[2nd Anniv Event] The Destiny – Zakiyatul

zakiyatul

Author : Zakiyatul Laili

Rate     : G

Length : Songfic

Genre  : Romance, Sad/hurt

Cast     : Choi Minho, Choi Sulli, Choi Sooyoung, Krystal Jung

 

Listen: Girls Generation – Indestructible

The time flows on the way we are

Since when have we started thinking alike?

Fights, silence, we do everything together

And even the, your voice gives me a feeling of relief

Namaku Choi Sulli. Tak susah mekuliskan bentuk fisikku. Rambut panjang, berkacamata,overheight, dan mengejar satu orang yang sama. Choi Minho. Aku menyukainya sejak kami menduduki bangku SMA. Saat itu aku dikerjai habis-habisan.

“Kau, nyanyikan lagu All My Love Is For You!” kata senior membentakku.

“Itu lagu apa? Aku belum pernah dengar,” kataku jujur.

“Kau tidak tahu? Itu lagu SNSD! Lagu Jepang! Cepat nyanyikan atau kusuruh kau merayu cowok di sana!” perintah senior itu sambil menunjuk namja yang duduk di sudut kelas sambil membaca buku.

Aku menelan ludah. Aku benar-benar tidak tahu lagu jepang! Dan satu lagi, lidahku sanagt aneh jika aku melafalkan lirik berbahasa jepang. Namun senior itu melototiku tajam. Eottokhe?

“Kau tidak bisa?” tanyanya dengan nada tinggi. Aku menggeleng.

“Rayulah dengan kata-kata manis! Ingat, rayu hingga dia menatapmu!” perintah senior itu.

Perlahan aku menghampiri namja itu. Namja itu tidak bergeming. Aku mencoba menyapanya, namun aku tidak menyahut.

“Aku mencintaimu, sunbae, walaupun cintaku karam oleh gunung es milikmu seperti Titanic,”

Aku menutup mataku dan merutuki diriku sendiri habis-habisan. Gawat! Kenapa aku mengatakan hal seperti itu? Itu terlalu gombal!

Tapi, ini sebuah keajaiban! Dia melepas pandangannya dan menatapku. Seketika darahku berdesir dan jantungku berdegup kencang. Oh Tuhan, kenapa aku terpikat dengan namja ini? Taoi sungguh, dia sangat tampan!

“Wah, kau hebat bisa membuatnya lengah. Kemarilah,” kata senior tadi. Aku segera menghampirinya dan menerima kartu peserta masa orientasi besok.

“Kata-katamu bagus,” komentar namja itu. Jantungku berhenti sejenak. Aku pasti sudah gila.

“Kau tertarik dengan anak ini?” tanya senior di depanku sambil menatapku.

“Aniya!”

“Aniyo!”

Gawat! Kami berbicara bersamaan. Perlahan mata senior di depanku menatapku tajam. Eottokhe??? Aku tertangkap basah!

 

How you like me?

With these new emotional arguments,

It’s so hard

It’s not easy, but it feels nice

 

Kegilaan itu berlanjut saat kelas musim dingin. Setiap hari aku mengirimi surat dan sepotong sandwich yang selalu dibuat oleh ayahku. Aku menaruhnya ke lokernya dan menunggu responnya dari balik pintu lokerku. Aku selalu tersenyum jika dia membaca suratku, dan akhirnya memakan sandwich dariku. Hatiku langsung melambung. Namun bukan hanya itu, saat kami pulang kami selalu duduk bersebelahan di halte, namun ia tidak pernah mengajakku bicara. Menatapku pun rasanya mustahil dilakukannya untukku. Aku seperti hantu baginya. Namun aku bahagia bisa ada di sekitarnya, berapapun jaraknya. Ini membuatku nyaman.

Dan yang paling mengejutkan adalah saat hari terakhir kelas musim panas. Kali itu aku mengiriminya coklat panas. Ketika ia membuka lokernya, coklat itu sudah dingin. Namun dia tetap menghabiskannya. Aku sangat senang hingga tak sadar matanya tetap mengawasiku.

