurnya. “apakah aku bisa?”. Matanya beralih pada ponselnya, wajah kekasihnya lee taemin terbesit di pikirannya. Namja yang telah menjadi kekasihnya selama 2 tahun ini, tepatnya selama ia bertempat tinggal di japang, Negara dimana ia berada saat ini.

“ku harap semua akan tetap sama”

Wajah seseorang terbayang kembali di benaknya. Wajah yang menganggunya setiap malam lebih tepatnya wajah namja yang selalu mengisi hatiya walaupun sudah 3 tahun pula mereka berpisah dan tak saling memberi kabar. Choi minho, mantan kekasihnya. Walaupun ia sudah bersama lee taemin, tidak munafik sulli masih mencintai namja bermarga choi itu. Sebenarnya alasan utama sulli pergi kejepang ya karena namja itu. Dan ia harus pulang kekorea besok pagi karena sahabat karibnya luna akan melangsungkan pernikahannya dengan kim jonghyun, sahabat karib minho. itu yang semakin memberatkan sulli untuk pulang besok. Minho pasti akan ada disana bukan?.

“huffft” sulli kembali mendengus, sampai ia tertindur dalam kegelisahannya menunggu besok.

—-

Rasa sesak semakin menyelimuti hati sulli, saat kakinya menampakkan kembali ketanah kelahirannya.

“chagiya”

Rambut hitam sebahunya terkibas kesamping saat suara familiar terdengar jelas di telinganya, senyum terukir di bibir tebalnya saat melihat namja yang sangat tampan sedang melambai-lambai kearahnya.

”taemin oppa” ujarnya pelan tak menhilangkan senyum termanisnya.

“aigoooo, kenapa tidak mengabari oppa eoh kalau sudah sampai?” taemin menghampiri dengan setengah berlari dan mengacak rambut sulli dengan sayangnya.

“aku pikir oppa sibuk, jadi tak perlu lah lagian aku pulang ke kampung halamanku sendiri jadi tak mungkin aku tersesat disani”

“CK, sombongnya”

Sulli hanya tersenyum melihat kekasihnya berdecak sebal karenanya.

“kau memang keras kepala,,,” ujar taemin, kemudian meraih koper sulli dan mengenggam tangannya. “kajja”

Sulli mengangguk mereka pun berjalan beriringan membuat semua mata melihat kearah mereka dengan tatapan iri. Iri dengan apa yang mereka miliki. Choi sullli, model dan artis terkenal papan atas yang memiliki segalaya tubuh yang tinggi langsung, kulit yang seputih susu, wajah yang begitu cantik bak malaikat, polularitas dan sangat terkenal di jepang. Lee taemin namja asal korea selatan yang merantau ke jepang dan menjadi pengusaha industry otomotif di jepang yang memiliki kekayaan berlimpah diusia mudanya.

——-

“oppa, bagaimana pekerjaanmu disini”

Sulli membuka percakapan saat di mobil. “baik, 1 minggu lagi oppa akan kembali kejepang. Bagaimana denganmu apakah kau mau pulang bersama dengan oppa?” mata taemin sekilas melirik ke sulli, ia tak ingin kehilang focus dalam menyetir.

“mungkin aku hanya 3 hari disini oppa”

“cepat sekali apa kau tidak rindu?”

Sulli menoleh. “rindu?” sulli mengulangi kalimatnya.

“rindu dengan keluargamu, teman-temanmu” taemin melengkapinya.

“tentu” jawab sulli pelan lalu berpaling menatap keluar jendel mobil taemin. “ tapi akan lebih terasa berat kalau aku dalam satu kota yang sama dengannya” lanjut sulli dalam hati, ia terus menatap pepohonan yang melepas daun-daun keringnya. bisa dipastikan seluruh pohon diseoul sedang menggugurkan daunnya saat ini. Seoul yang biasanya bersih sekarang hampir di seluruh jalan di tutupi daun kering berwarna kuning. “musim gugur” sulli tersenyum pahit . Taemin tak menyadari perubahan sulli, karena ia terlalu sibuk menyetir. Kota seoul sangat padat siang itu.

