-MEDICAL of LOVE- (part 8)

minsulstal

-MEDICAL of LOVE-
(part 8)

Author: Chyminh

Main cast: choi sulli | choi minho

Kim jongin a.k.a choi jong in | kang ji yeong |Jung krystal and OC

Genre: sad, comedy, romance

PG: 15

Summary

Aku tidak berdoa pada tuhan untuk meminta apa yang kuinginkan
Aku hanya bercerita pada tuhan tentang masalahku,
Dan meminta sebuah keputusan baik darinya
adalah cara manis dari sekedar memaksa apa yang kupinta menjadi nyata
Rasanya tidak tau diri bersikap seperti itu
Setelah nikmat yang tak terukur selama ini
-SULLI-

-0-

Sulli menggigit bibir frustasi, ia tak berani masuk keruang rawat kai. Namja yang bernotaben sebagai kembaranya itu sekarang tengah dirawat inap akibat alergi yang mempengaruhi sistem pernafasanya. Minho bilang keadaanya sudah membaik, walau begitu harus dirawat beberapa hari. Sementara jiyoung telah kembali menyelesaikan urusanya, ia merasa sangat bersalah ketika tau perihal yang membuat kai hampir celaka adalah karena baju yang diberinya sebagai hadiah. Jiyoung tak tau kai memiliki alergi bahan tertentu.

Dengan langkah gentar sulli memberanikan diri masuk keruang VIP tersebut, ia siap menerima resiko. Sulli juga masih sanggup adu mulut, apa lagi kai dalam kondisi sakit, pasti dia akan menang, Begitulah Batin gadis berparas cantik tadi. Dibukanya knop pintu kamar inap namja bernama kai itu dengan hati-hati, kemudian sulli masuk dengan langkah yang seusaha mungkin tak terdengar.

“ckckckck kau konyol sekali hari ini” bisiknya mengejek sembari menatap saudaranya yang tertidur pulas diatas ranjang. Sulli sangat tau penyakit aneh kembaranya, namun ia tak pernah menyangka kai yang dikenal sebagai pria tangguh rela mengorbankan tubuhnya dibungkus baju yang hampir membuatnya mati karena tak bisa bernafas, bukankah ini konyol.

“sejak kapan kau tak bisa menolak? Aku curiga kau mulai terpikat dengan putih telur itu, kau menyadarinya setelah peristiwa rampok tempo lalu kah, sangat tidak romantis. tapi jika ya,,, aku turut bersuka ” ucap sulli lagi. sesaat setelahnya ia memasang penghangat ruangan, membetuli posisi selimut kai dan mengecek cairan infusnya. Lalu sulli kembali terjaga

“jongin-ah…” lirih gadis bernama sulli tadi, ia menatap lekat sosok kai. “Maafkan aku … aku tau ini salah” ada pancaran sedih di wajah cantik tersebut.

“tapi percaya lah… dalam waktu dekat ini aku akan kembali kerumah, yang kuharap saat ini kau lekas sembuh, dan tidak berteriak lagi jika berjumpa denganku. Kau sadar tidak kita ini sudah dewasa… orang dewasa bertengkar itu lucu sekali…” gumamnya lagi.

Sullipun memilih duduk disebuah kursi yang terletak tidak jauh dari ranjang tidur kai. Ia mengambil posisi di sebelah kembaranya tadi. walau begitu sulli siap siaga jika barangkali kai tiba-tiba sadar dan menyerangnya dengan sederet kata panjang menusuk telinga… ah mengapa orang bisa berfikir ia cool, memang seperti itu tapi tidak berlaku di hadapan sulli, mereka seperti kucing dan tikus yang beda kepribadian.

“Hebat juga ya kau bisa bekerja dirumah sakit mewah seperti ini, menjadi salah 1 bagian terpenting didalamnya. Ternyata kau benar-benar pintar… tapi jika dibanding minho kau tetap kalah. Aku juga baru tau Wooridul hospital milik ayahnya…. daebak” sulli berbicara sendiri sambil menatap ruangan kelas 1 tersebut. ia tertawa melihat wajah damai kai yang masih terlelap karena pengaruh obat penenang… mungkin ia baru sadar besok pagi, atau siang. Hari itu keadaan sudah cukup larut, sebenarnya sulli bisa saja pulang sejak tadi, tapi sulli merasa punya tanggung jawab untuk menjaga saudara kandungnya, meskipun keadaan ini akan berubah dalam hitungan detik ketika kai sukses membuka mata dan melihat keberadaan sulli. hingga semakin lama rasa kantuk itu datang. Sulli rasakan matanya semakin berat, akhirnya gadis bermarga choi tadi memilih untuk tidur di salah 1 sofa besar yang terdapat dikamar itu…….

“JONGIN-ah…”

“Youngie apa yang terjadi” Sulli berkata panik sambil memegang wajah Kai yang sangat dingin.

“Aku tidak tau… tiba-tiba ia memegang dadanya seperti tidak bisa bernafas, kemudian pingsan” jawab gadis bermarga kang itu ketakutan. Minho mulai memeriksa denyut nadi pada tangan dan lehernya. Sesaat setelah itu ia membuka tuxedo beserta kancing kemeja di tubuh namja yang pingsan tadi.

“Mengapa dia memakai banyak baju” batin Minho bingung.

“Denyut jantungnya sangat lemah sekali… apa dia memakan sesuatu, ini seperti alergi” Minho membuka suara. Jiyoung menggeleng cepat…

“Tidak . kami hanya minum segelas anggur… itu saja” mendengar penuturan minho dan jawaban jiyoung, Sulli mulai fikirkan sesuatu, ia mengingat mati-matian jenis alergi yang dimiliki saudara kembarnya tersebut. tak lama setelah itu sulli terbelalak lebar… ia segara mengambil alih kai dengan membuka jas dan kemejanya.

“Apa yang kau lakukan” Minho berbicara agak keras. Sulli tak menjawab dan sibuk melihat bahan baju ditangnya tersebut.

“Ya Tuhan… Kai alergi bahan katun seperti ini, kita harus membawanya kerumah sakit. Dia butuh perawatan intensif, dia akan terus kesulitan bernafas. siapa saja tolong bantu membawanya kerumah sakit ” sulli memohon dengan mimik sedih, matanya telah memerah sekarang. Lain hal dengan Jiyoung yang seakan ditampar mendengar ucapan Sulli, secara jelas ini kesalahannya. Baju itu adalah baju yang ia beri sebagai hadiah. Sementara Minho menatap Sulli tak tega, ia juga khawatir sebab kai adalah sahabatnya. Tapi ada terselip rasa tidak suka melihat gadis bermarga choi tersebut terlalu bersikap peduli kepada namja bernama Kai tadi.

