Title: WW Club – Chapter 22: Intervention

???????

WW Club – Chapter 22: Intervention

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di cerita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

Summary :

“Jangan teruskan apa yang akan kau katakan. Aku tidak bisa tidur memikirkan hal itu.” – Minho

“Pernahkah kau bertanya-tanya kepanjangan dari WWClub itu apa?” – Krystal

“Aku bisa pulang sendiri. Aku tidak ingin terlihat dengan playboy.” – Hara

.

.

A/N: spoiler sedikit yaahhh… sebentar lagi akan ada new cast yang akan masuk dicerita ini…. Just wait 🙂

Continue reading

-MEDICAL of LOVE- (part 9)

blajar

 

Author: Chyminh
Main cast: choi sulli | choi minho
Kim jongin a.k.a choi jong in | kang ji yeong
Jung krystal and OC
Genre: sad, comedy, romance
PG: 15

-Summary-
“Hidup itu menggunakan teori keseimbangan”

 

Sulli melangkah lesu ke apartementnya, ia mentertawakan dirinya sendiri malam itu. dengan rasa kecewa yang menumpuk dalam hati. Tau tidak, terlalu berharap itu rasanya sangat melelahkah. Oh bukan hanya lelah, tapi juga sakit. Mau bagaimana lagi… memang begini ceritanya. Jalani sajalah…

“aku kesepian… apa kau mau menemaniku??” sulli berbicara pada seseorang disebrang telfon, dia adalah kang jiyoung. Sosok yang paling dekat denganya

“kau kenapa??? Ada masalah??” ucap jiyoung tepat, sulli tersenyum sedih sambil menggeleng

“sejak kapan hidupku tidak ada masalah. Kau dimana sekarang?? bagaimana jika kita pergi belanja bersama? Sensasi belanja malam hari itu lebih menggairahkan. Aku yang akan membayar semuanya… kau boleh membeli apapun” sulli meyakinkan, dengan segera jiyoung mengubah posisi serius. Tampak binar bahagia dalam paras cantiknya.

“apapun???” ulang jiyoung tak percaya.

“NE… apapun. Asal tidak lebih dari 500 won”

“apa katamu??? Hey 500 won hanya bisa membeli 1 buah sosis matang…. ” jiyoung menggerutu kesal. Hal ini membuat tawa sulli lepas seketika, ini lah yang ia suka dari pertemanan telur. Jika telah dipertemukan dalam komunikasi, mereka akan lupa segala hal yang paling menjengkelkan dimuka bumi ini. saat-saat seperti itu hanya ada tawa, bahagia, dan ketenangan… walau sesaat, tetap saja membawa efek baik.

“aku hanya bercanda, kau boleh meminta apapun. tapi ingat… jangan meminta yang aneh-aneh. APAPUN dalam kataku tidak termasuk dengan mobil mewah, apartemen mewah, perhiasan-perhiasan mahal, dan sejenisnya….”

“kau sangat tau apa yang ku inginkan…” jiyoung pura-pura sedih

“jelas aku tau… bagaimana otakmu itu memanfaatkan keadaan” mendengar penuturan sulli, gadis bernama kang tadi segera mempoutkan bibir, walau tak dipungkiri pernyataan itu benar adanya.

“baiklah… aku tunggu kedatanganmu” jiyoung menarik nafas panjang

“apa??? Hey… Yang seharusnya berkata seperti itu adalah aku, kau kan tau aku tidak mempunyai kendaraan. Cepat kesini dan jangan terlambat… atau kau kehilangan restu dari adik tunggal sihitam pekat itu” tut… sulli segera memutuskan panggilan, ia tersenyum menang dengan cengiran setan penuh arti licik. Sementara ditempat lain seorang gadis mengacak rambut frustasi dengan gemasnya….

……
Minho berlari lari disepanjang koridor rumah sakit. Wajahnya begitu terlihat panik dengan tidak memperdulikan orang-orang sekitar, tidak hanya 1 atau 2 orang yang minho tabrak karena terlalu buru-buru, kabar dari kai beberapa menit lalu sukses membuat darahnya nyaris berhenti mengalir.
Ia segera menuju ruang vip lantai 3 sesuai dengan petunjuk yang kai sampaikan melalui telfon. Begitu sampai didepan pintu minho segera membuka cepat dan masuk kedalam… dan tepat disebuah ruangan paling berkelas tersebut, tampak seorang gadis tengah tertidur dengan selang infus, alat bantu pernafasan, beserta beberapa pendeteksi nadi dan jantung. Pemandangan yang membuat nafasnya tercekat beberapa saat.

Minho berdiri cukup lama dengan terus menatap krystal. Setelahnya ia melangkah pelan kearah sosok lemah tersebut, minho tidak tau harus mengutuk bagaimana lagi. entah berapa banyak orang yang ia sayang akan menderita seperti ini.

“bodoh…” ucap minho tepat disebelah krystal. Ya gadis bermarga jung tersebut dikabarkan overdosis karena meminum banyak obat penenang, ia dalam keadaan sangat tidak baik. Kondisinya mengkhwatirkan karena hampir mengalami kematian akibat dosis berlebih tadi. krystal ditemukan pembantunya dalam kamar dengan keadaan terkapar bersama buih disekitar mulut. Ia segera mengabari kai karena hanya nomor kai yang dapat dihubungi. Saat itu handphone minho dalam keadaan low dan aktif 1 jam setelah kejadian.

Tak lama berselang gadis berdarah blaster tersebut mulai menunjukan respon positif untuk sadar, sebelum membuka mata sempurna. segera saja minho menghampiri guna memeriksa keadaan sahabat karibnya itu.

“oppa…” ucap nya lemah. Minho melirik singkat

“jangan terlalu banyak bicara, kau masih butuh istirahat” ucapnya tegas sambil membetuli posisi selimut krystal. Namun jawaban ini membuat krystal tersenyum menang, ada kebahagian tersendiri dalam hatinya karena membuat minho masih bisa perduli, bukan hanya peduli tapi juga khawatir.

“aku senang kau datang, itu pertanda kau masih memperhatikanku” ucap krystal serius. Minho menghela lelah, ia memilih duduk di sebelah ranjang.

“aku selalu memperhatikanmu, tapi kau tidak pernah menyadari itu. dan mengapa sampai overdosis, apa fikiranmu sangat pendek hingga berfikir mati adalah jalan terbaik” minho berbicara kesal. Gadis bermarga jung tadi menatap lekat matanya

“aku hanya ingin terus berada didekatmu, itu saja. aku tidak suka kau acuh dan lebih memperhatikan wanita lain” tegasnya. Ada sorot marah dalam mata minho, namun ia redam seupaya mungkin. gadis ini sangat keras kepala. Rasanya minho ingin menumpahkan kekesalan yang terpendam cukup lama, namun mengingat krystal baru saja sadar, ia berusaha menahan amarah itu. lagi pula masalah yang diselesaikan dalam keadaan emosi tidak akan berakhir baik.

“lain kali… jangan bertindak bodoh seperti ini. kau membuat banyak orang khawatir… berhentilah bersikap egois dengan hanya memikirkan kata hati mu, kau masih punya orang tua. Mereka akan sangat terpukul jika tau keadaanmu sekarang…” ucap minho lagi, penuh kelembutan. Krystal mempoutkan bibir seperti anak kecil, ia sungguh manja terhadap namja tampan tersebut.

“aku berjanji untuk bersikap dewasa dengan 1 syarat… kau harus menjauhi sulli” tegasnya mantap, sontak saja minho terkejut atas penuturan itu.

“kenapa?? Dia tidak pernah berbuat salah padamu. Mengapa kau sangat membenci choi sulli” minho bertanya

“dia memang tidak berbuat salah padaku, tapi dia berbuat salah pada hatiku. Kau tau, aku selalu cemburu setiap kali kalian berbicara 1 sama lain. aku sangat tau bagaimana caramu memperlakukan wanita. Dan kepada sulli itu berbeda… ini bukan yang pertama, sejak dulu aku sangat tau sulli adalah fans fanatikmu”

“krystal… aku bukan hewan yang bisa kau rantai untuk dibawa kemana kau mau, setidaknya biarkan aku berteman pada siapa saja. jangan membuat ketidak nyamanan diantara kita” ucap minho sedikit menekan, ia sudah gerah dengan semua ini. dan lihatlah seringaian dari gadis bermarga jung tadi, seringai diselingi cairan yang siap membuncah dari mata tajamnya…

“ini yang lagi-lagi kudengar… aku tidak mengekangmu untuk bergaul dengan siapa saja, aku hanya memintamu untuk menjauhi 1 orang. Dan itu sulli… aku sudah mengorbankan perasaanku. Aku tidak akan memintamu mencintaiku lagi, tapi kau harus menjauhi sulli” tegas krystal lagi, ucapan yang hanya membuat kepala minho terasa amat sangat sakit. jika ia kembali berbicara kasar, gadis ini akan semakin terluka dan kondisinya bisa saja memburuk. Lalu apa yang harus minho katakan, menjauhi sulli dengan alasan tidak masuk akal?? Sangat tidak lucu.

“kuanggap diam mu sebagai jawaban YA… ah aku sangat senang” krystal tertawa manis kearah minho, sebuah rasa bersalah menyelinap sempurna dalam hatinya. setelah membatalkan janji begitu saja, ia harus menjauhi sulli juga. Gadis itu pasti akan semakin terluka… namun untuk saat ini, minho ingin menuruti semua permintaan krystal. Hanya sesaat saja, ia bisa mengendalikan segalanya nanti. ya semoga…

“kau sudah makan???” minho mengalihkan pembicaraan, dengan cepat krystal menggeleng

“belum… aku hanya mau makan jika oppa yang menyuapinya” rengeknya seperti anak kecil. Minho tersenyum singkat, kemudian mengambil sajian panas di atas meja, yang menjadi makan malam krystal hari ini.

________________________________________________________________________________

“ahhh lelah sekali…” jiyoung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang apartement sulli. malam ini mereka berubah menjadi wanita penggila belanja. Entah ada berapa tas yang keduanya bawa sepulang bersenang-senang tadi.

“kau ingin minum kopi??” sulli menawar. Jiyoung segera menggeleng cepat

“aku sedang diet… kopi itu mengandung gula yang dapat menimbun lemak ditubuh rampiingku ini” mendengar penuturan jiyoung sulli tersenyum sinis.

“dasar wanita… selalu merasa kurang sempurna, kau tau… sihitam itu lebih menyukai wanita berbody sexy dari pada datar. Otaknya sangat kotor” sulli meyakinkan, dengan cepat jiyoung duduk

“ah jinja??? Ya bagaimana kau tau???” jiyoung penasaran

“dulu… sewaktu masih SMA, aku pernah masuk kekamarnya dan menemukan 1 buah majalah dewasa. Majalah yang meliput tentang gaya hidup sehat wanita-wanita karir, dan seluruhnya berbody … ah kau fikirkan saja sendiri. aku bahkan tiidak percaya ia mempunyai koleksi haram seperti itu” sulli menghempaskan tanganya didepan wajah sambil mencari pakaian ganti. Saat itu jiyoung hanya mengangguk angguk…

“pantas saja dia tidak menyukaimu… tubuhmu kan sangat datar… datar sekali”

“YAAAA…” sulli melempar piyama tidurnya kearah jiyoung, gadis bermarga kang tersebut tertawa sangat keras. hari ini jiyoung memang berencana untuk tidur di apartemen sulli, sudah lama mereka tidak bermalam bersama. Rasanya ingin juga melakukanya sekali lagi… bergosip ria sampai subuh menjelang.

