-MEDICAL of LOVE- (part 11)

blajar

-MEDICAL of LOVE-
(part 11)

Author: Chyminh
Main cast: choi sulli | choi minho
Kim jongin a.k.a choi jong in | kang ji young
Jung krystal and OC
Genre: sad, comedy, romance
PG: 15

-Summary-

Minho mengerenyit bingung saat mobil ayahnya memasuki wilayah yang sangat ia kenal.
“kita sampai” yun gyeom membuka suara, minho semakin mengerutkan dahi. Ke 3 nya turun menuju rumah mewah yang berdiri megah di hadapan mereka sekarang.

“minho???” kai membulatkan mata sempurna, Tepat ketika ia dan kedua orang tuanya menyambut kedatangan keluarga choi yun gyeom.

“jadi kau yang dijodohkan dengan adik ku??”

“ adikmu???”

“ayah sengaja tak memberi tau, bahwa calon iparmu itu adalah sahabatmu sendiri…” siwon menjelaskan… kai semakin tak percaya mendengarnya, apakah dunia sesempit ini??

“selamat datang di kediaman kami yun gyeom-shi… sung mi-shi” pria paruh baya tadi kembali membungkukan badan 90 derajat.

“putra kalian tumbuh dengan cepat dan tampan sekali… ayo masuk, sebentar lagi putri kami akan turun. Ia masih mempersiapkan diri diatas” kali ini park hee gi yang membuka suara. mereka tersenyum ramah dan menyusun langkah menuju meja makan yang telah dihidangi berbagai jenis jamuan mewah. Lain halnya dengan minho, ia tetap bingung setengah mati.

“tidak usah kaku” gumam kai pelan

“kau tidak akan menyesal… percayalah” lanjutnya sembari menepuk hangat pundak sang sohib. Minho meninggalkan kai begitu saja, otaknya tak bisa mencerna sehat peristiwa yang berlangsung malam ini.
Mereka telah tiba di ruang makan, duduk pada kursi masing-masing. Semua terlihat formal, para lelaki lengkap menggunakan tuxedo hitam dan para wanita anggun mengenakan gaun malam. semua memasang binar bahagia… hanya minho satu-satunya manusia ditempat itu dengan wajah terdingin.

.

.

Tak lama berselang… setelah percakapan singkat itu seorang gadis berparas dewi tampak anggun menuruni anak tangga dengan gaun maroon yang kontras dikulit susu terindahnya. Binar rona pink beserta taburan make up natural menambah kesan lembut di paras cantik itu. semua tersenyum dan hee gi berdiri menyambutnya. Menyambut tangan dingin sulli saat tiba di hadapan mereka.

“nak coba lihat dia cantik bukan??” ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah sungmi. Anak lelaki tadi mengangkat kepalanya… menatap sosok yang mereka tuju. dan… demi tuhan minho membulatkan mata sempurna, ia berdiri seketika menatap sosok yang dimaksud ibunya tersebut… sosok yang menjadi pengganggu tidurnya beberapa hari ini… sosok yang membuatnya kehilangan nafsu untuk bernafas tempo lalu… tak jauh beda dengan respon sang wanita, ia bahkan terlihat lebih terkejut di tempat itu. kakinya seakan melayang tak berpijak, denyut nadinya bekerja lebih cepat hingga menimbulkan rasa pusing yang luar biasa… ini seperti mimpi, ini seperti skenario yang telah disusun serapi mungkin. Bagaimana mungkin?? Wanita itu Sulli?? dan sulli adik kai???

minho hampir kehilangan kesadaranya. 2 pasang orang tua di ruangan tersebut tersenyum hangat, hee gi membawa sulli untuk duduk di hadapan minho. mereka kembali pada posisi masing-masing, sejak tadi mata minho tak beralih dari sosok didepanya.

“kami tau kalian sudah pernah bertemu sebelumnya…tepatnya diseminar lalu. Putrimu sungguh luar biasa siwon-shi” yun gyeom memuja dengan binar kagum, siwon tersenyum ramah.

“ya… sebelumnya aku tau ia mengambil jurusan kedokteran di amerika, tapi aku tidak pernah tau ia masuk universitas ternama dan kembali begitu sukses. Kau ingat saat aku menceritakan padamu tentang putriku seorang dokter muda, itu belumlah pasti… hahaha dan ternyata ia kembali dengan kejutan yang tak pernah kufikirkan sebelumnya” jawab siwon bangga mengundang tawa renyah di ruang makan tersebut…

“saat mengetahui choi sulli adalah putrimu aku semakin mantap untuk membentuk tali kekeluargaan diantara kita lewat perjodohan ini” yun gyeom menimpali. Kai tersenyum singkat mendengar perbincangan 2 lelaki paruh baya di dekatnya.

“baiklah bagaimana jika kita makan lebih dulu… setalah ini kembali membahas minho dan sulli” gumam park hee gi lembut, mereka setuju. Akan lebih baik jika pembahasan inti dibicarakan terakhir nanti. Dan seluruhnya mulai mengambil menu menu mewah yang terhindang rapi di atas meja. Sulli masih bergeming, ia tak punya selera makan sama sekali. sulli tidak menyangka jika lembaran baru yang dimaksud tuhan dalam doa nya adalah minho, masih minho, masih sosok yang sama, sosok keramat dihidupnya selama ini. semua tampak sibuk dengan hidanganya, tak terkecuali minho yang juga mulai mengalihkan perhatian pada makanan dipiringnya, susasana berubah menjadi hening. Bahkan dentingan garpu dan sendokpun tak terdengar… mereka menjalankan makan malam ini dengan khidmad dan teratur.

“aku ingin perhatian kalian sebentar…” sulli memberanikan diri membuka suara, dan ini sukses mengundang mata tertuju padanya. ia menarik nafas kuat dan menghembuskanya perlahan. Kai menatap cemas, sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi.

“kenapa sayang??” hee gi menjawab hangat

“maaf… mungkin ucapanku lancang, dan akan melukai banyak pihak. Tapi aku ingin semuanya terungkap tanpa menunggu waktu lama lagi” gumamnya, perasaan minho tak enak, ia tau apa yang akan sulli ucapkan, minho menatap nanar sosok cantik tersebut.

“aku tidak bisa menerima perjodohan ini, jikapun kalian bertanya dan meminta alasanku aku tidak akan mengatakanya. Maafkan aku… ayah,,, ibu,,,paman… bibi…. aku tidak bisa”

“sulli-ah”

“maaf minho… tapi aku tidak bisa” sulli bangkit dari kursinya berjalan cepat menuju keluar. ia tak mendengarkan panggilan orang-orang dimeja makan tadi, semua tampak kecewa dan sedih. namun pihak yang paling terluka disini adalah minho.

“biar aku saja” minho berdiri cepat ketika kai hendak mengejar sulli. gadis cantik tersebut telah berlari cepat menuju jalanan besar, ia melepas sepatu haknya. Cairan pada matanya tak henti-hentinya keluar. ia memberhentikan sebuah taxy untuk pergi kemana saja agar fikiranya tenang malam ini.

“sulli tunggu…” teriak minho dari kejauahan, tapi sosok yang dimaksud telah menghilang didalam mobil dan melesat jauh. Minho segera berlari mengambil kendaraanya yang terparkir dihalaman luas keluarga siwon. Ia menekan habis pedal gas untuk mengejar taxy gadis cantik tadi…

Jalanan begitu ramai… dan jenis taxy yang sulli tumpangi sangat banyak dikota besar ini. kendati minho tak menyerah, ia sempat melihat nomor polisi transportasi kota tersebut. otaknya berkecamuk hebat. Ketika 1 masalah paling rumit terselesaikan, muncul masalah baru yang lebih sulit. Mungkin kalian berfikir sulli kekanakan, bagitu cepat menyerah dan mengambil keputusan dengan mudah, tapi kondisi psikolog orang seluruhnya berbeda… atau bahkan tidak ada yang sama… yang mengetahui itu berat atau tidak hanya sipenderita saja, jadi lucu jika seseorang memberi penilaian lain tanpa tau fakta sebenarnya…

minho terus melesat jauh, ia sangat khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada sulli, fikiranya hanya fokus ke gadis tersebut dengan terus menambah laju mobil. ia bahkan tak sadar maut menunggunya di depan sana. Ya, lampu merah telah hidup, pertanda kendaraan dijalur minho harus berhenti. kendati minho melewati begitu saja, tepat saat sebuah truk pengangkut buah melintas, hingga bunyi hantaman kuat tedengar jelas dipenjuru seoul… kecelakaan hebat itu tak bisa di hindari. Seketika jalanan sesak memenuhi tempat kejadian yang mencelakakan minho tadi….
___________________________________________________________________________

“sulli…???” jiyoung membuka pintu rumahnya dengan terkejut, ketika mendapati sang sahabat tengah menangis di baliknya.

