FIRE (API) Part 44

FIRE

JUDUL   : FIRE (API)

Genre  :  Romance

Author  : mataharidina

Lenght : Chapter

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support Cast : Lee Taemin, Krystal  Jung,  Choi Siwon, member F(x), member Shinee, Sim Changmin, Donghae,Kim Jongin,Luhan, Kang Minhyuk,KwonYuri, Im Yuna, Lee Tae Sun,etc.

Foreword

Choi Sulli came to Seoul to study and achieve herdreams.
When she first set her foot in Seoul she knew Choi Taemin a “cassanova of Choi’s family “.
When first entering the college, she meets Krystal, the only daughter of Choi’s family.
Without the planned, she was involved with both.  Until finally she met Choi Minho, the eldest son of Choi’s family.
In their first meeting, Choi Minho has been suspect her, accusing her, forcing her to admit something that isn’t true.
Sulli fighting, but she is faced with two options. Jail or engagement.
The prison, meaning her family was destroyed.
Engagement, meaning she was destroyed.

Chapter 44:   Kim Woo Bin

Kejadian demi kejadian melintas cepat dalam pikiran Choi Minho, dan itu menyudutkannya pada satu kesadaran bahwa penilaiannya kepada Coi Sulli selama ini adalah kesalahan fatal. Tetapi, ia masih punya ganjalan tentang latar belakang keluarganya. Tentang neneknya, ia harus tahu sampai sejauh mana watak neneknya tertanam dalam diri seorang Choi Sulli yang besar dibawah pengasuhannya.

Tiba-tiba minho dikejutkan oleh bunyi ponselnya. Ia bangkit dari tidurannya, kemudian meraih ponselnya. Nama Kai terlihat di sana.

“Ya, kai…ada apa ?”

“ Maaf Tn. Choi, aku mengganggu waktu istirahat anda. Aku sekarang sedang di Yokohama. Aku sudah melakukan kontak dengan suami Yuri-ssi. Ia mulai masuk dalam perangkap. Mungkin aku butuh waktu seminggu untuk mengambil semua barang bukti. Tetapi aku tidak bisa memastikan berapa harga yang dikehendakinya…”

“ Berikan berapapun yang dia minta, sepanjang masuk akal. Begitu mendapatkannya, kembalilah segera ke Seoul. Aku akan ada Di sana dalam dua minggu. Dan Kai … bagaimana dengan perusahaannya ?”

“Seperti yang direncanakan sejak awal, semua berjalan di tempat seharusnya. Ah, aku lupa … keluarga besarku mengucapkan terimakasih untuk semua dukungan anda kepada kami.”

“ Sama-sama Kai. Ini semua karena loyalitas kerjamu. Aku yang harus berterima kasih kepadamu. Bagaimana dengan Krystal ?”

“ Aku … .aku belum bisa melangkah terlalu jauh. Maaf, Tn. Choi …sepertinya aku tidak bisa berbuat banyak. Kalau bisa aku ingin membicarakan apa yang aku dapatkan selama ini.”

“ Ya Kai. Kita bicara di Seoul nanti. Keep it secret.”

“Ya Tn. Choi, aku mengerti.”

“Baiklah, terimakasih Kai.”

Minho menutup telepon, kemudian menarik nafas dalam-dalam. Ia lega karena perjuangannya selama bertahun-tahun akan menghasilkan buah yang siap dipetik. Yuri mungkin sekarang masih diam, karena belum menemui benturan … tetapi ia bisa memastikan wanita itu akan mengamuk kalau tahu yang diperbuat suaminya. Dan kalau itu terjadi, ia harus jadi orang pertama yang melindungi Sulli dari kemungkinan menjadi sasaran kemarahannya.

“Sulli……!” gumam Minho

Incheon, Golf and Resort

Sim Chang Min berjalan dengan langkah panjang. Ia pagi itu mengantar rombongan Key untuk melihat lokasi yang diinginkan untuk pemotretan. Yang dipilih adalah lapangan golf yang tanpa pengunjung karena udara di Incheon masih lumayan menggigit.

“Sulli, aku bisa minta informasi darimu ?” ia berbisik pada Sulli.

“Soal apakah oppa ?”

“ Soal gadis yang sering bersamamu. Yang baru datang setelah hari ketiga photoshoot.”

“ Luna eonni ? Vic eonni ?”

“ Yang rambutnya panjang sepinggang.”

“ Victoria eonni. Oppa tertarik padanya, ya ?” goda Sulli.

“ Ia sudah punya pacar ?”

“ Pernah. Tetapi sudah putus beberapa minggu yang lalu.”

“ Kau bisa memperkenalkan kami ?”

“Humh….tergantung, oppa !”

“Tergantung ?”

“Kalau oppa hanya mau iseng, aku tidak akan mengenalkan. Tapi kalau mau serius, aku akan kirimkan salam oppa padanya.”

