Secret Admire (Part.4)

SA

Judul : SECRET ADMIRE

Author : Mataharidina

Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Jung Krystal , Choi Siwon, Kim Jongin

Rated  : General

Length : Chaptered

Genre  : Romance, Friendship,Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan Mengagumi seseorang bisa membahagiakan Mengagumi seseorang bisa membingungkan Mengagumi seseorang bisa menyakitkan Mengagumi seseorang bukan pilihan

Air Mata Kebahagiaan

⊂⊃

.

.

Minho Pov

Kencan pertamaku yang sempurna !

Krystal meninggalkanku dengan seorang gadis gendut yang terlihat gugup dan menyedihkan.

Rasa kecewa dan marah memenuhi dadaku, dan entah kenapa aku rasanya ingin menyemburkan kemarahanku pada gadis gendut yang duduk dengan gelisah di hadapanku. Tetapi aku berfikir kembali karena ini pasti tidak adil juga buatnya. Pasti ia juga merasakan kegelisahan dan rasa bersalah karena perbuatan sahabatnya itu. Tetapi bagaimana mungkin Krystal melakukan itu padaku ? Ia harus punya penjelasan mengenai hal ini.

Aku menatap langit yang mulai berwarna hitam. Ini menjelang malam, seharusnya kencan yang indah dimulai setelah matahari terbenam. Setidaknya itulah yang aku dengar dari kakakku . Tetapi bagiku sekarang tak mungkin terjadi. Krystal telah pergi meninggalkanku.

“ Memang orang tuanya Krystal sangat ketat sama anaknya, ya ? Aku heran kenapa ada orang tua seperti itu pada anaknya sendiri. Apakah karena Krystal berwajah cantik sehingga mereka khawatir ? Ataukah karena memang mereka terlalu posesif pada anaknya akibat situasi sekarang yang begitu carut marut ? “

Aku melontarkan pertanyaan pada Sulli yang masih asyik memainkan tali tasnya. Perlahan dia mengangkat wajahnya dan mengangguk membenarkan pertanyaanku . Agak kurang enak juga bicara dengan gadis yang terlihat seperti ketakutan itu. Apakah aku menakutkannya . Ataukah dia takut akan aku salahkan karena perbuatan sahabatnya ?

“ Kau nggak perlu takut deh sama aku, semua ini memang membuatku kecewa tetapi aku tidak akan menyalahkanmu. “

“ Terimakasih…”

Suaranya sebenarnya enak didengar, tetapi karena dia terlihat panik aku jadi merasa ada yang salah dengan diriku.
Mungkin Sulli memang terlalu pemalu, sehingga berbuat seperti itu ?
Aku tidak tahu, karena aku memang jarang bertemu dengan gadis-gadis seperti dia. Mungkin dia perlu diajak bercakap-cakap supaya terbiasa denganku….well, bagaimana pun dia adalah teman baik Krystal. Berarti aku harus bisa menjalin pertemanan juga dengannya,bukan ?

“ Aku sih tidak apa-apa kalau memang orang tua Krystal sangat khawatir dengannya. Aku ingat hampir setiap minggu ayahku menemukan kasus pernganiayaan dan bahkan perkosaan yang menimpa seorang gadis.”

Kulihat gadis itu tidak menjawab.

Sumpah, aku melihat tangannya gemetaran… Ah, mungkin memang bawaannya seperti itu. Tetapi, mengapa orang tua Sulli tidak memikirkan kepentingan anaknya ? Apakah dia tidak khawatir pada anak gadisnya ? Apakah karena Sulli tidak seperti Krystal ?

Ah, Minho ! Tentu saja… bagaimana mungkin ada orang yang tertarik pada gadis gendut seperti dia !
Tanpa sadar aku tersenyum dengan pemikiran itu, tetapi detik kemudian aku menyesali ungkapanku untuknya. Sulli gadis yang baik, terlepas dari seperti apa penampilannya…. Dialah yang membuat pendekatanku pada Krystal bisa berjalan lancar, bahkan kemudian sampai dia mau kuajak kencan. Semua tidak terlepas dari bantuan gadis yang sekarang duduk di hadapanku.

