I For You [Part 21]

Fantasia Painting(27)

I For You

Cinta yang selalu menjagaku…

A novel by Orizuka

Choi Minho as Surya || Choi Sulli as Princessa || Kim Jongin as Benjamin Andrew || Kang Jiyoung as Bulan ||

Rate : Teenager / General

Genre : Romance // Sad-Hurt // School life // Friendship

Length : Chaptered

Summary :

Because you meant everything to me,

I refrain from holding you back,

so as not to be a burden to you.

[Loveholic—If Only I Have You]

.

.

Hari pertama Ujian Nasional, semua anak kelas dua belas sibuk bukan kepalang. Sebagian mulut berkomat-kamit menghafal isi buku cetak sementara yang lain merapal doa. Hanya Minho yang tampak tenang di bangkunya, menyerut pensil yang sudah tajam.

Walaupun tampak tenang dari luar, sebenarnya Minho sedikit gugup. Walaupun ia yakin usahanya selama ini akan berbuah manis, kali ini ia berjuang bukan hanya untuknya sendiri. Ia berjuang untuk Sulli, yang telah menaruh harapan besar padanya walaupun anak perempuan itu mungkin tidak ingat. Ia ada di sini sekarang, dengan tekad seperti ini, dengan mengorbankan seorang Sulli. Ia tak akan membiarkannya kecewa.

Ingatannya lantas terbang pada kejadian seminggu lalu. Sepulang dari rumah sakit, Minho segera masuk kamar dan menangis habis-habisan. Apa yang Siwon katakan benar-benar menyadarkannya. Ini adalah kesempatan bagi Sulli untuk memulai hidup baru, di mana tidak ada seorang berengsek seperti Minho di dalamnya. Anak perempuan itu tidak mengalami jatuh cinta, jadi ia tidak akan sakit hati. Ia mungkin tidak akan tertawa, namun ia juga tidak akan menangis.

Minho akan menanggung semua beban ini sendiri. Ia akan membiarkan Sulli tidak ingat tentang mereka. Yang harus Minho lakukan sekarang adalah meneruskan hidupnya dan kembali menggapai cita-citanya. Ia akan menjadi orang yang bisa berdiri di depan Sulli dengan bangga.

Dua orang pengawas yang masuk kelas menyadarkan Minho. Salah satu pensilnya sekarang nyaris habis tak bersisa. Minho menarik napas panjang, lalu menghela napas.

Tiga tahun SMA-nya adalah untuk saat ini.

.

.

.

Oppa, Chukaeyo. Ujian mu sudah berlalu.”

Minho menatap Jiyoung yang datang membawa secangkir jahe hangat, lalu tersenyum. “Gomawo.”

Sambil menatap Minho menyeruput jahe buatannya, Jiyoung mengamatinya. Selama beberapa minggu ini, ia sama sekali belum menyinggung soal Sulli. Ia takut hal itu akan membuat Minho kehilangan fokus pada Ujian Nasional.

Oppa, aku dengar, Sulli sunbae, sudah mulai bisa jalan.”

Minho nyaris tersedak saat mendengar nama itu, namun segera berlagak tenang. “Oh ya? Syukurlah.”

Oppa, kau tidak ingin menjenguknya huh?” tanya Jiyoung. Terakhir Minho menjenguk Sulli, Oppa nya pulang dalam keadaan kacau. Jiyoung tahu ia menangis semalaman, lalu berakhir dengan belajar hingga pagi. Setelah itu, Minho menjadi lebih giat daripada yang sudah-sudah. Tak sedetik pun waktunya terbuang dengan tidak memegang buku.

Oppa, mungkin Sulli sunbae tidak ingat dengan engkau yang dulu,.” Jiyoung berkata lagi. “Tapi dia akan kenal Oppa yang sekarang. Mungkin ia akan senang jika Oppa bercerita tentang sekolah dan Ujian.”

Minho menatap kosong gelas di genggamannya. Ia sudah membuat janji pada Siwon untuk tidak menemui Sulli lagi. Lagi pula, ia tidak yakin apa ingin anak perempuan itu melihatnya lagi. Mungkin saja Sulli merasa tidak nyaman berada dekat orang asing sepertinya. ‘Orang asing’. Hati Minho mendadak terasa nyeri.

“Kamu sendiri?” Minho membelokkan topik. “Kamu masih berhubungan dengan Kai?”

Jiyoung segera salah tingkah. “Aku… hanya menelponnya sekali tadi pagi.”

Minho menatap Jiyoung penuh selidik.

“Aku hanya bertanya kabar Sulli sunbae.,” kilah Jiyoung. “Kau harus percaya padaku, Oppa.”

