Secret Admire (Part 3)

SA

Judul : SECRET ADMIRE

Author : Mataharidina

Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Jung Krystal , Choi Siwon, Kim Jongin

Rated  : General

Length : Chaptered

Genre  : Romance, Friendship,Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan Mengagumi seseorang bisa membahagiakan Mengagumi seseorang bisa membingungkan Mengagumi seseorang bisa menyakitkan Mengagumi seseorang bukan pilihan

Part 3 :  MINHO YANG MALANG

Siwon berkali- kali melirik adiknya yang duduk dengan gelisah. Ada rasa hangat menyelusup ke dalam hatinya mengingat di usianya yang mendekati tujuh belas, untuk pertama kalinya adiknya akan pergi ke luar dengan temannya. Teman wanita memang, tetapi itu adalah kemajuan yang patut disyukuri karena pada akhirnya adiknya mau ke luar dari kepompong yang membungkusnya selama ini. Pada akhirnya Sulli memiliki teman untuk menghabiskan masa remajanya. Menikmati masa remajanya seperti remaja lain. Pergi shoping, nonton, makan malam, atau siapa tahu… kencan.

Ya, diam-diam Siwon berharap dengan mulai pergi dan mengenali pergaulan di sakitarnya, adiknya akan menemukan seorang pemuda sebayanya . Pemuda yang bisa menghapus anggapan adiknya selama ini bahwa untuk bisa diterima dalam lingkungan pergaulan, penampilan fisik adalah yang utama. Ia berharap akan datang seorang pemuda yang mengajak adiknya berkencan, karena Sulli memang pantas mendapatkan itu. Adiknya, walaupun bertubuh tinggi besar, adalah seorang gadis yang berhati lembut. Adiknya. Walaupun seorang kutu buku, adalah seorang gadis yang memiliki banyak kejutan yang mencerminkan dia seorang wanita yang lengkap. Sulli bisa memasak, pintar, penyayang, tulus, dan manis.

Sulli memiliki garis wajah yang manis seperti neneknya. Siwon pernah melihat wajah neneknya sewaktu masih muda dari album foto keluarga. Persis Sulli ketika masih SMP dulu, sebelum badannya setambun sekarang. Berapa berat badan Sulli sekarang ? 80 kg ? 90 kg ? Mungkin lebih…. Tetapi baginya itu bukan masalah. Sayangnya Sulli selalu menganggap itu masalah, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang pendiam, pemalu, dan tidak popular di mana pun. Padahal, ia adalah murid yang pandai dan rendah hati.

Melihat adiknya yang berkali-kali melihat jam yang melingkari tangannya, Siwon tersenyum

“Apakah dia belum datang menjemputmu ? Siapa tadi kau katakan namanya….?”

Sulli melihat kakaknya dengan bingung, seolah ia tak mengerti apa yang dikatakannya. Dan ini aneh.

“Ssul, kenapa kau kelihatan begitu gelisah ? Jangan tegang, ini akan sangat menyenangkan.”

“Oh… “

“ Oppa tahu, ini pengalaman pertama bagimu untuk menghabiskan waktu dengan teman-temanmu. Kau harus menikmatinya… arasseo ??”

“ Ah…nae.”

“ Siapa yang akan menjemputmu ?”

“ Choi Minho.”

“ Namja ?”

.

Sekilas Siwon melihat ada semburat merah di pipi adiknya, dan dia terlihat gugup. Satu pertanyaan besar muncul di benaknya. Ada sedikit harapan muncul di dadanya.

“ Nae oppa, Choi Minho adalah senior kita. Dia pacarnya Krystal.”

“ Ohhh….”

Harapan itu tiba-tiba sirna begitu saja. Ternyata tidak seperti dugaannya. Ia tadinya berfikir kalau adiknya memiliki hubungan khusus dengan pemuda tersebut. Ternyata dia hanya senior, selain itu sudah punya pacar pula. Mungkin rona merah di pipi adiknya karena rasa malu akan dijemput oleh seorang pemuda. Ah, dasar Sulli !

“ Well, setidaknya kau akan memiliki teman untuk menikmati akhir pekanmu.” Kata Siwon dengan senyum menentramkan.

“ Nae oppa.”

