[2nd Anniversary] Bolehkah Aku Mengharapkanmu Kembali? – Zahra Han

lie ins

Bolehkah Aku Mengharapkanmu Kembali?

Zahra Han

Main Cast  : Choi Minho| Choi Sulli

Support cast  : Kim Jonghyun

Lenght  : Oneshoot

Genre : Romance, Sad/Hurt.

Sulli memutuskan untuk menunggu Kai.  Ia berjalan kembali menuju Yonsei University.  Awalnya Sulli ingin pulang menggunakan bus.  Sudah seperempat jam ia menunggu, bus ke Gwangmyeong tidak juga datang, padahal bus ke Gangdong-gu sudah berkali-kali lewat.

            Selama perjalanan ke Yonsei University ia merasakan dadanya yang sesak.  Jalan menuju Yonsei University tidak pernah berubah.  Tetap sama seperti lima tahun yang lalu.  Masih banyak pasangan muda-mudi yang berkencan di bangku-bangku pinggir jalan menuju Yonsei University.  Dan itulah yang membuat dirinya bertambah sesak.  Layakkah aku mengharapkan dia kembali padahal aku yang membuatnya pergi?  Tanyanya dalam hati.

            Langkah Sulli segera terhenti ketika melihat bangku kayu.  Yah, bangku yang menjadi sejarah kisah cintanya bersama Choi Minho.  Lelaki yang memberi warna selama Sembilan minggu tetapi berdampak sampai sekarang.  Sulli berjalan ke bangku kayu tersebut.

            Sejuk.  Itulah yang dirasakan Sulli ketika duduk di bangku kayu.  Pohon Sakura yang rindang menjadi penghalang sengatan sinar matahari.  Tetapi hati Sulli merasakan hal yang lain.  Sakit luar biasa.  Sulli tahu hal ini salah.  Ia sangat tahu hal itu.  Sudah seharusnya ia tidak mengingat namja bernama Choi Minho.  Iya sekarang sudah memiliki Kai.  Ia tidak boleh menjadi wanta egois.  Ia tidak mau Kai juga merasakan ke-egoisannya seperti yang dirasakan oleh Minho.

***

            Dulu waktu ia di sekolah dasar, waktu di Cheonggu Primary School ia pernah merasa suka pada seorang namja yang memiliki wajah imut.  Namanya Taemin-Lee Taemin.  Selain wajahnya yang menurutnya sangat imut, Taemin pandai menari.  Taemin menjuari lomba menari antar sekolah.  Namun ia hanya bisa memendam rasa sukanya dalam hati.  Sulli terlalu malu untuk mengungkapkannya.

            Yang ia heran, entah kenapa ketika Minho datang menyatakan perasaan cinta Sulli langsung menerimanya.  Padahal ia tidak pernah mengetahui siapa Minho.  Yang jelas adalah Minho adalah anak kutu buka yang dingin.  Minho jarang sekali berbicara dengan orang lain.  Mengapa ia menerima Minho?

            Padahal ini bukan pertama ia bertemu dengan namja yang menyatakan cinta padanya.  Kolega orangtuanya yang mempunyai anak laki-laki yang sangat ganteng.  Atau namja-namja yang berada di klub melukis.  Seperti halnya Luhan.  Namja keturunan China yang menyukai Sulli.  Sebab Luhan sangat suka menawarkan untuk pulang bersama atau mengirimkan sms agar jangan lupa makan.  Tetapi Sulli tidak mengubrisnya.  Ia merasa Luhan sama dengan anak-anak kolega orangtuanya.

            Standar dia untuk pacar minimal adalah Taemin.  Dan standar itu tidak pernah ia turunkan.  Tapi entah kenapa, saat bertemu dengan Minho ia langsung menerimanya.  Padahal Minho tidak jauh seperti Luhan.  Sangat dingin terhadap orang-orang.  Entah kenapa ia menurunkan standarnya yang sejak lama ia jaga.  Bahwa pacarnya, minimal adalah orang yang imut, memiliki sifat humoris, dan selalu tersenyum ketika bertemu dengan orang lain.