“Aku akan membawanya” tukas minho tegas, sambil meminta bantuan orang untuk mengangkat kai kedalam mobil. Mereka pun bergegas menuju rumah sakit dimana minho juga kai bekerja.

Minho memejamkan mata dengan kuat mengingat peristiwa yang terjadi beberapa jam lalu.

“Dia begitu peduli pada Kai…” batin namja bernama minho itu. Ia menarik nafas perlahan dan menghembuskanya cepat.

“Kai juga sahabatku. Bukankah yang sulli lakukan itu wajar…” minho memegang pelipisnya yang terasa sakit. Saat ini Ia berada di apartemen dengan membaringkan tubuh diatas ranjang, sembari menatap kosong langit-langit kamar.

“Sedang apa gadis ceroboh itu? apa dia telah kembali keapartemenya?” tanya nya lagi pada diri sendiri. minho sangat suka melihat langit-langit kamarnya, sebab tepat diatas kamarnya itu adalah posisi kamar sulli. ia kembali menghela nafas lelah, meraih handphone pada sakunya untuk menghubungi seseorang.

“Hallo..” sebuah suara yang terdengar sangat lesu diseberang sana

“Mengapa suaramu seperti itu, kau sakit??” minho bertanya pada seorang yeoja yang ia telfon tadi.

“Perasaanku sedang tidak baik”

“Jangan seperti itu, nanti wajah cantikmu berubah mengerikan” Minho tersenyum simpul, pasti wanita itu sedang mengkerucutkan bibir sekarang.

“Ada apa oppa menelfon ku?? ingin mengadu tentang perasaanmu ” tebak gadis tadi tepat.

“NE…” minho menghela nafas, wanita yang ia telfon tersebut diam memberi kesempatan pada minho untuk bercerita.

“aku merasa telah menjadi lelaki tolol di bumi ini, karena tak bisa mengambil keputusan. Jika aku memilihnya,,, ada pihak yang tersakiti, tapi jika aku memilih krystal sama saja dengan menghianati diri sendiri… dan 1 kenyataan pahit yang menjadi fakta adalah, ayah menjodohkan ku dengan seorang putri kerabatnya”

“apa??? Mengapa oppa baru memberi tauku sekarang?? kau tau siapa wanita itu??” ucap gadis tersebut ketika mendengar penuturan akhir minho. namja bermarga choi tadi menghela nafas panjang

“tidak” sejenak mereka sama-sama terdiam, membyangkan betapa rumitnya situasi ini

“aku tau posisimu sangat sulit, kau harus menjaga perasaan seorang wanita dengan cara menyakiti perasaaanmu sendiri. tapi tidakah kau fikir dokter jung itu berlebihan, kau harus tegas. Kau harus bisa mengambil keputusan, jika seperti ini kau malah kehilangan keduanya. Kehilangan sahabatmu, selanjutnya wanita yang kau cintai. Dan masalah perjodohan itu… aku tidak tau harus berkomentar apa” lanjutnya yang juga mulai pusing, minho terdiam sejenak merasakan gejolak sesak dalam otak yang semakin lama semakin membuncah.

“kau pernah mengalami hal seperti ini??” tanya namja tampan tersebut, lawan bicaranya mengangguk pelan.

“NE, tapi tak serumit kisahmu. Lantas apa yang akan oppa lakukan??”

“aku tidak tau. bisa saja melepas keduanya, dan menyetujui perjodohan itu” minho mulai pasrah, ia memejamkan mata yang sangat terasa berat akibat sakit pada kepalanya.

“mengapa kau jadi lemah begini…. hanya karena 1masalah, kau melupakan ribuan masalah yang telah kau lewati dengan susah payah. Ini tidak akan berakhir jika kau menyerah… jadi lah minho oppa yang tangguh, minho yang dikenal banyak orang… kau harus bisa mendapatkan gadis pujaanmu itu” yeoja yang menjadi lawan bicara minho tadi terdengar emosi dari nada bicaranya, ia kesal menghadapi minho yang seakan tak punya gairah lagi. padahal namja yang dikenal cerdas itu adalah lelaki tangguh dalam pandang banyak mata… minho hanya terdiam, tak mampu merangkai kata untuk menjawab ucapan wanita yang bernotaben sebagai sepupunya tersebut. aku harus membuat keputusan, begitulah isi hatinya saat ini.

________________________________________________________________________________

Malam telah bermetamorfosis menjadi pagi, seburat cahaya sukses menembus celah tirai ruang inap kai, keadaan yang membuat siapa saja terganggu. Sama halnya dengan namja bernama jongin itu, ia menggeliat pelan begitu sinar sampai pada kelopak matanya.

Kai memicingkan mata dengan wajah meringis, ia merasa pusing karena tidur terlalu lama. Kai melihat keadaan sekitarnya yang serba putih dengan beberapa alat medis. Ia pun mendesah kesal ketika telah menyadari segalanya… mengutuk dalam hati karena punya alergi aneh. Pasti pesta gadis bernama kang jiyoung itu kacau semalam, dan ini disebabkan oleh dirinya seorang. Kai benar-benar mengutuk dalam hati pagi itu…

Tak lama berselang dapat terdengar sebuah langkah kaki dari arah kamar mandi, berfikir dirinya hanya seorang saja tentu membuat namja bernama kai itu melirik penasaran. dan…

“Eoh… kau sudah sadar???” ucap gadis cantik dengan wajah basah terbasuh air. kai membulatkan mata sempurna.

“apa yang kau lakukan disini??” tanyanya ketus pada wanita bernama sulli yang tak lain adalah kembaranya tersebut.

“tentu saja menjagamu, bagaimanapun kita adalah saudara… YA mengapa kau tetap menggunakanya, kau kan tau kulit hitamu sangat sensitif” seloroh sulli dengan nada cepat dan bertolak pinggang, kai berdecak kesal menyaksikan tingkah konyol saudaranya.

“apa perdulimu… lebih baik kau pergi sekarang, berani sekali kau datang kesini. Aku tak mau mendengar alasan apapun ,,, sekarang pergilah” perintahnya dingin, mendengar kata-kata tersebut sulli menggeretakan gigi geram, rasanya ia ingin menangis dan mencakar wajah tampan kai.

“mengapa kau terus bersikap kasar padaku, apa aku begitu buruknya sampai kau sebenci itu??” tukas sulli sakratis, kai menghela lelah.