“ya… gwenchona?? Apa yang terjadi??” jiyoung khawatir namun yang ditanya tak mengeluarkan sepatah katapun.
“ayo masuk… aku akan membuatkanmu minum supaya kau lebih tenang” ia membawa sulli keruang tamu. Dan membantu gadis cantik tadi duduk disebuah sofa. Setelah itu jiyoung pergi kedapur untuk mengambil segelas air putih dingin.

“ige… minumlah dulu” ucapnya, sulli menurut dan meneguk sedikit cairan bening tersebut. benar, sepertinya tangis berkepanjangan membuat tenggorokanya kering.

“sekarang katakan apa yang terjadi” ucap jiyoung lagi, sulli menarik nafas panjang dengan tubuh gemetar. ia hendak membuka suara saat sebelum dering handphone jiyoung menghentikan niatnya…

“tunggu sebentar… ah kai” ia tersenyum manis melihat nama si penelepon, menyaksikan itu sulli mendengus kesal.

“hallo kai…” ucapnya semangat

“kau bisa datang kerumah sakit?? Aku butuh bantuanmu…”

“membantumu dirumah sakit?? Hey apa yang bisa kulakukan untuk dokter hebat sepertimu” jiyoung hampir terkekeh dibuatnya, sulli mendengarkan dengan malas, tapi tunggu mengapa kai dirumah sakit? Bukankah tadi mereka sedang melaksanakan makan malam? Apa tindakanya mengundang serangan jantung mendadak pada siwon? Seketika sulli berubah cemas.

“sulli pergi dari rumah, tolong bantu aku mencari sulli. dan bawa ia kewooridul spine… aku tidak bisa mencarinya, aku harus menangani minho di ruang operasi… minho kecelakaan” penuturan kai sukses membuat jiyoung membulatkan mata sempurna, nafasnya tercekat, bahkan lidahnya kelu tak bisa mengucapkan sepatah katapun.

“jiyoung kau masih disana???”

“jiyoung??” kai mengulang panggilanya karena merasa tak ada jawaban.

“n-ne..” gadis bermarga kang tadi memutus panggilan segera. Ia menatap sulli yang saat itu bertanya tanya, ada apa? apa yang dikatakan kai?

“sulli-ah… kau pergi dari rumah???”

“apa yang baru saja kai katakan?? Apa sesuatu yang buruk?? Mengapa kau menyebut rumah sakit tadi?? siapa yang masuk rumah sakit?? Ayahku??” sederet pertanyaan terlontar jelas dari sudut bibir gadis bernama sulli tadi. jiyoung menggeleng mantap…

“bukan ayah mu, tapi minho…!! minho kecelakaan” satu kalimat singkat, sangat singkat namun berhasil menghentikan aliran darah sulli, ia menatap jiyoung seksama berharap kupingnya tak salah dengar.

“kai memintaku untuk membawamu kewooridul spine, karena ia harus menangani minho diruang operasi, kita harus segera kesana sekarang” tutur nya kembali cemas. Tanpa banyak kata sulli berdiri dan meninggalkan jiyoung begitu saja, kejadianya sangat cepat sekali, baru beberapa jam ia pergi dari rumah mengapa dengan cepat duka susulan itu datang.

“sulli tunggu… aku akan mengantarmu” jiyoung berlari dan segera mengambil mobilnya digarasi. Sulli menunggu gelisah, ia menggigiti kulit mati di jarinya dengan tak sabar. Begitu jiyoung berhenti di hadapan sulli, gadis bermarga choi tersebut masuk dengan sigap.

“lebih cepat youngie,,, tolong” gumamnya lirih, hatinya cemas sekali. sama hal nya jiyoung yang juga mengalami kondisi panik malam itu.

“aku tidak tau apa yang terjadi sebelumnya”

“aku tidak bisa menceritakan itu sekarang… tolong tambah kecepatan mobilmu” sulli semakin tak sabar, jiyoung berusaha tenang dan tetap fokus. Sebab kelajuan ini bisa mencelakaan mereka kapan saja.
.
.
.
.

Mereka tiba dirumah sakit, sulli berlari dengan cepat meninggalkan jiyoung yang masih memarkirkan mobilnya. ia menelusuri lorong gedung putih tersebut dengan cepat sekali, bergegas menuju ruang operasi seperti yang jiyoung katakan.

“sulli…” siwon segera berdiri ketika melihat kedatangan putrinya dengan nafas tak teratur.
“minho??” ucapnya panik
“minho didalam,,, dia kecelakaan saat mencarimu pergi dari rumah” hee gi menjelaskan dengan sabar, mengurangi rasa cemas pada putri bungsunya tersebut. penuturan yang hanya membuatnya semakin merasa bodoh, bodoh karena tak berifikir jernih meninggalkan rumah begitu saja. sementara itu di sudut ruangan sungmi masih menangis gelisah menunggu pintu operasi terbuka dengan kecemasan yang tidak tergambar lagi.

“maafkan aku… paman ini salahku” sulli menghampiri yun gyeom dengan berani, pria paruh baya tersebut memijit pelan pelipisnya sambil memejamkan mata. Ia menatap sulli hangat sambil tersenyum,,,,

“bukan salahmu nak… semua sudah diatur tuhan” lanjutnya yang hanya mengundang sedih tak berkesudahan di hati gadis berparas cantik tadi.
.
.
.
2 jam telah berlalu. Lampu operasi telah berubah, dan sesaat setelahnya pintu ruangan tersebut terbuka menampil kan sosok yang sangat mereka kenal.”kai”

“jongin-ah… bagaimana dengan minho???” sulli bergegas menghampirinya lebih dulu. Kemunculan sulli menambah rasa lega dihati kai, sulli telah kembali.

“operasinya berjalan lancar, pendarahan dikepala minho sudah berhenti, tekanan darahnya juga mulai normal, minho sudah melewati masa-masa kritisnya. Ia akan dipindah keruang perawatan” penuturan ini membuat nafas mereka lepas dengan leganya, sungmi memeluk yun gyeom bahagia.

“tapi …” kai menggantung ucapanya. Wajahnya muram sekali, mata tajam itu menatap sulli lembut.

“ia mengalami kondisi gangguan pada ingatanya, namun tidak bersifat permanent. Benturan keras itu menyebabkan minho geger otak ringan, semua akan kembali seperti semula… setelah kondisi otaknya benar-benar stabil” penjelasan susulan ini hampir meruntuhkan sendi-sendi kaki sulli, ia nyaris terjatuh disana jika tanganya tak digenggam jiyoung. Sungmi beserta yungyeom juga terlihat sangat berduka.

“minho akan baik-baik saja sungmi-ah” jawabnya menenangkan hati sang istri. Tak lama berselang beberapa dokter membawa minho keluar dari ruang operasi dengan sejumlah alat pendeteksi di bagian dadanya. Krystal juga turut hadir dikelompok itu, ia menatap sulli sejenak namun sulli tak melihatnya. mata basahnya sibuk menangkap 1 sosok dengan tubuh tak berdaya.

“kita bisa menjenguknya diruang perawatan… ” jelas kai lagi ikut mengikuti sekelompok dokter yang membawa tubuh sahabatnya keruang VVIP 1
…….

Seluruh keluarga masuk kekelas mewah tersebut. lain halnya sulli yang memilih duduk di luar ruangan sambil menutup wajah basahnya. Sesekali bahunya berguncang dengan isakan-isakan kecil yang tak terdengar jelas.

“kau tidak masuk???” sebuah suara sukses mengejutkan gadis bermarga choi tadi, ia mendongak berat sambil mengusap cepat air matanya.

“k-krystal??” sulli membetuli posisi duduk lebih tegap. Krystal mengambil posisi di sebelah sulli, namun sulli bergeser menjauhinya, tindakan ini mengundang tawa renyah disudut bibir dokter jung itu.

“lagi-lagi kau membuat minho oppa menderita” ucapnya ketus, sulli memalingkan wajah. Tak ada guna berdebat dengan gadis ini pikirnya.

“tidak usah sekaku itu. aku bukan jung krystal seperti yang kau lihat dulu” gumamnya tertawa keras, sulli menoleh singkat berusaha membaca mata krystal sedang tidak bercanda.