“sulli-ah,,, aku senang sekali karena bisa lebih dekat dengan kai, kemarin sewaktu ia sakit aku menjenguknya. Dan menyuapinya potong demi potong buah… ia juga bilang agar aku berhenti menyalahkan diri sendiri karena membuatnya dirawat. Hey bukankah ini langkah awal yang manis” jiyoung menyenggol lengan atas sulli, saat ini mereka terabaring dengan posisi tubuh sejajar, mereka menatap langit-langit kamar yang penuh walpaper awan.

“dari ceritamu seperti respon yang bagus, karena kai biasanya sangat tidak peduli dengan apapun. kecuali ia benar-benar tertarik”

“jadi kai tertarik padaku???” mata jiyoung berbinar

“aku tidak berkata seperti itu jadi jangan terlalu berharap.. jalani saja” jawaban ketus ini sukses membuat gadis bermarga kang tadi mempoutkan bibir kesal, sesaat sulli menarik nafas lelah.

“youngie-ah… menurutmu apa kesalahan terbesar didunia ini?” sulli bertanya

“eoh???”

“aku bertanya apa kesalahan besar dalam pandanganmu yang tidak bisa termaafkan didunia ini” lanjut sulli lagi.

“tidak ada” jiyoung menjawab singkat. Sulli menoleh kearahnya dengan penuh kebingungan

“kenapa?”

“karena tidak ada kesalahan fatal didunia ini yang tidak termaafkan… itu menurutku. Meskipun seseorang menghilangkan 1 nyawa dengan sengaja, orang itu tetap berhak mendapat maaf. Kecuali ia menantang tuhan dengan kesombonganya…” jiyoung menarik nafas panjang sebelum lanjut berbicara

“kau tau teori sederhana dalam kehidupan??” tanya nya, sulli menggeleng mantap

“teori itu adalah keseimbangan… seseorang dikatakan cantik atau tampan, karena ada orang jelek. seseorang dikatakan pintar atau cerdas, karena ada orang bodoh. Seseorang dikatakan kaya atau sukses, karena ada orang miskin, dan gagal. seseorang dikatakan gendut atau pendek, karena ada orang kurus dan tinggi, seseorang dikatakan cacat karena ada orang normal… tuhan menciptakan hidup dengan seimbang. tanpa ada salah 1 nya maka tidak akan sempurna. sama halnya dengan kesalahan…kesalahan diciptakan karena ada maaf… Untuk itu tidak ada kesalahan yang tidak termaafkan dalam pandanganku. sebab hidup ini harus seimbang… tanpa salah 1 nya tak akan sempurna, sekalipun itu keji, dengan syarat tidak mempermainkan tuhan” jiyoung berkata serius sambil terus menatap langit-langit kamar sulli. ia tidak tau sahabatnya tersebut terus menatapnya sambil memasang telinga setajam mungkin. Jawaban jiyoung sukses membuat cairan dari mata sulli mengalir… benar sekali… apa yang jiyoung katakan sangat tepat. Hidup ini harus seimbang… jadi wajar saja jika krystal membencinya, sebab tuhan menciptakan cinta. Ada cinta…. karena ada benci, intinya segala sesuatu didunia ini saling berdampingan. Lalu yang menjadi pertanyaan, mengapa masih banyak manusia tak sadar dengan terus merasa sempurna, padahal tanpa kekurangan mereka tidak bisa dikatakan sempurna. bukankah keseimbangan tadi maksud dari kata perbandingan.

“hey… mengapa kau mengangis???” jiyoung menatap serius, dan sulli tertawa mendengarnya

“aku sangat mengantuk… penjelasanmu tadi panjang sekali,,,, hehehe bercanda. aku tesentuh mendengarnya” sulli berkata jujur setelah sebelumnya meledek jiyoung lebih dulu

“kenapa??? Apa seseorang berbuat kesalahan padamu??” tebak jiyoung tepat. Lagi-lagi sulli teratawa, gadis ini sangat pandai menyimpan masalahnya dalam sebuah tawa atau senyum.

“tidak ada… aku hanya merasa bersalah pada fotografermu. sebab menolak ajakan kencanya mentah-mentah” sulli berbohong, walaupun kejadian itu memang pernah terjadi

“apa???? Dia mengajakmu kencan??? Dasar tidak tau diri, apa perlu aku memecatnya karena sudah bersikap tak sopan pada sahabat telurku” gumam jiyoung kesal, sulli tertawa jijik kemudian meninju pelan kepala jiyoung

“kau sangat berlebihan… bukankah kau bilang tidak ada kesalahan yang tak termaafkan. Lalu mengapa kau ingin memecatnya…”

“iya juga ya. baiklah aku memaafkanya” sulli terkekeh dengan jawaban polos sahabatnya tersebut. mereka kembali sibuk dengan fikiran masing-masing

“oh ya sulli… aku ingin bertanya… sebenarnya jurusan apa yang kau ambil di amerika?? Mengapa sampai saat ini kau belum selesai kuliah?? Kau menyembunyikan sesuatu dariku??” jiyoung kembali membuka suara dengan menyipitkan mata serius …

“ck kau akan tau nanti…” jawab sulli singkat

“kau hanya perlu menjawab jurusan apa yang kau ambil disana?, 7 tahun itu lama sekali. sudah seperti sekolah dokter spesialis saja. bahkan untuk seorang dokter spesialis 7 tahun itu sudah ditempatkan bekerja… kau tidak takut di drop out”

“jika aku menjawab tetap percuma. Tunggu saja bukti fisiknya… aku akan mengirimu foto diwisudaku nanti… tenanglah aku tidak akan pernah drop out dari kampus” sulli berbicara mantap penuh keyakinan. Gadis bermarga kang tadi mengangguk malas

“baiklah… akan ku tunggu. Lalu bagaimana dengan minho???” jiyoung mengalihkan pembicaraan

“ha???… ahhh mataku berat sekali. putih telur aku tidur lebih dulu ya… jaljayo” sulli membalikan tubuh sempurna, padahal ia belum mengantuk. Namun entah mengapa rasanya enggan membahas namja tmpan bermarga choi tadi. atas respon tak peduli sulli, jiyoung menggerutu kesal sambil membalik badan berlawanan juga.
________________________________________________________________________________

Minho telah kembali pada aktifitasnya, krystal sudah membaik. Bahkan hari ini ia mulai masuk bekerja, istirahat selama 4 hari sudah lebih dari cukup untuk gadis bermarga jung tersebut. hari ini tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya, bergelut dengan alat-alat medis, suasana menengangkan, darah, orang sekarat, kematian, dan segala sesuatu yang kerap menjadi episode tetap wooridul spine hospital.

“kondisinya semakin memburuk akhir-akhir ini… meski ia kerap tersenyum, namun tersirat jelas rasa sakit pada wajahnya… dia mempunyai semangat tinggi untuk terus hidup” perawat lee memberi penjelasan pada minho dan tim dokter lain ketika mereka menjenguk gadis bernama kang so hye yang telah menjadi pasien tetap rumah sakit tersebut.

“oppa… apa dia akan terus hidup melawan penyakit mengerikan itu??” krystal membuka suara.

“dia akan terus hidup… aku percaya sakit yang dideritanya akan sembuh total” jawab minho sembari menatap so hye yang tengah tertidur kritis dalam ruang ICU dengan banyak alat deteksi diseluruh tubuh kecilnya.

“dokter… ini sudah waktunya kita menghadiri rapat” jelas perawat lee tadi, dengan segera para dokter profesional yang bergelar spesialis tersebut keluar menuju tujan mereka. Hari ini memang di adakan rapat seluruh dokter dari berbagai rumah sakit untuk hadir di kampus wooridul spine hospital, guna membahas salah 1 penyakit langka yang di derita kang so hye.
…..

“bulan depan… profesor dokter dari harvard itu akan hadir dengan segala penjelasanya mengenai fibrodysplasia ossificans progressiva, hal ini tentu membawa dampak positiv yang sangat luar biasa didunia kedokteran… sebab, dari sekian banyak ilmuwan dunia, tidak ada yang bisa memecahkan kasus langka ini” choi yun gyeom selaku sang direktur utama pemilik kedudukan tertinggi di wooridul spine hospital, memberi penjelesan kepada seluruh dokter yang hadir.

“tidak hanya itu, mentri Badan pemeriksa perizinan tenaga medis internasional juga akan hadir menyimak langsung seminar ini. negara kita akan dihadiri tamu-tamu penting, dan yang menjadi kebanggan, Profeseor dokter dari harvard tersebut… adalah warga negara korea, mahasiswa paling berprestasi dengan nilai tertinggi pertama dari seluruh fakultas kedokteran dunia” lelaki paruh baya tersebut kembali membuka suara dengan wibawa seorang pemimpin, penjelasan ini sukses membuat para dokter di tempat tersebut berdecak kagum dalam hati, membayangkan sosok legendaris yang akan memimpin seminar bulan depan nanti, dan ternyata warga negara korea.

“persiapkan diri anda-anda… untuk menyimak, hingga tak kehilangan 1 kata pun dari penjelasan tokoh luar biasa tersebut, karena dalam 1 kalimatnya terdapat makna besar yang perlu diterapkan” choi yun gyeom terus memberi arahan kepada para dokter yang hadir si kampus wooridul spine hospital, sebelum akhirnya menutup rapat dan kembali pada aktivitas masing-masing.

….
“aku tidak percaya seorang warga negara korea ada yang lebih pintar dari mu” krystal berbicara pada minho di ruang bedah. Hari ini mereka baru selesai menyelamatkan 1 nyawa karena patah tulang.

“siapa???” ucap minho tak mengerti

“seseorang yang menjadi topik utama pembicaraan paman yun gyeom di rapat tadi” jelas krystal lagi, minho tersenyum simpul sambil membuka sarung tangan karetnya.

“kau ingat seorang pepatah mengatakan… diatas langit, masih ada langit. Untuk itu tidak baik menganggap diri sendiri paling diatas”

“aku tau… tapi, yang kukatakan tadi adalah warga korea nya… kau tau oppa, harvard adalah universitas no 1 di dunia” krystal memasang wajah serius

“seharusnya kita bangga… salah 1 warga korea bisa membawa nama baik negara di negri orang. Kajjah… ini sudah waktu nya istirahat” minho menepuk pelan pundak krystal, dan gadis bermarga jung tersebut mengangguk setuju.

“meski begitu… yang terhebat dalam pandanganku adalah choi minho dan choi jong in. Ngomong-ngomong… kai oppa kemana” krystal berbicara disela langkah mereka keluar dari ruang operasi

“dia sedang jatuh cinta…” ucap minho singkat, sontak saja krystal membuka mulut sempurna

“APA???” minho menghentikan langkah dan menatap gadis dihadapanya bingung

“aku hanya menebak saja…” sambung namja tampan itu lagi

“pantas saja… ia selalu memegang handphone kemana-mana, dan yang paling mengerikan… selalu tersenyum tanpa sebab. Ahh jadi seseorang telah menempati hatinya….” krystal tertawa mengejek. Hal ini mengundang senyum pada bibir minho. keduanya pun kembali berjalan keluar.

“aku akan pulang hari ini…. menyiapkan proposal untuk seminar besok, malam nanti aku datang kembali, kau istirahatlah dulu…” minho memberi salam perpisahan pada krystal yang tengah berdiri didepan pintu ruanganya. Mereka masih memakai seragam ruang operasi.
“baiklah… oppa juga istirahat yang cukup” ucap gadis bermarga jung tersebut, minho mengangguk pelan. Kemudian berbalik untuk keluar….

“oppa….” cegah krystal pelan, minho kembali menghentikan langkah dan menoleh.