***

            Sulli sangat menyesal.  Bukan karena ia telah menerima Minho menjadi pacarnya.  Bukan karena ia menurunkan standar pacarnya.  Tetapi karena ia telah menyia-nyiakan kasih sayang Minho.  Kasih sayang seorang yang sangat tulus.  Akal sehat semua orang tidak akan percaya ketika melihat ketulusan seorang bernama Choi Minho.  Choi Minho yang selalu terlihat dingin, jarang berbicara-apalagi senyum, dan beberapa orang menyangka ia adalah orang yang sombong, ternyata adalah seorang yang mempunyai luka di masa lalu.  Dan Sulli menambahkan luka baru di hati Minho.  Ia tidak bisa membayangkan ketika ia menyia-nyiakan Minho.  Bagaimana kehidupan Minho setelah mereka berpacaran?  Yang jelas Minho langsung pindah dari Yonsei University setelah mereka putus.

            Mengingat semua itu membuat Sulli merasa dirinya berdosa.  Dan ia merasa jijik pada dirinya yang begitu rapuh, mudah terpedaya oleh perkataan teman-temannya.  Ia jijik pada dirinya sendiri yang ia rasa terlalu mengikuti kata hatinya.

            Ia menenangkan dirinya.  Sulli kemudian kembali kepada dunia khayalannya.  Mengingat kembali hubungan yang telah ia sia-siakan.

***

            Sulli tambah kesal saat mendengar komentar Krystal, “Diam…….  Lihat saja hubunganku dan Minho akan berhasil !”

            “Wow Sulli!  It’s a great dream! Ha ha ha.” Suzy masih memberikan candaan dan diikuti oleh tawa Krystal, Naeun, dan Wendy.

            Muka Sulli memerah.  Ia tidak bisa menahan kemarahannya. “Su-“

            Perkataan Sulli terpotong ketika Joy menghampiri meja mereka,

            “Kudengar ada yang menerima cinta sang pangeran es.” Perkataan Joy membuat pipi Sulli tambah memerah.

            “Tenanglah.  Aku tidak akan mengejekmu.  Mungkin Choi Sulli mempunyai pendapat yang berbeda terhadap Choi Minho.” Sulli menghembuskan nafasnya.  Ia tahu jika perkataan tersebut adalah sindiran Joy untuknya.

            Sulli bangkit dari kursi kantin, “Aku ada janji dengan Minho.”   Setelah itu Sulli langsung pergi meninggalkan teman-temannya yang ia yakini akan melanjutkan percakapan tentang Choi Minho.

***

            “Semoga Sulli belum pulang.” Doa Minho dalam hati.  Jika Sulli sudah pulang ia harus menelan kekecewaan untuk ketiga kalinya karena gagal mengajak Sulli kencan.  Ia dan Sulli belum pernah kencan.  Saling bertegur sapa dikampus saja belum.  Mereka hanya berbicara melalui SMS.  Dan Minho tidak ingin hal itu semakin lama terjadi.  Ia sangat ingin Sulli mengenal dirinya yang sebenarnya.  Bukan dirinya dibalik topeng yang penuh dengan luka.  Karena Minho ingin Sulli terus berada disampingnya.  Menjadi sebuah cahaya hati yang sudah lama ia tunggu.

            Minho mempercempat langkahnya menuju tempat janji pertemuan.

            “Minho-ssi..”

            Minho langsung melihat ke arah belakang.  Ah, Jonghyun.  Sahabatnya dan Sahabat Sulli. Jonghyunlah yang mengenalkan Minho kepada Sulli.

            “Nde, ada apa?”  Minho langsung berbicara to the point. 

            “Ayo kuantar..”

            Minho heran.  Antar?  Antar kemana? “Maaf Jonghyun-ah aku sedang terburu-buru.” Minho langsung berjalan kembali.

            “Mengantarmu menemui Sulli.”  Langkah Minho terhenti mendengar teriakan Jonghyun. 

