My Patron

PicsArt_14201824386372

My Patron

Nama author : Rhaya Cantika

Main Cast : Choi Sulli dan Choi Minho

Support cast : Jung Krystal, Kim Jong In, dan member SHINee.

Lenght : Twoshoot

Genre : Romance, comedy, school life.

Summary :

‘Aku akan selalu melindungimu. Karena kau telah menyelamatkan hidupku, malaikat cantik.’

.

.

.

-0-

 

“Sulli, lihat siapa itu! Choi Minho!” seru Krystal ditengah-tengah suara kerimbunan orang.

Krystal dan Sulli tengah menonton pertandingan bola di sekolahnya. Padahal ini hanya pertandingan biasa antar club. Tetapi hampir seluruh siswa menyaksikan pertandingan ini. Tidak lain karena ada si lelaki populer itu. Choi Minho. Oh, tidak hanya para gadis yang ingin melihatnya, tapi anak lelaki pun turut menyaksikan aksi si bintang sekolah itu. Minho terkenal dalam permainannya di sepak bola. Caranya berlari, mengoper bola, dan menendang bola, sangat di sukai para lelaki. Mereka bilang, kalau Choi Minho bermain bola, mereka seperti menonton pertandingan bola sungguhan. Yang benar saja?

Sulli melihat Choi Minho yang baru saja masuk lapangan. Lelaki itu berjalan tenang ke tengah lapangan tanpa memberi senyum pada gadis-gadis yang berteriak menyebut namanya. Wajahnya datar, tidak menunjukan ekspresi apapun. Minho memang terkenal pendiam dan dingin. Dia hanya memiliki sedikit teman di sekolahnya, walaupun banyak orang yang ingin menjadi temannya. Dia lebih suka sendiri, dan dia tidak suka keramaian. Sulli tahu tentang itu.

“Hei, kau ini. Biar kuingatkan. Kau menyukainya sejak tiga bulan lalu, saat dia menolongmu dari kecelakaan itu.” Kata Krystal ketika ia menyadari kalau Sulli tidak berekspresi apapun ketika Minho memasuki lapangan.

“Hei, aku tahu. Kau tidak perlu mengingatkanku.” Balas Sulli dengan malas.

“Kau ini bagaimana sih? Kalau kau hanya diam seperti ini, bagaimana dia akan melihatmu?” tanya Krystal kesal atas respon Sulli yang acuh.

“Lalu aku harus apa? Berteriak-teriak seperti mereka? Sama saja, si ‘coolest boy’ itu tidak akan melihatku. Hanya buang-buang energi.”

Krystal mendesah. ‘Lalu untuk apa aku membawanya kesini?’ tanya Krystal pada dirinya sendiri. “Kenapa kau harus menyukai coolest boy itu? Apa tidak ada lelaki lain yang lebih baik?” omel Krystal pada Sulli.

Beberapa orang disekeliling mereka memandangi Krystal dengan tatapan aneh.

“Ayo kita pergi.” Kata Sulli sambil menarik Krystal menjauh dari kerumunan orang itu.

.

.

.

–Flashback—

.

.

.

            Sore itu, Sulli masih tinggal disekolah. Ia menunggu Krystal yang sedang memberi latihan khusus untuk juniornya di club tari. Sulli memilih duduk di sebuah kursi panjang yang tidak jauh dari pintu gerbang sekolahnya. Ia membaca sebuah novel yang baru dipinjamnya dari perpustakaan tadi pagi.

Sebenarnya, mereka sudah menginjak tahun ketiga disekolah itu. Artinya mereka akan sibuk menghadapi ujian kelulusan. Tapi Krystal malah disibukan dengan aktivitas barunya sebagai pelatih di club tari. Itu karena Krystal menguasai seni dibidang tari dengan sangat baik. Kalau Sulli, ia lebih suka membaca buku. Karena itu, ia memilih untuk menjadi pengurus perpustakaan. Tidak terlalu menggangu bidang akademiknya.