“terimakasih karena telah menjaga perasaanku untuk menjauhi sulli, … hati-hati dijalan” lanjutnya sembari mengangkat tangan melambai. Minho tak mengeluarkan sepatah katapun, ia hanya tersenyum simpul kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Sejujurnya ada rasa bersalah teramat sangat dalam hati minho, tapi tolong jangan menganggap ia sebagai pria tak tegas. Seorang lelaki yang mempunyai pemikiran sehat, akan bertindak hati-hati agar tidak banyak pihak yang terlibat dalam masalahnya. Minho pasti menangani semua ini dengan baik… jadi biarkan prosesnya berjalan lebih dulu.

…….
Sementara itu ditempat lain, seorang gadis bermarga kang tengah sibuk mendata barang-barang yang habis terjual bulan ini. tangan lentiknya mulai menari diatas keypad laptop, dengan jarak pandang fokus serius menambah karisma cantik diwajahnya.

“permisi sajangnim… ada seseorang yang ingin menemuimu diluar” ucap salah 1 pegawai butiknya. Tanpa melirik sedetik pun jiyoung hanya memberi respon datar.

“kau tidak lihat aku sibuk” ucapnya ketus masih mengetik

“tapi dia bilang… dia ingin menemui mu sajangnim, kurasa ini penting” sambung wanita itu lagi, dengan wajah takut-takut. Jiyoung menarik nafas kesal.

“baiklah suruh ia masuk keruanganku” ucapnya. segera pegawai tadi membungkukan badan 90 derajat dan berlalu. Jiyoung kembali fokus pada pekerjaan nya. Ya inilah dunia nya, sejak dulu, sejak masih kanak-kanak, jiyoung sangat ingin bisa menjadi perancang busana terkenal, dan lihat impian itu terwujud sekarang.

“kelihatanya kau sangat sibuk” sebuah suara bass mulai masuk kedalam indra pendengarnya

“ck kubilang jangan menggangguku, kau mau gajimu kupotong” bentak jiyoung kesal tanpa menoleh sekalipun, sontak saja pria yang 5 menit lalu berada diruangan itu terkejut mendengarnya.

“sejak kapan kau pernah menggajiku” jawab namja tadi serius

“YAA… jangan ber su–…” mulut jiyoung terbuka lebar ketika tau siapa orang yang mengajaknya bicara dari tadi, nafasnya seakan mau putus, sambil merutuki diri. Bukankah ini memalukan.

“k-kai ….. ah maafkan aku, tadi kufikir kau salah 1 pegawaiku.jeongmal ceshomidha” jiyoung membungkukan badan dengan wajah merah menahan malu, bagaimana jika setelah ini kai menganggapnya sebagai gadis antagonis karena membentak seperti tadi, ia memang selalu seperti itu. jika sudah serius,,, suara nyamuk pun akan menganggu konsentrasinya. Jiyoung menyukai suasana hening untuk mentuntaskan segala sesuatu. Dalam keadaan hening, fikiranya bekerja lebih cepat.

“tidak apa-apa… mungkin aku mengganggu??” namja tampan bernama kai tadi tersenyum dingin. Dengan susah payah jiyoung meneguk ludah kemudian menggeleng cepat.

“tidak,,, tidak menganggu sama sekali, duduklah” jiyoung menghampiri kai dan mengajaknya duduk disebuah sofa yang terletak elegan di bagian ruanganya. Kai pun menurut

“engggg…. a-ada apa ya” jiyoung membuka suara gugup saat melihat kai terus menatapnya dengan pandangan teduh, sungguh jiyoung ingin mati melihat mata tegas itu.

“aku ingin mengajakmu kencan”

“APAAA???” jiyoung berdiri antusias dengan bola mata yang hampir keluar, hal yang sukses membuat jantung kai seakan lepas karena terkejut. Sadar akan tindakan memalukanya, jiyoung segera berdehem gugup kemudian duduk tenang kembali.

“k-k-k-ke-kencan???” ulang jiyoung masih tak percaya, ia merasa kupingnya salah mendengar hingga harus di ulang sekali lagi. namun lihatlah respon namja dihadapanya tersebut.

“ne…. bukankah pergi berjalan bersama itu kencan namanya. Jika kau mau… aku ingin mengajakmu menonton sirkus, tapi sepertinya tugasmu sangat banyak” ini lah salah 1 ciri khas kai, ia tak mengenal basa basi dalam hidupnya. Apa yang ingin ia sampaikan walau menyangkut harga diri sekalipun, akan tetap di lakukanya dengan jelas dan jujur tanpa merubah kalimat dengan banyak pengibaratan yang menjurus.

“ah tidak… tugasku, aku sudah menyelesaikanya… jadi, kita bisa kencan bersama” jiyoung tersenyum lebar dengan 2 buah gigi kelinci yang sangat manis. Kai menahan senyum atas respon lucu tersebut, dan barulah jiyoung sadar ucapanya terlalu jujur, seolah dirinya memang menjalin hubungan asmara dengan kai, semoga saja ini awal baik menuju kisah nyata.
_________________________________________________________________________________

Tak terasa sudah memasuki bulan ke 2 sulli berada di seoul, waktunya hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum kembali menentap di amerika. Hari ini gadis berparas cantik tersebut tengah kalut. ia ingin mengalami kondisi amesia agar bisa menjalani hidup dengan tenang dan damai. Melupakan segala hal yang menjadi beban berat selama ini.
Perlu diketahui… sejak gagal pergi menonton frozen bersama minho, sulli sangat jarang menemukan keberadaan namja choi itu lagi. ia merasa ada keanehan yang terjadi, minho seakan memberi jarak pada nya. Gadis berparas cantik itu tidak tau dimana letak kesalahan yang mungkin membuat minho tersinggung, sulli mulai berfikir keras kiranya ada suatu kecerobohan yang telah ia ciptakan. Namun hasilnya tetap nihil…

Hari ini keadaan sulli sedang tidak baik, ia mengalami gejala dimana seorang wanita mendapat tamu rutin setiap bulan… sialnya persedian sulli habis, untuk menuju minimarket terdekat rasanya enggan, padahal letaknya dilantai dasar. Namun dalam keadaan perut yang seakan sakit di tusuk pisau, di tambah lagi mual hebat, menjangkau jarak dekat pun terasa jauh.

“ahhh…jika datang ya datang saja, tidak usah menyiksa seperti ini” rintihnya dengan wajah pucat pasi penuh keringat. Sulli berusaha menggapai lift dan menekan tombol dasar untuk sampai ketujuan, bagi seorang wanita kalian bisa membayangkan sendiri bagaiman sakitnya. Setiba dilantai dasar, lift terbuka. sulli keluar sempoyongan sambil memegangi perutnya tanpa melihat kanan kiri lagi, bahkan ia nyaris tak sadar minho berada didepanya sekarang, ya tepat dibalik pintu lift tadi.

“m-minho-shi… anyeong hase.. akk..” sulli kembali memegang perutnya yang semakin bertambah sakit. Sontak saja hal ini membuat minho khawatir.

“gwenchona???” tanya nya sambil memegang pundak sulli, gadis bermarga choi tersebut segera mengangguk-angguk kemudian berlalu meninggalkan minho. namun karena tak tenang minho mengikuti langkah sulli yang sudah tak karuan tersebut.

“ahh,,” sulli kembali membungkukan badan menahan tangis karena rasa linunya semakin luar biasa. Minho menghampirinya cepat.

“ya… apa yang sakit, kau tidak apa-apa??” ucapnya sembari menahan tubuh sulli yang terus memegangi perut dengan wajah berkeringat. sulli menggeleng malu, berusaha terlihat sehat.

“kita kekamar saja… aku akan memeriksamu” minho mengangkat gadis cantik itu cepat dan masuk kembali kedalam lift, ya tuhan tindakan ini hampir membuat jantung sulli lepas, namun ia sudah tak perduli lagi. sakitnya luar biasa, malu mengatakanya juga luar biasa. Minho membawa sulli keapartementnya dilantai 7, ia begitu tergesa hingga setiba didepan pintu langsung masuk membaringkan gadis tadi keatas tempat tidur…

sulli memejamkan mata dengan wajah basah penuh keringat… sementara minho bingung, karena jika ditanya gadis bermarga choi tersebut tak menjawab. Dan setiap kali namja tampan itu memegang perutnya, ia akan berteriak kesakitan…

“kita kerumah sakit saja…” minho kembali hendak mengangkat sulli namun dengan segera sulli menolak. Pria tampan tersebut juga tak tau, biasanya minho dengan cepat menebak jenis penyakit setelah mendengar reaksi dari sang pasien. namun kali ini ia benar-benar tak tau. gejalanya berbeda dengan penyakit perut yang ia ketahui selama ini. seperti magh kronis, radang usus, kram otot atau sejenisnya.

“b- b-berikan aku… obat pereda nyeri perut” sulli menatap minho dengan sorot memohon ia bahkan sulit menelan ludah sekarang.

“ini sakit serius, mengapa hanya obat penghilang nyeri perut , Kau harus diperiksa” bantah minho tegas, kembali hendak mengangkat sulli lagi.

“memang itu yang kubutuhkan sekarang” teriak yeoja cantik tersebut, sontak saja minho terdiam sambil mengerenyit dahi. Ia tampak berfikir sebentar.

“kau datang bulan???” tanya minho tepat, akhirnya terbaca juga. Sulli tak dapat menahan rona pink pada wajahnya sambil mengangguk malu. Sementara Namja bermarga choi tadi menghela lega… ia fikir sakit yang sedang sulli alami adalah golongan penyakit parah, ternyata penyakit seorang wanita. Untuk pertama kalinya minho bersyukur terlahir sebagai pria…

“tunggu disini” perintahnya tegas kemudian berlalu meninggalkan sulli. ia menuju lantai dasar untuk membeli obat yang dibutuhkan, walau sepele minho tetap menyusun langkah cepatnya agar segera tiba. Sementara Sulli kembali menghempaskan kepala di atas bantal sambil menggigit bibir kuat, setelah ini pasti ada luka di sudut bibirnya.
……

Suasana diruangan minimalis tersebut tampak hening sekali, tidak ada 1 kata pun yang terdengar selain hembusan nafas mereka. Ya, sulli masih berada dikamar minho. ia baru saja meminum obat penambah darah, sejumlah vitamin, dan pereda nyeri yang minho beri sekaligus. untuk Menolak pun tak bisa, jadi dengan sangat terpaksa ia menelan sejumlah pil tadi.

“terimakasih… karena sudah menolongku” ucap gadis bermarga choi tersebut, sembari duduk merebahkan kaki diatas tempat tidur. Minho tak menjawab… ia hanya duduk di tepi ranjang melihat sulli dengan lekat membisu.

“oh ya… aku ingin mengembalikan ini” sulli meraih sesuatu dari saku dan mengeluarkan sebuah kertas kecil. Diserahkanya kertas tersebut pada minho sambil tersenyum manis.

“aku tidak jadi menonton frozen” namja tampan tadi menatap nanar kertas yang sulli serahkan padanya. itu adalah tiket menonton mereka yang tertunda

“simpan saja… nanti jika ada waktu aku akan menontonya sendiri, aku tau kau sangat sibuk untuk melihat film-film animasi seperti ini… oh ya, bagaimana dengan krytsal???” tanya sulli lagi, ia terus berbicara walaupun minho tak mengeluarkan sepatah katapun.

“ maaf karena tidak sempat menjenguknya… jika kau bertemu krystal, sampaikan salamku ya. dia juga kan teman 1 alumniku, sama seperti mu hehe” sulli memamerkan sederet gigi cantik yang tersusun rapi. lagi-lagi minho bungkam… namun dapat terlihat matanya berbicara.

