-MEDICAL of LOVE- (part 2)

Gambar-MEDICAL of LOVE- (part 2)

Author: Chyminh

Main cast: choi sulli | choi minho

Kim jongin a.k.a choi jong in | kang ji yeong

Jung krystal and OC

Genre: sad, comedy, romance

PG: 15

Summary

“kadang mereka hanya melihat dari 1 sisi saja. setelah akhirnya memutuskan dengan mudah”
“Kurasa tuhan menjanjikan manis yang berbeda, dan aku percaya akan indah pada waktunya”

…..
7 tahun telah berlalu, terakhir sejak kejadian itu sulli menetap di amerika untuk melanjutkan sekolahnya dengan jangka waktu yang cukup lama. Dan hari ini adalah hari kepulangan gadis bermarga choi tersebut kembali menetap di korea sementara waktu. Ia cukup melupakan kenangan pahit masa sekolahnya dulu, ia mulai membuka lembaran baru untuk hidup yang lebih berkesan. walau tak di pungkiri minho belum benar-benar musnah dalam hati dan pikiranya. sulli tak memberi tau siapapun selain jiyoung atas kepulanganya ini, ia ingin mencari jati dirinya lebih dulu sebelum kembali bertemu orang-orang yang selama ini terus mengagapnya bodoh dan dungu. Jika menuntut alasan rindu itu sudah pasti, anak mana yang tak rindu kedua orang tua nya setelah tak bertemu selama 7 tahun. bahkan sulli tak munafik untuk serta merindukan kai kembaranya, meski sering bertengkar sulli tak bisa membenci lelaki yang lebih tua 30 menit darinya tersebut. dan selebihnya kepada minho… mungkin hampir setiap menjelang tidur malam, ia terus membayangkan wajah lelaki berparas tampan itu dengan sedih dan kesal, kesal karena masih menjadikanya idola no 1 di bumi ini.

-Bandara incheon…-

Seorang gadis berpostur sempurna tengah mendorong troli yang berisi barang-barang sembari melihat kepenjuru bandara mencari seseorang yang dikirim untuk menjemput dirinya. Choi sulli, ya gadis cantik tersebut baru tiba kembali di negri gingseng ini.

“ah jinjah…. dimana anak itu” gerutunya dengan wajah kesal, karena memang menunggu adalah hal yang sangat membosankan.

“yeobseyo …. youngie-ah… kau dimana?? Aku sudah tiba di bandara sekarang. Bukanya sudah kubilang jemput aku dan jangan terlambat… kau dimana???” sulli menghubungi jiyoung dengan wajah kesal melalui telepon. Sementara itu seseorang yang di panggil hanya bisa menjauhkan alat komunikasinya beberapa meter, barangkali setelah ini bisa saja gendang telinganya mengalami kerusakan permanent.

“yaa… kau ini, mengapa kau marah-marah, aku sudah mengirim seseorang untuk menjemputmu. Aku tak bisa datang langsung kebandara, orderan ku sangat banyak. Kau tau kan sekarang sahabat cantikmu ini sudah menjadi desainer terkenal. Sudah ya sampai jumpa nanti, Aku tunggu kedatanganmu , anyeong,,,,” tut panggilan terputus

“YAAAA…. yeobseyo….yeobseyo. ahhhh anak ini” sulli menatap nama kontak jiyoung dengan wajah ingin membunuh. Ia hanya bisa menghentakan kaki kesal, perjalanan amerika-korea itu tidak lah dekat, sama halnya dengan sulli yang ingin segera beristirahat di apartemen barunya.

“selamat siang nona….” seseorang menyapa, sulli segera berbalik dan melihat laki-laki paruh baya dihadapanya kini.

“siang… ”

“apa nona ini bernama choi sulli??”

“ne… itu aku?? apa paman ingin menjemputku??” tanya sulli mulai tak sabar

“betul sekali. nona jiyoung yang memerintahkanya. mobil kita sudah menunggu di depan sana, mari saya antar nona sulli-shi” lelaki yang menjadi sopir pribadi jiyoung itu pun mulai mengambil alih troli barang pada tangan sulli dan mempersilahkan sulli untuk jalan lebih dulu menuju mobil, walau pun kesal kepada jiyoung, ia tetap bersukur karena sahabatnya tersebut mau membantu tanpa pamrih. Mereka masih sama seperti dulu, bersahabat dekat tanpa pernah putus hubungan dalam jarak yang sangat jauh sekalipun.

Sepanjang perjalanan sulli tak lepas memandangi keadaan seoul yang telah lama tak dilihatnya, seoul sedikit berubah. Banyak bangunan-bangunan megah dan besar yang 7 tahun lalu belum hadir keberadaannya.

“jadi jiyoung sudah membuka butik ya paman??” sulli mencairkan suasana dengan sebuah pertanyaan

“benar nona sulli-shi, nona jiyoung telah menjadi perancang busana terkenal sekarang. Bahkan banyak dari kalangan artis yang memesan rancangan baju padanya” gadis bermarga choi tersebut mengangguk angguk kagum, dalam hati ia bangga mendengar sang sahabat telah berhasil mewujudkan 1 impiannya.

