the UNPOPULAR one [Part 4]

10719163_1481805338760758_1450524146_n

the UNPOPULAR one

Pairing : CHOI MINHO, CHOI SULLI

Support cast : SHINee, Kristal Jung, Luna Park, Hwang Kwanghee, Choi Siwon, Im Yoona, and other

Author : suelli4ver

Translator : masih amnesia :v

Original Link : klik here

editor : iswarii23

Lenght : Chaptered

Genre : Romance, School life, Comedy

.

.

Lactose Intolerance

Mapo District, Seoul

 .

.

* Choi residance *

 .

.

“Appa!”, Sulli melompat-lompat senang saat melihat Detektif Choi Seokwan ( appa sulli ) berdiri di depan rumah mereka.

“Bagaimana harimu sunshine?”, tanya Choi Seokwan dengan manis dan memeluk putri terkecilnya.

Sulli memberinya tanda “baik-baik saja” meskipun di pikirannya dia masih kesal kepada Choi Minho.

Appa, apa yang sedang kau lakukan di sini? Sedang menunggu seseorang? “

Appa sedang menunggu eonni mu”

Sulli mengerutkan kening. “Kenapa Appa menunggu eonni?” Tanyanya.

Detektif Choi menatap Sulli. “Apakah kau tahu nama Pacar eonni mu ? “tanyanya.

Mulut Sulli menganga karena shock. Bagaimana appanya bisa tau tentang pacar Yoona eonni?

“A-appa, bagaimana kau tahu …”

“Aku melihat Yoona berpegangan tangan dengan seorang pria jangkung di Cheomdang-dong avenue“, rahang Choi Seokwan menegang. “Aku akan mematahkan tulang pria itu jika aku melihatnya lagi”

Sulli menggigit kukunya saat panik sambil mencoba memikirkan rencana yang lebih baik untuk membuat appanya tidak memarahi Yoona.

Appa, please jangan memarahi eonni, dia sudah cukup dewasa untuk punya pacar”, Sulli memberikan alasan.

Eonni mu baru berusia dua puluh tahun, kalian tidak di izinkan untuk berpacaran sampai kalian lulus di universitas.”

Sulli memutar matanya. Geezzz , ayahnya seperti reinkarnasi Hitler, dia begitu keras dan menakutkan ketika datang ke masalah anak laki-laki.

“Apakah Appa tidak mempercayai Eonni?”

Choi Seokwan mengambil napas dalam-dalam. “Appa mempercayai Eonni mu, tapi aku tidak mempercayai pria itu”, jawabnya.

“Sulli, masuk ke dalam dan membantu Omma di dapur”

Sulli mengerucutkan bibirnya dan masuk ke dalam rumah.

.

.

* Namsam high school *

* Sulli POV *

 .

Aku berjalan menyusuri lorong dengan bersemangat untuk pelajaran hari ini, guru bahasa Inggris favorit ku, Kim Jihoon akhirnya kembali setelah lama hiatus karena appendicitis. Ketika berjalan, aku melihat beberapa tatapan aneh dari teman-teman sekolah ku, beberapa tertawa mengejek dan yang lainnya menatapku dengan sengit.

Hatiku mulai berdebar kencang saat aku melihat beberapa siswa heboh sambil menatap papan mading. Suara-suara berantakan yang campur aduk dapat didengar dari jauh.

“Aku tidak terkejut sama sekali, dia tampaknya seperti gadis yang bodoh”, satu perempuan gemuk siswa dari kelompok B mengatakan.

“Gadis Bodoh, mengapa dari semua mata pelajaran dia memutuskan untuk berbuat curang pada pelajaran Mrs Bae dan yang terburuk dia tertangkap”, satu siswa laki-laki kurus dari kelompok C mengatakan.

“Aku belum pernah mendengar namanya sebelumnya”, ujar mahasiswa kutu buku dari kelompok B.

