The Problem With Love is…[Chapter 4]

tumblr_ne8adtkmeF1rsplwwo1_500

The Problem With Love is…

Main cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support cast: Lee Taemin, Krystal Jung, Lee Jinki, Kim Jongin, and other

Author : suelli4ver

Translator : Idha ShawolAffxtion

Original Link : klik here

editor : iswarii23

Lenght : Chaptered

Genre : Romance, Marriage Life, Little Smut, Thriller

.

.

Capt. 4 – Minho’s so called life

.

* MINHO POV *

 

~Aku berlari ke kamar untuk bersembuny. Seluruh tubuh ku gemetar dan air mata mulai jatuh di pipiku, ketakutan merayap dalam tubuh kecil ku. Aku membuka pintu kamarku dan merangkak ke bawah tempat tidur, dan dengan cepat meletakkan kedua tanganku di mulut untuk mengendalikan isakan ku. Mataku melebar ketika pintu perlahan terbuka dan kemudian kaki monster itu muncul.

Si monster itu melangkah menuju tempat tidur. Aku sangat takut sampai aku berpikir aku akan mati karena ketakutan. Setelah dua menit, kaki monster itu menghilang dari pandanganku. Jantungku berdetak kencang dan pernapasan ku naik-turun. Dan tiba-tiba tangan besar dan berbulu itu menarik pergelangan kaki ku dan menyeret ku ke luar kolong tempat tidur.

Aku berteriak keras dan mencoba untuk berpegangan pada seprei tempat tidur tapi aku gagal. Kuku ku tergores lantai kayu. Kemudian monster besar dengan tangan di penuhi bulu itu memberi wajahku pukulan yang kuat. Aku kehilangan kesadaran setelahnya … ~

.

“Nooo !!”, aku berteriak kemudian membuka mata ku. Aku bangkit dari tempat tidur. Aku bernapas keras dan mata ku menjadi liar dan takut. Aku melihat tanganku gemetar…

“Ini hanya mimpi buruk Minho …” bisikku. Aku menggenggam seprai erat ketika air mata mulai bertepi di mata ku ….

Oh please. Tinggalkan aku sendiri!”, bisikku sambil meletakkan kedua tangan ku di kepala.

Aku butuh beberapa waktu sebelum akhirnya pulih dari situasi mencekam ini. Aku menghapus air mataku dan meraih ponsel ku di pinggir meja dan dengan cepat mendial nomor Mr Kim, manajer UFC ku.

“Halo Mr Kim, kapan pertandingan berikutnya?” Aku bertanya dengan nada dingin.

.

.

Setelah 5 hari

.

.

“Ya Minho, apakah kau yakin tentang pertarungan ini? Ini baru seminggu sejak pertandingan terakhir mu. Aku khawatir”, kata Eunhyuk dengan keprihatinan di wajahnya.

Aku memiringkan kepalaku ke satu sisi kemudian tersenyum. “Aku belum pernah sesiap ini Pelatih. Jangan khawatir tentang aku, aku anak yang kuat dan menyebalkan”, kataku ketika seorang asisten memakaikan sarung tangan ke tangan ku.

Eunhyuk menggeleng. “Kau bisa membuat dirimu terbunuh Minho”, katanya kemudian berhenti. “Ada cukup waktu untuk berubah pikiran. Lawan kali ini memiliki catatan mengesankan, dia tak terkalahkan dan tidak pernah KO. Kau mungkin kalah.”

Aku menekan bahunya. “Percayalah pelatih. Aku akan memenangkan pertarungan ini.”

.

.

Setelah tiga puluh menit, aku memasuki RING segi delapan. Kerumunan menjadi lebih gila setelah melihatku terutama gadis-gadis. Aku melambai ke kerumunan dan memberikan sebuah kedipan untuk Tiffany. Dia memberi ku fly kiss. Lawanku juga memasuki RING segi delapan. Dia lebih tinggi beberapa inci dari ku dan memiliki badan yang jauh lebih besar dari diriku .

Aku meregangkan tangan dan kaki ku dan menghela napas dalam-dalam. Kemudian menempatkan mouthguard di mulutku. Lawanku menatapku dengan intensitas dan kemarahan di matanya seolah-olah ia ingin membunuh ku. Aku hanya menyeringai padanya.

Bel berbunyi dan wasit member tanda bahwa pertandingan sekarang dimulai. Lawanku dengan cepat bergerak lebih dekat ke arahku dan merentangkan lengannya untuk memberikan pukulan ke wajahku. Aku melangkah mundur untuk menghindari pukulannya. Dia menyerang lagi dan kali ini dia berhasil meninju rahang ku.

Aku mengerang saat aku merasakan sakit karena pukulan kuatnya. Aku jatuh dipagar RING. Dia bergerak lagi ke arah ku dan hendak memberikan pukulan lain ketika tiba-tiba penglihatan ku menjadi buram. Aku berkedip dua kali kemudian wajah Si monster muncul.