“ Oh ya, Sulli aku belum sempat berterimakasih atas semua bantuanmu kepadaku selama ini.”

Dia kembali mengangkat wajahnya, dan memandangku sejenak dari balik kaca matanya. Pandangan yang menurutku terlihat kikuk dan gelisah.

“ Karena pada akhirnya, berkat bantuanmulah aku bisa menggaet gadis tercantik di sekolah kita.”
Aku tersenyum sendiri membayangkan apa yang waktu itu kurasakan. Teringat kembali bagaimana awal-awalnya sampai surat itu ditulis.

“Membuat surat buat gadis di jaman teknologi serba canggih sagat kuno, tetapi itu merupakan cara pengungkapan yang patut untuk dikenang. Kalau cewek yang kau taksir cewek romantis, pasti ia akan merasakan dan menghargai hal itu.”

Begitulah yang dikatakan Hye Kyo noona saat kuminta pendapatnya tentang hal itu.Kata-kata itulah yang membuatu kemudian memutuskan membuat surat kepadanya. Aku berfikir megungkapkan apa yang kurasakan lewat surat, lebih terinci dan indah dibandingkan sebaris sms. Dan untungnya perkiraanku benar, Krystal menerimaku dan mengirimkan surat balasan yang indah.

Sungguh aku tak mengira seujung kukupun kalau gadis sesibuk Krystal memiliki waktu untuk membalas suratku dengan indah. Tidak puitis dan berbunga-bunga, tetapi bahasa yang digunakannya sangat halus dan mengena. Awalnya kukira Krystal hanya meniru atau mencontek kalimat-kalimat dari buku, tetapi dari beberapa surat yang kudapatkan , aku berani memastikan kalau dibalik sifatnya yang manja dan agak keras kepala, Krystal adalah seorang wanita yang lembut. Ini terlihat dari surat-suratnya.

End of Pov.

“ Jujur, awalnya aku merasa kurang pe-de untuk mendekatinya. Krystal kan sangat popular, model, dan disukai banyak pria. Aku takut dia akan menolakku sebagai umm… well, kukira kau lebih tahu. Bukankah Krystal sering curhat kepadamu ?”
Sulli menahan diri untuk tidak meneriakkan kekesalan hatinya, bahwa semua persahabatan mereka hanyalah kebohongan yang dirangkai Krystal untuk Choi Minho, demi menyelamatkan diri dari Kai.

“ Sulli ??” kata Minho lagi, sekarang Sulli mengangkat wajahnya.

“ Gadis yang aneh.” Fikir Minho

“ Kata Krystal, kalian di luar sekolah cukup dekat ya ?”

Sulli mengangguk.

“ Aku tidak tahu mengapa… tetapi sejak tadi sepertinya kau tidak mau menjawab pertanyaanku. Apakah aku membosankanmu ? Menakutkanmu ?”

Akhirnya kata-kata yang sejak tadi berkecamuk dalam pikirannya, dikatakan juga. Reaksi Sulli sungguh hebat, kalau bisa … mungkin Minho agak berhasil mengusiknya. Sulli terperanjat, kemudian menjawab gugup dan cepat.

“ Tidak ! Bukan begitu…hanya…”

“ Hanya ?”

“ Tidak apa-apa.”

“ Sejak kapan kalian bersahabat ?”

“ Sejak semester kemarin, saat aku tinggal di asrama.” Sulli menggigit bibir teringat perjanjiannya dengan Krystal .

“ Oh… tetapi kenapa di sekolah kalian tidak terlihat akrab ?”

“ Karena… karena aku tidak mau…”

“ Tidak mau apa ?”

“ Tidak mau membuatnya malu…”

“ Wae ? Mengapa kau bisa membuatnya malu ?”

“ Krystal sangat popular, aku tak mau ia mengalami banyak kesulitan karena aku. Semua orang di sekolah membenciku.”

Minho terkejut mendengar jawabannya. Ia merasa mungkin itulah yang membuat gadis di hadapannya terlihat bertingkah aneh. Gadis ini terlalu berlebihan dalam menilai dirinya sendiri. Ataukah dia memang gadis introvert ?

