WW Club – Chapter 30: To Hold On or To Let Go

ww_club_copy_by_usagiandneko-d7smxre

Poster by shortcakes7895

Title: WW Club – Chapter 30: To Hold On or To Let Go

Author: Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater: Maria (@Maria2509)

Main cast: Choi Minho, Choi Sulli, Bae Suzy, Jung Krsytal, Goo Hara, dan Lee Jonghyun

Support cast: IU, Heechul, Nicole, Yuri, Liza (Sulli’s Mom), Fred (Sulli’s Dad) dan masih banyak lagi cast yang akan kalian temuin di crita ini.

Length: Sequel

Genre: School Life, Romance, Friendship

Rating: PG-15

Summary:

“Ya… aku menginginkan banyak hal darimu.” – Jonghyun

“Lebih dari yang kau bayangkan.” – Minho

.

.

Chapter 30 – To hold on or to let go

Minho dan Sulli bersama-sama didalam Feris Wheel.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Sulli bingung.

Minho menutup matanya. Dia melakukannya lagi. Dia bertindak tanpa berpikir lagi.

“Aku tidak tahu… Aku hanya merasa aku tidak ingin kau berada disana dengan Hyung.” Kata Minho.

“Kenapa?” Tanya Sulli.

“Aku tidak ingin kau berciuman dengannya.” kata Minho.

“Dan kenapa?” Tanya Sulli.

“Karena…” Minho menarik napas dalam-dalam. “Karena bibir itu adalah milikku.”

Sulli tidak bisa bicara. Dia hanya menatap Minho.

“Aku tidak ingin pria manapun mengambil apa yang sudah menjadi milikku.” Kata Minho.

“Bibir ini milik pria yang kucintai.” Kata Sulli.

“Dan siapa itu?” Tanya Minho.

Sulli membuang muka.

“Apa dia seseorang yang aku kenal? Apa dia itu Hyung? Apa aku baru saja menghentikan yang seharusnya jadi moment paling romantis-mu?” Tanya Minho.

Dan itu membuat Sulli sangat kesal.

“Kau adalah orang yang paling tidak peka yang pernah ada!” Kata Sulli marah. “Paling tidak peka, paling tidak dapat diandalkan dan paling buruk yang pernah ada!”

“Tidak dapat diandalkan? Aku?” Minho hampir tertawa. “Hampir semua orang memanggilku Mr. Realible.”

“Ya benar, aku terlalu mengandalkanmu… yang seharusnya tidak kulakukan.” Kata Sulli terengah-engah karena marah

“Waktu kau bilang aku bisa mengandalkanmu, aku percaya padamu… seharusnya kau tidak mengajariku untuk bergantung padamu kalau nantinya kau akan meninggalkanku.” Kata Sulli.

Apa yang mereka bicarakan?

“Seharusnya aku tidak bergantung padamu.” Kata Sulli.

Minho merasa hatinya seperti dicengkram oleh sesuatu.

“Kapan aku meninggalkanmu sendirian? Aku akan selalu memastikan ada seseorang disekitarmu.” Kata Minho. “Baik Jonghyun atau-”

“Atau Heechul Oppa?” Tanya Sulli. “Kau pikir aku ini apa? Seekor hewan peliharaan? Kau akan minta seseorang untuk mengawasiku saat kau pergi? Dan saat kau kembali kau akan menarik ekorku lagi?”

“Bahkan saat kau meminta seseorang untuk bersamaku… aku masih merasa…” Sulli berbalik sehingga ia dapat menyembunyikan emosi yang dia rasakan. “Sendirian… aku tidak tahu kenapa… Tapi aku hanya merasa… sangat kesepian.” Kata Sulli, rasa marahnya secara perlahan digantikan oleh rasa kesedihannya.

Kesepian… Dia kesepian ketika Minho meninggalkan…

“Kenapa? Kenapa kau merasa kesepian?” Tanya Minho.