Minho menghela napas lalu menyandarkan punggung. Walaupun ia dan Jiyoung tahu tentang Sulli dan Kai, namun tetap saja mereka tidak punya kesempatan. Sulli dan Kai tidak bisa dipisahkan. Kalau ingin bersama Kai, maka Jiyoung harus menerima Sullia. Itu artinya tidak ada kencan berdua. Jika pun ada, Jiyoung harus menerima jika Kai mendapat panggilan dari Sulli. Sampai kapan pun, Jiyoung tidak akan pernah menjadi prioritas bagi Kai.

“Kamu tahu bagaimana keadaan mereka, kan?” tanya Minho. “Kamu terima?”

“Aku…” Jiyoung menggigit bibir. “Aku tahu pasti berat. Tapi aku akan berusaha ikhlas.”

Saat melihat Kai kemarin, Jiyoung sudah memutuskan. Ia akan berada di samping Kai kapan pun ia membutuhkan. Ia berjanji akan memberi Kai keleluasaan untuk selalu menjaga Sulli. Ia tahu ia bisa mempercayai Kai.

“Kamu sudah besar.” Minho mengacak rambut Jiyoung “Kamu bisa memutuskan sendiri mana yang baik buatmu.”

Jiyoung menatap Minho, lalu mengangguk dengan senyum. “Oppa sendiri?”

“Aku? Kamu tahu aku bisa apa.” Minho mengela napas. “Aku bisa dilupakan.”

Selama beberapa saat, Jiyoung menatap Oppa nya yang seperti kehilangan energi. Jiyoung juga baru sadar, tubuh Oppa nya semakin kurus. Beberapa minggu terakhir, ia terlalu banyak belajar hingga kurang tidur.

Oppa, aku yakin kau pasti menemukan kebahagiaamu. Suatu saat nanti.”

Minho menatap Jiyoung, lalu mengangguk.

Suatu saat nanti.

.

.

.

Kai membuka pintu kamar Sulli. Anak perempuan itu tampak sudah rapi, duduk di ranjang sambil memandang keluar jendela. Kai melangkah masuk sambil menarik sebuah koper. Hari ini, Sulli akan keluar dari rumah sakit. Semua sesi terapinya sudah selesai dan ia diperbolehkan untuk kembali beraktivitas.

“Ssul, sudah siap? Aku akan merapikan barang-barangmu dulu ne.”

Kai membuka lemari dan mengeluarkan barang-barang Sulli. Sementara ia melakukan itu, Sulli memperhatikannya.

“Kai, ada yang perlu kita bicarakan,” kata Sulli pelan.

Kai mendengus, geli. “What? Are you gonna dump me or something?”

Sulli tidak menjawab, jadi tangan Kai berhenti bekerja. Ia menoleh dan mengernyit kepada Sulli yang sudah menatapnya sedih.

Sadar ada sesuatu yang benar-benar serius, Kai bangkit dan menghampiri Sulli. “Ada apa?”

“Kai,” ucap Sulli pelan. “Selama 17 tahun ini, pasti berat kan?”

Mata Kai melebar. “Apa yang kau bicarakan?”

“Aku baru menyadarinya, kalau selama 17 tahun ini, kamu selalu ada di sisiku.” Air mata sudah menggenang di mata Sulli. “Selama itu juga, aku menganggap keberadaanmu sebagai sesuatu yang wajar. Sesuatu yang memang seharusnya aku punya. Padahal, sama sekali tidak seperti itu.”

Kai hanya bisa terdiam menatap Sulli.

“Aku terlalu egois buat kamu, kan?” tanya Sulli, setetes air matanya jatuh. “Aku adalah orang paling egois di dunia. Aku mengambil hak kamu sebagai manusia. Aku mengambil kebebasan kamu.”

Kai menggeleng. “Ssul, itu tidak…”

“Tidak pernah sekalipun aku memikirkan perasaan kamu. Memikirkan apa yang kamu mau perbuat dalam hidup kamu. Karena selama ini seluruh hidup kamu adalah tentang aku.”

Kai menatap ke arah lain, berusaha menahan emosi.

“Setelah semua kejadian ini, aku baru sadar, kalau selama ini aku sudah membuat kamu mengorbankan segalanya.” Tanpa sadar, Sulli meraba tanda pengenal yang masih ia pakai. “Maaf saja pasti tidak akan cukap, kan?”

“Jangan minta maaf, Ssul. Kamu tidak punya salah apapun. Ini memang tanggung jawabku. Aku yang bersedia menjaga kamu.”

Sulli menggeleng. “Kamu seharusnya menjaga perempuan yang kamu cintai, dan orang itu bukan aku. Dan aku benci diriku sendiri yang membuat kamu tidak bisa melakukannya.”