Tiba-tiba dari luar terdengar bunyi klakson mobil. Sulli tersentak, dan seperti tersengat melompat dari duduknya.

“ Apakah dia ?” Tanya Siwon.

“ Mungkin.” Kata Sulli gugup, tangannya yang bulat berisi membetulkan roknya yang sengaja dipilihkan Jessica. Memang tidak membuatnya terlihat kurus, tetapi membuatnya lebih modis dan … sekali lagi manis..

“ Sudah Ssul, kau akan tampak luar biasa malam ini. Kau terlihat hebat !!” kata Siwon, berusaha memilih kata-kata yang sekiranya tidak akan membuat adiknya tersinggung.

“ Oppa… apakah aku harus pergi ?” desahnya ragu, suaranya tergetar.

“ Tentu. Pergilah, nikmatilah malam menyenangkan ini !!”

“ Tapi oppa….”

Siwon mengerutkan keningnya, ia menangkap kegelisahan dan ketakutan dalam suara adiknya.

“Mungkin ini karena ia baru pertama kali pergi nonton dengan teman-temannya, ia menjadi ketakutan.”

“ Pergilah, sayang…. Tidak baik membatalkan janji di saat-saat terakhir. Lagi pula temanmu Choi Minho sudah bersusah payah menjemputmu. Setidaknya kau harus menghargai upayanya. Percayalah pada Oppa, kau akan sangat menyukai hal ini.” Kata Siwon.

“ Kuharap begitu….” Desah Sulli hampir tak terdengar.

Kemudian ia berjalan gontai menuju pintu ke luar, seperti hendak menuju tiang gantungan. Siwon mengusap punggung adiknya penuh kasih.

“ Selamat bersenang-senang.” Kata Siwon sebelum menutup pintu.

.

Ia sengaja menahan dirinya untuk tidak mengantar adiknya ke luar, karena ia tahu Sulli mungkin akan membatalkan kepergiannya. Ia hanya mau kalau adiknya berfikir bahwa dirinya sudah cukup umur untuk menikmati sekedar jalan ke luar bersama orang lain, bukan bersama keluarganya.

“ Ayo Sulli, kita masih harus menjemput Krystal !” sebuah suara yang berat terdengar tak sabaran.

Siwon mengintip ke luar dari balik tirai, dan ia melihat pemuda yang datang menjemput adiknya . Walaupun tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dari caranya berpakaian Siwon yakin bisa mempercayai pemuda itu.

Dilihatnya Sulli masuk ke pintu depan mobil yang terbuka. Duduk dengan membisu, dan sebelum berangkat wajahnya berpaling ke arah jendela. Siwon segera menyembunyikan dirinya, berharap Sulli tidak menyadari kalau sejak tadi ia mengawasinya. Tetapi ada rasa asing dalam hatinya melihat sorot mata adiknya tercinta. Ia hanya berharap Tuhan akan memberikan pengalaman termanis buat adiknya malam ini, hanya itu yang bisa membantu adiknya bangkit dan keluar dari kepompong tempatnya bersembunyi selama ini.

.

.

BR Café, Donghae

. Sulli mengaduk-aduk limunnya dengan perasaan galau. Dua jam menonton bioskop seharusnya dia nikmati mengingat film yang ditayangkan adalah film tentang perjuangan seorang ibu dalam membebaskan anaknya yang terperangkap dalam penyakit langka yang mematikan. Drama yang menyentuh. Ia memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film drama seperti itu, tetapi yang membuatnya tidak bisa berkonsentrasi penuh pada apa yang dilihatnya adalah pemandangan Choi Minho dan Krystal yang seperti sepasang burung yang lagi kasmaran. Sulli tahu,, dirinya tak berhak untuk sakit hati karena sejak awal ia sudah tahu posisinya. Tetapi mengingat bagaimana Krystal telah membohongi pemuda yang disukainya, membuatnya muak dan sedih secara bersamaan

Krystal di depannya terang-terangan mengatakan kalau dia telah berpacaran dengan Kim Jongin alias Kai, tetapi di depan Choi Minho dia menampilkan roman muka yang memuja dan penuh cinta. Itu memuakkan !! Namun sekali lagi, ia tak bisa berbuat apa-apa.