“beberapa hari ini aku terus mencarimu… tapi kau sangat sulit kutemui, kufikir kau marah… aku cari tau jenis kesalahan yang kulakukan. Namun sepertinya tidak ada… ternyata ini hanya fikiran buruk ku saja. kau masih baik… mau menolongku yang hampir mati tadi haha” sulli tertawa geli, kemudian membalas tatapan minho yang tak lepas darinya. sejak tadi minho diam saja, sulli mulai malu sendiri, sudah berapa banyak kata yang ia ucapkan sia-sia. Bukankah ini Pemborosan kalimat…

“kau tau apa kesalahanmu???” sebuah suara berat melayangkan pertanyaan, akhirnya minho membuka suara. sulli terbelalak, sekaligus bingung. Dengan ragu ia menggeleng…

“kau sangat banyak bicara… kau sangat ceroboh… kau tidak bisa marah pada orang yang berbuat salah padamu… kau hanya memikirkan perasaan 1 orang dengan mengorbankan perasaanmu… dan karena itu….” minho menggantung ucapanya, sulli tampak menunggu kalimat minho selanjutnya. Jadi benar kesalahnya banyak… mengapa ia baru tau

“kau terlihat berbeda dari yang lain” tegas minho jelas. Di dorongnya yeoja bermarga choi tersebut hingga kembali tertidur, pada detik itu minho sudah tidak perduli apapun. Ia dapat merasakan apa yang sulli rasakan, mengorbankan perasaan sendiri ternyata menyakitkan sekali. ketika posisinya berada diatas sulli, minho segera menghabisi bibir gadis bermarga choi tadi sembari memejamkan mata… ia menyesap lembut setiap permukaan rongga mulut sulli. sementara sang wanita hanya membulatkan mata sempurna… “apakah ini mimpi??” “aku sedang tidak bermimpikan” begitulah sederet pertanyaan yang memenuhi fikiran dan hatinya. Biasanya sulli mengalami hal seperti ini dalam mimpi saja, itu pun sangat jarang. Namun saat ini… minho benar-benar menciumnya? Sulli telah melepas ciuman pertamanya. Ini nyata kan??… tak kuasa menahan gejolak yang seakan ingin mencuat keluar, sulli mulai memejamkan mata, menikmati gerakan lembut pada bibir manisnya sembari mencengkram kuat lengan kemeja minho. tubuhnya mendadak panas ketika maskulinitas bibir minho bergerak semakin kasar, perihal yang membuat udara disekitar sulli hilang sempurna.

“maafkan aku…” lanjut namja tampan tadi setelah melepas tautan diantara mereka. Sulli terlihat sibuk menelan ludah gugup

“mulai sekarang… katakan apa yang ingin kau katakan, katakan dari dalam hatimu” sulli masih tak percaya atas kejadian yang baru saja ia alami. Tolong jelaskan sekali lagi, ini bukan mimpi kan?? Disela fikiranya yang linglung minho mencubit hidung sulli hingga ia menjerit.

“kau tidak bermimpi…” lanjut minho akhirnya. Ia bisa membaca fikiran sulli lewat sorot mata bulan sabit. Minho mulai bangkit dari posisinya. Ia berjalan meninggalkan sulli untuk mengambil segelas air mineral, peristiwa yang berlangsung cukup panas itu membutuhkan banyak energi juga ternyata. lihat saja ia seperti orang dehidrasi karena kehausan. Sulli menatap kosong kedepan dengan burat merona di kedua pipinya… jantungnya berdetak keras, nafasnya bekerja 2 kali lebih cepat, hingga ia menyunggingkan senyum paling menawan dari yang termenawan.

“m-m-minho-ya” sulli menghampiri minho, namja itu tengah sibuk dengan pekerjaanya sekarang. minho hanya melihat sulli sekilas kemudian kembali pada layar monitornya. apa ia memiliki kepribadian ganda?? Baru saja minho bersikap romantis. sekarang sudah menjadi lelaki paling dingin lagi.

“kejadian tadi… mmm a-apakah itu artinya kita spesial” sulli langsung menggigit bibir gugup, ia bersumpah ingin menampar mulutnya yang terlalu berani ini. minho terlihat menghentikan aktivitasnya… kemudian menatap sulli sejenak.

“ sekarang kau boleh pulang… jangan meminum minuman dingin juga alkohol, nyeri perutmu bisa saja kambuh sewaktu waktu.. aku masih ada pekerjaan” minho berkata lembuttt sekali, walau pun tetap bernada dingin, yatuhan sulli ingin bersorak riang.meski barusan minho tak menjawab pertanyaan gilanya. Sulli ingin Berdiri diatas namsan tower mengatakan pada dunia bahwa ia sedang menerima kebahagian yang tak terukur dengan apapun. Ini sungguh kajutan terindah dalam hidupnya.

“mengapa masih disitu?? ” tanya minho kemudian, dengan cepat sulli menggeleng. Ia membalikan badansambil terus menyunggingkan senyum tak percaya.

…..

“perawat kim, berikan demerol,,,, untuk mengurangi rasa sakitnya” krystal sibuk membersihkan darah pada lengan seorang pria yang tergolek kesakitan diatas ranjang rumah sakit.

“Mengapa tuan bisa terluka??” tanya krystal

“aku korban perampokan… akh”

“mwo??? bagaimana bisa??”

“dokter sangat ingin tau…?? apa dokter sedang grogi sekarang??” goda pria tadi masih dengan wajah kesakitan. Hal ini membuat krystal menghentikan kegiatanya, ia mengutuk dalam hati.

“aku baru melihat dokter muda secantik dirimu… terimakasih sudah menolong. Perkenalkan namaku kang minhyuk. Sebagai ucapan terimakasih bagaimana jika aku mengajakmu kencan??” namja bernotaben pasien tersebut dengan beraninya mengulurkan tangan pada krystal. Lihatlah wajah gadis bermarga jung itu, merah sekali. jika bukan memikirkan reputasinya sebagai dokter, krystal akan menampar pria dihadapanya ini.

“maaf… aku sudah menikah” lanjut krystal berbohong, tapi minhyuk seakan tak bisa dibohongi. Ia
hanya pura-pura terkejut dengan wajah serius

“waahh aku sangat terlambat… kau masih muda namun sudah memiliki suami, apa dokter sudah punya anak juga??” tanya minhnyuk lagi. krystal menghela lelah, ia bangkit dari posisinya kemudian berlalu dengan cepat.

“HEYYY…. ingat ya, namaku kang minhyuk” teriak namja itu sambil melihat kepergian krystal. Ia tertawa dalam hati, dari dulu hobinya memang menggoda wanita-wanita cantik. namun tolong di garis bawahi, minhyuk bukanlah seorang playboy.

_________________________________________________________________________________

kai tengah menemani jiyoung berbelanja, jiyoung berjanji membuat bekal makan siang spesial untuk kai besok. Dengan syarat kai harus menemaninya berbelanja, sekarang mereka sudah terlihat lebih akrab dari biasanya. Sepulang dari menonton sirkus minggu lalu, keduanya kerap sering berkomunikasi. Setiap jam namja bergelar dokter itu selalu menanyakan kabar jiyoung, mengingatkan untuk tidak lupa istirahat, dan malam menjelang tidur ia akan menelepon jiyoung sampai matanya mengantuk. Bahkan sekarang gadis bermarga kang tadi mulai beradaptasi dengan kontraksi irama jantung yang meningkat cepat kerap berada disisi kai.

“kacang almond??” jiyoung mengangkat 1 kotak kacang almond kepada kai yang sedang mendorong troli. Namja tersebut menggeleng mantap.

“aku tidak suka almond, bagaimana dengan sosis, dan daging sapi. Makanan seperti itu lebih menyelerakan” tawarnya, sontak saja jiyoung menggeleng mantap.

“tidak ada daging-daging an disini… porsinya harus seimbang, kau harus memakan sayur. Seorang dokter harus lebih sehat dari pasienya” tegas gadis beramarga kang tadi sembari memasukan sejumlah sayuran dalam troli yang kai pegang. entah mengapa pria tampan tersebut tak kuasa menolak. Ia menuruti semua ucapan jiyoung. Lagi-lagi keanehan terlihat disini.
….

Sementara itu ditempat lain, sulli selalu bangun lebih awal dari biasa. Semenjak peristiwa ciuman tempo lalu, Ia rutin menyempatkan diri untuk mengantar sarapan kekamar minho, menu yang sulli buat berubah ubah, namun menu tersebut adalah menu sehat. Bahkan minho sedikit curiga karena makanan yang ia makan sama seperti menu rumah sakit kelas vip. Biasanya Yang mengerti masakan seperti ini hanya ahli gizi dan para dokter saja.

“hari ini aku akan pulang” sulli menatap minho yang sibuk mengunyah makananya, sup brokoli dengan sejumlah sayuran dan daging, bersamaan 1 gelas susu panas. Ucapan tersebut membuat minho berhenti mengunyah.

“pulang??” minho berfirasat tak enak. Apa sulli akan kembali keamerika

“aku pulang kekorea diam-diam, tak ada yang tau. kau juga baru tau kan??? Dan setelah difikir fikir ada baiknya aku kembali kerumah, sudah lama tidak melihat ayah dan ibu. Bagaimana??” sulli memasang wajah menggemaskan. Minho terlihat tak rela namun apa yang sulli katakan benar, ia terlihat acuh

“terserah padamu….” jawabnya dingin, sulli mengerucutkan bibir sempurna.

“apa kau akan merindukanku??” tanya sulli menggoda, minho mentapnya sejenak. Gadis ini mulai berani sekarang.

“tidak” jawab minho mantap, sulli berdecak kesal. Pria inii terlalu gengsi untuk mengatakan yang sebenarnya.

“aku janji akan segera kembali… memberimu sarapan sehat agar tetap berenergi !! YA… jangan terlalu sering begadang. Kau harus memikirkan kesehatanmu. Arachi??” sulli mencubit halus hidung minho, sekarang sulli tak pernah sungkan bersikap manja pada minho, rasanya ada kehangatan tersendiri ketika lelaki itu memberinya perhatian-perhatian kecil secara tak langsung, apa lagi saat memori ciuman itu terputar jelas dalam benaknya. orang yang paling antusias mendengar kabar ini adalah jiyoung, tepat setelah kejadian ciuman itu sulli menceritakan segalanya pada jiyoung. Mungkin mereka akan segera berubah menjadi kupu-kupu setelah ini, setelah terperangkap dalam ombang ambing masalah berat, sudah saatnya cangkang kepompong itu pecah, entahlah biar waktu saja yang menjawab.

Pada Akhirnya gadis bermarga choi tadi melangkah keluar apartement minho, semalaman sulli berfikir Untuk kembali… setelah siwon menghubunginya. 1 fakta yang sangat ia benci adalah, kepulanganya untuk diperkenalkan dengan seseorang yang telah dijodohkan padanya. sulli tak bisa berkata tidak, sebab sang ayah mengancam akan menyusul keamerika. 1 kebahagian yang sulli dapatkan, harus hilang karena perihal yang tidak ia inginkan. Lalu jenis perkara apa lagi ini?
Kaki jenjangnya menapak langkah demi langkah lantai apartement untuk menuju pintu keluar. Jikapun nanti kedua orang tuanya memaksa, ia masih diberi kesempatan untuk menilai dan mempertimbangkan, jadi tak sepenuhnya perjodohan itu harus menjadi nyata. Baiklah apa salahnya melihat lebih dulu… sulli menganggap ini ajang berkenal dengan teman baru.

