FIRE (API) Part 30

FIRE

JUDUL   : FIRE (API)

Genre  :  Romance

Author  : mataharidina

Lenght : Chapter

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support Cast : Lee Taemin, Krystal  Jung,  Choi Siwon, member F(x), member Shinee, Sim Changmin, Donghae,Kim Jongin,Luhan, Kang Minhyuk,KwonYuri, Im Yuna, Lee Tae Sun,etc.

Foreword

Choi Sulli came to Seoul to study and achieve herdreams.
When she first set her foot in Seoul she knew Choi Taemin a “cassanova of Choi’s family “.
When first entering the college, she meets Krystal, the only daughter of Choi’s family.
Without the planned, she was involved with both.  Until finally she met Choi Minho, the eldest son of Choi’s family.
In their first meeting, Choi Minho has been suspect her, accusing her, forcing her to admit something that isn’t true.
Sulli fighting, but she is faced with two options. Jail or engagement.
The prison, meaning her family was destroyed.
Engagement, meaning she was destroyed.

Chapter 30 : Rancang Ulang

Elegance

Key meletakkan mannequin di etalase butik. Dan ketika melihat ke jalanan, ia melihat Sulli yang sedang berjalan. Matanya terpesona dengan apa yang dilihatnya. Sulli mengenakan mantel berwarna merah cerah, dengan kupluk rajutan berwarna senada. Pipinya memerah karena dinginnya cuaca tampak kontras dengan warna kulitnya yang pucat. Dia berjalan di bawah hujan salju dengan langkah anggun.

Tiba-tiba sebuah ide muncul di otaknya.

Key mengeluarkan handphonenya dan diam-diam memotret setiap langkah dan gerak-gerik Sulli dari balik etalase butik. Ia kemudian tersenyum, sebuah kenakalan terukir di sudut senyumannya.

Nih..mantel sulli  🙂

Sulli masuk ke dalam butik. Ia melihat keadaan butik masih kacau. Beberapa hiasan masih teronggok di lantai. Kabel masih tergulung, dan beberapa mannequin telah berpindah tempat.

“Sulli !!” sebuah tepukan lembut di bahu membuatnya tersenyum.

“ Tn.Key…”

“Oppa !!” kata Key cemberut.

“Tetapi di sini saya harus memanggil anda Tn.Key, karena anda atasan saya. Saya tidak mau menjadi tidak sopan di hadapan pegawai yang lain.”

“Baiklah…tetapi kalau kita hanya berdua, panggil aku oppa !!”

Sulli menjawab dengan senyuman, kemudian ia berjalan menuju belakang bangunan untuk mengganti bajunya dengan seragam butik.

“Apakah yang lain belum tiba ?”

“ Ini baru pukul 07.30 am Sulli. Mereka biasanya datang menjelang pukul 10.00 am, saat butik buka. Karena kau sudah datang, aku ingin membicarakan konsep untuk dekorasi natal itu. Kau sudah membuat sketsanya ?”

“ Ya, tetapi ini hanya sketsa sederhana.”

Sulli membentangkan kertas yang dibawanya dari rumah. Key alisnya berkerut melihat goresan-goresan di kertas.

“Apakah ini ?”

“ Begini…aku berpikir untuk membuat suasana lain dibanding tempat lain. Biasanya bila kita masuk toko atau butik di saat natal…mereka pasti akan menampilkan kemeriahan dan kemegahan. Aku ingin membuat butik ini menampilkan kehangatan yang penuh kekeluargaan. Ini…begitu orang melangkah masuk, orang akan merasakan suasana homy. Bla bla bla….”

Sulli memberikan penjelasan kepada Key, kemudian ia membubuhkan konsep yang diinginkan oleh Key di beberapa titik. Key mengangguk tanda mengerti.

“Baiklah kita coba dari jendela yang bisa dilihat dari luar…etalase. Masih ada waktu satu jam. Untuk pengerjaan sisanya, kupikir kau harus lembur malam ini. Tetapi jangan khawatir, seperti biasa aku akan mengantarmu pulang.”