“ Apa yang akan dikatakan Choi Minho kalau mengetahui fakta dibalik semua kemanisan dan bujuk rayu Krystal ? Mengapa pemuda yang pandai dan popular sepertinya bisa tergila-gila pada gadis seperti Krystal ? Padahal di sekolah masih banyak gadis lain yang jauh lebih baik dari Krystal.” Pikirnya.

“ Sulli !!”

Sulli terkejut dan mengangkat wajahnya melihat ke arah Minho dan Krystal yang sedang menatapnya. Ia bingung karena tak mendengar apa yang mereka tanyakan.

“ Nae ??”

“ Dari tadi kau hanya mengaduk-aduk minumanmu. Apakah kau sakit ?”

Sulli terkesiap, dadanya berdesir mendengar nada tulus dalam kata-kata Choi Minho.

“ Aniya. Aku …aku hanya masih teringat cerita film tadi…” Sulli memerah menyadari tatapan Krystal yang kurang senang.

“ Ugh ! Itu film yang membosankan !” kata Krystal ketus, “ Seharusnya kita melihat film lain… “

“ Sebetulnya filmnya menarik….” Kata Minho, tetapi ia terlihat gugup ketika tiba-tiba Krystal cemberut,” Err… tentu saja terlalu berat bila dilihat dengan tujuan untuk sekedar senang-senang. Aku janji lain kali akan membawamu menonton film yang lebih menyenangkan.”

“ Jinjja ??”

Krystal langsung tersenyum, tangannya yang putih langsing membelit pada lengan Minho, dan menggelayut manja. Membuat pemuda itu tersenyum senang.

Melihat itu, Sulli langsung membuang muka ke arah lain. Ada rasa perih dalam hatinya.

“ Sebenarnya film genre apa yang kau sukai, Kryst ?”

“ Aku suka drama percintaan.”

“ Hm…khas kesukaan gadis remaja.” Goda Minho

“ Oppa…”

Minho tertawa, diiringi rengekan manja Krystal. Diam-diam Sulli tertunduk menekuri tas kecil yang teronggok di pangkuannya.

“Seharusnya aku tidak di sini, tidak melihat kemesraan yang menyakitkan ini… Krystal benar-benar artis yang gemilang.”

“ Eh, sebentar aku akan ke kamar kecil dulu. Nggak apa-apa kan kalau kalian kutinggal sebentar ?”

“ Ya. Kami tidak apa-apa.” Jawab Krystal.

Begitu Choi Minho pergi dari mereka, Krystal menendang kaki Sulli dengan kasar. Hal ini membuat Sulli terkejut dan mengaduh, ia mengangkat wajahnya menatap temannya. Mata Krystal terlihat berkilat marah.

“ Kau perlihatkan wajah jelekmu yang seperti tadi di hadapan Minho oppa, aku akan bongkar rahasiamu padanya !”

“ Tidak , tolong Krystal….” Sulli memohon, “ Tetapi aku tidak tahu harus bagaimana…. Ada apa dengan mukaku ?”

“ Setidaknya kau tersenyum kek….atau ikut ngomong, kek… atau apapun !! Jangan menampilkan tampang yang minta dikasihani seperti tadi lagi, mengerti !!” bentaknya.

Sulli mengangguk-angguk seperti orang bego.

“ Atau… kau memang sengaja melakukannya untuk menarik perhatian Minho oppa,huh?”

“ Ani… aniya !” Sulli menggerakkan tangannya menolak apa yang dikatakan Krystal. Ia sama sekali tidak memikirkan hal tersebut.

“ Ingat apa yang kukatakan, kalau kau mau bisnis kita terus berjalan ! Sekarang minum minumanmu itu !!” Sulli mengangguk dan menyedot limun dengan cepat, takut Krystal akan melaksanakan ancamannya.

.

“ Halo sayang !!”

.

Suara pria yang akrab di telinga Sulli membuat mata Krystal membulat, dan Sulli terbatuk.

“ Kai ….!!”

Seru Krystal dengan wajah aneh, tak menyangka akan bertemu kekasihnya di sana.

Sulli menelan ludah, kebingungan melandanya seketika. Dan ia melihat bayangan ketakutannya, tercermin di wajah Krystal. Ketakutan yang sama, yang mengarah pada satu nama.