“Aku tidak tahu… mungkin karena kau selalu ada disana… dan lalu kau pergi. Mungkin karena rasanya berbeda saat kau yang mengantarku pulang… dan saat orang lain yang melakukannya… rasanya begitu… berbeda” kata Sulli

“Kenapa? Kenapa bisa berbeda? Kenapa kau… ingin aku yang mengantarmu pulang?” Tanya Minho.

“Karena aku… ingin bersama denganmu.” Kata Sulli.

Oh tidak… Sulli mengatakan kata-kata yang seharusnya tidak ia katakan.

Tidak ada jalan keluar. Mereka terjebak didalam Ferris Wheel.

Sulli menunduk. Kemudian Minho mengangkat dagunya sehingga ia bertatapan dengan Minho. Hampir tidak ada jarak diantara Sulli dan Minho. Tubuh mereka sangat dekat seperti Minho sedang bersandar pada Sulli. Wajah Minho hanya beberapa inci dari wajah Sulli.

“Katakan sekali lagi.” Kata Minho.

Sulli bingung. Dia bisa mencium aroma tubuh Minho.

“Ap… apa?” Tanya Sulli hampir kehabisan napas.

“Katakan lagi, kenapa kau ingin aku ada didekatmu.” Kata Minho sambil menatap Sulli.

“Aku…” Sulli kehabisan napas. “Karena aku… ingin bersama denganmu.” Kata Sulli.

“Seberapa besar kau ingin bersamaku?” Tanya Minho, dengan suaranya yang berat… bibirnya hampir menyentuh pipi Sulli.

Sulli menutup matanya. “Sangat besar.” Kata Sulli.

Minho tidak bisa menahannya lagi. Tepat saat feris wheel mereka mencapai berada dipaling atas, Dia menyentuh bibir Sulli kemudian menciumnya. Pada awalnya Minho menciumnya dengan kasar karena rasa rindu didalam hatinya pada wanita yang sekarang dalam pelukannya. Dan saat Minho merasa keinginannya sudah terpenuhi, Minho memperlambat ciumannya. Minho menciumnya dengan lembut. Dan membuat Sulli menerima Minho, semua perasaan yang Minho rasakan.

Ketika Minho menarik dirinya, Minho melihat Sulli bingung. Matanya dipenuhi dengan kebingungan. Heechul dan Yuri melihat mereka berciuman… Yuri langsung terduduk. Heechul segera memalingkan mukanya.

Minho menjauhkan dirinya dari Sulli. “Selama ini…” kata Minho sambil mengambil napas. “Aku tidak pernah menginginkan sesuatu seperti aku ingin bersamamu…”

Minho menempelkan keningnya ke kening Sulli.

“Seharusnya aku berhenti untuk menjauh darimu…” kata Minho

“Apa maksudmu? Apa kau… menyukaiku?” Tanya Sulli merasa pusing dan merasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan diperutnya, bingung dan… ada sesuatu yang lain juga.

“Lebih dari yang kau bayangkan.” Kata Minho tersenyum.

“Tapi… bagaimana bisa…” Sulli mencoba memberikan alasan tapi Minho mencium bibirnya sekilas.

“Apa kau siap untuk melawan dunia?” Tanya Minho. “Karena aku akan memperjuangkanmu sekarang. Dan aku tidak akan melepaskanmu lagi.” Kata Minho.

.

.

.

Sulli berdiri dibelakang Minho. Heechul dan Yuri berdiri didepan mereka. Suasananya berubah menjadi tegang.

Yuri memamerkan senyum palsunya.

“Aku rasa kita semua lelah… bagaimana kalau kita pulang sekarang. Umm… Minho bagaimana kalau kau saja yang mengantar Sulli pulang. Aku ingin bersama Heechul Oppa.” Kata Yuri

Yuri menarik Heechul pergi bersamanya.

“Tolong jangan buat ini semakin rumit. Biarkan saja dulu untuk saat ini.” Kata Yuri.

Heechul sangat marah saat ini.

Please. Oppa, aku mohon.” Kata Yuri

 Heechul berbalik dan pergi bersama Yuri.