“Kaukah yang mengirimiku makanan setiap hari?” tanyanya. Aku langsung diam, tak berani berbicara. Aku seperti napi tertangkap basah hendak kabur dari sel.

“Kalau itu bukan kau, syukurlah. Dan kalau kau tahu siapa pengirimnya, katakan. Mulai sekarang jangan mengirimiku makanan seperti ini,”

Aku tersenyum. Pahit memang, namun apa daya. Dia tidak menyukainya.

 

This Indestructible Unbreakable bonds that can never be broken

Our soul is a twin soul

For example, even if it looks like you’re about to fall from a cliff,

At least know that I won’t let go of your hand

Indestructible…

Because I will protect you until the end

 

Walaupun hakikatnya aku patah hati karena terang-terangan dia menolakku, aku terus menggenggam tangannya. Seperti saat ia tidak dipedulikan karena nilainya yang semakin turun, aku selalu menyemangatinya. Walaupun hanya dari selembar surat.

Seperti hari ini, aku mengiriminya surat dengan kertas berwarna hijau muda.

Minho-oppa, hwaiting! From your secret admirer

Namun esoknya, aku lalai. Saat aku hendak memasukkan surat ke lokernya, pintu loker itu langsung tertutup. Aku tidak menduga Minho-sunbae akan mendahuluiku.

“Kau yang setiap hari mengirim surat itu?” tanyanya.

Aku tersudut. Sepertinya aku harus jujur hari ini. AKhirnya, aku mengangguk.

“Dengan alasan apa?”

Skak mat. Aku tidak mungkin bilang kalau aku menyukainya semenjak aku merayunya dengan kalimat sialan itu.

“Aku hanya ingin menyemangatimu. Tidak boleh?” jawabku ketus.

“Aku tidak butuh semangatmu,”

Kata-kata itu langsung menusuk hatiku. Mungkin jika aku bertarung dengan Voldemort hari ini, aku akan langsung mati. Aku berusaha menahan air mataku agar tidak keluar.

“Apa kau tidak bersyukur kalau masih ada orang yang memperhatikanmu?” semprotku. “Kau harus tahu orang-orang di luar sana banyak yang menyayangimu. Kau harusnya bersyukur!” lanjutku dengan perasaan berapi-api.

“Tapi aku tidak butuh dan aku tidak menyuruhmu melakukannya,” kata Minho cuek seraya pergi dari hadapanku.

Aku hanya diam. Ya, hanya diam. Lalu apa lagi yang harus kulakukan? Harapanku sudah hancur. Tidak ada gunanya lagi mengidolakannya.

Aku segera kembali ke kelasku karena waktu istirahat telah habis. Namun saat aku mengedarkan pandanganku ke lantai 2, aku melihat seseorang tepat di atas Minho-oppa, dan dia seperti menjatuhkan sesuatu. Aku langsung berlari memeluknya, dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa.

Maybe it’s because you, surprising I like myself

There area lot of thingsI hate too.

And they’re starting to disappear

My dad said to me when I was very little,

“Being with someone you love will make you a stronger person”

 

Am I just confused now?

I wonder if my feelings have been conveyed to you

Well, honestly I want to tell about them now

 

Aku menemukan Minho-oppa tidur di sofa tempatku berbaring. Perlahan aku duduk dan mengamati sekelilingku. Hanya ada dinding berwarna putih, pintu berwarna putih, dan bunga. Jangan lupakan juga infus. Pasti aku berada di rumah sakit. Aku menatap namja itu lembut. Entah kenapa, aku mulai menyukai diriku sendiri.

Aku lega dia tidak apa-apa. Aku kemudian turun dari ranjang dan duduk di sampingnya. Aku membelai rambutnya yang kaku. Apa aku masih mencintai namja ini? Namja yang tidak pernah melihatku secara utuh? Yang selalu meremehkan perhatianku? Tapi aku benar-benar tidak percaya dia ada di sini. Kedatangannya membuatku seperti pulih kembali.

