SECRET ADMIRE (Part 16)

SA

 Judul : SECRET ADMIRE

Author : Mataharidina

Cast : Choi Minho, Choi Sulli, Jung Krystal , Choi Siwon, Kim Jongin,Hye Kyo,Yoogeun,Min Seo,dll.

Rated  : General

Length : Chaptered

Genre  : Romance, Friendship,Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan Mengagumi seseorang bisa membahagiakan Mengagumi seseorang bisa membingungkan Mengagumi seseorang bisa menyakitkan Mengagumi seseorang bukan pilihan

Chapter 16 Kecemasan

“ Nenek dan kakekmu menyenangkan, Jinri.”

Suara Minho kedengaran dalam gelap saat mereka berkendaraan melewati ………….., menuju Jongno Gu, rumah Minho.

Memikirkan bahwa dirinya akan tinggal bersama Choi Minho, Sulli merasakan kegairahan yang sulit dijelaskan. Dari setiap detik yang dilaluinya, dia sukar untuk mengingatkan dirinya bahwa Minho hanyalah seorang investigator pribadi yang telah dibayar Siwon untuk melindunginya. Seumur hidupnya, baru kali ini Sulli mendapati dirinya begitu terpengaruh secara fisik maupun emosional oleh kehadirannya.

“ Terimakasih. Mereka benar-benar terkesan padamu.”

“ Begitu terkesannya, sampai-sampai mereka rela mempercayakan nasib cucu mereka kepadamu tanpa sedikitpun menyatakan keberatan atas usulmu untuk pura-pura menjadi suami cucu kesayangannya”

“ Sepertinya mereka bukan berasal dari Seoul… cara bicara mereka terlalu tidak menampilkan karakter orang Seoul yang kebanyakan sudah tak peduli.”

“ Mereka sebenarnya orang Busan. Setelah kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan pesawat, mereka memutuskan untuk pindah ke Seoul dan menempati rumah orang tua kami.”

“ Kenapa kau tidak tinggal dengan mereka dan malah menyewa kondo ?”

“ Aku beberapa minggu tinggal di sana, tetapi pekerjaanku yang sekarang menuntutku untuk mendekati kantor. Jadi kuputuskan pindah sampai keadaan keuanganku mapan.”

Setelah itu Minho lebih menfokuskan perhatiannya pada jalanan yang ramai. Sulli memalingkan wajahnya ke jendela dan melihat pemandangan di luar jendela. Fikirannya tiba-tiba melayang pada kejadian delapan tahun silam.

Flash back

Choi Sulli menjatuhkan tubuhnya yang terasa sakit di kasur, rasa sesak di dadanya masih dirasa menghimpit. Matanya yang bengkak nyalang melihat langit-langit kamarnya. Suasana kamarnya sudah gelap, sedikit cahaya dari tirai jendela yang tersibak menjadi satu-satunya penerangan di dalam kamarnya.

Suara ketukan halus terdengar di pintu kamarnya.

“ Ssul baby, ayolah buka pintunya. Kau mengurung dirimu di kamar sejak kemarin.”

Suara Siwon yang serak dan halus terdengar.

“ Jangan seperti ini, kau tahu aku sangat menyayangimu. Aku tak akan memaafkan diriku sendiri kalau ada apa-apa terjadi padamu. Kalau kau marah padaku, aku minta maaf. Tapi tolong berikanlah penjelasan buatku.”

“ Bukan kau, Oppa… Aku ingin tahu mengapa orang lain tak ada yang sebaik dan semengrti Oppa ? Ini bukan kau…tetapi mereka…mereka…!!”

Sulli menggigit bibirnya dan tak mampu menahan kembali air mata yang mengalir di pipinya.

“ Ssull Baby…kumohon bukalah pintunya.”

“ Ya Sulli, bukalah pintunya. TIdak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Kami semua menyayangimu.”

“ Jessica eonni….” Pikir Sulli kaget,” Jessica eonni bahkan ada di sini untuk membantu Siwon oppa membujukku.”