.

CHOI MINHO !!!

.

“ Kebetulan…sungguh kebetulan kita berjumpa di sini !” kata Krystal dengan gugup.

“ Itu jodoh namanya !” kata Kai, menarik satu kursi dan duduk di antara mereka.

“Sedang apa di sini ?” Tanya Krystal tegang.

“ Wae…. Kelihatannya kau tidak suka ketemu aku, eoh ?”

“ Ah… aniya oppa ! Aku hanya…kaget saja…. Ya, kaget !”

“ Benar ?” Kai menatap Krystal tajam, tiba-tiba matanya melihat kaca mata Choi Minho yang tergeletak di meja. Tentu saja Kai tahu kalau itu kaca mata laki-laki.

“ Kau bersama seseorang ?”

“ Ya !” kata Sulli

“ Tidak !” jawab Krystal.

Kai memandang Sulli dan Krystal dengan bergantian. Melihat kepanikan dan ketakutan yang sama pada dua gadis itu.

“ Adakah yang bisa menjelaskan keadaan yang sebenarnya ?”

“ Kai oppa, sebenarnya kami sama-sama jujur…. Err.. maksudku, Sulli datang ke sini dengan temannya. Dan Aku hanya menemaninya.”

“ Aku tidak tahu kau dengan Sulli… biasanya kau dengan geng mu ? Kemana mereka ?”

“ Well, sebenarnya di luar sekolah kami berteman cukup dekat. Benar kan ,Sulli ?

Sulli terpaksa mengangguk ketika merasakan satu tendangan lagi mengenai tulang keringnya.

“ Kau tahu kan…. Gengku itu kurang cocok dengannya. Jangan takut Sulli, Kai oppa tak akan ,membocorkan hal ini pada gengku. Benar kan,oppa ?” Tanya Krystal dengan manja.

Kim Jongin memonyongkan bibirnya, seperti berfikir.

“ Jadi kenapa kalian keluar…maksudku, kau tak bercerita akan keluar padaku. Kalau tahu begini aku kan bisa menemanimu.” Kata Kai lagi.

“ Mian oppa, tadinya aku tak akan memberitahumu tentang hubungan aku dengan Sulli. Lagi pula ini hari ulangtahun Sulli, dan kami sedang merayakannya.”

Sulli matanya membulat karena terkejut. Ia mendengar kebohongan demi kebohongan diucapkan Krystal dalam waktu berdekatan. Diam-diam merasa takut sendiri kalau kebohongan itu akan terbongkar nantinya.

“ Oh ya ?” Kai menatap Sulli tanpa minat,” Selamat kalau begitu !”

“ Tt…terimakasih…” jawab Sulli meringis, saat merasakan satu tendangan lagi di kakinya.

“ Kalau begitu, boleh dong…aku ikut merayakannya ?”

“ Nnnae…tentu boleh.” Jawab Sulli tergagap.

“ Tetapi kami baru saja selesai dan mau pulang, oppa. Hanya teman Sulli sedang pergi ke toilet.”

“ Ah…sayang sekali . Tetapi tak apalah, yang penting aku sudah ketemu kamu.” Kai meremas tangan Krystal yang telengkup di atas meja.

“ Kau datang dengan siapa Oppa ?”

“ Sendiri. Aku tadi dalam perjalanan pulang, tetapi merasa haus. Jadi aku mampir untuk minum. Tak kukira akan melihatmu di sini.”

“ Kau sudah lama di sini ?” Krystal terlihat ketakutan.

“ Aku baru saja masuk. Kenapa memangnya ?”

“ Setelah ini kau akan ke mana ?”

“ Pulang. Tadi aku kan sudah ngomong kalau aku dalam perjalan pulang.”

Sulli menatap Krystal, dan ia menelan ludah dengan gugup ketika melihat sosok Choi Minho yang baru keluar dari pintu toilet. Dengan matanya, ia memberi kode pada Krystal… dan tampaknya Krystal tahu keadaan itu. Ketegangan sejenak melingkupi meja mereka.

Minho berjalan makin dekat, langkah kakinya terlihat tenang.

