Postpone Of Love [chap 4 END]

poster-postpone-of-love2

Postpone Of Love

author : taE_Nda

Cr Pic : xilvermist @ sugarcottoncandy.wordpress.com

Main Cast : Choi Sulli | Choi Minho | Jung Yoogeun a.k.a Choi Yoogeun | Lee taemin

Siders : Choi Siwon | Kwon Yuri | bibi Lee OC | Choi Minrin OC

genre : romace, sad/hurt

lenght : chaptered

rate : 17+

 

Dengan senyum yang mengembang sulli masuk” kedalam kamar yoogeun, tak lupa tangan minho masih erat ia genggam.

“aegy,, eomma ada disini sayang” sulli menghampiri yoogeun dan memeluknya, yoogeun pun ikut memeluk sulli walau ekspresi wajah anak itu masih terlihat datar tanpa senyuman. “eomma akan tinggal disini dengan appa, apa kau senang sayang?” sulli membelai sayang rambut hitam yoogeun.

“appa, kemarilah” panggil sulli pada minho yang masih berdiri agak jauh dari sulli dan yoogeun. “aigoooo,, lihat appamu sayang, ia sangat jelek bukan?” sulli terkekeh, sungguh ia pandai berakting, setelah ini sulli harus mengikuti lomba audisi aktris berbakat. Minho berjalan mendekat dan duduk di samping sulli ia mengamati wajah yoogeun yang tak lagi sama, dulu yoogeun selalu tampak ceria dan bersemangat tapi sekarang tampak lesu dan murung. Apa yang ia telah lakukan pada anak satu-satunya itu, terbesit rasa bersalah dalam hati minho.

“yoogeun ah, maafkan appa” ujar minho, bibirnya tertarik keatas membuat sebuah lengkungan yang indah membuat sulli terpesona. Satu kata tampan.

“oh ya, eomma denganr yoogeun belum makan ya, kenapa apa makanannya tidak enak? Atau yoogeun ingin eomma dan appa yang memasakkannya untukmu eoh?” sulli tampak bersemangat sekali, yoogeun mengangguk.

“baiklah, tunggulah disini eomma akan memasakan sesuatu untukmu, ,, yeobo” panggil sulli pada minho, tapi minho tak merespon pandangannya mash focus pada wajah pucat yoogeun. “yeobo,,” sulli menyentuh pipi minho dengan lembut membuat mata minho beralih pada mata indah sang istri. Baru kali ini ia mendengar lagi menyebut dirinya yeobo.

“jaga anak kita, aku akan memasak didapur”

Minho mengangguk, sulli tersenyum dan berdiri tapi tangan yoogeun menahannya membuat sulli kembali menoleh pada dirinya. “ada apa sayang?” Tanya sulli. “kau ingin melihat eomma memasak?” yoogeun mengangguk

“baiklah, ayoo,,” sulli merentangkan tangannya hendak menggendong yoogeun, tapi tangan minho sudah keburu mengendong yoogeun.

“aku yang mengendongnya” ujar minho . “baiklah,,, ayo kita memasak,, ahahah” sulli meraih lengan kekar minho dan menariknya manja kearah dapur sambil terus terkekeh, sungguh suasana hangat bangkit dari senyum dan tawa sulli walau semua itu ia lakukan hanya untuk kesembuhan yoogeun, entah kenapa sangat miris di hati minho.

Sulli dan minho pun memasaka bersama sedangkan yoogeun hanya mengamati keduanya setelah masak bersama mereka pun makan bersama, sulli tak segan-segan menyuapi minho dan dengan sedikit ragu dan canggung minho membuka mulutnya dan menerima suapan dari sulli, sesekali juga sulli mencubit gemas pipi minho. “oppa saranghae,,,,” sulli mengedipkan matanya pada minho lalu tertawa kearah yoogeun. Minho hanya dia kecupan dari bibir lembut sulli membuatnya ingin kembali memiliki sulli seutuhnya tapi apakah bisa, ia melihat taemin begitu berarti dari dirinya apakah sulli hanya menginginkan yoogeun. Lalu posisinya dulu apakah sudah digantikan taemin?.

Sulli berhasil menarik perhatian yoogeun melihat sulli dan minho akur membuat ia menghabiskan makanan yang sulli masak setelah itu sulli mengantarkan yoogeun tidur dan menidurkan yoogeun dalam pelukannya sungguh sulli seperti ibu yang begitu menyanyangi anaknya.

Sulli sudah satu minggu tinggal bersama yoogeun dan minho, tapi hubungan keduanya akan terlihat canggung bila mereka sedang tak bersama yoogeun dan  keduanya akan tampak serasi kalau yoogeun ada disamping mereka. Yoogeun un sudah mengalami perubahan yang cukup baik, sekarang ia sudah mulai makan dengan teratur, mau makan obat, bahkan ia sudah mulai bicara sedikit demi sedikit

Malam ini taemin kembali berkunjung kembali ke vila tempat minho, sulli dan yoogeun menginap.

“bagaimana kabarmu sayang?” Tanya taemin sambil merangkul pinggang ramping sulli. minho sedang menemani yoogeun makan malam di ruang makan.

“oppa, apa yang kau lakukan disini” sulli melepaskan tangan taemin dari pinggangnya dan me;ihat kearah pintu dapur ia takut kalau yoogeun dan minho melihat tindakan mesra taemin, minho? sulli mengkhawatirkan perasaan minho?.

Taemin menghela nafas. “kau takut minho cemburu?”