.

.

Yuri dan Heechul berjalan disekitar rumah Heechul. Sekarang, kemarahan Heechul sudah mereda. Dan sekarang sudah terganti dengan rasa sakit yang teramat sangat dihatinya.

“Jangan pura-pura kalau kau tidak akan mengira ini akan terjadi cepat atau lambat.” Kata Yuri

“Sejak kapan kau mengetahuinya?” Tanya Heechul

“Sejak Minho berada di Amerika bersamaku. Aku melihat isi emailya satu kali. Lalu aku lihat Minho sedang memeriksa keadaan Sulli. Dan itu aneh. Kenapa dia hanya memeriksa Sulli daripada anggota WWClub lain? Kenapa dia ingin tahu apa yang terjadi pada Sulli setiap hari dan tidak peduli pada yang lain? Kau tahu aku belajar tentang kedokteran, kan? Jadi sewaktu kami akan bertemu WWClub untuk pertama kalinya, aku sengaja memengang lengan Minho yang dekat denyut nadinya. Bibir bisa berbohong… tapi denyut nadi tidak bisa.” Kata Yuri. “Denyut nadinya sangat cepat saat Sulli menginjakkan kakinya di WW200.”

“Dan saat dia menarik Sulli pergi bersamanya sewaktu Sulli mengetahui kalian itu sepupu. Hanya orang idiot yang tidak menyadari hal itu.” Kata Yuri

“Aku percaya padanya.” kata Heechul yang amarahnya mendidih lagi.

“Aku rasa dia sudah mencoba, Oppa… Minho berusaha melawan perasaannya… bahkan Minho sampai harus pergi hanya untuk menemuiku.” Kata Yuri. “Aku terkejut sewaktu dia pergi ke Amerika. Minho dan aku, kami memutuskan untuk hidup terpisah walaupun kami sudah bertunangan. Kami berjanji untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing. Sesekali kami berhubungan lewat email… Tapi kita tidak ada komitmen sama sekali… lalu tiba-tiba ia muncul! Aku harusnya sudah bisa menduga pasti ada sesuatu.”

“Kau membela dia… Aku pikir kau tidak menyukainya karena dia membosankan.” Kata Heechul

“Aku bohong… aku suka pria yang membosankan.” Kata Yuri. “Aku menyukainya sejak pertama kali kita diperkenalkan.”

“Oppa… Sulli dan Minho… dari yang aku lihat, mereka sudah memutuskan untuk bersama. Apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Yuri

“Aku tidak bisa merelakannya.” Kata Heechul

“Kau melihatnya, Oppa. Cinta Minho bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kau tahu dia menyukai Minho, kau masih bisa berkata seperti itu? Apa kau berencana untuk mengikatnya seperti itu? Apa itu tidak egois?” Yuri menarik napas dalam-dalam.

“Oppa, apa kau berencana untuk tidak memberikannya ketenangan sampai kau mati?” Tanya Yuri

“Apa kau memintaku untuk melepaskannya? Bagaimana dengan Minho?” Tanya Heechul

“Apa kau tidak lihat mereka?! Oppa, aku bilang kalau mereka berdua sudah memutuskan untuk bersama. Dan kalau kita tidak melepaskan mereka… kita hanya akan menyakiti diri kita sendiri.” Kata Yuri. “Kalau kau terus mengikat Sulli, tapi kau tahu Sulli tidak akan bahagia bersama denganmu, apa kau bahagia?”

“Setelah kau meninggal… apa yang akan terjadi padanya, apa kau pernah memikirkan hal itu?” Tanya Yuri

Heechul tidak bisa mengendalikan emosinya lagi

“Aku hanya ingin… dia ada disisiku.” Kata Heechul. “Aku tidak pernah mencintai seseorang seperti aku mencintainya.”

Yuri memeluk Heechul.

“Aku tahu… Aku tahu, Oppa… Tapi… kau harus melepaskannya.” kata Yuri

.

.

.

Minho dan Sulli berada diluar rumah Sulli.