            Jonghyun melanjutkan perkataannya, “Aku tadi bertemu Sulli dan Sulli bilang ia sedang menunggu dirimu.  Akupun berkata ‘Minho sedang bersama Profesor Jung.  Biasanya agak lama. ‘  Sulli kemudian menitip pesan agar dirimu bertemu ditempat favoritnya.  Masalahnya kamu gak tau tempat favoritnya.”

            Muka Minho langsung memerah.  Ia merasa sangat malu telah berpikiran negative terhadap sahabatnya.  Minho menganggukkan kepalanya.  Tanda ia setuju.

***

            Sulli tidak bisa berkata apa-apa.  Ia tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.  Gemerlap kota Seoul menambah romantis keadaan.  Ia mengalihkan pandanggannya ke Minho.  Namja yang membuat dirinya tidak bisa berkata apa-apa.

            Jantung Sulli langsung berdetak kencang tak kala ia melihat senyum Choi Minho.  Senyum yang bisa ia rasakan sangat tulus.  Matanya melebar ketika Minho mendekatkan wajahnya ke wajah Sulli.  Apakah Minho akan memberikan ciuman pertamanya?  Dan wajah Minho terus mendekat.

            “Tidak akan ada yang bisa merubah cintaku kepada mu.”

            Sulli merasakan jiwanya bergetar hebat.  Perkataan Minho membuat dirinya serasa terbang.  Enyahlah pemikiran tentang first kiss.  Nyatanya, hal ini lebih hebat daripada first kiss.

            Minho mendekap Sulli.  Ia ingin Sulli merasakan kebahagiaan.  Sulli sudah tidak bisa berkata apa-apa.  Sedangkan Minho menutup matanya.  Merasakan sejuknya angin.  Minho berkata dalam hatinya, jika ia ingin malam ini tidak akan berakhir.

***

            Tepat tiga jam Sulli duduk di bangku kayu.  Ia belum juga selesai dengan masa lalunya.  Angin musim semi mengalir semilir.  Masuk ke sela-sela rambut Sulli.

            Sulli meneteskan airmatanya.  Cukup lama ia berusaha tegar dan sabar.  Cukup lama ia berusaha tegar ketika Minho meninggalkannya.  Cukup lama ia berusaha sabar untuk menerima Kai, mencintainya dengan hati yang tulus. Cukup!  Cukup!  Karena sesabar dan setegar manusia, manusia tetap memiliki perasaan.  Sulli bukanlah robot yang hanya bisa digerakkan-tanpa merasakan apa-apa.

            Sulli mengusap air matanya.  Ia tidak bisa menyalahkan siapa-siap.  Toh, dirinyalah yang salah.  Sulli mengusap air matanya.  Tetapi airmatanya tak berhenti keluar.  Ia kemudian menangis.  Tangisannya bagaikan pisau yang mencabik hati seseorang yang mendengarkan.  Betapa mirisnya Sulli.  Ia belum bisa menemukan kebahagiaannya.

            “Aku hanya ingin Minho kembali.  Mengantarkan bekal siang kepadaku.  Mengantarkan aku pulang. “ Begitulah kata-kata yang Sulli ucapkan didalam tangisannya.

***

            Minho masih sibuk berkutat dengan tugas kuliahnya.  Dengan teliti ia membaca beberapa buku tebal, menandai halaman yang dianggap penting, mengetik pemikiran menjadi kalimat-kalimat di dalam computer.  Sulli memperhatikan Minho dari sofa.  Sejak tadi ia terus memperhatikan Minho.  Membuatnya tidak focus untuk mendalami materi presentasi.

            “Minho-ssi.” Sulli membuka percakapan.

            Minho langsung menutup buku tebalnya dan melepas kacamata, “Ingin memperlihatkan presentasimu?”

            Sulli mengkerucutkan bibirnya, “Bukan.  Aku ingin berbicara sesuatu yang sangat penting.

