the UNPOPULAR one [Part 5]

10719163_1481805338760758_1450524146_n

the UNPOPULAR one

Pairing : CHOI MINHO, CHOI SULLI

Support cast : SHINee, Kristal Jung, Luna Park, Hwang Kwanghee, Choi Siwon, Im Yoona, and other

Author : suelli4ver

Translator : lihat di komentar hahahaha 😀

Original Link : klik here

editor : iswarii23

Lenght : Chaptered

Genre : Romance, School life, Comedy

Biology and Cockroach

* Mapo District, Seoul *

* Sulli POV *

Aku membuka mata setelah mendengar suara ayam dari alarmku. Aku mencoba bangkit tetapi kembali berbaring di tempat tidur karena merasa kepalaku berat . Aku meletakkan telapak tanganku didahi dan mendesah —- aku demam.

Aku memejamkan mataku selama dua menit dan membukanya lagi ketika ingat akan ada kuis di pelajaran biologi hari ini. Kuis ini sangat penting dan aku telah belajar keras untuk itu. Dengan kepala pusing dan badan yang lemah, aku bangun dari tempat tidur.

Sebelum mandi, aku mengambil parasetamol dan berdoa semoga demam ini akan mereda segera.

.

.

Mengenakan seragam putih dan rok sekolah berwarna biru, aku menuju ke ruang makan untuk sarapan dengan keluarga ku .

“Selamat pagi Appa, Eomma“, aku berkata dan mencium orang tua ku dan kemudian duduk dikursi.

“Wow, omelet sayur”, aku memegang sumpit logam dan mengambil dua potongan omelet, tiga potong tahu, beberapa kaktugi (lobak kimchi) dan semangkuk nasi dengan kacang merah dan kacang hitam. Aku harus makan banyak untuk mendapatkan kembali energy ku

“Di mana Yoona? Apakah dia sudah pergi kuliah?”, Appa bertanya

Aku mengangguk. “Appa, Eonni menangis tadi malam, aku pikir dia putus dengan pacarnya kemarin”, kataku.

“Itu bagus, dia harus memprioritaskan kuliahnya dari pada kehidupan cintanya.”

“Kau sungguh tidak masuk akal Appa, Eonni bukan anak kecil lagi dan mereka tampaknya saling mencintai satu sama lain “

Appa mencondongkan tubuhnya ke depan. “Dan apa yang kau ketahui tentang cinta young girl? Apa kau diam-diam juga berpacaran dengan seseorang sekarang?”, tanyanya curiga.

Aku memanyunkan bibirku. “Tentu saja tidak! Aku terlalu muda untuk cinta.”

“Sekolah dulu sebelum berpacaran mengerti”, Appa mengingatkan. “Jangan membuatku kecewa seperti yang Eonnimu lakukan “

Aku hanya mengangguk.

.

.

* Namsam high school *

.

.

Aku meraih buku pelajaran biologi di locker. Aku mengerjapkan mata dua kali ketika merasa pandanganku kabur tiba-tiba karena demam ini. Parasetamol yang telah ku minum sebelumnya , sepertinya tidak membantuku menghilangkan demam ini.

Dengan langkah yang lambat, aku berjalan menuju kelas biologi. Aku tersandung dan jatuh di lantai ketika seseorang sengaja menyenggolku. Aku hampir mencium lantai yang dingin jika saja aku tidak menjatuhkan telapak tanganku untuk menghindari wajah cantikku ini manyentuh lantai.

Para siswa yang menyusuri lorong hampir semuanya tertawa saat melihatku yang sedang jatuh. Aku mengangkat kepalaku dan kemarahan langsung mengalir di aliran darah ku ketika aku melihat si bajingan sombong berdiri dengan cool dan tertawa senang..

“Selamat pagi Nona menjijikkan!” Dia menyapa ku. “Aku kira hari ini akan menyenangkan dan penuh petualangan bagi kita.”

Aku mengertakkan gigi. Si phobia kuman ini ingin mencari petualangan hari ini huh? Well, tunggulah pertualanganmu Choi Minhooo!

Taemin melirik ke arah Minho sebelum membungkuk untuk membantuku berdiri. Minho mengerutkan kening dan memberikan tatapan aneh ke arah Taemin karena telah membantu ku.

“T-terima kasih” kataku.

“Kau tampak begitu pucat, kau ingin aku membawa mu ke klinik sekolah?”, Taemin berkata dengan khawatir dan prihatin.

Aku menggeleng dan tersenyum “Aku baik-baik saja”, kataku dengan letih. “Aku akan pergi duluan,” kataku lagi padanya.