“jangan banyak bicara… lebih baik kau pergi sekarang, kau mau ayah dan ibu melihat keberadaanmu disini??? Mereka pasti akan segera datang, kabarku dirawat pasti akan sampai ketelinga keduanya. Kau mau mati ditangan mereka…??” kai membentak kesal, seketika sulli merubah raut marahnya. Apakah ini artinya kai ingin melindungi dengan menutupi keberadaanya?? Apa benar seperti itu?? kai ingin melindunginya?? Haaa???

“apa yang kau tunggu… cepat pergi lah dari sini” perintah kai lagi

“Jonginie…” sulli menatap tak percaya, ada terselip rasa bahagia melihat wajah kai memerintah dengan maksud baik tersebut.

“cepat pergi dari sini” ulangnya emosi, gadis bermarga choi yang ada dihadapannya tersebut berdecak kecil sambil tersenyum manis. Ia mengangguk cepat untuk segera angkat kaki dari ruangan itu.

“baiklah aku pergi, katakan pada ayah dan ibu aku pasti segera pulang…” sulli berbalik menuju pintu keluar, namun tak lama berselang ia kembali berlari menghampiri kai. Mendaratkan 1 tinju ke kepala namja tersebut.

“YAAAAA….???” teriak kai marah, sulli tertawa lebar.

“aku sudah lama tidak melakukanya. fighthing ….” sulli mengangkat tangan keudara sebelum benar-benar pergi. Kai mengusap bekas tinju tadi, kepalanya masih pusing dan akibat ulah sulli rasa pusing itu semakin jadi. Namun entah apa yang membuat bibirnya tersenyum manis pagi itu.

______________________________________________________________________________

Ini sudah hari ke 5 krystal menghindari minho, ia belum bisa melupakan rasa sakit kejadian tempo lalu. Masih terekam jelas Saat dimana minho meminta pada krystal agar berhenti mengharapkan cintanya, mungkin sebagai wanita ia harus malu. Karena berkali-kali ditolak dan tetap keukeh mewujudkan, namun krystal sudah tidak perduli. Baginya cinta kepada minho ini terlalu besar, hingga untuk malu atau pertahankan harga diri bukan lagi prioritas pertama. Yang ia fikirkan adalah bagaimana cara minho sadar akan cinta tulus ini, cinta yang ia bina sejak lama, cinta yang membuatnya menjadi manusia kejam dan egois. Hari ini gadis bermarga jung itu mendapatkan 1 kabar buruk, dimana ia telah tau bahwa salah seorang sahabatnya tengah dirawat ditempat ia bekerja. Dengan baju formal dan jas dokter, diselingi sepatu hak tinggi 5 cm, krystal menyusun langkah cepat untuk sampai keruang vip tersebut.

“oppa…???” yeoja berparas cantik itu segera menghampiri kai yang sibuk mengganti chanel tv

“oh… krystal” kai segera tersenyum manis kearahnya sambil membenarkan posisi duduk. Gadis bermarga jung tadi memasang wajah kesal karena menjadi orang terakhir yang tau kabar ini.

“apa yang terjadi… mengapa tak memberi tauku oppa sedang sakit?? dan sejak kapan?? Mengapa alergi itu datang lagi, bagaimana bisa oppa salah memakai baju” serangnya dengan kata-kata beruntun. Mendengar semua itu kai tersenyum tenang, diraihnya salah 1 tangan krystal dengan genggaman hangat.

“tenanglah oppa tidak apa-apa,dan bagaimana mungkin bisa mengabarimu. Sementara oppa baru sadar pagi tadi, bahkan keberadaan handhpohe oppa pun tak tau” jelas kai mantap, krystal berdecak kecil. Matanya mulai merah sekarang.

“seharusnya minho oppa mengabariku, tapi dia sudah tidak perduli lagi” krystal menatap kosong kearah tangan kai

“aku tau, kalian sedang ada masalah. Tapi ketahuilah dia itu mengkhawatirkanmu, memangnya ada masalah apa. Mengapa aku tak tau?? minho tidak mengatakan apapun selain perselisihanmu denganya tanpa sebab yang jelas” ujarnya lembut, krystal menggigit bibir yang semakin bergetar.

“semua ini karena gadis itu, oppa tau saat dimana minho oppa tak datang kerumah sakit dengan alasan ada urusan lain. dia sedang menjalani kencan dengan gadis yang sama sekali tidak berkelas” krystal menggeretakan gigi mengingat perihal tersebut.

“apa??? Minho kencan??” kai tak percaya.

“ne…” krysal menjawab singkat dengan gejolak yang siap membuncah.

“dengan siapa??? Aku tak pernah tau dia berhubungan bersama wanita lain” krystal menarik nafas kuat dan menghembuskan perlahan.

“choi sulli…” jawab krystal singkat, kai membuka matanya selebar mungkin. Apakah kupingnya tak salah dengar?

“ saat itu dia berkata agar aku tidak mengharapkanya lagi. aku tau maksud ucapanya tersebut ingin mendapat kebebasan tanpa campur tanganku seperti selama ini. apakah salah jika terlalu mencintainya?? Mengapa minho oppa tidak sadar akan hal itu” kali ini gadis bernama krystal tadi mulai terisak. Menyaksikan hal tersebut ada terselip luka dalam hati kai, bagaimanapun ia pernah mencintai gadis ini. kai sangat tau rasanya, mencintai seorang sahabat yang ternyata memilih cinta lelaki lain. ketika krystal mengatakan ia mencintai minho, dan tak ada ruang untuk menerima cintanya itu sakit sekali. sekarang kejadian tersebut dialami oleh krystal sendiri.

“apa aku kurang cantik… apa choi sulli itu lebih cantik dariku??” ucapnya lagi sambil menangis hebat. Kai menghela nafas perlahan, apakah dunia sesempit ini. sulli?? kembaranya?? yatuhan

“ alasan sederhana krystal…” kai membuka suara

“bukan mengenai cantik atau tidak, sebesar apapun cinta kita pada seseorang. Jika hanya 1 pihak saja akhirnya tetaplah sakit. Minho punya alasan tertentu berkata seperti itu, kau tau ketika perasaan dipaksa hasilnya adalah sia-sia. Dan ia tidak mau menyia-nyiakan mu” kai berkata hati-hati agar wanita yang juga dianggapnya adik tersebut tidak tersinggung dan semakin luka.