“cemburu? Kita tidak sedang melakukan apa-apa oppa”

“jadi, benar kau mengkhawatirkan minho” taemin berjalan menjauh sulli menjadi tak enak dengan taemin. Sulli pun dengan cepat memeluk taemin dari belakang.

“miane oppa, aku hanya tak ingin yoogeun melihat kita. Dan berpikir eommanya mengkhianati appanya” tapi kenyataannya seperti itu bukan?.

Taemin dan sulli tak tau ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka dari balik pintu ruang makan.

“appa,,,,,”

Minho menoleh melihat yoogeun berjalan kearahnya. “yoogeun tetap duduk di tempatmu ne, sudah makan jangan lupa temui bibi lee dan tidur ne,, appa ingin berbicara dengan eommamu, jadi malam ini eomma tidak bisa menemanimu tidur ne”

Yoogeun mengangguk lalu mengambil segelas susunya dan pergi lewat pintu lain untuk mencari bibi lee. Yoogeun tampak mengemaskan dengan piyama biru yang sulli berikan.

—-

Sulli mengganti bajunya dengan baju tidur dress selutut, ia sudah siap menemani yoogeun tidur tapi saat sulli hendak berjalan keluar ia melihat minho masuk dan mengunci pintu kamarnya dari dalam.

“min,,,, minho oppa” ujar sulli agak gagap karena melihat tatapan minho yang berbeda kali ini.

“kau mencintai namja itu?” kata minho, kakinya terus mendekat dan mendekat pada sulli yang ikut mundur atas pergerakan yang minho berikan.

“namja?, taemin oppa,, maksudmu?” ujar sulli

DEG, punggungnya menempel kedinding sedangkan minho terus berjalan mendekat.

“apakah namja itu lebih penting dari diriku?” minho menatap sulli tajam, membuat sulli menelan ludahnya.

“kau kenapa oppa,, kenapa bertanya seperti itu”

Kini minho sudah tepat berada di depan sulli membuat jantung sulli semakin berdetak tak tentu arah.

“apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi, apakah kau hanya menginginkan yoogeun tanpa ingin kembali padaku, apa kau lupa tentang semua yang pernah kita lakukan?” minho mendekatkan wajahnya pada sulli, hingga sulli bisa merasakan hembusan nafas minho yang menghipnotis dirinya hingga tanpa sadar ia memejamkan matanya.

“kalau begitu aku akan mengingatkannya kembali” suara minho berubah menjadi lembut lalu perlahan menghilang dan sekarang benda yang hangat dan kenyal itu dengan lancangnya menempel ke bibir tebal milik sulli yang setengah menganga, bibir minho dengan lembut menyapu bibir sulli lama-lama lumatan kecil itu berbuah menjadi lebih kasar dan penuh nafsu. Lagi-lagi entah kenapa sulli seperti tersihir, didalam hatinya yang paling dalam ia begitu merindukan kecupan hangat dari choi minho, ya choi minho.

“kau tau betapa aku merindukan dirimu dan gila karena kau meninggalkanku ?” ujar minho disela-sela ciumannya, lalu detik kemudian minho kembali menghujami bibir sulli dengan ciuman kasarnya, seolah merasakan kerinduan yang sama sulli sekarang membalas lumatan-lumatan yang diberikan dari bibir minho. decakkan yang timbul dari ciuman penuh nafsu mereka memenuhi ruangnya sulli.

Ciuman pun berlangsung cukup lama hingga mereka hampir kehabisan nafas tapi minho tak ingin melewati sedikitpun moment ini, ia begitu merindukan sulli. semakin ia mengingat kebersamaan sulli dengan namja bernama taemin itu, semakin kuat pula minho mengecup setiap senti leher sulli. rasa cemburunya ia lampiaskan sekarang pada tubuh yang dulu pernah menemaninya setiap malam. Minho pun seolah tak sudi namja manapun menyetuh tubuh sulli.

“aaaakhh” sulli kehilangan akal saat tangan minho dengan nakalnya meremas bagian tubuhnya yang begitu sensitive. Apa yang sulli pikirkan ? apakah ia juga sama seperti minho merindukan indahnya saat mereka bersama dulu? Atau apakah masih ada tempat yang luas di hati sulli untuk namja bernama choi minho itu? Hanya ia belum begitu menyadarinya karena namja bernama lee taemin itu.
“aaaaakh” lagi-lagi sulli mendesah hebat karena sekarang minho mengecup bagian dadanya yang sangat sensitive walau masih terlapis dress putih baju tidurnya.

“jeballl,,, hentikan oppaaaa” sulli memejamkan matanya, tangannya terus menjambak rambut minho. sekarang tali bajunya terjatuh membuat minho semakin asik bermain disana.

“hmmmppp” sulli menutup rapat mulutnya saat desahan hendak keluar dari mulutnya, ia begitu menikamati permainan minho.

“aku menginginkamu yeobo” bisik minho pada telinga sulli, tubuh sulli sudah pasrah dan terkulai lemas atas efek yang minho berikan barusan. Dengan nafas dan nafsu yang memburu keduanya minho mengangkat tubun sulli ala bridal style menuju ranjang putih milik sulli dan membaringkan tubuh sulli disana tanpa melepaskan ciuman panas dari keduanya.

“saranghae,,” bisik minho, kini tangan minho lebih leluasa menyetuh tiap inci tubuh sulli dan melepas apa yang sedang sulli kenakan dan membuangnya entah kemana. Setelah itu mereka menghabiskan malam dengan bercinta, melampiaskan kerinduan yang tertanam di hati mereka.

—-

Sulli menyiapakan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya ditemani bibi lee. Wajah sulli tampak bersemu merah membuat bibi lee bertanya.

