Secret Admire ( Part.5)

SA

Judul : SECRET ADMIRE

Author : Mataharidina

Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Jung Krystal , Choi Siwon, Kim Jongin

Rated  : General

Length : Chaptered

Genre  : Romance, Friendship,Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan Mengagumi seseorang bisa membahagiakan Mengagumi seseorang bisa membingungkan Mengagumi seseorang bisa menyakitkan Mengagumi seseorang bukan pilihan

Like Uncle Like Nephew

⊂⊃

Sulli berdiri di depan pintu, berusaha menenangkan dirinya dan menghapus air mata yang mengalir terus. Dia tak mau Siwon, kakaknya, melihatnya dalam keadaan seperti itu.

Tiba-tiba pintu terbuka.

Sulli menyembunyikan tubuhnya di balik bayangan, menghindari cahaya lampu. Tetapi keinginannya untuk bersembunyi, gagal. Tiba-tiba ia merasa sebuah tangan yang kuat dan hangat memeluknya.

“ Ada apa princess ? Kenapa kau menangis ?”

Siwon menarik adiknya ke dadanya, menenggelamkan kegalauan adiknya dalam kasih sayang, yang diyakininya akan mengobati apapun yang dirasakan Sulli saat ini.

Untuk sesaat mereka membisu.

Sulli menumpahkan tangisnya di pelukan sang kakak.

Beberapa saat kemudian, ia mengangkat wajahnya dan menghadapi tatapan kakaknya yang begitu intens.

“Kau mau membaginya denganku, princess ?” Tanya Siwon lembut.

Sulli mulai mengembangkan senyum di bibirnya.

“ Saya sangat bahagia sekarang.”

“ Karena aku memelukmu ?”

“ Salah satu diantaranya itu.” Mata Sulli berkilau tertimpa cahaya.

“ Dan yang lainnya ?”

“ Karena tidak semua orang di sekolah membenciku.”

“ Bagaimana mungkin orang bisa membencimu Princess ? Kau sangat baik kepada semua orang, dan kau sangat manis…”

“ Kemarin aku tidak percaya karena yang berkata adalah kakak yang menyayangiku. Tetapi hari ini aku percaya karena ada orang lain yang mengatakannya kepadaku.”

“Huh ? Jadi kau lebih percaya orang lain daripada kakakmu sendiri ?”

Sulli tersenyum, menarik tangan Siwon untuk masuk ke dalam rumah. Pipinya terlihat memerah, menimbulkan kehangatan di dada Siwon. Kehangatan yang membuatnya nyaman dan tersenyum.

“ Sepertinya adikku mendapatkan kebahagiaan malam ini, huh ?” godanya.

“ Nae.” Sulli berbalik ke arah Siwon, kemudian mendaratkan ciuman ringan di pipi kanannya.

“Waeya…?” Siwon tertawa gembira .

“ Terimakasih telah menjadi kakak yang baik untukku. Aku akan istitahat dulu, nae !”

Sulli berbalik lagi kemudian berjalan cepat menuju kamar tidurnya, melihat itu Siwon secepatnya protes.

“ Yaah, Sulli ! Oppa menungguimu sejak tadi. Apakah kau tidak akan berbagi cerita denganku ? Tentang film…atau orang special ?”

Sulli langkahnya tertahan,” Tetapi tak ada orang special…”

“ Tetapi apakah malam ini spesial untukmu ?”

“ Nae. Sangat !!”

Sulli membuka pintu kamarnya dan masuk, meninggalkan kakaknya yang masih berdiri menatapnya.

Sekilas, Siwon melihat wajah adiknya merah dan senyuman tersungging di bibirnya, sebelum ia menutup pintu.

Dan ia bisa tidur nyenyak malam ini. Bagaimanapun… dan apapun yang terjadi, dirinya yakin adiknya telah menemukan malam yang special di masa remajanya.

“Semoga ini menjadi awal dari segalanya, Sulli.” Desahnya.

Lima hari kemudian….

Langit Seoul cerah hari itu, dengan langkah yang tegap Minho menyusuri pertokoan di daerah Songpa-gu.