Sulli mengangguk. Sudah tiga hari Key mengantarnya pulang karena ia meninggalkan butik selalu malam, setelah fitting gaun selesai. Key benar-benar seorang pria yang baik dan perhatian, Amber sangat beruntung mendapatkannya.

Pengerjaan etalase sudah selesai setengah jam sebelum butik buka. Sulli dan Key tersenyum memandang tampilan etalase dari luar.

“Luar biasa, Sulli !! Tidak meriah…tetapi justru terlihat unik dibanding butik lain. Kita lihat nanti bagaimana reaksi pengunjung.”

Sulli kemudian kembali masuk ke butik. Dilihatnya teman-temannya mulai berdatangan dan mereka berkomentar menyenangkan tentang etalase.

Sulli tersenyum sendiri, setidaknya ia kini tahu beberapa pendapat tentang penataan etalase tersebut. Dengan dibantu teman-temannya, mereka membersihkan barang-barang yang masih berantakan.

Sulli mengangkat gulungan kabel dan meletakkannya di dalam ruangan tempat mantel-mantel digantungkan. Ketika hendak menutup pintu ia melihat seekor kecoa, binatang yang paling membuatnya geli. Spontan ia menghempas pintu dan berlari menghindar.

Ia masih terengah-engah ketika melihat kawn-kawannya sudah berbaris rapi di pintu. Apakah bosnya datang ??

Segera ia bergabung dan berdiri di sisi yang lainnya.

Choi Minho melangkah masuk tetapi diikuti oleh seorang wanita paruh baya yang terlihat anggun mengenakan mantel bulu yang indah. Setiap langkahnya terlihat berirama dan memancarkan charisma yang kuat. Seperti seorang lady sejati.

Minho’s eomma’

“Siapakah dia ?”

Tidak seperti biasa, Choi Minho berjalan di belakang wanita itu. Langkah mereka terhenti sebentar ketika dia melewati etalase. Setelah itu kembali berjalan menuju butik.

“Selamat datang di butik Elegance…”

Wanita anggun itu tertegun, dan memandang karyawan yang berbaris rapi satu persatu. Kemudian tersenyum ramah. Dan senyum itu makin mengembang ketika Key datang menyambutnya

“ Bibi Ji Eun….selamat datang !!”

“Baby Key !!” kata wanita itu sambil merentangkan tangannya.

Key menghambur ke dalam pelukannya, mereka tampaknya sangat akrab.

“Bibi, kapan datang dari Jepang ?”

“ Semalam. Dan pagi ini aku ingin melihat butik ini….tampaknya kau membuat perubahan hebat di sini.”

Mereka kemudian berjalan menuju kantor Choi Minho.

.
“Eh, kalau tidak salah Tn. Key memanggilnya “Bibi Ji Eun”…apakah itu berarti…..”

“ Dia adalah Choi Ji Eun !! Isteri pemilik CEC !!”

“Ibunya Prince charming kita !!”

Sulli yang mendengar percakapan mereka tersenyum. Dia ibunya Choi Minho, pantas penampilannya begitu anggun dan mempesona. Melihatnya, membuat Sulli teringat dengan tampilan Taemin. Ramah dan tidak terlihat arogan sama sekali. Tipikal ibu yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak-anaknya. Sangat kontras dengan Choi Minho…apakah dia lebih mirip dengan ayahnya ??

“Eh Sulli !” Key tiba-tiba memanggilnya.

Sulli mendekat.

“ Dia adalah ibunya Minho. Dia sangat tertarik dengan hasil penataan etalase dan ia ingin bertemu denganmu !”

“ Mworagoyo ??” Tanya Sulli, ia mulai panik.

“Shtt…jangan takut. Bibi Ji Eun tidak seperti Minho. Siapa tahu ia tertarik untuk mengontrakmu mendesain interior rumahnya.”

Sulli melangkah memasuki kantor dengan takut-takut. Ia menelan ludah ketika matanya bersitatap dengan mata bosnya yang terlihat sarkastis.

Ia membungkuk memberi hormat , tanpa mengatakan apa-apa.

