A Mysterious Man (Lelaki Misterius) [Part 12]

poster-a-mysterious-man

Poster by Xilvermist

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin, Lee Jonghyun, Lee Jinki, Kim Kibum, Amber Liu, Park Luna, Victoria Song, Krystal Jung, Kim Jongin, Kris Wu, Kim Hee Chul, Lee Tae Sun, Lee Soo Man

Author : Dina Matahari

Genre :  Misteri, Roman

Length : Chapter

  Rating : General

Lelaki Misterius Part.12

 HATI YANG TERLUKA

“ Tn.Choi, saya sekarang ingin menceritakan semua yang saya lihat dari awal sampai akhir. Dengan kehadiran Kim Jonghyun, saya akhirnya bisa menarik benang merah untuk sebagian pertanyaan yang saya miliki. Seperti yang saya katakan  tadi di pantai, saya berhutang cerita kepada anda. Mengingat anda tidak lama lagi disini, saya harus menceritakan walaupun saya tidak yakin apakah saya bisa menyampaikannya kepada anda.”

Choi Minho duduk tegang, sejak Sulli tadi minta untuk bicara dengannya hanya berdua, ia mulai merasakan ketegangan. Dan ketegangan ini semakin meningkat.

“ Seperti yang anda katakan sebelumnya, anda siap mendengarkan cerita seburuk apapun. Bukankah begitu ?”

“ Huh ?” Minho terlihat bingung.

“ Tadi anda mengatakan bahwa anda telah siap…”

“ Oh ya, saya harus siap dengan cerita terburuk sekalipun.”

“ Tn. Choi, anda mungkin penasaran mengapa saya tiba-tiba menanyakan hal-hal pribadi kepada anda seperti apakah anda mencintai Jinri, mengapa anda mencintai dia… Well, itu pertanyaan tolol…tetapi itu saya tanyakan karena saya ingin mengukur kesiapan anda. Tn. Choi, apakah anda siap mendengarkan seandainya Jinri tidak sesuai dengan apa yang anda fikirkan selama ini ?”

Choi Minho tidak segera menjawab, ia melihat Sulli lekat-lekat… seolah ingin membaca apa yang ada di pikirannya, yang mungkin terpancar dari wajahnya.

“ Tn. Choi…?”

“ Lima tahun Jinri tidak ada dalam kehidupan saya. Lima tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk bisa mengubah seseorang. Saya sudah kehilangan harapan, sebenarnya. Tetapi siap atau tidak siap, itu relatif. Saya harus bisa menerima kenyataan apapun yang terjadi… baik itu siap atau tidak. Dan bagi saya, lebih cepat mengetahui kebenarannya…akan semakin baik.”

“ Saya akan mendukung dan mensupport anda, bila itu anda perlukan. Dengan menceritakannya, mungkin anda bisa memberikan masukan lain yang akan melengkapi pecahan puzzle yang ada.”

“ Saya juga mungkin akan membuka sedikit masa lalu saya kepada anda. Anda berhak tahu, apalagi setelah tadi teman anda, Amber, mengatakan bahwa anda mendapatkan mimpi-mimpi yang buruk tentang masa lalu saya. Ehem… Saya dan Jinri bertunangan… hampir setahun, sebelum akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Saat kami mempersiapkan pernikahan kami, tiba-tiba saya menemukan Paman Lee So Man telah menjadi mayat di ruang tamu apartemen saya. Dari penemuan ini, saya terjerat masalah dan sempat dipenjara karena dicurigai menjadi pelaku pembunuhan. Untung saja, saya memiliki bukti dan saksi yang menyatakan bahwa di saat kejadian saya ada di tempat lain. Pada waktu saya direpotkan dengan persidangan itulah, Jinri menghilang. Ayahnya datang menemui saya di tahanan dan mempertanyakan keberadaan Jinri. Waktu itu saya tidak bisa berbuat apa-apa, sampai akhirnya saya dibebaskan. Tetapi itu sudah terlambat… karena waktu itu Jinri benar-benar sudah menghilang. Seoul bagi saya waktu itu seperti neraka. Tuduhan , berita-berita memojokkan… benar-benar mempersempit ruang gerak saya. Karena itulah saya pergi meninggalkan Seoul ke beberapa tempat yang mungkin didatangi Jinri. Termasuk pantai ini, saya pernah punya janji dengannya… jika suatu saat kami tidak dipersatukan, kami akan bertemu di tempat ini di bulan april, di kafe yang sama pada jam yang sama. Dan saya setiap bulan april mengunjungi pantai ini dengan harapan ia akan memenuhi janjinya.”

