A Mysterious Man (Lelaki Misterius) [Part.13]

poster-a-mysterious-man

Poster by Xilvermist

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin, Lee Jonghyun, Lee Jinki, Kim Kibum, Amber Liu, Park Luna, Victoria Song, Krystal Jung, Kim Jongin, Kris Wu, Kim Hee Chul, Lee Tae Sun, Lee Soo Man

Author : Dina Matahari

Genre :  Misteri, Roman

Length : Chapter

  Rating : General

Lelaki Misterius Part.13

“BE STRONG, CHOI MINHO !!”

Tiba-tiba matanya melihat sebuah siluet di hadapannya, seperti seorang yang duduk di pasir. Sulli mendekat… benar dugaannya, itu adalah Choi Minho. Dia duduk di pasir, sepertinya tak mempedulikan air laut yang mulai pasang telah mencapai tempatnya terdiam. Semakin mendekat, Sulli semakin jelas melihat bahwa bajunya basah… mungkin karena kehujanan. Dan ia mendengar suara tawa….

Apakah benar yang didengarnya ? Choi Minho tertawa ?? Tetapi suara tawanya terdengar aneh di telinga Sulli. Apakah karena ia baru pertama kali mendengar lelaki itu tertawa, sehingga ia merasa janggal ?

Langkahnya terhenti tepat di sisinya. Di saat itu Choi Minho pun menghentikan tawanya. Sulli yakin, lelaki itu mengetahui kehadirannya… tetapi ia melihatnya tak bergerak sama sekali. Perlahan ia berjongkok di sisinya, mencoba melindunginya dari terpaan air hujan dengan payungnya.

“Tn. Choi…” katanya lembut

“ AKu tidak pernah menyentuhnya…..” suaranya yang serak menyentuh ke dasar hati Sulli.

“ Aku tidak pernah menyentuh Jinri….”

Tanpa dapat dicegahnya, air mata Sulli keluar. Bayangan seorang laki-laki tinggi, tegap, angkuh, dan keras…. lenyap. Yang dilihatnya sekarang sangatlah berbeda. Dan ia merasa tak sanggup melihat itu semua. Dorongan hatinya membuatnya mendekat, kemudian memeluk laki-laki itu.

“ Aku tahu… aku tahu…” katanya saat merasakan kepala Choi Minho rebah di bahunya.

Sulli semakin tak bisa menahan air matanya. Dia basah dan dingin. Tetapi air matanya terasa hangat menembus bajunya, mengenai kulitnya. Dan menangis dalam pelukannya. Tubuhnya lemas dan terasa berat…. semakin berat. Sulli merasa kalau lelaki itu tertumpu padanya. Apakah dia…..

“ Tn. Choi !!” Sulli berusaha mengguncang badannya, tetapi laki-laki itu tidak bergeming.

“ Tn. Choi !!”

Sulli menjatuhkan payungnya, ia berusaha menegakkan tubuhnya. Dan tanpa perlawanan apa-apa, tubuhnya terkulai. Tumbang di dekat lututnya.

Omo.. omo… dia pingsan !

Sulli mulai panik. Tangannya menepuk-nepuk pipi lelaki itu, tetapi ia tidak bereaksi. Menyadari itu, ia mengeluarkan ponselnya.

“ Eonni… Tn. Choi pingsan di tepi pantai. Arah timur dari kafe eonni. Cepatlah datang disini air laut mulai menggenang, dan hujan makin deras.”

Sulli menutup telepon, dan memasukkan kembali ke jaketnya. Kemudian ia duduk di pasir, berusaha menggerakkan posisi badan Choi Minho supaya kepalanya tidak terendam air laut yang mulai menggenang di sekitar mereka. Setelah itu, ia meraih payung dan berusaha melindungi tubuh mereka dari terpaan hujan yang mulai deras.

Dalam gelap malam, dan terpaan air hujan Sulli menatap wajah Choi Minho yang terpejam di tangannya. Wajah yang tampan dan seperti wajah anak-anak saat tertidur seperti ini.

