FIRE (API) Part 34

FIREBONUS CHAPTER  😀 😀

JUDUL   : FIRE (API)

Genre  :  Romance

Author  : mataharidina

Lenght : Chapter

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support Cast : Lee Taemin, Krystal  Jung,  Choi Siwon, member F(x), member Shinee, Sim Changmin, Donghae,Kim Jongin,Luhan, Kang Minhyuk,KwonYuri, Im Yuna, Lee Tae Sun,etc.

Foreword

Choi Sulli came to Seoul to study and achieve herdreams.
When she first set her foot in Seoul she knew Choi Taemin a “cassanova of Choi’s family “.
When first entering the college, she meets Krystal, the only daughter of Choi’s family.
Without the planned, she was involved with both.  Until finally she met Choi Minho, the eldest son of Choi’s family.
In their first meeting, Choi Minho has been suspect her, accusing her, forcing her to admit something that isn’t true.
Sulli fighting, but she is faced with two options. Jail or engagement.
The prison, meaning her family was destroyed.
Engagement, meaning she was destroyed.

Chapter 34:  Be My Girl !

.

Hatinya tak ingin ia mengatakan kata-kata yang menginjak harga dirinya itu, tetapi ia tak akan membiarkan teman-temannya masuk ke dalam perangkapnya. Perangkap wanita yang cantik dan berbahaya itu.

Ungkapan Minho itu membuat sahabat-sahabatnya terdiam kaget. Mata mereka tertancap pada Minho yang kini nafasnya mulai normal. Beberapa saat kemudian, suasana di sekitar tempat itu menjadi aneh. Yang tadi dipenuhi tawa dan canda, menjadi hening.

“ Aish Minho, aku mencari-carimu dari tadi !!”

Im Yuna berjalan dengan anggun mendekati kumpulan sahabat itu. Ketika ia sudah berdiri di tengah-tengah mereka , barulah ia merasakan suasana canggung yang ada di sana. Ia menyadari telah masuk di saat yang kurang tepat.

Untuk bisa keluar dari situasi tidak mengenakkan itu, Im Yuna berpaling ke arah Minho yang terlihat wajahnya datar dan sulit ditebak.

“ Minho, aku hanya ingin mengingatkan…katanya kau akan mengenalkan aku kepada orang tuamu. ….”

Minho terperangah, ia seperti diingatkan pada maksudnya semula. Baru saja ia hendak bicara ketika ia mendengar Key berteriak

“Looks !!”

Semua berpaling ke arah yang ditunjuknya. Terlihat Taemin menarik Sulli dari lantai dansa menuju tempat mereka. Wajah Taemin terlihat merah dan dingin. Kalau sudah seperti itu mukanya dengan muka Minho sekarang, tidak jauh berbeda.

Sementara Choi Siwon yang melihat adiknya setengah dipaksa, segera mengikutinya lari belakang. Ia takut, Sulli akan mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan. Ia sendiri bingung, apa yang terjadi di lantai dansa sehingga Taemin yang awalnya terlihat tertawa tiba-tiba berubah menjadi marah seperti itu. Apa kesalahan yang telah diucapkan adiknya kepada lelaki itu ?

 

Sulli Pov

Aku melihat Taemin oppa malam ini begitu tampan. Wajahnya memancarkan kebahagiaan yang terlukis dalam senyumannya yang hangat. Aku merasa, dia memang sosok yang pantas untuk dicintai. Aku benar-benar mengerti mengapa Krystal sampai mencintainya. Laki-laki ini memang memancarkan cinta, dan membuat orang di sekitarnya ingin ikut mencintainya juga.

Kami mulai bergerak mengikuti lagu yang sudah familiar dengan telingaku. Sesekali Taemin oppa memberikan lelucon yang membuatku tak kuat menahan tawa. Sementara otakku terus berputar bagaimana cara mengatakan maksudku tanpa membuatnya tersinggung, marah atau kecewa.

Irama lagu membuat langkah kami lebih tenang dan posisi kami lebih dekat. Aku mulai gugup melihat matanya memancarkan sinar yang aneh, aku memang belum pernah mengetahui bagaimana mencintai dan dicintai oleh lelaki lain. Tetapi aku bukan gadis bodoh, yang tak bisa melihat maksud lain dalam matanya. Mata yang sering kulihat seperti dalam film-film drama korea yang kulihat.