Aku mendekatkan bibirku ke telinganya. Walaupun dia tidur, aku berharap ia tidak mendengarnya, karena aku sangat malu.

“Apakah aku harus mengutarakan perasaanku?”

Sometimes important things are just invisible they can’t be seen

So, I’ve gotta say this to you over and over again

If we were to break up and I didn’t have to feel anything

Well, I would want to feel everything

This destiny. Thank you

 

Sampai satu minggu aku masuk rumah sakit ia masih terus menjengukku. Terkadang ia membawa buah, menyanyikan lagu untukku, atau hanya sekedar melihat keadaanku. Seperti hari ini, ia datang untuk melihat keadaanku.

“Bagaimana keadaanmu?” tanyanya singkat.

“Lebih baik dari kemarin,” jawabku enteng. Ia kemudian duduk di sofa.

“Mafakan aku, aku membuatmu jadi begini. Kalau saja kau tidak menolongku…”

“Cukup sunbae. Aku ikhlas menolongmu,” potongku cepat. Sungguh, aku tidak ingin membahas kejadian itu lagi.

“Maafkan aku juga karena aku tidak memperhatikanmu,” lanjutnya dengan nafas tertahan.

Aku terdiam. Sejak kapan dia berubah seperti ini? Apa ini mimpi untukku? Pasti ini mimpi. Seorang Minho yang bergengsi tinggi tidak mungkin melakukannya.

“Aku tidak apa-ap…”

“Apa alasanmu memperhatikanku?”

Lagi-lagi aku terdiam. Untuk pertanyaan ini aku tidak bisa menjawabnya.

“Kurasa orang yang ikhlas tidak akan menampakkan keikhlasannya,” elakku.

“Jangan bohong. Semua perbuatan pasti ada alasannya walaupun tidak masuk akal,”

Minho-oppa benar. Semua perbuatan pasti ada alasannya walaupun tidak masuk akal, sama seperti alasanku.

“Ceritakan itu, walaupun itu tidak masuk akal,”

Dia suda mendesak. Aku menghembuskan nafas dalam-dalam.

“Aku menyukaimu sunbae,”

Minho-oppa tersenyum dan menggenggam tanganku.

“Terimakasih sudah menyukaiku. Tapi rasanya aku tidak bisa membalasnya,”

Aku tersenyum getir. Dia menolaknya lagi. Tapi aku bersyukur dengan takdir Tuhan untukku. Biarlah Minho-oppa tidak membalas perasaanku.

“Tidak apa-apa,” kataku lirih.

Namun aku bukan tipe orang yang suka berkhianat. Saat Minho-oppa pulang, aku menangis sejadi-jadinya. Rasanya sia-sia aku mengutarakan perasaanku kalau ia tidak membalasnya. Rasanya lebih sakit dari kepala ini.

Let’s let this ship sail inside the raising wind I never surrender

Not to stop ever

Tie our numerous feelings together

And head into the world which we have never ever seen

 

10 tahun berlalu. Aku sudah menyelesaikan studiku di Prancis sebulan lalu, dan kini aku pulang untuk meneruskan bisnis fashion bibiku. Seorang Choi Sulli yang dulu berbeda dengan Choi Sulli sekarang. Choi Sulli yang dulu bukanlah Sulli yang berkacamata, namun kini Sulli selalu menghiasi matanya dengan bermacam warna softlens. Dan aku kini melupakan orang yang sama seumur hidupku.

“Kau suah datang,” ucap bibi saat menyambutku di rumahnya. Aku memeluk bibi erat-erat. Tentu saja, setelah ayah meninggal, bibi Sooyoung yang kini merawatku dan membiayai kuliahku di Paris.