Sulli menarik nafas dalam-dalam. Ia mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Berapa lama ia telah mengenal lelaki ini ? Seminggu ?? Mengapa dalam seminggu ia merasa begitu nyaman saat bersamanya ? Mengapa ia merasa aman saat dipelukannya ? Mengapa ia tidak menyesal telah berbagi sebuah ciuman dengannya ? Jawabannya hanya satu… karena ia telah jatuh hati kepadanya. Kepada seorang lelaki yang benar-benar masih berupa misteri baginya.

Bagaimana mungkin ? Bagaimana bisa ? Dirinya bukan tipe orang yang dengan mudah jatuh cinta kepada seseorang . Sulli tak memiliki jawaban untuk pertanyaan tersebut. Melihatnya dalam keadaan begini, membuat cintanya semakin tumbuh. Ia mulai mendekap wajah Minho ke pelukannya. Ingin memberikan kehangatan dan support seperti yang pernah dijanjikannya.

“ Kuatkanlah dirimu , Tn. Choi…  !!” katanya di telinga lelaki itu.

Dan Sulli tertegun, saat melihat ada air keluar dari matanya yang terpejam. Tanpa terasa ia kembali menangis, terbawa perasaannya.

Kafe Amber , 3 jam kemudian

Amber dan Key saling berpandangan, melihat pemandangan di depan mereka. Choi Minho terbaring di ranjang Amber, sementara Choi Sulli tertidur di sisi ranjang, dengan posisi duduk di kursi. Tangan mereka saling menggenggam.

“Mereka pasangan yang serasi…” komentar Key.

“Ya, Key oppa… itulah yang kupikirkan. Seandainya mereka memang berjodoh…”

“ Choi Minho pantas mendapatkan kebahagiaan setelah begitu banyak masalah menimpanya.”

Kata Key setengah berbisik.

“Begitu juga dengan Sulli.”

“Hey kalian sedang apa ??” tiba-tiba Victoria mengejutkannya.

“ Lihatlah Vic ! Mereka tampak sangat manis bukan ?” kata Amber sambil menunjuk Choi Minho dan Sulli yang sama-sama tertidur.

Victoria tersenyum diam-diam, ia setuju dengan apa yang dikatakan sahabatnya.

“ Kau benar, tetapi marilah kita tinggal mereka untuk istirahat. Ini sudah malam, kalian harus tidur juga.”

“ Ya umma… cerewet !”

Amber menggerutu, tetapi ia menurut dan keluar dari kamar tersebut.


Setelah menjemput Sulli dan Choi Minho, mereka memutuskan untuk membawanya ke rumah Amber, mengingat tempatnya lebih dekat. Bukan itu saja, kemudian Key memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Minho yang masih pingsan. Menurut dokter, Minho jatuh pingsan karena kelelahan dan kondisi tubuhnya yang lemah saja.

Amber’s Bedroom

Sulli alis matanya bergerak-gerak, kemudian ia merasa seseorang memegangi tangannya. Pegangannya hangat dan membuatnya merasa nyaman. Dan ia merasakan kehangatan menyelimuti hatinya ketika melihat pemandangan di hadapannya.

Seorang wanita muda yang cantik melihat seorang bocah laki-laki yang sedang belajar menaiki sepeda. Dengan penuh rasa percaya diri bocah laki-laki itu mengayuh pedal sepeda. Tiba-tiba ia kehilangan kendali, dan sepedanya menubruk semak-semak. Bocah laki-laki itu tersungkur jatuh. Ia menangis sambil memijat-mijat lututnya yang berdarah. Wanita muda itu berlari ke arahnya dengan wajah cemas.

“Omo! Omo !…gwencana ??” serunya.

Wanita itu duduk di sisi bocah lelaki yang masih menangis.

“Shht…berhentilah menangis, sayang … Anak lelaki yang kuat tidak menangis. Coba umma lihat lukanya….” Kata wanita itu dengan lembut, kemudian tangannya menghapus air mata bocah itu. Dan dengan sangat hati-hati ia memeriksa luka di lututnya. Ia mengeluarkan sebuah plester dari tasnya, kemudian menempelkan plester itu di atas luka.

“Lihatlah… lukanya sudah sembuh ! Kau masih mau main, sayang?”

“ Ne, umma !” jawab bocah itu dengan tersenyum.

“Baiklah, tetapi kau tidak boleh menangis lagi. Jadilah laki-laki yang kuat,  Choi Minho…!!” wanita itu menggodanya.