“nyonya apa anda sakit?” Tanya bibi lee,sulli menggeleng wajahnya memerah bukan karena ia tidak enak badan tapi karena sesuatu yang ia lakukan semalam bersama minho.setiap mengingatnya wajah sulli memanas dan menjadi seperti ini, sayangnya minho masih kelelahan dan tertidur sampai sekarang.

“oh ya nyonya, bagaimana bisa tuan muda menemukan tempat tinggal nyonya?, pertanyaan itu terlontar saja dari mulut bibi lee, mengingat tuan muda kecilnya dengan nekat menyelusuru seoul untuk mencari alamat sulli.

“ck, ia mengatakan padaku setiap ia kebingungan ia selalu bertanya kepada pak polisi yang ia temui dijalan, bahkan saat itu ada polisi yang baik hati mengantarkannya langsung kerumahku, karena saat itu ia bertanya  “aku tersesat, ini rumah ibuku,, bisa pak polisi menunjukan dimana eommaku tinggal?” sulli mengulangi ucapan yoogeun dan tertawa setelahnya. “anakku sungguh pintar ya” .

“tuan muda memang pinta, nyonya harus melihat nilai-nilainya,, waah dia selalu menjadi nomor satu nyonya,,,” kata bibi lee antusias,

“aaah,, jinjjah yo? Aigooo, dia pasti menuruni kepintaranku bibi lee,, ahahah” lagi-lagi sulli tertawa, pagi ini ia tampak lebih bersemangat. “oh ya bi,  gomawo sudah memberitahuku dimana kalian berada hingga aku bisa kembali berjumpa dengan anakku”

“ahh, tidak apa nyonya, saya juga berterima kasih nyonya tidak memberitahu kepada tuan besar bahwa saya yang memberikan alamat vila ini”

“oooh ,, jadi bibi lee, yang memberitahu semuanya” minho dengan rambut yang masih acak-acakkan masuk kedapur, bibi lee melonjak kaget dan langsung tertunduk takut.

“tidak apa bibi lee, tuan besarmu itu urusanku, pergilah bangunkan yoogeun dan ajak dia mandi aku ingin membawanya pergi berjalan-jalan”

Bibi lee mengangguk dan dengan setengah berlari ia keluar dari dapur, minho hanya berdecak melihatnya.

“pergilah mandi oppa” sulli memutar tubunya kembali mengiris buah yang akan ia sajikan bersama sarapan yang ia buat tadi. Minho tersenyum evil kearahnya.

“wae,, aku ingin melanjutkannya lagi” pinta minho dengan manja dan memeluk tubuh sulli dari belakang, sulli sama sekali tak terkejut ia hanya tersenyum dan menggeleng

“hey,, aku serius” minho mengeritkan keningnya karena hanya mendapatkan respon seperti itu dari sulli.

“berhenti merayuku”

Mendengar itu minho semakin menjadi menjahili sulli. ia mencium leher sulli yang terkespos membuat sulli geli dan berputar menghadap minho. minho menatap lekat wajah istrinya itu. “jinjjah jeongmal miane telah menyakitimu dengan kata-kata kasarku padahal kau sama sekali tidak bersalah sulli ah,, jeomal miane,,” kini minho merengkuh tubuh istrinya, sulli tampak bingung dengan kelakuan minho yang berubah seperti ini. “kenapa kau tidak mengatakannya padaku dari awal kalau kau kehilangan ingatan saat ingin mencariku dan yoogeun eoh”

Sulli mendorong tubuh minho, dari mana minho tau soal kecelakaan itu. Seolah mengerti apa jawaban yang diinginkan sulli minho pun menjawab. “taemin sudah mengatakan semuanya padaku, semalam”

—–

Ruang kerja lee taemin.

Taemin menopang kepalanya dengan kedua tangannya, apakah keputusan nya tadi malam telah benar?

Flashback end

Setelah tak berhubungan dengan sulli selama seminggu membuat taemin sadar bahwa kebahagian sulli adalah bersama kecilnya, walaupun sulli mengatakan kalau ia hanya ingin bertemu dengan anakknya tapi tetap saja sulli juga begitu mencintai pria yang telah memberinya anak itu, choi minho.

Dengan sengaja taemin datang malam itu dan memastikan tentang perasaan sulli terhadap minho dan benar saja, taemin dapat melihat itu sulli benar-benar mecintai minho walau sulli tak mengatakannya tapi taemin Nampak membaca mata sulli, bahwa ada kerinduan yang besar tersembunyi disana.

Setelah mengetahui itu, taemin izin pamit dengan sulli tapi saat ia berjalan menuju mobilnya tanpa sengaja ia bertemu dengan minho dan muncullah di pikiran taemin untuk membebaskan sulli dan kembali pada pria yang betul-betul sulli cintai.

“minho-shi, ada yang ingin aku bicarakan padamu ini tentang sulli”

Minho sebenarnya tampak tak berselera mendengar ucapan taemin.

“lupakan” minho kembali berjalan dan taemin menghalaunya

“aku tak ingin anakku melihat appanya memukul seseorang, jadi pergilah” minho mengatupkan rahangnya.

“ini masa lalu sulli. “

“aku tidak perduli” minho mendorong tubuh taemin hingga bergeser kesamping.

“sulli kehilangan ingatannya 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan bus yang ia tumpangi saat dalam perjalanan menuju rumahmu, ya sulli mencarimu dan anakmu saat itu. Jadi jangan salahkan dia atas apa yang terjadi karena dia pun tak tau apa yang pernah terjadi dengan dirinya”

Minho menghentikan langkahnya dan mulai tertarik atas percakapan itu. “apa maksudmu?”