Mataku melebar saat melihat si monster. Aku segera berdiri dan menyerang tubuh monster itu. monster itu jatuh ke permukaan RING. Rahang ku mengeras dan kemarahan menguasai diriku. Aku memukul monster itu di wajahnya. Dia mengerang ketika darah merembes dari hidungnya. Tapi aku tidak berhenti, aku terus memukulnya berulang kali. Wasit menghentikan pertarungan dan RING segi delapan terbuka. Eunhyuk dan para kru berjalan ke arahku …

Mataku tertuju kepada si monster yang sedang pingsan, kemudian pandanganku mulai kabur lagi. Aku memejamkan mata selama beberapa detik. Ketika aku membuka mata, si monster menghilang dan digantikan oleh lawan ku. Dia tak berdaya. Wajahnya berdarah hitam dan biru saat paramedis datang untuk memeriksa kondisinya.

Wasit mengangkat tangan ku dan penonton bersorak untuk kemenanganku.

.

.

Aku sedang sibuk memberikan perban di tanganku yang bengkak saat Eunhyuk mendekati ku di ruang ganti. “Congrats Minho” katanya lalu kemudian menepuk bahu ku.

Aku memberinya senyum. “Aku sudah bilang jika aku akan memenangkan pertarungan ini.”

Dia meletakkan tangannya di pinggul lalu menggeleng. “Meskipun aku suka karena kau memenangkan pertarungan ini, tapi aku tidak terlalu senang tentang hal lain. Lawan mu dilarikan ke rumah sakit karena patah hidung dan laserasi besar ke alisnya. Petugas medis mengatakan ia mungkin harus menjalani operasi untuk menutupi luka nya. “

Aku menghela napas, perasaan bersalah akhirnya merayap dalam diriku.

“Minho, saran ku kepada mu untuk take it slow, tak seorang pun ingin melawanmu lagi karena mereka takut padamu, kau terlalu agresif di dalam ring dan sebagian besar lawan mu selalu berakhir di rumah sakit setelah bertarung denganmu. Mengapa kau tidak hanya berkonsentrasi pada pertandingan balap mobil dan band rock mu. Tinggalkan UFC untuk sementara waktu”, ia menyarankan.

“Kau tahu aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak bisa meninggalkan UFC”, kataku tanpa melihat padanya.

“Pikirkan tentang hal ini Minho …” katanya sebelum meninggalkan ruang ganti.

Aku membanting pintu loker marah.

“Aku sudah bilang berkali-kali untuk berhenti, tapi kau tidak pernah mendengarkan ku.”

Aku berbalik. “Hee sun …”

.

.

.

Japanese Restaurant

.

Heesun tersenyum sambil menatapku. “Aku merindukanmu my son …”

Aku menatapnya dan mukaku mengkerut. Sesuatu telah berubah lagi dari wajah Heesun. “Apakah kau menjalani operasi lagi?”, Aku bertanya dengan suara kesal sambil mengambil sepotong sushi menggunakan sumpit.

Dia menyelipkan beberapa helai rambut di belakang telinganya. “Aku terlihat indah? Dokter memberi ku diskon besar untuk hidung ku.”

Aku menggeliat. Omma ku memiliki obssesion dengan kata “muda” dan “kecantikan abadi“. Ketakutan terbesarnya adalah terlihat tua dan memiliki keriput. Itu sebabnya ia pergi ke banyak prosedur yang berbeda untuk melestarikan wajah mudanya. Dia telah melakukan beberapa operasi plastik, botox dll. Dan dia tidak terlihat berumur 53 sama sekali. Kau bisa keliru melihatnya sebagai wanita berumur tiga puluh tahun yang memiliki anak berumur dua puluh tiga tahun. How odd was that???.

“Kapan kau tiba di Korea? Kau berada di Italia selama lebih dari tiga bulan dan kau tidak pernah repot-repot untuk menelepon atau mengirim pesan kepada anak mu selama itu.”

Dia mempoutkan bibirnya. “Maaf Minho. Kau tahukan bagaimana sibuk dan banyaknya pekerjaan Omma mu ini?”, katanya kemudian tersenyum lebar.” Aku punya sesuatu untuk kuberitahu padamu. Aku sedang menjalin hubungan dengan seseorang sekarang “

“Siapa pria beruntung itu?”, Aku bertanya sambil tetap mengunyah makananku. Dia berkencan lagi. Setiap kali dia pulang ke Korea dia memperkenalkan kepadaku pria yang berbeda. Apakah dia benar-benar ibu ku?

“Nama pacarku adalah Claude, aku bertemu dengannya di Milan dan dia berumur dua puluh tiga tahun “

Aku menjatuhkan sumpitku . “Ya Choi Heesun. Kau berkencan dengan seorang laki-laki yang berusia sama dengan anak mu, apakah kau gila? Apakah kau tidak memiliki kesopanan sama sekali”, aku memarahinya .

“Minho sayang, usia tidak penting kan? Aku yakin kau bisa bergaul dengan dia. Dia pria yang baik.”

“Lupakan saja, aku tidak ingin bertemu dengannya”, kataku tegas dan terus makan.