“ Aku tidak membencimu.” Kata Minho dengan mata menyipit.

“ Umm.. mungkin karena Krystal .”

“ Aku tidak menyukai atau membenci seseorang karena Krystal. Kalaupun aku tidak kencan dengan dia, aku tidak membencimu.”

“ Eh… terimakasih.”

“ Untuk apa ? Aku tidak berbuat kebaikan apapun kepadamu.”

“ Untuk tidak membenciku…” jawab Sulli kembali menyerupai gumaman.

Minho tertawa tiba-tiba, ia merasa jawaban Sulli lucu. Tetapi tawanya terhenti ketika melihat wajah gadis di hadapannya memerah. Baginya sahabat Krystal ini benar-benar unik. Belum pernah ia bertemu gadis seaneh dan sepolos dia.
Karena tak mau membuatnya tambah kikuk dan menghabiskan waktu berlama-lama, Minho berdiri untuk mengajaknya pulang.

“ Aku tidak membenci orang bukan berarti aku berbuat baik padanya. Kau ini gadis yang aneh, Sulli. Ngomong-ngomong, sebaiknya kita segera pulang sebelum terlalu malam.”

Sulli segera berdiri,” Ya, ini sudah mulai malam. Annyeong…” dia membungkukkan badan sedikit.

“ Annyeong ??” Minho mengerutkan keningnya,” Apa maksudmu ? Kau mau pergi juga ?”

“ Aku… tidak. Aku mau pulang.”

“ Kalau begitu kita pulang bareng.”

“Aku..aku bisa naik bis untuk pulang.” Tolak Sulli

“ Oh..tidak!! Itu bukan diriku, kalau meninggalkan gadis yang kujemput dari rumahnya, di jalanan. Karena aku yang menjemputmu, maka aku berkewajiban mengantarkanmu sampai ke rumah dengan selamat. Nanti apa kata orang tuamu ?”

“ Tidak. Aku bisa pulang sendirian. Sungguh !!”

“ Dan aku tak bisa meninggalkanmu di sini. Ayolah , nanti orang tuamu cemas !”

“ Tapi orang tuaku tidak ada !”

“ Eh ??” Minho berpaling ke arah Sulli dan menatapnya,” Apakah kau tak punya orang tua lagi ?”

“Aniya !! Orang tuaku ada di Inggris. Mereka bekerja di sana .”

“ Benarkah ? Itukah sebabnya kau pernah tinggal di asrama ? Lalu kenapa sampai kau keluar dari asrama ? Dan… itu bukan alasan kau menolak kuantar. Apa kau tidak menyukaiku ?

“ Tidak !! Bukan begitu. Aku menyukaimu !!”
Sulli menggigit lidahnya, menyesali kata-kata ceroboh yang terpeleset dari bibirnya. Kekhawatiran akan reaksi negatif Minho membuatnya mengkerut.

“ Nah, baguslah. Kau sahabat Krystal, maka aku harus mengenalmu. Kita bisa menjadi teman sejak sekarang. Bagaimana ?”

“ Jangan !!”

“ Jangan ?”

“ Jangan berteman denganku, nanti kau akan menemui banyak kesulitan.”

Minho terhenyak, melihat kembali ke arah Sulli.

“ Tidak. Aku tak akan mendapat kesulitan kalau berteman denganmu. Kau ini aneh !! Ayo !! Sambil jalan nanti aku ceritakan siapa diriku, dan aku juga mau tahu banyak soal kamu. ”

Minho menarik pergelangan tangan Sulli, dan membawanya menuju tempat mobilnya terparkir. Sontak, hal itu membuat Sulli benar-benar tak bisa bicara, apalagi menolak. Kehangatan yang keluar dari genggaman Minho perlahan-lahan menjalar ke dalam dirinya. Memenuhi seluruh tubuhnya dengan kehangatan yang menyenangkan.

Ô

Mobil meluncur membelah jalanan Myeongdong yang padat oleh pejalan kaki. Lampu-lampu sudah mulai semarak di sepanjang trotoar. Suara-suara musik dari pertokoan terdengar samar-samar, bercampur aduk di udara yang lembab.