“ Ya Tuhan…. Tamatlah sudah rahasiaku ! Tamatlah sudah aku !! Kalau Minho tahu, Krystal tak akan segan-segan menyeretku dalam masalahnya!” keluh Sulli dalam hati.

Di sebuah meja tiba-tiba Choi Minho berhenti melangkah dan menoleh ke sebelah kanan. Sepertinya ada seseorang yang mengenali dan memanggilnya. Benar saja, karena Sulli kemudian melihat ada seorang laki-laki berdiri dan menghampiri Minho. Mereka berpelukan seperti dua sahabat yang lama tidak berjumpa. Setelah itu, tampaknya Minho mengobrol dengan orang yang menghentikannya.

“ Eh Sulli , karena kebetulan ada Kai oppa, aku putuskan untuk pulang dengannya. Nggak apa kan, oppa ? Jadi, Sulli tak usah mengantarku pulang ke rumah…”

“ Dengan senang hati, sayang…” jawab Kai, tangannya memeluk pinggang Krystal.

“ Sulli , aku mengandalkanmu dalam hal ini.” Kata Krystal dengan tatapan yang hanya bisa dimengerti Sulli maknanya.

“ Dan bilang sama temanmu, aku nggak bisa nunggu dia. Kau bisa katakan bahwa aku ditelepon orang tuaku… atau bilang saja aku ketemu kakakku…terserah kau !!”

Sulli mulutnya terbuka karena kaget dan tak tahu apa yang harus dikatakannya. Sebelum punya kesempatan berkata-kata, Krystal sudah menarik Kim Jongin untuk meninggalkan tempat itu secepatnya. Sulli tahu, itu dilakukan Krystal untuk mencegah Choi Minho mengetahuinya.

Entah dirinya sekarang ini harus lega… atau marah… ia bingung…

Yang jelas kedua bentuk perasaan itu mencengkram hatinya secara bergantian. Bahkan Sulli belum bisa menenangkan dirinya, ketika Minho kembali dan duduk di kursinya lagi. Ia masih bingung dengan apa yang harus dikatakannya, sehingga tak menyadari kalau Minho sudah duduk dan matanya mencari-cari Krystal.

♥♥

“ Sulli…. !”

Sulli terkejut mendengar sebuah suara yang begitu dekat darinya, dan jantungnya berdebar tak menentu ketika menyadari kalau Minho baru saja memanggil namanya di dekat telinganya. Wajahnya panas seketika, Sulli yakin warnanya sekarang pasti merah seperti pita boneka helo kitty kesayangannya.

“ Mianhe… kau kaget ?” Minho nyengir tanpa dosa,” Habis, kau kelihatannya sedang melamun sih !”

Sulli memaksakan diri tersenyum dengan tersipu-sipu. Suatu gerakan yang membuat Minho mengernyitkan alisnya.

“ Kemana Krystal ? Sedang ke toilet wanita, ya ?”

“ Tidak. Bukan !” jawabnya gugup, apalagi ditatap dengan tajam seperti itu.

“ Lalu mana dia ?”

“ Krystal pulang.”

“ Pulang ??” Minho terlihat tersentak kaget dan kecewa,” Wae ??”

“ Tadi dia dapat telepon !”

“ Telepon ? Dari siapa ? Dan mengapa harus pergi ?” desak Minho.

Sulli panic. Matanya bergerak gelisah, keringat dingin terasa mulai membasahi punggungnya.

“ Sulli …??”

“ Err… tadi dia ditelepon dari rumah, kemudian dia pulang terburu-buru !!”

“ Mwoya ? Kenapa tidak menungguku saja ?”

“ Katanya…. Penting ! Ya, penting dan mendesak….”

Minho terlihat sangat kecewa, ada kesedihan di hati Sulli melihatnya.

“ Tapi dia akan meneleponmu !!” kata Sulli cepat-cepat menambahkan.

“ Aaargh….” Geram Minho sambil menyenderkan badannya ke kursi

Sulli diam dan menunduk.

“ Gagal lagi….” Gumam Minho

Sulli semakin menunduk. Jemarinya berkutat dengan tali tasnya yang ada di pangkuannya.

“Minho yang malang…” desah Sulli dalam hati

.

.

.

.

◊♥◊..TBC..◊♥◊

Advertisements

106 thoughts on “Secret Admire (Part 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s