“jikapun kau berhasil mendapatkan minho… itu tidak menjamin kebahagian. Karena pada faktanya kau tidak bisa mendapat hati dan cintanya. Oppa tidak membela minho atau siapapun, hanya saja oppa tau karena oppa ini lelaki. Dulu saat pertama kali menyukaimu sebagai gadis, dan kau menjawab menyukai minho. oppa tau bahwa dipaksapun akan sia-sia. Karena seusaha apapun jika hatimu untuk lelaki lain, tidak ada arti lagi. yang bisa oppa lakukan saat itu hanya ikhlas untuk kebahagianmu, dan kebahagianku suatu saat nanti… oppa fikir kita sudah sangat lama bersahabat, dan perasaan-perasaan seperti ini bisa saja merusak segalanya, aku berhasil melakukan itu… kau juga seharusnya bisa” lanjut namja tampan tadi, mendengar penuturan tersebut rasanya hati krystal semakin sedih. ia tidak ingin melepaskan minho, apa lagi ketangan sulli. batinya jika mengandalkan survei, krystal akan menang jauh dari gadis bernama sulli itu, karena apa?? Karena dirinya lebih unggul disegala hal. Ia lebih sexy, lebih cantik, lebih memikat, dan tentunya lebih cerdas. Begitulah kira-kira isi hati krystal.

“jikapun aku tidak bisa mendapatkan cinta minho oppa, maka choi sulli juga tak boleh mendapatkanya” krystal merapatkan gigi hingga timbul burat-burat benci diwajah cantiknya itu. Mendengar perihal tersebut kai menghela lelah,,, ia tau bagaimana sahabatnya yang 1 ini. krystal lahir dengan jiwa ambisius tinggi, baginya yang tak mungkin pun harus menjadi mungkin. Ini berarti sulli harus waspada…

“jadi apa kalian masih tak saling sapa??” kai mengalihkan pembicaraan. Mendengar pertanyaaan tersebut gadis bermarga jung tadi mengangguk pelan.

“Ne… biasanya minho oppa tak tahan jika kudiami lebih dari 2 hari. dan sekarang… ia tak menunjukan respon apapun untuk menyapaku, padahal kami berselisih 5 hari yang lalu. Minho oppa benar-benar mengacuhkanku sekarang” mata krystal kembali merah. Kali ini kai menatap iba, ia juga tak tau harus berbuat apa. Namun ia khawatir, peristiwa seperti ini bisa merusak tali persahabatan yang telah mereka bina sejak kecil dulu.

“jika begitu mulailah menyapanya… mungkin minho tak mau mengganggumu, ia memberimu waktu untuk tenang. Kau harus menyapanya lebih dulu…” saran kai lembut, krystal tak lagi menjawab. sesekali ia menggigit bibir, mungkin perkataan kai ada benarnya. Setidaknya krystal harus bisa membuang rasa kekanakanya ini, walaupun hanya sedikit.
_______________________________________________________________________________

Sulli melangkah gontai kearah gedung apartementnya, ia merasa jenuh karena hanya bisa melihat pemandangan itu-itu saja, mungkin keputusan sulli salah memilih cepat datang keseoul, yang akhirnya banyak menimbulkan masalah baru.

“melelahkan sekali” runtuknya sambil memijit tengkuk, sulli kurang tidur semalam. hal ini membuat kepalanya sakit bersama dengan leher yang terasa kaku. Ia menghela nafas lelah dengan tetap fokus menuju ruang peristirahatanya. Ketika akan memasuki lift, minho melihat gadis bernama sulli tadi, karena ia baru saja turun untuk menuju rumah sakit. Kendati sulli tak melihat keberadaan minho. namja berparas tampan tersebut mengerenyit bingung, baju yang sulli pakai sama persis dengan baju dipesta tadi malam. Jadi sulli tak pulang?? Minho mengurungkan niatnya untuk segera berangkat kerja, ia menghampiri sulli yang masih menunggu lift terbuka dengan wajah berantakan.

“kau tak berada diapartemen semalam??” mendengar suara yang begitu familiar gadis berparas cantik tersebut membetuli posisi tegaknya. Ia sangat terkejut.

“oh??? Anyeong haseyo” ucapnya formal dengan membungkukan badan 90 derajat

“aku melihatmu baru tiba… apa kau tak pulang semalam??” minho bertanya dengan nada dingin, sulli tersenyum kaku dibuatnya. Ia pun mengangguk mantap.

“ne…aku ada urusan semalam, minho-shi akan berangkat kerja??” tanya sulli ramah

“urusan apa???” minho tak mengalihkan pembicaraan sama sekali

“aahh itu,,, sebenarnya aku menginap dirumah sakit… k-kasihan kai sendirian, Bagaimanapun dia juga temanku… b-begitu hehe” sulli menjawab benar. Kali ini minho diam tanpa komentar, ia mengangguk pelan sebelum akhirnya pergi meninggalkan sulli yang diserang rasa tidak mengerti.

“aku terlalu jujur ya??” ucapnya pada diri sendiri kemudian mengangkat bahu dan segera masuk kedalam lift yang telah terbuka cukup lama.

_______________________________________________________________________________

Jiyoung telah berada didepan ruang inap kai, ia membawa sekeranjang buah segar dan 1 ikat bunga mawar putih. Ah mungkin benda yang kedua ini terdengar berlebihan, namun jiyoung tak punya maksud tertentu selain meminta maaf. Sebab menurutnya, ia adalah dalang dari apa yang menimpa kai saat ini. setelah mengumpulkan keberanian, jiyoung meraih knop pintu dengan tangan gemetar sambil menggigit bibir ragu. Ia masuk bersamaan detak jantung yang berdebar hebat…

Gadis bernama kang tadi dapat melihat kai tengah memejamkan mata, tampaknya kondisi kai benar-benar memprihatinkan. Ruang ini sangat steril… baju yang kai gunakan berlengan panjang, dengan banyak alat pendeteksi di sisi kanan kirinya. Rasanya jiyoung ingin menangis saat itu juga… ia menghampiri tempat berbaring namja bernama kai tadi, namun sebelumnya jiyoung letakan lebih dulu buah tanganya keatas meja.

“jeongmal ceshomidha… kalau bukan karena tuxedo sialan yang kuberi itu, mungkin sekarang kondisimu baik-baik saja” isaknya seperti anak kecil, jiyoung berani berkata seperti ini karena kai sedang tidak sadarkan diri.

“setelah ini kau boleh membenciku, karena memaksamu menggunakanya. Aku benar-benar minta maaf… jeongmal ceshomidha” lanjutnya lagi sambil menundukan kepala.

“biaya pengobatanmu biar aku saja yang tanggung… ini semua salahku” gadis itu masih menyalahkan dirinya sendiri. ia tidak sadar kai sudah membuka matanya sejak tadi, dan mendengar apa yang jiyoung ucapkan dari awal karena memang dirinya tidak pernah tidur.