“selamat…” ia menjulurkan tanganya, sulli bingung

“untuk apa???”
“ck… kau masih tak tau?? ayo jabat tanganku” krystal memaksa, dengan gugup ia sambut jemari-jemari kecil tersebut.
“selamat karena sudah menjadi pemenang dihati minho oppa… dari dulu kau lebih unggul dariku, dan aku malu mengakuinya. Tapi sekarang aku mengaku kalah… kau pemenang itu” krystal menatap sulli serius, yang ditatap masih mengerutkan dahi.

“minho sangat menyukaimu… kau tak perlu tanya sejak kapan. Biar dia yang menjelaskan, tapi disini aku hanya ingin memberi tau. yang kau lihat di apartement minho tidak seperti itu. minho oppa hanya membantuku saat aku mabuk”

“aku mabuk karena sakit hati dengan penjelasanya yang lagi-lagi menolaku” sambungnya

“malam itu aku memang tidur dikamarnya, tapi sungguh demi tuhan ia tidak menyentuhku sama sekali. kami tidak seperti yang kau bayangkan. minho tidur diruang tamu setelah memberiku susu untuk mentralkan alkohol yang berlebihan”

“kau salah paham, minho tidak seperti itu. kami hanya berteman, tidak lebih” krystal tersenyum menatap sulli yang kembali meneteskan air mata dalam diamnya.

“sejak dulu memang aku selalu mengharapkan cintanya, tapi sampai detik ini keinginan itu tidak terwujud. Hingga aku tau penyebab minho selalu menolak semua wanita yang menyukainya. Aku senang ketika tau kalian dijodohkan, kai oppa sudah menceritakan semuanya. Bahkan aku malu… karena selama ini membully perasaan saudara kembar sahabatku sendiri” krystal tersenyum haru. Ia menggenggam jemari putih sulli dengan hangat.

“jangan sia-siakan minho oppa. kau tau jutaan wanita diluar sana rela mati untuk mendapatkan cintanya termasuk aku, tapi dia rela mati untuk mendapatkan cintamu. Kau seharusnya bangga menjadi wanita paling beruntung itu…”

“kau tidak boleh menyesal dikemudian hari, bawa minho oppa kembali pada ingatanya. Bawa minho oppa kembali mengingat mu sebagai wanita yang dikejarnya selama ini…” krystal semakin menggenggam erat jemari sulli, gadis bermarga choi tersebut dengan sigap memeluk krystal erat. 1 lagi fakta keseimbangan itu terbukti,,,, bahwa cinta ada karena diciptakan benci, dan benci ada karena diciptakan cinta…

___________________________________________________________________________

Sulli melangkah gugup memasuki ruang VVIP 1 tadi. ia melihat orang tuanya, orang tua minho, kai dan jiyoung yang juga masih berada disana. Sementara minho belum sadarkan diri.
“oh sulli-ah?? Mengapa baru masuk??” yun gyeom bertanya, semua mata mengarah padanya. sulli membungkukan badan 90 derajat.
“mianhae… tadi aku ketoilet sebentar” jawabnya gugup. Mereka kembali melihat minho sulli mendekat hati-hati.
“bagaimana cara memulihkan ingatanya seperti semula…” sung mi masih saja bersedih, wajar, peranya adalah ibu dari sosok yang terbaring lemah tersebut.
“akan kembali seperti semula bibi, kita hanya perlu menjaga minho dengan baik” kai menjawab.
“benar… amesia minho hanya sementara tidak permanent, ia akan benar-benar pulih paling lama 7 bulan kedepan” yun gyeom menambahi. Sebab dirinya juga merupakan dokter ditempat itu.

“aku yang akan memulihkan ingatan minho…” sulli membuka suara, semua kembali menatapnya.
“minho seperti ini karena ulahku juga, aku akan merawatnya, aku akan menjaganya dengan baik sampai ingatanya penuh kembali” lanjut sulli lagi

“aku menerima perjodohan itu” . . . .Seektika ruang tersebut berubah menjadi hening
.
.
.
.
.
.
“kau serius nak??” siwon mengulang, dengan cepat sulli mengangguk.

“aku senang jika bisa menjadi peran penting dalam hidup minho…” penuturan halus ini membuat bibir kai tersenyum singkat, ternyata endingnya tak setragis yang ia bayangkan. Sungmi dan hee gi saling berpelukan, siwon dan yun gyeom berjabat tangan. Sementara jiyoung menjadi salah 1 orang berbahagia disana, ah rupanya sulli yang lebih dulu berhasil mendapatkan pangeranya. Apa aku bisa mendapatkan pangeranku juga??? Batin jiyoung setengah tertawa.

___________________________________________________________________________

Semua sudah kembali kekediamanya masing-masing, namun sulli masih berada diruangan minho dengan terjaga, menunggu namja yang sangat dicintainya itu benar-benar sadar. Sementara Ayah ibu mereka sudah pulang kerumah masing-masing untuk istirahat.

“hhh… ternyata kau yang selalu diceritakan ayahku” ucap sulli tersenyum ia menggenggam kuat jemari-jemari minho.
“ck… apa yang kau katakan ketika sadar nanti?? kau pasti tidak mengenalku. Tapi aku janji akan membuatmu kembali mengenalku, mengenal orang-orang terdekatmu selama ini. maaf minho-ya….aku terlalu buta mata untuk mau melihat kebenaran pastinya” sulli mengusap lembut rambut lurus minho di bagian dahi.

Tak lama berselang, sebuah respon mulai menunjukan tanda-tanda kesadaran pria tampan tersebut, sulli merasakan dari gerakan jari minho digenggamanya. Dengan cepat ia berdiri melihat monitor yang mendeteksi jantung minho. benar, detak jantungnya mulai normal sulli menunggu tak sabar kesadaranya hingga mata bulat itu benar-benar terbuka.

“minho-ya…” suara sulli tercekat menahan haru, pria bermarga choi itu menatap sekelilingnya dengan bingung.
“minho-ya” ulang sulli lagi

“nu-nugu??” tanya minho parau, sulli tersenyum sedih. ia kembali menggenggam jemari-jemari besar itu dengan kuat.

“aku sulli… kau tidak mengingatnya??” minho menggeleng lemah

“ Kau baru saja mengalami kecelakaan, yang menghapus ingatan di otakmu… tapi itu tidak lama kau akan kembali mengingat semuanya…” sulli tersenyum hangat

“istirahatlah,,, kau harus lekas sembuh, agar pernikahan kita berjalan lancar” minho membulatkan mata, sungguh kejadian yang lucu karena ia belum mengingat apapun namun dengan cepat diberi tau akan menikah oleh seorang gadis polos yang sangat cantik.

“aku menikah??? Denganmu??” tanyanya bingung, sulli tertawa renyah sadar akan to the point nya yang begitu cepat.

“ne… denganku”

___________________________________________________________________________

Kai memarkirkan mobil dihalaman rumah jiyoung, ia berjanji akan menjemput gadis itu untuk menjenguk minho bersama. Tak lama berselang sosok yang ditunggu datang, jiyoung keluar dengan pakaian casual sambil melambai kearahnya.

“kajjah…” ucap gadis bermarga kang itu, tepat duduk disebelah kai. Pria bernama lain jongin tersebut hanya menoleh singkat tanpa senyum sama sekali, ‘sudah biasa’ begitulah kira-kira isi hati jiyoung. Mobil mereka pun melaju dengan kecepatan rata-rata, sesekali kai menoleh kearah jiyoung yang sedang bersenandung kecil.

“eoh… ini bukan jalan kerumah sakit” ucap jiyoung sadar sambil menatap kai bingung.

“memangnya ada jalan lain selain jalur ini??” jiyoung masih tak mengerti, kai hanya mengangguk pelan…. jalanan yang mereka lalui menjauh dari kota seoul, ini memasuki jalur busan.

“jongin-ah… kita akan kemana sebenarnya???” ulang jiyoung lagi, kali ini sangat hati-hati.
“ibu menyuruhku untuk mengambil pesananya di cabang JJ fashion busan, setelah itu baru kita kerumah sakit” jelas kai. Jiyoung meneguk ludah, sebenarnya ia punya trauma tersendiri melewati jalanan menuju busan yang sangat sepi, trauma kejadian dirinya di hadang beberapa perampok tempo lalu masih terekam jelas.
“a-apa aku harus ikut??” tanya nya gugup, kai menoleh singkat dan mengangguk mantap.
“tentu, jadi aku tidak perlu pulang pergi kerumahmu. Tidak lama, kenapa? Kau kelihatanya takut” kai menimpali
“ah… haha tidak, aku hanya bertanya saja” jiyoung tertawa paksa karena tak mau mengecewakan hati pria disebelahnya.
.
.
Mereka telah menempuh separuh perjalanan, dan wilayah ini. adalah wilayah yang jiyoung takuti tadi, memang banyak yang menagatakan kawasan ini rawan. Jiyoung berusaha menenangkan diri bahwa ada kai disebelahnya, kai yang menolongnya saat itu. tapi bagaimana jika nanti orang-orang jahat itu beranggota lebih banyak lagi, lebih banyak dari yang sanggup kai hadapi dulu. Suasana mendadak hening, jalanan tersebut benar-benar sepi, walaupun cuaca sangat cerah tak mengurangi nuansa seram yang terasa. Ketika fikiranya sedang berkecamuk, tepat Pada saat bersamaan kendaraan yang kai bawa tersendat – sendat, kai mencoba menaikan gas lebih dalam lagi namun gagal, mobil tersebut mati seketika.