“Boleh yah..”  Sulli mengeluarkan jurus andalannya. Yaitu jurus aegyo.

Minho melihat kearah jam.  Terlihat ia seperti menghitung waktu, “Baiklah.”

***

            “Ternyata ini lebih sulit dari perkiraanku.  Aku melepaskanmu.”

            “Apa maksudmu Minho-ssi?”

            “Jangan pura-pura bodoh.  Aku bukanlah orang bodoh.  Aku sudah sering menghadapi seseorang yang menggoreskan luka dihatiku.  Dan tau Sulli-ah?  Dirimu juga termasuk.”

            “Minho-ssi aku benar-benar tidak mengerti!”

            “Eoh tidak mengerti! Setelah dirimu mencampakkanku karena merasa kasihan kepadaku, dirimu ingin melihat aku memohon?!”

            “Tunggu.  Bukan seperti itu.  Ak-“

            “Jangan pernah berbohong lagi Sull !  Aku benci orang yang berbohong.”

            “Aku bisa jelaskan-“

            “Semuanya sudah jelas.  Teman-temanmu sudah memberitahu semuanya!”

            “Klik!”  Sambungan telepon berakhir.           

            Perlahan, setetes air mata turun.  Sulli memasukkan hp-nya kedalam tasnya.  Ia menghapus airmata secara kasar.  Tangannya langsung menutup laptop ber-merek hp.  Ia segera bergegas keluar dari perpustakaan, meninggalkan barang-barangnya.

            “Brak!”  Sulli langsung memukulkan tangannya ke meja Suzy, Krystal, Naeun dan Wendy.

            “Sulli..  Kami mencari-cari dirimu.  Duduklah.” Suzy berbicara dengan muka tanpa dosa.

            “Iya duduklah.  Ayo sini. Kami ingin mendengar ceritamu.”  Sekarang Krystal yang berbicara.

            “Iya cerita apakah Minho mengucapkan terimakasih kepadamu karena ingin menerimanya.  Ha ha ha.” Wendy tertawa dan diikuti yang lainnya.  Mereka tidak melihat Sulli seperti bom yang segera meledak.

            “Apa yang kalian katakan?!” Sulli berbicara dengan nada tertahan.  Ia mencoba untuk menahan amarahnya.

            “Kenapa?  Apakah ia berkata hal yang tidak terduga-duga?” Oh, mereka masih tidak menyadarinya.

            “Cepat! Apa yang kalian katakan?!”  Lagi-lagi Sulli mencoba untuk bersabar.

            “Ia menanyakan apakah kita tau yang menyebabkan Choi Sulli meminta putus.  Terus kami berkata jika memang saatnya jika kalian putus.  Karena Sulli menerimamu karena ia merasa kasihan.”  Akhirnya Wendy menjawab.

            “Sull, kau harus melihat tatapannya. Matanya langsung berkaca-kaca.  Ia seperti sangat tersentuh.”

            “Tersentuh?! Hah!”

            Teman-teman Sulli melihat Sulli dengan tatapan aneh.  Untuk pertama kalinya mereka melihat Sulli berbicara sinis.

            “Sulli-yah apa yang terjadi padamu?” Naeun mencoba bertanya kepada Sulli.

            “Yang terjadi padaku?!  Kalian pasti sudah mengetahuinya!”

            Teman-teman Sulli semakin terheran-heran melihat perilaku Sulli, “Sulli-yah ceritakanlah kepada kami.” Wendy mencoba membujuk Sulli.

            “Eoh! Jangan pura-pura tidak tahu.  Kalian pasti sengaja bilang kepada Minho bahwa aku sengaja memutuskannya karena tidak pernah mencintainya! Eoh!”  Sulli mengeluarkan amarahnya.

            “Ha..ha..ha..” Suzy, Naeun, Krystal, dan Wendy tertawa- mereka menganggap Sulli sedang bercanda.

            “Memangnya kamu mencintainya?” Spontan Naeun bertanya.