“Bibi Ji Eun, ini karyawan kita. Namanya Sulli, seperti yang saya katakan tadi…dialah yang memberikan ide untuk penataan etalase di depan.” Kata Key.

“ Annyeonghaseyo, Je ireumeun Sulli imnida.” Kata Sulli

“ annyeong Sulli.”

Ny. Choi Ji Eun melihat ke arah Minho dan berbicara dengan bahasa Inggris,

” Minho, She is so beautiful. She shouldn’t have to work as a waiter here. “

“Actually, she’s here only part-time worker , aunty. She is an art student … friend of Krystal. ” Key menjelaskan dengan bahasa Inggris.

“ Oh….?!” Wanita itu kembali melihat ke arah Sulli,” Kau seorang mahasiswa ?” katanya .

“Ya.”

“Spesifikasi apa yang kau ambil.”

“ Fine art. Desain interior.”

“ Kau teman Krystal ?”

“ Kami berteman, kebetulan Krystal-ssi satu kelas dengan saya.” Jawab Sulli sopan.

“ Kata Key, kau yang punya ide menata etalase ?”

“ Saya hanya melakukan apa yang Tn. Key minta. Maaf jika membuat anda kecewa.”

“ Tidak. Aku senang dengan caramu menampilkan tema natal di sana. Tampak berbeda dari yang lain.”

“ Terimakasih.”

“Minho, you’re really lucky to have a gorgeous employees, polite and intelligent. Treat them well. “

“Yes, eomma. Whether we can talk without that woman here ? She had to work and I don’t comfortable speaking the personal problems in front of the employees. “

“Minho, they’re not understand English.”

Sulli menarik nafas panjang, ia mengerti setiap percakapan yang berlangsung dalam ruangan dengan baik. Karenanya ia merasa tidak nyaman ketika terang-terangan Choi Minho menginginkannya menyingkir dari ruangan. Untung saja Key menghentikan debat ibu-anak itu dengan menyuruh Sulli ke luar.

“Baiklah, sekarang kau bisa meninggalkan kami Sulli !”

Sulli kembali menghormat ke arah mereka, kemudian ia meninggalkan ruangan dengan telinga memerah ketika mendengar perkataan Choi Minho pada ibunya.

“Eomma, she indeed gorgeous. But a gorgeous is nothing without any kind in her brain. ”
.
.

Tanpa disangka, butik ramai dikunjungi tamu. Beberapa di antaranya ada tamu asing yang selalu diterima Key dengan ramah. Sulli tersenyum melihat wajah Key yang terlihat antusias memberikan jawaban kepada mereka. Tiba-tiba masuk dua orang asing, tampaknya mereka adalah pasangan.

“ Sulli eonni, kau kan mahasiswa…orang asing itu bertanya sesuatu tetapi aku tak mengerti. Kau bisa berbahasa Inggris,kan ?” Tanya Eunji

“Sedikit.” Jawab Sulli sambil melangkah menghampiri dua orang asing yang sedang berusaha menjelaskan keinginannya dengan bahasa korea yang mereka lihat dari kamus kecil yang dibawanya.

“Good afternoon, is there anything I can do for you ?” Tanya Sulli dengan bahasa Inggris yang fasih.

“Can you speak English?” Tanya pengunjung pria.

“Yes. I understand a little. “

“Oh, thanks God! finally … someone can speak English here ! ” kelegaan terdengar jelas dari suaranya.

“ May I help you , sir ?”

“ My wife wants a coat that fit on her. And she wants it isn’t make her gloomy like winter.”

Sulli tersenyum , ” Ah , so is she your wife ? Good afternoon , ma’am … you look beautiful . And I think you won’t be difficulty to find a coat that fits on you . We have some models you can be seen here. Please… “

Sulli membawa mereka ke tempat mantel wanita digantung.

“ Take a look , please ! If there are any coat you like, you can try it . And the fitting room is over there . “

Sulli menunjuk tempat pas pakaian. Sekilas matanya melihat sosok Choi Minho yang sedang mengawasinya dengan tatapan aneh. Ia segera membuang muka, dan berusaha mengajak ngobrol orang asing tadi.

.

shock melihat sulli ? 😀


Minho Pov.