“aku jadi tak sabar ingin bertemu dengannya”

“sebentar lagi kita sampai nona, ini sudah menempuh lebih dari separuh perjalan” jelas lelaki paruh baya itu lagi, sulli tersenyum sambil menganggukkan kepala.

Tak lama berselang, mereka sampai di wilayah district gyeonggo tepat di hadapan bangunan besar. sulli melangkah turun dan menatap takjub bangunan di depan matanya kini. Bukan karena kemegahan yang tak pernah ia lihat, melainkan huruf-huruf raksasa yang menjadi judul besar bangunan modren itu “JIYNGINIE FASHION” ….

…..

“ anda bisa mengunjungi toko kami,… pelayanan disini sangat terjamin, barang yang kami miliki adalah kwalitas impor, jika anda masih merasa belum puas silahkan datang kembali ketoko kami untuk menyelesaikan masalahnya,,, apa bila yang anda ucapkan itu benar, maka kami akan mengembalikan uang anda 100% . tapi jika tidak, kami terpaksa menindaklanjuti masalah ini kepihak yang berwajib, karena pencemaran nama baik…”

“…….”

“hey…. dari ribuan pelanggan kami, hanya anda saja yang mengatakan kwalitas kain di toko kami buruk… saya tidak mau mendengar tentang bos anda itu. silahkan datang ketoko ini jika ingin masalahnya lurus kembali… ah bila perlu bawa bos mu yang kau bilang kaya tadi. terimakasih dan selamat siang” tut… gadis yang dikenal dengan nama jiyoung itu melempar kesal handphone nya keatas sofa, ia terlihat stres hari ini. tanganya sibuk memijit dahi sambil memejamkan mata.

“sepertinya desainer profesional kita dalam keadaan tak baik”

“sulli-ah…?????” jiyoung segera memeluk erat tubuh ramping sahabat karibnya itu, ia terlihat sangat merindukan sulli, setalah dipisahkan selama 7 tahun lamanya dan akhirnya mereka bisa bertemu kembali.

“ kau sudah kembali, aku sungguh merindukanmu putih telur… jeongmal jeongmal bogoshipo”

“ahhh nado… aku juga merindukanmu… tapi biarkan aku bernafas lebih dulu, uhhh”sulli kewalahan merangkai kata akibat pelukan erat jiyoung yang hampir membuat tulangnya remuk. Sadar akan kesalahanya, jiyoung segera melepas pelukan ditubuh sulli, dan kemudian ia menatap gadis bermarga choi itu kembali.

“hehe mian…. aigoooo aku tak percaya kau akan tumbuh menjadi gadis cantik seperti ini… kau bahkan lebih cantik dari yang kubayangkan. YAA mengapa kau bisa berubah menjadi dewi eoh??”

“kau sangat berlebihan…. aku yang seharusnya bertanya seperti itu, kau benar-benar menjadi wanita sekarang, dan ini … jinjah daebakida… aku bangga menjadi temanmu” sulli menatap kagum patung-patung yang dibalut busana rancangan jiyoung.

“juga aku tak habis pikir kau mengikut sertakan nama sihitam itu dalam merek tokomu, kau masih mencintainya???” ucap sulli lagi, blus pipi jiyoung merona seketika

“tentu saja…. walaupun aku tak punya harapan memilikinya, tapi aku bisa menjadikan ia seolah hidup bersamaku, apakah nama itu terlihat buruk??” bisik gadis bermarga kang tersebut sembari mendekatkan wajah.

“sangat buruk… aku baru melihat nama toko besar semenjijikan itu, mengapa kau tak kreatif dengan memadupadankan bahasa asing, “JIYNGINIE FASHION” ah bahkan lidahku kram mengejanya” ejek sulli dengan wajah menyebalkan, JIYNGINIE adalah nama yang dibuat jiyoung dulu sewaktu masih SMA, itu merupakan gabungan antara namanya dan jongin kembaran sulli. seketika jiyoung mendorong sulli kesal, ia memasang wajah tak senang atas tanggapan sahabat dekatnya tersebut.

“kau masih sama seperti dulu… huh menyebalkan”

“jadi kau ingin aku berubah… hahahaha aku hanya bercanda, jangan seperti anak kecil, kita bukan pelajar SMA lagi” goda sulli sembari mencubit pelan lengan jiyoung, seketika gadis berlesun pipi itu tersenyum kembali.

“dan kau… apa kau juga masih menjadi fans minho??” sebuah pertanyaan singkat yang langsung menghilangkan senyum pada bibir sulli, namun itu tak berlangsung lama, karena detik sesudahnya ia tertawa kuat seakan mendengar lelucon lucu.

“yaaaa mengapa kau tertawa??” umpat jiyoung kesal

“emmmm apakah harus kujawab??” tanya sulli lagi masih menahan tawanya

“tentu saja pabo”

“baiklah aku tidak akan menjawab…. :p” dan lagi-lagi jawaban sulli ini membuat jiyoung kesal. Mungkin banyak yang berfikir keduanya seperti anak kecil. walau bisa dibilang usia menunjukan tanda dewasa. Kendati pada fakta yang ada, sulli dan jiyoung tetap sama seperti dulu, seperti tahun-tahun lalu, saat keduanya dikenal sebagai wanita paling heboh diantara yang terheboh. Sebenarnya ini hal yang lumrah, baik sulli atau pun jiyoung merupakan anak bungsu dalam keluarganya, dan juga wanita satu-satunya… hingga mereka dipertemukan dalam karakter yang sama pula. namun lihatlah. Ini bukan menjadi penghalang untuk menjaga persahabatan semakin erat dan kuat.

