[Epilogue] Behind The Scene

bts

Poster by : Ladyoong @ HSG

Behind The Scene

 Dyocta Storyline

Casts: f(x)’s Sulli, SHINee’s Minho and Onew, Miss A’s Suzy & some OC(s).

Genre: Romance, Sad & Life.

Epilogue

“Dengan ini, aku nyatakan kalian berdua menjadi sepasang suami istri yang sah.”

Suara riuh tepuk tangan kemudian menggantikan keheningan panjang yang sengaja diciptakan demi berjalannya upacara pemberkatan pernikahan itu secara khidmat. Sorak sorai dan bunyi hasil jepretan kamera pun juga terdengar berselingan setelahnya.

Rasanya seperti mimpi. Seingat Sulli kemarin adalah pertama kalinya mereka berdua bertemu, bertatapan dengan canggung dan penuh curiga satu sama lain. Rasanya baru kemarin. Tetapi hari ini mereka berdiri didepan altar dengan pakaian serba putih dan buket bunga, mengucapkan janji sehidup semati untuk mencintai satu sama lain.

“Aku mencintaimu…” bisik Minho ketika mata mereka bertemu untuk pertama kalinya setelah status mereka berubah menjadi sepasang suami istri.

Caranya mengucapkan ‘aku mencintaimu’ pun masih terasa seperti mimpi. Empat tahun telah berlalu setelah skandal percintaan mereka mengguncang publik, tak sehari pun setelah skandal itu selesai Minho lupa untuk mengucapkan kalimat itu. Berulang kali ia mengucapkannya dan Sulli masih merasa seperti dibawah pengaruh sihir.

“Aku juga mencintaimu…” Sulli dengan mata berkaca-kaca membalas.

Minho menangkup kedua pipi Sulli kemudian membawanya mendekat. Senyum Sulli terlihat jauh lebih indah jika dilihat dari dekat, meski air mata terlihat jelas di pelupuk matanya.

Jantung Sulli berdegup kencang. Detik-detik ini adalah detik paling membahagiakan dalam hidupnya, dimana kini tidak ada satu pun yang bisa memisahkannya dan Minho selain kematian. Merasakan hangat tubuh pria yang dicintainya, menghirup aroma tubuhnya, melihatnya, semua itu sudah cukup membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.

“Lihat, ada bintang jatuh! Kita harus cepat atau permintaan kita tidak akan terkabul!” tunjuk Minho pada suatu objek bersinar yang baru saja melesat.

“Apa? Permintaan apa? Oppa, kau percaya dengan mitos itu ya?”

“Memangnya kenapa? Kau tidak percaya kalau bintang jatuh bisa mengabulkan permintaan seseorang?

“Hm… aku memang pernah mendengar mitos itu sebelumnya tapi entahlah. Aku belum pernah mencobanya.”

“Kalau begitu kenapa tidak mencobanya?”

“Aku… apa benar bisa?” Sulli agak ragu.

“Ayo kita coba bersama! Pejamkan matamu dan sebutkan permintaanmu dalam hati.”

Dirapatkannya kedua telapak tangan Sulli kemudian dipejamkan kedua matanya. Berdoa. Ia tidak percaya apakah ini akan berhasil atau tidak tapi seperti saran Minho sebelumnya, tidak ada salahnya untuk mencoba.

Dipanjatkannya doa dengan tulus. Meminta pada Tuhan agar ia selalu berada disamping Minho untuk selamanya, agar selalu bisa melihat Minho baik matanya tertutup maupun terbuka, agar selalu mendengar suaranya, bahkan agar maut tidak bisa memisahkan mereka.

“Kau sudah selesai?”

“Hm ya.”

“Sekarang coba buka matamu!”

Dan di depan matanya, sebuah cincin berlian dengan sinar yang tak kalah indah dari taburan bintang di langit ditunjukkan Minho padanya.

“Baru saja bintang jatuh itu membisikan padaku tentang permintaanmu. Dan dia menyuruhku untuk mewujudkan permintaanmu, bagaimana? Apa kau mau menikah denganku?”

 

Semakin lama hembusan napas Minho semakin terasa hangat. Manik matanya yang kecoklatan, kerutan diujung matanya ketika ia tersenyum, bibir merahnya yang manis melebihi madu, menggambarkan keindahan dunia baru untuk Sulli.

“Sangat sangat mencintaimu…”

Bisiknya pelan sebelum bibir mereka bertemu dan menyatu. Sulli memejamkan matanya, menikmati setiap sensasi dari sentuhan lembut bibir Minho di bibirnya.

“Tadi padi Manajer Hwang mengirimkan contoh undangan pernikahan kita, kau sudah lihat?”

“Iya, sudah. Manis sekali, aku suka.” Sulli tersenyum cerah.

“Besok undangan itu akan segera disebar. Apa ada orang lain lagi yang ingin kau undang?”

“Hm, Oppa, boleh aku minta satu undangan tambahan?”

“Untuk siapa? Mantan kekasihmu?” Minho memicingkan matanya penuh curiga.

“Aniyo. Untuk anak kita.”

Mata Minho melebar, hampir melompat keluar karena terlalu terkejut. Di sisi lain Sulli tersenyum malu sambil menggaruk tengkuk lehernya. Pipinya bersemu merah ketika Minho menatapnya dengan kening berkerut. Dan ia meminta Minho mendekat untuk menyentuh perutnya.

“Aku hamil.”