Dari situlah taemin menceritakan semuanya pada minho, hingga minho sadar betapa egoisnya dirinya saat itu pada sulli dan yoogeun. betapa berdosanya ia telah berlaku kasar pada yoogeun, melampiaskan dan menjadikan kehadiran yoogeun sebagai musibah untuknya. Betapa jahatnya dirinya.

“aku tau sulli mencintaiku, tapi aku tau kalian berdua lebih teramat berarti bagi diri sulli. jagalah ia dengan baik. Karena setelah ini sulli adalah tanggung jawabmu, aku percayakan kebahagian sulli bersamamu choi minho”

Itu kata terakhir yang taemin ucapkan pada minho setelah itu ia pergi dengan rasa lega karena sudah melakukan hal yang akan membuat sulli lebih berbahagia ketimbang hidup bersamanya.

Flashback end

“ sajangnim,,,,” seorang sekretaris cantik masuk kedalam ruang taemin dengan 2 tiket pesawat menuju suatu tempat dimana ia akan berusaha melupakan semua cintainya pada sulli, taemin juga sudah berbicara baik-baik pada siwon dan yuri tentang maksud membatalkan pernikahannya dengan sulli dan mengatakan dengan tulus kalau kebahagian seorang ibu terletak pada anaknya. Berharap siwon dan yuri dapat juga membuka hatinya dan menerima  minho sebagai menantu lalu yoogeun sebagai cucu mereka.

“bagaimana minrin? Semuanya sudah diatur?”

“nde, sajangnim keberangkatan anda 3 jam lagi, ini tiket dan passport anda” choi minrin panggil saja sekretaris cantik taemin itu.

“ambilah satu untukmu”

“mwoo?”

“ne, tentu saja harus ada yang menemaniku, kita tak hanya berlibur tapi ada pekerjaan yang harus kita selesaikan dan aku membutuhkanmu untuk itu” kata taemin

“ne, sajangnim,, ghamshamnida” minrin membungkuk hormat, rambutnya yang indah terjatuh akibat gerakannya dan dengan anggun ia kembali menyelipkan rambut hitam panjangnya ketelinganya lalu berbalik dan tersenyum malu karena 1 tahun kedepan ia akan terus bersama dengan lee taemin, boss yang sudah lama Ia cintai dan apakah ia punya kesempatan untuk lebih dekat dengan sang pujaan hatinya itu?. Kita doa kan saja. Toh mereka sama-sama jomblo bukan.

Sulli duduk termenung di balkon vila yang disewa minho. pikirannya melayang pada sesosok taemin yang begitu baik terhadap dirinnya namun tak bisa di pungkiri setidaknya taemin lah yang telah mengisi kekosongannya 3 tahun belakangan ini. Sulli meraih ponselnya dan menghubungi taemin

“yeoboseyo,,,,” ujar taemin di sebrang sana.

“taemin oppa,,,”

“eoh,, sulli ya, ne?”

“oppa,, benarkah oppa,,,,,”

“sudahlah, kau harus yakinkan dirimu sulli ah, aku mengenal dirimu lebih dari kau mengenal dirimu. Rasakan getaran itu hingga kau tau betapa kau mencintai namja bernama choi minho itu,, aissssh” tampak kekesalan yang menggemaskan dari suara taemin, membuat sulli terkekeh.
“aku sudah merasakannya semalam oppa” wajah sulli memerah saat kembali mengingat apa yang telah ia lakukan bersama minho.

“jinjjah, cepat sekali,,”

“haha, gomawo oppa, kau adalah orang yang sangat baik yang pernah aku temui, terima kasih atas semuanya”

“sama-sama sulli senang bisa membuatmu bahagia,, oh ya oppa harus bersiap-siap check in”

“oppa mau kemana?”

“oppa ada pekerjaan yang mendesak, maklum anak tunggal presiden korea selatan ini sangat sibuk, aku tau bukan?”

“arasho,,annyeong,,’

“annyeong”

Sulli memutuskan telponnya sedangkan di sebarang sana taemin tersenyum pahit setelah apa yang ia katakana tadi, sebenarnya ia ingin menyudahi sambungan itu karena tak ingin membatalkan dirinya buat move on dari sulli.

“sulli,, see you next time” ujarnya lirih kemudian menyusul minrin sekretarisnya yang tengah menunggunya di lobi kantor.

“aku ingin membawa yoogeun pada appa dan eomma” sulli menyandarkan kepalanya di bahu minho yang sedang membelakanginya. Minho sekelurga telah kembali kekediaman minho beberapa hari yang lalu, setalah melihat kesehatan yoogeun yang semakin membaik, sekarang yoogeun sudah bisa tertawa ceria, berteriak seperti dahulu.

“apakah tidak apa ?” minho memutuskan menyudahi pekerjaannya tadi dan focus pada wajah cantik istrinya.

“ne,, aku ingin appa dan eomma mengakui oppa sebagai suamiku dan yoogeun sebagai anak kita, cucu mereka,, eothe?”

Minho memeluk tubuh istrinya dengan gemas. “aku juga menginginkan pengakuan itu sayang”

“jadi bagaimana?”

“tidak ada salahnya kita mencoba bukan?”

Sulli mengangguk, syukurlah minho bisa mengerti dirinya dan mendukung kemauan sulli

“Kemana saja kau choi minho,,,” key yang datang tiba-tiba mengejutkan minho yang sedang sibuk dengan file pentingnya.