“pengobatanku gratis… kan aku dokter dirumah sakit ini. lagipula pemiliknya adalah ayah sahabat dekatku” gadis bermarga kang tersebut menelan ludah frustasi. Hah… dia lupa berfikir logis, kai bisa bangun kapan saja. karena belum ada sejarahnya manusia koma akibat alergi. Namja bernama jongin tadi sibuk menatap lekat jiyoung yang salah tingkah, hingga kai tak kuasa menahan senyum.

“berhenti menyalahkan diri sendiri. tidak ada masalah dengan tuxedo yang kau berikan…. kulitku saja yang terlalu sensitif. Duduklah… aku sangat kesepian. Ayah ibuku baru saja pulang” kai berbicara ramah pada jiyoung, gadis tersebut menatap ragu. Jadi benar kai tidak marah… sialnya mengapa dalam kondisi seperti ini jantungnya tidak bisa diajak kompromi.

“seharusnya kau tidak menggunakanya… karena mempunyai alergi terhadap bahan tertentu… aku sungguh minta maaf” ucap jiyoung lagi.

“aku menghargai pemberianmu… rasanya tidak manusiawi sudah diberi hadiah tapi menolak untuk menggunakanya”

“jika itu berbahaya seharusnya memang ditolak” sela jiyoung beranikan diri. Kai menghela lelah

“aku bilang tidak apa-apa… duduklah” tawarnya lagi, jiyoung mengangguk gugup kemudian mendaratkan tubuh rampingnya diatas kursi sisi ranjang kai. Hening beberapa saat

“kau datang sendiri???” kai mencairkan suasana, jiyoung mengangguk malu

“apa aku benar-benar tampan?? Sejak tadi pipi mu tidak berubah dari warna pink”

“mwo???” jiyoung menoleh kekanan kiri dengan nafas yang tak berjalan normal. Ia berusaha mengalihkan rasa groginya yang terlalu berlebihan ini.

“aku hanya bercanda” kai menyela dingin… tak lama berselang matanya melihat 1 keranjang buah diatas meja. Buah itu tersusun cantik dan menyelerakan

“buah itu kau yang bawa??” tanya kai lagi, jiyoung kembali menganggukan kepala

“aku ingin memakan sesuatu yang segar seperti apel dan anggur, kau mau memberinya untuku. jika memakanya sendiri sangat susah, infus ini menganggu” mohonya dengan nada sopan, tentu saja dengan senang hati jiyoung mau melakukanya. Sungguh gadis berparas manis itu tak percaya, bisa berbicara seintens ini dengan lelaki yang bahkan sudah ia anggap sebagai kisah dalam mimpi saja. jadi benar pangeran impian itu dapat menjadi kenyataan, jika ya bukankah ini tiket bahagia yang tak terganti dengan apapun.

Tangan kecilnya mengupas perlahan kulit apel merah tersebut, daging buahnya ia kumpulkan diatas piring kecil. Bersama anggur yang telah dipetik pertunggal. Namja bernama kai tadi tak lepas melihat aktivitas yang jiyoung lakukan tersebut, gadis ini sangat anggun dalam keadaan sibuk. Mengapa darahnya berdesir sekarang?? Kai pernah merasakan hal seperti ini, ya pertama kali ia tujukan pada krystal dulu. Apa mungkin ini artinya…??? ah tidak mungkin. Kai menggeleng pelan. Setelah selesai mengumpulkan daging-daging buah yang di kupas, jiyoung menyuapkanya potong perpotong kepada kai. Namja itu membuka mulut dengan ekspresi dingin… ia sangat persis dengan minho. pria tampan pemilik topeng karismatik, tak lepas dari kata gengsi.

_________________________________________________________________________________

sulli memilih untuk jalan keapartementnya, sejak tadi ia berdiri dihalte bus, namun 1 pun tidak ada yang berhenti. Ia baru saja belanja di dapartement store, jarak pusat perbelanjaan menuju kediamanya tersebut adalah 2 km. Sulli tak punya kendaraan pribadi, karena kepulanganya sangat tiba-tiba. Ini bukan berarti ia tak mampu beli mobil baru, perlu disebut berapa koleksi mobil mewah ayahnya. Oh bahkan hyundai motor adalah milik keluarganya. Kadang terlalu banyak uang juga menyusahkan, karena tidak tau bagaimana cara menghabiskan. Untuk orang-orang kaya seperti itu yang mereka cari bukan lagi materi, melainkan kepuasan manusiawi. Dan 1 lagi, dapartement store yang baru sulli kunjungi itu juga cabang dari hyundai dapartement milik keluarganya, beruntung tak ada yang mengenali sulli ditempat itu.

“ck… bahkan supir bus tidak displin pada waktu kerjanya” runtuk sulli kesal sambil melangkah gontai di bagian pejalan kaki.. tangan kecilnya meneteng 2 buah pelastik yang penuh barang belanjaan dapur. 2 km bukanlah jarak yang dekat. Ia harus menempuh jarak tersebut dengan berjalan kaki saja. Ketika fokus pada langkahnya… sebuah mobil berheti tepat di depan sulli, gadis cantik tersebut sangat kenal mobil mewah dihadapanya itu.

“apa yang kau lakukan diluar seperti ini” benarkan, pemiliknya sangat sulli kenal. Dia adalah choi minho, seketika sulli tersenyum lebar sambil mengangkat barang bawaanya.

“aku membeli keperluan dapur… karena tidak ada bus dan taxy lewat, jadi aku jalan saja” lanjutnya semangat. Sulli bisa mengendalikan perasaanya sekarang, dulu setiap kali melihat minho ia akan sangat bermasalah. Saat ini Walau jantungnya berdetak hebat, sulli bisa mengendalikan air mukanya agar terlihat tetap tenang. Setelah mendengar penuturan gadis cantik tersebut, minho menghampirinya, mengambil paksa belanjaan yang sulli bawa dan membawa masuk kedalam mobil.

“ayo naik… tidak baik wanita berkeliaran malam hari” ucapnya tegas, sulli mengerucutkan bibir sambil melangkah dibelakang minho.

“aku tidak berkeliaran…” jawab sulli kesal, minho sama sekali tak peduli keluhan itu. menurutnya ia sudah jelas mengatakan pada sulli untuk pulang bersamanya.

“minho-shi baru pulang??” sulli bertanya formal. namja tampan tersebut hanya menganggukan kepala.