“ Ne. Saya akan menjadi laki-laki yang kuat buat umma !’

Sulli membuka matanya saat dia merasakan suatu sentakan di tangannya. Sejenak ia bingung dengan apa yang dilihatnya. Ia tadi merasa ada di taman bermain, tetapi sekarang ada di sebuah kamar yang didominasi warna hijau cerah. Ia berusaha mengingat…

“Oh…ini kamar Amber. Dan aku di sini karena….”

Mata Sulli benar-benar terbuka saat mengingat ia ada di sana karena Choi Minho yang pingsan di pantai. Saat ia mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan tatapan Choi Minho yang terbelalak. Rupanya laki-laki itu telah tersadar dari pingsannya.

Sulli perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Choi Minho.

“Akhirnya kau sudah sadar, Tn. Choi …” katanya sambil berusaha tersenyum.

Choi Minho berusaha bangun, tetapi ia merasakan kepalanya pusing… sehingga ia kembali membaringkan kepalanya ke atas bantal.

“ Apa yang terjadi ? Dimana saya ??” tanyanya kebingungan.

Ya, Minho bingung karena tidak mengenali ruangan tempatnya terbaring. Ia bingung mengapa harus ada di situ dengan Sulli yang ada di sampingnya. Ia juga bingung karena beberapa saat yang lalu ia seperti melihat ibunya. Perlahan ia mulai menyadari bahwa apa yang dilihatnya hanyalah sebuah mimpi. Ya, ia telah bermimpi tentang masa kecilnya.

“Kau telah pingsan di pinggir pantai, Tn.Choi. Key Oppa dan beberapa pegawai eonni yang membawa anda ke sini. Ini rumah Amber eonni. Kami telah memberi tahu detektif Kim, tetapi karena hujan yang cukup lebat ia tidak bisa datang. Mungkin besok pagi ia baru datang.” Sulli menjelaskan.

“ Berapa lama saya pingsan ?”

Sulli melihat jam dinding,” sekitar 7 jam. Sekarang sudah lewat tengah malam. Bagaimana perasaan anda sekarang ?”

“ Sedikit pusing.”

“ Mungkin karena anda belum makan dari siang kemarin. Dokter yang memeriksa anda mengatakan bahwa anda tidak apa-apa, hanya kelelahan saja.”

Suli berdiri dari duduknya.

“Sekarang saya akan membawakan bubur buat anda. Kami tadi membuatnya untuk persiapan apabila anda sadar. “

Ia kemudian meninggalkan Choi Minho.

Sulli Pov.

Aku memasuki ruang tengah, kulihat Key oppa tertidur di kursi dengan selimut yang menutupi seluruh badannya sampai ke leher. Ia tidur dengan mendengkur. Aku tak kuat menahan rasa geliku melihatnya.

Aku melangkah ke kamar Krystal… dan hampir tak bisa menahan tawaku melihat sahabat-sahabatku tertidur diatas 2 ranjang yang didempetkan. Amber eonni memeluk Krystal, Luna eonni tidur telungkup, dan Victoria eonni tidur dengan tangan yang terletak di kepala Luna eonni.

Aku bangga dengan kesetiakawanan mereka. Ya, sahabat-sahabatku rela tidur berdesakkan hanya untuk menemaniku.

Perlahan kututup lagi pintu kamar, kemudian aku melangkah menuju dapur. Kulihat di microwave ada semangkuk bubur dan semangkuk sup yang masih hangat. Aku mengeluarkannya untuk kubawa ke kamar Tn. Choi. Selain itu aku membuatkan secangkir kopi, aku yakin kopi akan membuat Tn.Choi lebih bersemangat. Karena kulihat ia penikmat kopi.

Dengan nampan penuh, aku memasuki kamar Amber eonni. Kulihat Tn. Choi matanya terpejam, tetapi secepatnya terbuka saat aku melangkah masuk.

“Sebaiknya perut anda diisi dulu, Tn. Choi. Amber eonni kebetulan sudah menghangatkan buburnya.”

Kuletakkan bubur di meja kecil, di sisi tempat tidur. Kulihat lelaki itu berusaha untuk duduk di atas ranjang. Aku segera membantunya, dengan menumpuk beberapa bantal di bawah punggungnya. Tetapi tiba-tiba aku merasakan jantungku berdebar cepat, saat kusadari sejak tadi dia terus menatapku. Aku berusaha menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba menyergap.