“w-w-waeyo” tangan jiyoung gemetar, kai keluar dari dalam untuk melihat mesin mobilnya.
“apa yang terjadi??” jiyoung menoleh kesekitar yang bena-benar sepi.
“aku tidak tau… sepertinya ada gangguan pada mesin mobil ini” jawab kai sibuk melihat kondisi mesin.
“eo-eothokaji,,, kita masih sangat jauh dari busan dan seoul, tidak ada bengkel disekitar sini. apa yang harus kita lakukan” kepanikanya memuncak, kai menatap singkat dengan wajah datar tanpa ekspresi, seolah meminta ‘bisakah kau diam, aku sedang berfikir’
Kai kembali masuk kemobil mengambil peralatan kunci yang bisa ia gunakan. Ia melihat mesinya dengan seksama, kemudian beralih kebawah kolong mobil. Jiyoung masih berdiri dengan wajah kaku sambil menoleh ke sekitarnya yang begitu sepi,,,,

“berikan aku kunci 18” pinta kai dari bawah sana, dengan gemetar jiyoung mencari kunci yang dimaksud dan segera memberinya.

“bukan yang ini… ini tidak cocok” jawab kai dingin, jiyoung kembali memberi beberapa alat montir yang terdapat seadanya.
“tidak cocok” perintah kai lagi, jiyoung terus memberinya namun kai selalu mengatakan tidak cocok.
“tidak ada kunci lagi, bagaimana ini” gadis cantik tersebut hampir menangis karena takutnya.

“ah aku menemukanya” ucapan kai, dan sukses membawa angin segar dihati jiyoung,
“bantu aku keluar dari sini” kai mengulurkan tangan, jiyoung menyambut uluran itu sambil berdiri.

“ini kunci yang kucari” kai masih berlutut dan menggenggam jemari jiyoung dengan lembut sambil menunjukan sebuah cincin putih bermata hijau sahpire yang sangat indah.

“tidak buruk…” ucap kai setelah sukses memasukan cincin itu kejari manis jiyoung.

“jongin-ah…???” jiyoung kesulitan bicara atas sesuatu yang dialaminya hari ini, kai menodangak dengan senyum manis, kemudian ia berdiri menatap hangat bola mata jiyoung yang berkaca.

“kau masih belum sadar?? Aku mengungkapkan perasaanku disini, ditempat pertama kali kedekatan kita dimulai saat tragedi perampokan itu” jiyoung masih hening tanpa suara

“dulu aku pernah mencintai, tapi gagal. Dan sekarang aku tidak mau mengalami kejadian yang sama… aku tidak mau seseorang mendahuluiku, menikahlan denganku youngie-ah… aku rasa kau satu-satunya gadis yang bisa melengkapi kekuranganku sebagi lelaki ambisus” ucap kai lagi, jiyoung telah merasakan cairan hangat dipipi kananya yang mengalir cepat.

“aku tidak bermimpi???” tanyanya hampir tak terdengar, kai tertawa pelan dan menarik jiyoung kepelukanya. ia mengecup singkat puncak kepala gadis itu.

“kau tidak bermimpi…” gumam kai, jiyoung kembali melepas pelukanya.

“apa ini benar-benar nyata???” ulangnya lagi. kai terdiam…

“kau masih menanggap ini mimpi???” jiyoung mengangguk mantap, pria bernama kai tadi menatap jiyoung semakin lekat dan mendaratkan bibirnya perlahan di bibir jiyoung. Gadis bermarga kang itu membuka mata lebar, kali ini dadanya bergemuruh hebat saat menerima gerakan halus di mulutnya.

“kau bisa merasakanya???” jiyoung mengangguk cepat menahan haru sekaligus mau

“rasa mint” jawabnya polos. jawaban yang mengundang tawa renyah pada bibir pria bernama jongin tadi. ia kembali memeluk jiyoung dengan erat… erat sekali, seolah gadis itu akan pergi dibawa angin jika tak di peluk seerat ini.

“sekarang ayo kita kerumah sakit”

“tapi mobilmu rusak”

“itu hanya permainanku untuk melangsungkan aksi ini” gumamnya, pipi jiyoung merona seketika.

___________________________________________________________________________

sebuah hotel mega super mewah, disulap menjadi istana yang keindahanya tercatat sepanjang sejarah. Tepat di tengah ruangan, di bagian layaknya singasana raja dan ratu. Bersanding 2 pasang manusia yang tak bisa menahan gejolak bahagia dalam hatinya. Ya, pernikahan minho-sulli dan kai-jiyoung, dilaksanakan pada waktu bersamaan. Meski begitu wajah minho lah yang paling tak menunjukan kebahagian, burat wajahnya seolah menggambarkan bingung yang masih tak terjawab, walau tempo lalu seluruh keluarga datang menjenguknya, menceritakan kebenaran pastinya, wajahnya tak menunjukan reaksi sama sekali. sementara itu sulli tetap menyunggingkan senyum, menyambut tamu yang datang memberi selamat. Mereka jalankan prosesi pernikahan ini dengan lancar dan hikmad,
sekalipun sulli harus menyadari kenyataan baru… minho belum mengingatnya.

“sahabatku menikah dalam waktu yang sama, aku malu menghadiri pesta ini sendiri” krystal mengecup pipi kanan kiri kai dan selanjutnya jiyoung.
“kau harus segera menemukanya,,,, jangan terlalu membuat pria takut mendekatimu dokter jung” goda pria bernama jongin tadi.
“ck… aku hanya mau menikahi pria yang sanggup menghadapi ke kejaman ku ini” krystal membulatkan mata utuh dengan gaya wajah antagonis yang terpancar jelas, sontak saja kai tertawa. Tapi itu tak lama, sebab krystal meninggalkan mereka untuk menemui pengantin kedua.
“oppa… sulli anyeong….” ucapnya… minho menyambut senyum krystal dengan hangat, gadis bermarga jung itu juga memeluknya dan segera minho sambut pula. ia terlihat begitu kenal dengan krystal… tapi mengapa hanya pada krystal???

“terimakasih krystal-shii aku sangat bahagia dengan kehadiran mu saat ini” sulli membuka suara, gadis bermarga jung tadi menyunggingkan senyum manis.

“kau sangat cantik”

“kau juga cantik” sulli tersenyum gugup, bagaimanapun wanita yang diajaknya berbicara ini dulu sempat menyimpan kebencian jangka panjang terhadap dirinya.

“baiklah… aku ingin menemui paman dan bibi disana, kalian bersenang-senang lah. moment seperti ini hanya boleh terjadi sekali dalam hidup” ia menyunggingkan senyum sebelum berjalan, tapi krystal berhenti tepat didepan sulli sembari membisikan sesuatu, minho menatapnya sekilas dan mengalihkan pandangan kearah lain lagi.

“sulli-ah.. kau harus memulainya lebih dulu, minho oppa butuh dukunganmu arachi” ucapnya. mendengar penuturan tersebut sulli mengangguk dengan senyum kaku, walau sebenarnya ia tak tau maksud dari perkataan krystal.
.
.
.
.
.

Mereka menghabiskan waktu lebih dari 6 jam untuk pesta pernikahan itu, 2 pasang pengantin tadi telah kembali ke kediamanya masing-masing. Kai jiyoung memilih pulang kerumah choi siwon, sementara sulli mengusulkan diri untuk membawa minho tinggal di apartement mereka. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, memulihkan kesembuhan minho seperti sedia kala, sulli ingin menjadi peran yang paling terlibat karena ini adalah kesalahanya.
Minho masuk kedalam lebih dulu kedalam kamar dengan wajah lelah, jas putihnya masih melekat sempurna sementara gadis bernama sulli tadi mengekor dibelakang dengan langkah payah. Gaunya sangatlah berat.