“ Sulli, aku ingin kau mengetahui sesuatu…..”

“ Aku dulu…!”

Aku memotong kalimatnya, aku takut ke arah mana kalimat itu akan berlanjut. Inilah saat yang tepat untuk mengatakannya.

” Mworago…apa yang mau kau katakan ?”

“ Oppa….kau ingat waktu pertama kali kita bertemu dan berebut taksi ?”

“ Oh ha ha ha…aku ingat itu. Kupikir kau waktu itu jutek sekali. Kenapa ??”

“ Jujur, walaupun aku jutek di dalam hati aku mengatakan bahwa kau adalah salah satu pria tampan yang kutemui di dunia ini setelah kakakku..”

“ Waeya…kenapa aku setelah Siwon hyung ??”

“Karena Siwon oppa adalah yang nomor satu bagiku.”

‘Hemh…terus ?”

“Semakin hari aku semakin mengagumimu, Taemin oppa. Bahkan sampai detik ini aku merasa sangat beruntung telah memiliki sahabat sepertimu.”

“ Sahabat , huh ?” Taemin mendekatkan wajahnya ke arahku. Aku mencoba menghindari dengan membuang muka ke arah kiri, tetapi jantungku serasa berhenti berdetak. Bukan karena bibir Taemin oppa yang menyentuh pipiku, tetapi karena mata Choi Minho yang aku yakin tengah memperhatikan kami.

“Sulli…aku…..”

“ Sahabat….!” Aku memotong kalimatnya lagi,” Kalau saja aku belum mencintai pria lain, mungkin aku akan jatuh hati kepadamu….”

Aku berusaha tertawa, membuang rasa gugup yang tiba-tiba muncul.

Taemin oppa menghentikan langkahnya, aku terpaksa mengikuti gerakannya. Otomatis kami berdiri di tengah lantai dansa, tanpa melakukan gerakan sama sekali. Tangannya masih melingkar di pinggangku, matanya masih menatap wajahku. Dan aku tak tahu apa yang harus kukatakan melihat wajahnya yang tiba-tiba pucat dan mengeras. Dia terkejut, itu jelas terlihat di matanya yang biasanya lembut kini menjadi dingin.

“ Katakan dengan jelas, Sulli….kau sudah mencintai pria lain ? Kau ingin mengatakan bahwa kau sudah mencintai orang lain ?”

Aku mengangguk, berusaha menahan rasa bersalah yang mendesak dalam dadaku.

“ Kau tidak pernah punya perasaan cinta untukku ?”
 

“Maafkan aku. Aku menyukaimu sebagai sahabat…tetapi aku tidak bisa mencintaimu lebih dari itu.”

“ Aku tahu, kau mencintai siapa. Tetapi aku tak bisa mempercayaimu, sebelum aku melihatnya sendiri.’

Aku tak mengerti kata-katanya, tetapi tiba-tiba ia memegang tanganku dan menarikku untuk mengikuti langkahnya. Aku melihat beberapa tamu menghentikan tarian mereka dan melihat ke arah kami. Ya Tuhan, apa yang telah kulakukan ? Aku tidak mau menjadi pusat perhatian seperti ini.

Taemin oppa membawaku ke satu tempat yang agak jauh dari lantai dansa, dan aku merasakan pikliran dan hatiku kacau menyadari ke arah mana ia membawaku. Apa yang akan dilakukan Taemin oppa ? Mengapa dia mengajakku ke tempat dimana bosku berkumpul dengan teman-temannya.

“sulli…!”

Kepalaku berpaling ke arah suara, dan kulihat Siwon oppa memandangku dengan khawatir. Rasanya aku ingin menangis dan meminta tolong padanya. Tetapi kalau itu kulakukan, akan kelihatan konyol,bukan ?

Langkah kami semakin mendekat ke tampat mereka berdiri. Kulihat seorang perempuan yang cantik berdiri di sisi bosku. Aku ingat dia adalah wanita yang pernah dibawa bosku ke Elegance beberapa waktu yang lalu. Im Yuna, seorang model.

Taemin oppa membawaku  berdiri di hadapan kakaknya yang memandang ke arahku tanpa berkedip. Dalam matanya yang menyipit kulihat api yang menyala. Aku benar-benar tak tahu apa yang akan terjadi, otakku tidak bisa mencerna semua kejadian yang begitu cepat ini.