________________________________________________________________________________

Pagi telah bermetamorfososis, cahaya sang surya terik itu menyorot jelas air wajah sulli dengan senyum haru menahan tangis. Rumah ini,,, hunian masa kecil yang tak ia lihat bertahun-tahun tampak masih berdiri megah bagaikan istana, banyak bangunan baru disekitarnya. Seperti dekorasi taman yang jauh lebih modren dan beberapa mobil mewah dalam garasi yang jumlah pintunya juga bertambah,,, ia berjalan gentar menuju pintu masuk. Tangan kecilnya meraih koper berisi beberapa helai pakaian agar orang tuanya percaya ia baru pulang dari amerika… jadwal kepulangan diluar rencana.

“IBU….” sulli memeluk erat wanita paruh baya yang bernotaben sebagai ibunya tersebut, bayangkan saja. sudah 7 tahun mereka tidak bertemu. Sulli tak kuasa menahan tangisnya karena rindu. Wanita bernama hee gi itu pun begitu histeris memeluk erat putri kesayanganya dengan penuh cinta.

“yaa… mengapa kau tak bilang sudah tiba dikorea?? Ibu bisa menjemputmu dibandara??” omel hee gi penuh kasih sayang, sulli mengelap cairan dimatanya sambil tertawa geli.

“tidak perlu… aku masih hapal jalanan korea” jawabnya dengan mata basah. Hee gi masih menatap tak percaya bahwa didepanya ini adalah putri yang sangatttttttt ia rindukan. Matanya terus mengeluaran cairan haru dan kembali memeluk sulli erat.

“kau tumbuh dengan cepat sayang, ibu merasa bersalah karena tidak melihat pertumbuhan mu ini” isaknya masih memeluk tubuh sulli, yang dipeluk tersenyum sedih. Ia melepas pelukan perlahan sambil mengusap air mata dipipi tembam ibunya.

“aku sudah kembali… jadi ibu tidak perlu menangis lagi. oh ya… mana ayah???” sulli bertanya, hee gi tersenyum hangat.

“ayah mu sedang mengadakan pertemuan di gangnam…. ia janji akan pulang lebih awal agar kita bisa makan malam bersama… kau tau nak, ayahmu menjadi lebih pendiam semenjak kau tinggal keamerika. Ia tak pernah ingin berbicara denganmu setiap ibu menelepon mu, katanya takut menangis mendengar suara putrinya yang sedang belajar diluar sana tanpa tau keberadaanmu diamerika” mendengar penjelasan hee gi, terselinap rasa amat bersalah dalam hati sulli. keinginanya untuk melakukan perubahan tanpa memikirkan perasaan orang lain, jongin benar ia tidak sepatutnya di sebut manusia. Tapi sulli berjanji setelah ini orang tua nya akan tau… maksud dari kepergianya keamerika untuk melanjutkan pendidikan.

“baiklah… aku boleh istirahat bu, perjalanan amerika-korea sangat melelahkan” sulli berbohong. Padahal ia berada di negri gingseng ini 2 bulan lalu dan telah memasuki bulan ke 3. Ah ternyata sifat nakalnya belum hilang juga.
“tentu sayang… istirahatlah, kamarmu masih yang dulu. Ada beberapa properti yang ibu ganti, namun semuanya tetap utuh sama seperti saat kau belum pergi. Hari ini ibu akan mengunjungi butik sebentar… tapi tidak lama. Kau boleh tidur sampai ibu kembali…” jelas hee gi hangat, sulli mengangguk mengerti sambil menarik kopernya kelantai atas.

Kamar sulli persis berada disebalah kamar kai, ia menatap hangat pintu kembaranya itu. masih belum berubah… sulli tertarik untuk melihat isi kamar tersebut. seumur ia bersaudara dengan kai, hanya 1 kali sulli masuk kedalamnya. itupun langsung disambut pertengkaran hebat. Ia meletakan koper lebih dulu kemudian menuju pintu kamar tadi, setelah knop tertekan, pintu besar tersebut pun terbuka. Sulli masuk dan menutupnya kembali…
Ia bisa menghirup jelas aroma parfum kai dikamar ini, aroma dengan maskulinitas yang begitu kental. Semuanya bewarna netral dan lebih didominasi dengan warna putih. Sulli menghempaskan tubuhnya diatas ranjang kai sambil tertawa lebar. Ia menatap lurus langit-langit kamar dengan senyum bulan sabit di mata indahnya.

“kau pasti jarang pulang” ucap sulli seolah dihadapanya terdapat sosok kai.

“tapi aku bangga dengan keberhasilanmu dokter hitam…” lanjut sulli lagi, ia memutar matanya kesegala arah. Menatap seksama properti properti pada kamar kai, rapi dan tertata sempurna. hingga bayanganya terfokus pada 1 benda. Sulli bangkit menuju meja belajar kembaranya tadi dengan langkah pasti, ia melihat lukisan dalam sebuah bingkai foto yang berbentuk tali terikat abadi. Sulli kenal lukisan ini…. seorang anak lelaki bewarna hitam, dengan taburan kopi disekitarnya. Ia meraih bingkai itu gemetar… jantungnya berdetak hebat, lukisan ini adalah hasil karyanya saat mereka berkelahi dulu. Kai menyimpanya??? Bukankah lukisan ini berbentuk penghinaan?? Sulli menatap lekat gambar pada frame tersebut, ia ingin menangis dengan apa yang terlihat sekarang… sulli sungguh tak menyangka gambar seburuk ini diabadikan dengan rapi. hingga pada waktu bersamaan matanya menagkap sebaris tulisan kecil disudut gambar, sulli melihat dengan jeli ejeaan kata tersebut. seburat cairan menetes bebas, demi apapun ini namanya, gadis itu sungguh tak menyangka ketika matanya membaca “created by: my litle twin sulli^^”
Bukankah selama ini kai benci memiliki kembaran seperti sulli, ia benci ketika sulli memanggilnya hitam. Lalu sekarang… ah tiba-tiba dada sulli sesak dipenuhi rasa rindu untuk melihat kembaranya.

…..
malam telah tiba, terlihat dengan jelas ayah ibu dan 1 anak perempuan duduk dimeja makan sambil tertawa bahagia. Siwon sudah kembali, ia menyambut luar biasa kedatangan sulli. siwon tak percaya ancamanya tersebut berpengaruh, hari ini ia bisa melihat langsung anak gadisnya tumbuh jauh lebih cantik dari masa SMA dulu.

“jongin belum pulang???” tanya sulli, hee gi menatapnya hangat.

“ibu sudah menelfonya, tapi ibu tidak menjamin ia akan pulang. Untuk melarangnya sangat susah. Mengingat ia seorang dokter… dan harus menangani pasien” ada seburat kecewa dalam hati sulli.

“sulli-ah… minggu depan kami akan mengadakan pertemuan mu dengan putra kerabat ayah. Dia seorang dokter juga, anaknya sangat tampan dan sopan. Ayah yakin kau pasti menyukainya” ini adalah percakapan yang sulli takutkan, ia sungguh berharap ayahnya tak membahas masalah ini.

“tapi ayah… aku punya pilihan sendiri” sulli membantah halus

“ayah tidak memaksamu. Ayah hanya ingin memperkenalkanmu denganya… selanjutnya terserah padamu, ayah yakin semua yang kau putuskan adalah yang terbaik” ucap siwon lagi. sulli mengangguk lega. Setidaknya disini ia masih dihargai…

“bagaimana sekolahmu nak??” siwon melanjutkan. Sulli tersenyum hangat.

“baik ayah…”

“lalu mengapa sampai saat ini kau belum selesai?? apa ada masalah??” tanya lelaki paruh baya itu masih belum puas.

“ayah akan mendapat jawabanya nanti… sering-seringlah melihat berita hahaha” sulli tertawa renyah.

“ayah serius sulli” gadis bermarga choi tadi menutup rapat mulutnya, ia kembali memasang wajah meyakinkan.

“kali ini aku tidak akan mengecewakan ayah dan ibu. Percayalah…” ucapnya mantap.

“jongin kau sudah pulang nak, lihat siapa yang datang” hee gi menatap seorang lelaki tampan bertubuh tegap yang tiba dengan wajah lelah. ia membulatkan mata sempurna saat melihat keberadaan sulli tengah menjalankan makan malam bersama ayah ibu mereka. Sementara itu sulli tertawa lebar sambil melambaikan tangan kearah kai dengan gigi yang terekspos jelas.

“jongin-ah ayo makan bersama” siwon menawar tegas. Kai terdiam kemudian berlalu tanpa menjawab sepatah katapun. Ia segera masuk kekamarnya. Perihal yang membuat heegi beserta siwon bingung, saat itu sulli segera berdiri dari posisi duduknya dan pergi menuju lantai atas. Kaki jenjangnya melangkah masuk kekamar kai, setiba didalam sulli melihat kembaranya tersebut tengah terkapar diatas tempat tidur dengan wajah penuh tanda tanya.

“mengapa kau pergi saat ayah mengajakmu makan” sulli berkata ketus. Sontak saja kai menoleh cepat, sejak kapan sulli tiba dikamarnya. Kai menatap bingung kemudian membalikan tubuh sempurna, ia tak ingin melihat sulli.

“YAAA… jawab aku” sulli menendang bokong pria tampan tersebut hingga sang empunya meringis kesakitan. Ia menatap sulli kesal dengan wajah dingin.

“bukan aku yang memberi tau kepulangan mu…” kai akhirnya berbicara. sontak saja hal ini membuat sulli mengerenyit bingung.

“maksudmu???”

“kau tertangkap ayah ibu berada dikorea kan?? Bukan aku yang memberi taunya” lanjut kai lagi, barulah sulli mengerti sekarang, ia tertawa sekeras mungkin. Atas respon yang sulli berikan kai mendengus kesal…

“aku tau… bukan kau yang memberi taunya, aku pulang atas kemauanku sendiri bukan karena tertangkap.jadi tidak perlu merasa bersalah seperti ini” jawaban sulli membuat pipi namja bermarga choi tadi bersemu merah menahan malu. Mengapa ia bisa berfikir seperti itu.

“lupakan saja” kai kembali membalik tubuh, sulli mempoutkan bibir kesal. tak menghitung waktu lama, sulli segera menghempaskan tubuh disamping kembaranya tersebut. ia tertawa lebar disisi kai.

“apa yang kau lakukan disini” kai tak suka, dengan santai sulli menjawab

“aku ingin tidur bersama kembaranku” alis kai terangkat sebelah mendengar penuturan gadis cantik tersebut. sulli meraih 1 lengan kekar kai dibiarkanya melintang untuk menjadi bantal. selanjutnya ia memeluk dada bidang saudaranya itu sambil memejamkan mata.

“aku ingin tidur dalam pelukan kakak lelaki ku seperti anak kembar pada umumnya. Biarkan seperti ini… jika kau memang menganggapku saudara sedarah mu. jaljayo hitam” sulli memejamkan mata sempurna, sementara itu kai masih tak bisa berkata. Ada desiran hangat dalam hatinya… ada getaran haru di sudut matanya. Mengapa ia baru menyadari bahagianya hidup punuh kasih sesama saudara. Tak menunggu waktu lama…. kai telah masuk ke alam bawah sadar dengan mimpi paling indah…

_________________________________________________________________________________

Memasuki bulan ke 3, Kampus wooridul spine hospital dipenuhi oleh seluruh dokter spesialis penjuru korea dan dunia, gedung mewah tersebut hanya di isi orang-orang berjas putih. Deretan terdepan adalah mentri badan kesehatan internasional yang datang langsung dari inggris, puluhan kamera terpasang rapi dietiap sudut ruangan. Ya hari ini adalah hari seminar itu dilakukan… pembahasanya sendiri akan diliput secara live oleh stasiun berita, choi yun gyeom sibuk memberi salam kepada para tokoh penting yang hadir diruangan itu. suatu kebanggaan terbesar baginya berada ditempat ini bersama dengan orang-orang besar dunia kesehatan… minho, kai, dan krystal juga turut hadir mengisi deretan kursi no 2. Sementara choi yun geyom berdiri didepan untuk membuka seminarnya dalam bahasa inggris.

