The Problem With Love Is… [Chapter 5]

BsA12jhCIAA-4Hs.jpg large The Problem With Love is

Main cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support cast : Lee Taemin, Kristal Jung, Lee (Choi) Jinki, Kim Jongin, and other

Author : suelli4ver

Translator :minho’s sister

Original Link : klik here

editor :iswarii23

Lenght : Chaptered

Genre : Romance, Marriage life, Little Smut, Thriller, Mature (M)

a/n : WARNING !!!! Konten di dalam part ini mengandung unsur dewasa. Dimohon pembaca dapat menyikapinya dengan bijak.:D

 .

.

Capt 5. When Minho and Sulli Colide…

.

*Sulli POV – Seoul Airport*

“Taemin!” Aku berteriak sambil melambaikan tangan. Mataku memancarkan sinar kebahagiaan sambil menunjukkan senyum terlebar dan manisku kepadanya.

Taemin berbalik dan wajahnya terlihat senang ketika dia melihat ku. Pria itu segera berjalan menuju ke arah ku. Mataku bertumpu pada sosok Lee Taemin yang mendekat.

Aku bertemu dengannya di Paris tahun lalu, ia belajar kuliner sementara aku mempelajari fashion. Temanku, Victoria memperkenalkanku dengan pria tinggi, lucu dan dia itu tetangga kami yang suka memperhatikanku. Sejak itu kami menjadi teman.

Aku jatuh cinta dengan pesona dan personality nya. Dia memiliki pendidikan yang bagus, sangat perhatian kepada orang lain dan seorang gentleman. Setiap gadis akan jatuh cinta untuk Lee Taemin. Dan aku adalah salah satu dari gadis-gadis itu. Yah, bisa dibilang, cinta ku bertepuk sebelah tangan. Atau dengan kata lain cinta satu sisi untuk teman ku .

Aku melihat pakaiannya. Satu hal yang mengesankan ku tentang Taemin adalah dia berpenampilan rapi, dan ia selalu memiliki hal yang disebut dress to impress. Dia mengenakan kemeja biru Lacoste dan celana pendek Burberry berwarna putih dan sepatu Ralph Lauren berwarna biru terang dipadukan dengan topi fedora dan Kacamata hitam Gucci.

Dia melihatkan senyum iklan pasta giginya dan memelukku erat. “Aku sangat senang bertemu denganmu lagi Sulli”, katanya.

Aku membalas pelukannya. Aku merasa berada di surga dengan dia. Rasanya begitu baik. “Aku sangat- sangat senang melihat mu Taemin.”

Dia melepaskan ku dan menangkup wajahku. “Sepertinya kau memiliki waktu yang baik di Korea. Kau lebih cantik sekarang daripada terakhir kali aku melihatmu.”

Aku tersipu. Hatiku menari Harlem Shake setelah mendengar pujian nya.

“Kemana kau ingin pergi Taemin?” aku bertanya sambil tersenyum.

Dia menaruh jari telunjuknya ke dagu seolah berpikir. “Hmmm. Bawa aku ke restoran jjangmyun yang bagus. Aku agak rindu dengan mie pedas Korea.”

Aku meletakkan lengan kananku ke lengan kirinya sementara tangan kanannya menyeret koper nya . “Baiklah kalau begitu mari kita makan mie Jjangmyun”, kataku dengan riang.

.

.

.

* MINHO POV *

Saat itu sekitar pukul 11 ketika aku mencapai kediaman Choi. Aku benar-benar mabuk karena campuran rhum, vodka dan tequila yang aku minum di pesta yang ku hadiri beberapa waktu lalu. Hal yang baik meskipun aku bisa mengendarai sepeda motor ku tanpa cedera.

Langkah ku sempoyongan saat aku berjalan menuju pintu utama. Aku memutar kenop tapi itu terkunci.

Aku menggaruk kepalaku dan menarik ponsel dari saku ku. Aku memutar nomor Jinki tapi ponselnya mati. Aku memutuskan untuk pulang saja ke rumahku tetapi aku terkejut ketika ingat bahwa kekasih Heesun, Claude tinggal di sana.

“Aku lebih suka tidur di jalan daripada melihat kekasih baru Omma”, batinku.

Mataku setengah terbuka sambil berjalan ketika aku ingat bahwa Jinki menyembunyikan kunci di pot bunga di taman. Kunci untuk pintu dapur di belakang rumah.

Dengan langkah bergoyang aku berjalan menuju taman dan mencari kunci di pot bunga. Beberapa menit kemudian aku menemukan kuncinya.

“Gotcha! Terima kasih Jinki”, kataku tersenyum mabuk kemudian mencium kunci.

Aku menyentuh dinding rumah sambil berjalan karena pandanganku mulai kabur. Aku sampai di pintu belakang dan memasukkan kunci, kemudian Aku memutar kenop.

Aku membuka pintu dan melihat lampu mati.

“Sepertinya semua orang sudah tidur”, aku berbisik kemudian berjalan perlahan menuju tangga. Aku berpegang pada langan tangga dengan erat sambil berjalan. Ketika aku mencapai lantai dua, pikiran menjadi bingung karena aku tidak ingat dimana kamar Jinki.