“ Jadi itu alasannya mengapa anda selalu ada di kafe Amber selama bulan april.” Gumam Sulli.

“Ya. Dan saya, selalu bermimpi tentang kedatangan Jinri di pantai ini. Ia dalam mimpi saya mengatakan bahwa suatu saat mawar yang saya lempar ke laut akan kembali lagi kepada saya.’

“ Persis seperti yang saya lihat, ketika anda berdiri di laut dan melemparkan mawar. Ada seorang wanita cantik yang berkata kepada anda bahwa mawar itu akan kembali… seperti yang sudah saya katakan kepada anda waktu itu.”

“ Benar… anda mungkin tidak tahu, Jinri mengatakan dalam mimpiku bahwa suatu saat akan ada seseorang yang akan menghubungkan aku dengannya lagi. Begitu saya mendengar anda mengulang perkataan Jinri tentangg mawar itu, saat anda mengungkapkan mengenai saputangan itu…saya merasa andalah orang yang Jinri maksudkan. Dan ternyata benar, setelah saya berbicara dengan anda…untuk pertama kalinya dalam lima tahun, saya menemukan sebuah mawar kembali terbawa oleh ombak.” Choi Minho tersenyum.

Sulli menatapnya , dalam hatinya ia mengagumi perubahan yang terlihat di wajahnya yang biasanya keras dan dingin. Hanya sebuah senyuman simpel, membuat dirinya melihat Coi Minho yang menyenangkan.

“ Bisakah anda mengungkapkan pendapat dan kesimpulan anda setelah kita berkomunikasi ? Mungkin saya akan bercerita setelah ini.”

“ Saya…. saya sebenarnya tidak begitu memahami anda…pada awalnya. Anda dan sikap anda yang penuh kejutan. Tetapi terus terang, sampai sekarangpun saya belum memahami anda…mungkin karena saya tidak mengetahui secara persis seperti apa kelebihan anda dan bagaimana dampaknya pada anda sendiri. Hanya saya melihat, setiap anda mendapatkan penglihatan, anda akan terlihat menderita, kadang ketakutan, panik, dan menangis. Well… itu sedikit banyak mempengaruhi saya juga. (tertawa). Tetapi dari apa yang terakhir anda katakan, saya menyimpulkan bahwa anda melihat Jinri tunangan saya terlibat masalah dengan orang tuanya karena ia memiliki kekasih di belakang saya…well, maafkan kalau saya waktu itu bereaksi buruk. Saya benar-benar tidak siap… apalagi ketika anda mengatakan bahwa pria lain itu adalah sahabat saya… cinta pertamanya Jinri. Apakah kesimpulan saya benar ?”

“ Sebagian besar kesimpulan kita sama. Tetapi saya menyimpulkan berdasarkan apa yang saya lihat.”

Sulli menjejerkan benda kesayangan Jinri di atas meja di hadapan mereka. Bros, cincin, parfum, syal dan amplop kertas keberuntungan.

“ Dari bros ini saya mengetahui bahwa alasan Jinri memiliki pria lain …bukan karena ia tidak mencintai anda lagi …tetapi karena ia memang tidak pernah mencintai anda sebesar anda mencintainya.”