“omo,,, berhentilah membuatku serangan jantung,,” kata minho sedikit emosi.

“lupakan, aku dengar nyonya besar sudah kembali keistana?”

“kau memang suka bergosip” minho berusaha cuek, sedangkan key semakin penasaran.

“jangan seperti itu,,,,” key mulai menganggu ketenangan minho.

“ia, sulli sudah kembali bersamaku dan yoogeun apakah kau sudah puas kim kibum?”

“permisi,, apakah aku menganggu?” suara lembut itu mengalihkan perhatian minho dan key

“aigoo, yeobo,, yooguen ah” ternyata yang datang itu sulli besama yoogeun yang masih menggunakan pakaian seragam sekolahnya.

“omo, neomu yeppo,,,” key terbengong, sudah lama ia tidak bertemu sulli dan sekarang sulli benar-benar terlihat sangat cantik, ekspresi key membuat risih minho dan akhirnya membuat key mendapat sikutan dari lengan minho.”mwooo? aku hanya mengangumi kecantikan istrimu” tungkas key sambil meringis kesakitan karena tulang rusuknya kena sikut minho yang tajam.

“annyeong key shi” sapa sulli ramah

“annyeong ajushi” kata yoogeun sambil membungkuk sopan pada key.

“aigooo anak appa sudah pualng ya ternyata, bagaimana sekolahmu sayang” minho meraih yoogeun dan mengangkatnya kegendongannya. Ia berjanji tidak akan lagi bersikap buruk apa lagi berkata kasar kepada anaknya ini.

“semuanya beres appa, yoogeun hanya lelah menerima surat cinta dari yeoja-yeoja itu”

“omo,, omo,, anak appa sudah menjadi pujaan wanita ya, ahahahah”

Seluruh orang dalam ruangan itu tertawa mendengar pengakuan yang menggemaskan dari yoogeun.

“kalian sangat serasi saat bersama, selamat ya sulli shi” key menyunggingkan senyumnya pada sulli, sulli membalasnya dengan senyum malu-malunya.

“baiklah, aku tidak ingin menganggu keluarga ini. Aku pergi dulu ya minho ya”  key membungkuk pada minho dan sulli bergantian lalu ia pergi. Sulli mendekat kearah minho dan menyentuh lengannya.

“wae, chagiya?”

“appa,,, aku ingin berkunjung kerumah appa dan eomma, bersama kau dan yoogeun” sulli dengan sayangnya membelai rambut yoogeun yang tertawa sedang berada di gendongan minho.

“baiklahlah,,, kita pergi sekarang?” Tanya minho.

“ne,,, kajja,,,,,”

“kajja,,,,”

Yoogeun duduk diantara sulli dan minho, menatap kedua orang tuanya secara bergantian dengan bingung. Ia juga melihat pasangan paruh baya yang duduk di sebrangnya . suasana tampak tegang diruang tamu keluarga choi siwon.

“appa,,,, eommaa”

Sulli menatap yoogeun dan mengangguk lalu ia beralih pada kedua orang tuanya.

“appa, eomma pasti kalian sudah tau suatu saat aku dan minho oppa akan datang kemari, kami,,”

Perkataan sulli terputus saat tangan minho menyentuh tangannya yang mulai gemetaran.

“kami minta maaf atas kesalahan yang kami perbuat hingga kalian tidak bisa memaafkan kesalahan tersebut”

Minho menyentuh kepala yoogeun dan tersenyum lembut. “tapi kami sama sekali tidak pernah menyesali apa yang telah kami perbuat, tuhan memberikan kebahagiaan hambanya dengan berbagai jalan dan mungkin dengan jalan ini kami di persatukan. aku pun pernah melakukan kesalahan dengan menyalahi jalan hidupku tapi dibalik semua itu tuhan telah menyiapkan semuanya dengan indah. dan sekarang kami akan benar-benar menjagai pemberian tuhan yang teramat indah dan berarti dalam hidup kami ini”

Mata minho kembali menatap siwon dan yuri. “ aku harap appa dan eomma bisa mengerti atas apa yang terjadi selama ini. Kami tidak memaksa kalian untuk memaafkan kesalahan kami tapi kami mohon terima lah keberadaan yoogeun dikeluarga ini, dia lahir dengan suci tanpa dosa dan tidak tau apa-apa”

Siwon membuang wajahnya tak ingin menatap minho begitupun dengan yuri ia menundukan kepalanya, sulli mendengus kesal bagaimana mungkin kedua orang tuanya tidak menghargai ucapan minho padahal semua kesalahan bukan terletak kepada dirinya dan minho, bukankah siwon dan yuri pun melakukan sesuatu yang sangat berdosa?, menjauhi dia dari anaknya setelah sekian tahun. Dan sekarang berpura-pura tidak tau bahkan lihat wajah mereka sama sekali tidak merasa bersalah.

“oppa, kita pergi,,, “ sulli begitu saja meraih tangan yoogeun dan menuntunnya, ia kesal dengan kelakuakn appa dan eommanya.

“eomma,,, changkaman?” yoogeun melepaskan tangannya pada dulli dan berdiri di depan siwon dan yuri tanpa ragu yoogeun berlutut dan membungkuk dihadapan keduanya.