Sulli duduk diam di kursi penumpang, tangannya terkepal dan mulai berkeringat karena tegang. Minho yang duduk di belakang kemudi, menyadari sekali ketegangan gadis yang duduk di sisinya. Tegang dan pucat, matanya terpaku pada jalanan dengan mimik yang sulit untuk dilukiskan. Sepertinya gadis ini lebih tegang daripada saat dia menjemputnya tadi siang.

“ Apakah yang dipikirkannya ? Kenapa dia terlihat begitu tertekan ? Apakah dia selalu begitu ?Aku ingat kalau Krys pernah mengatakan bahwa Sulli seorang yang tertutup dan sangat pemalu. ”

Ingatannya kembali pada saat pertama dia menitipkan surat padanya. Saat itu Sulli tampak gugup dan ketakutan. Dan keadaannya sekarang dua kali lipat dari waktu itu.

“Sepertinya untuk orang seperti Sulli, aku harus banyak bertanya untuk menggali informasi darinya. Krystal adalah gadis yang lincah dan popular, dia tak akan kekurangan teman di mana pun. Tetapi yang membuatku heran mengapa dia tertarik berteman dengan gadis seperti Sulli ? Aku yakin, pasti ada hal menarik dari Sulli yang membuat pacarku tertarik dan suka bersamanya. Dan aku harus mengetahuinya, supaya Krystal menjadi lebih senang kepadaku.”

Choi Minho berdehem untuk menarik perhatian Sulli, otaknya berputar memikirkan pertanyaan apa yang harus dibuat untuk memulai percakapan dengan gadis ini.

“Inilah Seoul di akhir minggu, ramai dan padat. “ kata Minho berusaha membuka percakapan dan ia tersenyum saat melihat Sulli mengangguk.

“Tadi kau bilang mengenal Krystal karena kalian pernah tinggal seasrama . Lalu, bagaimana kalian…maksudku kau dan Krystal keluar dari asrama ? Bukankah orang tuamu tidak ada di Korea ?”

“Aku tinggal bersama  kakakku, di rumahnya.”

“ Jadi kau meninggalkan asrama karena sekarang ada kakakmu ?”

“ Nae.”

“ Kau berapa bersaudara, Sulli ?”

“ Dua. Hanya aku dan kakakku.”

“ Hmm… sama kalau begitu. Aku juga dua bersaudara. Kakakku perempuan dan sudah menikah. Ia tinggal satu blok dengan kami. Aku sudah punya dua keponakan. Jadi walaupun kakakku sudah menikah ,dua keponakanku itu sering membuat rumah kami gaduh dan berantakan.” Minho mulai bercerita hal yang ringan, berharap Sulli akan menjadi lebih rileks berbicara dengannya.

Sulli Pov

Suara Choi Minho terdengar dalam dan berat. Tetapi dari nada bicaranya aku merasa dia sangat menyukai dua keponakannya. Keponakan yang beruntung, tentu saja karena memiliki paman yang menyayangi mereka. Seperti apakah kedua keponakan Minho ? Tentunya mereka sangat lucu dan lincah. Bukankah mereka sering membuat kehebohan di rumahnya ? Seperti apakah rumah Choi Minho ? Dan mengapakah tiba-tiba dia bercerita tentang keluarganya ?

“ Eh, kudengar tadi orang tuamu berada di Inggris dan bekerja di sana . Apakah mereka punya perusahaan di sana ?

“ Tidak,.” Jawabku kemudian diam, tetapi Choi Minho masih terdiam. Tampaknya ia menunggu kelanjutan kata-kataku.

“ Appa-ku bekerja sebagai konsulat di kedutaan besar di Inggris. Eomma tidak bekerja, tetapi ia mendampingi appa.”

“ Wah, tentunya menyenangkan punya orang tua yang sering bepergian ke luar negeri. Aku juga punya keinginan untuk melanglang buana…. Tetapi tentu saja tidak sekarang. Well, ayahku seorang polisi dan ibuku tidak bekerja. Tetapi ibuku suka membuat barang-barang dari tanah liat. Ia pekerja seni yang ulet. Apakah kakakmu sudah menikah ?”