Sulli masih terbaring di kasurnya.

Keheningan kembali menyeruak di sekitarnya.

Kenangan kejadian di dekat klinik kembali berputar dio benaknya.

Apa yang dikatakan Krystal seperti bergaung di telinganya.

Dan terakhir…

Mata Choi Minho yang menusuk….. kata-katanya yang tajam… bibirnya yang sinis….

“ Sulli ! Sulli !!”

Sulli terkejut, menatap pintu yang mengluarkan suara keras karena gedoran dari luar.

“ Sulli kumohon bukalah pintunya ! Kalau tidak kau buka dalam hitungan sepuluh, aku akan mendobrak pintu kamarmu !”

Suara kakaknya terdengar keras dan mengancam.

“ Sepertinya Siwon Oppa sudah mulai panic. Apakah ia berfikir aku berbuat macam-macam di dalam sini ?” Slli bangkit duduk, mulai panic menyadari keadaannya yang kacau.

“Bagaimana reaksi Siwon oppa kalau melihat keadaanku seperti sekarang ? Dia pasti akan bertanya … dan Apa yang harus kukatakan ? Apa yang harus kuceritakan ?”

“ Baiklah, kalau itu yang kau inginkan. Satu… dua…. Tiga…..”

Dan sebelum mencapai hitungan sepuluh, pintu kamar terbuka. Bagai kesetanan Siwon menyerbu masuk dan langsung memeluk Sulli yang berdiri terpaku di dekat pintu. Begitu Siwon memeluknya, tangis Sulli kembali pecah…. Dalam dekapan kakaknya yang menentramkan, ia menumpahkan kegelisahan, sakit hati, kesedihannya selama seharian itu.

End of Flash Back

Sulli menghela nafas panjang, merasa bersyukur bahwa dalam hidupnya ia telah memiliki seorang kakak seperti Siwon. Seorang kakak Ipar seperti Jessica, juga seorang sahabat kental seperti Amber. Mereka yang telah memberikan kekuatan kepada dirinya untuk tetap bertahan dan kemudian dengan penuh keyakinan mampu berjalan tegak dan penuh percaya diri kembali.

Dan kini, ia duduk di sisi laki-laki yang telah membuatnya memutuskan untuk mengubah jati dirinya. Dan setelah delapan tahun terpisahkan, dirinyapun tiba-tiba memutuskan untuk menerima saran lelaki tersebut agar melakukan peran sebagai istri bohongan untuk menjebak orang yang menerornya.

Sulli mengernyitkan dahinya, bingung… sebenarnya sekarang ini, siapakah yang menerornya? Lelaki bernama Kim Dae Ho yang gila itu ? Ataukah Choi Minho yang terlihat konfiden itu ? Karena sejujurnya, bersisian dengan Choi Minho membuatnya dihantui rasa takut kalau-kalau suatu saat rahasia masa lalunya akan terbongkar. Dan ia tahu, semua kecemasannya itu hanya akan berakhir bila hubungan kerjanya dengan investigator pribadi itu berakhir.

Tetapi sekarang semuanya telah sangat terlambat, tak mungkin dirinya menarik mundur semua persiapan yang teah dilakukan Choi Minho dalam satu hari ini. Persiapan untuk pernikahan bohongan yang mereka rencanakan.

Sulli menggigit bibirnya, mengingat kembali bagaimana sambutan kakek dan neneknya ketika mereka tadi muncul di depan pintu. Dan ia kembali teringat, betapa paniknya dirinya ketika mengetahui kalau Choi Minho akan mengajaknya menemui kakek-neneknya, seperti yang dikatakan di tempat Amber. Untunglah ia tadi mendapatkan waktu untuk menyingkir sebentar dari pengawasan Choi Minho.

Di kamar mandi Amber, ia menelepon kepada neneknya dan meminta semua fotonya dan foto Siwon disembunyikan. Dan ia berjanji menceritakan alasan sebenarnya nanti. Sehingga ketika Choi Minho masuk ke dalam rumah orang tuanya, praktis foto-foto yang dipajang di dinding dan buffet telah tidak ada.