“sebelumnya saya tidak pernah menyangka akan berdiri di depan para tokoh besar kesehatan seperti sekarang” ucapnya membuka seminar

“ namun saat ini dunia benar-benar harus melihat satu tokoh legendaris dengan prestasinya di ilmu kedokteran… beliau akan memberi penjelasan rinci kepada kita semua tentang kasus fibrodysplasia ossificans progressiva yang dikenal langka dan mematikan.. . baiklah Tanpa memperpanjang waktu… seminar ini akan segera dilangsungkan… mari kita sambut profesor dokter spesialis bedah anak universitas harvard…”

“choi jinri”

seluruh ruangan bertepuk tangan takjub ketika seorang wanita berparas cantik jelita dengan pakaian formal dan stelan jas dokternya, diselingi sebuah kaca mata, dengan rambut yang dibiarkan tergerai indah bersama sepatu hak 5 cm… ia disambut dengan meriah oleh semua orang kecuali 3 manusia yang masih membuka mulut tak percaya, minho , kai dan krystal … ketiganya membulatkan mata sempurna seakan mencuat keluar. bahkan mereka tak sadar telah menahan nafas beberapa menit…

“selamat siang” sapa gadis cantik tersebut dengan senyum khas nya, kai masih tidak percaya melihat siapa didepanya saat ini, tokoh legendaris itu adalah saudara kembarnya sendiri. yatuhan bagaimana bisa?? Dan sejak kapan sulli menjadi profesor?? terlebih krystal, ia seperti mendapat tamparan keras dengan munculnya sulli sebagai pemimpin seminar…

‘“hari ini… saya akan memberi penjelasan mengenai 1 buah penyakit mematikan…” ucapnya

“namun sebelumnya saya ingin meminta 1 hal sebelum seminar ini berlangsung” lanjutnya lagi.

“tolong jangan menganggap saya orang hebat… pintar… jenius… atau sejenisnya, kelas kita sama, saya tidak berada diatas anda begitu juga sebaliknya. Saya bisa berdiri disini karena motivasi besar, dan motivasi itu saya dapat dari hujatan serta kegagalan… jadi berterimakasihlah pada orang yang menghujat anda, sebab hujatan itu membuat anda berfikir bahwa hidup ini memang tidak mudah” semua orang terkesima mendengar kata pembuka jinri atau tepat nya sulli. gadis itu tersenyum hangat pada para hadirin, ia menggunakan bahasa inggris dengan sangat fasih. Kai begitu terkesima, ia tidak pernah merasa sebangga ini dan krystal lagi-lagi merasa tertampar seolah ucapan tersebut sindiran keras untuknya. Tak luput juga minho, pria tampan tersebut sejak tadi menatap sulli fokus. Mata bulatnya memancarkan pesona kekaguman yang luar biasa.

“baiklah seminar ini akan kita buka” sulli memasang layar fokus dibelakangnya.

“kita bisa melihat gambar ini… dia adalah penderita fibrodysplasia ossificans progressiva” sulli menjelaskan sambil memasang laser untuk menunjuk gambar-gambar yang tertera dilayar besar

“fibrodysplasia ossificans progressiva / FOP – merupakan penyakit yang dapat mengubah penderitanya menjadi seonggok batu keras” sulli memancarkan karisma seorang dokter yang selama ini tersembunyi pada sosok sederhana nya.

“cedera bisa menjadi faktor pemicu FOP, akibat tulang bereaksi over terhadap memar atau retak hingga pertumbuhan jaringan tulang menjadi berlebihan ke seluruh tubuh, mulai dari leher, tulang belakang menjadi kaku, kemudian pundak, pinggang dan siku” lanjutnya penuh wawasan

“saya begitu tertarik mempelajari masalah ini setelah menyaksikan langsung perjuangan seorang anak diamerika untuk bertekad sembuh. Hingga pada suatu waktu saya menemukan bahwa FOP ini disebabkan oleh suatu gen mutasi tunggal yang disebut ACVR1”

“gen itu lah yang penyebab pertumbuhan tulang tambahan hingga dapat menimbulkan rasa sakit . satu-satunya cara untuk mencegah penyakit langka ini adalah dengan sistem pengobatan yang dapat menahan pembentukan tulang exstra( tambahan)” sulli menghentikan kalimatnya sambil menatap seluruh dokter yang fokus mendengarkan, gadis itu kembali berbicara jelas, bahasa yang sangat terdidik dan tersusun rapi hingga pendengar dapat menangkap cepat maksud ucapanya. Sulli membius seluruh manusia diruang bergengsi tersebut.
Minho… menatap seksama. sejak tadi darahnya berdesir hebat, sulli yang ia temui di apartement, sulli yang kerap mengantar sarapan pagi untuknya terlihat jauh berbeda. Jauh berkarisma. Ternyata kesederhanaan dapat mengubah keong menjadi kupu-kupu. Sulli adalah seorang dokter, bukan hanya dokter tapi profesor dokter. Bukankah janji tuhan memang nyata untuk para pekerja keras yang barani menggantung mimpi setinggi mungkin… lalu apa lagi yang harus disombongkan??
…..

2 jam berlalu. Seminar telah selesai, sulli segera bergegas keluar. ia diundang untuk berbicara langsung bersama mentri-mentri kesehatan juga choi yun gyeom selaku direktur wooridul spine hospital.
……

“setelah melihatnya tadi aku menjadi malu” krystal berbicara pada minho dilorong rumah sakit, mereka pergi keluar bersama. Minho menoleh

“kenapa???”

“gadis itu… ternyata dia profesor itu, aku sungguh tak menyangka. Apa setelah ini kau akan lebih tertarik padanya???” minho terdiam. lagi-lagi krystal bertanya sesuatu yang tak ingin minho dengar, karena tak ingin mengundang perseteruan, ia kembali berjalan meninggalkan gadis bermarga jung tersebut.

“oppa…” cegah krystal sedikit keras.

“apakah jika kukatakan sekali lagi aku mencintamu, kau masih menjawab tidak??”

-TBC to part 10-

(wkwkkwkw absurddddd total part ini maklumi ajeee yaaaakkk orang sibuk *preet  ngetiknya ngebut.oiyaaaa walaupun taun ini banyak skandal tetep optimis yak….akan indah fada waktunya. jangan berpaling dukung minsul okeeeee. ditunggu komenya…)

 

 

OPPA (Sequel WHAM) Part.3

willheacceptme

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin, Lee Jonghyun, Lee Jinki, Kim Kibum,  Krystal Jung, Choi Siwon,Seohyun

Author : Dina Matahari

Genre :  Sad , Roman, Persahabatan

Length : Chapter

  Rating : General

 Berbohong untuk Kebahagiaan

 

Aku memeluk guitarku dan mencoba memetik beberapa nada. Tetapi aku hanya menemukan kebuntuan. Buntu. Kelebat bayangan Sulli melintas dalam benakku.. Terasa sakit !!

Ini sudah hampir dua minggu dari pemberitaan itu. Dan sudah dua minggu aku tidak ikut manggung karena kondisi tubuhku yang tidak fit. Selain itu, aku juga memiliki ketakutan kalau harus melihat gadis bernama Sulli itu muncul di kafe.

Tetapi dari Taemin aku tahu bahwa dia tak pernah datang lagi ke kafe.

Diam-diam aku kecewa, karena sebenarnya aku berharap ia akan datang menjelaskan semuanya. Well, itu hanya harapanku saja. Karena setelah peristiwa telepon itu, aku seharusnya sudah tahu bahwa tak ada harapan lagi antara aku dan Sulli.

Sebenarnya beberapa hari setelah pembicaraanku di telepon, gadis sepupunya menelponku, mengatakan dia ingin bertemu dan menjelaskan semuanya. Aku tak menanggapi dan menolaknya. Percuma kalau yang datang hanya dia, karena yang kubutuhkan adalah Sulli. Aku ingin Sulli yang menelepon dan menjelaskannya padaku. Aku tidak percaya pada kata-kata sepupunya, kalau dia itu bisu. Seorang yang bisu biasanya tuli…tetapi Sulli bisa menikmati musik dengan baik, dia bisa mendengarku karena kulihat dari reaksi wajahnya…aku tahu dia bisa mendengar. Bukankah itu suatu hal yang bertentangan ?

Kalaupun ia bisu, mengapa harus membohongiku dengan mengatakan bahwa pita suaranya sedang sakit. Bukankah itu bohong ?

AArgh…! Aku tak tahu mana kebenarannya ! Dan aku tak mau tahu, karena tak ada pengaruh apapun jika aku tahu kenarannya.


Ku simpan Guitar di atas karpet. Kemudian aku membaringkan tubuh di kasur, dalam kamar yang tidak begitu luas. Mataku menatap lurus ke langit-langit. Semua kejadian diantara kami melintas kembali seperti sebuah film yang diputar dalam kepalaku

“Bagaimana bisa ? Bagaimana mungkin ?” kataku pada langit-langit.

Ya, bagaimana bisa aku dibohongi sejauh ini ? Bisu atau tidak, tetap saja ia telah memberikan kebohongannya kepadaku. Dibohongi oleh seorang yang aku percayai dengan sepenuh hati. Dibohongi oleh orang yang sangat aku sayangi. Bagaimana mungkin aku percaya begitu saja kepadanya ? Bagaimana mungkin aku bisa mengobati hati yang terlanjur kecewa. Bagaimana mungkin aku bisa menerima kebohongan itu ? Apa maksudnya telah membohongiku ? Apakah ia tidak percaya pada kekuatan cintaku, hingga ia harus berbohong tentang dirinya sendiri.

Tiba-tiba handphone aku berbunyi. Aku mengangkatnya, kulihat nama Sulli di layar. Ya, aku menyimpan nomor sepupu Sulli supaya tahu kalau dia menelponku lagi.

Rasa marah dan kecewa mendorongku untuk mematikannya.

Ya, ini sudah berulang kali terjadi sejak terakhir kami bicara. Aku menolak bicara dengannya karena aku merasa harga diriku telah dia lukai. Dia melakukan kebohongan besar untuk mengelabui aku, Ia melakukannya karena tak percaya aku bisa menerimanya dalam kondisi apapun ?

Atau karena takut, aku akan merongrong kehidupannya sebagai putri seorang milyuner ?


Seorang gadis berambut sebahu duduk di kafe dengan tenang. Matanya memperhatikan band shinee yang sedang tampil. Ia menikmati setiap lagu yang mereka bawakan. Penampilan mereka sangat bagus untuk kafe yang kecil dan sederhana..
Tetapi yang membuat gadis itu betah diam di kafe bukan karena music mereka yang merdu, tetapi karena seorang pemuda tinggi yang memegang bass. Ia melihat sejak awal main sampai lagu terakhir, pemuda itu tidak hadir di panggung. Ia bermain baik, tetapi jiwanya tidak hadir bersamanya. Tak ada senyum sedikitpun, tidak seperti anggota band lainnya.

“Humh…dia pasti Choi Minho.” Katanya dalam hatinya.

Lagu terakhir ditayangkan, mereka mengucapkan salam perpisahan. Kemudian membereskan peralatan mereka.