Aku menuju ke kelas sambil memikiran rencana balas dendam terhadap Choi Minho.

.

*No One POV*

* Lab Biologi *

Setelah pelajaran biologi, semua murid kelas tiga kelompok A pergi ke lab yang terletak di lantai 3. Sulli berjalan ke sekitar ruangan, dia melihat lima meja panjang, kursi tinggi, mikroskop dan peralatan laboratorium lainnya di dalam. Beberapa siswa anehnya melihat guci kaca di cabinet. Sulli bergabung dengan teman sekelasnya. Di dalam guci ada binatang yang telah di formalin —- katak, ular, kucing dan banyak lagi. Juga ada beberapa hewan seperti kura-kura dan kelelawar yang diawetkan dalam bentuk taxidermy.

Minho terus menyemprotkan air freshener 99,9% ke seberang ruangan sebelum duduk di bangku tinggi, ia mengusap dan menyemprotkan kursi dengan alkohol dan air freshener. Sulli menatap sengit kearah Minho saat Minho duduk di sampingnya. Lelaki itu mengabaikan kehadirannya seolah-olah dia tidak ada di planet bumi dan melanjutkan penyemprotan air freshener nya kembali.

.

.

Sulli membuka buku lab manual untuk membaca aktivitas mereka tapi kemudian dia merasa jengkel oleh air freshener Minho. Aroma lemon membuat hidungnya mati rasa dan pandangannya mulai kabur karena pusing. Setelah dua menit, dia menutup matanya dan kemudian membukanya kembali setelah pandangannya kembali normal.

Sulli berbalik dan memukul keras lengan minho. “HEI! Berhenti meyemprotkan air freshener , itu membuatku sakit kepala dan indra penciuman ku sekarang rasanya tidak berfungsi karena penyemprotan bahan kimiamu itu! “

Minho merengut kepada Sulli. “Yah, maaf untuk mengatakan ini, tapi aku tidak akan pernah berhenti, Nona Menjijikkan dan aku tidak peduli jika indra penciumanmu sekarang tidak berfungsi. Kesehatanku lebih penting daripada kehidupan indra penciumanmu”, katanya.

Pipi Sulli yang memerah karena marah, suhu tubuhnya naik empat puluh derajat celcius karena kesal. Dia mencengkeram penanya erat karena dia sangat tergoda untuk mencekik leher minho sekarang. Kemudian matanya bergerak turun ke lantai dan melihat kecoa mati di bawah meja. Sebuah ide cemerlang muncul di pikirannya.. Dia melemparkan sekilas pandangan pada Minho yang sibuk membaca buku manual laboratorium sebelum membungkuk untuk mengambil kecoa mati. Sulli tidak punya phobia pada hewan atau serangga sehingga hanya mengangkat kecoa dengan tangan kosong. Tanpa aba-aba dia melemparkan kecoa mati kearah Minho.

Minho melompat seperti tupai ketika kecoa mendarat di depannya. Dengan ketakutan, dia melompat keluar bangku dan menepis serangga mati itu jauh-jauh darinya.

“Shiiiit !!!” katanya benar-benar malu.

Teman sekelas mereka mengangkat kepala mereka dan menatap Sulli dan Minho, sebagian besar dari mereka mengangkat bahu dan menggelengkan kepala mereka karena mereka sudah begitu sering dan bosan melihat drama pertengkaran Sulli dan Minho.

“Apa yang kau pikirkan akan terjadi jika kita mengunci Sulli dan Minho dalam satu ruangan?”, Jinki bertanya kepada Key.

“Aku 100 % yakin, mereka akan membunuh satu sama lain”, katanya.

“Atau mereka mungkin jatuh cinta …” Jonghyun berkata.

Taemin tetap diam sambil menatap Sulli. Sebenarnya, dia sudah diam-diam menyimpan perasaan untuk Silli sejak kelas satu. Sayangnya Taemin tidak cukup berani untuk mengakui perasaannya karena takut mungkin Sulli akan menolaknya.

“Aku akan berurusan denganmu nanti Choi Sulli!” Kata Minho marah sebelum keluar dari ruangan lab untuk mencuci tangannya ke kamar mandi.

Sulli menjulurkan lidahnya dan kemudian tertawa penuh kemenangan.

.

.

Kelas telah berakhir pada pukul 5:00 sore, para siswa buru-buru meninggalkan sekolah dan Sulli dibiarkan berjalan sendirian menyusuri lorong. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan dia merasakan lemah pada lututnya. Sulli meletakkan tangan kanannya di perutnya ketika ia merasakan mual.