“ Paman, katanya kita akan ke Lotte world !! Pacar Paman akan membawa kami ke Lotte world.  Benar , kan ?”

Minho tersenyum ,” Nae, Min Seo. Tetapi ingat jangan minta macam-macam ya ! Dan jangan lepaskan tangan kakakmu!!”perintahnya pada seorang gadis kecil berpipi chubby yang berjalan bergandengan dengan seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 7 tahunan.

“ Paman, apakah pacar Paman itu cantik ?” Tanya anak gadis itu lagi.

“ Diam Min Seo ! Lihatlah Paman Minho mulai marah !!” kata anak lelaki itu pada adiknya.

Gadis kecil itu langsung merengut.

“ Ayo kita tunggu di bagian depan, supaya kita dapat melihat orang-orang yang masuk !”

Minho membawa keponakannya ke sebuah bangku panjang dan duduk di sana. Matanya yang besar mengamati setiap orang yang ada di sana. Tiba-tiba ponselnya bergetar, dan mulutnya tersenyum gembira melihat sebuah nama.

“ Annyeong Krys… ya aku dengan keponakanku sudah menunggu di depan…”

Minho menjauhkan handphone dari telinganya, ada kerutan dalam di antara kedua alisnya.

“ Tenang Krys, keponakanku tidak menggigit… lagipula kebetulan ia kujanjikan untuk ke sini. Min Seo kemarin ulang tahun dan aku janji sebagai kado ulang tahunnya, aku akan mengajaknya ke sini. “

Minho kembali menjauhkan handphonenya dengan perasaan yang mulai tidak enak. Ia tak mau mendengar gerutuan Krystal tentang dua keponakannya. Satu hal yang tidak disukai Minho dari Krystal, kalau marah dia tidak bisa mengontrol mulutnya.

“Ugh !! bisa-bisa telingaku pecah mendengar suara Krystal…” umpatnya diam-diam, ia tak menyadari kalau kelakuannya diperhatikan oleh kedua keponakannya.

“ Krys tenanglah, aku janji mereka tak akan membuatmu pusing. Mwo ?? Sulli ??”

Minho berdiri dari duduknya, mukanya terlihat gelisah saat ia mendengarkan penjelasan Krystal.

‘ Tapi Krys, aku tidak bisa mempercayakan mereka padanya…. Aku….”

Minho tidak menyelesaikan kata-katanya karena Krystal mematikan teleponnya. Dengan gusar ia melihat kedua ponakannya yang menatapnya penuh harap. Min Seo baru berumur 5 tahun dan Yoogeun 7 tahun, tak mungkin menyerahkan mereka pada pengawasan seorang Choi Sulli. Bukan ia tak percaya Sulli, tetapi dia tidak yakin dengan kelincahan Yoogeun dan kecerewetan Minseo. Ibunya saja sering kewalahan di rumah, apalagi Sulli yang bertubuh gendut. Ia takut justru Sulli malah pinsan dan akan merepotkan banyak orang di Lotte.

“Bagaimana ini ? Apa yang harus kulakukan ? Krystal sepertinya tidak mau terganggu oleh mereka. Bodohnya aku lagi… masa kencan bawa anak kecil !! aargh…!!!!”

“ Minho oppa !!”

Minho tersentak dan menoleh ke arah suara, ia menahan nafas terpesona dengan kecantikan Krystal. Hari itu Krystal mengenakan dress dengan bagian bahunya yang terbuka, kulitnya yang putih terlihat bersinar. Tubuhnya yang langsing terbungkus sempurna dengan dress yang menawan. Di belakangnya seperti biasa berdiri Sulli , mengenakan kemeja yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang bulat. Kaca mata besarnya bertengger dan menyembunyikan matanya yang selalu menunduk, seolah takut terkena sinar matahari.

“ Persis seperti bodguardnya….” Pikir Minho diam-diam, dan dia tersenyum dengan pikirannya tersebut.

Tubuh kedua gadis itu terlihat kontras, Minho tak habis fikir kenapa Krystal dan Sulli bisa begitu akrab di luar sekolah, karena dari beberapa kali pertemuan yang dilakukannya Sulli tak pernah lepas untuk ikut. Tentu saja alasan Krystal adalah untuk mengelabui orang tuanya supaya dia diijinkan pergi ke luar.