Seperti yang kuharapkan, Eomma sangat puas dengan perkembangan yang kami buat di Elegance. Butik ini ada karena gagasan Eomma. Dan aku menyukai Elegance lebih dari usaha lain di CEC karena alasan sentimental yang tak seorang pun tahu.

Aku memiliki mimpi kecil yang belum terwujud sampai sekarang.

Mimpi kecil yang muncul ketika aku menyadari bagaimana seorang wanita sangat kuat mempengaruhiku, membuat dan membentuk diriku menjadi seperti yang sekarang. Aku ingin mempersembahkan butik yang kubangun dari nol ini untuk seorang wanita yang betul-betul menempati satu tempat di hatiku yang tak akan bisa tergantikan oleh siapapun. Wanita yang mungkin secara tidak sadar telah mengungkapkan cita-cita terdalamnya kepadaku. Untuk Ibuku.

Alasannya memang menggelikan, tetapi aku bersungguh-sungguh dengan niatku.

Kedatangan Eomma ke butik dan komentar yang diberikannya, membuatku lega. Dia berkali-kali memuji penataan etalase yang dilakukan Sulli. Mm.. mungkin aku melihat satu sisi baik dari Sulli dan memang aku harus jujur mengakui bahwa konsep penataan etalase dan butik menjelang natal yang berbeda dari tempat lain, akan menarik minat pengunjung. Aku bahkan melihat sketsa yang dibuat Sulli untuk natal ini. Sketsanya bagus, simple tetapi aku belum bisa mengatakan bagus sebelum melihat sendiri hasilnya Dan key mengatakan bahwa pengerjaannya akan dilakukan setelah butik tutup. Dan untuk kepentingan itu, maka butik akan ditutup lebih cepat dari biasanya.

Saat asyik melihat sketsa, aku mendengar kasak kusuk di luar kantor. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, dan ketika kubuka pintu, aku melihat dua karyawati yang sedang sibuk memilih barang. Mereka memilih barang sambil bergosip. Yang membuatku tertarik adalah isi gosip itu

“ Aku tahu Sulli bisa. Makanya aku tak salah meminta ia menghadapi orang asing itu !”

“ Ya, dia memang hebat…baru kudengar dia berbicara bahasa Inggris. Dan kurasa dia berhasil menarik minat orang itu…”

“Kalau aku jadi Sulli, aku akan menjadi pemandu wisata saja…kudengar penghasilan pemandu wisata itu besar.

Apalagi kalau bisa memandu orang asing yang murah hati.”

“Ehm..ehm !!” Aku berpura-pura mendehem.

Kedua karyawati itu terlihat kaget, kemudian mereka menghentikan pembicaraan . Mendengar percakapan mereka, muncul berbagai pertanyaan dalam diriku. Tanpa sadar langkahku membawaku ke bagian depan butik. Dari jauh kulihat Sulli sedang menghadapi dua orang asing berkulit putih, kemudian ia membawa mereka ke tempat baju wanita. Ia menunjukkan tempat pas pakaian, dan melihat ke arahku. Jantungku terasa berhenti karena kaget. Mukaku langsung terasa panas, aku merasa tidak enak didapati sedang memperhatikannya. Tetapi gossip dua karyawan itu membuatku benar-benar penasaran. Kalau memang Sulli bisa berbahasa Inggris, berarti ia mengerti setiap kata yang diucapkan ibuku saat di kantor siang tadi. Dan ia pura-pura tidak memahaminya ? Kuharap dia hanya bisa sedikit saja atau mengerti sedikit saja.

Untuk menghilangkan kecurigaannya, aku berjalan menghampiri Key yang sedang sibuk berbicara dengan seorang pengunjung asing.

“Well, thank you for your visit. We will send you a booklet for next spring to your place .

Kudengar Key berkata dengan suara yang antusias. Kemudian ia melangkah ke arahku setelah tamunya pergi meninggalkan butik.

“Sukses besar, Key ?”

“Ya, Minho. Sepanjang musim dingin ini…baru hari ini kulihat beberapa tamu asing tertarik masuk butik kita.