Sulli melihat ke arah Choi Minho yang rahangnya mengeras, dan wajahya terihat kaku. Ia tahu, perkataannya telah melukai harga diri lelaki itu. Tetapi itu adalah kenyataan yang harus dikatakannya. Ia tidak mau berbohong atau menyembunyikannya.

‘ Maaf Tn.Choi… Jinri sebenarnya menerima lamaran anda itu untuk membuat cinta pertamanya cemburu. Untuk membuat cinta pertamanya mengejarnya kembali. Ia mencintai anda… tetapi dengan cara yang berbeda. Ia tidak mau anda terluka… karena itulah ia tak berani berterus terang kepada anda.”

“…………………………..”

“Tn Choi …?” Tanya Sulli hati-hati.

“Lanjutkan…!” suaranya tertahan.

“ Parfum lavender, itu adalah parfum yang diberikan kekasih Jinri . Melihat dimana dan sedang apa mereka berdua, saya hubungkan dengan apa yang saya lihat melalui cincin tunangan kalian.”

Sulli melihat wajah Choi Minho terangkat, ini adalah bagian paling menyakitkan dari keseluruhan rangkaian kisah yang disimpulkannya. Ia melihat… apakah sekiranya Choi Minho bisa menahan kesabarannya ?

“ Cincin anda…….. Awalnya saya melihat kebahagiaan di wajah Jinri dan saya menyimpulkan dia bahagia dilamar oleh anda. Tetapi belakangan saya menyimpulkan ia bahagia karena di benaknya telah dia rancang suatu rencana untuk membuat cinta pertamanya cemburu kepada anda. Maafkan… kalau saya salah. Kemudian cincin itu yang membuat saya semakin yakin dengan kesimpulan saya. Tunangan anda mencopot cincin ini ketika ia bersama pria itu, karena itu permintaannya . Karena pria itu merasa tidak nyaman bila Jinri bersamanya mengenakan cincin pertunangannya. (terdiam lama) Dan, ketika cincin itu jatuh saya melihat Jinri menghadapi masalah. Dia berdebat dengan pria tersebut. Perdebatannya didengar oleh seseorang yang disebutnya “appa”. Pria itu dengan kekasihnya… saya lihat saling mengenal, bahkan ia tampaknya sangat dekat dan marah kepadanya. Jinri meminta pria itu menikahinya, tetapi sang pria menolak karena pernikahan kalian sudah dekat.”

Kini kepala Choi Minho tegak, matanya melihat ke arah Sulli. Mata yang bulat itu terlihat kosong. Ada genangan air mata di sana. Sulli menarik nafas dalam-dalam… melihat lelaki di hadapannya, ia merasa iba. Rasa sakit yang mungkin dirasakan pria itu…ia dapat memahaminya.

“ Jinri meminta karena dia tengah mengandung bayi lelaki itu. Jinri hamil, Tn. Choi. ”


Brakk !!


Tangan Choi Minho yang terkepal memukul meja dengan sekuat tenaga. Sulli sampai terloncat karena kaget. Jantungnya berdegup tak menentu. Ia merasa ngeri, sedih, kasihan…melihat wajah Choi Minho.

“ Geojis….geojis…!” katanya berkali-kali kepada dirinya sendiri. Kepalanya menunduk, tenggelam di antara kedua tangannya.

Tiba-tiba kepalanya tegak, matanya menyala marah…?

Kecewa …?

Entahlah…!

Ia menatap lurus ke arah Sulli.

“ Katakan anda berbohong…. katakan itu kebohongan ! Anda sedang mempermainkan saya, kan ?”

Suaranya mulai tidak terkontrol. Sulli merasakan badannya tiba-tiba diliputi hawa panas. Apakah lelaki ini marah kepadanya ? Bukankah dia mengatakan telah siap mendengar apapun ? Sulli menggeleng tanpa bisa berkata apa-apa. Matanya terbelalak karena takut dan bingung.

“ Sulli…katakan bahwa itu hanya kebohongan…please !!”