“youngie-ah,,,, kau tau kan aku pulang tanpa sepengetahuan keluarga ku, mereka masih berfikir aku di amerika. Jadi apa kau mau membantu ku?? jebal aku butuh pertolonganmu” kali ini sulli memasang wajah memohon dihadapan jiyoung, dan sang lawan bicara mulai memutar bola mata paham akan maksud wanita dihadapanya.

“kau memang sangat nekat… 7 tahun itu waktu yang sangat lama, dan kau belum menyelesaikan kuliahmu, sekarang kau pulang tanpa sepengetahuan ayah ibu mu”

“kau kan tau aku bodoh… 7 tahun itu bahkan terlalu cepat untuku. Ayolah bantu aku youngie… kumohon” rengek sulli semakin menjadi. Sejenak jiyoung menghela nafas sebelum kembali membuka suara…

“hhh.. baiklah, apa yang harus kubantu???”

“aku butuh pekerjaan, maukah kau memberiku 1 pekerjaan. Apa saja aku tak perduli” jujur kali ini gadis bermarga kang tadi mulai membesarkan matanya. Seorang sulli meminta pekerjaan, apakah ini tidak konyol??

“hey… kau kenapa?? Apa ayah ibu mu tak mengirim uang lagi, setauku uang sakumu dulu setiap bulanya bisa dipergunakan untuk membeli mobil baru. Kau bisa bercerita padaku apa sebenarnya yang terjadi… apa kau di drop out???” jiyoung berbisik pada kalimat terakhir, seketika sulli mendaratkan tinjuu ke kepalanya.

“aishh…. apa wajahku sebodoh itu,….” jiyoung meringis kesakitan sambil tersenyum lebar

“lalu apa???” sulli menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya perlahan ia mulai menatap jiyoung serius.

“aku punya alasan datang kekorea, dan itu berhubungan dengan kuliahku. Menurutmu 5 bulan itu bukan waktu yang singkat kan?? Aku harus menyembunyikan keberadaanku selama itu di negara ku sendiri. itu sungguh sangat membosankan, karena peluang bebasku terbatas. Jadi,,,, aku ingin punya kegiatan sendiri untuk mengurangi bosan ini, kurasa dengan bekerja lah obatnya. Jebal youngie-ah… bantu aku. kau membayarku murah juga tak masalah… yang penting aku bekerja…” jiyoung menatap sulli tanpa berkedip, bahkan mulutnya sedikit terbuka sekarang.

“ini adalah sejarah paling hebat dalam hidupku, seorang wanita kaya meminta pekerjaan dengan bayaran murah hanya karena alasan bosan. Hhhh baiklah… aku tidak mungkin bisa melihat sahabatku kecewa” mendengar itu sulli segera membetulkan posisinya dengan wajah berbinar

“aku mendapat pekerjaan??” ucapnya antusias

“ ya… kebetulan aku memang berniat mencari seseorang untuk memasarkan rancangan baruku, dan sepertinya kau cocok”

“ah jinjah??? Apa apa? Apa yang harus kukerjakan sajangnim” sulli mulai berbahasa formal kepada jiyoung, wanita dihadapanya tersebut segera menatap jijik.

“menjadi model peraga busana ku, eothe??” ….. DAMN… wajah bahagia sulli seakan berubah dalam hitungan detik saja. Sekarang ia membuka mulutnya lebar-lebar, menjadi model? Yatuhan, bukankah ini sama saja dengan bunuh diri???

“wae???” jiyoung merasa aneh dengan reaksi sulli.

“model katamu??? Youngie-ah…. aku kekorea dengan menyembunyikan identitasku, jika aku menjadi modelmu bukankah mereka akan tau kepulanganku?? Ayah ibu bisa saja membunuhku hari itu juga” oceh gadis berkulit putih susu itu lagi, dan sekarang tampak jiyoung yang berfikir. Memang rumit, apa lagi butik jiyoung sedang naik daun akhir-akhir ini, semua model yang ia punya mendadak akan jadi sangat terkenal. Jiyoung mulai berfikir keras untuk mencari jalan keluarnya…

“ah begini saja… kami hanya butuh bodimu. Aku akan berbicara pada fotografer untuk tidak ikut serta mengambil gambar wajahmu, dengan begitu mereka tidak akan mengenalmu” oke ini saran yang bagus, tapi apakan itu benar-benar menjamin keberadaan sulli.

“kau yakin???” sulli mengulang, dengan cepat jiyoung mengangguk.

“aku adalah orang nomor 1 di toko ini. mereka akan mengikuti semua perintahku”

“youngie-ah… kau memang yang terbaik” sulli menghambur cepat kepelukan jiyoung, tak perlu diragukan. Jiyoung memang orang yang selalu memberi jalan mudah disetiap kesulitan yang sulli hadapi.