“ Aku berhutang cerita kepada nenek…” batin Sulli.

Selama di rumah itu, Sulli merasa bahwa Minho memang luar biasa. Dia memiliki kemampuan hebat untuk merubah opini orang. Setelah sukses memenagkan kepercayaan dan simpati Amber dengan adiknya, giliran nenek dan kakeknya yang tidak bisa kebal terhadap pesona pribadinya.

Selain menerima usulan pernikahan bohongan dan kilat itu, nenek dan kakeknya bersikap seolah pernikahan tersebut sungguhan. Mereka mengobrol akrab dengan Choi Minho dan memperlakukannya benar-benar seperti kepada calon menantu yang sesungguhnya.

Kim Dae Ho, secara praktis, terlupakan saat mereka membicarakan rencana pernikahan yang akan dilakukan. Dengan cerdasnya Minho berhasil meyakinkan mereka bahwa dirinyalah yang akan mengurus segala persiapan pernikahan, sampai ke hal-hal yang paling kecil sekali pun.

“ Nah… kita sudah sampai di rumah.”

Suara Choi Minho menyadarkan Sulli, ia baru sadar bahwa mobil yang dinaikinya telah memasuki pekarangan sebuah rumah.

Mobil meluncur melintasi jalanan pribadi, menuju rumah yang terlindung oleh rimbunnya pepohonan yang berjejer rapi.

Minho memijit remot  yang terlihat seperti ballpoint yang diselipkan di saku bajunya. Tiba-tiba sebuah dinding terbuka, dan ternyata itu adalah sebuah garasi di mana mobil sport mewah berwarna biru terparkir.

Rumahnya bertipe minimalis, bernuansa kayu dan kaca. Sangat memperlihatkan sekali rumah maskulin, tak ada sedikit pun sentuhan kewanitaan di sana. Walaupun begitu semuanya terlihat rapi dan bersih.

Ciri khas rumah seorang bujangan yang sukses.”

Choi Minho bergegas ke luar dan berjalan memutar, membantu Sulli turun dari mobil. Tanpa sengaja lengan Sulli bergesekan dengan dada bidang lelaki itu, membuat napasnya agak tertahan. Dengan kaki guyah, Sulli mengikuti Minho masuk ke rumah melalui pintu di samping garasi. Mereka tiba di sebuah ruangan yang dindingnya digantungi banyak foto-foto. Langkah Sulli tertahan kletika melihat sebuah foto di mana Choi Minhoo berdiri diapit dua orang remaja, ketiganya sedang tertawa ceria.

“ Itu aku dengan keponakanku Yoogeun dan Min Seo, kau nanti akan bertemu dengan keduanya. “

“Mereka sudah besar dan tampak berbeda.”

Yoogeun tampak berdiri penuh percaya diri, matanya yang bulat melihat ke arah kamera. Sementara Minseo berdiri dipelukan Minho. Rambutnya panjang, wajahnya terlihat lancip dan menggemaskan. Tidak gendut, tetapi menjadi remaja yang cantik dan terlihat malu-malu.

“ Apakah mereka tidak akan mengenaliku kalau berjumpa denganku nanti , sama seperti pamannya sekarang ?”

“ Ada apa Jinri ?”

“ Mmm…mereka terlihat manis dan kompak denganmu.”

“ Mereka terlihat manis, tetapi sesungguhnya sangat merepotkan.” Kata Minho dengan nada ringan, tetapi tersirat kebanggaan dalam nada suaranya.

“ Yoogeun adalah remaja seumuran So Won. Dari kecil sifatnya sudah layaknya seorang bos, kadang akan sangat menjengkelkan. Minseo itu terlihat manis dan pemalu, sesungguhnya dia adalah gadis yang cerewet dan selalu punya segudang pertanyaan yang tak akan pernah selesai walau kau jawab semua pertanyaannya.”