Bagi Minho itu tidak masalah, hanya terkadang timbul rasa kasihan dan rasa tidak enak kalau harus membiarkan Sulli melamun sendirian. Dan terkadang ada rasa terganggu juga, mengingat dia tak bisa bebas berbincang dengan Krystal. Tetapi bagaimanapun ada saat-saat dia menyukai acara kencan mereka, yaitu di penghujung kencan, di saat ia telah mengantarkan Sulli ke rumahnya dan memiliki waktu berdua saja dengan Krystal.

“ Dan tampaknya, hari ini aku tak bisa mendapatkan waktu yang menyenangkan itu.” Pikirnya kecewa.

Bagaimana tidak, dua keponakannya ikut bersama. Dan ia tak akan bisa berduaan dengan Krystal selama keponakannya ada. Tetapi ia tak bisa apa-apa, karena ia ditugaskan kakaknya untuk menemani keponakannya ke Lotte world, sementara kakaknya melakukan pekerjaannya tanpa diganggu si kecil.

“ Hai sayang….” Kata Minho, menyambut pelukan Krystal dan mencium pipinya sekejap, kemudian ia melihat Sulli .

Diam-diam tersenyum melihat pipi Sulli yang merah, walaupun sudah berulang kali melihat kemesraannya pada Krystal, tampaknya Sulli belum bisa menghilangkan jengahnya .

“ Hai Sulli, bagaimana kabarmu ?”

“ Tentu saja dia sehat, Oppa . Kalau dia tidak sehat, tak mungkin lah dia ikut kita ke sini. Benar kan, Sulli ?”

“ Nae.”

“ Oh iya, Krys kenalkan ini dua keponakanku Kim Yogeun dan Kim Minseo. Ini Krystal, pacar Paman.”

Dua anak kecil itu menyalami Krystal, yang disambut Krystal dengan senyuman paling lebar… senyuman yang dikenal Sulli sebagai “senyuman palsu”, karena terlihat begitu dibuat-buat.

“ Hallo Eonni, Minseo imnida…”

“ Hallo anak-anak… kalian lucu sekali !”

“ Aku bukan anak-anak lagi. Appa selalu bilang kalau aku sekarang mau menjadi anak besar !”

Yoogeun cemberut, tidak senang dengan kata-kata Krystal.

Sulli diam-diam menahan senyumnya, melihat kepolosan kedua anak-anak yang lucu tersebut.

“ Dan ini Sulli, teman Krystal.” Kata Minho.

“ Hallo Sulli eonni, Minseo imnida….Sulli eonni lucu sekali.”

“ Mwo ?” Minho tertawa mendengar keponakannya.

“ Waeya paman, teman-teman eomma selalu bilang aku lucu karena aku gendut. Dan Sulli eonni juga gendut, jadi kubilang dia lucu.”

Krystal tertawa renyah, dikuti Minho. Sementara Sulli tersenyum dengan menahan rasa malu di hati.

“ Halo Minseo, Yoogeun…. Senang berkenalan dengan kalian.” Kata Sulli sambil megulurkan tangannya mengajak bersalaman.

Krystal menarik tangan Minho menjauh dari mereka, kemudian membisikkan sesuatu di telinganya.
Minho menatap Krystal, matanya menyiratkan keterkejutan.

“ Bagaimana kau bisa punya ide seperti itu ?”

“ Brilyan, bukan ?” Krystal tersenyum

“ Menyenangkan mungkin , tapi Yoogeun dan Minseo itu tanggung jawabku. Hye Kyo noona akan marah besar kalau…”

“ Kakakmu kan tidak akan tahu, Oppa. Lagi pula Sulli memang menyukai anak-anak dia tak akan keberatan. Tadi aku sudah bicara dengannya, dan ia kelihatannya sangat senang. Kau mungkin nggak tahu Oppa , kalau Sulli sangat menginginkan punya adik. Jadi menjaga mereka akan menjadi hiburan yang menyenangkan baginya.”