“Jangan bicara seperti itu…”

“Kai. Aku tidak bisa menahan kamu selamanya,” lanjut Sulli, membuat Kai menatapnya. “Sudah saatnya aku melepasmu.”

Selama beberapa saat, Kai terdiam. Ia tidak tahu apa Sulli hanya sedang labil, atau ia benar-benar mengatakannya. Apa yang dikatakan Sulli adalah sesuatu yang selama ini ia anggap mustahil. Ia bahkan tidak pernah berani memimpikannya.

Ani.” Kai akhirnya berkata. “Walaupun kau memaksa, aku tidak bisa. Hanya aku yang bisa menjagamu, Ssul.”

Sulli menggeleng. “Appa ku bisa.”

“Tapi—”

“Aku sudah membicarakan hal ini dengan Appa juga orangtua kamu, dan kami sudah sepakat. Aku dan Appa akan pindah ke Amerika,” kata Sulli membuat mata Kai terbelalak. “Di sana ada lebih banyak donor AB negatif dan faktor lebih mudah didapat dibanding di sini. Penanganan von Willebrand pun lebih tanggap. Kamu tidak perlu khawatir lagi tentang aku. Aku juga akan sekolah desain di sana.”

Kai masih tak memercayai pendengarannya. “Kamu… mau pindah?”

Sulli mengangguk. “Kamu bisa bebas menentukan jalan kamu sendiri, dan tentunya kamu bisa bebas mencintai orang yang kamu pilih.”

Seumur hidupnya, Kai tak pernah menyangka ini akan terjadi. Ia sudah siap jika pun harus bersama dengan Sulli selamanya. Sekarang, saat Sulli mengatakan akan melepasnya, Kai tidak merasa senang. Ia memang sedikit merasa lega, tetapi sebagian besar dari dirinya mengkhawatirkan Sulli. Ia takut anak perempuan itu tidak bisa hidup tanpanya.

Sulli melepas kalung yang selama ini ia kenakan, lalu menyerahkannya kepada Kai. “Dengan ini, aku secara resmi melepasmu.” Kai menatap nanar kalung itu. Kalung yang sudah dikenakan Sulli sejak lama. Tangan Kai yang gemetar menggapainya, dan begitu ia menggenggam kalung itu, seluruh kenangan berkelebat cepat di benaknya, membuat tangisnya pecah begitu saja.

Mianheyo…” Sulli pun ikut terisak.

Kai segera menarik Sulli ke pelukannya. Sulli adalah saudara perempuan yang tak pernah ia punya. Salah satu dari sedikit hartanya. Saat Sulli melepasnya pergi, ada bagian dari dirinya yang ikut pergi juga. Kai tidak bisa menerima penawaran itu tanpa merasa terluka.

Mianhe…”

Tak bisa menjawabnya, Kai memeluk Sulli semakin erat. Sulli adalah bagian penting dari hidupnya, dan selalu akan seperti itu.

“Kapan pun kamu membutuhkan aku, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan,” kata Kai di sela isaknya.

Sulli mengangguk. Sampai kapan pun, nomor Kai selalu akan menjadi nomor satu di ponselnya.

Sampai kapan pun.

.

.

tbc…

,

,

a/n : Ada yang butuh tissue?? Menuju 2 chap Terakhir ~

36 thoughts on “I For You [Part 21]

  1. Duuuhh sedih bner sii ssul ini 😦
    apa dia bakal tetep pura” lupa sama ming??
    tapi sampe kapan??
    skrg kai udah ga perlu jagain ssul lg, tp sedih bgt pasti, selama 17 tahun mereka hidup bareng”, kai selalu ada buat ssul..
    ssul bneran pgn pindah k amerika? Kalau ming smpe tau gmn ya??
    next eonn (y)

  2. Butuh tisu bngt eon 😥 sedih rasanya huhu
    sulli apakah kmu mau bnran pindah eoh ? Kmu akan ttp pura” gak inget minho ? Kmu gak kasian sma minho oppa ? Dan kmu mau pindah begitu aja setelah nglepas kai buat jiyoung ? Andweeee sull jangan pindah jebal 😦
    Kai cpetan kasih tau ming oppa klo sulli mau pindah ke amerika eoh ? Berharap ming oppa bisa nahan sulli amin

  3. Wa sulli mau ke amerika, ya kasian minho gimana nasibnya dia uddah sakit hati gara2 siwon suruh menjauhi sulli, gimana entar jika muncul di pisahkan, mereka saling menjauh, dan apa sulli bisa sembuh, moga aja sembuh.