Sulli tersenyum, membayangkan kembali Minseo kecil yang selalu banyak bertanya dan memprotes, dan Yoogeun kecil yang angkuh dan tak mau kalah. Keduanya pernah dekat dengannya, bahkan cukup dekat.

“ Aku tidak tahu kalau kau menyukai anak-anak.”

Sulli terkaget ketika menyadari Minho sudah berdiri di belakangnya.

“ Tidak juga…” elak Sulli gugup, kemudian berjalan memasuki rungan yang lantainya terbuat dari kayu yang berplitur berwarna asli kayu yang terlihat urat-uratnya. Warna alami kayu yang dipadukan dengan warna off white pada dinding, memperkental suasana alami yang maskulin. Kursi dan sofa dibalut kulit, dikombinasikan dengan lampu-lampu yang bernuansa modern. Seperangkat meja makan simple, diletakkan tak jauh dari dapur dengan bangku yang tinggi mirip seperti yang ada di bar-bar. Semuanya memberikan kesan hangat dan bersahabat.

Di sepanjang dinding, tersusun buku-buku dalam rak yang memperlihatkan si empunya rumah memilki kegemaran membaca. Ada sebuah meja kayu dan sebuah kursi putar berbalut kulit. Sebuah computer, telepon, dan lampu meja bertipe minimalis di sana. Letak ruangan itu agak menjorok dan terlindung dari ruangan yang lebih luas dimana sebuah televise berukuran besar diletakkan.

“Itu ruang kerjaku. Kalau aku ada pekerjaan yang dibawa ke rumah…well, terkadang seorang investigator bekerja sampai larut malam. Dan aku tidak begitu menytukai kerja di kantor.”

Minho menunjuk ruang yang menjorok tersebut

“ Ini dapur kecilku, kau bisa menggunakannya nanti kalau kau suka memasak. Aku sendiri hanya sekalil-sekali memakainya. Di sana ada lemari untuk menyimpan perabot dan keperluan lainnya. “

“ Terlihat simple tetapi komplit.” Komentar Sulli diakhiri senyum penuh penghargaan.

“ Ini ruangan tamu… ruang duduk…atau entah apa kau menamakannya. Tetapi disinilah teman yang datang berkunjung aku terima. Semua kamar tidur ada di sepanjang gang ini. Kamarku yang di depan sana. Sebaiknya kau pakai kamar yang di tengah. Tempat tidurnya nyaman, dan dekat dengan kamar mandi. Kamar yang di ujung masih kupakai sebagai gudang, belum didekor dan diberi perabot. Belum ada waktu untuk mengurusnya.”

“ Pasti karena terlalu sibuk oleh kasus-kasus sepertiku..” gumam Sulli.

“ Karena kasus-kasus dari orang sepertimu yang membuatku bisa membeli dan melengkapi rumah ini.” Jawab Choi Minho dengan nada ringan.

Walaupun suara lelaki itu, ketika memperkenalkan bagian-bagian rumahnya, terdengar biasa saja…. Tetapi jantung Sulli berdebar tak menentu.

Pikirannya terganggu dengan kesadaran bahwa malam ini ia akan tidur di rumah lelaki yang dulu pernah membuatnya tergila-gila. Hebatnya lagi, ia tidur hanya tersekat oleh sebuah dinding. Dan Sulli belum pernah tinggal serumah dengan lelaki manapun , kecuali kakaknya.

Tidur dengan seorang yang baru…walaupun sebenarnya tidak asing, tentu akan meninggalkan kesan berbeda. Betapapun dirinya berusaha, Sulli sadar dia tak akan mampu mengusir bayanga-bayangan intim tentang pria itu, dari pikirannya.

“ Kenapa Jinri ?”

Sulli merasa wajahnya menjadi panas, rupanya pikirannya yang kacau telah membuatnya berdesah dan membuang nafas gerah. Dan itu memancing perhatian Choi Minho.

“ Tidak ada…”

“ Anggap sebagai rumah sendiri.” Kata Minho, “ Seprainya sudah kuganti dan di kamar mandi ada beberapa handuk bersih.”