“oh ya… kau sudah makan belum” lanjut sulli lagi, kali ini minho menggeleng pelan.

“belum” jawabnya singkat, sulli tersenyum lebar dengan burat semangat yang terpancar jelas diwajahnya.

“kalau begitu malam ini mainlah keapartementku. Aku akan membuatkanmu makan malam spesial yang tidak terlupakan sepanjangan sejarah” tuturnya mantap. Minho menoleh singkat

“apa itu???”

“ ini rahasia… nanti kau duduk manis dimeja makanku. Aku akan segera memasak sesuatu untukmu… ingat ya… SPESIAL” ulang sulli setengah berbisik, minho tak kuasa menahan senyum melihat gaya bicara gadis tersebut. senyum tipis dan hampir tak terlihat.

…..

Sulli sibuk meracik sesuatu didapur utama. Sementara minho menunggu dengan wajah tak sabar. Ia sangat kelaparan, sesekali minho mendaratkan dagu diatas meja kemudian duduk normal kembali, dan seterusnya. Ini adalah Sisi lain yang tak pernah orang lihat.

“taraaaa….” sulli menghidangkan 1 mangkuk ramen yang disusun seperti wajah tanpa ekspresi.

“ige mwoya??” minho tak mengerti. Sulli tak bisa menahan tawa untuk menjelaskanya.

“ini adalah choi minho… datar, tidak punya ekspresi, dannnnnn misterius”

“kau menghinaku???” minho memasang wajah tak senang, dengan segera sulli menggeleng.

“bukan begitu… aku hanya berkreasi diatas ramen. Walau datar dan dingin aku tau choi minho adalah pria yang memiliki hati malaikat… syuuuu” sulli mengepakan tangan seolah tangan itu adalah sayap seperti yang dimiliki para malaikat. Namja bernama minho tadi tak mampu lagi berkata, ia kesal karena disamakan dengan ramen. Tanpa banyak bicara minho aduk makanan tersebut hingga bentuknya berubah total.. minho tidak memperdulikan keluhan sulli dan segera melahap cepat.

“minho-ya… apa kau menyukai film-film animasi???” sulli mengalihkan pembicaraan.

“ani” jawab minho singkat.

“ckk… padahal karakter dalam animasi memiliki nilai yang begitu hebat. Seperti karakter flint lockwod dalam animasi Cloudy.With.A.Chance.Of.Meatballs, dia adalah lelaki tangguh yang tak mengenal kata putus asa dalam hidupnya. Dengan niat tulus ingin membawa perubahan di negri kelahiranya yang mayoritas pengkonsumsi sarden. Tidak ada makanan lain selain sarden di negri itu, hingga flint lockwod menciptakan banyak jenis makanan dari mesin rancanganya. Kau tau, aku sangat ingin seperti flint lockwod, walaupun orang menganggapnya tak mampu, bodoh, atau bahkan gila. Ia bisa membuktikan pada dunia bahwa kempampuanya tidak seperti yang banyak orang lihat,sekalipun penemuan itu menimbulkan bencana, flintlockwod tetap bertanggung jawab untuk menangani semua hal yang telah ia lakukan agar tak merugikan banyak pihak. Aku sudah menonton film nya” wajah sulli sangat berbinar menceritakan salah 1 film animasi favoritnya tersebut. minho hanya mendengar dengan wajah datar tanpa melihat sulli sama sekali, tapi ini bukan berarti ia tidak perduli.

“atau karakter anna dalam animasi frozen. Dengan ketulusan ia berusaha membawa ratu elsa kakak kandungnya yang telah menciptakan musim dingin abadi di negri mereka untuk kembali seperti semula, dan itu berhasil. Aku sangat ingat kutipan dalam cerita frozen, begini katanya, ehem… ‘sebuah tindakan cinta sejati akan mencairkan hati yang beku’ indah bukan” sulli memamerkan senyum manis kepada namja bermarga choi tadi, kali ini minho mulai tertarik.

“sayangnya aku belum sempat menonton langsung. Cerita frozen ku dapat dari buku hadiah teman di amerika, saat ulang tahunku kemarin. Aku sangat jatuh cinta dengan ceritanya… frozen sudah tayang, tapi aku belum sempat melihat karena banyak yang lebih penting untuk diselesaikan” sulli mengkerucutkan bibir kecewa, jelas tergambar rasa ingin yang besar dari 2 bola mata indah itu. minho tetap diam sambil mengunyah perlahan makanan yang masih ada dalam mulut.

“jika aku mengajakmu menonton frozen bersama, kau mau???” minho bertanya, seketika sulli mengangkat wajah dengan raut tak percaya. Ia tidak salah dengar kan??

“apa???”

“aku hanya mengucapkanya sekali, kau hanya perlu menjawab mau atau tidak” lanjut minho lagi, nadanya terdengar lebih ketus sekarang. tanpa fikir panjang sulli segera mengangguk berkali kali

“aku mau… aku mau” ucap sulli semangat, sulli tidak tau saat ini minho sedang tersenyum dalam hati. Baginya membuat sulli senang itu tidak terlalu rumit. Sudah sedewasa ini film yang ia sukai adalah animasi disney. Tapi ini yang menjadi nilai plus untuk gadis berparas cantik tersebut.

“karena kau sudah memberiku makan malam gratis… lusa kita pergi menonton frozen bersama” minho mengusap bibirnya dengan tisu yang terletak manis diatas meja. Ucapan ini mengundang burat bahagia di wajah sulli, ia benar-benar tak menyangka bisa menonton film tersebut bersama dengan lelaki yang sangatttt ia cintai. Dan bahkan minho mengatakan dengan senyum pangeran, maut sekali. sepertinya malam ini sulli akan mimpi indah.

________________________________________________________________________________

Minho kembali menjalankan tugasnya sebagai dokter diwooridul hospital, ia tampak sibuk mengerjakan sesuatu yang terdapat dalam laptop. Wajah berahang tegas dengan karisma yang begitu kental, membuat minho semakin tampan dalam kondisi fokus seperti ini.

“permisi dokter choi… ada seorang pasien yang mengalami pendarahan hebat di UGD” seorang perawat wanita datang tergesa keruangan minho dengan wajah panik luar biasa. Sontak saja kabar itu membuat minho berdiri.

“mwo??? kemana dokter lain?? mengapa tak segera ditolong” sargah minho marah. Perawat tersebut mengikuti langkah namja tampan tersebut dengan wajah takut.