Ini merupakan terobosan untuk menjual brand kita kepada mereka.”

Baru saja aku akan bertanya sesuatu, tiba-tiba Sulli datang dengan dua tamu yang tadi diajaknya bicara.

“Tn. Key pasangan muda ini sangat tertarik dengan beberapa rancangan anda. Saya telah merekomendasikan pakaian musim semi kita kepada mereka dan mereka tertarik untuk berbicara dengan anda.”

Sulli berkata tanpa sedikitpun melihat ke arahku yang berdiri di samping Key. Kemudian ia berbalik kepada kedua orang asing di belakangnya dan berkata dengan bahasa Inggris yang fasih

” He’s Mr. Kim Kibum. He is our designer, as I said earlier, he will give a great suggestion for you, You can ask any suggestion about the design of clothes here on him. “

“ Hi, I’m Kim Kibum but you can call me Key. Nice to meet you Mr….. ?”

“ Spencer. Billy Spencer. Nice to meet you, too.”

“ Excuse me. May I leave now ?

“Of course. Well, thank you for your help miss !” kata orang asing tersebut.

“You’re welcome. I ‘ll go first. Good afternoon. “

Sulli membungkuk kemudian berlalu dari hadapan kami. Aku melihat wajah Key yang terpana menatap Sulli, mungkin Key sendiri baru tahu kalau Sulli bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Well, mungkinkah itu yang membuat Sulli telinganya merah saat meninggalkan kantorku tadi siang? Karena ia mengetahui setiap kata yang kuucapkan. Menyadari itu, ada rasa bersalah yang kurasakan.

End of pov
.
.
Choi Minho meletakkan ponsel yang sejak tadi dipegangnya. Matanya kini menatap ke arah Key yang duduk mempermainkan kuku tangannya.

“Key, betulkah yang mendesain etalase itu Sulli ?”

“Ya. Kenapa kau tak percaya padaku ? Masa aku mengatakan kebohongan pada ibumu ?”

“ Aku tahu dia mahasiswa desain interior… seperti Krystal. Tapi kulihat Krystal tak pernah punya ide bagus untuk butik ini. Jangankan butik, bahkan ia malas menata kamarnya sendiri !”

“Kau sangsi dengan selera seni dan isi otaknya ? Aku sudah katakan berkali-kali Minho…Sulli itu cerdas. Amber sekelas dengannya dan dia tahu itu. Kau lihat saja bagaimana dia fasih berbahasa Inggris, kan ? Ini Korea, Minho…di sini jarang sekali orang yang tertarik dengan bahasa asing. Tetapi Sulli tidak, walaupun ia berasal dari desa kecil…ia mau belajar dan bisa berkomunikasi !”

“ Eh… kenapa kau begitu sewot ,huh ? Kupikir kau naksir padanya, ya ??”

“ Aku lelaki normal, Minho. Aku tak akan melewatkan kesempatan jika itu ada.”

Key tersenyum ketika melihat wajah Minho langsung berubah.

“ Namun tampaknya ada orang lain yang lebih dahulu memanfaatkan kesempatan itu….” Key menggoda temannya, ia kembali mengingat apa yang telah dilihatnya beberapa hari lalu di kantornya.

“ Oh ?? Jadi Sulli sudah punya pacar sekarang ?? Kuharap bukan Taemin, adikku….” Kata Minho dengan suara ketus.

“Kenapa Minho ? Kau takut bersaing dengan adikmu ??” Key menyerangnya dengan pertanyaan, membuat Minho menatap tidak senang

“ Aku ?? Bersaing memperebutkan Sulli ?? Yang benar saja Key….dia tak akan pernah sepadan denganku. Dan aku lebih tahu bagaimana isi kepala orang-orang dari kelas bawah seperti dia !!”

“ Terserah kau, Minho !! Sesekali aku akan meminta Sulli untuk mendesain ulang otakmu !” kata Key sambil beranjak pergi meninggalkan kantor Minho. Ia tidak mau berdebat dengan keangkuhannya, bila sudah bicara dengan nada seperti itu Minho tak akan bisa diajak diskusi lagi.