“minho-ya… aku akan mandi lebih dulu, setelah itu baru memberimu obat” tutur sulli, yang diajak bicara hanya menatap sekilas dan kembali mengalihkan pandangan. Ini seperti kejadian dimana pertama kali mereka bertemu, minho amat sangat dingin.
Gadis bermarga choi tadi mulai melangkah menuju ruang ganti, gaun ini harus dilepasnya lebih dulu jika tak ingin terjatuh di kamar mandi. Sulli menyeret pelan gaunya, kemudian berusaha meraih resleting bagian punggung yang sangat sulit dijangkaunya, punggung bajunya terdiri dari beberapa payet dan kancing.
“aishh… gaun seperti apa yang ibu pesan ini” dumel nya kesal… minho menyaksikan dengan wajah malas dari tepi tempat tidur. Sulli berusaha kembali meraih resletingnya, tapi baju pengantin ini sangat susah untuk dibawa bergerak. bahkan wajahnya sudah berkeringat sekarang… tapi bukan sulli namanya jika menyerah begitu saja. ia mencoba lagi dan lagi… namun hasilnya tetap sama dan sama, ditariknya nafas lelah sambil melepas kasar veil panjang dikepalanya, tapi tindakan ini malah membuat sulli berteriak kesakitan sebab beberpa rambutnya ikut tertarik. Ia benar-benar dongkol malam itu. namun tak lama berselang saat dimana sulli mengatur nafas, ia merasakan sebuah tangan meraba punggungnya, sontak ini membuatnya kaku saat melihat pemilik tangan itu adalah minho.

Minho mulai membuka 1 demi 1 kancing dipunggung sulli hingga habis, kemudian membantu untuk melepasnya, tapi tak jadi terlaksana, sebab wanita tersebut menyilangkan tangan didepan dada dengan wajah panik. Minho mengerenyit bingung, sesungguhnya ia berniat membantu karena risih dengan tindakan heboh sulli dikamar itu. ia menatap punggung putih itu sekilas sebelum akhirnya berbalik menuju tempat tidur kembali. Kepergian minho membuat nafas sulli lepas seketika.

ia segera berjalan mundur menuju kamar mandi, mengawasi minho yang telah terbaring diatas tempat tidur.
.
.
,
,
,
,
Sementara ditempat lain kai dan jiyoung menghabiskan waktu bersama dengan penuh suka cita. Mereka telah berganti pakaian, kai tidur diatas salah 1 paha jiyoung sambil menggenggam hangat jemari kecil istrinya, sedangkan jiyoung memainkan halus poni lurus pria yang telah menjadi suaminya tersebut.
“menurutmu apa yang sedang minho dan sulli lakukan” jiyoung membuka suara, kai menatapnya singkat sambil tersenyum.
“aku tidak tau… feelingku sulli akan sangat konyol malam ini” gumamnya, jiyoung mengerutkan dahi.
“maksudmu??”

Kai menarik nafas perlahan dan kembali menatap mata bening jiyoung.
“sepertinya aku harus memberi tau sesuatu” ucap kai ia meminta jiyoung mendekatkan kupingnya, jiyoung menurut. Dapat terasa dengan jelas udara yang keluar dari bibir kai dengan beberapa kalimat.

“MWO???” jiyoung membuka mata selebar mungkin, kai hanya tersenyum dengan anggukan.
“yatuhan… aku benar-benar tak habis fikir” jiyoung masih shock dengan apa yang didengarnya barusan.

“youngie-ah… mengapa kau menerima lamaranku hari itu” kai mengalihkan pembicaraan, jiyoung menatapnya kembali kali ini dengan ekspresi yang berbeda.
“eoh?”

“mengapa kau menerima lamaranku hari itu” ulang kai kembali, jiyoung tersenyum
“kau harus tau aku ini fans fanatikmu sejak dulu… bisa melihatmu saja adalah kebahagian paling besar dalam hidupku. Dan ketika kau melamar kala itu aku hampir tak percaya… seseorang yang hanya kuanggap bintang paling jauh kini bisa kugenggam dengan kuat” jiyoung terkekeh malu dengan jawabanya, kai masih menatap jiyoung hangat.

“apa saat ini kau bahagia??” lontar kai lagi
“pertanyaan bodoh… sudah kubilang menatapmu dari jauh saja aku bahagia apa lagi memilikimu” kai diam tak menjawab, ia menatap lekat wajah bulat jiyoung dengan perasaan.
“kalau begitu aku akan membuatmu memiliki ku seutuhnya” kai menarik tengkuk jiyoung mendekat kewajahnya, mereka melakukan ciuman untuk yang kedua kali setelah aksi pelamaran tempo lalu… awalnya memang hangat namun lama kelamaan menjadi kasar dan intens, kai bangkit tanpa melepas ciumanya membawa jiyoung berbaring dengan posisi dibawahnya.
.
.
.
.

Sulli keluar dari kamar mandi dengan wajah segar, ia melangkah semangat dengan senyum merekah, namun senyum itu hilang seketika saat melihat minho telah tidur pulas di atas tempat tidur.
“mengapa sudah tidur… dia bahkan belum memakan obatnya” gumam sulli dalam hati. Namun sulli tak tega jika memaksa minho bangun, sepertinya ia sangat lelah. apa lagi kondisi minho baru saja pulih… sulli membetuli posisi selimut pria tampan tersebut, sambil melepas dasi yang masih terpasang dilehernya. Setelah itu ia mengambil posisi disebelah minho, tentunya dengan wajah kaku.
“selamat tidur minho…” gumam sulli
“aku mencintaimu” lanjutnya berbisik sebelum masuk kealam bawah sadar.

___________________________________________________________________________

“adik ipar….???” jiyoung membuka pintu dengan wajah girang saat melihat sosok didepanya.
Ini pertemuan pertama mereka setelah seminggu tak bertemu, tepatnya usai pesta mewah itu.
“aku jijik mendengarmu berkata seperti itu” sulli memeluk jiyoung singkat dan masuk kedalam dengan wajah tak semangat.
“ayah ibu kemana??” ucap sulli sambil meletakan tas diatas sofa, jiyoung mengambil tempat disebelahnya
“ayah dan ibu ada urusan di incheon… dan suamiku dirumah sakit seperti biasa” tuturnya, sulli meneguk ludah dengan susah, jiyoung benar-benar over setelah menikah dengan kembaranya tersebut.
“aku tidak menanyakan keberadaan suamimu” jawabnya ketus
“oh ya… mengapa kau datang sendiri, mana minho??” jiyoung mengalihkan topik pembicaraan.

“minho sibuk membaca buku, dia bahkan tak menjawab ajakanku kesini” jiyoung dapat melihat jelas burat lelah diwajah cantik sulli. memang pria bernama minho tadi menjalani cuti beberapa bulan untuk kesembuhanya secara total usai kecelakaan…

“aku tau, kau pasti seperti hidup dengan orang asing melihat kondisi minho yang seperti itu, tapi kau tak boleh menyerah. Lambat laun ingatanya akan kembali seperti semula”

“aku akan berusaha” sulli menjawab singkat sambil memejamkan mata kuat

“bagaimana dengan hubunganmu??” sulli bertanya, dalam sekejap burat bahagia terpancar pada wajah jiyoung.
“maksudmu aku dan kai … ah dia sungguh membawa perubahan besar dalam hidupku… kai tidak sedingin yang kukira dulu. Kai sangat romantis…” jawabnya dengan mata berbinar.

“jinjayo??” sulli menyelidik, jiyoung mengangguk mantap.

“aku haus kau tak mengambilkanku minum” sulli mengalihkan pembicaraan, dengan segera jiyoung berdiri dan melesat kedapur. Suatu tindakan yang begitu mengundang pertanyaan besar,jiyoung tak pernah hidup se semangat ini. sulli tersenyum iri dibuatnya….

“ige… jus jeruk tanpa gula kesukaanmu”

“uaah… kau seperti robot. baru di katakan satu kali sudah langsung melaksanakanya” sulli meraih segelas air jeruk tadi, dan jiyoung kembali duduk disebelahnya.

“tentu,,,, aku akan menjadi kakak ipar yang baik untuk mu” jawabnya dengan kepercayaan tinggi. Dalam hati sulli ingin memuntahkan cairan dalam mulutnya. Mereka diam beberapa saat.

“seminggu tak melihatmu kau terlihat semakin kurus, apa yang terjadi, apa minho bermain terlalu kasar??” brrrtttt…. sulli menyemburkan air jeruk yang baru saja hendak ia telan. Ditatapnya jiyoung dengan pandangan takk percaya

“igo… hati-hati, lihat bajumu jadi basah” jiyoung memberii beberapa tisu kepada sulli.