            “Iya aku mencintainya.  Aku sangat mencintainya.  Aku tidak pernah merasakan jantungku berdetak sangat kencang kecuali dekat dengannya, merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika ia memberikan kasih sayang, merasakan kekhawatiran ketika ia tidak membalas sms ku, merasakan kesal ketika dia tidak menjawab teleponku.  Yah.  Aku mencintainya.

            “Kalian ingin tahu kenapa aku tidak menolaknya.  Karena hatiku tidak ingin aku menolaknya.  Karena ragaku bergetar hebat ketik mendengarnya!”

            Sulli langsung meninggalkan teman-temannya yang tidak menyangka tentang hal tersebut.

***

            Sulli tetap tidak berhenti menangis, “Hufh…” Ia menghirup nafas dalam-dalam.  Mencoba untuk menenangkan dirinya.

            “Aku tidak boleh egois.  Aku tidak boleh egois.  Aku tidak boleh egois.”

            Sulli memejamkan matanya.  Ia memberikan sugesti agar tetap bertahan.

            “Aku tidak percaya.  Ini masih menjadi tempat favorite-mu.”  Sulli langsung terlonjak kaget.  Ia langsung melihat ke arah suara.

            Namja bernama Kim Jonghyun mengeluarkan senyum khasnya, “Aku juga tidak percaya tempat ini menjadi tempatmu meratapi nasib percintaanmu.”

            “Apa maksudmu eoh?!”  Sulli langsung merasa kesal ketika orang-orang mengejek kisah percintaannya.  Tidak peduli itu adalah Jonghyun sekalipun-sahabat terdekatnya.

            Jonghyun tetap terlihat cuek.  Ia melanjutkan perkataannya, “Iya. Aku juga tidak menyangka dirimu dan Choi Minho meratapi nasib percintaan kalian di tempat yang sama, bangku tua.  Sayangnya Universitasnya berbeda.”

            Sulli langsung beranjak pergi.  Sulli tahu kemana Jonghyun akan berbicara.  Ia tidak ingin mendengarkan tentang Minho.

            “Tap!”  Jonghyun menahan tangan Sulli.

            “Jangan pura-pura tegar Choi Sulli.  Setegar-tegarnya manusia mereka akan menangis.  Jadi menangislah…  Tidak apa-apa…  Keluarkanlah bebanmu..”  Kali ini suara Jonghyun berubah menjadi sangat lembut.  Ia benar-benar sosok sahabat sejati.

            Sulli terduduk kembali.  Jonghyun benar.  Ia hanyalah manusia yang egois dan rapuh.  “Hiks..Hiks…”

            “Keluarkanlah..”  Tangan Jonghyun mengelus-elus pundak Sulli.

            “Apakah aku salah mengharapkannya kembali?  Aku tahu aku salah telah memutuskannya.  Telah menyakitinya.  Hiks.. Hiks…”

            “Masih ada harapan Sulli-yah.”  Perkataan Jonghyun membuat Sulli menghentikan tangisannya.

            “Apa maksudmu?”  Tanya Sulli.

            “Ayo kita jalan-jalan terlebih dahulu.”  Jonghyun kemudian bangkit dengan meninggalkan segenap rasa penasaran dibenak Sulli.

***

            Jonghyun dan Sulli berjalan menuju perpustakaan kampus.  Seorang namja terlihat mengecup kepala yeoja dan membuat yeoja  sangat malu.

            “Sangat indah bukan?” Jonghyun menyadarkan Sulli dari lamunannya.

            “Siapa?” Tanya Sulli-yang lebih tepat pura-pura tidak tahu.

            “Sepasang kekasih tadi.”

            “Wah kalau itu jangan ditanya.  Lihatlah kebahagiaan mereka membuat orang-orang yang melihatnya juga bahagia.

            “Kalau percintaan dengan Minho lebih indah tidak?”

            Sulli terhenyak, lagi-lagi Jonghyun menyinggung kisah percintaannya dengan Minho.

            “Ckk! Jonghyun-ah!”