“ Belum. Ia baru menyelesaikan pendidikannya. Tetapi ia memiliki usaha kecil-kecilan di sini.”

“ Lalu kenapa Krystal keluar dai asrama ?”

Aku terdiam, tak bisa menjawab sepatah katapun. Aku tidak mengenali Krystal dengan baik sehingga tak tahu kenapa dia keluar dari Asrama.

“Apakah itu karena jadwalnya sebagai model tak bisa ditoleransi lagi aleh fihak asrama?”

“ Mungkin.” Kataku, merasa tak yakin.

“Sulli, bolehkah aku bertanya sesuatu tentang Krystal kepadamu ?”

Aku merasa mulai tidak enak dengan arah percakapan ini, aku takut kebohongan Krystal akan terbongkar karena demi Tuhan, aku tak tahu sama sekali soal Krystal selain dari apa yang kudengar dan kulihat.

“Apakah Krystal pernah bercerita tentang lelaki lain, selain diriku ?”

Degg!

Jantungku tiba-tiba saja berpacu lebih cepat. Siwon oppa pernah berkata bahwa aku tidak pandai berkata bohong, aku takut sekali.

“ Aniya…” kataku berdusta.

Ya, tentu saja Krystal sering berbincang-bincang tentang lelaki yang digaetnya kepada teman-temannya di asrama. Biasanya mereka berbincang di saat makan pagi atau makan malam bersama. Selain itu, Krystal juga memiliki pacar bernama Kim Jongin yang tadi bertemu denganku. Kim Jonginlah yang membuat Krystal pergi meninggalkan Choi Minho dan aku.Tetapi tentu saja itu tidak boleh kuceritakan kepada Choi Minho, bukan ? Aku tidak mau Krystal menjadi marah dan membongkar rahasiaku kepadanya.

“ Krystal seorang gadis yang baik,kan ?”

“ Nae.”

“ Apakah memang teman-teman gengnya tidak menyukaimu ?”

Bukan hanya teman gengnya, bahkan Krystal membenciku melebihi mereka. Bahkan dia akan membenci orang-orang yang dekat denganku. Tentu saja aku menjawab ini hanya dalam hati.

“ Sulli ?”

“ Huh ??” aku kaget, dan sejenak melihat ke arahnya. Rupanya dia menunggu jawaban atas pertanyaannya tadi.

” Ah…nae.”

Aku menjawab secepatnya, tak urung aku merasa wajahku kembali panas. Sepertinya aku harus bisa mengendalikan diri di depan Choi Minho. Dia mengantarku pulang, ternyata hanya untuk menggali keterangan lebih banyak tentang Krystal.

“Kenapa mereka tidak menyukaimu, sedangkan Krystal menyukai bahkan bersahabat denganmu ?”

Kulirik , Choi Minho yang masih mengarahkan pandangannya ke jalanan yang mulai tidak begitu ramai, bagaimanapun kami telah keluar dari Myeongdong memasuki jalan utama yang lengang.

“ Mm.. mungkin untuk jawabannya bisa ditanya pada Krystal langsung.”

Aku mencoba menghindar dari pertanyaan konyol itu. Ya, itu konyol…menanyakan perasaan seseorang pada orang lain ! Bagaimana aku bisa tahu ? Berbicara dengan Krystal pun aku tidak pernah. Kecuali…. Ya, kecuali kalau Krystal yang memulainya.
Tentu saja, selama ini Krystallah yang selalu memulai percakapan di antara kami. Percakapan bisnis. Yacks !!

“ Oh iya ya….!”

Dia tertawa, suara tawanya menggetarkan jauh ke dalam dadaku. Tuhan… aku mohon cepatlah sampai ke rumah, beberapa menit bersama lelaki ini membuatku antara hidup dan mati. Seandainya aku tak memiliki perasaan gila seperti ini, tentunya aku bisa tampil lebih santai sepertinya

Tapi… bisakah aku tampil santai di hadapan orang lain selain kakakku Siwon oppa ? Haist !!
Setelah pertanyaan itu, Choi Minho tidak bertanya lagi. Ia tampaknya memusatkan perhatian ke jalanan dan menambah kecepatan laju mobilnya.