“Apakah ke kiri? Atau ke kanan?”, aku berkata kepada diri sendiri sambil menunjuk ke dua ruangan menggunakan jari telunjuk kiriku. Benar-benar bingung.

Aku menghela napas dalam-dalam dan dengan langkah yang masih sempoyongam, aku memilih ruangan di sebelah kanan. Aku memutar kenop dan membuka pintu. Ketika berjalan menuju tempat tidur, kata-kata terakhir Krystal tiba-tiba muncul dalam kepalaku. Aku melepaskan kemeja putihku dan menjatuhkan diri ke lantai berkarpet.

“Aku harap ada seseorang di luar sana yang menghancurkan hatimu menjadi serpihan-serpihan kecil seperti apa yang kau lakukan terhadap hatiku.”

Aku menyeringai saat mengingat apa yang ia katakan. “Mungkinkah ada seseorang di luar sana yang dapat mematahkan hatiku yang dingin dan tak berperasaan ini ?”, aku bertanya kepada diriku sendiri. Dan kemudian merebahkan tubuhku ke tempat tidur dan membenamkan wajahku ke bedsheet.

.

.

.

* Sulli POV *

Aku menyalakan lilin aroma terapi lavender. Perlahan memasuki bak mandi, dan merebahkan tubuhku ke busa mandi yang hangat. Kemudian aku mmengambil iPad dan meletakkan earphone ke telinga. Ku pejamkan mata, kemudian ikut menyenandungkan lagu yang diputar di Ipadku.

~

even the best fall sometimes…

even the wrong words seems to rhyme…

out of the doubts that fills my mind…

i somehow find…

you and i collide…

~

Setelah dua jam merendam tubuh dengan mandi busa santai, aku membilas tubuhku dan menutup rambutku yang basah dengan handuk putih dan juga tubuh ku yang basah.

Aku tersenyum lebar karena mandi busa benar-benar membantu untuk mengghilangkan lelah dan stres di tubuhku.

Aku keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju kamarku …

Aku hampir pingsan karena shock setelah melihat seseorang berbaring di tempat tidurku. Pria setengah telanjang berbaring di tempat tidur !!!

Aku perlahan-lahan berjalan menuju ke tempat tidur. Berjalan berjingkat karena aku tidak ingin membuat suara apapun.

Aku menatap pria yang sedang berbaring itu. Dia berada di posisi freefaller (hampir setengah dari tubuhnya menggantung di tepi ranjang, jari-jarinya mencapai lantai berkarpet).

Aku memegang handuk erat-erat sambil melangkah lebih dekat ke orang itu. Rasa ingin tahuku berubah menjadi kemarahan saat aku mengenali orang itu. Choi Minho!

“Apa sih yang pecundang ini lakukan di kamarku sekarang. Astagah?!”

Choi Minho, umur dua puluh tiga tahun, status lajang dan anak satu-satunya dari Choi Hee Sun, mantan supermodel dan dia sahabat Oppaku, Choi Jinki.

Aku mendesah frustrasi. Aku benar-benar tidak mengerti, mengapa pria menyebalkan ini sangat populer. Dia tidak memiliki kesopanan dan rasa hormat. Dia perokok, dia peminum dan suka berpesta. Dia seorang pembalap mobil, petarung UFC dan memiliki nama band rock SHINee dan dia di posisi gitar. Dia selalu memakai pakaian kebanggaannya: t-shirt putih dan jins denim biru, mengendarai motor Harley Davidsonnya. Dia adalah badboy dan playboy. Dan oh aku hampir lupa, dia jahat, kotor dan malas. Tapi yang benar-benar paling menggangguku adalah bahwa selain dari Oppaku, orang tuaku juga menyukainya. Dia terkadang tidur dan makan di rumah kami seperti rumah ini adalah rumahnya sendiri.

.

Aku menyenggol bahunya. “Ya Choi Minho! Bangun!” paksaku.

Dia tidak bergerak. “Apa yang salah dengannya!”

Aku menyenggol dia lagi, dia bahkan tidak bergerak sedikitpun. Aku menekan lengannya. Dan dia juga tidak bergerak atau bangun. Darahku sudah mendidih karena marah.

“Apakah dia mati?”, aku bertanya pada diriku sendiri dan bergerak lebih dekat untuk memeriksa nadinya. Hal bagusnya adalah dia masih hidup. Kemudian, aku hampir muntah saat aku mencium alkohol dari mulutnya.

“Yuck! Begitu menjijikkan!”, seruku. Aku bergidik ngeri dan mataku melihat ke jins biru robeknya yang sudah lima hari tidak dicuci. Lalu aku ingat berita yang keluar baru-baru ini. Ia baru saja putus dengan mantan pacaranya, Krystal Jung, karena sang mantan tertangkap basah berselingkuh untuk kesepuluh kalinya. Hell ya !! Orang ini seperti! Douchebag.

Aku mulai membangunkannya lagi. “Hei kau brengsek, bangun!” Aku berteriak. Tetap tidak ada tanggapan. Maka aku mulai menendangnya.