“yoogeun tidak tau apa apa yang terjadi pada appa, eomma, nenek dan kakek tapi dengan ketulusan hati nenek dan kakek yoogeun mohon maafkan kesalahan appa dan eomma” yoogeun bersujud beberapa kali dihadapan yuri dan siwon lalu mengeluarkan amplop berwarna biru “besok yoogeun akan berulang tahun yang ke 6, ini undangan buat nenek dan kakek “kata yoogeun.”kami permisi dulu nenek,, kakek” yoogeun berdiri  dan meletakan amplop yang berisi undangan pesta ulang tahunnya itu diatas meja. sebelum ia kembali menghampiri sulli dan minho yang tersentuh atas perkataan anaknya, yoogeun berjalan mendekat pada yuri dan siwon lalu

CHUP

CHUP

Yoogeun tanpa takut mencium pipi yuri dan siwon bergantian. “sampai jumpa kakek”.  yoogeun berjalan kearah sulli dan mengandeng tangan sulli, wajahnya tersenyum tanpa beban. “terima kasih tuhan telah memberikanku malaikat kecil untukku” sulli membatin, lalu tangan kirinya merangkul lengan minho, mata mereka bertemu dan tersenyum tanpa mereka ketahuan hati yuri dan siwon tergores dan tersentuh mendengar tutur bahasa yoogeun yang membuat keduanya merasa bersalah telah menjauhkan dan tak menganggap yoogeun sebagai cucu mereka.

“hentikan yeobo,,,,” sulli mendorong kepala minho yang terus mencumbui lehernya

“aku menginginkau malam ini” bisik minho lalu kembali menciumi leher dan bahu sulli.

“aigoooo, setiap malam kau mengatakan hal seperti itu yeobo,”

‘trus apa masalahnya, kau milikku nyonya choi” minho tersenyum evil dan tanpa babibu ia langsung mendorong tubuh sulli tapi sepertinya aka nada yang mengagalkan aksi minho mala mini.

“appa,,,, eomma,, “ yoogeun masuk tanpa mengetuk pintu, minho menyesali kenapa sampai ia lupa untuk mengunci pintu kamarnya dan sulli.

sulli membenarkan bajunya yang berantakan oleh ulah  minho. minho mndengus kesal dan mengacak-acak rambutnya frustasi andai saja kalau orang yang menganggunya itu bukan anaknya sendiri, minho akan melempar keluar orang itu dari jendela kamarnya.

“ne sayang,, waeyeo?” sulli bangkit dari ranjangnya dan menghampiri yoogeun.

“eomma, yoogeun tidak bisa tidur”

“aigooo, kau harus tidur sayang besok kan hari ulang tahunmu, kau harus terlihat tampan tentunya”

“jinjja”

“geure,,,”

“hmm, eomma apakah yoogeun boleh meminta sesuatu?”

Sulli tersenyum lebar.” Apa itu?”  ia akan mengabulkan apa saja yang diinginkan yoogeun.

“aku ingin adik kecil”

“MWO?” senyum sulli mengilang dan digantukan wajah terkejutnya yang membuat minho tertawa menang diranjangnya. Sulli melirik sebal kearah minho

“tentu yoogeun ah, appa dan eomma akan memberikamu segera adik kecil ne, jadi sekarang tidurlah,, arasho” minho berjalan mendekat kearah anak dan istrinya.

“jeongmal appa?” yoogeun melompat-lompat kegirangan

“tentu,, pergilah tidur agar appa dan eomma bisa mengabulkan keinginanmu aegy” minho tersenyum nakal kearah sulli sedangkan sulli membuang wajahnya menahan malu, pipinya merona merah membuat minho tak sabar lagi menerkam istri cantiknya itu.

“arachi,, “ yoogeun berlari keluar kamar, minho pun segera mengunci pintu kamar mereka dan membuang kuncinya entah kemana. Lalu menatap sulli

“yaa yaaak,, apa yang ingin kau lakukan eoh?”

Sulli berjalan mundur dan menyilangkan tangannya di depan dada.

“kau tidak akan selamat malam ini choi sulli” minho mengedipkan sebelah mata lalu, membuat sulli bergidik ngeri melihatnya. Ia ta minho tidak akan memberinya ampun malam ini , #astragfirulah lagi-lagi maafkan aku ya allah.

Kesesokannya acara pesta ulang tahun yoogeun yang ke 6 pun sukses dilaksanakan dengan sangat mewah dan meriah, selesai acara tampak penghuni rumah kelelahan termasuk yoogeun yang sekarang tertidur di sofa merah ruang tengah dengan kado-kado yang mengelilinginya.

“aigoo,, dia benar-benar lucu” sulli tersenyum melihat anaknya yang tampak begitu lelah dan tertidur sangat nyenyak.

“dia sangat tampan bukan? Seperti appanya” minho datang dan merenagkul pinggang ramping sulli.

“kau terlalu percaya diri oppa” sulli memukul pelan lengan suaminya yang terlalu percaya diri tapi memang benar salah satu yang membuat sulli begitu mencintai minho adalah charisma ketampanan minho yang tiada tara nya #lebay.

Mereka tertawa bersama setelahnya.

“apakah kami terlambat”

Sulli menoleh dan terkejut melihat siwon dan yuri berada dirumah mereka.

“apa yang appa dan eomma lakukan disini?” Tanya sulli agak ketus

Minho menyetuh tangannya dan menggeleng pelan kearah sulli, bagaimana pun mereka adalah orang tua nya. Bukan apa-apa sulli hanya masih kesal melihat keegoisan siwon dan yuri.

Yuri dan siwon menampilkan wajah bersalah mereka, memang mereka sadari sebagai orang tua mereka terlalu sadis dan kejam terhadap anak, menantu dan cucunya.

“appa hanya ingin menghadiri pesta ulang tahun cucu appa, apa appa tidak boleh?”