Keduanya saling menatap setelah melepaskan ciuman mesra mereka yang telah membuat setiap pasangan iri saat melihatnya. Layaknya orang yang tengah jatuh cinta, keduanya beranggapan kalau hanyalah mereka berdua yang berdiri di tengah aula pada gereja siang itu. Mereka bahkan menguasai dunia beratas-namakan cinta.

Kemudian mereka saling menggenggam tangan masing-masing dan berjalan menuruni altar. Disapa oleh senyum puluhan orang yang merestui pernikahan mereka.

Pintu gereja pun terbuka lebar. Membiarkan sinar matahari masuk dan menerangi langkah mereka di kehidupan yang baru.

“Selamat menempuh hidup baru, Minho, Sulli.” Jinki membisikkan sesuatu, cukup keras hingga membuat kedua mempelai melambaikan tangan mereka padanya dari kejauhan.

“Kalian berdua nampak sangat serasi.” kali ini Suzy yang berbicara.

Minho berkata, “Kau harus menyusul kami secepatnya.”

Dan tidak lupa mereka berdua memberikan salam pada Manajer Hwang yang datang bersama istrinya. Ia mengacungkan ibu jarinya pada dua artisnya dengan bangga serta senyum lega. Kemudian dibalas dengan kerlingan mata oleh Sulli.

 

“Apa? kau hamil? Aigoo, lalu bagaimana dengan kontrak film itu? Ada banyak sekali adegan action lalu bagaimana jika kau hamil?! Yaaaaaaa, Sulli-ya!”

“Mianhaeyo, Oppa…”

Manajer Hwang mengacak-acak rambutnya frustasi. Kontrak film bernilai jutaan won itu akan hilang begitu saja.

“Batalkan saja. Aku tidak ingin anak dan istriku berada dalam bahaya.” Minho menyambar kemudian memeluk Sulli dari belakang dan mengecup puncak kepalanya.

“Ya! Kau pikir bisa semudah itu mengurusnya?!”

Sulli mendekati Manajer Hwang kemudian memeluk lengan kirinya dengan mesra. “Kau adalah Manajer paling hebat di muka bumi ini jadi kau pasti bisa melakukannya. Ayolah! Calon keponakanmu ini lebih penting dari kontrak film itu,”

Minho tidak mau kalah. Ia pun ikut memeluk lengan kanan Manajer Hwang. “Ku mohon, demi calon anak kami, Manajer Hwang.” ia ber-aegyo.

“Ya Tuhan, mengapa kau membuatku selalu lemah di depan mereka!” Manajer Hwang meringis.

“Gomawo.”

Kemudian keduanya mengecup pipi Manajer Hwang bersamaan dan tertawa bersama.

 

Kedua mempelai dan beberapa pasangan berdansa ditemani alunan musik romantis di bawah papar sinar matahari yang pada hari itu terasa amat menyejukkan.

Tangan Sulli dan Minho saling berkaitan dengan mata yang saling mengunci dan bibir yang ikut berdeham mengikuti alunan musik. Sungguh tidak ada yang lebih indah dari hari ini, ketika cinta dua insan manusia disatukan dalam sebuah ikatan pernikahan.

“Aku mencintaimu…” ujar Minho sekali lagi. Entah sudah berapa kalinya ia mengucapkan kata-kata itu dalam sepuluh menit terakhir.

Sulli memutar bola matanya ke atas, mulai jenuh dengan gombalan maut suaminya.

“Sungguh. Aku mencintaimu…”

Dan mereka tidak bisa menahan gejolak dalam dada mereka yang meminta ciuman manis untuk yang kedua kalinya.

-Fin

Yaaaaak readerdeul. Buru-buru diaminin Cepeeeeeet. Hhehehe. Mimin berhasil bujuk authornya untuk membuat epilouge nya. Komen jangan lupa di tinggalkan. 😀

Advertisements

80 thoughts on “[Epilogue] Behind The Scene

  1. Minsul jd ortu sblm nikah?huaaa minho kau pintar sekali kekekek…..mudah2an epilog ini bisa jd knyataan bwt uri minsul.amin. gomaweo thorr dan mimin aii yg baik hati hehehe

  2. alhamdulillah akhirnya dibikin epilog nya ^^
    seneng banget deh akhirnya minsul minikah juga .. dah mau punya little baby lagi .. hihi .. dasroong niih ngelakuin gituan sblum resmi .. hihi nakal eunk .. 😀

  3. wahhh ternyata ada epilognyaa aku baru liat hehe. plis banget mereka so sweet abiss ga ngerti lagi lahhh. semoga beneran nikah! wkwk jeongmal kamsahamnida authornim udah buat epilognyaa ^^

  4. Minhoney… Dari yang awalnya cuek & dingin, bisa berubah jadi super romantis gitu… Cinta memang ya, bisa membuat segalanya jadi mungkin… ♡
    Chukkae, uri MinSul! °\(^▿^)/°
    Semoga benaran bisa nikah di kehidupan sebenarnya…
    Thor, posternya keren! 😉
    Kata-kata yang mengalir di ceritanya apalagi… Jos! 😀
    Tapi, MinSul gak sabaran yak, sampai harus hamil dulu sebelum nikah… Huhuhu… Nakal! (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ)
    Jadi, ini bukan happy ending ya, Thor?
    Kan ada yang bilang kalo true love has no ending… 😀 Hahaha
    Terus berkarya ya, Author-nim…
    Kamsahamnida… 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s