“ Sulli menyukai anak-anak…. Dan kau ?”

“ Aigoo Oppa … bukan berarti aku tidak suka mereka. Tetapi aku… aku hanya berfikir bahwa acara kencan kita akan habis dengan mengawasi mereka. Padahal aku ingin sekali berduaan saja denganmu, Aku kan jarang punya waktu untuk bisa pergi dari rumah dan bersenang-senang seperti sekarang. Biasanya aku selalu kerja dan kerja setiap akhir pekan .” Krystal berkata manja, tangannya menggelayut mesra pada Minho.

Minho menatap Krystal dengan bimbang, ada dua kepentingan yang berperang di dadanya.

“ Aku mengerti kondisi Krystal. Ia membutuhkan hiburan dan kesenangan di luar jadwalnya yang padat. Tetapi Minseo dan Yoogeun membutuhkan perhatian ekstra, apalagi di tempat bermain yang luar biasa besar ini. Sulli sendirian tak akan sanggup. Ini salahku…seharusnya aku memisahkan acara kencan kami dengan kujungan main anak-anak.”

“ Krystal… aku tak yakin bisa…”

“ Sebentar Oppa !” potong Krystal cepat, ia kemudian menarik Minho kembali ke dekat anak-anak itu.

“ Sulli, Kau keberatan tidak kalau harus menjaga keponakan Minho ?” Krystal tersenyum manis, tak mempedulikan wajah terkejut Minho.

Sulli tersenyum ,” Aku tidak keberatan, tentu saja. Mereka sepertinya anak-anak yang manis…”

“ Sulli, kau tidak tahu mereka lumayan nakal…” kata Minho

“ Aniya ! Aku tidak nakal !” kata Minseo dengan mulut mengerucut.

“ Nae. Dan aku bisa menjaga Minseo !” Yoogeun menepuk dadanya.

“ Nah kan Oppa, mereka sendiri mau dijagai Sulli. “

Minho menatap dua keponakannya dengan sorot mata ragu, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sulli. Ragu dengan kemampuannya menjagai mereka, Yogeun terutama. Keponakan laki-lakinya itu sangat aktif bergerak, sedang Minseo sangat cerewet. Dirinya sendiri terkadang kewalahan menghadapi mereka berdua.

“Aku tidak…”

“ Aku akan menjaganya !” kata Sulli cepat, begitu ia melihat Krystal memelototkan mata ke arahnya.

“ Tapi Sulli… “ Minho berbalik menatap Krysta l,” Krys kumohon….”

“ Oh baiklah….” Krystal tersenyum lebar kembali, membuat Sulli benar-benar cemas.

“ Aku bisa menjaganya, dan aku berjanji tak akan membuat mereka cedera…apalagi hilang.” Kata Sulli berusaha meyakinkan.

“ Well ??” Krystal menatap tajam pada Minho,” Lagipula Sulli akan cocok dengan mereka, Sulli pasti tidak akan mau mencoba permainan yang memancing adrenalin. Dan keponakanmu juga tak akan diijinkan untuk menaikinya. Masa aku harus bermain korsel  tolol itu saja ….  ”

“Begini saja, aku akan membawa mereka ke game factory.” Kata Sulli,” Tempatnya tertutup dan banyak game yang cocok untuk anak-anak. Aku janji tak akan meninggalkan tempat itu sampai kalian datang menjemput mereka.”

“Oh… great !! Terimakasih Sulli !!” Krystal memeluk dan mencium pipi Sulli.

“ Umm…baiklah kalau begitu. “ Minho menarik nafas panjang, “ Nah anak-anak, kalian ikuti Sulli dan jangan jauh-jauh darinya. Arasseo ??”

“ Aku akan menjaga Minseo. Aku sudah janji sama eomma !!” Yoogeun kembali berkata lantang.

“ Kalau begitu mari kita masuk. Paman akan mengantar kalian ke game factory.”