Heesun menatapku kemudian dia menyentuh perban bengkak di tanganku. Dia berdeham. “Minho, kau minum obat secara teratur?” bisiknya.

Aku menarik tanganku yang ia pegang kemudian memandangnya dengan kesal. “AKU tidak ingin berbicara tentang hal itu Heesun … “

Heesun hendak mengatakan sesuatu ketika teleponku berbunyi. Aku segera menjawabnya . “Ya Key?”

“Di mana kau? Acara ini akan mulai dalam waktu tiga puluh menit” katanya di jalur lain.

“Aku akan ke sana bro”, kataku kemudian mengucapkan selamat tinggal pada Omma ku ..

.

.

.

Aku datang tepat pada waktunya di bar. Para gadis menjadi liar saat melihat kedatangan ku , aku tersenyum pada mereka. Aku berjalan menuju belakang panggung.

“Syukurlah kau di sini”, Jonghyun berkata kemudian ia melihat perban di tangan ku. “Ya Minho…apa kau bisa bermain gitar? Tangan mu bengkak?”

“Tentu saja”, jawabku sambil meletakkan tali gitar listrik di tubuhku.

Kami memasuki panggung yang gelap. Aku melihat Jonghyun yang merupakan vokalis dan gitaris bass lau Key di drummer. Kemudian lampu panggung menyala dan Key mulai menabuh drum, Jonghyun dan aku mulai menempatkan  jari-jari kami ke strip logam dan mulai memetik gitar.

Aku merasakan sakit tiba-tiba di tanganku sambil memetik gitar, tapi aku mengabaikannya dan terus melakukan permainan. Kami memainkan Dishwalla’s song Every Little Thing You Wanted.

.

.

See all come…

I want you to believe in life…

But i get the strangest feeling that you’ve gone away…

Will you find out who you are?

Too late to change… 

.

.

Setelah penampilan kami, aku langsung pergi ke belakang panggung .

“Minho”

Aku berbalik dan melihat Krystal mendekat, ia memiliki pandangan muram di wajahnya .

Aku mendesah dalam-dalam.

“Aku tidak melihatmu lebih dari satu minggu, aku sudah berusaha menelepon mu beberapa kali tetapi kau menolak semua panggilan ku”, katanya.

“Krystal, kau tahu ini tidak akan bekerja dengan baik diantara kita berdua. Aku sudah mengatakan kepadamu tak terhitung banyaknya. Aku menyukaimu tapi aku tidak mencintaimu.”

Matanya mulai basah dengan air mata. “Kenapa kau melakukan ini padaku? Kau berselingkuh dariku lagi?”

“Ya, aku melakukannya. Ini ah aku Krystal, aku tidak bisa mengubah diriku. Minho si penipu dan pecundang”, kataku bahkan tanpa jejak penyesalan dalam suaraku.

Dia memukul dadaku sambil menangis. “Aku benci kau Minho! I really really hate you!”, teriaknya sambil menangis.

“Aku mendengarnya sepanjang waktu”, bisikku kemudian aku ingat Sulli. Setengah senyum terlihat di wajah ku setelah mengingat pertengkaran kami di Busan Beberapa hari yang lalu.

Krystal melihat senyum di bibirku. “kau ingin putus? Baik! Mari kita berpisah Minho! Aku berharap seseorang menghancurkan hatimu menjadi serpihan-serpihan kecil seperti apa yang kau lakukan terhadap hatiku”, katanya ketus kemudian menampar wajahku.

Aku menatap sosoknya menghilang kemudian menggelengkan kepala. “Kau begitu buruk Minho. Sangat buruk”, bisikku dengan nada sedih.

.

.

.

a/n : hi!! Bab ini tidak memiliki momen Minsul karena part ini khusus menyoroti kehidupan Minho dan mengapa ia bertindak seperti pecundang. Part berikutnya akan memiliki banyaaakkkkkkk Momen Minsul.

So, give 50 comment or more pleaseeeee.. J

Advertisements

115 thoughts on “The Problem With Love is…[Chapter 4]

  1. Di part ini tersentuh banget sampe ke hati apalagi minhoyaa ska blang dia pecundang dan ommanya minho kya gth klakuannya trnyata seperti itu pemirsa, Omma yg tdak patut d.cntoh iissshhh~ .. lanjut thor

  2. Thor.. Kok fotonya ganti2 sih ? :g Biasanya di Ff kan kalau Fotonya itu ya itu/? *apaini* wkwk.. Maaf thor baru comment di chapter ini :g wekaweka.. Ini Ff translate ? ‘-‘ Dari Part 1 sampe Ini bacanya greget Thor >< adduuuhhhh.. Kayak ada manis2nya gitu/? Fighting Thor!

  3. kasian yah kehidupan minho, punya ibu yg hanya mementingkan kecantikannya ketimbang anaknya 😦
    pantas hidup minho jadi seperti ituu…

  4. Oh jadi ini alasan minho gak percaya cinta. Kelakuan ibunya sangat egois hanya mementingkan penampilannya saja bahkan menjalin hubungan dengan pria yang seumuran dengan anaknya 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s