Aku dan bibi kemudian duduk di sofa coklat yang kukirim 3 tahun lalu. Bibi kemudian mengeluarkan berlembar-lembar dokumen dan foto.

“Ingat, kau sudah berumur 26 tahun. Apa kau tidak berfikir untuk menikah?”

Pertanyaan bagus, Bibi. Tapi aku tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya.

“Entahlah. Aku masih belum menemukan pria yang tepat untukku,”

Bibi Sooyoung tertawa keras. “Lalu apa yang kau lakukan selama itu di Paris? Dasar! Kalau begitu, bagaimana dengan saran bibi?”

Aku mengerutkan dahi. “Saran apa?”

Ia kemudian mengeluarkan salah satu foto dan menyerahkannya padaku.

“Namanya Choi Minho. Dia artis model untuk produk jasku. Dia tampan kan? Dia masih melajang lho, padahal umurnya sudah 27 tahun. Kudengar dia satu SMA denganmu. Kau pasti mengenalnya,” celoteh bibi.

Aku memandangi fotonya lama. Memang dia sudah banyak berubah. Tapi aku berusaha melupakannya sekarang, walaupun perasaanku masih sama seperti dulu.

“Oh ya, nanti malam kau mau datang di pesta temanku? Aku akan mengenalkanmu langsung dengan Minho,” ujarnya sambil beranjak dari duduknya.

Aku langsung menghempaskan tubuhku. Kenapa perasaanku bergemuruh lagi?

This indestructible unbreakable bonds that can never be broken

It’s certainly our soul

For example, even if someone were to try and hurt me

No matter what happens. It will be alright

Tepat malam ini bibi mengajakku ke pesta milik temannya. Pesta ini dihadiri berbagai artis papan nama. Kulihat juga ada Krystal Jung yang sedang mengobrol santai dengan temannya sambil menggandeng Minho. Aku sendiri hanya sederhana. Hanya berbalut dress hitam selutut dan jam tangan Swiss kesayanganku.

“Hi, Ssul!” sapa Krystal padaku. Aku hanya tersenyum dan menghampirinya dengan langkah sedikit gontai.

“Hai juga. Apa kabarmu?” sapaku basa-basi. Ia hanya tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya pada Minho.

“Kau tampak mesra dengan Minho,” pujiku. Aku terpaksa memuji artis di depanku ini walaupun akhirnya aku juga merasakan sakit hati.

“Tentu saja. Dalam waktu dekat ini kami akan bertunangan. Benar, kan?” kata Krystal sambil merajuk manja pada Minho. Membuatku mual. Minho hanya merespon dengan anggukan.

“Mohon doanya ya,” lanjutnya sambil meninggalkanku. Ia melepas tangan Minho dan meninggalkannya di depanku.

“Long time no see,” ujarnya basa-basi.

“Selamat, kau sudah punya pendamping hidup,” kataku to the point. Aku tidak ingin hatiku bertambah sakit dengan kehadiran orang ini.

“Sama-sama,” jawabnya singkat.

Setelah itu hening. Tidak ada suara yang keluar baik dari mulutku maupun mulut Minho. Hingga akhirnya aku memutuskan memecah keheningan.

“Semoga Krystal bisa menemanimu sampai kalian mati. Maafkan aku jika aku mengatakan hal ini di saat yang tepat, tapi aku hanya ingin mengatakan kalau aku masih mempunyai perasaan padamu. Kalau tidak ada kau, aku tidak mungkin ada di sini,”

Aku langsung meninggalkan Minho dan berlari pulang. Aku tidak peduli bibi Sooyoung yang mengejarku atau aku membuat bibi Sooyoung malu dengan para rekannya. Tapi kini aku ingin sendiri. Tidak baik memendam perasaan ini terlalu lama.