Sulli duduk di bangku sambil menatap Yoogeun dan Minseo yang sedang asyik bermain. Tiga jam berlalu begitu lambat. Beberapa permainan dicoba dua kakak beradik itu dengan gembira. Kemudian dia membawa keduanya untuk menikmati eskrim dan camilan yang dijual di dekat sana. Dan sekarang Yoogeun sedang bermain tembak-tembakkan dengan gaya yang meyakinkan. Sedang Minseo berusaha mendapatkan sebuah boneka dari mesin doll crane. Satu jam berlalu dengan mengamati mereka, membuatnya sedikit bosan. Ia bukan tidak menyukai keponakan Minho yang terlihat antusias bermain dengan berbagai mesin permainan.

“Sulli eonni, ayolah bantu aku mendapatkan satu boneka bebek !” Minseo menarik tangan Sulli.

“ Eh… tapi aku juga tidak bisa…” jawab Sulli bingung.

Minseo menariknya ke doll crane.

“ Bagaimana caranya ?” Tanya Sulli kikuk, ia belum pernah mengunjungi tempat seperti itu seumur hidupnya.

“ Masukkan dulu koin, nanti eonni gerakkan stik ini dan mencapit boneka untuk dibawa ke lobang.” Minseo menjelaskan.

“ Oh ?? Maukah kau memberi contoh pada eonni ?”

“ Ah nae !”

Sulli memperhatikan cara Minseo mengendalikan permainan itu, dan ia dengan cepat memahaminya.

“ Ara..ara..eonni mengerti. Mari kita coba bersama-sama !”

Ia memasukkan dua koin dan ,menggerakkan stik. Mata Sulli tertuju pada capitan dan boneka. Kemudian ia menjatuhkan capitan pada satu bebek, menggerakkannya…. Dan..

“ Aaahhhh…. !”

Sulli dan Minseo berteriak bersamaan ketika bebek itu tiba-tiba terjatuh di perjalanannya menuju lobang , kemudian keduanya tertawa.

“ Kita coba lagi eonni ?”

“ Nae. Kita coba lagi….!!”

Untuk tiga kali percobaan, hanya satu yang terhitung sukses. Yaitu yang pertama, dimana Sulli berhasil mengangkat boneka dari tempatnya walaupun harus jatuh di tengah-tengah. Dua lainnya bahkan tidak bisa menggerakkan boneka bebek itu sama sekali.

“ Lagi eonni ! Lagi eonni !!” Minseo merengek.

“ Koinnya habis, sayang.”

“ Beli saja lagi !!” Yoogeun yang sudah berdiri di belakang mereka berkata keras,” Punyaku juga sudah habis. Padahal aku belum bermain bola basket. Aku juga ingin bermain lucky ball .”

“ Nae eonni, beli lagi koinnya ya ??”

Sulli menatap bola mata Minseo yang berpendar indah, ada rasa hangat di dadanya. Teringat masa kecilnya yang tak bisa seperti anak-anak lain karena orang tuanya yang selalu berpindah-pindah tempat, membuatnya kehilangan kemanisan masa kecilnya. Mereka tak pernah punya waktu untuk mengunjungi tempat-tempat bermain seperti ini. Bahkan ia tak bisa memiliki sahabat kecuali kakaknya sendiri. Ia kemudian berbalik ke arah Yogeun dan tersenyum. Untunglah tadi Siwon memberinya banyak uang, begitu tahu dia akan mengunjungi Lotte world.

“ Baiklah kita beli lagi koinnya !”

“ Yeeaay !!” Yoogeun dan Minseo melompat-lompat kegirangan.

Begitu mendapatkan setumpuk koin, mereka kembali ke doll crane karena Minseo sangat menginginkan boneka bebeknya.

“ Kita coba saja lucky ball, mungkin ada hadiah bebek ?” kata Yoogeun.

“ Tetapi aku ingin boneka bebek yang di sana. Aku pernah melihat Seung Yi membawa boneka seperti itu ke sekolah dan aku nggak boleh memegangnya !!” kata Minseo dengan sedih.

“ Oh ? Kenapa temanmu seperti itu ?” Sulli ikut merasakan kekecewaan gadis cilik itu.