Sulli mengalihkan pandanganya keluar gerbang. “Mereka masih di sana.” Gumamnya. Ia memasukan buku novelnya dan mengeluarkan sebuah buku berwarna merah muda dari tas sekolahnya. Buku itu bertuliskan ‘My Diary’. Warna covernya memang mencolok, namun tidak ada hiasan-hiasan yang menempel pada buku itu. Sulli membuka buku itu, kemudian menulis sesuatu pada lembar keempat buku itu.

 

 

.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Sore ini, aku masih berada di sekolah menunggu sahabatku Krystal yang sedang memberi latihan khusus diclub tari.

Ah, aku bingung sekali ingin melakukan apa selama dia sibuk melatih. Aku sudah berkeliling sekolah dan menyapa beberapa teman yang juga masih memiliki kesibukan di sekolah, aku juga sudah makan beberapa snack dikantin. Tapi rasa bosanku masih saja menyerang.

Akhirnya aku memilih duduk di kursi dekat gerbang sekolah. Dan apa kau tahu, siapa yang kulihat? Ya, anak-anak itu. Entah apa aku harus menamai mereka. Apa kumpulan manusia aneh yang luar biasa jenius? Lupakan. Mereka adalah kelompok yang tak pernah terpisahkan. Jinki, Jonghyun, Kibum, Minho, dan Taemin.

Entah perasaanku saja, atau mereka benar-benar selalu menungguku sampai pulang. Kalau aku masih di sekolah, merekapun akan menetap di depan gerbang. Berdiri sambil mengobrolkan hal-hal yang tidak aku mengerti. Kemudian saat aku pulang, mereka juga akan pulang. Setiap hari mereka melakukan itu.

Awalnya aku berpikir, mereka menunggu Krystal. Karena aku memang sering sekali pulang dengan Krystal. Tapi mereka melakukan hal itu juga saat Krystal tidak pulang bersamaku. Tentu saja Krystal tidak mengetahui hal ini.

Hebat sekali. Cerita mereka sudah memenuhi empat halaman buku harianku yang baru ini. Pembuka yang mengesankan dan misterius.

 

-Sulli-

.

Sulli menutup buku hariannya itu lalu ia letakan diatas pangkuannya. Ia kembali melirik kearah lima orang itu. “Menyebalkan.” Gumamnya.

Tiba-tiba seseorang mengambil buku Sulli dari pangkuan dengan kasar. “Apa ini?” tanya orang itu sambil membalik-balikan buku Sulli.

“Hei, kembalikan padaku, Suzy!” kata Sulli berusaha merebut bukunya dari Suzy, orang yang tiba-tiba mengambil buku Sulli itu.

“Tidak akan pernah gadis manis.” Katanya.

Sulli mendengus kesal. Kemudian dengan kasar ia menarik Suzy dan berusaha mengambil bukunya yang diacungkan oleh Suzy. Namun usahanya gagal, karena Suzy mendorongnya sampai terhuyung kebelakang. Sekilas, Sulli dapat melihat Jinki dan teman-temannya itu sedang menatap kearahnya.

‘Apa mereka tidak berniat membantuku?’ pikir Sulli.

Sebelum Sulli kembali mendekati Suzy, Suzy sudah lebih dulu menghindar kemudian ia berlari keluar gerbang membawa buku itu.

“Aku akan mengembalikannya setelah aku membaca isinya.” Seru Suzy sambil berlari.

Sulli mengejarnya. “Hei, Suzy!” teriaknya. Berharap Suzy akan berhenti. Namun Suzy tetap berlari.

Ada suatu perasaan aneh saat Sulli berlari ke arah para lelaki aneh itu. Sesuatu yang membuat jantungnya berdebar lebih cepat. Namun Sullli mengacuhkan perasaan itu. Ia terus berlari mengejar Suzy sampai ia melewati para lelaki aneh itu dan akan menyebrang jalan.