“ Oh ya, aku akan lembur dengan Sulli malam ini…kami ingin menata butik supaya siap besok. Perlu kau tahu Minho, dengan mendesain etalase kita sudah mendapat 4 calon pelanggan asing. Bagaimana kalau butik ini ditata ? Mimpimu untuk menjadikan butik jadi tujuan utama wisatawan asing di Korea, akan tercapai.”

Choi Mansion, Seoul

.

Krystal duduk dengan wajah tak bersemangat, sementara Amber asyik bermain game dari ponselnya. Melihat wajah temannya yang kusut, ia menghampirinya kemudian melingkarkan tangan di bahunya.

“Hey Kryst, kenapa wajahmu sudah suntuk pagi-pagi begini ?”

“ Amber, apakah kau tidak merasakan hal aneh tentang Sulli akhir-akhir ini ?”

“Aneh ? Maksudmu ?”

“ Sudah seminggu ini, ia selalu datang ketika dosen sudah masuk. Padahal dulu ia selalu datang awal sehingga bisa ngobrol dulu dengan kita. Kemudian kalau di sela-sela kuliah, dia selalu menghilang dan sibuk di perpustakaan. Kalau makan siang, dia tak berkumpul dengan kita. Itu aneh bukan ??”

“ Ssul, mungkin karena dia sibuk. Bayangkan saja, dia setiap hari dikejar waktu untuk bekerja paruh waktu. Dia ke perpustakaan mungkin karena di sela-sela waktu kuliah dia baru bisa menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya. Jangan berpikir terlalu jauh, ok ?!!”

“ Aku merindukan untuk berkumpul lagi dengannya. Aku merindukan nasihat-nasihatnya…bahkan aku rindu berkumpul untuk hang out seperti dulu.”

“ Aku juga. Apalagi sekarang Vic mulai sibuk dengan jadwal pemotretannya. Luna sibuk dengan proyek pemasarannya. Tinggal kita berdua yang tidak punya kesibukan.”

“Kalau tahu seperti ini, aku menyesal memasukkan Sulli ke Elegance…” desah Krystal.

“ Eh…Krystal ! Elegance itu kan milik keluargamu…kukira satu-satunya jalan untuk bisa mencuri waktu Sulli adalah dengan mendatangi Elegance dan membujuk kakakmu untuk memberinya free time dalam seminggu. Bagaimana ??”

Krystal melihat Amber dengan gembira,” Mengapa aku tak pernah memikirkan hal itu,ya ??”

“Mintalah pada Minho oppa untuk memberikan Sulli ruang untuk bernafas dan menikmati masa mudanya !!”

Krystal mengangguk, ia merencanakan untuk membicarakan itu dengan kakaknya, Choi Minho. Biasanya Minho tak akan mengatakan tidak pada setiap permintaannya.

“ Oh ya, kudengar dari Key oppa orang tuamu akan datang dari Jepang ? Apakah mereka akan tetap di Seoul sampai natal ?”

“Ya. Mereka sudah tiba malam tadi. Kupikir mereka akan merayakan pesta ulang tahun Minho oppa. Beberapa EO sudah datang ke rumah. Kupikir pesta ulang tahunnya akan menjadi pesta pertemuan orang-orang bisnis . Pesta yang akan membosankan.”

“Bagaimana dengan Taemin oppa ? Apakah ia sudah normal lagi ?”

“ Sepulang dari Jepang, ia jauh lebih baik. Tetapi perang dinginnya dengan Minho oppa masih berlangsung. Eh Amber, apakah kau sudah tanyakan sama Key oppa tentang perkembangan rencana kita ?”

“ Ya. Dia mengatakan mereka positf saling tertarik hanya butuh sedikit kejutan untuk membuat Sulli dan Minho oppa untuk bisa bersatu.”

Krystal tersenyum, berarti yang dia lihat selama ini adalah benar. Yang dia rencanakan selama ini adalah benar. Dan kini ia harus membantu Taemin mulai melupakan Sulli dan mencari wanita lain. Ia harus menyadarkan Taemin bahwa Sulli tidak mungkin dimilikinya. Ia seperti mengingat kembali kata-kata Taemin saat kemarin di Jepang.