Important things are invisible they can’t be seen

So, I want to tell you over and over

Without you, I wouldn’t be there right now

This destiny

Indestructible

 

Aku adalah Choi Sulli yang bodoh. Cintaku memang bertepuk sebelah tangan, tetapi aku terus membuat hatiku mengalah. Berapa kali hatiku sakit karena Minho? Aku tidak peduli. Biarlah genggaman tangan ini terlepas dan berganti dengan genggaman tangan lain. Namun aku percaya, takdir ini tidak bisa hancur. Karena hanya dengan mempertahankan takdir ini, aku bisa mengingat kisah bodoh ini untuk pembelajaran di masa yang akan datang. Dan aku juga ingin menyampaikan, cinta tidak butuh pengorbanan. Hanya perasaan tuluslah yang dibutuhkan. Cinta juga tidak perlu dibalas. Hanya disimpan di dalam hati. Aku mungkin bodoh, tapi itulah aku. Walaupun kini Minho mengacuhkanku, cintaku pada Minho tak pernah luntur. Namun aku sangat bersyukur bisa menjadi orang yang menghiasi hidup Minho.

Indestructible, abadi. Love is indestructible.

_fin_

Dimohon meninggalkan Komentar yang bermanfaat ya Readerdeul. Gomawo. 😀

don’t be a silent reader, don’t be a plagiator!

Advertisements

48 thoughts on “[2nd Anniv Event] The Destiny – Zakiyatul

  1. biar ngk happy ending dgn minho oppa sulli punya hati yg tulus suka ama minho tanpa mengharapkan apa2.knp jg nih oppanya ngk suka am sulli ngk da alasan yg jelas!!!

  2. awal cerita ngakak gara2 ini
    “Aku mencintaimu, sunbae, walaupun cintaku karam oleh gunung es milikmu seperti Titanic,”
    ngebayangin Ssul ngomong begini dengan ekspresi yang susah dijelaskan.
    dilanjutin bacanya.ceritanya bagus,bacanya udah mulai serius.perasaan mulai terbawa sama jalan ceritanya,eh di tengah cerita ngakak lagi gara-gara ini
    ” Tepat malam ini bibi mengajakku ke pesta milik temannya. Pesta ini dihadiri berbagai artis papan nama”
    kenapa papan nama thor? kenapa?.ataukah si artis suka ngiklanin papan nama *aduh gue berpikiran terlalu jauh
    2 jempol deh buat author 🙂 🙂

  3. Huaaahhh mengahrukan.. Cinta sulli yang tak terbalaskan oleh minho… Nyesek banget ih.. Masa minho ga sedikitpun tersentuh sama usaha sulli.. Yahh jadi endingnya mereka ga nyatu nih? 😦

  4. Mwo jd cinta sulli brtepuk sbelah tngan? Minho bnran gk suka? Aigoo krain minho bkal suka dan takdir mnyatukan mrka trnyta takdir mlah mempermainkan sulli, sdih minsul gk brstu,. Ceritany bgus thor

  5. Lucu ßδ♌ǥέэ³³ϑ† kata2 sulli paz suruh ngerrayu minho.ngakak dech.jga waktu sulli msuk rumah skit Ω̶̣̣̥̇̊ќ͡ʊ̤̥̈̇ kira minho bakalan nerima sulli tapi М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ℓɑ̤̥̈̊H̶̲̥̅̊ ◦° ditolak men.OMG apa sih maunya minho kanap nolak sulli tampa alsan.bingung kan.knapa harus sad ending.emm ƍǻªªªǻƙ >:/ S̶̲̥̅̊u̶̲̥̅̊k̶̲̥̅̊a̶̲̥̅̊♡ sedih2.