Namun tanpa Sulli sadari, sebuah mobil sedan berwarna hitam mengilap tiba-tiba muncul dari tikungan dengan kecepatan tinggi. Mobil itu sangat dekat dengan posisinya sekarang. Ia tidak bisa menghindar. Seketika kepalanya terasa berat dan telinganya dipenuhi suara jeritan beberapa orang.

Bukk,

Semua terasa cepat. Sulli memejamkan matanya erat-erat. ‘Aku sudah mati. Aku sudah mati. Ya tuhan, bahkan aku belum mengucapkan selamat tinggal.’

“Gwenchana?” Suara bariton itu menyadarkan Sulli kalau ia masih hidup. “Choi Sulli, kau mendengarku?” Suara itu lagi. Dan kini suara itu membuat jiwa Sulli terkumpul lagi.

Perlahan ia membuka matanya. Yang ia lihat pertama kali adalah sebuah dada bidang yang tertutupi kemeja putih polos —itu kemeja seragam sekolahnya. Sulli mendongakan kepalanya dan ia dihadapi langsung dengan wajah seorang lelaki yang tak asing lagi baginya. Salah satu member kelompok aneh yang luar biasa jenius itu, Choi Minho.

Ia sekarang sudah benar-benar sadar sepenuhnya. Ia ingat, saat mobil itu hanya berjarak sekitar satu meter dari tempatnya berdiri, sebuah tangan menariknya dengan cepat ke sisi jalan. Dan ternyata tangan itu milik Minho. Minho yang menariknya. Menarik Sulli kedekapannya yang hangat. Sulli menatap dalam mata Minho. Namun terlalu dalam sehingga ia melihat kekhawatiran yang menyelimuti Minho. Minho khawatir. Matanya, raut wajahnya, dan suaranya menunjukan kalau ia sangat khawatir. Sulli melihat jelas keringat bercucuran di sekitar wajahnya.

‘Khawatir? Kenapa kau khawatir seperti ini?’

“Choi Sulli, jawab aku! Berbicaralah!” perintahnya dengan nada lembut namun menyimpan kekhawatiran yang mendalam.

“A-aku, aku baik-baik saja” jawab Sulli akhirnya. ‘Choi Minho, kau kenapa?’ pikir Sulli bingung.

Minho mendesah pelan. “Syukurlah.” Ucapnya lebih kedirinya sendiri.

“Kau bisa melepasku sekarang.” Ucap Sulli pelan berusaha menyembunyikan debar jantungnya yang begitu kuat.

Minho terlihat salah tingkah. Ia segera melepaskan pelukannya. Seketika Sulli merasa kehilangan. Ia merasa sesuatu menghilang darinya. Sebuah kehangatan, tidak, lebih dari itu. Kini rasa dingin menyelimuti Sulli. Ia berharap Minho kembali memeluknya lagi. Tunggu! Apa maksudnya itu?

“Lain kali, kau harus lebih berhati-hati.” Kata Minho menasihati.

“Terima kasih banyak. Aku berhutang padamu”, Ucap Sulli seraya membungkukan sedikit tubuhnya. Sekilas ia melihat Minho tersenyum. ‘Si coolest boy tersenyum padaku? Dan ada apa denganku?’

“Sulli, gwenchana?” Suara seorang gadis menyadarkan Sulli kalau beberapa orang tengah mengerubuti di sekelingnya, termaksud Jonghyun, Kibum dan Taemin, tapi Sulli tidak melihat Jinki. Gadis itu berlari kecil mendekati Sulli. Ia menyodorkan sebuah buku berwarna merah muda yang dikenalinya.

“Yak! Bae Suzy!” teriak Sulli tiba-tiba. Suaranya membuat beberapa orang di sekelilingnya itu terkesiap. “Aku hampir mati karena kau, tahu?!”