Sulli terhenyak lalu ia menatap bingkisan yang sangat besar sedang di angkat oleh 2 orang suruhan appanya. Apakah kado itu sangat berat hingga harus diangkat oleh kedua namja dengan postur badan yang besar-besar itu, pikir sulli.

“maaf kami terlambat, appamu baru selesai menghadiri rapat negara dan kami berharap ,,,,” yuri mengehela nafasnya dan memberi jeda pada ucapannya.”  Berharap menerima kado kami dan memaafkan kesalahan kami” yuri mengandeng lengan siwon dan tak berani menatap anak dan menantunya itu.

“kami sudah memafkan appa dan eomma, benarkan yeobo”

Minho melirik sulli.ia tau sulli juga sudah memafkan kedua orang tuanya, karena sulli bukan tipe yeoja pendendam apa lagi terhadap kedua orang tuanya.

“hmm, nenek, kakek” yoogeun terbangun dan dengan mata yang masih mengantuk ia dapat melihat kedatangan yuri dan siwon.

“yoogeun ah, lihat kakek dan nenekmu datang” kata minho

“jinjjah?” yoogeun membuka matanya lebar-lebar. “yeeeah nenek dan kakek yoogeun datang ahahah” yoogeun tertawa bahagia dan berlari menghambur si pelukan siwon membuat siwon harus menyamai posisinya dan merima pelukan cucunya yang secara tiba-tiba itu. Tanpa sadar butiran mening jatuh dari mata kiri siwon,

“maafkan kakek yoogeun ah,,, maafkan kakek”

Yuri turut menitikan air matanya, betapa berdosanya ia selama ini.

“nenek juga minta maaf yoogeun ah… lihat kakek dan nenek menyiapkan kado untukmu aegy” tutur yuri dengan mata yang berkaca-kaca sambil menepuk-nepuk bingkisan kado yang sangat besar itu, ukurannya melebihi 4 x tubuh orang dewasa. “apa kau senang?”

“jinjja?,  gomawo nenek, tapi kado yang paling membuat yoogeun senang ialah sekarang yoogeun sudah mempunyai appa, eomma, nenek dan kakek,, yeeeaaaaseh semuanya lengkap ” yoogeun kembali melompat kegirangan. Sulli meneteskan air matanya, betapa bahagianya dia bisa melihat kembali kecerian anaknya, betapa bahagianya ia bisa berkumpul bersama keluarganya lagi. Dan betapa bahagianya sulli sekarang memiliki kedua namja yang begitu berarti dalam hidupnya, choi minho dan choi yoogeun.

Minho menyadari itu dan menarik sulli dalam pelukannya.  “saranghae choi sulli, jeongmal saranghae” bisik minho yang terdengar sangat lembut ditelinga sulli membuat sulli semakin mengeratkan pelukannya. “nado oppa,, nado saranghae”

END

 

Gimana, jangan lupa tinggalkan komentarnya yaaaaaa.!!!!!

jeongmal,, gomawo buat readers yang udah memberikan kometarnya. Tapi author lebih berterimakasih pada readers yang sudah memberikan kometar panjang lebar, komentar kalian merupakan motivasi terbesar author untuk melanjutkan cerita ini.

 

Maaf bila FF ini belum layak untuk di publish, karena author merasa masih banyak kekurangan disana dan disini. Hahaha

 

Tak lupa author juga meminta doanya untuk kelancaran sidang skripsi author yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini ya readers.

 

Gomawo semuanya yang telah mensupport author.

 

Advertisements

146 thoughts on “Postpone Of Love [chap 4 END]

  1. Padahal cm cerita ya tp rasanya nyata. Itu karena authoryg pandai memilah2 kata.dg gaya bicara nya jg. Pokonya buat author dan admin top markotop

  2. woahhh akhir’x selesai jg gx sia” ngebut baca nich ff cerita’a luar biasa bsa bikin q ampe netesin air mata 😥
    apa lg saat yoogeun bicara ma siwon dan yuri
    haduuhhh jd speacless
    untung akhir’x happy ending
    dan buat thor
    gomawo dah bikin ff sebagus ini and nae doa’n mga sidang skripsi’x berlancar dgn tanpa hambatan ^_^
    SUKSES trs ea eon #FIGHTING 🙂 >_<

  3. Bagussss….
    Ga kepikirr kalau yoogeun bakal sesopan ituuu…
    Wahh author kerrn bsa mengemasnya dengan baikm…
    tetap buat ff yg mengesankan.. fighting

  4. wah happy ending.. senangnya melihat semuanya bahagia ^^
    terimakasih ya author, sudah membuat saya berkesempatan membaca ff yang bagus ini..
    semoga skripsinya berjalan lancar ^^

  5. ahh gk nyangka ama taemin oppa kirai bakal egois trnyata dia bisa mengesampingkan egonya demi kebahagian wanita yg dia cintai #keren
    tingkah yoogeun nya lucu bgt ,tpi aku msi mikir kok bisa anak lima tahun ngomong kaya gitu ama kake nene nya hahaa mungkin karna yoogeun terlalu pintar kali yaa thor #salut
    ending nya mnurut aku msih gantung aku penasaran yoogeun bkal punya adik secepatnya apa nggk hehee #kurangdiperjelas ajah
    dan satu pertanyaan -kenapa harus yuri yang jadi eomma nya sulli?? #akukurangsuka
    hehee mian klo komennya berlebihan ,dan mian juga bru komen sekarang
    buat author sukses sidangnya #fighting

    gomawo^^

  6. ahh gk nyangka ama taemin oppa kirain bakal egois trnyata dia bisa mengenyampingkan egonya demi kebahagian waniata yg dia cintai #keren
    yoogeun nya lucu banget ,tpi aku msih gk nyangka ko bisa anak umur 5 tahun bisa ngomong gtu sama kake nene nya #salut
    ending nya bagus tpi mnurut aku masih gantung ,aku penasaran yoogeun bkal punya adik secepatnya atw nggk #kurangdiperjelasajah
    hehee

    mian kalo komennya berlebihan dan mian juga baru komen sekarang 🙂
    buat author sukses sidangnya #fighting#gomawo buat ff nya^^