“Oh Tuhan, aku pikir aku akan muntah”, dia berkeringat dan seluruh tubuhnya gemetar.

“HEI nona menjijikkan!” Minho memanggil dari belakang.

Sulli berbalik lemah untuk menghadapi minho. Melihat ekspresi gelap pada wajah Sulli, Minho berhenti beberapa langkah darinya lalu mengerutkan kening ketika ia melihat wajah Sulli yang pucat .

“A-apakah kau sakit?”, tanyanya mengerutkan kening.

Alih-alih menjawab pertanyaannya, Sulli memegang lengan Minho ketika merasa lututnya mulai lemas seperti jelly.

“Y-Ya! Apa yang kau lakukan! Lepaskan tanganmu dari ku!”, katanya. Karena terkejut.. Minho mencoba untuk melepaskan tangan Sulli dari lengannga tapi jari-jari Sulli mencengkeram sekitar lengan nya seperti tamanan ivy.

Kemudian Sulli mulai muntah pada kemeja Minho. Minho tetap beku seperti patung es setelah Sulli menuangkan semua muntahannya di kemejanya.

“Aku-aku sangat menyesal …” Sulli meminta maaf sebelum ambruk di lantai.

Minho tiba-tiba merasa bingung, dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan pertama … menyeka muntahan menjijikkan di kemejanya atau memeriksa Sulli yang tergeletak pingsan di lantai?

“Aish! Aku benar-benar benar-benar membencimu Choi Sulli!” Gumamnya marah. Dia memutuskan untuk memeriksa Sulli pertama, mengabaikan bisikan samar di bagian belakang otaknya bahwa ia harus menghapus muntah pertama.

Dengan sedikit ragu-ragu, Minho menunduk dan menyentuh keningnya.

“Omo! Dia demam” serunya.

Minho mengambil napas dalam-dalam dan membawa Sulli dalam pelukannya (bride style) kemudian berlari menuju klinik sekolah.

Ketika tiba di klinik, Minho dengan lembut membaringkan Sulli ke kasur. Perawat Wang segera memeriksa Sulli. Menempatkan termometer di bawah ketiak Sulli dan memeriksa tekanan darahnya.

Minho berdiri di samping tempat tidur dengan cemas. Untuk pertama kalinya dalam delapan belas tahun kehidupannya, dia mengabaikan kemungkinan bahwa ia mungkin akan terkontaminasi dengan apapun virus yang Sulli miliki dari muntah menjijikkan di kemejanya.

Perawat Wang mendesah. “Empat puluh derajat celcius, ini demam yang tinggi”, katanya dan meraih teleponnya. ” Aku harus memberitahu orang tua Sulli tentang kondisi putri mereka”. Untungnya, Perawat Wang adalah teman Eomma Sulli.

Minho menatap Sulli dan dengan lembut mengangkat beberapa helai rambut dari wajahnya. Minho melihat ke arah bibir Sulli yang sedikit terbuka dan merasa tiba-tiba jantungnya berdebar.

“Apa sih yang salah dengan ku?” Tanyanya, benar-benar bingung.

“Aku sudah menelepon \Eomma nya, kau bisa pergi sekarang Minho” kata Suster Wang.

Minho dengan sopan mengangguk dan melirik terakhir kearah Sulli sebelum pergi dari klinik.

To be continue…

.

.

Translator note : hahaha Minho udah mulai naksir Sulli ni , gimana? Eh btw belum pernah pov minho ya? Kita tunggu saja, bay bay ~

98 thoughts on “the UNPOPULAR one [Part 5]

  1. Cieee ada yang berdebar tuuhhh
    Kayanya bakalan ada kabar baik di chapter berikutnya hahay deuh
    Sulli tuh Bakteri baiknya mino hahaha
    Oh my go andweeee itu kecoa loh sull, serangga yg mengerikan, menjijikan, dsb. ohh noww jangan kecoa lah aku ikutan geliii iiiuuhh

  2. yang ditunggu-tunggu akhirnya datang. benih-benih cinta tumbuh bagai….*malah berpuisi -_-
    asik…minho mulai suka sam sulli? acie ehem ohok-ohok…tinggal sullinya aja nih hehehe
    lanjut oen…

  3. Ini ceritanya yang kecepatan atau aku yang bacanya kecepetan ya *abaikan
    minho ga jijiknya sama muntahannya sulli atau jangan jangan dia udah mulai suka? Asikk..

  4. Omona, so sweet…..
    Minho bisa mengabaikan semua serangan virus yg akan bersarang ditubuhnya untuk kecemasannya melihat sulli sakit…
    Eyy eeyy eeyyyy ada yg jatuh cinta nih kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s