“Mianhae, aku hanya bercanda. Aku tidak berniat melukaimu.” Suzy menunduk ketakutan.

Dengan kasar Sulli merenggut bukunya dari tangan Suzy. Ia terus menatap gadis itu dengan kesal. Suzy masih bergeming di tempatnya sambil menunduk. Minho memberi aba-aba pada orang-orang yang menggerumbuni mereka agar pergi meninggalkan mereka. Kemudian ia melihat Jinki datang dengan motornya besarnya.

“Sepertinya mobil itu sangat terburu-buru. Bahkan ia hampir menabrak lampu jalan. Tapi aku sudah menyerahkannya pada polisi.” Jelas Jinki ketika ia sudah berhenti di dekat mereka.

“Kau, mengejar mobil itu? Dengan motor ini? Secepat itu?” tanya Sulli bingung. Bagaimana bisa Jinki langsung mengejar mobil itu. Motornya memang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Tapi, ia bisa sesigap itu mengejar mobil tadi. Apa ia tidak panik dulu.

“Ya, kalau tidak cepat, mobil itu mungkin akan menabrak semut.” Katanya santai diikuti gelak tawanya. Sama sekali tidak lucu.

“Kau baik-baik saja kan?” tanya Kibum yang sejak tadi berdiri di dekat Minho. Sulli mengangguk kecil.

“Sama sekali tidak ada yang sakit?” tanya Jonghyun.

“Apa perlu ke rumah sakit?” tanya Taemin.

Sulli mulai bingung dengan sikap mereka yang sangat perhatian. Dan kebingunganya bertambah ketika Minho berkata, “Dia baik-baik saja. Dia sudah mengatakannya tadi. Mungkin dia masih shock.” Seakan-akan Minho sangat mengenalnya.

“Kau mau aku antar pulang?” kini giliran Minho yang bertanya.

“Tidak perlu. Aku pulang bersama Krystal.” Jawab Sulli sambil memaksakan seulas senyum untuk menutupi kecurigaanya terhadap kelompok aneh itu. “Sekali lagi terima kasih. Kalian sangat baik. Aku permisi dulu.” Ucap Sulli.

“Yah baiklah. Lain kali lebih berhati-hati, ok?” kata Jinki. Sulli membalasnya dengan senyum. Dan mereka membalas lagi senyum Sulli. Kecuali Minho. Minho memalingkan wajahnya ke arah lain.

Sulli melangkahkan kakinya menjauhi mereka dan masuk lagi kedalam sekolah. Suzy mengikuti dari belakang. Namun Sulli mengacuhkannya. Pikirannya melayang pada kelompok itu. Perhatian berlebihan yang diberikan mereka tadi membuat Sulli semakin yakin kalau ada sesuatu yang mereka rencanakan. Atau mungkin, salah satu dari mereka mungkin menyukai Sulli. Sulli menggelengkan wajahnya. Berusaha mengenyahkan pikirannya itu.

“Suzy, berhenti mengikutiku. Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatirkan aku.” Kata Sulli saat ia meyadari Suzy berjalan dibelakangnya.

“Hm, ne. Sekali lagi maafkan aku. Kau boleh menghukumku kalau kau mau.” Kata Suzy masih dengan kepala yang tertunduk.

“Cha, pergilah.” Ucap Sulli. Ia menyunggingkan senyum pada Suzy agar gadis itu berhenti merasa bersalah dan pergi meninggalkannya.

Suzy pun pergi meninggalkan Sulli. Ia pergi kearah kantin. Mungkin teman-temannya ada disana. Sulli kembali duduk dikursinya semula. Ia memasukan buku hariannya kedalam tas sekolahnya kemudian ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Matanya melirik ketempat Minho dan teman-temannya berkumpul. Mereka masih berdiri di sana sambil memperbincangkan sesuatu yang tidak bisa ditebak. Tapi Sulli lihat raut wajah mereka menjadi serius, tidak seperti sebelum kecelakaan tadi. Mereka terlihat sedang bercanda dan tertawa.