Taemin oppa melepaskan pegangannya, dan melihat ke dalam mataku. Wajahnya benar-benar membuatku takut. Takut dengan kemarahannya yang belum pernah kulihat. Aku berharap Krystal datang menyelamatkanku.

End Of Pov

“ Sulli, sekarang katakan apa yang ingin kau katakan di lantai dansa tadi !”

Taemin berkata tegas, sementara enam pemuda yang ada di belakang mereka menunggu. Siwon yang baru tiba di tempat itu, tak berani berbuat apa-apa karena ia ingin menunggu dan meyakini dahulu apa yang sudah terjadi. Sulli yang tidak mengerti arah ucapan Taemin, melihat ke sekelilingnya dengan perasaan malu dan putus asa. Ia sudah mengatakan apa yang ingin dikatakannya, sekarang apa lagi yang diinginkan Taemin darinya ?

“ Ayo Sulli, katakan padaku bahwa kau lebih memilih Minho daripada aku. Bahwa kau lebih mencintai dia daripada aku !!” desak Taemin.
\

Semua yang berada di situ terkejut dengan kata-kata Taemin, termasuk Minho dan Sulli. Minho melihat adiknya kemudian beralih ke Sulli. Jantungnya mulai berdetak cepat, menunggu apa yang akan terjadi berikutnya. Dilihatnya Sulli memandang Taemin dengan wajah terkejut. Wajahnya yang pucat berubah menjadi merah. Minho bisa membayangkan, ia, wanita itu malu karena perlakuan Taemin di depan pria-pria yang tadi berusaha dijeratnya.

Sedangkan Sulli berkali-kali menelan ludah, ia merasa matanya menghangat…

“Tuhan, jangan biarkan aku menangis di hadapan kakakku. Ia akan cemas…ia akan menghadapi masalah baru kalau aku membuat dua saudara Choi ini marah.”

Bibir Sulli bergetar, ia tak sanggup menanggung semuanya. Matanya melihat ke arah Key memohon pertolongan, tetapi Key menatap kepadanya dengan tatapan bertanya. Sulli tak bisa melihat yang lain karena tak begitu mengenali mereka, dan mereka tampaknya menunggunya seperti Key juga.

“ Omo Krystal, mengapa semuanya berjalan di luar rencanaku ? “

Tiba-tiba seorang pria yang berdiri dekat Choi Minho melangkah, Sulli tertegun.

” Siapakah dia ? Aku seperti pernah melihat wajahnya. Aku tak mengerti kenapa dia tersenyum dan bergerak ke arahku.

“ Sulli !! Kau Sulli rupanya !!”

Ia memelukku dengan hangat, sambil berbisik,

” Tenanglah, aku akan menolongmu. Aku berjanji dulu akan menolongmu…”

Kata-kata yang hanya Sulli yang bisa mendengarnya. Sulli merasakan beban dalam hatinya terangkat, akhirnya diantara orang-orang itu ada yang mau menyelamatkannya.

“ Kau ingat aku, kan ? Popo ramyeon ? “

“ Changmin oppa …??” Sulli seolah tak percaya.

Ia benar-benar merasa berterimakasih karena untuk kedua kalinya pria ini menyelamatkannya dari situasi kurang menguntungkan. Ia baru mau mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba tangannya dipegang oleh tangan yang sangat kuat.

Tangan Choi Minho.

“ Aku sudah katakan pada kalian. Dia milikku !!’

Dengan kata-kata itu, Choi Minho menarik Sulli kembali menuju lantai dansa. Tanpa berdaya Sulli mengikuti langkahnya, kepalanya berpaling berkali-kali berharap Changmin, Key atau Siwon menolongnya menyelamatkannya dari monster ini.

Siwon yang mulai tidak enak hati, berusaha mengejar tetapi langkahnya dihentikan oleh Key. Demikian pula Chang Min, ia terdiam ketika Key mengatakan.

“ Inilah rencanaku. Mereka saling mencintai, tetapi terlalu keras kepala untuk saling ,mengakui. Sekarang, biar mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.”

Choi Minho membawa Sulli ke lantai dansa.

“ Sekarang berdansalah denganku. Hanya ini satu-satunya cara supaya mereka tidak mengganggu apa yang akan kita bicarakan.”