“Jelas gadis yang tidak populer”, tiga gadis bodoh dari kelompok D mengatakan dengan serempak.

Aku berlari menuju papan pengumuman setelah mendengar komentar kasar mereka. Mereka membelah seperti laut merah saat kakiku berhenti di depan papan mading. Ekspresi terkejut terlihat diseluruh wajah ku ketika aku menatap kertas di papan tulis, foto ku ketika insiden kecurangan kemarin terpasang di dalam dengan keterangan: “CHOI SULLI SI PENCONTEK” tertulis di bawah gambar. Aku meraih kertas itu dan meremasnya dengan marah.

“Ssul”, Luna lembut menepuk bahuku penuh simpati.

Seluruh tubuhku bergetar, mengamuk kacau, hanya ada satu orang di pikiran ku yang dapat melakukan propaganda hitam ini terhadap ku — Choi Minho.

Dengan tampilan pembunuh di wajahku, aku berlari ke kelas berniat untuk menendang pantat Choi Minho.

.

.

“Yaaaak, Choi Minho!” Aku berteriak ketika mataku yang sedang mengamuk melihat si phobia kuman dengan tenang duduk di kursinya.

Minho dengan wajah cool berpaling dan menyeringai. “Ini masih pagi dan mulutmu yang menjengkelkan itu bisa menghancurkan ruangan ini”, katanya dan menuangkan sanitizer di telapak tangannya.

Aku melemparkan kertas kusut padanya. “Pasti kau yang menempel kertas ini di papan mading untuk memfitnah dan mempermalukanku ke seluruh siswa di sini!”, tuduhku padanya.

Dia memiringkan kepalanya dan tertawa mengejek. “Aku akan mengulangi apa yang aku katakan kemarin, kau menuduh orang yang salah Nona menjijikkan. Aku tidak akan membuang-buang waktuku untuk limbah karbon bodoh seperti kau”, dia mengecam.

Wajahku beringsut ketika warna mukaku berubah merah karena marah.

“Dengarkan aku orang aneh, aku tidak akan membiarkan mu— “

Perkataanku terpotong karena aroma air freshener terasa di mulutku. Si bajingan sombong ini menyemprotkan 99,9% aroma lemon ke mulutku yang sedang terbuka. Aku terbatuk keras ketika mencicipi aroma lemon kimia di mulutku.

“Napas mu bau seperti sampah, Choi Sulli”, dia menghinaku.

Aku hendak memukul wajahnya ketika guru Kim Ji Hoon masuk ke dalam di kelas.

“Apa yang terjadi di sini?” Guru Kim bertanya, matanya terus melihat antara aku dan Minho.

Kami berdua menggelengkan kepala lalu aku duduk di kursi ku di samping kursi si Mr.Tornado ini. Guru Kim meletakkan buku di atas meja dan memulai pelajarannya.

 *no one POV*

Para siswa dengan senang hati berlari keluar dari ruang kelas saat jam menunjukkan pukul 12:00 siang — waktu istirahat makan siang.

Sulli dengan percaya diri berjalan menyusuri lorong mengabaikan tatapan aneh dari para siswa lainnya. Luna berjalan dengannya dan tersenyum.

“Mari kita makan siang bersama”, kata Luna.

Sulli tersenyum kembali. “Tentu”

Mereka memasuki kantin dan duduk di meja ketiga di samping Choi Minho dan kawan kawannya, dan itu meja terakhir yang tersisia. Minho and the gank tidak menyadari bahwa Sulli sedang duduk dekat mereka.

.

.

“Minho, aku membelikan ini untuk mu”, Taemin memberinya sebotol susu. “Ini telah disterilkan 99,9%.”

Minho menatap botol susu itu dan menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak bisa meminumnya, ini memiliki 4,7% laktosa dari susu sapi”, katanya dan meletakkan botol susu keatas meja.

Jinki mengerutkan kening. “Kau tidak minum susu?”