“Aku tahu kau khawatir pada Hyung. Aku akan menemuinya besok.” Kata Minho. “Aku akan menjelaskan semuanya.”

“Tidak… Tidak Minho… Aku yang akan bicara dengannya.” Kata Sulli

Minho memegang tangan Sulli.

“Aku ingin mengatakan padanya kalau aku mencintaimu.” Kata Minho

Kata-kata Minho membuat Sulli terkejut.

“Aku ingin dia tahu kalau aku tidak akan melepaskanmu… walaupun aku harus berhadapan dengannya… Aku ingin dia tahu kalau aku akan menjagamu.” Kata Minho

Sulli terkejut mendengar kata-kata Minho. Bagaimana dia bisa mengatakan semua itu secara langsung. Dan itu membuat Sulli meleleh dan jantungnya berdetak sangat kencang saat mendengar setiap kata yang Minho ucapkan.

“Hei, kau mendengarkan aku?” Tanya Minho

“Umm… ya, ya… aku dengar.” Kata Sulli. Sulli memberikan Minho sebuah senyuman yang menghangatkan hatinya.

Minho tidak bisa fokus. Kalau Sulli memberikannya senyuman seperti itu, Minho tidak bisa mengatakan apa yang ingin Minho katakan.

“Apa kau akan memintaku untuk bergantung padamu?” Tanya Sulli.

“Itu yang akan aku katakan padamu.” Kata Minho tersenyum.

Sulli memeluk Minho dengan erat.

“Aku tidak ingin menyakiti orang lain… Tapi aku akan bergantung padamu, karena itulah yang hatiku katakan.” Kata Sulli.

Sulli melepaskan pelukannya pada Minho dan memberinya ciuman di pipi sebelum masuk ke dalam rumahnya.

Minho diluar rumah tersenyum sangat lebar.

.

.

.

Jonghyun bertemu dengan Sulli di café.

“Minho meneleponku.” Kata Jonghyun. “Dia bilang kau ada disini.”

Jonghyun melihat wajah Sulli terlihat sedikit lebih cerah.

“Boleh kutebak kenapa terlihat lebih baik sekarang daripada beberapa minggu terakhir?” Tanya Jonghyun.

“Aku memutuskan untuk jatuh cinta.” Kata Sulli.

“Wow. Kau bahkan tidak memberiku sedetikpun untuk menebak.” Kata Jonghyun kaget.

“Aku jatuh cinta pada Minho.” Kata Sulli.

“Wow… kau bahkan mengatakannya tanpa berkedip. Jadi… apa rencanamu selanjutnya dengan keputusanmu yang seperti itu?” Tanya Jonghyun.

“Minho memintaku untuk percaya padanya. Dan itulah yang akan aku lakukan.” Kata Sulli.

“Apa kau siap untuk berjuang sampai akhir?” Tanya Jonghyun.

“Ya.” Kata Sulli.

“Kalau begitu aku akan mendukungmu.” Kata Jonghyun.

Sulli terkejut. Dia sudah siap dengan kata-kata kasar yang akan keluar dari mulut Jonghyun. Tapi Jonghyun malah mendukung hubungannya dengan Minho?

“Kenapa?” Tanya Sulli.

“Anggap saja aku punya motif lain. Tapi aku tidak akan memberitahukan hal itu sekarang.” Kata Jonghyun sambil mengedipkan mata.

.

.

.

Hara berada di perpustakaan untuk mencari beberapa buku.

“Apa kau mau membaca semua buku di WW200?” Tanya Jonghyun yang hampir membuat Hara melompat terkejut.

“Jangan mengagetkan aku seperti itu. Aku hampir menjerit. Ini perpustakaan tahu.” Kata Hara berbisik.

“Wajahmu kalau sedang terkejut sangat lucu.” Kata Jonghyun.

“Lucu? Seperti di L-U-C-U?” Tanya Hara.

“Ya.” kata Jonghyun.