“jadi kapan aku bisa bekerja???”

“besok…!! besok kau harus datang untuk menentukan tema yang sesuai dengan peluncuran busana baruku”

Sulli mengubah badanya berdiri tegap. Kemudian memberi hormat resmi seperti anggota militer.

“siap…. laksanakan”

“ah… ya, aku akan memberi mu alamat apartement baruku. Igo…” sulli memberi sebuah kertas kecil kepada jiyoung.

“kau membeli apartement baru???” sulli mengangguk cepat.

“kebetulan itu dalam masa promosi, jadi harganya tidak terlalu mahal. Dan kau bisa datang kapan saja, karena sekarang kau adalah bos ku”

“sungguh menjijikan… mana ada pekerja yang lebih kaya dari bosnya. Sudahlah lebih baik sekarang kau beristirahat…. besok kita bertemu lagi. aku akan mengunjungimu sesekali… dan juga kumpulkan staminamu dengan baik, besok kau harus tampil cantik. Sekarang…. Paman kim akan mengantar mu pulang” lanjut jiyoung kembali, sulli mengangguk dan mencium singkat pipi jiyoung.

“semoga kau benar menjadi kakak iparku. Ppai… aku pulang” sulli memutar badan cepat dan berjalan menuju mobil yang ia tumpangi tadi, Ia tidak tau jiyoung tersenyum bahagia ditempatnya berdiri, delusinya mulai bermain dengan liar. Baiklah…. sepertinya tantangan sungguhan akan dimulai

…..

“ ini akan menjadi operasi bedah yang sulit. Pasien bisa saja tidak selamat jika kita tetap keukeh membedah jantungnya” seorang lelaki yang dikenal dengan nama kai itu membuka suara. hari ini mereka sedang menjalani meeting penting untuk menindak lanjuti seorang pasien yang mengalami gangguan jantung koroner. Suasana diruangan itu sangat menegangkan, mereka adalah tim dokter paling hebat di rumah sakit ini.

“aku setuju padamu oppa… kita harus mengambil tindakan lain. tidak bisa membedahnya begitu saja. Aku juga ragu…mengingat plak di dinding arteri nya yang cukup mengkhawatirkan. Ini semakin membuat penyempitan pada pembuluh darah, bisa saja oksigen dan darah tak dapat masuk sama sekali ke jantung, resikonya sangat fatal” kali ini dokter wanita muda yang memberi penjelasan. dia adalah jung krystal, yang juga terpilih untuk menjadi tim dokter profesional di tempat itu. mereka semua adalah orang-orang hebat lulusan pendidikan dokter spesialis dalam waktu singkat, dan menjadi tim yang paling di segani di –WOORIDUL SPINE HOSPITAL- milik choi yun gyeom

“kita bisa membuat pencangkokan pintasan arteri koroner. Dengan prosedur ini setidaknya dapat memintas arteri koroner yang terhalang, dan lakukan pembukaan jantung. 15 menit… lakukan selama 15 menit untuk memberi jalan oksigen dan darah kejantung. itu adalah waktu paling maksimal untuk menyelamatkan nyawanya”

Ya ini adalah suara sang pemimpin rapat, siapa yang tak kenal Choi minho… sicerdas yang selalu menjadi no 1. sejak masih sekolah sampai menjadi dokter seperti sekarang ia adalah sorotan pertama. Kemampuan yang luar biasa melekat jelas dalam sosok tampanya. Percaya atau tidak, keahlian medis lelaki bermarga choi ini melebihi senior profesional yang telah bekerja selama puluhan tahun dengan predikat terbaik. Sulit dipercaya, namun ini adalah fakta.

“tapi dokter choi… apakah dengan waktu sesingkat itu kita bisa menyelesaikanya” sela dokter park yang juga salah 1 tim di rumah sakit besar tersebut.

“betul… kita tidak bisa menjaminya… dampaknya sangat besar sekali” saut dokter lee yang notabenya juga anggota mereka.

“Ini adalah tim… kurasa kalian mengerti dengan pendidikan tinggi dan bekal ilmu yang baik. tidak ada yang tak mungkin didunia ini. pasti ada jalan untuk menyembuhkan penderita jantung tersebut” minho mengeluarkan nada tegas

“geundae oppa….”

“dan aku memutuskan, untuk tetap melaksanakan operasi ini… besok tepat jam 10 pagi. Persiapkan diri kalian… dan berhenti berfikir operasi ini tidak akan berhasil. Baiklah… Kurasa pertemuan kita cukup sampai disini dulu” minho menutup rapat itu dan berdiri tegap seolah mempersilahkan dokter lain keluar.

“minho-ya… kau yakin ini akan berhasil???” tanya kai sedikit ragu

“jika kau yakin ini pasti berhasil…” minho menepuk hangat pundak kai

“oppa…”

“kau pasti bisa krystal… aku percaya pada mu. kita harus menyelesaikan masalah ini bersama. Karena kita adalah tim” minho kembali tersenyum kepada 2 sahabatnya itu sebelum pada akhirnya pergi melangkah keluar.

….