“Bagaimana ? Apakah sudah merasa enak duduknya ?” aku bertanya, mataku bertatapan dengan matanya.

Kurasa wajahku menjadi hangat, aku melihat ada yang aneh dalam tatapannya. Keanehan yang membuat darahku berdesir dan jantungku berdebar tak menentu.

“Sekarang, marilah aku suapi bubur dan sup … supaya badan anda lebih segar dan tidak pusing lagi.”

Aku berusaha mengalihkan pikiranku yang tiba-tiba diisi harapan dan keinginan tidak masuk akal. Aku duduk di kursi dan mulai menyendokkan bubur, kemudian membawanya ke mulutnya.

“Aaah…” kataku, menyuruhnya membuka mulut.

Mengejutkan, tanpa protes ia membuka mulutnya dan menyantap bubur.

“Good boy…” kataku menggodanya, untuk menghilangkan kegugupanku.

Tetapi jantungku terasa ingin meloncat keluar, saat lelaki itu menahan tanganku dan memegangnya. Sementara dia mengunyah buburnya, matanya menatap tanpa berkedip. Aku dibuatnya menjadi salah tingkah, bingung dengan kelakuannya.

“ Choi Sulli, mengapa kau begitu baik kepadaku ?”

Pertanyaannya sederhana, tetapi aku harus berpikir keras untuk menjawabnya. Hatiku semakin berdebar kencang, aku berusaha berpikir keras untuk menjawab dengan aman.

“ Err.. karena… karena aku merasa menjadi penyebab kau menjadi seperti sekarang, Tn. Choi….”

Sulli Pov End

Choi Minho perlahan melepas tangan lembut wanita di hadapannya. Ia merasa ada sedikit kekecewaan mendengar jawaban itu.

“Aish… tentu saja Minho, apa jawaban yang kau inginkan ? Tentu saja karena dia memang ingin menunjukkan rasa bersalahnya….”

“Kau tidak bersalah dalam hal ini… aku terlalu emosional….”

“ Kita hentikan dulu berbicara tentang ini, okay ? Kau harus menghabiskan makanan ini dulu, kemudian setelah itu kau bisa berbicara apapun denganku. !” Sulli memotong perkataannya, ia tak mau selera makan lelaki di hadapannya hilang karena harus mengingat kembali kejadian yang membuatnya kolaps.


Semangkuk bubur dan sup hangat, membuat banyak perubahan pada Minho. Ia benar-benar merasa segar dan jauh lebih baik. Perlahan ia duduk tegak, dilihatnya jam dinding hampir menunjukkan pukul 4 pagi. Sekarang dirinya ditinggal sendirian di kamar itu.

Semua yang terjadi kemarin siang terbayang kembali di benaknya. Semua cerita Sulli tentang benda-benda kesayangan Jinri teringat dengan jelas. Luka masih menganga dalam hatinya, karena semua masa lalu yang terungkap secara perlahan. Ia kini tahu, wanita yang selama ini membuatnya jatuh cinta, yang membuatnya kagum dan terpesona… telah mengkhianati kepercayaannya. Menjalin hubungan dengan seorang sahabatnya… sampai mengandung anaknya. Dan itu terjadi di masa-masa pertunangan mereka.

Selain rasa sakit hati, ia juga marah pada dirinya karena telah menghabiskan waktu untuk suatu yang tidak perlu. Dia telah meninggalkan Seoul untuk Jinri. Dia telah membuang diri selama lima tahun untuk JInri, Ia telah melakukan hal itu untuk seseorang yang tidak mencintainya sama sekali.

Tetapi ia perlahan bisa melihat hal positip dibalik semuanya. Ia merasa beruntung karena semua peristiwa itu terjadi sebelum ia menikahi Jinri. Ia tak bisa membayangkan apabila itu terjadi setelah mereka menikah.