“Mereka pantas dengan julukan kelompok aneh yang luar biasa jenius.” Gumamnya.

“Sulli!” seru seorang gadis tiba-tiba, yang membuat Sulli mengalihkan pandangannya dan melihat Krystal tengah berlari kecil kearahnya.

“Neo gwenchana?” tanya Krystal ketika ia sudah berdiri dihadapan Sulli. Ia mendirikan tubuh Sulli dan memutar-mutarnya untuk mencari luka. Namun ia tidak menemukannya.

“Gwenchana.” Kata Sulli menghentikan Krystal.

“Tadi aku bertemu Suzy. Aku hampir menamparnya kau tahu! Tapi kalau aku menamparnya, kau pasti tidak akan berteman denganku lagi.” Kata Krystal sambil mengeructkan bibirnya. Sulli hanya terkekeh.

“Kau sudah selesai? Kita akan pulang sekarang?” tanya Sulli penuh semangat. Krystal membalasnya dengan anggukan yang tak kalah semangatnya.

Mereka pun berjalan keluar gerbang sekolah. Saat melewati kelompok aneh yang luar biasa jenius itu, Sulli melihat Kibum dan Taemin membungkukan tubuhnya ke arah Sulli. Seperti memberi hormat kepada seorang putri. Sulli terkekeh. Kemudian matanya beralih kearah Minho. Lelaki itu sedang asik mengobrol dengan Jinki. Namun sekilas, lelaki itu melihat ke arah Sulli dan tersenyum. Saat itu juga jantung Sulli kembali melompat-lompat.

“Krys, apa menurutmu aku gila?” tanya Sulli ketika mereka sudah jauh dari sekolah.

“Kenapa?” tanya Krystal bingung.

“Jantungku. Dia berdetak sangat keras.” Kata Sulli sambil memegangi dadanya.

Krystal tersenyum nakal. “Kau menyukai Minho yah?” tanyanya.

“Apa?!” Sulli berpekik.

“Hei, Suzy menceritakan semuanya tadi. Huah…Choi Minho jadi pahlawanmu. Dia menarikmu kemudian memelukmu…”

“Dan jantungku berdetak cepat.” Lanjut Sulli. “Apa itu namanya suka?” tanyanya bodoh.

“Mungkin. Aku merasakan hal yang sama pada Yonghwa.” Jawab Krystal sambil menerawang.

Sulli menatap kosong jalan didepannya. ‘Kelompok aneh itu…’

.

.

.

Flashback end

.

.

.

 

Sulli pov’

   Sejak kecelakaan itu, aku merasakan perasaan aneh setiap bertemu Minho. Dan perasaan aneh itu disebut cinta oleh Krystal. Benarkah? Aku jatuh cinta? Pada coolest boy itu? Hanya karena dia menyelamatkanku dari kecelakaan itu? Huft…

Ada dua hal yang sampai sekarang selalu membuatku penasaran dan bertanya-tanya. Satu, mereka masih melakukan hal yang sama selama tiga bulan ini. Mereka pulang ketika aku pulang. Dan menetap di sekolah ketika aku juga masih menetap disekolah. Kedua, saat Minho menyelamatkanku dari kecelakaan waktu itu. Aku menatap matanya. Mungkin terlalu dalam, sampai aku menyadari kekhawatiran yang besar –sangat besar. Matanya menggambarkan perasaannya saat itu. Ia takut. Takut kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya.

Tunggu dulu. Jangan anggap aku ini gadis pembaca pikiran. Aku yakin, orang lain yang melihat matanya saat itu juga akan menyimpulkan hal yang sama denganku. Apa dia menyukaiku? Hei, saat itu dia khawatir akan kehilanganku. Oh, Choi Sulli, Kau menyedihkan.