            Jonghyun tersenyum melihat Sulli yang kesal.

            “Aku kesini ingin bercerita tentangmu.  Untuk kebaikanmu.”

            “Tentang sedihnya kisah cintaku dengan Minho?!”  Sulli masih terlihat kesal.

            “Bisa dikatakan iya juga dikatan tidak.”

            “Aku sudah bosan mendengar sedihnya kisah cintaku.”

            “Ah yang benar?”

            “Benar .  Sungguh.”

            “Sull, aku ini sahabatmu sejak kecil.  Aku tahu siapa dirimu.  Kamu tidak bisa membohongi diriku Sull.  Aku tahu jika kamu masih mengharapkan kisah cintamu kembali seperti dulu.”

            “Berarti kamu salah menyimpulkannya.  Aku tidak mengharapkannya lagi.”

            “Aku tahu kamu berkata seperti itu karena takut Kai merasakan ke-egoisanmu.  Tetapi tahukah jika dirimu lebih egois karena menjadikan Kai pelampiasanmu.”

            Seketika Sulli berhenti berjalan, “Jadi apa ceritamu.”

            Jonghyun langsung tersenyum.  Ia tahu jika Sulli akan mendengarkan ceritanya.

            “Nanti saja ketika sudah sampai di perpus.”

            “Tidak aku ingin mendengarkannya sekarang.”

            “Kamu yakin?”

            “Jonghyun-ah!”

            “Baiklah.  Dengarkan baik-baik ya.  Cerita ini mungkin menjadi harapan terakhirmu.”

            Jonghyun mengedarkan pandangannya ke atap kampus.  Ia mengambil nafas lalu melanjutkan,

            “Dulu ketika aku sering main-main di lapangan sepak bola dekat rumahku aku bertemu dengan laki-laki bermata bulat.  Namanya adalah Minho.  Dia adalah anak yang sangat terkenal.  Ia sangat ganteng.  Mata yang bulat dan rahang yang kecil.  Minho anak seorang pengusaha dan ibunya seorang desaigner.

            “Sifatnya yang sangat ramah membuatku menjadi dekat dengannya.  Di mana ada Minho pasti ada aku.  Kami sangat akrab.  Tak jarang Minho menginap dirumahku atau makan dirumahku.

            “Tak disangka-sangka ketika umurnya sebelas tahun Ibunya dan adik perempuan mengalami kecelakaan.  Ibunya meninggal sedangkan adiknya terus koma dirumah sakit sampai sekarang.  Tragisnya ayahnya meninggalkannya.

            “Saat itu aku melihat Minho sangat tertekan.  Ia menjadi anak yang sangat dingin.  Tidak ingin bermain lagi dan memilih unutk tinggal di rumah sakit.

            “Melihat hal itu, para tetangga akhirnya menghubungi nenek dan kakek Minho.  Tetapi para tetangga sangat terkejut karena nenek-kakek Minho tidak ingin merawat Minho.  Nenek-kakeknya tidak ingin menerima seorang anak dari lelaki yang tidak bertanggung jawab.  Rupanya ibu Minho sebelumnya berantem dengan ayahnya dan ingin pergi ke rumah kedua orangtuanya.  Mereka tidak pernah sampai karena ibunya Minho mengalami kecelakaan.

            “Akhirnya kedua orangtuakulah yang merawatnya.  Mencurahkan kasih sayangnya.  Maka dari itu, ketika ayahku di PHK Minholah yang menanggung semua biaya keuangan keluargaku.  Ia merasa jika ini sudah seharusnya.  Ia ingin membalas budi.

            “Ketika aku bertemu denganmu, aku langsung terpikir ide gila.  Bagaiman jika aku menjodohkan Minho kepadamu.  Akupun membicarakan usulku.  Dan Minho langsung menyetujuinya.  Rupanya ia memang menyukaimu tetapi tidak berani karena menganggap jika dirimu pasti menyukai lelaki yang humoris.