Sulli menelan ludah, tak mampu memandang mata tuan rumahnya.

“ Sekali lagi, terimakasih. Sepertinya dari tadi, hanya kata-kata konyol itu yang kuucapkan berkali-kali kepadamu.”

?“ Ingat Jinri, kalau kau tak memerlukan jasaku maka aku tak punya pekerjaan. Seharusnya, akulah yang berterimakasih dalam hal ini.

Mendengar itu, mau tak mau senyuman mengembang di bibir Sulli, malu-malu dia memandang Minho. Dan ternyata itu tindakan keliru. Cahaya lampu yang temaram, kedekatan mereka, ditambah tampilan Choi Minho yang terlihat maskulin benar-benar mengacaukan pikirannya. Sejenak ia kehilangan kata-kata, dan terbius oleh tatapan pria itu yang terlihat menari-nari.

“ Well, mungkin benar… tetapi tetap saja aku berhutang budi kepadamu.” Kata Sulli setelah berhasil menguasai dirinya.

Choi Minho menarik nafas dalam-dalam, melangkah mundur kemudian berbalik dan berjalan menuju ruang duduk.

“ Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu ? Apakah yang dipikirkannya ada hubungannya denganku ? Apakah matanya yang tajam bisa melihat pikiran-pikiran tolol yang ada di kepalaku ? Ataukah dia sudah kelelahan dan ingin istirahat tetapi karena kesopanan, ia berusaha baik terhadapku ?” Sulli menggigit bibir bawahnya,”Ah, Sulli tentu saja dia kecapekan. Mungkin kalau dia sendirian di rumah, ia akan masuk kamarnya dan langsung tidur. Menyiapkan kamar tamu untuk klien yang harus diawasi 24 jam sehari, barangkali merupakan pengalaman baru baginya. Aduh.,.. aku benar-benar telah membuatnya terbebani…”

“ Err… aku yakin kau sangat capek setelah berkeliling seharian. Aku juga. Jadi, sebaiknya kita beristirahat sekarang. Sampai besok pagi.”

Sulli sedang menyimpan tasnya di kamarnya, ketika mendengar Choi Minho berkata.

“ Apakah kau tidak akan menemaniku minum dulu sebentar ?”

Walaupun sangat menginginkannya, Sulli berusaha menahan diri. ENtah mengapa, ia merasa lebih baik tidak menerima tawaran itu. Lagipula…

“Jangan-jangan Choi Minho hanya berbasa-basi saja, sebagai sopan santun menjamu tamu.”

“ Oh… terimakasih atas tawaranmu. Aku sudah banyak minum soda tadi di rumah nenek.”

“ Kalau begitu baiklah. Selamat tidur.”

Ekspresi wajah Minho tetap saja, tidak terbaca. Tetapi dia hanya mengangguk, kemudian berjalan ke ruang kerjanya. Melihat itu, perasaan Sulli menjadi kacau balau…antara rasa bersalah dan keinginan untuk tetap pada pendiriannya.

Akhirnya Sulli memutuskan untuk mandi air hangat, untuk menghilangkan rasa letih dari tubuhnya

“ Mungkin berendam air hangat sebentar bisa mengurangi stress di badan dan pikiranku.”

Mengambil gaun tidur dari kopornya, Sulli bergegas ke luar. Menyebrangi gang dan maussk ke kamar mandi bernuansa diru dengan perlengkapan modern. Dia melepaskan pakaiannya yang terasa lengket. Lalu membiarkan dirinya diguyur air dari pancuran, berusaha membuang Choi Minho dari pikirannya.

Delapan jam yang lalu dia tidak pernah berfikir akan bertemu kembali dengan penggalan masa lalunya yang menyakitkan. Setelah itu semua , kehidupannya yang telah ditatanya selama delapan tahun menjadi jungkir balik dalam sehari.

“ Bagaimana mungkin seorang pria bisa mengubah total kehidupan yang kususun bertahun-tahun, hanya dalam beberapa jam saja ?Bagaimana mungkin aku begitu tolol dan menjatuhkan diriku dalam jangkauan Choi Minho kembali ?”