Seorang wanita tampak menyusun langkah dengan anggun, ia memasang senyum kesetiap orang yang ditemuinya. Tak jarang lelaki di tempat itu menahan nafas kerap menerima senyum khas sulli yang tidak di sukai kaum perempuan, jelas sudah kecantikan gadis berpostur tinggi ini. semua barang-barangnya telah di bawa oleh petugas yang bekerja di apartement tersebut, sulli ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang telah menempuh perjalanan jauh.

“terimakasih… paman. Igo untuk membeli minum” sulli memberi persen kepada petugas yang telah membawa barang-barangnya sampai depan pintu apartement.

“ini terlalu banyak nona…”

“ani ani… paman bisa menggunakanya untuk makan bersama petugas lain, atau mengajak kencan istri paman. anggap saja ini ucapan terimakasihku… dan juga nanti aku pasti butuh pertolongan paman lagi” sulli melempar senyum manisnya kearah lelaki yang bisa di bilang berkepala 5 itu.

“ah jeongmal ghamsamidha…. hati nona sama cantiknya dengan wajah yang nona miliki itu. kalau begitu aku permisi dan terimakasih atas pemberianya”

“ne paman…. bersenang-senang lah ^^” sulli melambaikan tangan kearah lelaki paruh baya tadi sebelum akhirnya masuk kedalam ruangan yang telah ia pesan beberapa minggu lalu.

“huahhhhhh …. aku lelah sekali, sepertinya tidurku akan nyenyak” sulli menjatuhkan badanya ketempat tidur dengan kwalitas terbaik. Drrrttt… drrrtttt…. sebuah getaran yang membuatnya malas untuk bangkit.

“nugu nugu nugu….????” ucapnya sambil meraih handphone. setelah membaca nama di layar sentuh tersebut, sulli segera bangkit dari rebahnya dengan wajah serius.

“ha-halo ibu…” sulli menarik nafas perlahan dengan tangan sedikit gemetar

“honey… mengapa kau tidak pernah menghubungi ibu 2 hari ini??? apa kau begitu sibuk eoh?? Kau dimana sekarang sayang” sulli mengatur nafasnya dengan hati-hati, ia tidak boleh terlihat gugup.

“aku sedang di kampus bu… maaf karena tidak ada menghubungimu, aku benar-benar sangat sibuk belakangan ini. tapi ibu harus percaya bahwa aku sangat mencintai dan merindukan ibu…” jawab sulli dengan nada meyakinkan… ia memang merindukan wanita tersebut.

“ne… ibu juga sangat merindukanmu, ini seperti sebuah bencana. Aku tak tau perkembangan putriku selama 7 tahun, mengapa kau tak pernah pulang sayang. Kau tidak menyayangi kami lagi??? atau jangan-jangan kau sudah kembali namun kau tak mengatakan pada siapapun??” glek… sulli menelan ludahnya berkali kali.

“a –ani…. tentu saja tidak. jika aku sudah kembali kekorea mana mungkin aku tak pulang kerumah. Ah itu sangat durhaka namanya” pletak… gadis tersebut memukul kepalanya sendiri. secara jelas ia mengatai dirinya durhaka sekarang.

“baiklah… ibu ingin tahun ini kau pulang. Ibu sudah tidak memberi toleran lagi. jikapun kau melarang ibu untuk tidak datang keamerika, ibu akan tetap pergi bersama ayahmu. Kami mempunyai putri yang sudah 7 tahun lamanya tak berjumpa. Ini sangat keterlaluan… tahun ini kau harus pulang, jika tidak ibu akan menyusulmu dengan paksa” tukas wanita yang notabenya adalah ibu choi sulli tersebut, sejenak sulli menghela nafas panjang.

“ne ibu… aku akan usahakan, I LOVE YOU”

“I love you to honey… jaga kesehatanmu sayang, dan katakan dengan cepat jika kau membutuhkan uang. Arachi….???” sulli mengangguk dengan senyum manis

“araa….” jawabnya lembut. Panggilan pun terputus, sulli menjatuhkan dirinya kembali keatas tempat tidur. Matanya menerawang jauh kelangit langit apartement.

“aku pasti pulang bu… aku pasti pulang yah… aku pasti kembali kerumah dengan kebanggaan yang tak pernah kalian lihat dari sosok ku sebelumnya. Percaya atau tidak, aku lebih tersiksa dengan rindu ini… aku hidup sendiri tanpa dampingan keluarga selama hampir 7 tahun hanya karena ingin melakukan pembuktian” sebaris air hangat mengalir di ujung mata sulli.

“untuk kembali melihat orang-orang yang kusayang dan kucintai menganggap keberadaan ku yang bodoh ini… aku ingin si hitam itu mengakui aku adalah adiknya yang manis, membuktikan pada minho bahwa aku tak sebodoh apa yang dikatakan kekasihnya itu” sulli memejamkan mata perlahan, ada rasa sesak dalam hatinya mengingat minho yang telah menjadi kekasih krystal. Karena bagaimanapun memori beberapa tahun silam tentang pengakuan yang ia dengar dari gadis cantik bermarga jung tersebut masih terekam jelas dalam benak dan fikiranya.

….