  4. sulli daebakkk!!! mulai membiasakan diri hidup tanpa kai di dekat’a 🙂
    dan minho, smoga aja cita2’a tercapai dan dapat menunjukkan k sulli klw dia udh berhasil & sukses 😀

  5. Yahhhh ko pindah tambah jau donk ma minho kai. Kasian ya mereka. Ini berakhir pisah donk ya sad ya. Atau nanti minho nya dpt beasiswanya ke amerika ya thor hehhehe

  6. huaaa sedih banget 😥
    sulli pindah ke amerika dan melepas kai. gimana dengan minho selanjutnya?
    hmmm apakah kebahagiaan minho nantinya sulli? atau yang lain? aaahhh penasaran bgt.
    next eonn ^^

  7. Wahhh sulli eonni mau pindah ke amerika bagaimana dengan minho oppa yaa..??
    Dan sulli eonni udah melepas kai, jadi kai bisa memilih orang yg di cintai dan tentunya dng jiyoung eonni
    Next

  8. Huaaahh eonnie…. Saeng butuh tisu 😥
    Pengorbanan Jiyoung ke Kai, Kai ke Sulli, Sulli ke Minho bikin mewek maksimal T__T semoga Kai Jiyoung bisa bahagia saat Sulli mengikhlaskan untuk melepas Kai yg selalu ada untuknya 😦 dan ubtuk Minho semoga bisa bersatu dengan Sulli dan harapn lain semoga Ssul cepat sembuh. Aduh eon moga 2 chapter terakhir bisa happy yah ^^

  9. Huwaaa,,, sedih bgt beberapa part ini min, aku bingung mau komen gmna, semuanya sedih,, gak bisa bayangin jadi kai, disisi lain dia lega, tp pisah sma sulli, aah molla,, minho gmna??v

  10. Akhirnya minho oppa bisa ngelewatinujiannya dengan lancar
    Kasian banget sull eonni
    Jangan pindah dong eon
    Gimana nasib minho oppa kalo di tinggal sulli eonni

    Penasaran sama chapter selanjutnya
    Ditunggu ya thor
    Semoga endingnya bahagia
    Gomawo ^^

  11. Sulli harus kuat dan berjuang buat penyakitnya dan kai gaboleh ninggalin jiyoung lagi. Udah gaada beban lagi buat kai, dan minho harus kuat trs biar sulli bangga :’)

  12. Thor,,, sulli kok melepas kai,,, kalo dia kenapa2 gmna? Hikshikshiks..,,.,,
    Apakah sulli bisa cembuh setelah pimdah keamerika? Apakah sulli akan baik2 saja tanpa kai dan minho? Sedih banget baca y,,
    Kai ama jiyoung akan bersamakah? Kenapa kai g maksa buat ikut sulli keamerika?
    Minho masih mau berusahakah buat dapetin sulli lagii?

  13. wahhhh..sdih bnget…ayat terakhir kai sdih bnget … 😦 minho jga ksian hrus ninggalin sulli..sulli jga ksian kerna dgn keadaan ya dia merasa kayak udah ngambil hak nya kai..woahhh ngak lma lgi bklan tamat ni ff..mkin penasaran sma lnjutan nya.. 🙂

  14. Udah siap tisu satu kotak
    Eh…….ternyata kgak nangis,sia2 dong :):):)
    komen dari mana yah ??? Minho apa sulli dulu ??? Minho kasian bnget sih…… Sulli bkl k’amerika ??? Kisah Minsulnya gimana ??? Kai akan bebas ??? Bisa bwt aku dong ??? Hehehe :*:*:* next eon tinggal 2 chap lagi kan ??? Gak sabar pengen tw endingnya
    lebih cepet dong eon kle post,setiap hari gitu (ngarep)
    bulan ini penuh berkah bwt minsulshipper,sulli udah comeback,shinee n f(x) juga bkal ngluarin album,Minsul dteng ke coex auditorium yah mskipun kgak ada foto mreka yg selca sih tpi mreka psti ketemu kan ??? Hahaha seneng bnget oh yag TTBY bkl tayang juga di indosiar mulai 26 januari jm 15.30 (promosi) dan bkl betebaran lagi minsulshippers yg labih,fans musiman
    kbnyakan komen yg kgak penting deh,udah yah cpek ngetik
    Sekian End…….

  15. hem sedih bgt pasti si kai ditinggal sodara perempuannya, secara selama ini mereka berdua gk pernah pisah, sekalinya pisah jauh bgt pula :[ ssul kan mau berobat kai, jadi relain ok. gmn nasib minho ma jiyoung ya hmm

  16. Kai memang menjadi yg pertama dalam hidup sulli.. Tapi minhoo adalah orang yg pertama yg mengajarkan sulli banyak hal tak terkecuali Fall in love..aduh baper baper

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s