Sulli membasahi rambutnya, dikeramas. Ia menggaruk-garuk kulit kepalanya dengan kesal karena ternyata membuang bayangan wajah Choi Minho tidak semudah yang dibayangkannya.

“ Aku harus bisa mengubah cara pandangku tentang seorang Choi Minho. Mungkin ini adalah jalan dari Tuhan untukku agar benar-benar terlepas dari pengaruhnya. Jika aku berhasil melalui semua ini, berarti aku telah lepas dari pengaruh masa laluku. Tetapi bila aku gagal… berarti perjuanganku selama ini tak ada artinya sama sekali.” Pikir Sulli. “ Sampai detik ini Choi Minho tidak mengetahui bahwa aku adalah Choi Sulli yang dahulu dibencinya. Ya Tuhan… kuharap, sampai masalah ini selesai dan kami memutuskan hubungan kontrak ini, kumohon agar dia jangan tahu siapa aku sebenarnya. Aku tidak ingin ditertawakan untuk kedua kalinya. Dan semoga masalah ini selesai sebelum Siwon oppa kembali ke Seoul. ”

.

.

 🙂 ========T-B-C======== 🙂

Advertisements

89 thoughts on “SECRET ADMIRE (Part 16)

  1. Wahh eonni kece badai critanya slalu bkin exciting sndiri. Dan untuk gambarin prasaan suli slalu pas, tp aku pasti pgen tau eon perasaan minho kyak apa?? Jd kasih minho pov nya lbh byak lg ya eon. ^^

  2. Ini perasaanku aja atau gimana ya? Uuum, kurang panjang, Thoooor… 😀
    Masih belum puas bacanya… >.<
    Aiiih, udah dapat restu nih dari kakek nenek… :3
    Rumahnya Minhoney oppa = rumah idaman… 😀
    Sebenarnya, penerornya di mana sih? #waiting

  3. ya ampun. sulli semangaaaaatttt. aku suka sulli yang over welcome dengan modusnya minho dan minho yang mengambil keuntungan dengan pekerjaannya ini. hellloooo dibayar mahal dengan skinship bersama cewek cantik, minho kau benar-benar -___- eon dina semangat

  4. eonni … memek itu apa :’D hahaha typo

    eonn… keren ceritanya. aku jd inget minsul do ttby deh.. hahaha bykin kejadian Lucu mereka dirumah dong eon.. buat sulli jatuh cinta lgi sma Minho.Dan gmna reaksi Minho kl tau sulli itu masalalunya? atau apa sebenarnya Minho udah tau dn diam diam but rencana itu?

  5. eonni … :’D hahaha typo

    eonn… keren ceritanya. aku jd inget minsul do ttby deh.. hahaha bykin kejadian Lucu mereka dirumah dong eon.. buat sulli jatuh cinta lgi sma Minho.Dan gmna reaksi Minho kl tau sulli itu masalalunya? atau apa sebenarnya Minho udah tau dn diam diam but rencana itu?

  6. Ffnya makin menarik nih. Apa di part ini minho udah ada rasa sama jinri? Kalo iya sulli harus hati-hati.. Ya seneng juga lah pasti. Tapi, gimana kalo minho tau jinri itu sulli..
    Lucunya itu minho suka modus sedangkan sulli ngehindar hahaha. Update soon kakk;;

  7. Ssul eon itu nama.y Takdir,jd jgn penh lupakan Minho oppa’Ne..??.hmm perasaan Minho oppa sdhh mulai suka Eon itu,tp Jinri Bukan Sulli.’Aishh kira2 Part brp nehh eon,Ming oppa tahu klw Jinri itu Sulli.n ap ming oppa akn marh atw sblik.y???hmm nggk bsa kbyang lagi.Ok eon’Next yahh…!!Hwaitiing….!!:)