“sajangnim… ini akan sangat sayang jika kita tidak ikut serta dalam mengambil wajahnya. Dia akan sangat menjual rancangan barumu, kurasa ini model terbaik yang pernah ku foto”
Ucap seorang pekerja di butik jiyoung, yang tak lain adalah fotografer.

“kubilang jangan pernah mengambil gambar wajahnya atau kau akan mati” jiyoung melempar tatapan tajam, seketika fotografer hwang tersebut mengangguk takut.

“aigooo sulli-ah… kau sangat sangat sangat cantik. jinjah…..” jiyoung membetuli gaun bagian bawah yang dikenakan sulli agar lebih terlihat elegan.

“bukan aku tapi gaunmu”

“ani… aku tak pernah merasa sepuas ini dengan rancanganku, ini sudah jelas karena kau yang menggunakanya”

“berhentilah berkata seperti itu… aku jijik mendengarnya” umpat sulli kesal, lebih tepatnya malu.

“ah baiklah… sulli kau sangat buruk sekali”

“YAAA…”

“wae??? Kau tak suka di bilang cantik kan” sargah gadis bermarga kang tersebut dengan wajah polos.

“tapi tidak juga buruk… ingat kau hutang restu dariku” sulli mengadahkan telunjuknnya.

“baiklah baiklah…” jiyoung menyerah dan memilih untuk kembali mengawas dari belakang kamera…

#……

Disebuah ruang operasi tampak begitu menegangkan, seorang lelaki muda mulai menarik nafasnya secara perlahan. Ia adalah orang pertama yang harus melakukan pembedahan ini dengan baik.

“lakukan elektrokardiografi” ucapnya dengan nada tegas. Seketika dokter lain mulai menjalankanya. Ini adalah pemeriksaan awal yang dilakukan sebelum pembedahan jantung, guna mengetahui denyut jantung dengan dibuatnya grafik yang terekam oleh arus listrik yang nantinya menyebar keseluruh tubuh. dan setelah mencapai kulit, akan segera diukur bersama elektrode kemudian terekam. minho segera menafsirkan hasil rekaman tersebut sebelum melakukan pembedahan.

“pisau…” ucapnya dengan nada tegas. Waktu telah dipasang, mereka harus selesai memberi jalan oksigen dan darah kejantung dalam waktu 15 menit. Keadaan ruang operasi tersebut sungguh menegangkan, semua terlihat terampil dalam tugasnya masing masing. Mereka bekerja dengan serius dan fokus.

“aku tak menyangka akan melakukan hal yang dianggap gila ini namun benar-benar luar biasa. Kita berhasil dokter choi…” ucap tuan lee yang merupakan spesialis jantung. Minho mengangguk perlahan, mereka berhasil menyelamatkan nyawa pasien yang sudah sangat kritis tersebut.

“kai… kali ini bagianmu” ucap minho mantap, dengan sigap kai mengambil alih tugas minho untuk menjahit dada pasien dan memindahkan keruang perawatan. minho pun segera beranjak keluar dari ruang operasi tersebut… ia menyusun langkah menuju ruanganya, entah apa yang membuat namja choi ini ingin beristirahat sejenak. Fikiranya sedikit kalut mengingat perbincangan orang tuanya tadi malam, bahwa ia akan dijodohkan bersama putri kerabat dekat ayahnya yang juga berprofesi sebagai dokter muda. Minho melangkah cepat kedalam lift… dan menuju ruanganya dilantai atas.

“siapa dia?? Apakah krystal??” minho bertanya tanya sambil menghempaskan dirinya di kursi putar, ia tau ayah dan ibunya mengenal dekat krystal. Dan juga berteman baik dengan orang tua krystal, namun mengapa seperti dirahasiakan, dan ini tidak menunjukan wanita itu adalah krystal.

“tidak mungkin krystal… lalu siapa??? ” tanya nya lagi sambil mulai memejamkan mata. Ini merupakan beban berat yang tak pernah ia lewati sebelumnya.

“Apa aku harus menentang ini?? dan melupakan dia… arrrrggghhh” minho menendang kuat kaki meja kerjanya. Ia sangat tau seperti apa choi yun gyeom itu, semua ucapanya tak bisa dibantah, sama hal nya dengan minho. lelaki keras kepala yang selalu ingin membuat ambisinya menjadi nyata.

“dia bilang tuan harus datang sendiri ke toko nya untuk melakukan komplain, wanita itu benar-benar bringas” kai terdiam sambil memandangi jas dokternya dalam tas yang bertulis JIYNGINIE FASHION, ia berfikir jas itu tak cocok di kulit coklatnya, karena membuat kulitnya gatal dan kemerah merahan.

“dia pasti wanita yang buruk… kau seharusnya bilang aku sibuk, mana mungkin aku datang ketoko itu sementara pasienku sangat banyak. Aku sudah membayarnya mahal, belum lagi biaya perawatan ku mengobati iritasi kulit. Apa kau tak bisa menangani seorang wanita ha??” bentak kai kesal kepada asisten nya, perlu di ketahui lelaki bernama asli jongin ini sangat perduli dengan bahan-bahan pada pakaianya. Ia mempunya alergi khusus pada kain yang berbahan dasar sembarangan.