Kini dia memohon, dua butir air mata menggelinding di pipinya,

“ Jinri tidak begitu… Jinri tidak seburuk itu !!” teriaknya

Suaranya terdengar serak dan penuh dengan perasaan. Rasa terluka dan putus asa.

“ Mian….”

Sulli belum selesai mengucapkan kalimatnya, ketika Choi Minho berbalik dan berlari menerobos daun pintu yang terbuka. Ia nyaris menubruk Amber dan Key yang membuka pintu karena mereka mendengar suara teriakan dari dalam.


Key dan Amber terpaku dan kaget melihat sosok Choi Minho melesat… berlari ke arah pantai. Ia melihat ke arah Sulli, yang duduk tertunduk di meja. Bahunya bergerak. Sulli menangis.. Choi Minho berlari seperti kesetanan.

Ada apa ? Apa yang terjadi ?? Key dan Amber saling berpandangan.


Akhirnya Amber berjalan menghampiri Sulli. Ia meletakkan tangannya di bahu Sulli, mengusapnya dengan lembut.

“Eonni…aku sudah mengatakannya. Aku mengatakan bahwa tunangannya berselingkuh dengan pria lain. Kukatakan bahwa tunangannya tengah hamil … bayi dari lelaki itu.”

Sulli mengangkat mukanya, melihat Amber yang berdiri di sisinya. Wajah Sulli dipenuhi air mata. Amber terharu, sudah terlalu sering ia melihat wajah cantik sahabatnya ini dipenuhi air mata.

“ Kupikir ia akan kuat…….Eonni, apakah aku salah mengatakannya ?”

“ Tidak Ssul… cepat atau lambat Tn.Choi harus mengetahuinya. Ia kaget… ia butuh waktu untuk sendiri. Kau tak usah menyalahkan dirimu sendiri, arrasseo !Aku yakin, Tn.Choi akan kuat…ia seorang laki-laki yang kuat.”

Minho Pov.

Aku berjalan tanpa arah tujuan. Cuaca yang tadi cerah, mulai berubah. Gerimis mulai turun…tetapi aku tak memikirkan itu. Sungguh aku tidak bisa berfikir lagi. Sewaktu pertama kali Sulli mengatakan bahwa Jinri telah berselingkuh dengan salah seorang sahabatku, aku kecewa…. tetapi akhirnya aku bisa menerima. Bukan, tetapi belajar untuk menerima kenyataan itu. Aku merasa kurang romantic, aku merasa kurang perhatian kepadanya sehingga Jinri mencari pelarian ke pria lain. Itu bisa dimaklumi.

Saat Sulli mengatakan bahwa sejak awal Jinri tidak mencintaiku… hati kecilku mulai berontak. Mengapa tidak ? Kami betunangan sudah hampir setahun, mengapa aku tidak bisa mengenali gejala ke arah itu. Mengapa aku tidak melihat Jinri memperlakukan sahabatku secara istimewa ? Mengapa aku dibutakan selama ini ? Mengapa aku dibohongi sampai sejauh ini ? Mengapa aku tidak melihat perubahan berarti pada dirinya ? Mengapa ayahnya Jinri tidak mengatakan apa-apa, seandainya ia tahu perselingkuhan itu terjadi dalam masa pertunangan kami ?

Ada apa dengan semua ini ?

Dan masih banyak pertanyaan lain yang beraduk dalam hati dan fikiranku. Mungkin…bila ada jawabannya…aku akan berusaha memahami. Mungkin aku akan mencoba melepaskannya untuk mendapatkan cinta sejatinya. Walaupun aku tahu, untuk berbuat begitu berarti aku menghancurkan mimpiku, aku menghancurkan diri sendiri. Dan Jinri hamil….bayi dari lelaki itu…sahabatku…

Sungguh aku merasa diriku kalah secara total. Harga diriku terluka. Aku merasa sebagai tunangannya aku gagal secara total.