“dokter kai dan beberapa tim sedang melakukan operasi hari ini, sebagian dokter lain ditugaskan untuk seminar kampus-kampus kedokteran. Hanya ada dokter jung dan dokter magang, tapi ia tidak bisa menangani sendiri” jelasnya berani sambil berlari-lari kecil dibelakang minho, namja bermarga choi tadi tak lagi menjawab, fokus pada langkahnya agar pasien tersebut bisa diselamatkan.

“oh oppa konsetrasi darahnya menurun drastis… dia bisa mati” krystal tampak sangat panik begitu melihat kedatangan minho. bahkan ia lupa sedang marah dengan namja tampan tersebut.

“apa yang terjadi???” tanya minho cepat dan segera memeriksa pasien tersebut

“ia jatuh dari lantai 3, dan ada kebocoran dikepalanya” sambung krystal lagi

“kau sudah mengecek golonganya” dengan segera gadis beramarga jung itu mengangguk

“golongan A… ia memerlukan 8 kantung darah. Persedian golongan A hanya tersisa 5 kantung saja. itu masih kurang”

“lakukan seadanya… sebagaian dari kalian segera cari 3 kantung lagi di rumah sakit lain. perawat lee, siapkan pisau bedah dan pasang seluruh alat pendeteksi jantung beserta nadi. kita harus menemukan pembuluh darah yang pecah… sebelum keadaanya memburuk” minho menatap krystal serius, gadis itu segera mengangguk mantap. Dan mereka mulai bekerja sebagai mana layaknya dokter profesional.

“suntikan 10 gram demerol” perintah minho dengan pandangan yang tak luput dari kondisi pasien tersebut.

“segera alirkan darah ketubuhnya sekarang…” lanjutnya lagi, krysatal mencari pembuluh nadi untuk saluran donor dari 5 kantung darah yang baru tersedia. Mereka terlibat cukup lama… tidak ada suara di tempat itu selain dentingan alat-alat bedah dan medis lain sesuai perintah minho.

“tekanan darahnya mulai naik…” ucap salah seorang perawat. Minho menghela panjang

“tepat… bawa ia keruang ICU, ia masih perlu 3 kantung darah lagi… kabari aku jika darahnya sudah tersedia” perintah namja tampan tersebut dan segera dipatuhi oleh perawat juga beberapa dokter magang. Bukan pertama kalinya minho berfikir tegang seperti sekarang.

…..

Deru angin menampar halus wajah minho dan krystal yang sekarang berada di atap wooridul hospital, mereka berdiri dengan 2 buah cangkir kopi panas. Sejak tadi keduanya diam tanpa suara. untuk memulainya mereka tak tau harus dari mana.

“kau masih marah??” minho membuka suara lebih dulu, krystal menatapnya sekilas kemudian tersenyum simpul.

“ani” jawabnya. Namja bermarga choi tadi menoleh

“aku minta maaf karena terus melukai perasaanmu…” sambungnya, kali ini krystal tak menjawab. Ia menatap lurus gedung-gedung menjulang yang terhampar luas di negri gingseng ini.

“seharusnya tidak perlu… oppa tidak salah, yang kuinginkan hanya kau tidak menjauhiku” mereka kembali terdiam, kali ini terdengar deru minho menarik nafas perlahan.

“aku tidak menjauhimu, dan tidak bermaksud melakukanya. Tempo itu aku hanya ketaman beramain dengan sulli… dan kau salah paham. Sulli tidak salah. Aku yang mengajaknya… dia sama sekali tak tau menau, ini salahku. Dan ternyata, keputusan ini membuat sahabatku salah paham” krystal menggeretakan gigi dengan mata berkaca. Kalimat yang baru saja minho sampaikan sangat tidak ingin ia dengar.

“aku tidak salah paham… aku mengenalmu sejak lama, dan tau semua maksud tindakan yang kau lakukan. Mengapa gadis itu bisa memasuki hatimu dan aku tidak??” krystal berkata dengan nada bergetar, minho menatapnya sedih. Apakah ia salah berbicara jujur seperti saat ini.

“krystal berhentilah membuat keputusan sendiri, bukan seperti itu maksudku…”

“kau ingin mencegahku untuk tidak melarangmu mendekatinya?? Dan memintaku untuk mencintai lelaki lain?? aku benci dengan semua ini. seharusnya aku mati saja… agar perasaan ini juga mati” seburat cairan hangat membasahi pipi putihnya, minho tak tau lagi harus berbuat apa.

“jangan berkata bodoh seperti itu” tegas minho lelah

“wae?? seharusnya oppa senang jika aku mati… karena tidak ada lagi wanita egois yang selalu melarangmu untuk dekat wanita lain. itu sangat menyakitkan” lanjut gadis bermarga jung tersebut dengan burat bencinya, ia menatap tajam mata sendu minho. dan pergi meninggalkan namja tampan tersebut, yang semakin terpuruk dengan ketidak pastian. Bukankah ini pilihan yang sulit???

…….

Krystal berdiri di depan apartemen sulli. ia mengetahuinya dari salah 1 sumber di gedung mewah tersebut, pakaianya masih formal. Hanya saja krystal tidak lagi menggunakan jas putih nya. Dengan penuh keyakinan gadis bermarga jung itu mengetuk keras pintu apartemen sulli. tak menunggu waktu lama pintu itu terbuka…

“nu…. oh anyeong haseyo” sulli masih menggunakan pakaian santai dengan rambut yang digulung sempurna. sepertinya ia tengah membersihkan rumah. Krystal tak menatap gadis cantik tersebut, matanya menatap lurus kedepan dengan bersandar pada dinding.

“w-w-wae…? apakah ada sesuatu??” sulli membuka suara takut, bagaimanapun ekspresi krystal sangat dingin ditempat itu.

“kau menyukai minho??? sejak dulu?? Aku sudah tau semuanya” ucap krystal tegas. sekarang sulli bungkam seribu bahasa.