Aku mengajak Krystal duduk di kantin. Dia terlihat masih kesal padaku. Ya, dia sudah tahu semua tentang kelompok aneh yang luar biasa jenius. Aku menceritakan semua padanya. Dan dia bilang dia lebih suka menyebutnya SHINee. Aku hanya mengangguk saat itu.

“Aku bertanya-tanya, di antara kita berdua, yang sebenarnya menyukai coolest boy itu siapa? Aku, kau, kita berdua, atau tak seorangpun dari kita?” tanya Krystal masih dengan nada kesal.

“Molla.” Jawabku singkat yang hanya membuat Krystal tambah murka.

Krystal mendesah kasar. “Aku akan menyudahi ini semua.” Gumam Krystal. Aku mengerutkan keningku tidak mengerti dengan maksudnya. “Aku akan bertanya langsung pada mereka.”

Mendengar itu aku terkesiap. Aku menarik tangan Krystal yang akan berdiri. Namun Krystal malah menarikku bersamanya.

Tuhan, apa yang harus ku lakukan?

 

Sulli pov’ end

.

.

.

 Pertandingan baru saja selesai. Jinki, Jonghyun, Kibum, Minho, dan Taemin langsung pergi meninggalkan lapangan menuju keruangan club mereka. Ruangan itu sepi, tidak ada seorangpun di ruangan itu. Mereka masuk kedalam kemudian mengambil masing-masing botol minum mereka.

“Aku tidak percaya. Kita kalah! Bagaimana bisa? Sebenarnya ada apa?” gerutu Kibum kesal.

“Kita telah mencemari nama baik kita sendiri.” Lanjut Jonghyun.

Taemin melirik Minho yang menatap kosong botol minumnya. “Sulli pergi diawal pertandingan. Karena itu, Minho tidak semangat.” Kata Taemin dengan nada mengejek di dalamnya. Kemudian ia tersenyum nakal.

Minho mengarahkan tatapan tajam kearah Taemin. Tanpa ia sadari tiga manusia yang lain juga menatapnya dengan tatapan jahil.

“Kalau begitu kita harus membayar Sulli agar mau menonton semua pertandingan Minho.” Kata Jinki sambil menyeringai.

Minho mendengus kesal.

“Kenapa kau tidak katakan saja yang sebenarnya pada Sulli?” tanya Kibum.

“Yaak, yang benar saja. Seorang coolest boy, Choi Minho, mengatakan yang sebenarnya?” ledek Taemin.

“Sulli-ssi, ada satu hal yang kuingin katakan padamu, aku mencintaimu.” Kata Jonghyun dengan gaya yang dilebih-lebihkan.

Minho hanya mendesah dan mendengus kesal mendengar ocehan teman-temannya. Dia tahu saat ini dia tengah di bully.

“Ayolah Minho, katakan saja. Itu mudah.” Kata Jinki.

“Terserah kalian. Aku mau mencari oksigen.” Kata Minho tajam kemudian berlalu meninggalkan teman-temannya yang masih asik mem-bully Minho sambil tertawa.

.

.

.

To Be Continue…

,

,

a/n : Hayoooo siapa yang envy sama Sulli di perlakuin manis gini ama SHINee??? Mimin envy. Di jagain makhluk-makhlik ketceh siapa yang gak envy coba?? Xixixi. FF ini hanya twoshot. Kalo kalian rajin komen, next chap akan mimin post segera. 😀

86 thoughts on “My Patron

  1. Ihh envy bgt yaa jadi sulli, dpt pengagum kyk minho. Ini mah udh cinta dua2nya, tinggal saling mengungkapkan aja kkk~
    Dan kupikir suzy jahat, dan ternyata…cuma iseng doang tohh bahkan sampe ngikutin sulli krna merasa bersalah…

    Sipp alurnya fokus minsul 😉

  2. hahaha bener juga si sulli. shinee tuh emang geng aneh, aneh banget. saking anehnya saya jadi ikutan aneh karna sayang banget sama mereka._.
    ff ini bukan fantasy kan ya? masa iya jinki cepet banget gitu ke parkiran motor.. ya mungkin2 kayak twilight gitu, mereka ber5 vampire hahaha xD

  3. Envy? dikit : D
    sulli eonni emang pantes kok diperhatiin sama shinee apalagi minho ~>_<~
    Ditunggu next nya thor ^-^
    Figthing!!