            “Aku meyakinkannya.  Tetapi ideku salah.  Aku membuat dirinya terluka.  Setelah putus darimu ia langsung keluar dari universitas.  Ia tidak pernah mengubungiku lagi.  Aku menjadi tambah bersalah.  Dua minggu yang lalu dia menghubungiku dan berkata kuliahnya di perancis telah usai.  Ia ingin pulang ke Korea.”

            “Terus apa hubungannya dengan kesempatan terakhirku?  Itu hanya cerita Minho.”

            “Minho mengadakan acara syukuran di Iliana Restourant.  Tiketnya terbatas.  Makanya aku ingin memberikannya kepadamu agar engkau bertemu dengannya. “

            Hati Sulli bergetar hebat.  Ada rasa sejuk yang tiba-tiba menyelinap ke dalam dadanya.  Namun ia tiba-tiba diserang rasa ragu.

            “Apakah ia akan memaafkan ku?  Aku sudah mencampakkkannya.  Apakah aku masih pantas untuknya?”

            “Aku tahu Minho masih memiliki perasaan terhadapmu.  Percayalah padaku.”

            Sulli langsung menggelengkan kepalanya, “Tidak aku tidak akan datang.
“Sulli dengarkan ak-“

            “Tidak.  Aku memang egois Jonghyun-ah.  Dan biarkan aku tenggelam dalam keegoisanku.”

            Jonghyun menghembuskan nafasnya.  Tangannya mengambil secarik kertas dari saku celannya, “Ini adalah tiketnya.  Aku yakin kamu pasti datang.  Pikirkanlah baik-baik.”

            Sulli menerima tiket tersebut, “Aku duluan.”  Kakinya melangkah dengan cepat. ‘Apakah aku boleh mengharapkannya kembali?’ Tanya Sulli didalam hatinya.

 

THE END

Advertisements

35 thoughts on “[2nd Anniversary] Bolehkah Aku Mengharapkanmu Kembali? – Zahra Han

  1. Alur critany kurang masih menggantung dan gk jelas apakah sulli dtng apa gk trus apakah minho akan kembali dgn sulli itu yg hrs jelas

  2. Aigoo author ceritany gantung, gk jelas happy end or sad end gk ada kejelasan jwbn dri prtanyaan sulli apa msih bs mngharapkan minho kmbali? Bwt sequelny thor and good luck bwt ff ny

  3. Aigoo author ceritany gantung, gk jelas happy end or sad end gk ada kejelasan jwbn dri prtanyaan sulli apa msih bs mngharapkan minho kmbali? Bwt sequelny thor and good luck bwt ff ny.

  4. huaa aku digantung minsul.. ni gantung bgt..
    pertama, sulli dtg apa engga? kedua, minho masih cinta sulli ga?
    ketiga, kalo mereka ketemu gimana reaksinya?
    keempat, nasibnya kai gimana? kelima, endingnya gimna?
    tuh kan byk bgt gantungannya…

  5. Aaaaaaa…kenapa endingnya giniii????
    Aigoo author mau tahu saat ssul ketemu minho nyaaaa… pleasee sequel nya donk…
    Tetep fighting authornim…

  6. Ceritanya gantung eon sequel dong
    kasian minhonya 😥 teman macam apa coba yang tega bilang ke mantan pacrnya klo sulli gak mencintainya ck

  7. eeemm ffnya seru tapi masih menggantung..
    apakah sulli datang atau sulli bener bener g datang..
    apakah minho masih mencintai sulli seperti sulli masih mencintai minho..
    apakah akan melepaskan sulli demi kebahagiaan sulli dan minho..

  8. aduh ssul, kasian minhonya, tapi jahat banget sih temen-temennya sulli.
    kalo bisa sequel dong, aku pingin tahu akhir cinta minsul

  9. ciah nyangkut d hati endingnya,endingnya nggantung hwehehehsdkit nyesek sich pas bca ampe prtengahan, tapi jika ada kesempatan utk brtemu kmbali knpa enggak sul? dateng aj hwehehehe good job

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s