Flash back

Krystal melihat kakaknya yang duduk tanpa banyak bicara di sisinya. Taemin, kakaknya, baru saja berbicara dengan ayahnya. Ia tak tahu pembicaraan mereka karena ia tadi makan siang di kafe. Sesuai anjuran Amber, ia memaksa kakaknya untuk menemaninya ke Disneyland di Tokyo. Kemarin seharian mereka berputar-putar di sana. Dan hari ini, setelah menemaninya berbelanja, Taemin memintanya menemani ke kantor ayahnya di pusat kota Tokyo.

“Oppa, apa yang kalian bicarakan ? Kenapa oppa jadi pendiam begitu ?”

Taemin mendesah, matanya menatap ke luar jendela. Sepertinya ia tak mau menjawab pertanyaan adiknya. Hal ini membuat Krystal sedih.

“ Oppa….” Krystal berkata, kini tangannya menggoyang tangan kakaknya meminta jawaban.

“ Krys…” kata Taemin, wajahnya menunjukkan ia tak mau diganggu.

Melihat itu, Krystal menyuruh sopir menghentikan kendaraan. Perhatian Taemin terpancing ketika tiba-tiba Krystal membuka pintu dan berlari ke jalanan Tokyo yang sibuk. Taemin kaget, Krystal tidak mengenal jalanan di Tokyo, Ia khawatir adiknya nanti akan tersesat. Karenanya ia menyuruh sopir untuk menunggu dan kemudian ia mengejar adiknya.

“Krystal !!” teriaknya sambil berlari.

Beberapa pasang mata yang merasa terganggu dengan suara teriakannya melihat dengan mata kesal, tetapi Taemin tak mempedulikan itu.

Dalam beberapa langkah Taemin sudah menjejeri langkah Krystal, ia kemudian menghentikan langkah adiknya dengan berdiri di depannya dan memegangi bahunya.

“Krystal…mianhe!”

Ia merasa dadanya sakit ketika melihat adik tersayangnya menangis. Ia tak tahu apa yang membuat adiknya begitu sedih. Ia tadi sedang berfikir setelah berbicara dengan ayahnya, dan ia berharap Krystal memberinya waktu sedikit untuk sendiri. Untuk berpikir tenang setelah kekagetan-kekagetan yang didapatnya selama berbicara dengan ayahnya.

‘ Krystal jangan begini, aku tak tahan kalau melihatmu menangis.” Bujuk Taemin, ia menarik kepala adiknya ke dadanya, seperti yang sering dilakukannya ketika adiknya bersedih.

Mungkin orang yang lewat dan melihat mereka akan berfikir bahwa mereka sepasang kekasih yang bertengkar, tetapi Taemin tak mempedulikan apa yang dipikirkan orang. Yang penting, Krystal bisa tersenyum lagi.

Perlahan ia membawa Krystal ke pinggir kemudian mengajaknya duduk di tembok pembatas jalan.

“Sekarang katakan, apa yang membuatmu menangis ,huh ?”

“Sejak pertengkaran dengan Minho Oppa, Taemin oppa menjadi berubah. Taemin oppa tidak memperhatikanku lagi. Aku tahu, aku bukan adik kandung….”

“Krystal !! Oppa tidak mau mendengar kau mengatakan itu lagi. Baik, oppa minta maaf… tetapi oppa perlu waktu untuk sendiri dan berpikir.”

“Oppa mungkin tidak mengerti bahwa aku merasa bersalah atas pertengkaran yang terjadi antara kalian. Aku yang mengenalkan Sulli pada kalian, kalau tidak maka kalian tidak akan bertengkar seperti ini. Kemudian gara-gara pertengkaran dengan kalian Sulli juga menjauhiku. Ia menghindariku karena mungkin merasa tidak enak juga telah membuat kita terpecah-pecah.”

“ Sulli menjauhimu ?”

“ Ya, ia sekarang sibuk sendiri. Tak pernah ada waktu untuk berkumpul dengan kami. Aku kasihan padanya, dia tampak sendirian dan tertekan.”