Suaranya terdengar lebih mirip perintah dibanding permintaan. Sulli ingin melawan, tetapi itu bukan pilihan yang terbaik saat itu. Ia lebih memilih menurutinya, untuk menghindari keributan lain akan terjadi.

Minho meletakkan tangannya di pinggang Sulli dengan canggung, demikian pula Sulli meletakkan tangan di bahunya yang kekar dengan canggung. Keduanya bahkan tak berani saling memandang ketika tangan mereka yang lain saling terpaut.

Selangkah…dua langkah… gerakan mereka terlihat kaku.

Sulli gugup…

Tidak, lebih tepat takut.

Ia tahu, akan datang cacian susulan dari Choi Minho berkaitan dengan semua kejadian yang tadi dilaluinya. Tetapi perasaan gugupnya lama-lama mencair. Seperti biasa, bila ia sudah menari maka jiwa dan pikirannya akan ditenggelamkan oleh musik. Mungkin karena musik waltz sudah menyatu dengan dirinya, hingga ia mudah terbawa olehnya.

Perlahan matanya terpejam, membiarkan langkahnya terbawa oleh gerakan Choi Minho. Ia pasrah dengan apa yang akan terjadi. Semua telah terjadi, tidak mungkin diralat. Dia, dirinya, harus siap dengan hal terpahit sebagai dampak dari kesepakatan yang telah mereka buat.

Sulli perlahan membuka matanya ketika ia merasakan tangannya yang tadi bertautan dibawa Choi Minho ke bahunya. Ia kemudian merasakan jantungnya mulai mengelepar ketika kedua tangan Choi Minho berada di pinggangnya. Sekilas matanya bertatapan dengan Minho, tetapi ia segera menunduk menghindari tatapannya yang tajam.

Di sisi lain tempat pesta

“ Lihat mereka mulai berdansa !” Key bertepuk

Siwon yang berdiri di sisinya, memandang dengan gugup. Ia melihat ada sesuatu yang terjadi pada adiknya. Biasanya Sulli sangat antusias bila harus berdansa, tetapi sekarang terlihat canggung. Ia tahu ada yang salah pada adiknya.

“ Uff, mereka berdansa kaku sekali. Aku tahu Minho kaku, tetapi aku tahu ia seorang penari yang baik di lantai dansa.” Kata Changmin.

“ Siwon-ssi, katakan padaku lagu apa yang menjadi pavorit adikmu.”

“ Edelweiss.” Jawab Siwon singkat.

Key segera berjalan menuju panggung dan ia membisikkan sesuatu kepada seseorang di sana. Saat kemudian music berubah melantunkan lagu yang diminta Key. Suara biola mengalun lembut diiringi piano, membuat suasana di ballroom itu menjadi romantic. Beberapa tamu bergerak ke lantai dansa. Rupanya lagu tersebut disukai juga oleh mereka.

Mata Taemin terpaku pada kakaknya dan Sulli yang mulai melakukan gerakannya dengan luwes. Hatinya sakit melihat dan menyadari bahwa apa yang dikatakan Krystal itu benar. Mereka saling mencintai, tanpa harus dikatakan pun sudah terlihat dengan jelas. Sesuai janjinya kepada Krystal, ia harus mundur teratur dan menerima kenyataan pahit itu. Padahal menurut hatinya Sulli adalah wanita yang cocok dengan Krystal adiknya, dan ia tertarik padanya. Ia ingin memiliki kekasih yang bisa cocok dengan Krystal supaya hubungan persaudaraan dalam keluarga Choi tidak pudar.

Matanya mencari sosok Krystal, dan ia terkejut ketika melihat Krystal ada di lantai dansa dengan sekretaris Minho.

Mereka tampak serasi di lantai dansa. Krystal tersenyum dan Kai juga melakukan hal yang sama. Taemin mulai merasakan ketakutan dalam dirinya. Seharusnya ia tahu sejak awal kalau sekretaris Minho itu punya perhatian khusus pada adiknya. Ia sudah beberapa kali memergokinya diam-diam menatap Krystal, dalam beberapa kesempatan. Dan ia takut, karena sekretaris Minho itu jarang bicara. Ia tidak tahu apakah ia bisa dipercaya atau tidak.