Selama kami bertunangan, aku menjaga kesuciannya… aku menghormatinya… aku tidak pernah berani menyentuhnya. Aku tidak mau merusak wanita yang kucintai. Dan yang kulakukan ternyata salah, karena dengan kepercayaan yang kumiliki untuknya… aku menjadi lepas kotrol. Bahkan aku tidak tahu kalau dia menyalahgunakan kepercayaan yang kuberikan.

Siapakah lelaki itu ? Lelaki yang telah membuat Jinri hamil ? Dimanakah mereka sekarang ? Apakah mereka sudah menikah dan berkeluarga ? Apakah ayahnya Jinri ada dibalik menghilangnya Jinri ?

Aku menghentikan langkahku, berbalik ke arah lautan lepas yang ombaknya mulai bergelora. Bayangan mimpiku, bayangan Jinri, bayangan Sulli dan kata-katanya …. melintas dalam pikiranku…saling berganti…membuat kepalaku terasa hampir pecah.

“ Aaaaaarghh..!!!”

Aku berteriak… mengeluarkan semua yang menyesaki dadaku. Banyak yang ingin kuteriakkan, yang ingin kutanyakan, yang ingin kukatakan…. mungkin terlalu banyak, sehingga aku tak bisa menemukan kalimat yang tepat, yang bisa mewakili semuanya. Kecuali dengan berteriak sekuat tenaga. Berulang-ulang…sampai aku merasa suaraku habis.

Aku merasa tenagaku habis terkuras oleh emosiku yang masih menggunung.

Tanpa berusaha bertahan, aku ambruk…terduduk di pasir. Aku tak peduli ombak mulai menyentuh tepian tempatku duduk.

Lima tahun…. Lima tahun aku melakukan pencarian. Lima tahun aku diombang-ambing perasaan takut, rindu, rasa bersalah…. yang tidak pernah berakhir. Perasaan yang mematikan sebagian kehidupanku. Lima tahun aku hidup dengan bayangan dan harapan indah akan kembai bertemu dengan tunanganku. Dan waktu lima tahun itu… harus hancur hanya dengan beberapa detik saja ? Hanya dengan beberapa kalimat saja.

Perlahan…timbul perasaan geli dalam diriku. Menyadari betapa bodohnya aku selama ini. Menyadari betapa aku membuang waktuku secara sia-sia untuk seseorang yang mungkin tak pernah memikirkan dan merindukanku. Dan akhirnya aku tertawa … aku menertawai kebodohanku sendiri. Tuhan… aku begitu nikmat mendengar suara tawaku sendiri…suara tawa yang telah hilang dari hidupku !

Suara tawaku semakin keras…tetapi aneh…semakin aku tertawa, semakin rasa sakit membelit hatiku…meremas-remas hatiku. Dan aku merasa air mata mulai membasahi pipiku. Bersatu dengan gerimis air hujan yang sejak tadi membasahiku. Pantai mulai gelap…aku tak akan menahan diri lagi.

Tak ada orang yang memperhatikanku di sini. Aku ingin melepaskan semuanya!!

Minho Pov End


Suli meraih jaket tebal dan payung, kemudian bergegas ke luar dari rumahnya. Luna dan Amber yang sedang duduk menikmati teh serempak berdiri.

“Kau akan kemana, Ssul ?” Tanya Luna dengan wajah khawatir.

“ Aku harus mencarinya, eonni! Aku harus mencari Tn. Choi…. kudengar berita cuaca di radio, setiap saat mungkin akan turun hujan di daerah ini. “

“Sulli, biar Key oppa yang mencarinya. Ini sudah gelap…” cegah Amber.

“Aku tahu kemana harus mencarinya. Eonni, dia pergi dalam keadaan putus asa… dan aku berani bertaruh ia belum makan sejak siang tadi. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Bagaimana pun aku ikut bertanggung jawab atas semua kejadian ini. Aku membawa ponsel… nanti pasti aku menghubungi kalian.”