Sisi lain yang harus disyukurinya dari semua peristiwa ini adalah, ia telah bertemu dengan Choi Sulli. Rasa kepercayaannya pada wanita yang hampir terkikis karena pengkhianatan Jinri, perlahan mulai tumbuh lagi. Ia percaya di dunia ini ada wanita-wanita yang bisa mencintai dengan tulus… bisa memberi dengan ikhlas… wanita-wanita hebat seperti ibunya… seperti Choi Sulli. Dan, ia bisa melihat bentuk persahabatan yang indah antara Sulli dan kawan-kawannya. Membuatnya kembali merindukan sahabat lama yang ditinggalkannya selama lima tahun. Ia merasakan semangatnya dan kerinduannya untuk bertemu mereka kembali, bertemu keluarganya, bertemu dengan orang-orang yang pernah ada dalam kehidupannya.

Selain itu, ia merasa lega karena ternyata pergi dan menghilangnya Jinri bukan karena dirinya dipenjara dan dituduh membunuh… tetapi karena hal lain. Namun, masih ada pertanyaan yang tersisa dalam dirinya yaitu Kemana Jinri pergi ? Dengan siapa ia lari ? Ada apa dibalik pembunuhan Lee Soo Man ? Apakah ada hubungannya dengan menghilangnya Jinri ?

Lamunan Minho terputus ketika ia melihat Sulli kembali masuk dengan sebaskom air yang terlihat masih mengepul.

“Wanita itu, wanita yang sangat baik, ia bahkan tidak kukenal dan tidak mengenaliku. Ia hanya beberapa hari berbicara denganku, tetapi ia mau membantuku dengan tulus. Mungkin ia merasa bersalah karena harus menyampaikan semua cerita Jinri… tetapi itu bukan kesalahannya. Ia hanya melihat dan menceritakan apa yang dilihatnya.”

“ Ini ada air hangat, Tn. Choi. Barangkali kau ingin membersihkan diri dahulu. Soalnya, karena kau kemarin pingsan… Key oppa katanya tidak bisa membantumu. Supaya kau tahu, kau kemarin sangat kotor dan dipenuhi pasir. Karenanya Key oppa dan pegawai Amber eonni, membantumu mengganti baju. Yang kau kenakan itu adalah bajunya Key oppa.” Sulli menjelaskan dengan ramah.

“ Aku taruh baskomnya di meja. Apakah kau sudah cukup kuat untuk bangun dan berjalan sendiri ? Ataukah aku harus membantu ?”

Choi Minho tidak menjawab, ia menatap Sulli dengan rasa kagum yang tak bisa disembunyikannya. Tetapi Sulli mengira itu karena dia malu meminta bantuannya, hingga ia akhirnya mencelupkan handuk kedalam air hangat, kemudian memerasnya dengan cermat, sebelum akhirnya berjalan mendekatinya.

“ Ini, cucilah dulu wajahmu. Aku melihat ada sisa pasir di sana.”

Sulli menyerahkan handuk basah tersebut, yang disambut oleh Choi Minho. Tetapi di luar dugaannya, ternyata dia tidak mengambil handuk… tetapi mengambil tangannya.

“ Choi Sulli… mengapa aku tidak menemukanmu sebelum aku bertemu Jinri ?” Tanya Choi Minho dengan suara lembut.

“Huh ?”

Sulli tidak tahu harus bagaimana bereaksi, karena ia tak tahu apa maksud pertanyaan itu. Hanya saja ia kembali merasakan hal yang sama, setiap kali ia berada di dekat laki-laki itu.

Perlahan tetapi pasti, ia mellihat Choi Minho menurunkan kakinya kemudian berdiri tanpa melepaskan pegangannya.

“Aku adalah laki-laki yang kuat, Sulli !” kata Minho.

Mendengar itu Sulli teringat pada mimpi yang membangunkannya. Choi Minho kecil dalam mimpinya mengatakan kalimat serupa dengan Choi Minho yang kini ada dihadapannya. Tanpa sadar ia tersenyum membayangkan bocah laki-laki lucu dalam mimpinya.

“ Apa yang kau tertawakan ? Apakah kau tak percaya aku laki-laki kuat ?”

“ Aku… aku pernah bermimpi ketika anda terjatuh dari sepeda… kau mengatakan hal serupa kepada ibumu.”

Minho terkejut ketika mendengar pengakuan Sulli.