Taemin mengantarkan sulli kerumahnya, tentu cukup shock bagi keluarga sulli saat bertemu taemin, karena selama ini setelah sulli memutuskan pertunangannya dengan minho tanpa sebab yang jelas, sulli sama sekali tak memberi tau kalau ia telah memiliki namja lain di luar sana, setelah dari rumah sulli, sulli dan taemin beralih kerumah luna. Membuat luna terkejut setengah mati saat melihat tiba-tiba sahabat karibnya datang

“SULLII,,,,” luna berhambur kepelukan sulli, mereka tertawa bahagia

“Aigooooo, aku sangat bahagia kau bisa datang kemari,, “ luna melepaskan pelukannnya dan menatap taemin yang sedang berdiri di samping sulli.

“nugu” dengan sikutnya luna menyenggol sulli,

“eoh perkenalkan ini,, lee taemin. Namjachingku” ujar sulli sedikit ragu

“hah?, neo namjachingu?” luna seoalah tak percaya, membuat taemin memperhatika dirinya, apakah ia kurang tampan hingga luna ekspresi luna seperti itu.

“ne,,,,” sulli tersenyum dan memeluk lengan taemin, membuat taemin tersadar dan tersenyum canggung kearah luna.

“lee taemin imnida, bangapseumnida”

“taemin oppa tinggal di busan eonni, Cuma ia menetap di jepang karena tuntutan pekerjaannya”

Luna menganggung, tapi dalam hatinya luna sempat berpikir. ‘apakah benar sulli benar-benar sudah melupakan minho?, dan namja ini yang sudah membantu sulli melupakan minho?’

“eeeh,, masuklah,,, malam ini anak-anak akan berkumpul disini” luna memberi ruang untuk taemin dan sulli tapi saat mendengar kata anak-anak yang di yakinin sulli adalah teman-teman luna dan jonghyun. Sulli menghentikan langkahnya membuat taemin menatapnya bingung.

“chagiya gwenchana?”

“eohhh,, gwenchana oppa,,” sulli menggeleng dan kembali menatap luna yang sedang menatapnya, ia tau saat ini luna pasti sudah membaca pikirannya.

“apa yang kau lakukan disini” jonghyun datang dari belakang dan mengejutkan minho yang sedang asik melamun.

“kau mengejutkanku hyung”

“Ck, tapi ekspresi datarmu itu tidak memperlihatkan kalau kau sedang terkejut”

“Ck,,,”

“hahaha” jonghyun tertawa dan duduk di samping minho. “kenapa? apa yang membuatmu melamun seperti orang bego,, eoh ?”

Minho memutar bola matanya kesal dan memilih diam. “CK, choi sulli, siapa lagi yang bisa membuat seorang choi minho galau seperti ini selain choi sulli” tebak jonghyun yang kadar kebenarannya 100 %.

“hmmmm” minho menghela nafas menandakan hyungnya itu selalu tau tentang suasana hatinya dan yang ada di pikirannya. “luna sudah mengirim undangan kami 3 hari yang lalu, kau yakin apakah dia akan datang minho ya?”

“entahlah hyung, aku rasa tidak. dia terlalu membenciku”

“itu kau tau,,,,”

“ck” minho berdelik kesal kembali di buat jonghyun, bukannya berusaha membaikkan suasana hatinya tapi malah membuatnya semakin tak karuan.

“sulli begitu mencintaimu, tapi kesalahan terbesarmu ialah menyia-nyiakan dia demi wanita murahan seperti naeun. Wanita itu membuatku jijik apa yang kau suka darinya? Seujung kuku saja dia itu tidak ada apa-apanya dibandingkan sulli, dasar phabo” dengan seenak hatinya jonghyun menoyor kepala minho kemudian berdiri.

“jangan menyesal kalau sekarang kau benar-benar kehilangannya dan oh ya pergilah kerumah luna duluan, aku dan yang lain akan menyusulmu”

“kau selalu bertingkah seenakmu hyung, aisssh jinjjah” keluh minho tapi jonghyun bertindak acuh dan hanya melambaikan tangannya dan berlalu meninggalkan minho dengan penyesalan yang terlalu mendalam.

Percakapanpun dimulai antara sulli dan luna, taemin yang sama sekali tak mengerti percakapan yeoja hanya diam. sesekali ia menatap sulli dan luna secara bergantian. Ingin masuk kedalam percakapan menyenangkan antara kedua sahabat yang sudah bertahun-tahun tak bertemu itu. Tapi itu bukan bakatnya.