Taemin terdiam, tak menyangka dampak pertengkarannya dengan kakaknya mempengaruhi dua orang yang dicintainya.

“ Baiklah, Krys…aku berjanji tidak akan seperti ini lagi. Sekarang semua persoalan sudah selesai.”

“ Jadi, oppa sudah menerima kalau Sulli tak mungkin mencintaimu…karena Minho oppa dan dia sudah saling mencintai ?”

“Belum. Aku akan berhenti mengejar Sulli bila dari mulutnya sendiri aku mendengar bahwa dia tidak mencintaiku dan ia mencintai Minho hyung.”

End of Flash Back

Kejadian itu berulang kali tergambar dalam ingatannya. Kata-kata kakaknya begitu jelas. Dan hanya satu cara membuat Taemin berhenti berharap…yaitu melalui mulut Sulli harus keluar kalimat pengakuan tentang hubungannya dengan Minho. Hanya itu.

Tapi bagaimana caranya ?

Bisakah dirinya mendesain ulang rencananya ?

Ya…ia harus datang ke Elegance, mencari tahu kembali apa yang terjadi dibalik menjauhnya Sulli. Dan ia harus mencari cara agar Sulli dan kakaknya Minho tidak menyembunyikan hubungan mereka lagi.
.
.
Krystal terlonjak kaget ketika tiba-tiba telepon rumah yang ada di dekatnya berbunyi keras. Malas ia berdiri dan menjawab.

“Yeoboseyo, Ini rumah kediaman Choi.”

“ Saya teman Choi Minho dari Jepang, apakah dia ada ?” suara seorang wanita yang merdu terdengar dari seberang.

“ Choi Minho tidak di rumah. Ia sekarang ada di kantornya. Anda bisa menghubungi ponselnya.”

“ Apakah bisa memberikan nomor ponselnya ?”

Krystal mengerutkan keningnya tak mengerti, kalau memang dia teman Minho pastilah tahu nomornya. Kecurigaan tiba-tiba mengusik hatinya.

“Saya tidak hafal nomornya…”

“ Ah…kau pasti Krystal !! Kau Krystal,kan ?”

“ Ini…siapa ??”

“ Ah Krystal, jahat sekali ! Aku Yuri…Yuri eonni-mu !!”

Jantung Krystal terasa mau berhenti berdetak mendengarnya. Ia tak mengira Yuri masih punya keberanian menelepon ke rumahnya. Kepada kakaknya . Apa tujuannya ? Apa maunya wanita yang telah menghancurkan kakaknya itu ?

“Eonni ??? Ada apa menelepon ?”

“ Ah…aku hanya ingin memastikan tema untuk pesta ulang tahun Minho . Jadi, aku bisa mengenakan gaun yang tepat. “

“ Apa ? Pesta ulang tahun ??”

“ Ya, aku baru menerima undangannya tadi siang. Kalau Bibi Ji Eun ada ??”

“ Mama sedang di luar.”

“ Oh…kalau begitu biar nanti aku menelepon lagi. Sampaikan salamku buat ibumu, ya ! Bye !!”

Krystal mendengar suara telepon ditutup, ia menatap telepon dalam genggamannya.

“ Krystal, siapa itu ? Kenapa kau seperti baru melihat hantu ??”

“ Yuri…Yuri Unni akan datang di pesta kakakku… Kita harus merancang ulang rencana kita.”


=========== TBC ===========


Omona !!!! Yuri akan datang di pesta Minho ? Masa lalu Minho tampaknya akan mengacaukan rencana Krystal. Kira-kira apa yang terjadi nanti ya ???  😀
50 komentar kita lanjutkan ke part berikutnya !!
FIGHTING untuk membiasakan berkomentar setelah membaca 🙂

Advertisements

102 thoughts on “FIRE (API) Part 30

  1. wah ada yang mulai mgusik kehidupan minho neh…belum juga minho ngerasain cinta ma sulli,malah sekarang yuri hadir.tapi sapa tau juga minho mendekati sulli n berencana mengelabui yuri dengan menjadikan sulli pacarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s