“tapi kau harus sadar sesuatu… minho tidak pernah menyukaimu, dan tidak akan menyukaimu. Jikapun ia bersikap baik… itu karena memang dirinya lelaki baik-baik. berhenti untuk menyalah artikan itu sebagai cinta. Aku tidak ingin mengatakan ini padamu… tapi jika tidak seperti ini kau tak akan mengerti. jangan mendekati choi minho… karena aku tak suka melihat ia pergi dengan wanita manapun, terlebih dengan mu. kelas kita sangat berbeda,,, bukankah dulu aku pernah mengatakanya. Maaf membuang waktu berhargamu hanya untuk mendengar penegasan ini… tapi kuarasa waktuku jauh lebih berharga. Kuharap kau paham… permisi” krystal membalikan tubuh sempurna dengan kepala yang ingin membuncah menahan emosi, ia segera masuk kedalam lift untuk turun kelantai dasar. Sementara itu sulli hanya terdiam dengan mata berkaca, tanganya mengepal kuat bersamaan kuku-kuku yang ikut memutih. Rasanya seperti dilempar kedasar jurang terjal… apakah ia sehina itu??? sulli tidak pernah berdoa kepada tuhan untuk menjadikan minho miliknya, karena menurutnya takdir itu sudah disusun sejak lahir. Sulli tidak berdoa agar minho mencintainya… sulli hanya berdoa jika suatu hari nanti cintanya tetap bertepuk sebelah tangan ia tidak menangis sia-sia dengan menuntut keadilan pada yang kuasa…

________________________________________________________________________________

Hari ini adalah hari dimana minho berjanji untuk mengajak sulli pergi menonton bersama, gadis itu sudah bersiap dengan pakaian santai namun tetap terlihat formal. Minho bilang akan menjemputnya 10 menit lagi…

Sulli tidak perduli dengan ucapan krystal semalam, jiyoung bilang pada sulli, jika ia tidak melakukan kesalahan dengan merugikan siapapun maka lakukan saja, terlalu mendengar ucapan orang belum tentu baik… ia tersenyum didepan cermin dengan burat bahagia. Sulli akan menonton animasi favoritnya… dan itu bersama minho, ah bukankah ini kencan tanpa rencana?? Batinya berbinar.

Gadis bermarga choi tadi sibuk melirik jam… ini sudah 15 menit dari waktu yang minho janjikan. Namun pria itu belum juga datang.

“mungkin ia sedang bersiap-siap” sulli mengambil kesimpulan dan kembali menunggu. Detik demi detik berlalu, sudah 1 jam minho tak juga datang, perasaanya sudah berubah khawatir. Ia turun kelantai 7 untuk menemui minho langsung. Namun setibanya disana pintu terkunci rapat tanpa ada tanda-tanda minho didalam.

“apakah ia lupa???” tanya gadis bernama sulli tadi. akhirnya sulli memberanikan diri untuk menghubungi minho. namun sebelum panggilan tersambung sebuah pesan masuk tertera dilayar handphone sulli… gadis itu segera tersenyum begitu membaca nama pengirimnya

“sulli maaf… kita tidak bisa pergi bersama. Kau boleh mengajak temanmu untuk menontonya, aku harus kerumah sakit hari ini. Krystal dirawat… dan cukup parah. Aku terlambat memberi tau karena terlalu buru-buru      -minho- ”

Gadis bermarga choi itu tertawa getir, pelupuknya sudah penuh dengan air mata yang siap tumpah kapan saja. Mengapa rasanya lebih sakit dari biasa. Mungkin benar ia terlalu bermimipi, tepatnya tidak tau diri. Tentu saja Krystal jauh lebih penting jika banding dirinya untuk Minho. Jadi masihkah sulli berharap lebih dalam lagi???

-TBC-to part 9-
(Hai readers… agak cepet kan ngepostnya?? Nyeesek ya Hahaha >< oya saya senanggg sekali karena komentarnya panjanggg panjanggg. Komentar seperti itu yang saya cari hehe… sekarang rada plin plan untuk kasih pasword atau gak dichapter terakhir. Biasanya kebanyakan readers kalau udah end gak ada ninggalkan jejak, sementara ngurus pasword itu ribet… belum nyebarinya lagi. so… tetap tinggalkan komentar ya walaupun sudah end besok … author gak muluk-muluk kok, Cuma minta komen aja. Karena itu sudah membayar penatttt waktu nyusun cerita ini…. sekian cuap-cuapnya… sampai jumpa di chapter 9. Mungkin sebentar lagi akan selesai…)

 

 

Advertisements

264 thoughts on “-MEDICAL of LOVE- (part 8)

  1. aaah.. kasian bgt ssul eonni 😦
    chapter ini lebih byk sedihnya dibanding senengnyaa..
    thor, kapan minho maupun krystal akan tau kalo sebenarnya sulli itu anaknya choi siwon, saudara kai. Aku gak tahan liat dia di hina terus sama krystal. nyebelin bgt ity cewek.. mati aja deh dia -.-
    daebak thorr.. gak sabar yg selanjutnya gmna
    keep writing author :*

  2. Kayaknya minho salah paham deh sama hubungannya kai sama sulli sampe cemburu gitu. Jiyong sama kai aja hubungannya makin deket, sulli minho begitu mulu gara2 gengsi haha. Nah kan krystal makin aja egois pake masuk rs segala lagi jadinya minho gak bisa pergi temuin sulli kan buat nonton ckckck.

  3. Sulli kasihan cuma diphpin minho doang
    Krystal tertalu egois ke minho harusnya kan gak gituu. Harusnya krystal move on
    minho juga harusnya bisa lebih tegas ke sulli 😡
    Maaf thor kebawa emosi gara2 baca ff ini habis pada gemesin sih. Tapi bagus kok

  4. Ternyata dibalik dinginnya kai, dia msh peduli ama kembarannya. Haha ga kebayang tuh liat kodok cemburu, manis bgt. Cah, elah minho diledek sm ramen sulli marah, ni… Tp tetep sukakan? Haha. Dih apa bgt si stal, jgn sombong gt! Kamu blm tau aja siapa sulli sbnarnya, trus jgn trlalu ngarep pangeran kodok deh, dia cuma pnyanya sulli seorang *hah???* lah napa lg coba si stal ampe dibw ke rs, dia emg caper nya minho tuh. Biar minho gbs dkt lg apa si baby sul. Huu kau tuh ya! Ah gasbr untuk lnjt baca, tp udh menjelang pagi n bsk sklh. Sometime. Ya, sometime. Haha. Semangat trus buat author biar trus brkarya sm ff yg daebak2!

  5. ani ani ani….jgan rbah mindsetmu minho! kmu emng hrus tgas sma krystal.klo kmu emang mencintai sulli,arachi?
    hati sulli terlalu lembut dan polos.thor,kok baik temen tuh sulli sih,kan jd terskiti sma krystal….
    minho jhat bgt btalin janji stelh nunggu 1 jam.knp gak searian aja biar puas…. sakit lo tuh….
    good job thor 🙌

  6. senyum selalu menghiasi wajahmu sulli..meski minho kadang seenak jidatnya ninggalan kamu,tapi kamu dwngan persahabatan telurmu bersama jiyoung benar-benar mengerti arti cinta begitu legowo menerima kenyataan…
    badai pasti berlalu…uhuuuy kayak jdul pilem aje..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s