Tanpa menunggu jawaban, Sulli langsung berlari meninggalkan mereka. Ia yakin, lelaki itu pasti sedang duduk di pohon besar, tempat biasa bila ia menghabiskan waktu di senja hari.

Sulli memarkir mobil di tempat Amber. Dengan mengenakan jaket, dan menenteng sebuah payung, ia berjalan ke arah pohon di tepi pantai. Dugaannya salah. Tempat itu sepi. Jantungnya mulai berdegup…ada kekhawatiran yang muncul tiba-tiba.

Oh Tuhanku, kemana dia pergi ? Apa yang dilakukannya ?

Panik, ia mulai melangkah mencari ke sekitar tempat tersebut. Kemudian ia melangkahkan kaki ke arah timur. Berharap akan menjumpainya segera. Ia memutuskan mencari ke arah itu karena kalau berjalan ke barat berarti ia kembali ke rumahnya. Sedangkan lelaki itu sudah berangkat sejak tadi, ia pasti sudah berjalan cukup jauh.

Gerimis mulai turun. Udara pantai yang biasanya hangat menjadi lebih dingin. Sulli membentang payung sambil meneruskan pencariannya.

“Ya Tuhan, semoga lelaki itu tidak berbuat nekat.” Sulli berdoa dalam hatinya.

Tiba-tiba matanya melihat sebuah siluet di hadapannya, seperti seorang yang duduk di pasir. Sulli mendekat…benar dugaannya, itu adalah Choi Minho. Dia duduk di pasir, sepertinya tak mempedulikan air laut yang mulai pasang telah mencapai tempatnya terdiam. Semakin mendekat, Sulli semakin jelas melihat bahwa bajunya basah…mungkin karena kehujanan. Dan ia mendengar suara tawa….

Apakah benar yang didengarnya ? Choi Minho tertawa ?? Tetapi suara tawanya terdengar aneh di telinga Sulli. Apakah karena ia baru pertama kali mendengar lelaki itu tertawa, sehingga ia merasa janggal ?

Langkahnya terhenti tepat di sisinya. Di saat itu Choi Minho pun menghentikan tawanya.

Sulli yakin, lelaki itu mengetahui kehadirannya…tetapi ia melihatnya tak bergerak sama sekali. Perlahan ia berjongkok di sisinya, mencoba melindunginya dari terpaan air hujan dengan payungnya.

“Tn. Choi…” katanya lembut

“ AKu tidak pernah menyentuhnya…..”

Suaranya yang serak dan bergetar menyentuh ke dasar hati Sulli.

“ Aku tidak pernah menyentuh Jinri….”

‘BERSAMBUNG

118 thoughts on “A Mysterious Man (Lelaki Misterius) [Part 12]

  1. wahhh…
    daebakk..
    eon, jujur aja nih ya..
    sebenarnya aku tuh kurang suka dgn cerita2 yg miaterius..
    tp sejak baca ff-nya eonni, aku suka bgt…sumpah deh !!
    aku sampek gregetan sendiri bacanya…#kok malah curhat T,T

    haduhh..
    kasihann bgt deh oppa..
    aku gak bisa bayangin kalo aku ada disisi oppa..
    oppa yg kuat ne, yg tabah..
    kan udah ada sulli.

    jinri, kamu tega amet ya sama minho oppa…
    minho oppa sangat mencintai kamu loh..

    daebakkk ceritanya..

  2. Kasian ΒªªªηǤ³³ε† minho tau kjdian yg sbnr’y tentang jinri. Klau dy slingkuh dan sdng hmil dr laki” lain. Yg sabar y minho. Jgn slah kn sulli. Dy cma mncrtakan yg sbnr’y.

  3. daebak…part ni bner2mnorehkan luka bgt buat pars readers*dih stoy 😁* dan minho oppa…puk puk puk udh minho sma sulli aja thor.dripds yg bca sakit ati mulu bcanya…teknan thorterlalu menghyati hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s