“kau yang membuatku seperti ini dengan ucapan anehmu itu”

“apa nya yang aneh, bukankan ini perbincangan wajar untuk seorang pengantin baru” ucap jiyoung serius, sulli berdecak pelan.

“ck… memangnya permainan apa yang kau maksud” sulli menyenderkan punggungnya kesofa.

“tentu saja seperti yang kai lakukan” sulli memutar bola matanya, ternyata kai sudah merubah otak polos dan suci sahabat karibnya ini.

“dia sangat pandai memanjakan wanita” ucap jiyoung lagi.

“STOP… jangan diteruskan, aku tidak sanggup mendengarnya” sulli menutup kuping rapat-rapat sementara jiyoung terkekeh dalam hatii.

“mengapa kau seperti ini,,,, jangan-jangan minho tidak melakukan apapun padamu, aneh seharusnya ia tetarik melakukan itu. apa karena pengaruh ingatanya” sulli melirik gadis bermarga kang itu sekilas tentunya dengan tatapan malas.

“ah… aku tau cara cepat memulihkan ingatan minho” jiyoung memasang ekspresi serius. Sulli menoleh, kali ini ia sedikit tertarik.

“maksudmu???”
Gadis bermarga kang tadi mengubah posisi duduknya, ia lebih menghadap kearah sulli. begitu pula sulli melakukan tindakan yang sama.

“kau harus menggodanya lebih dulu”

“MWO? tidak aku tidak tertarik” sulli menggelengkan kepala kuat.

“kau harus melakukanya, bagaimana jika minho tiba-tiba tetarik kepada wanita lain karena merasa kau tidak bisa memenuhi kebutuhanya” jiyoung melemparkan sorot yakin kemata sulli. yang diajak bicara diam tak menjawab apapun.

“sulli-ah… kau harus mengikuti saranku, paling tidak pernikahan kalian sudah benar-benar sah. kau milik minho sepenuhnya, percaya padaku ini adalah saran yang paling jitu. Kau akan terbantu” lanjut jiyoung lagi, sulli memejamkan mata cepat, ia menarik nafas kuat sambil berdiri.

“aku bisa gila disini… sampaikan salam ku untuk ayah ibu dan kai. Aku pulang” sulli meraih tas cepat, berbalik meninggalkan jiyoung dengan langkah panjang, gadis bermarga kang tadi tertawa sekeras-kerasnya usai kepergian sang sohib.

___________________________________________________________________________

Ini adalah minggu pertama dalam status pernikahan mereka, pernyataan jiyoung tadi siang masih terngiang jelas dalam hati dan fikiran sulli. ia menatap tas hitam dihadapanya, entah setan apa yang memaksanya untuk menuju pusat perbelanjaan pakaian wanita dan sulli membeli 1 gaun tidur merah yang bisa dibilang terlalu mini. Apa ia harus berubah menjadi wanita sexy dihadapan minho, apa ingatan minho akan kembali seperti semula? Sulli bertanya-tanya dalam hati.

“ah apa salahnya aku mengikuti saran telur” ucapnya meyakinkan diri. Sulli membawa tas hitam itu kekamar mandi, ia hendak menggantinya disana. Sementara itu minho sedang duduk menonton siaran berita.
.
.
.
.
.
Minho begitu seriusnya menyaksikan pertandingan sepak bola yang disiarkan secara live, ia begitu serius bahkan sedikit tegang karena sampai pada titik finalti. Minho tak mengedipkan matanya sama sekali hingaa… BLEP, tv itu mati seketika berganti sepasang kaki jenjang putih yang sangat indah. Minho menaikan pandanganya, SULLI?? gadis cantik tersebut memasang senyum menggoda. Suasana hening beberapa saat… minho terus menatapnya lekat, hingga

“apa yang kau lakukan disitu?? Kau mematikan tv nya??” minho bertanya datar, mengapa minho biasa saja?? sulli tak menyerah ia menghampiri namja bermarga choi tersebut.

“sayang ini sudah malam… kau harus istirahat” tuturnya benar-benar sexy, gila… sulli merasa tak waras kali ini, untuk pertama kalinya ia memanggil minho dengan kata sayang. Minho hanya memasang pandangan tajam beberapa saat, dan kemudian beranjak dari posisinya pergi meninggalkan sulli.
Sulli mengalihkan pandangan pada punggung minho yang beranjak keluar apartement, dia akan kemana? Pikir sulli sedih bercampur malu, apa minho akan terus seperti ini? pikirnya.
.
.
.
.
.

“anyeong sulli…” sapa seorang wanita setelah menekan bel beberapa kali, dia adalah krystal.

“oh krystal-sii… ayo masuk” sulli menyapa ramah, gadis bermarga jung tersebut masuk mengikuti langkah sang empunya rumah.

“krystal,…” sapa sebuah suara, mereka menoleh bersama. Minho tersenyum hangat dan menyambut krytsal dengan akrab.

“oppa…. bagai mana keadaanmu??” krystal menghampiri cepat, minho mengusap halus puncak kepalanya.

“sudah lebih baik. aku senang kau datang” gumam minho hanya melihat pada krystal saja, mereka berbincang seolah tidak ada sulli diruangan tersebut.
Sulli tersenyum sedih… mengapa krystal bisa lebih mengalihkan perhatian minho, apa minho hanya mempunyai ikatan batin dengan gadis bermarga jung itu saja?? sulli merenung kecewa.
.
.
.
.
.

Sudah 3 bulan setelah pernikahan itu, hubungan kai dan jiyoung semakin intens, bahkan jiyoung sudah mengandung 2 minggu sekarang. sementara sulli. ya, sulli dan minho hidup dalam 1 rumah namun jarang berinteraksi. Minho sudah mulai kembali kerumah sakit, entah apa yang membuatnya begitu mengingat tentang dunianya dibidang kedokteran. Tapi ia terlihat begitu dingin kerap kali berhadapan dengan gadis yang telah bernotaben sebagai istrinya tersebut.

Hari ini sulli memasak beberapa makan malam, merayakan hari pertama minho kembali bekerja. Setelah ditunggu cukup lama pria tampan itu datang, ia menekan bel beberapa kali hingga pintu terbuka. Sulli memberikan senyum temanisnya namun minho masuk begitu saja tanpa membalas seulas senyum sulli, tindakan yang begitu menohok hati siapa saja.

“selamat hari bekerja…” sulli memberikan sebuah kue tart coklat kepada minho, lagi-lagi pria itu tak merespon.
“jangan berlebihan” tukasnya singkat. Kali ini bukan jawaban sulli yang keluar tapi sebaris air mata, ia tersenyum sambil menghapus cepat cairan dipipinya.

“ne… aku memang berlebihan. Berlebihan dalam segala hal…. termasuk berlebihan mencintaimu. Kurasa kau butuh waktu untuk mengingat semuanya…. aku terlalu memaksamu mengingat siapa choi sulli itu. hanya saja aku sedih, kau bisa lebih dekat dengan krystal, mengapa pada ku tidak. mungkin karena kau lebih dulu mengenalnya… maafkan aku karena terlalu berlebihan” lirih sulli lagi, ia pergi meninggalkan minho. getaran bening berpendar di bola mata indahnya, saat sulli berbicara tadi minho tak mengucapkan sepatah katapun.

“kau akan kemana??” suara minho menghentikan langkah sulli yang sudah siap memegang knop pintu. Sulli kembali memasang senyumnya.

“aku akan membiarkanmu sendiri… kufikir kehadiranku membuatmu jenuh, aku akan keluar sebentar” tuturnya, kembali hendak melangkah keluar.

“jangan keluar dari pintu itu…” minho berkata serius. sulli kembali berbalik badan… kali ini ia mengerenyit kan dahi. Sulli masih berdiri pada tempatnya, dan minho melangkah kearah sulli dengan langkah panjang.

“kurasa ini sudah berakhir….” tuturnya jelas, mata minho menyiratkan 1 makna yang tak terbaca. Berakhir? Berakhir dalam arti apa?

“maksudmu??” sulli berkata dengan perasaan tak enak.

“aku akan mengakhiri semua ini… kurasa kau sangat menderita dengan keadaanku sekarang”

“minho jangan berkata yang aneh-aneh… aku tidak mau mendengar lanjutan kalimatmu” tukas sulli dengan nada gemetar.

“aku harus mengakhiri ini… sudah cukup aku mengujimu” sulli menutup kupingnya dengan cepat, ia sungguh tak ingin mendengar minho mengeluarkan kata yang tak ingin ia dengar. Ya sulli membayangkan suaminya tersebut akan berkata “kita berpisah”. Ia memutar balikan tubuhnya dengan cepat dan kembali meraih knop pintu, sulli akan benar-benar keluar sekarang.