Hara tertawa. “Kau pasti mabuk. Pergi sana, aku perlu berkonsentrasi disini.” Kata Hara.

“Aku tidak mau.” Kata Jonghyun.

Hara menarik napas dalam-dalam.

“Baiklah, apa mau-mu?” Tanya Hara.

“Ummm… banyak…” kata Jonghyun.

“Dari aku?” Tanya Hara.

“Ya… aku menginginkan banyak hal darimu.” Kata Jonghyun.

“Contonya?” Tanya Hara.

“Contohnya… ini.” Jonghyun memegang lengan Hara yang sedang memegang buku dan memberikan ciuman lembut dibibir Hara.

Hara menjatuhkan buku-bukunya dan membuat semua orang melihat kearah mereka… melihat mereka berciuman.

Ketika Jonghyun menarik dirinya dari Hara, Hara terlihat bingung.

“Kenapa… kau lakukan itu?” Tanya Hara, wajahnya seperti batu.

“Aku sudah memutuskan untuk menerima kenyataan. Aku sudah memutuskan untuk tidak bersembunyi dibelakang wanita hanya karena aku tidak bisa memiliki wanita yang berada paling dekat denganku.” Kata Jonghyun. “Goo Hara… bersiaplah. Karena aku mendapatkan hatimu.”

Hara tidak bisa berkata apa-apa..

.

.

Mahogany’s Note:

Thank you everyone for your continuous support and reading! I’m sure if WW club is existing, they would send out tokens of gratitude to you guys for reading through their story. We are nearing the end of the story, 3 more chapters to go! Fighting! 😀

 

My note: and she’s not like what u think right?? She’s nice… dan aku akuin juga aku suka karakter buat Yuri disini… 😀 kiss scene-nya gimana?? Pada dapet feelnya ga??

.

78 thoughts on “WW Club – Chapter 30: To Hold On or To Let Go

  1. Yeeeeyy .. Minsul bersatuu . ❤ ❤
    Yurii mendadak suka bener ama karakternyaaa . Heechull oppa udah relain ajaa sullii yaaaa ;)))) hehe
    Konfliknya bakalan nambaah gak ya eon? Nextt yeses

  2. akhirnya minsul bersatu.. seneeeng…
    yuri kyaknya udah ngerelain minho.. jonghyun ama hara mngkin jga… tpi suzy gmna ea..?? heechul jga..
    klau kisah cintany krystal gmna ea…
    keep fighting trus oen lnjutin transletin ff ny..
    HWAITING..!!

  3. ciaaaattttttttt
    #tutupmata
    #meleleh
    ya ampun sumpah kissing nya so sweet :3
    ah saya suka yuri disini 🙂 bijak banget lah
    oh my O.o joonghyun sama hara kissing juga , ok ini part yg bikin panas dingin 😀
    Minho sulli, Joonghyun hara, bersiaplah menghadapi dunia khususnya WW Club

  4. Baiklah, Yuri masih baik ternyata.
    Ga nyangka itu sama Jonghyun yg udah move on, n bergerak cepat pula! Finally Hara got her own love ❤

  5. aah eonni, bukan cuma kupu² di perut ssul eonni yg terbang, rasanya di perutku jg gitu hahaha
    seneng bgt ngeliat sulli eonni dan minho oppa bersatu, sweet bgt pake bgt kiss scenenya, kiss everywhere malah skrg. wkwk
    go fight eonni, lanjutkaan wkwk
    gomawo sudah di posting ndee 😀
    daebak jempol buat ff ini 😀

  6. uwooowww,,minsul kiss…heechul-yuri melihat mereka lagi, perjuangan mreka akn dmulai, untk mnghadapi heechul,yuri,ww club. akhirnya minsul brsatu..hihihihihi. untung jonghyun mihak sulli, tinggal mnghadapi kristal dan yg pling berat adl suzy. hara akan mndukung appun yg jonghyun dukung jadi gg mslh. jonghyun akhirnya memilih hara, sekian lama penantian hara akhirnya dtang jga,,mreka kiss..selanjutnya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s