“Ugh, Taemin !! Kau selama ini terlalu disibukkan memikirkan Sulli hingga adikmu luput dari perhatianmu!”

Taemin mengutuki dirinya. Ia kemudian melangkah menghampiri Luhan yang sedang ngobrol dengan Victoria.
Ia memberi kode ketika Luhan melihatnya.

Laki-laki tampan yang sudah hampir enam bulan menjadi partner kerjanya dalam peluncuran parfum itu, kini berjalan menghampirinya.

“ Luhan, aku ingin informasi banyak tentang Kim Jongin. Kulihat kalian cukup akrab. Apakah dia lelaki yang bisa dipercaya ?”

Luhan yang tidak mengira pertanyaan itu datang dari Taemin, menatapnya tertegun.

“Kenapa ? Apakah kau tidak mengenalnya juga ?”

“Kami cukup dekat, dan kami sudah beberapa kali keluar bersama. Mengapa Taemin-ssi ?”

“Apakah dia mengatakan sesuatu tentang Krystal, adikku ?”

“ Eh ??” mata Luhan mengikuti arah pandangan Taemin,ke tengah lantai dansa.

“ Ya, dia memang tertarik pada Krystal. Katanya ia senang pada gadis yang lincah dan selalu ceria. Itu yang saya tahu.”

“ Dia sudah punya pacar ?”

“ Err…ada, tetapi kudengar baru putus.”

https://mynamesfarah.files.wordpress.com/2013/03/untitled-1.png?w=260&h=260

Taemin merasakan hatinya panas mendengar itu, berarti Kai hanya akan menjadikan Krystal sebagai pelampiasan saja ? Ia tak mau Krystal jadi korban. Ia sudah berkali-kali melihat Krystal menangis karena disakiti pria. Ia sudah merasakan bagaimana sakit hati dan kecewa karena seorang wanita, maka ia tak mau itu menimpoa adknya. Karena Krystal sangat rapuh, ia tak mau adiknya menjadi bulan-bulanan pria. Tanpa berfikir dua kali, ia melangkah menuju mereka. Rasa kecewa pada Sulli dan kecemasan akan niat Kai, membuat Taemin tak mampu mengontrol sikapnya. Ia menghentikan langkah Kai, matanya menatap pemuda itu dengan kesal.

“ Sekarang, kau bisa meninggalkan lantai dansa. Tak ada yang boleh berdansa dengan Krystal kecuali dengan ijinku. Mengerti ??”

“ Tapi mengapa Taemin oppa ?”

Taemin memandang Kai yang masih berdiri di hadapannya.

“She is my sister. She is mine !! Maka tak boleh ada yang menyentuhnya, kecuali kalau aku merasa dia pantas untuk adikku. Sekarang kau boleh pergi.”

Krystal tampak ingin protes, tetapi ia tak diberi kesempatan karena tangannya diterik paksa dari sana. Ia dibawa menuju tempat orang tuanya yang sedang mengobrol dengan tamu asing.

“Taemin oppa, ada apa denganmu ? Kenapa kau seperti itu ? Aku juga ingin berdansa seperti yang lain …kenapa kau melarang Kai untuk…”

“ Oh jadi kau ingin berdansa ?? Kalau begitu ayo kita berdansa ! Jangan sembarang memilih pasangan, Krys ! Apakah kau tak kapok disakiti dan dibohongi oleh laki-laki ?”

“Kai tidak seperti itu.”

“Kau juga selalu berkata begitu bila pertama kali berjumpa dengan mantan pacarmu. Tetapi kemudian mereka menyakitimu . Setelah itu kau akan menghiba dan menangis di depanku menyesali semuanya. Aku tidak mau itu terjadi lagi padamu, Kryst. Karena kini aku tahu, bagaimana rasa sakit hati yang sebenarnya….” Jawab taemin pahit.

Krystal menatap kakaknya dengan heran, ia kemudian teringat dengan apa yang tadi dilihatnya dari kejauhan. Taemin terlihat marah dan membawa Sulli ke luar dari lantai dansa, persis seperti uyang sekarang dikukan kepadanya. Apakah….

“Jadi, Sulli sudah mengatakannya kepadamu ??” Tanya Krystal hati-hati.