  4. Princess sulli beruntung banget pelindungnya ketjeh – ketjeh kaya gitu .. hehehhe minho buruan tembaaaak sulli . Ditunggu kelanjutannya eon ^^

  5. wah ffnya lucu. ringan permasalahannya gak berbelit2 tpi kenak bgt fellnya.
    aku penasaran aja knpa kibum & taemin hrus bungkuk ya? apa karena ming suka ama ssul? ah molla, semoga cpat dipost chap selanjutnya, fighting…….. gomawo ffnya….

  6. WAHH suul itu emg special girl , jd ceritanya ming yg jatuh cinta duluan sm ssul, aigooo
    Seru. Nih pasti, banyak hal yg blum terungkapppp

  7. Waaaaaa… Sebenarnya ada apa tuh dibalik sikap manisnya SHINee ke Uri Princess Sulli? :3
    Suzy nih nakal! Tapi makasih ya, kalo Suzy gak nakal, Minhoney oppa gak bakal nolongin Sulli dari kecelakaan dan Sulli gak sadar jantungnya bisa lompat2 kalo ada Minho…
    (ˇ▼ˇ)-c<ˇ_ˇ) that's soooo sweetttt! :3
    Gak envy kok, Min, cuma kepengin juga digituin sama mereka… #eh #samimawon
    Buat Authornya, DAEBAK! 😉 ♡
    Gomawo ya, udah buat cerita semanis ini… (´⌣`ʃƪ)

  8. ooo.. so sweet nya.
    enak ya jdi sulli, di lindungin oleh SHINee. jdi envy juga 😦
    tp gk pa2 lah..
    ayolahh minho, cpat ungkpin prsaanmu, sulli pasti nerima kok.

  9. Diperilaku seistimewa seperti itu dp yv nolak tpi apakah ming oppa punya hubungan ap sebelumnya dg sull jdi lindungin sull segitunya…

  10. huaaaa ada ff baru 😀
    aku baru sempet baca 😀
    duh enak banget sih jadi sulli eonni,mau juga donk digituin >< 😀
    pasti ada something deh makanya sulli eonni diperlakuin gitu sama geng shinee 😀
    ceritanya keren banget thor! ^^

  11. Bysa aja,kgak envy udah aku mah udah byasa diklilingi ama pangeran2 yg cuakep…….cuakep 8-)8-)8-) wkwkwk apalah ini
    mian bcanya telat tpi aku baik kan msih ninggalin jejak,kgak mw dibilang fans abstrak
    keren kok critanya,oh yah autor baru ye ??? Makin bnyak autor mkin bnyak ff-nya nih

  12. aduh mau dong gua jd sulli, sumpah kaya putri bngt. minho menyukai sulli diam-diam ternyata. adauntungnya jg waktu itu sulli mau di tabrak sama mobil di situ minho worry bngt hehe
    btw apa jungli mau ke ruangan shinee.. omg haha

  13. yg komen diatas pada pengen jadi sulli wkwk xD gua juga mau atuh jadi sulli mah :v
    yg suka minho, kenapa temen-temennya juga nungguin sulli di gerbang ya? apa jangan-jangan mereka juga suka wkwk

  14. Awalnya penasaran ngapaen sekelompok shinee itu nunggu d gerbang.. eh tenyata minho suka sulli ?? Ckckc seruuu neee
    Kira2 sejak kapan yaa minho suka sulli 😂😂😂😁😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s