  6. eonni kirain bakal happy end tp gak ..
    yang diherankan tak ada penjelasan kenapa minho ga suka sama sulli? padahal sulli desainer 😦
    cantik lagii ..
    trus kenapa ada orang yang ingin mencelakakannya? untung ada sulli ..
    trus kok tiba tiba ada krystal yang datang pas udah terakhir? yang anehnya, kata bibinya si ssul kan minho melajang kok bisa bertunangan??
    kalo ff ni dilanjutkan bagus banget soalnya ff nya nge gantung 😦

  7. sedih bgt bc”x,ya walau happy ending g’ sm dgn minho ..
    tp salut dgn sulli xg percaya diri terhdap diri”x tentang hati”x…

  8. Oh yaampun sulli kasian bngt 😥 ming oppa kenapa gak nrima sulli aja sih ? Apa kurangnya dia sekarang coba dia cantik mapan penerus bisnis bibinya trus yng kurang apa ?
    Aku kirain bakal happy ending ternyata sad ending 😦

  9. Selalu selalu selalu dan selalu nyesek banget kalau baca ff yang akhirnya sad ending…padahal udah seru banget ngebayangin ssul yang bener2 ngomong langsung ke Minho kayak gitu tapiiii… Cinta Bertepuk Sebelah Tangan…aduuuhhh…
    Daebak thor… tetep semangat nulisnys… 🙂 🙂

  10. Kasihan sulli cintanya bertepuk sebelah tangan waupin hatinya sakit dan hancur tp sulli tetap menyimpan cinta itu dihati yg paling dlm

  11. Nyesekk amaatt,
    Miris bgt cerita cinta ssul yg bertepuk sebelah tangann </3 masa ming ga bisa ng buka hati nya buat ssul sihh??? 😦

  12. maaf ya ko’ bbrp bagian mirip dengan dream high season 1 seperti bagian menaruh makanan dan surat diloker itu seperti bagian IU ketika menyukai Wooyoung. trus bagian menjatuhkan sesuatu itu mirip bagian eunjung jatuhin pot ke suzy tapi ditolongin sama soo hyun oppa.
    tapi keseluruhan bagus ko’ sayang nya sad ending 😦

  13. aah knp sedih bgt ceritanya…
    cinta bertepuk sebelah tangan,so hurt…
    kasian sulli
    mungkin akan datang seseorang yg jauh lbh baik dr minho..

  14. seknyeseeeeeek 😦 aku pikir bakal happy ending, tp gpp ini juga udah bereterimakaaih, makasih yaaaa 🙂 ditunggu karya laiinya

  15. Bagus thor ceritanya,,sampe bgt perasaannya,tp sayangnya ini endingnya beginiii,kenapa gak begituuu ? Eh,,heppy ending dong thor,nyeseg bacanyaaa,,dan ya benar ,alasan minho apa gak nrima sullinya?pdhal sulli udah tulus bgt. 😦

  16. Klo ga happy ending kayanya ad yg kurang. Tp ga papa thor semua kemungkinan bisa terjadi. Sulli tetap berhati lembut. Mga menang lomba ff nya

  17. sedih bgt…tp bbrp bagian ada part yg nyeritain mirip sm adegan drakor…tp ya gpp…namanya juga imajinasi menulis..
    hehehe
    tp agak ambigu…awalnya minho dibilang lajang,tp trnyta udah punya krystal…

    but at all bagus koq,,,
    makasih ^^

  18. bener2 maknyes dihati kkk
    kesian sulli deh bertepuk sebelah tangan terus huhuu.
    tp ini sama kaya kebanyakan di dunia nyata, yg tak terbalas di awal sampai akhirpun juga akan sama hihii.
    daebakk deh

  19. no, no. it can’t be happening .__.v FF nya tidak happy ending 😥 meski begitu aku suka FF nya ^^ feelnya dapet aku sampe sedih. dan sampai terakhir sedih beneran ceritanya nggak dilanjutin .__. well, well. fightiiingggg ^^

  20. Aku suka ff nya singkat tapi menyentuh walaupun sad end ^:(
    Knp minho ga suka ama sulli tanpa aladan yg jelas… sedangkan sulli mecintai minho tulus dalam hati, menyemangati, melindungi walaupun ga diterima tapi sulli tetep aja bahagia yg penting dia pernah menghiasi hidupnya minho
    🙂
    Keep writing thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s