“Ya.Ia lebih memilih Minho daripada aku. Dan ia berkata bahwa dia tidak mencintaiku sama sekali. Dan kau tahu, mendengar itu menyakitkan sekali, Kryst…” suara Taemin gemetar karena emosi.

Krystal menatapnya dengan sedih. Taemin bukan orang yang mudah menangis, tetapi ia kini melihat mata itu berkaca-kaca…berkilauan tertimpa cahaya lampu. Rupanya inilah yang membuat dirinya melihat kejadian itu. Sulli telah mengatakannya, sesuai janjinya. Ia berterimakasih…tetapi benci harus mengakui ini. Ia benci karena seolah-olah, ia berbahagia di atas kesedihan kakaknya sendiri.

“ Sekarang di mana Sulli ?”

Taemin tidak menjawab tetapi matanya menoleh pada satu titik di lantai dansa. Krystal menahan nafas mellihat kakaknya Choi Minho dan Sulli berdansa dengan gerakan yang….,mesra (?). Diam-diam ia merasa lega, karena kakaknya Taemin bisa menerima kenyataan dan Minho bisa merealisasikan hubungan mereka di depan umum.

‘ Saya ikut bersedih, taemin oppa.” Kata Krystal,” Ah…mari kita sedikit minum untuk melupakan kesediahanmu.”

Krystal menyeret kakaknya ke arah bar.

Kembali ke lantai dansa

‘( lagu edelweiss musik yang mengiringi Minsul klik disini )

Musik telah berubah dengan irama yang sangat lembut.

Sulli terperangah mendengar lagu Edelweiss yang menjadi salah satu lagu pavoritnya. Suara biola yang mendominasi lantai dansa membuat jiwanya benar-benar hanyut. Ini adalah lagu yang sering dipakainya dalam beberapa pertandingan yang diikutinya dengan kakaknya Siwon. Perlahan ia kembali memejamkan matanya, menikmati kemanisan irama lagu tersebut. Ingatan Sulli melayang kepada neneknya, kepada ayah ibunya yang sering berdansa dengan iringan lagu ini, Pada peristiwa-peristiwa manis yang pernah dirasakannya sewaktu dulu. Perlahan senyum terkembang di bibirnya, sesuatu kerinduan kepada mereka menciptakan kehangatan dalam dadanya. Ia tak menyadari perubahan yang berangsur terjadi pada wajah pria di hadapannya.

Ia hanya melangkah dan melangkah mengikuti alunan music, dan ia baru menyadari di mana dirinya berada ketika ia merasa kakinya tidak melangkah sesuai dengan tarian yang diajarkan, yang sudah sangat dihafalnya. Ia merasa tubuhnya hanya bergerak ditempat dan ia merasa diayun ke kanan dan ke kiri. Ia juga merasakan kehangatan dan wangi parfum yang sangat dikenalnya. Ia membuka matanya, melihat ke arah pasangan tarinya dan terpesona dengan apa yang tampak di depannya.

“ You’re so beautiful….” Choi Minho berkata lembut selembut sinar matanya.

Sulli terasa meleleh mendengar suaranya, tetapi detik berikutnya ia memperingatkan dirinya sendiri bahwa itu hanya mimpi yang akan diikuti dengan rasa sakit dalam hatinya.

‘ Mr. Choi …anda…?”

Choi Minho tak memberinya kesempatan untuk melanjutkan kata-katanya, karena ia menutup mulutnya dengan sebuah ciuman. Hanya ciuman singkat, tetapi membuat seluruh tubuhnya bereaksi.

“ Be my girl , Sulli !!” kalimat Choi Minho berikutnya membuat Sulli melihatnya tak percaya.

Langkah mereka terhenti di tengah lantai dansa, saling memandang satu sama lain. Tiba-tiba lampu ruangan berubah gelap, detik berikutnya hanya lampu temaram yang menerangi ruangan besar itu.

.

.

.

=========== T B C ============

WOAAAHH Akhirnya !! Si Mr.Arogant menyatakan perasannya !!

Pasti Sulli serasa melayang yah !! Aiiihhh…..

Ada yang bahagia ada yang kecewa…

Bagaimana selanjutnya ? Sampai ketemu di part berikutnya 🙂

BTW  terimakasih buat  disneysita  atas like blognya…gomawo 😉

Annyeong…

Advertisements

102 thoughts on “FIRE (API) Part 34

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s