“NAMA KU CHOI MINHO” teriaknya

“Namaku choi minho, umurku 27 tahun. Profesiku dokter… aku mencintai choi sulli dari awal melihatnya menunggu didepan gerbang sekolah 15 tahun lalu dan sekarang dia istriku” minho memperjelas kata-katanya menatap punggung sulli yang siap keluar waktu itu.
Gadis bermarga choi tadi membalikan badan dengan pandangan tak percaya.

“aku tidak pernah amesia… aku hanya ingin menguji apa kau masih mencintaiku. Maaf jika itu semakin membuatmu terluka” minho menarik sulli kedalam pelukanya. Sementara yang dipeluk tak mampu mengeluarkan sepatah katapun…

“napeun… napeun…. napeunnnnn” sulli memukul mukul dada minho dengan keras sambil manangis histeris. Jadi selama ini ia terjebak dalam permainan konyol orang-orang sekitarnya??

“kau boleh marah nanti… aku sudah tidak sanggup mendengar celotehan kai yang mengataiku sebagai pria diragukan”

“apa…??”

“aku lebih pandai memanjakan wanita. Kau tau saat kau memakai gaun merah itu rasanya aku ingin mati ditempat. sekarang aku akan mengeluarkan semua yang kutahan beberapa bulan ini. aku tau kau masih marah… aku harap kau mau menundanya sampai besok. Malam ini kau akan menjadi miliku seutuhnya” minho mengangkat cepat tubuh sulli membuktikan pada kai bahwa ia adalah pria tangguh. Dan penantian itu berakhir…. kesedihan panjang untuk kebahagian jangka panjang pula. jangan pernah meragukan janji tuhan yang nyata untuk orang-orang pekerja keras saja….

.

.

HARAP DIBACA….!!!!!
( Buang nafas dulu HOHHHHHHHH :O …. pertama-tama mau ngucapin alhamdulliah akhirnya bisa namatin ff MOL. Tapi sebelumnya mao minta maaf dulu sama lakikk tercintahhh.. #ngelambai wkwkw maapkan daku telah mendustaimu beib XD gayanye sok sok belajar,
padahal untuk ep ep #CIFOK

OKE… HAIII…. MINSULER, SULLIANS, FLAMERS, PARA READERSSSS TERCINTAAAAAHHHHH…. asli ancur ini…. entahlah saya juga gak nyangka bisa ngetik begituan…. ini udah mau berangkat untuk kulaih, noh emak saya tereak tereak karena sibuk nyelesain ni ep ep. Daku memang gitu orangnya teman, dikasih waktu 100 hari dikerjakan hari ke 99. Untuk itu di chapter ini super cepatttttttt super typooooo superrr ancurrrr….. keluar dari jalan yang saya pikirkan. but, makasiiiiiiiihhhhhh banget udah berpartisipasi mau baca ff nista ini… semoga dengan endingnya ff MOL tidak membuat reader yang baca MOL 1-9 selama ini kaburr tanpa jejak, hargailah author siapapun authornya dengan sebuah komentar dan masukan. Sebab kalau gak ada komentarnya serasa gak puas aja gitu…. komentar kalian adalah bayaran paling mahal untuk para author, tetap tinggalkan jejak ya. saya berbaik hati ni gak ngasi pasword, kalau respon ending ini gak seantusias chapter sebelumnya berarti untuk ff ff yang akan datang harus di privasikan buat para readers displin aja, saya yakin pembaca di wordpres ini gak kayak gitu…. gimana endingnya jelek ya?? wkwkw bisanya Cuma segini. udah mentok… OK sekali lagi terimakasih LOVE YOU SO MUCH LAH pokoknya
Dannnn untuk MINSULICIOUS KUH, eon deyak, eon piyak, eon lindak, eon wiwitsh, eon indrikk, always miss you :* saya sayang kalian lahir batin S.U.M.P.A.H …. walow pun Cuma kenal didumay, tidak jd alasan. seenggaknya taulah karakter masing2… terserah deh mo percaya atau tidakss hahahaha xD… baiklah Sampai ketemuuu minsulicious keramat. buat yuk iyak liput juga…. misyuuu :*…. eoni avriel 😀 … dan trio yadong semoga dibukakan hatinya untuk lebih yadong lagi beserta bini xiumin bakpaw… eon depinak tolong liatin kkamjong ya 😮 kalo dia selingkuh rendem aja pake beklin. *smirk
Juga untuk sulli semangat sayang.. “YOU CAN’T HAVE a RAINBOW WITHOUT a LITLE RAIN ” . tetep dukungg minsul ya, mao skandalnya besok lebih hebat lagi, mau seumpama besok ada konfirmasi sulli choiza berpacaran… minho dan ini berpacaran… de el el… itu belum berakhir …. belive in the FUTURE dan semoga itu minsul, di indonesia kan ada istilah “sebelum janur kuning berkibar masih milik bersama” nah di dunia shipper kita buat juga “sebelum BENDERA KUNING berkibar berarti itu milik bersama haha XD” …

TERSPESIAL untuk best prend kuhh DINYONGG AUW AUW cieee calon dokter hewan UNAND padang yang abis neliti reproduksi sapi wkwkwkw xD ….. makasih ya rival sayang atas dampinganmu selama inih XD udah klimaks blom ?? XD … buat bebeb ilham juga kalo udah sukses orang pertama yang harus ko temui adalah AKOOO !!! (ongkosin aku buat ketemu kai) jugaaa kim sucayyyyyy baju EXO WOLF kiriman mu luar biasahhh pacok sayang, lopyu so mach lah…. HAH… akhirnya, wlau pun gak terungkapkan 1 per 1 . lagak gue udah kyak menang PIALA AWARD aja kan >< ….. baiklah sampai jumpa dilain waktu, yang pasti gak tahun ini so Fighthing……….. always miss yu all

-riau 10-agustus-2014 –

Advertisements

188 thoughts on “-MEDICAL of LOVE- (part 11)

  1. Yahhh udh selesai aja bikin chap selanjutnya ato sequel gitulah thoe ngegantung hiahahah XD
    Seneng banget waktu sulli sama minho dijodohin:3
    Tapi nyesek waktu sulli gak nerima lamarannya 😦
    Minho ilang ingatan 😮 …….
    tapi ingetnya sama krystal doang , kasian sullinya jadi envy
    “aku memang berlebihan. Berlebihan dalam segala hal…. termasuk berlebihan mencintaimu. Kurasa kau butuh waktu untuk mengingat semuanya…. aku terlalu memaksamu mengingat siapa choi sulli itu. hanya saja aku sedih, kau bisa lebih dekat dengan krystal, mengapa pada ku tidak. mungkin karena kau lebih dulu mengenalnya… maafkan aku karena terlalu berlebihan” kata-katanya nyentuh banget wkkwkwkwk bacanya ngulang-ngulang lagi:3 ……. Wii ternyata amnesianya boongan, kirain beneran, Minsul bersatu yeyeyey\=D/
    Daebak thor ffnya (y)

  2. Yess bener kan tuh kalau minho yg dijodohin ama sulli menolak perjodohan dengan minho padahal dia cinta ama minho… minho pake axara kecelakaan dan amnesia
    HAHA ternyata si minho ga amnesia cuman nguji sebesar apakah cinta sulli ke minho 😀 ,
    Ciee….. sulli yg berusaha keras banget biar Ingetan minho balik , mau ngegoda minho pake dress minim wkwkwk
    Si kai ama jiyoungb ternyat udh nyusul minsul duluu :3 udh hamil 2minggu haha … NEED SEQUEL authorrr ^^ !! Good job buat authornya , ngakak pas baca part terakhirnya …. ampe ketemu dii cerita selanjutnya author 😀

  3. Udah selesai nih author ?? Yah… Lanjut next capter dong author… Thanks udah mau ngelanjutin sampe chapter 11 itu cuman permintaanku doang kok… Tapi kalo dikabulin alu terimakasih banget… Thanks Author…

  4. Waahh ternyata udah part end:( eonn minho ngeselin banget sihhh, pake boongin sulli.. Tapi seru juga sih. Tapi masih gantung eonnn, please bikin sequel… Masa kai-jiyoung momentnya lebih banyak daripada minho-sulli sih?:( kurang banyak momentnya wkwk…sequel ya eon. Bagus kok bagussss, cuma masih gantung.. Kayak di drama2 korea aja, akhirannya selalu ganteng heee

  5. Eh ini endingnya?dikirain bakal masih ada lanjutanya soalnya biasanya kalo ending di password atau di akhirnya ada tulisan end nya ahahahs. Tp masih berharap bakal ada sequelnya soalnyaa masih rada gantung gitu ending. Trus jugaa minsuul momentnya disini kurang banyak dan kurang greget ehehehe. Tapi ttp seneng mereka akhirnya nikah, kai juga nikah sama jiyoung. Bener bener happy ending bgttt. Ga nyangka kalo si minho itu boongan doang gitu amnesia nya. Ahaha ditunggu ff selanjutnya dr author yaa atau sequel cerita ini ehehe. Author fighting!