Wanita itu berjalan ke kantor manager kafe. Ia berbicara dengan manager itu, kemudian memberikan sejumlah uang.


Shinee bersiap-siap untuk pulang, ketika manager kafe memanggil Onew. Setelah berbicara panjang lebar, Onew kembali bergabung dengan kawan-kawannya.

“ Kata manager ada seorang penggemar kita yang ingin berkenalan. Kita harus menemuinya dulu sebentar.”

Mereka kemudian bersama-sama menuju sebuah meja yang terletak paling pojok. Seorang wanita yang cantik telah menunggu.

“ Shinee ?” wanita itu berdiri menyambut kedatangan mereka.

“Perkenalkan saya Jessica, kakaknya Krystal.”

Mereka berlima saling berpandangan karena tidak tahu dan tidak mengenalnya. Tetapi mereka menyambut uluran tangan Jessica, sambil memperkenalkan nama mereka masing-masing.

“Tampaknya kalian tidak mengenal Krystal ?”

Jessica agak kaget, karena dari cerita Krystal, Shinee dan Krystal sudah saling mengenal.

“Bagaimana kalau Sulli ? Kalian mengenal Sulli ?”

Serempak anggota band shinee mengarahkan pandangannya ke arah Minho yang terlihat mendadak menjadi pucat dan kaget.

“ Baiklah, saya Jessica kakak sepupu Sulli. Saya datang untuk berbicara dengan salah satu anggota band Shinee. Mr. Choi Minho ??”

“ Itu saya.” Kata Minho dengan mata bertanya-tanya.

“Aku diminta Krystal menyerahkan kaset ini.

Ia berpesan untuk memutarnya sampai selesai, supaya bisa menjelaskan semua kekacauan di antara kalian. “ Kata Jessica lagi, “Ini kasetnya.”

Minho menerima kotak kaset dan menyimpannya di saku bajunya.

“Krystal minta maaf tidak bisa datang sendiri menyerahkan kaset ini. Setelah berita besar tentang kalian ditulis di Koran-koran, Sulli dan Krystal tidak bisa meninggalkan rumah dan mereka dalam pengawasan. Baiklah, senang mengenal anda semua, dan saya sangat menyukai warna music anda. Selamat malam.”

Jessika berjalan meninggalkan kelima member Shinee yang kebingungan.

‘-
Krystal Pov. (suara kaset)


“Hai, Shinee… nama saya Krystal. Saya adalah gadis yang selalu menemani Sulli datang menonton kalian semua manggung. Saya menyukai band kalian.

Tetapi sebenarnya bukan itu yang ingin saya sampaikan di sini. Saya ingin membicarakan sesuatu yang penting, tetapi karena keadaan tidak memungkinkan saya menghubungi kalian, maka saya lakukan cara ini.

Hai Choi Minho,

Saya ingin mengungkapkan suatu rahasia besar kepadamu. Rahasia seorang Choi Sulli, gadis bisu yang selalu datang untuk melihat pertunjukkanmu.”

Keempat member Shinee yang mendengarkan kaset rekaman itu, serentak mengalihkan tatapan mereka kepada Minho yang duduk dengan wajah sulit ditebak.

“Choi Sulli, adalah putri satu-satunya seorang pengusaha nomor satu di Korea. C.C.E. Ia memiliki segala yang dia inginkan, tetapi ia tidak memiliki dua hal yang sangat penting dalam hidupnya. Yaitu suara dan kebebasannya. Ia bisu, dan karena kebisuannya itu ia dibatasi untuk bergerak. Karena cinta yang begitu besar dari kedua orang tuanya, mereka menghindarkan Sulli dari lingkungan yang memungkinkan dirinya terluka akibat kekurangan yang dimilikinya. Sehingga Sulli mereka tempatkan dalam rumah megah dan mewah, dengan pelayan yang siap melaksanakan perintahnya. Tak seorangpun berfikir bahwa semua itu tidak cukup untuknya.

Sebagai satu-satunya teman di rumah itu, aku tahu dia kesepian. Dia merasa bosan. Dia merindukan udara luar dan kebebasan. Ia ingin mengenali setiap liku kota Seoul. Tetapi ia tak pernah bisa. Jika ia ke luar rumah, maka harus selalu ada yang mengawalnya.

Aku melihatnya dari tahun ke tahun. Ia tumbuh menjadi orang yang sulit untuk berkomunikasi, terutama dengan orang baru. Ia takut orang akan malu berteman dengan gadis bisu, seperti ia selama ini beranggapan bahwa orang tuanya menyembunyikannya karena mereka malu memiliki anak yang bisu.

Itulah alasan kenapa ia menyembunyikan kebisuannya itu darimu, Minho-shi. Ia merasa gembira punya teman dari luar lingkungan rumahnya. Ia tak mau kehilangan apa yang dicarinya selama ini.

Jangan salahkan Sulli untuk semua kebohongannya padamu, karena itu aku yang memberinya ide. Aku yang mengajarinya berbohong karena aku juga tidak mau ia kehilangan kebahagiaannya.

Minho-shi, salahkah seseorang berbohong untuk meraih kebahagiaan yang dicarinya? Salahkah seseorang berbohong untuk tidak mengecewakanmu, teman yang dia cari selama ini? Kalau memang itu kesalahan, maka itu adalah mutlak kesalahanku.

Tolong jangan benci Sulli. Tolong jangan membuat dia membenci dirinya sendiri. Jika dia sudah membenci dirinya sendiri, dia akan kehilangan segalanya. Jika dia kehilangan segalanya…………….lalu aku akan tinggal dengan siapa ? Dengan seorang gadis bisu yang takut menatap masa depannya sendiri ? Seorang gadis bisu yang baru menemukan kebahagiannya dalam beberapa minggu, tetapi harus kehilangannya kembali untuk selamanya ? Seorang gadis bisu yang takut akan kehilangan mataharinya kembali ???

Saya Krystal, berterimakasih untuk matahari yang kau berikan dalam kehidupan seorang Choi Sulli………. “

Krystal POV end

Minho tertegun, ia mencoba mencerna kembali apa yang baru saja didengarnya. Ia baru mengerti mengapa Sulli membohonginya. Itu semua untuk membuat dirinya tidak kecewa, dan untuk mendapatkan kebahagiaan yang dicarinya.

Sulli telah berbohong untuk kebahagiaannya. Salahkah ??


Minho berlari menuju kamarnya, meninggalkan member Shinee yang lainnya yang sama-sama masih terdiam. Mereka ikut mendengar apa yang diucapkan Krystal. Mereka mulai mengerti apa yang telah membuat Minho terlihat kacau belakangan ini.

Minho mencari handphonenya, ia melihat barangkali Sulli ada mengirim sms atau menelponnya hari itu.

Tidak ada.

Sulli menelponnya dua hari yang lalu, itupun ia telah menolaknya.

Sebersit penyesalan menikam jauh ke dalam hatinya. Penyesalan yang menyisakan kepedihan. Ini bukan masalah harga diri, ini adalah masalah hati. Seharusnya Sulli tahu, ia tidak akan membencinya karena ia bisu. Dan ia harus mengatakan secepatnya.

Nomor Sulli ia hubungi, tetapi jawaban yang diterimanya adalah

“ Nomor yang anda hubungi berada di luar servise area. Mohon hubungi sekali lagi.”

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Choi Minho melempar handphonenya dengan penuh kemarahan, kekesalan, kepedihan dan penyesalan yang saling berbenturan.

Prakk!

Handphonenya terjatuh setelah menghantam dinding kamar dengan keras. Handphone itu hancur berantakan.

Ia sama sekali tidak tahu, apa yang dilakukannya telah dilakukan oleh Sulli juga.

Dua hari yang lalu…

Saat ia mematikan hand phonenya karena menolak menjawab teleponnya.

‘ BERSAMBUNG

[FICLET SERIES] Touch The Stars

touch the stars

Summary :
”Minho merindukan sang ayah.
Dan Minho ingin melihat bintang sebagai gantinya, tapi ia tidak bisa.
Hingga Sulli membawakan langit beserta bintang-bintang untuknya.”

[recomemended] Soundtrack : Starlight – Taylor Swift

Main Cast : Choi Minho SHINee, Choi Sulli f(x).
Other : Find them!
Rating : Teenager
Genre : Fluff // Romance // Comedy

author : Devina Sandy / Dhev / DazDhev (-_-)

Continue reading

OPPA (Sequel WHAM) Part.2

willheacceptmePoster by Poster By Aiden탑 | Amante de Dios

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,

Support Cast : Lee Taemin, Lee Jonghyun, Lee Jinki, Kim Kibum,  Krystal Jung, Choi Siwon, Seohyun

Author : Dina Matahari

Genre :  Sad , Roman, Persahabatan

Length : Chapter

  Rating : General

Kenyataan

 

Sulli Pov


“ Sulli sampai jumpa lagi ! Aku pasti menunggumu !”

Teriakkan itu terdengar bergaung di telingaku…seperti suara musik yang merdu. Gaungnya meresap dalam setiap pori-pori tubuhku. Aku melihat dia, laki-laki yang selama sebulan ini mengganggu tidurku.

Dia melambai, ada genangan air mata di bibir matanya yang indah.

Tuhan, dia menangis ? Menangis untuk perpisahan kami ? Tuhan… buatlah dia mengerti dengan bahasa mataku. Buatlah dia merasa bagaimana hatiku. Tuhan…berilah aku kesempatan bicara sekali ini saja. Hanya untuk mengatakan perasaanku kepadanya.

Aku berusaha bicara, tetapi yang kudengar hanya suara yang menggelikan. Tanpa dapat kutahan, butiran air mata menggelinding di pipiku. Aku tidak menyesali kebisuanku. Sungguh, aku tidak menangisi kekuranganku. Aku menangis karena aku tak bisa mengatakan itu. Mengatakan sebuah kalimat.

“Choi Minho saranghae..!”


Aku menatap langit luas melalui kaca jendela perpustakaan. Aku masih membayangkan pertemuan kami Sabtu malam kemarin.

Pertemuanku dengan Choi Minho Sabtu malam itu, menambah tebal rasa rinduku padanya. Terakhir aku melihatnya, lelaki itu berdiri di depan kafe, tegak menatap lurus kami.  Matanya berkaca-kaca melihat kepergianku.

Malam itu bagiku sangat indah.

Matanya yang bulat bersinar tak pernah lepas dariku, aku merasakan kehadirannya begitu dekat. Ia juga menyanyikan sebuah lagu romantis yang sampai sekarang masih kuingat syair terakhirnya. Sebelum ini tak ada orang yang pernah menyanyikan sebuah lagu yang dia ciptakan khusus untukku.

Salahkah aku bila merasa bahwa diriku mendapat tempat istimewa dalam hatinya ? Apakah ia merasakan cinta yang aku rasakan juga ? Lagu itu membuatku lupa tentang kekurangan yang kumiliki. Aku merasa diriku istimewa…..istimewa sekali.

Kebahagiaanku membuncah, aku melambung ke atas langit. Ya, aku sekarang berada di atas awan…. tetapi aku ketakutan. Aku takut terjatuh dan sakit.

Tiba-tiba Krystal masuk dan wajahnya terlihat pucat. Aku memandangnya heran.

“kenapa ?”

Dia tidak menjawab, ia duduk di depanku. Koran yang sejak tadi digenggamnya terjatuh di meja, sementara ia menutup mukanya dan menangis.

‘ Maafkan aku, Sulli….! Maafkan aku, ini semua salahku….!” Katanya

Aku tidak mengerti kenapa dia seperti itu ?

Kenapa dia meminta maaf padaku ?

Apakah kepergian kami semalam diketahui orang tuaku sehingga dia akan kena hukuman lagi seperti biasa ?