End of Pov.

Memasuki blok rumah kediaman Suli, Choi Minho melambatkan mobilnya dan menghentikannya tepat di depan rumah Sulli . Sekilas Sulli melihat lampu ruang depan masih menyala, ia bisa memastikan Siwon sedang menunggunya.

Minho keluar dari mobil, berjalan memutar kemudian membukakan pintu depan untuknya. Sulli menjadi kikuk dan jantungnya berdebar tak menentu. Tak biasa dengan perlakuan baik seseorang kepadanya.

“ Terimakasih telah mengantarku pulang.” Gumam Sulli.

“ Dengan senang hati.” Jawab Minho dengan tersenyum.

Sulli tak berani mengangkat wajahnya, ia berdiri mematung menunggu Choi Minho pergi dari situ. Tetapi setelah masuk ke mobilnya, Choi Minho tidak menghidupkan mesin mobilnya sama sekali. Ia malah membuka kaca mobil dan berteriak dengan suara khasnya

“Masuklah dulu, aku nggak akan pergi sebelum kau masuk ke dalam rumahmu.”

Sulli tergugu, bingung antara tetap diam atau harus menurutinya. Ia diajarkan orang tuanya untuk bersikap sopan kepada tamu, menunggu mereka pergi baru kembali ke rumah. Dan baginya, Choi Minho adalah tamunya. Namun sebenarnya, kebahagiaan menyelinap ke dalam dadanya menyadari perhatian Minho. Dia memang seorang gentleman !

“ Serius Sulli, masuklah dulu. Saya harus yakin kau sampai ke rumahmu dengan selamat. Kalau terjadi apa-apa padamu, Krystal akan marah besar.”

Seeett….Kebahagiaan tadi langsung menyusut.

“Tentu saja ia melakukan itu untuk Krystal, Sulli ! Jangan mimpi dan mengkhayal terlalu tinggi , kalau jatuh kau akan kesakitan !!” Sulli berusaha mengingatkan dirinya sendiri.

Setelah mengangguk, Sulli berbalik. Tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan Minho.

“ Sulli, saya senang mengenalmu. Yakinlah, tidak semua orang di sekolah membencimu. Saya termasuk di dalamnya. Selamat malam !!”

“ Oh Tuhan, Choi Minho tidak membenciku ! Dia tidak seperti laki-laki lain di sekolahku !!

“ Selamat malam .”

Jawab Sulli tanpa menoleh, kemudian ia melangkahkan kakinya kembali. Kegembiraan yang meledak karena kata-katanya, membuat dadanya terasa begitu sesak, dan tanpa daya ia merasakan matanya panas. Kemudian sebutir air mata terjatuh di pipinya.

Air mata kebahagiaan darinya .

Dari seorang Choi Minho.

Karena dia tidak membencinya. Dan itu sudah lebih dari cukup untuknya….dari apapun !!

‘⇐ T B C

Note :

Chingu, karena nama reader  yang berkomentar dan muncul di Word Press ini  tidak sama dengan yang ada di face book, maaf kalau mentag nama kalian Eonni jadi susah melakukannya. Soalnya eonni tag namanya dengan menggunakan FB. Jadi kalau ada yang sudah berkomentar tapi namanya tidak ditag mohon maaf banget .

Bagaimanapun terimakasih untuk komentarnya ya… komentar kalian benar-benar jadi penyemangat buat eonni melanjutkan cerita ini. Maaf saja kalau nge-post-nya tidak terlalu sering, ini bersinggungan dengan kesibukan eonni.

Sekali lagi terimakasih untuk komentarnya. 😀 😀

Advertisements

116 thoughts on “Secret Admire (Part.4)

  1. Emmm suka moment di end, sulli sampai terharu sama ucapan minho..
    Kisah yg melibatkan cinta bertiga akan dimulai, benih2 cinta sulli untuk minho semakin besar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s