“kau harus melihat foto-foto pra weddingku sulli ah” ajak luna antusias.

“ayo tunjukan padaku” jawab sulli tak kalah girang, mereka seperti anak kecil yang akan pergi bertamasya, membuat taemin tersenyum gemas menatapnya.

“kajja” luna menarik sulli masuk kedalam kamar, sangking senangnya mereka melupakan taemin di ruang tamu.

“dasar yeoja” protes taemin, ia merenggangkan pundaknya dan mencoba bersandar hingga langkah kaki membuatnya menoleh.

“taemin,,,,”

“minho,,,”

—-

“bagaimana?” luna tersenyum lebar dan bangga setelah menunjukan foto-foto pra weddingnya pada sulli.

“aku sungguh iri, kau sangat cantik disana luna ya”

“mwoyaeee?, jadi sebenarnya aku tidak cantik eoh?” luna mengangkat dagunya dan mencibur kearah sulli,,

“aniyaaaa, neomu kyeopta luna yaaaaa, kau harus merekomendasikan photografer itu untukku juga nanti,, ahahaha, ara?”

“arachi,,, ahahaha”

“aigooo,, aku melupakan taemin oppa” sulli baru teringat dengan taemin. saat hendak keluar dari kamar luna,, tangan luna menarik tangan sulli hingga ia terhempas ke ranjang

“waeee?, kita melupakan taemin oppa sendirian di ruang tamu”

“apakah kau sudah melupakan minho oppa?” mata luna berubah tajam menatap mata sulli membuat sulli bergidik ngeri.

“luna, kami sudah mengakhiri hubungan kmi  3 tahun yang lalu, jadi kami bebas untuk menjalin hubungan dengan siapa saja kan,,?”

“tapi …..”

“jebal,, jangan diungkit kisah itu lagi luna,,, “ sulli menepis tangan luna ia tidak mau masa kelamnya dengan minho kembali terucap. Masa kelam dimana dengan jelas ia melihat minho bercumbu dengan yeoja lain di depan matanya. Itu yang membuat sulli benar-benar kecewa pada minho dan memutuskan untuk pergi selamanya dari hidup minho. “bagiku minho masa laluku”

Sulli berlari keluar tapi langkah cepatnya terhenti saat melihat taemin bercanda gurau dengan seorang yang benar-benar tak ia ingin temui.

“sulli ya,,,,, “ taemin menangkap keberadaan sulli, ia berdiri dan menghampiri yeojanya. Menarik sulli agar lebih dekat berdiri di depan minho jarak mereka hanya 1 meter, itu cukup membuat minho dapat menatap lekat-lekat bola mata indah sulli dan cukup membuat jantungnya berdetak tak normal

“ini minho, yeojachingku yang tadi aku ceritakan padamu,, choi sulli” taemin tersenyum menatap yeojanya, sedangkan sulli hanya berdiri kaku yang hampir roboh karena sekarang lututnya sudah melemas.

Minho dan sulli sama-sama terdiam tanpa kata. Taemin mengenal minho?. taemin kekasih sulli?

“chagiya perkenalkan dia choi minho, sahabat oppa di busan saat sekolah dulu sudah 8 tahun kami tak bertemu,,,” taemin saling memperkenalkan sulli dan minho, ia tidak tau kalau keduanya sudah saling mengenal bahkan dulu hubungan mereka lebih dari sekedar teman.

“ada apa dengan kalian,,,,?, apa ada yang salah disini?” ujar taemin saat mencium bau keganjilan diantara sahabat lamanya dan kekasihnya.

“hah,, tidak,, tidak,,,” sulli menyela duluan.

“tidak apanya,, kami sudah saling mengenal taemin sshi” timbal luna dari belakang, sulli segera menoleh dan menggelengkan kepalanya, berharap luna tidak melanjutkan ucapannya.

“benarkah,, waah tidak disangka. ini lebih bagus, kau bisa mengakrabkan diri dengan minho kalau begitu karena tadi oppa dan minho membicarakan kerja sama dikedua perusahaan kami”

“maksud oppa?”

“minho akan tinggal di jepang bersama kita, selama kontrak kerja sama kami”

TBC