“aku sudah mengatakanya tuan tapi dia selalu mengalahkan ku berbicara” kai menarik nafas dalam-dalam dan beranjak pergi meninggalkan asisten kim dengan kesal. Ini merupakan sikap manly kai untuk menghindari kemarahan dengan pergi dan diam…

…..

Minho terlihat sangat stres, ia memutuskan untuk pergi kesebuah kedai arak. Alkohol dapat menghilangkan stres nya walaupun ia tau itu tidak baik untuk kesehatan, dan juga minho tau dosis. Ia tak pernah pulang dalam keadaan mabuk karena meneguk berbotol botol arak yang membuatnya hilang kesadaran.

“nona… ini adalah botol ke 5 yang telah kau minum. Kau sudah sangat mabuk” minho mengalihkan perhatianya kesumber suara pelayan yang terlihat kewalahan menangani seorang pembeli wanita.

“paman.. aku akan membayarmu 2 kali lipat, beri aku 1 botol lagiiiii hik” gadis itu benar benar terlihat mabuk. Cara bebicaranya juga sudah tidak normal.

“tapi nona… ini sudah melebihi batas peminum. Nona sudah sangat mabuk. Dan wanita sepertimu akan berbahaya pulang sendiri dalam keadaan seperti ini” saran pealayan itu lagi.

“hik… aniyaaa aku belum mabuk, kau ini lucu sekali paman hik berikan aku 1 botol lagi ayolah….”

“tidak nona… kau sudah sangat mabuk”

“YAA paman aku bilang aku tidak…. ma- ahhh,,, aaa ,ap- appooooooooo” gadis tersebut menghentikan ucapanya sambil memegangi perut dengan wajah kesakitan. Minho yang sejak tadi melihat mulai berfirasat tak enak.

“nona… nona waeyo….??? Gwenchona…???”

“paman…. perutku… perutku…” gadis itu terus meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Ia bahkan mulai menangis sekarang, seolah rasa sakit pada perutnya itu benar-benar hebat.

“ahhhh… neomu appoo” gadis itu terus merintih kesakitan dengan keringat dingin pada wajahnya. Tak lama setelah itu ia roboh tak sadarkan diri.

“yaaa… agashi…ah bagaimana ini” tanya pelayan itu bingung. Hingga seseorang datang mengambil alih, ia segera memeriksa denyut nadi pada leher gadis tersebut. kemudian memeriksa matanya yang tertutup rapat.

“tuan kau mengenal yeoja ini?? tolong bawa nona ini, sepertinya dia dalam keadaan tidak baik. para pembeli bisa saja terganggu dan akan mengurangi pemasukan di kedai ku” umpat pelayan tadi kepada seorang lelaki tampan yang tak lain adalah minho. tanpa banyak bicara minho mengangkat tubuh gadis tersebut dan membawanya kemobil. Ia segera memutar mobil dan menjalankanya dengan kecepatan di atas rata-rata…

“ceroboh… dia belum mengisi perutnya dengan apapun, dan meminum arak sebanyak itu” minho berbicara pada dirinya sendiri sambil memandangi gadis disebelahnya kini. Ia kenal yeoja tersebut,,, Bagaimana tidak,,, gadis itu adalah teman masa SMA nya dulu. Ah bukan teman, hanya orang yang 1 sekolah bersamanya sewaktu SMA dulu.
Minho juga singgah kesebuah apotik, ia terlihat membeli beberapa obat yang dibutuhkan. hingga tak lama sesudahnya kembali mengendarai mobil untuk menuju apartement yang ia tinggali.
….

Kini lelaki bernama minho tadi sibuk memasang selang infus di tangan gadis yang masih belum sadarkan diri. Perlahan tapi pasti ia jalankan sesuai dengan prosedur medis. Setelah itu tanganya menyuntikan sesuatu kelengan gadis tersebut, sepertinya cairan suntik itu adalah obat. Karena kondisinya dalam keadaan tidak sadar sehingga tak mungkin menelan pil. Setelah menyelesaikan semua urusanya, minho membetuli posisi selimut pasien dadakanya tersebut. Tampak matanya menatap prihatin tanpa meninggalkan kesan dingin di raut tampanya…

“kau masih sama seperti dulu. Sangat sangat ceroboh…”

“tck… dasar kau… !!!! choi sulli” ucapnya memberi jeda pada kalimat terakhir…

~TBC to part 3~
(aneh ya??? makin gak jelas??? Lama postingnya??? Haha tinggalkan komen kalau mau komplain. Dan juga typo dimana mana… maklumi saja oke. Dan jangan lupa beri komentarnya, karena reader yang baik pasti meninggalkan jejak, ghamsa)

Advertisements

240 thoughts on “-MEDICAL of LOVE- (part 2)

  1. Duh itu ada kata2 ‘keukeuh’ hahaha. Omg kyanya kai jiyoung bakalan berantem nih. Minho ternyata msh inget sulli dan gatau dia adiknya kai

  2. Deaba:)
    Author kok tau sih tentang dokter gitu:)
    Pasti authornya pintar 🙂
    Kasihan sulli pisah dari keluarga selama 7 tahun:(
    Penasaran ni si kai sama krystal atau jiyoung:)