“Aku tidak memiliki toleransi terhadap laktosa, aku alergi dengan produk susu, perut ku akan menggelegar dan akan diikuti diare jika aku minum atau makan makanan yang mengandung susu”, dia mengeluarkan sebotol susu kedelai. “Ini adalah susu kedelai dan bebas laktosa”, ia memutar mulut botol dengan kertas tisu sebelum meminum seteguk susu.

Empat Teman-temannya menatapnya seolah-olah dia seorang alien.

Untungnya bagi Choi Sulli ia mendengar seluruh percakapan, sebuah pembalas dendam mulai berjalan di benaknya.

.

.

Sulli melihat jam di tangannya, guru sejarah mereka Miss Song terlambat lagi. Ia melirik Minho yang saat ini sedang sibuk membaca buku pelajaran, setelah membalik beberapa halaman, Minho mengeluarkan botol susu kedelai dari tasnya dan meneguknya.

Sulli diam-diam tersenyum dan mengirim sms kepada Luna, “Luna-ya, berbicaralah dengannya sekarang.

Luna berdiri dan mendekati Minho.

“Minho, kepala sekolah ingin berbicara denganmu di ruang kerjanya”, katanya.

“Sekarang?”, Tanyanya sedikit terkejut.

Luna mengangguk.

Minho berdiri, ia menutup tutup susu kedelai dan menyimpannya kembali ke dalam tasnya.

Ketika Minho menghilang dari pandangan Sulli, dia berdiri dan melihat ke belakang, untungnya teman-teman sekelasnya semua sibuk mengobrol satu sama lain.

Dia diam-diam membuka tas Minho dan mengeluarkan botol susu kedelai milik Minho, meraih botol susu sapi dari saku roknya dan buru-buru mencampur susu sapi ke susu kedelai tersebut.. Dia diam-diam berdoa berharap Minho tidak akan sadar ia mencampur sesuatu ke minumannya.

Sulli menyimpan botol kembali ke dalam tas Minho dan tersenyum, kemudian kembali duduk di kursinya.. Setelah dua puluh menit berlalu, akhirnya Minho kembali dan duduk di kursinya.

.

.

Minho mengambil susu kedelai dari tasnya dan mulai meminum susunya. Sulli tersenyum menang ketika melihat jakun minho bergerak setiap dia meneguk minumannya. Setelah lima menit, Miss Song berjalan ke dalam kelas dan memulai pelajarannya.

Minho tiba-tiba merasa gemuruh diperutnya, keringat muncul di dahinya dan kemudian ia mengeluarkan kentut keras.

“Pppprrrrrtttt”

Seluruh kelas tertawa terbahak-bahak setelah mendengar dan mencium bau kentutnya. Minho langsung berdiri, berlari keluar dari kelas dan pergi langsung ke kamar mandi.

“Oh my God, perutku sakit” kata Sulli ketika air mata kemenangam terus jatuh dari matanya.

.

.

Minho tetap duduk di toilet hampir satu jam dengan ia menderita diare.

To be Continue…

Advertisements

90 thoughts on “the UNPOPULAR one [Part 4]

  1. wkwkwkwwkkk.. kelakuannya sulli… kekekeke .. bgussss terus benci bilang cinta yah??. hahahaha sulli”,,,, minho jd mr,cleaning bngeth dsini.. hahahaa. bguss ceritanya… huaaaahh

  2. Ini MinSul kapan akur.y??,-_- npa masih sering bertngkar???,Hmm eonni ff.y kependean,,:( saran eonni,,ff.y d kasih pnjng2 dikit lh,soal.y lg seru2 baca,ehh malh bersmbung..’ckckck d kaish pnjng yahhh eonni…!,,

  3. hahahhahahhahahahahahha…rencana balas dendam antara MinSul nggk pernah abis”nya…hahhahahah kocak bangettt..
    tapi itu emang beneran Minho yg ngelakuin itu??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s