  8. Hai……hai…..hai…..semuanya
    selamat tahun baru yah smoga ditahun baru ini kita bisa mnjadi orang yg lebih baik dari taun kemaren #Amin
    critanya tmbah seru eon,sulli tmbah aneh2 aja pikirannya 8-)8-)8-) kakek nenek sulli lucu bnget masa iya langsung setuju gitu aja pdhal kan tw klw itu cuma bo’ongan,ya kan minho menantu idaman siapa juga yg gak mw coba (trmasuk aku 8-)8-)8-))
    tinggal 1 rumah dgn minho yah pasti bkal menumbuhkan prasaan cinta sulli bwt minho lagi lah,mana bisa dilupain mngkin tmbah besar cintanya ama minho
    gak tw mw komen apa lagi deh,pokoknya critanya makin seru dan konfliknya makin rumit apa lagi bwt sulli (konflik batin)
    udah yah jgn panjang2,bca ff ini seru bnget,yah lumayan lah ngehibur diri yg lagi kesepian dirumah gara2 noh orang2 pda taun baruan,sdangkan sya…..diem dirumah soalnya sya gak suka kramaian psti tmpat2 yg mw dikunjungi udah jdi lautan manusia,jdi diajak gak mw bhkan noh emak brangkat dri tadi (emak gue gaul man,kgak kyak gue) tpi lumayan sehari gak dengerin “sakitnya tuh disini” yg tiap hari diputer ama tetangga gue,ampek bosen gue dengernya
    udah ah curhatnya,gak penting juga kan ;(;(;(
    next eon udah lebih 60 tuh yg komen,gue yg kebrapa yah ???
    Fighting eonni yg cemumut kyak siput #Mian dan slah stu hrapan aku ditaun ini bisa liat minsul dlm 1 stage atw drama (pengen bnget) tpi yg psti pengen liat minsul bersatu,cpet konfirm hbungan mreka klw mreka bkal nikah kyak om min noh,udah nikah #Amin Ya Robbal Alamin
    ~Chuuuuuuuuuuuuuuuuy:*:*:*~

  9. masa yg dilalui sulli benar2 pahit.
    untung ada siwon oppanya.
    wahh sulli udah tinggal di rumahnya minho, akan terajdi apa sja dipart selanjutnya ya ?
    lanjut eon..

  10. huaaaaa makin seru min :* 😀
    nikah,nikah,nikah (?) 😀
    aduh nggak sabar nunggu mereka nikah ^^ 😀
    lanjut thor daebak! 😀
    jangan lama2 ne :* 😀

  11. Setelah delapan tahun akhirnya penggalan kisah lama yang menyakitkan datang kembali, pasti rasanya campur aduk antara senang, sedih, cemas dan takut. Kasihan sulli..
    Oya eon, minho pov-nya aku penasaran juga..

  12. sulli semangattt..
    buatlah minho cpt2 suka ma sulli…
    Trs gmana nih ma yoogeun sma minseo kok mereka blm muncul.?
    Cma pengen tau gmna reaksi mereka klw ketemu ma sulli, apa gk kenal sma kyk minho atau mereka msh ingat ma sulli.??
    Ditunggu min lanjutan’y……
    Semangat buat yg bikin ff minsul ini.

  13. Bermalam dirumah calon suami :3
    Sulli biarkan masa lalu menjadi kenangan aja, jangan suka nengok ke belekang lagi, dan jalani kehidupan sekarang ini , yaitu tinggal 1 rumah sama minho xD

  14. kyyyyaaaa…MinSul akhirnya tinngal dalam 1 atap…apa yg akan terjadi yah???
    hahahahahahhah XD

    nggk sbar Sulli ketemu sma ponakannya Minho…apa mreka masih ingat Sulli yah??

  15. Mulai keliatan jelas ni jadi minho oppa yang keliatan ngarep ama sulli wkwkw 😀 cuma masih samar samar gitu blom jelas, tapi modus pendekatannya udah ada dr awal oenanganan kasus wkwk 😀

  16. omo..omo…tinggal seatap?minho dan sulli?seriusan..penasaran dengan apa yang akan terjadi selama mereka tinggal seatap..semoga da kejadian seru hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s