Dia menggeliat dan menggerakkan kepalanya. Mata cokelat mengantuk besarnya melihat kearahku

“Hei Choi Minho! Bawa tubuh kotormu keluar dari tempat tidurku!”

Dia memberiku senyum malas kemudian melanjutkan tidurnya lagi. Aku merasa seperti kepalaku akan meledak karena marah. “Hei Choi Minho! Kau tuli! Aku berkata keluar dari tempat tidurku!!”, Aku berteriak lagi dan menendang bahunya.

Minho mengeliat lagi dan dengan mata setengah tertutup lalu ia menjangkau handukku dan menariknya dengan cepat!!

Mataku melebar dan mencoba untuk menariknya ke atas. Dia memegang handuk itu erat sampai jatuh. Aku kehilangan keseimbangan dan aku jatuh ke lantai berkarpet dalam keadaan … Eheem.. tanpa sehelai benangpun ditubuhku. Dan yang terburuk adalah bahwa Minho juga jatuh dari tempat tidur dan sekarang dia di atasku.

Aku membeku. Tidak dapat bergerak dan benar-benar terkejut. Aku pikir aku hanya mengalami mimpi buruk.

Ketika otakku akhirnya kembali ke kenyataan, aku mencoba untuk mendorong dia.

Heii! Pergi dariku kau bajingan!“, kataku kemudian berteriak. Tapi aku merasa seperti mendorong buldoser karena dia sialan sangat berat. Tubuh setengah telanjangnya sedang menghimpit tubuh telanjang basahku.

Dia dengan ekspresi mabuk menatapku kemudian tersenyum. “Krys … tal”, dia bergumam kemudian menyandarkan kepalanya ke bahuku.

“Shit!” Gumamku dan tanganku menarik rambutnya marah. “Lepaskan aku, kau si brengsek menjijikan!!! “

Kemudian pintu kamarku terbuka dan suara berwibawa keras bergema dari semua sudut ruanganku.

“Choi Jinri! Apa yang terjadi di sini ?!”

Aku menoleh ke pintu dan terkejut, aku hampir berpikir melihat Yesus Kristus nyata. “Appa!”

.

.

.

Setelah tiga puluh menit

Kami berada di ruang tamu keluarga Choi. Appa, Omma dan Oppa duduk di depan ku dan Minho. Aku melihat wajah appa, dia begitu serius sambil menatap ku dan si brengsek di sampingku. Tangannya terlipat saat bersandar kepada sandaran kursi. Omma ku memiliki ekspresi prihatin di wajahnya sementara oppaku, Jinki berusaha menyembunyikan senyum di wajahnya.

Aku merengut pada oppaku kemudian aku melirik si brengsek sampingku. Dia tampaknya gugup seolah-olah semua alcohol dalam dirinya hanyut saat melihat Appa yang marah. Aku diam-diam mengutuknya.

Appa berdeham kemudian menatap kami dengan penuh perhatian. “Kalian berdua. Kapan kalian mulai berhubungan? Kenapa kalian tidak memberitahu kepada kami semua bahwa kalian diam-diam berkencan?”, katanya dengan nada yang sangat menakutkan.

Aku tiba-tiba meluruskan punggung setelah mendengar pertanyaan Appa. “Appa, itu hanya kesalahpahaman. Kami tidak berkencan. Ini adalah kesalahan. Tidak ada yang terjadi. Apa yang appa lihat beberapa waktu lalu hanya — “

“Ya Choi Jinri!” ia menyela. “Apakah aku mengajarimu melakukan hal-hal memalukan seperti ini! Kami memberimu pendidikan yang layak dan mengirimmu ke sekolah terbaik untuk menjadikanmu wanita yang dihormati dan layak suatu hari nanti dan ini adalah apa yang kau lakukan untuk kami ?! Aku benar-benar kecewa dengan mu Jinri”, teriaknya. Wajahnya berubah merah karena marah.

Aku menggeleng. “T-Tapi Appa, itu benar-benar tidak seperti apa yang Appa pikirkan. Itu hanya salah paham”, aku berkata dengan suara gemetar.

Appa melihat wajah Minho. “Dan kau anak muda, kau juga mengecewakan ku. Aku memperlakukanmu seperti anakku sendiri dan ini balasan mu kepada kami setelah apa yang kami lakukan untukmu?”, katanya lalu berhenti. “Aku sudah membuat keputusan… Choi Jinri dan Choi Minho… kalian berdua harus menikah secepat mungkin.”

Aku tak bisa bicara. Mata dan mulut ku terbuka lebar. Aku berpikir bahwa hari ini adalah akhir dari duniaku. Dari semua kata-kata menakutkan yang akan aku dengar dari Appaku, kata ‘’menikah’’ dan “Choi Minho’’ lah yang paling menakutkan dari semuanya. Itu seperti catatan kematian di telinga ku.

“Ini adalah akhir dari hidupku! Aku akan mati segera”, aku mengucapkan dalam hati.

~

you finally find…

you and i collide…

you finally find…

you and i collide..

~

a/n : Adek-adek manis dibawah 18 tahun gak boleh baca yaaaak…. >,<

113 thoughts on “The Problem With Love Is… [Chapter 5]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s