  7. Huaaaa akhirnya happy ending juga , sedih bava trkhirnya tapi juga bahagia dengan berkumpulnya kluarga yoogeun lengkap dri appa eomma kakek nenek hihii

  8. Daebak saeng,ff ny seru bngttt akhirny setelah lama berpisah minsul dan yougen kembali bersma lagi.waduh minsul mesra bngt bikin ngiri aj so sweeettttt.tpi ko udah end kan yoegen blom punya ade baru mudah”an dbkin skuelny y saeng…:D.bian bru ┏̲B̶̲̅┓̲I̶̲̥̅̊s̶̲̥̅̊Ă coment so’alny ru aktif lgi ηι¢н N blom baca part 1 dn 2 ny.

  9. Huuuuuaaaaaa….. saya terharuu…. 😥 😥 😥
    Akhirnya MinSul bersatu.. dan yoogeun bisa mersakan kasih sayang orang tuanya dan kakel neneknya… huuuaaaa… jinjja 😥 😥
    Benar” DAEBAK ceritanya… baguusss bangeettt 🙂 🙂

  10. waaah seru banget laa.. eeemm akhirnya sulli n minho bersatu lg.. lengkap sudah kebahagian minho dan sulli memiliki seorang anak yg pandai n tampan ga.. yoogeun udh merasa lengkap kebahagian karna nenek n kakeknya datang saat ulang tahunnya..

    akhirya MINSUL bahagia ga..
    thor keren banget ff minsulnya.. di tunggu ff yg laen y yg lebih seru tentunya..

  11. hem…. akhirnya nyatu deh 🙂
    hehehhe
    yoogeun pintar banget ya,,,
    FF.nya ada unsur dewasanya ya… hehe 🙂
    tapi nggak papa asal nggak dibayangin.
    Hidup minsul 😀

  12. Taemin baik bgt sumpah,
    aaa minho sama sulli akhirnya baikan.
    Minho yadong badai haha tapi idenya yoogeun bagus minta adikecil jd minho bisa lanjutin aksinya buat menerkam sulli. dan akhirnya happy ending jga

  13. Maaf eon aku bru koment..ffnya krean bnget..yeogun lucu bnget sih..yeogun membuat minsul bersatu,krn yeogun memerlukan ksih syg mereka..minsul ud romantisan2 ne..suka bnget ni ff..kirain taemin oppa gak mw lepasin sulli eon bersama min oppa.taemin oppa baik yah..waktu minsul kerumah ortunya,sedikit kesal ma ortu sulli eon,masih aja bersikeras gak mw nerima minsul dan yeogun,tpi yeogun memang lucu yah kta2nya membuat kakek dan neneknya tersentuh..dan ortu sulli eon akhirnya dtg ke rumahnya dan mnta maaf sma minsul dan yeogun,terharu bnget dgn kta2 yeogun..n finalnya akhirnya minsul bahagia bersama anaknya..daebak eon ffnya..gomawo..:)

  14. Maaf eon aku bru koment..ffnya krean bnget..yeogun lucu bnget sih..yeogun membuat minsul bersatu,krn yeogun memerlukan ksih syg mereka..minsul ud romantisan2 ne..suka bnget ni ff..kirain taemin oppa gak mw lepasin sulli eon bersama min oppa.taemin oppa baik yah..waktu minsul kerumah ortunya,sedikit kesal ma ortu sulli eon,masih aja bersikeras gak mw nerima minsul dan yeogun,tpi yeogun memang lucu yah kta2nya membuat kakek dan neneknya tersentuh..dan ortu sulli eon akhirnya dtg ke rumahnya dan mnta maaf sma minsul dan yeogun,terharu bnget dgn kta2 yeogun..n finalnya akhirnya minsul bahagia bersama anaknya..daebak eon ffnya..gomapta..:)

  15. yg bikin ni ff lebih nyata tu krna ff ini di dampingi ma lagu yg uhh nyentuhh hati, semua cerita ma kronologi nya serasa terbayang semua di depan mata. ceritanya baguss.
    ngomong-ngomong boleh tau itu lagu siapa dan siapa penyanyinya chingu ?

  16. waaaaaaah daebak ceritanya walaupun sdh lm berpish cinta sejai tp kembali bersatu …….. thor minta PW postpone of love chap 4 end dong ….. di tgg ya

  17. Hahahha seneng nya tadinya aku sedih pas bca kalo chapter 4 bkalan di key ternyata ngga alhamdulilah hahahah

    Mksih yh eonnie atas ff nya

  18. ff nya keren, gak tau mungkin terlalu lebay tapi aku sempet menangis dibagian yonngen cari alamat eomanya sedih rasa nya jadi nangis deh…. Tapi keseluruhan bagus thor kesalahan sedikit si tidakapaapa karena sudah terbayar dengan ceritanya yang keren
    Maaf juga nae baru comment di chapter ini heheh soalnya lebih suka comment kalau ceritanya sudah end. Keep writing ya thor untuk karya yang wow selanjutnya 😍😉💪👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s