Aku berusaha menenangkannya, kupeluk dia….tetapi mataku tiba-tiba terpancang pada berita di Koran yang ditulis dengan huruf besar.

Ya Tuhan !! Bagaimana bisa ??

Tulisan itu begitu jelas….Tuhan, bagaimana ini ?

Bagaimana bila ayah ibuku tahu ?

Bagaimana bila Minho membacanya ?

Tuhan…bagaimana ini ?

Apa yang harus kulakukan ???


“ Hyun Woo, cari tahu siapa Choi Minho ! Aku mau laporannya siang ini juga di kantorku !!”

Kudengar suara ayahku menggelegar. Aku membayangkan wajahnya yang pasti terlihat menyeramkan. Kutahu ayahku marah.

Apa yang akan dilakukannya kepada Choi Minho ? Dia tak bersalah sama sekali…Tuhan, bagaimana ini ???

Aku panic, bingung,sedih, marah, kecewa…tiba-tiba saja air mata membasahi pipiku.

“Krystaaaal……!!!”

Kini suara ayahku terdengar lebih keras. Kurasakan Krystal badannya menggeletar dalam pelukanku. Kami menangis bersama. Sungguh…aku menyesal telah membuat banyak orang menderita karena ulahku,


Minho Pov.

Sulli…nama yang indah, secantik orangnya.

Sayang sekali, malam tadi aku tak sempat bertanya banyak karena dia sedang sakit.

Aku tak menyangka, walaupun sedang sakit ia menyempatkan diri datang ke kafe untuk memenuhi janjinya padaku. Ugh ! Aku harus menunggu minggu depan untuk bertemu lagi dengannya. Ah… mengapa kemarin tidak kutanyakan dimana alamat rumahnya, atau dimana sekolahnya supaya kami tidak hanya bertemu di kafe itu saja. Emh…mungkin dua hal itu harus kucatat untuk kutanyakan minggu nanti … itupun kalau dia datang.

Dadaku berdesir….aku yakin dia akan datang. Aku punya keyakinan itu, seperti juga keyakinanku sebulan yang lalu atas janjinya.


Drrt….drrt…


Tiba-tiba suara ponselku bergetar. Kulihat nama Taemin muncul di layar.

“ Yoboseyo… taemin, mwondeyo ?”

“ Kau dimana hyung ?”

“ AKu sedang di kamar.”’

“Aku segera ke sana.”

Aku menatap ponselku yang tiba-tiba berbunyi Tuut…Tuut…. Tak biasa Taemin menelponku pagi-pagi. Ini membuatku penasaran.

Aku segera bangun dari tempat tidurku, kemudian mandi. Aku juga tidak biasa malas-malasan seperti pagi ini. Tapi entah kenapa rasanya aku malas untuk meninggalkan tempat tidur, dan hanya mau memejamkan mata membayangkan wajah Suli.


Saat ke luar dari kamar mandi, Taemin sudah menungguku. Duduk di atas ranjang yang masih berantakan. Wajahnya terlihat segar, apalagi rambutnya masih terlihat basah. Mungkin ia juga baru selesai mandi sepertiku.

“ Ada apa, Taemin ? Tumben pagi-pagi kau sudah menelpon?”

Ia tak menjawab tetapi menyodorkan sebuah surat kabar local kepadaku.

“Halaman pertama….kau masuk berita utama, hyung !” jawabnya dengan suara yang aneh.

Aku terkejut. Aku bukan artis, bukan politisi, bukan siapa-siapa. Kenapa harus menjadi berita utama di Koran ? Tanpa pikir panjang aku mengambil surat kabar itu dan membukanya.

“ CHOI SULLI ANAK TUNGGAL PEMILIK C.E.E.

MENGENCANI SEORANG MUSISI MUDA”

Choi Sulli pada hari Sabtu malam, kedapatan mengunjungi “Yoyo Kafe”, sebuah kafe kecil didaerah Cheonggyecheon. Ini hal yang tak biasa untuk seorang putri Choi Siwon. Dari sebuah sumber terpercaya JK diketahui bahwa dia datang khusus untuk menemui salah seorang personel Band Shinee yang sering manggung di kafe tersebut. Dengan mengenakan baju santai seperti kebanyakan orang, Sulli duduk ditemani seorang pemuda yang kemudian menyanyikan lagu khusus……..

Aku tak sanggup lagi membaca kalimat selanjutnya dari berita itu. Mataku kabur karena air mata yang tiba-tiba saja muncul. Hatiku terasa meleleh…antara percaya dan tidak. Lututku gemetar, aku ambruk di lantai… kakiku tak kuasa menahan berat tubuhku lagi. Taemin yang sejak tadi melihatku, langsung datang memburuku.


” Minho hyung, gwencana ?”


“ Ia anak Choi Siwon pengusaha terbesar di Korea…..” kataku lebih kepada diriku sendiri.

Sungguh, aku tak mengira Suli yang tampil bersahaja itu adalah puteri seorang milyuner terkenal di Korea. Pantas saja kemunculannya memancing perhatian pers.

“ Hyung, berita ini telah membantumu mengetahui siapa dia sebenarnya, kan ? Kau pernah mengatakan kepadaku bahwa kau tak peduli siapapun dia adanya, kau akan tetap mencintainya dan berjuang untuk itu.”

Aku tak menjawab, pikiranku berputar hatiku kacau…Mungkinkah seorang putri milyuner akan menerimaku ?

Ayahku memang pengusaha, tetapi hanya pengusaha kecil di Incheon. Sangat tidak sebanding dengannya.

Layakkah aku mencintainya ?

Bagaimana reaksi orang tuanya saat tahu tentang aku ?

Tuhan, mungkin inilah sebabnya Kau hilangkan keberanianku menyatakan perasaan cinta kepadanya tadi malam. Karena KAU tahu Sulli tidak akan menerimanya, karena Sulli hanya akan menertawakanku. KAU tahu aku akan dikecewakan oleh mimpiku sendiri.

Tetapi Taemin mungkin benar, ini adalah kenyataan yang harus kuterima. Mungkin ini rencana Tuhan untukku. Bagaimana dan kemana cerita ini akan berlanjut, aku harus menunggu.


Hari berjalan dengan sangat lambat. Berita tentang Sulli dan aku di Koran menjadi perbincangan di asrama. Mereka banyak yang datang dan bertanya tetapi aku cukup mengatakan bahwa aku tak tahu apa-apa tentang berita itu.

Ya, aku memang tak tahu apa-apa tentang Choi Sulli.

Karena malas menjawab banyak pertanyaan teman-teman seasrama, karena malas melihat tatapan mereka yang skeptis, aku banyak berdiam diri di kamarku. Sampai tiba-tiba Onew memanggilku.

“ Minho, ada telepon untukmu !” kata Onew sambil menyerahkan ponselnya kepadaku.

Aku menatapnya tak mengerti, ya aku tak mengerti kenapa orang menelponku melalui ponselnya.

“ Siapa ?” tanyaku dengan lemas, aku benar-benar kehilangan semangat sejak pagi tadi, sejak berita itu datang.

“Tidak tahu, katanya ia sepupu Sulli.”

Aku segera meraih ponsel Onew hyung

“Yoboseyo , Saya Choi Minho. Kau gadis yang selalu mengantar Sulli ?”

“ Iya, atas nama Sulli saya mau minta maaf tentang berita di Koran  pagi…”

“ Mengapa harus kau yang bicara ? Apakah dia tak punya nyali untuk ngomong sendiri ? Mana Sulli, aku mau bicara padanya.”

“ Maafkan, tetapi Sulli…”

“Dia tak mau bicara padaku, bukan ? Pita suaranya tidak sakit, bukan ? Ia hanya tidak mau bicara pada seorang pemuda biasa yang tidak sederajat dengannya, kan ?”

Rasa tertekan, marah, dan kecewa yang kusimpan sejak pagi membuatku tak bisa mengontrol kata-kataku sendiri.

“ Aku hanya ingin menjelaskan bahwa yang dikatakan Koran itu tidak benar…”

“ Yang mana ? Yang mengatakan bahwa dia anak seorang milyuner, pemilik C.E.E, perusahaaan terbesar di korea ? Ataukah yang mengatakan bahwa dia mengencani seorang musisi muda yang ingin mendompleng nama besar ayahnya ? “

“ Choi Minho !! Mulutmu sangat kasar !!!”

Aku terkejut dengan kata-kata gadis itu, suaranya memekakkan telingaku. Aku yakin dia mengatakannya dengan berteriak.

“ Nona, maafkan bila menurutmu itu kasar. Tapi itu bukan kata-kataku… itu adalah kalimat dalam Koran yang kubaca pagi itu.” Jawabku dengan datar.

Bagiku justru dia yang kasar, usianya pasti lebih muda dariku tetapi dengan lantang ia menyebut namaku tanpa …tiba-tiba kudengar ada isak tangis.

Entah kenapa hatiku tiba-tiba merasa seperti ditusuki ribuan jarum. Apakah gadis itu menangis ?

“ Sulli, biar aku yang bicara…!!!” terdengar suara di sana, “Berikan ponselnya !!”

Jantungku tiba-tiba terasa berdetak kencang, “Sulli ??”

Aku berharap ia akan bicara, tetapi tak ada jawaban apapun. Aku hanya mendengar isak tangis. Ah, bagaimana kalau memang benar-benar pita suaranya sedang sakit ? Tetapi ia bisa menjawab kata-kataku walau hanya dengan 1 kata saja, bukan ?

“ Sulli….” Kataku lagi, ia masih tak menjawab.

AKu yakin sekarang diriku sedang bicara dengannya, hatiku mengatakan hal itu. Mendengar isakkannya hatiku seperti meleleh…perasaan galau yang membuncah didadaku sejak tadi, hilang tiba-tiba.

“ Sulli, aku tidak akan mempedulikan berita Koran itu. Tolong katakan satu kalimat saja untukku, untuk meyakinkan aku bahwa kau mau menjadikanku temanmu. Walau aku bukan siapa-siapa.”

“………………” (isakan)

“Aku tahu pita suaramu masih sakit. Tetapi itu tidak berarti kau tak bisa mengucapkan satu kata saja padaku. Choi Sulli, kalau kau masih menganggapku teman tolong sebut saja namaku. Tetapi kalau kau menganggapku lebih dari teman, panggil aku oppa…”

“ Choi Minho, kau sungguh keterlaluan ! Sulli tak akan bicara sampai kapanpun kepadamu. Itu karena dia bisu….!”


Tuut…Tuut…Tuut…

Sepertinya aku tak bisa berfikir apapun.

Blenk, semua gelap.

AKu memandang ponsel Onew. Kulihat tanganku bergetar karena emosi yang kutahan. Dia telah menutup telponnya. Memutus pembicaraan kami. Dia menolak menyebut namaku. Dia menolak memanggilku oppa.

Apa benar karena dia bisu ?

Choi Sulli bisu ???

Ia menatapku ingin tahu, tetapi aku meninggalkannya begitu saja. Aku masuk kamar, mengunci diriku. Aku ingin sendirian, aku ingin merenung, Aku tak ingin bicara pada siapapun karena kuyakin tak akan ada yang mengerti bagaimana perasaanku saat ini. Saat kutahu kenyataan sebenarnya di ujung perkenalan singkat kami.

‘BERSAMBUNG

WW Club – Chapter 21: It’s just an accident

???????

WW Club – Chapter 21: It’s just an accident

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di cerita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG15

.

.

Summary :

“Show them what you got.” – Minho

“Itu hanya… kecelakaan.” – Sulli

“Sulli tidak menyukainya lagi.” – Minho

.

Continue reading