“ Seung Yi selalu mengatakan bahwa aku nggak boleh megang bebek itu karena bebeknya tidak suka padaku. Katanya aku gendut dan bebek membenci anak gendut . Katanya dia sudah susah payah mengeluarkan bebek itu dari kotak kaca. Dan dia masih punya dua lagi di rumahnya.”

Ada rasa sakit mendalam di hatinya mendengar keluhan anak tersebut. Ia seperti bercermin pada kehidupannya sendiri. Memang menyakitkan saat mendapati orang mempermasalahkan bentuk tubuh untuk bisa melakukan atau mendapatkan sesuatu. Dan ia tidak mengira anak sekecil Minseo pun sudah menghadapi masalah yang begitu rumit.

“Kotak kaca ?”

“ Ya, lihatlah ! Bebek-bebek itu ada di kotak kaca kan ?” Jari Minseo menunjuk ke arah Doll crane.

“ Aah… iya. Lalu kau juga mau membawa tiga bebek ?”

“ Aniya. Satu saja.”

Minseo tersenyum malu-malu, membuat Sulli ingin mencubit pipinya yang gembil.

“Baiklah. Kita coba lagi, nae ?”

Keduanya kembali mencoba dan mencoba lagi, tetapi mereka tidak pernah berhasil. Yoogeun yang dari tadi memperhatikan adiknya, berjalan menghampiri. Sebenarnya ia enggan mendekat, karena menurutnya itu adalah mainan untuk anak perempuan. Ketika ia berdiri dan ikut tertawa dengan kegagalan Sulli, Sulli memberinya dua koin.

“Mau mencoba ?”

“ Aniya ! Itu mainan perempuan !!”

“ Oh ya ? Ataukah kau takut tidak bisa memainkan mainan perempuan ?” tantang Sulli, membuat Yoogeun memonyongkan bibirnya. Ia selalu berhasil memancing Siwon untuk mengerjakan sesuatu yang tidak diinginkannya, dengan sedikit tantangan.

“ Aku bisa !”

“ Kalau begitu cobalah ! Nanti kalau kau berhasil mengeluarkan satu boneka, aku akan membelikanmu es krim porsi dobel yang besar.”

“ Porsi besar es krim vanilla dan susu ?”

“ Ya. Vanilla dan susu !”

Mata Yoogeun bersinar, kemudian tangannya yang mungil meraih dua koin di telapak tangan Sulli.

“Baiklah, aku akan mengeluarkan satu bebek untuk Minseo.”

Yoogeun memasukkan 2 koin, kemudian tangannya yang kecil bergerak di atas stik dengan gerakan yang luwes. Sulli merasa takjub dengan perubahan yang tiba-tiba di wajah Yoogeun. Matanya yang seringkali berkilat jahil, kini terlihat serius dan berkonsentrasi.

“Tampaknya anak ini menyukai tantangan. Dan aku yakin kalau sudah besar, ia akan menjadi manusia yang ulet dan pantang menyerah.” Fikir Sulli diam-diam.

Tampaknya perjuangan Yoogeun membuahkan hasil. Minseo berteriak-teriak kesenangan ketika satu boneka berwarna kuning itu terangkat dengan capitan.

“ Yoogeun oppa bisa ! Yoogeun oppa bisa!!’serunya girang.

Tanpa sadar Sulli mengepalkan tinjunya, berdoa agar boneka itu berhasil terjatuh di lobang yang benar. Ia ingin Minseo gembira mendpatkannya. Dia menghitung dalam hatinya .

“ Yeay !!!”

Sulli dan Minseo berteriak gembira ketika boneka itu meluncur ke dalam lobang, dan terjatuh dalam kotak. Minseo segera membuka kotak, dan mengambil bonekanya. Sementara Sulli dan Yoogeun tersenyum lebar.

“ Kau hebat !!” Sulli mengusap rambut Yoogeun dengan gembira, membuatnya terlihat bangga.

“ Kau berhutang eskrim padaku !” Yoogeun mengingatkan.

“ Tentu saja. Kau memang laki-laki hebat, Yoogeun !!”

“Ah… itu kan Cuma mainan perempuan.” Yoogeun menjawab dengan angkuh.