  3. Ceritana makin bagus nih…
    Kisah hidupnya sulli nyesek bnget tuh… Tinggal jauh ma keluarga smpe 7 thun…
    tpi akhirnya ktemu tuh ma minho oppa..^_^…

  4. Daebak!!!
    Makin seru aja, Thor! 😉
    Oia, Authornya emang ambil jurusan kedokteran atau riset nih sebelum nulis? Kereeeen… ❤
    Sulli sama Jiyoung katanya terus jalin komunikasi meski jauhan, tapi kok Jiyoung masih nanya aja sih Sulli masih cinta Minhoney atau enggak? Itu gimana, Thor?
    Aku agak bingung di situ… Hehehe
    Sulli kuliah 7 tahun belum selesai juga? :O Itu karena malas atau benaran bodoh, Thor?
    Dia ambil spesialis anak kan? Jangan2 yang mau dijodohin sama Minho itu Sulli lagi? Kan dokter muda katanya… 😀 #senyum2sendiri
    Bentar2, maksud kata2 ini gimana, Thor, "minho kembali tersenyum kepada 2 sahabatnya itu sebelum pada akhirnya pergi melangkah keluar"? Sahabat? Berarti dia gak pacaran dong sama Krystal? Jangan2 emang benar, 7 tahun lalu itu Sulli pergi sebelum Minho selesai ngomong pas momen Krystal nyatain perasaan? #harap2cemas
    Semoga emang Minho dari awal juga udah cintanya sama Baby Ssul ya… (•̯͡-̮•̯͡) Hahaha
    Lanjut, Thor! (҂'̀⌣'́)9

  5. Daebakk,akhirny baby sull kmbali Ƙє korea dn ji yoengmnjadi perancang terkenal.pnasran sma prasa”an minho yg ngg mau djodohin dn mengtkan hrus mlupakan dia.siapakah dia apkh kristal atw.ahhh tmbah pnasran next

  6. waduh,.tambah greget won
    jadi ini jangan2 minho udah suka sulli.dari dulu, kan sulli gak sempat dengar kata2ya kristal yg terakhir pas di chap 1.
    sampe se care itu, dy juga tau namanya choi sulli.
    wadduhh, tambah seru.
    gomawo eon. daebak bgt ceritanyaaa :*

  7. Setelah menghilang 7 tahun, sulli akhirnya balik lagi walau secara diem2an begitu. Persahabatan telur emang daebak ya terharu jadinya. Gimana kalo sulli ketemu kai atau ortunya ya? Awal yg bagus dan unik pertemuan minho dan sulli setelah 7 tahun haha ternyata minho inget juga sama sulli padahal kan cuma ngomong sekali doang.sampe tau sifat cerobohnya sulli lagi haha. Jangan-jangan…

  8. Transport for London (TfL), the body Mr Johnson chairs, denied that it had abandoned plans to improve the crossing and said it intends to rebuild the junction as part of a ?1 billion investment programme.

  9. Akhirnya stlh 7 thn suli kmbli, tp gmn sm study’y itu ud selsai atau belum? Trus disna dia ngapain? Kuliah kah? Stlh 7th mrk -min,stal,kai- msh aja sahabatan. Aduh dokter kodok yg keceh, ah gbs byangin sy,, 😀 bwa suli ke apartemennya cie sbnr’y perasaan minho ke suli gmn si? Trus minstal mrk bnran udh pacaran? Tuh kan makin penasaran… Daebak deuh ffnya.

  10. Wah wah wah semakin menarik aja. Aku penasaran minho tertarik gak ya sama sulli? heheheh.. Jalan ceritanya menarik thor. Buat org semakin penasaran buat baca.. Top deh pokoknya. Lanjut chap 3 dulu deh..

  11. wahh.. aku bisa merasakan rindunya sulli utk keluarga.. itu 7 tahun ga ketemu wahh.. sepertinya aku ga akan bisa.. huaa.. seminggu ga ketemu aja kangennya ga ketulungan.. sulli semangat.. !!! ;(

  12. mian thor,q gk tau apa comentq di part 1 msuk ato nggak soalna error gtu…moga2 comentq yg kedua gk error…
    minho dijodohin? smoga bkn sma krystal.amiiin. dan apa? minho bilang ngelupain dia…? siapa …knp feelingq bilang itu choi sulli yah….
    minho oppa sumpah krenz bgt di cerita ini.q baca smbil ngebyangin jadi melted abiz,meleleh lelehna coklat yg dipanasin.smweh smweh…
    Good job buat authorna…lanjutkan 👍

  13. Yeey,sulli akhirnya pulang juga…
    Kak,kok kuliahnya Sulli lama amat?
    Sampe 7 tahun belum kelar juga???
    Jiyoung aja udah sukses jadi designer..
    Mudah2 Sulli abis ini makin sering ketemu Minho…
    Dan kayaknya benih benih cinta dari Minho udah ada sejak dulu….
    Karena kan nggak mungkin dia langsung kenal aja ama Sulli….
    Dn kyknya Jiyoung sma kai juga akan dipertemukan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s