Wanita ini penuh dengan kejutan…hanya dalam waktu seminggu ia telah melihat ayahnya dan sekarang ibunya… walaupun itu hanya dalam mimpi…. karena kenyataannya keduanya telah meninggal sejak usianya menginjak remaja.

“Kapan anda bermimpi itu ?”

Minho kaget karena beberapa saat yang lalu ia bermimpi hal yang sama.

“ Tadi… sebelumaku terbangun.”

Minho terdiam. Berarti tadi dirinya dan Sulli memimpikan hal yang sama. Bagaimana bisa ? Apakah karena saat tertidur ia memegang tangannya ? Sangat aneh.

“ Tampaknya kau lama-lama bisa membaca semua masa laluku…” Minho tertawa.

“ Seandainya aku bisa…” jawab Sulli bergumam tak jelas.

“Apa yang kau katakan ?”

“Oh…tidak ada !!” Sulli tertawa nervous.

Senyumnya memudar, ketika ia melihat tatapan lelaki yang berdiri begitu dekat di hadapannya. Suasana terasa menegangkan dan menekan. Mata mereka bertemu. Sulli menelan ludahnya…ia merasa gugup saat menyadari ke arah mana tatapan Choi Minho yang sebenarnya.

Bibirnya… tanpa berdaya, ia membayangkan kembali kejadian saat di toko kuenya. Mereka berbagi ciuman. Apakah hal ini akan terulang ? Jantung Sulli mulai berdegup, menggila. Dan kini ia melihat kepala lelaki itu semakin mendekat dan bergerak mencari bibirnya. Jarak keduanya tinggal beberapa centi lagi….

“Yah , Amber !! Awas kau !!!”suara teriakan Key mengejutkan keduanya.

Sulli menarik dirinya dan berbalik, sementara Choi Minho melepaskan tangannya dan berdehem.

“Untung saja suara seorang lelaki menghentikanku, kalau tidak aku tak bisa memegang janjiku untuk tak melakukan hal yang sama kepada Sulli. Hampir saja aku melakukan kesalahan serupa. Aish Choi Minho… apa yang terjadi padamu ?”Choi Minho mengutuk dirinya sendiri.


Sulli bergegas berjalan meninggalkan kamar. Ia menuju ruang tengah dan melihat Amber sedang mengacungkan seekor cicak di hadapan Key oppa. Dan Key berdiri di atas meja dengan wajah pucat, sementara Amber tertawa kegelian.

“Ada apa ini ribut-ribut ?” Victoria keluar dari kamar dengan mata masih mengantuk.

“Aish Amber, ini masih terlalu pagi!” Tegur Vic dengan nada kesal.

Kemudian ia melempar Amber dengan bantal yang dibawanya dari kamar. Amber menghindar, sehingga cicak yang dipegangnya lepas. Melihat itu, Key segera turun dari kursi dan berlari menuju Amber yang masih terkekeh-kekeh. Key memeluk Amber dan memberikan ciuman di bibir kekasihnya untuk membuatnya berhenti tertawa.

“Omo ! Omo !!” teriak Victoria yang tidak mengira akan mendapatkan pertunjukkan “hot” mereka.

Sulli dan Minho yang baru ke luar dari kamar, sama terkejutnya dengan Victoria. Sulli memalingkan wajahnya, malu dengan apa yang dilihatnya. Tetapi matanya berpapasan dengan mata Choi Minho, dan keduanya sama-sama memerah wajahnya. Mereka tahu dengan apa yang mereka pikirkan saat itu.

BERSAMBUNG

110 thoughts on “A Mysterious Man (Lelaki Misterius) [Part.13]

  1. so sweet…
    minsul malu2 nih..
    lucu deh..
    wajah mereka sama2 merah2..

    wkwkwk..XD
    pas baca member f(x) min sulli lagi tidur bersama..
    ngakak bgt..
    lucunya mereka..:-)

  2. Wah mulai ada prsaan cinta nih d antra minho dan sulli. Moga ˚ά̲̣̣̣̥J̲̅ά̲̣̣̣̥ misteri πƴª cpt terungkap dan. Minsul bsa bersatu.

  3. aigo… kursa skarang wajahku sperti kpiting rebus dsn kya orang gila… haha
    hayyo apaan tuh yg dpkirin minsul?
    4jempol thor… hoho 😉😇

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s