“ Tapi kau hebat, beneran !! Jarang anak lelaki bisa memainkan mainan perempuan dengan begitu mudah dan langsung berhasil. Hmm… kalau kau kelak menyukai seorang cewek, kau bisa menghadiahkannya boneka dari “Doll crane”. Mereka pasti akan menyukainya. Benar kan, Minseo ?”

“ Nae. Terimakasih Yoogeun oppa !” Minseo mencium pipi Yoogeun, yang segera dihapus oleh Yoogeun dengan jijik.

“Yacks ! Tapi bukan berarti aku menyukaimu, Minseo !” katanya marah.

“ Oh, kalau ibumu tahu dia pasti akan bangga.” Kata Sulli menahan senyumnya,” Karena Yoogeun telah bisa menjaga Minseo…”

“ Benarkah ? Kalau begitu aku harus cerita sama eomma. Jadi, nanti eomma tidak akan marah-marah lagi kepadaku.”

Sulli mengangguk,” Sekarang kau mau main apa lagi. Noona masih menyimpan beberapa koin.”

“ Kita main basketball !! Noona harus ikut main juga ! ”

“Tapi aku tidak bisa…” keluh Minseo“

Kau kan sudah dapat bebek, jadi kau main saja dengan bebekmu. Aku akan main basketball sama noona.”

“ Tetapi Yoogeun, aku juga tidak bisa basket !” tolak Sulli.

“ Aku tahu basket itu permainan laki-laki. Noona tidak takut dengan permainan anak laki-laki,kan ?”

Sulli tersenyum, karena kini Yoogeun yang balik menyerangnya dengan kata-katanya sendiri tadi.

“ Aku bukan takut, tetapi tidak bisa.” Bantah Sulli.

“ Itu sama saja . Kalau noona dapat memasukkan separo bola, noona boleh tidak membelikanku eskrim! Jadi noona tidak berhutang eskrim lagi.”

Sulli kembali tersenyum. Yoogeun benar-benar bocah cerdas dan cerdik. Dan tidak bisa ditolak kemauannya.

“ Baiklah, aku akan mencoba…” kata Sulli sambil tertawa, kemudian tangannya menuntun Minseo agar mengikutinya.

Sulli dan Yoogeun berdiri bersisian, mereka memakai permainan basket untuk anak-anak. Bolanya lebih kecil dari bola basket orang dewasa.

“ Aku yang main duluan. Nanti aku hitung bola yang masuk. Setelah itu noona yang main. Kalau bola noona bisa setengahnya masuk dari punyaku, berarti hutang  eskrim itu kuanggap lunas .”

Sulli tersenyum,” Satu lagi, dari caranya bicara sepertinya Yoogeun terbiasa mengatur orang lain. Apakah dia suka mengatur-atur adiknya ? Atau teman-temannya ? Tetapi dia sudah memiliki gaya pemimpin yang sempurna.”

“Nae. Baiklah.”

Sulli benar-benar terperangah melihat kepandaian Yoogeun memasukkan bola ke ring basket. Tanpa sadar ia ikut bertepuk tangan dengan Minseo setiap tembakan Yoogeun masuk. Untuk tembakan di detik-detik terakhir, Yoogeun tampak bersemangat.

“ Waktunya habis. Aku dapat skor 386. Sekarang giliranmu !”

“ Waah…Yoogeun-ah, kau memang benar-benar hebat. Darimana kau belajar begitu ? Kau pasti jago olah raga !!” puji Sulli dengan tulus, membuat Yoogeun tersenyum dan menaikkan dagunya.

“ Paman Minho yang mengajariku.”

“ Oh…pantas saja. “Like uncle like nephew”. “ kata Sulli dengan tertawa

“Waeya ???”

Sebuah suara membuat Sulli terkejut dan menghentikan tawanya. Jantungnya tiba-tiba berdebar tak menentu, merasa takut dan malu karena tadi ia asal berucap saja.

“ Aish…apakah Minho mendengar apa yang kukatakan ?”

“ Paman Minho !!” Minseo memeluk Minho

♥ ♥  T-B-C  ♥ ♥

Advertisements

102 thoughts on “Secret Admire ( Part.5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s