  6. wah daebak..kkk ternyata minho ngak hilang ingatan dia cma ingin mnguji sulli..ya ampun minho jhat amat sih..kkk 🙂 tpi yg pnting happy ending deh..

  7. Hae author… Tulisannya asek aw suka … Thanks yha… Bikinin sekuelnya dongs…. Yang sampe minsul junior… Hehehee… Kayanya seru… Buat skandal itu, aq ga peduli… Pokoknya tetep minsul forever… Welcome bac for sully ….we love youu….

  8. Mana ini authornya? Mana?
    (۳º̩̩́Дº̩̩̀)۳
    Dibuat kejang-kejang aku baca part ini… Dan masih gak percaya kalo ini udah sampai pucuknya (pucuk-pucuk-pucuk)… *eh *malah iklan*
    Thooor… Aku sempat bayangin di awal baca, “Wah, MinSul kasihan banget… Cobaannya berat banget… Giliran udah dipertemukan, Krystal udah ok, eh ada salah paham -_- Eh Minhoney kecelakaan -_- Perjuangan uri Sulli masih panjang!”
    Dan pas sampai detik-detik akhir, aku menatap tak berdaya, karena mendapati fakta bahwa ternyate ini FF emang udah sampai endingnye… 😥 (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ )
    Bingo! Bahagia banget akhirnya Kai sama Jiyoung, dan Minhoney sama Baby Sulli… ❤
    Aku pikir Krystal bakalan sama Minhyuk… Ternyata dia muncul cuma di 1 chapter aja…  (‾ε‾")
    Minho ya!!! Kebangetan!!!
    Itu ngetes atau ngerjain? Sampai 3 bulan… -_-"
    Untung Sulli sabarnya luarbiasa ekstra… :*
    Thooor… Sequel, Thor, oneshoot or twoshoot gitu seenggaknya?
    Masih pengin baca momen MinSul di cerita ini… :3 Apalagi sekarang udah hidup bahagia berdua…
    Pengin tau lebih rinci soal awal mula Minho oppa crush sama uri Sulli…
    Dan kenapa gak berusaha ngejar dari awal?
    Gak terbuka juga sama Kai kalo dia suka Sulli… Alasannya apa, Minho? Apaaaaa??? (˘̶̀• ̯•˘̶́ )
    Pengin tau sudut pandang Minho selama ini saat masih perjuangin cintanya ke Sulli di tengah Krystal yang egois & kepergian Sulli ke Amrik yang lama betul…
    Pengin tau juga, Krystal bakalan sama Minhyuk atau gak… 😀

    Oia, aku juga sempat curiga, Minho itu apus2 alias bohongin Sulli soal amnesianya… Soalnya Jiyoung malah ketawa ngeledekin Sulli, padahal jelas2 itu Sulli dalam kondisi susah… Dan sebelum itu semua, si Kai sempat membisikan hal yang buat Jiyoung berteriak, "MWO?"…
    Tapi sempat lupa lagi sama dugaanku, soalnya Minho dingin banget sama Sulli… 😦 Dan, voila, ternyata emang benaran cuma akting! Minhoney napeun!!! Habisi dia Sulli-ah!!! #onfire Hahaha
    Thor, jeongmal jeongmal Gamsahamnida ne buat FFmu yang TOP ini… Keep writing ne! (ง◦'▽')ง
    Salam Telur,

    Your New Reader… ᵔ.ᵔ

    • hahahaha,, nanti yah, nunggu kisaran 3 bulan dulu. authornya lagi menimba ilmu nih. doakan saja nanti jika nanti ia kembali, ia akan membuat side story nya. XD pasti authornya seneng banget nih baca komen kamu yang panjang kali lebar. 😀

  9. Daebakkkk,ff saeng emang pling menggumkan dhatiku.hehee,feelny dapet bnget wlopun agk nyesk krna minsul ngga mesra banget tpi bagian endingny wahhh bnget.bian saeng oeni dipart sblmny blom ngsih coment so’alny blom bca smua tpi te”p daebakkk

  10. waah daebaak thor..
    endingnya gak disangka banget. sempat sempat hawatir tadi takutnya nggak happy ending soalnya ada kecelakaan terus minho amnesia eh ternyata semuanya cuma rekayasa ah daebak banget deh pokoknya buat karyanya si author. semangat ya thor semoga sukses .. keep writing and fighting :*

  11. Sequelll thorrr baru liat nih eon kl udh ada lanjutannya hehehe gantung nah eon ff nya pen liat minsul hamil br ngidam macam macam kek nya tambah seru eon sequel yakkkk!! Fighting eonni ff nya feelnya dapet bgt serasa betulan sampe terharu liat kata bijak jiyoung😂😂 apalagi yg tentang hidup harus seimbang itu. Buat sequel yaaa wkwk maksa nih hehe sukses selalu eonn💪💪

  12. Aisshh
    meskipun aku terhitung terlambat buat baca ff ini, tapi gapapa kan klo komen? hihi
    Ahh thor kok dikit sih, lanjutin lagi dong, bikin sequelnya… penasaran, terusjuga harus ada little choi juga dong jadikan lucu dia lebih mirip siapa nantinya hwhw
    great banget thor, keepwrite^^

    Fighthing!

  13. Yeay! Akhirnya minho menikah, tp dibalik pernikahan itu, ga luput dr jasa krystal yg udah nyadarin sulli. Gila, jiyeong keracunan apa ampe ngomg gt. Haha ngakak sy dibagian itu. Suli ngmg dia bisa gila kalo lama2 dgnr ucpan jiyeong, eh gtw nya diikutin jg. Emg dr awal udh curiga minho itu ilang ingatan pas kai bisikan sm jiyeong itu. Haha gokil deh dipart end ini, ga nyesel komen panjg ditiap part, dan di endingnya bikin puas reader. Apa lg sy msh pemula, pasti msh byk bgt yg pada seru. Semangat buat author.! Gamsaheyo.

  14. maaf thor aku gaada coment dari awal. soalnya pas baca yg chap 1 sumpah itu membosankan trs aku baca hati hati akhirnyabaku mulai suka wkt akhir chap 1 dan aku langsung suka buat chap slnjutnya . aku suka bnget thor. aku suka bnget dan semua kisah dari awal sulli cm jd ulat skrg udh jd kupukupu itu bisa buat motivasi buat aku. kata katny jg thor mendalam bnget. tp kebanyakan pengulangan wanita bermarga choi. aku nggk suka wkt yg itu aja pokoknya itu bgus bnget. its so good fanfic i really loved

  15. thor kok endingnya kyak gantung gitu ya? iya sih bner bhagia…tpi kyak ada yg kurang gtu.

    minho dan yg lainnya kurang ajar,termsuk jiyoung yg ngasih sran super duper mmalukan,emang gk kasian apa sma sulli yg dkcangin sma minho.but,minho hebat actingnya nglahin sluruh artis dunia*plakkkk lebay akut* aku pkir dia amnesia bneran…ternyata 😏.tpi q jga smpet curiga sih wkt key biskin jiyoung…kyak ada something tentang minsul…

    thor bkin sekuelnya dong,yg lebih sweet dan misyerius…maap ya thor klo comentnya maksa…keep writing,and Basshya

  16. Waaah,daebak eonni….
    Ceritanya bagus banget…..
    Sulli akhirnya bisa bersama sama Minho….
    Jiyoung sama kai…
    Tpi tenyata Minho cuma pura pura amnesia…….
    Aku pikir bneran…
    Sampai nangis loh eonni bacanya….
    Pokoknya bangus…

  17. Ffnya kereeenn (y)
    Cintanyaa Minho sdh 15 terhadap Sulli.. Hahahaaa jd Minho yg secret admire sma Sulli 😀 Selesai jg baca ff Ini.. Dari tdi bangun pagi-sekarng ff ini teruss terngiang-ngiang di otakk ku.. Love MinSul. Berharap MinSul bisa bersama di dunia nyata,walaupun sekarng sngt Mustahil.Yahh tpi apa salahnyaa selalu berharap. Iyaka?? Ok sekian dulu… Bye byeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s