“Hush, jangan dulu ! Oppa hanya mau mengenalnya lebih dekat. Dia gadis yang baik, kan ?”

“ Vic Eonni ? Dia sangat baik, dan perhatian kepada kami semua. Terkadang ia cerewet kalau sudah mengingatkan kami soal kesehatan.”

“ Kudengar dari Key, ia seorang model juga ?”

“ Ya, Vic eonni beberapa kali ikut casting dan punya agency. Ia sudah beberapa kali jadi model iklan dan majalah. Nanti aku kenalkan oppa dengannya.”

“Terimakasih Sulli. Sebenarnya oppa ngincar kamu, tapi karena kamu sudah jadi milik Minho… oppa mengalah saja. Ha ha ha…!”

Sulli tertawa bersama Chang Min, suara tertawa mereka menarik perhatian Key.

“Yah ! Chang Min hyung, jangan merayu dongsaengku ya !” katanya dengan suara keras.

Sulli dan Chang Min berpandangan kemudian kembali tertawa lepas, membuat Key menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

.

Di sebuah lapangan terbuka mereka berhenti. Key turun dari mobil, kemudian berjalan dan melihat-lihat keadaan sekitar.

“Ini tempat yang bagus. Kita hanya membutuhkan matahari sedikit untuk menghalau udara dingin. Bagaimana ramalan cuaca di Incheon?”

“Dua hari ke depan cerah. Mungkin musim dingin akan segera meninggalkan Incheon.”

“ Baiklah, kalau begitu kita stand by besok di sini. Kita harus berpacu dengan cuaca.” Kata Key.

Ia cukup puas, beberapa photoshoot dalam ruangan telah dilakukan. Sekarang ia akan mengambil tema di alam terbuka. Masih ada beberapa desain yang belum dipakai. Matanya melihat ke arah Sulli yang sedang berdiri dan mengobrol dengan Woo Bin, sementara Sim Chang Min terlihat memberikan arahan kepada beberapa pekerjanya untuk membereskan tempat itu agar bisa dipakai besok.

Ia berjalan menghampiri Fotografer yang sedang ngobrol dengan Luna.

“Bagaimana Luna, sudah dapat konsepnya ?”

“ Konsepnya kan sudah jadi sejak dulu. Tetapi kita bicarakan target marketingnya nanti malam.”

“ Baiklah setelah makan malam. Eh, ada kabar dari Amber ?”

“Aigoo… yang rindu pada Amber.”

“Luna….”

“Ara… Amber akan kembali ke Seoul petang nanti. Apakah akan kau minta menyusul ke Incheon ?”

“Oh, tidak usah . Biar nanti aku ngobrol dengannya. Minho sudah menelepon ?”

“ Sudah pagi tadi. Ia menanyakan keadaan Sulli.”

“ Ia terlalu posesif , sampai-sampai pada gadis sebaik Sulli ia tidak percaya.” Kata Key

“Ia terlalu mencintai Sulli. Tetapi kecemasannya bisa dimengerti. Kau lihat sendiri Key Oppa … laki-laki gagah dan tampan selalu mengelilingi Sulli.”

“Itu karena dia terlalu baik kepada setiap orang sehingga orang dengan mudah akan menyukainya.”

“Yah, oppa benar. Sulli seorang yang sangat lembut dan perhatian kepada yang lain.”

“Tetapi kalau bisa kau ingatkan dia. Pacarnya adalah Choi Minho …. kau lebih tahu bagaimana Minho. Kalau dia sudah cemburu…. aku takut Sulli akan dibuatnya menyesal.”

“Mengingatkan apa ? Sulli tidak menghianatinya. Ia hanya menunjukkan persahabatannya.”

“Tetapi Chang Min dan Woo Bin …. mereka tetap laki-laki.  Minho jangan kau beritahukan tentang kondisi ini.”

“Tentu.” Kata Luna.

“Woo Bin-ssi ?” Tanya Sulli ketika ia merasa tiba-tiba Woo Bin memeluknya dari belakang kemudian mengangkat tubuhnya dan berputar di atas tumpuan kakinya.

“Andwae…Woo Bin-ssi !!” teriak Sulli kaget.

“Ah ha ha ha…kau tidak seberat yang kubayangkan, Sulli.”

Wobin menurunkannya dan melepaskan pelukannya.

“Fuih !!”

Sulli meraba dadanya yang masih berdebar karena kaget,

“ Kau membuatku kaget !”

“ Maaf…aku tidak tahan melihatmu seperti itu. Eh, jadi kau adalah dongsaeng Kibum-ssi, ya ?”

“Bisa dikatakan seperti itu. Kenapa ?”

“Apakah aku harus minta ijin padanya kalau ingin mengenalmu lebih dekat ?”

“Eh ?? Apa maksudmu ?”

“Aish Sulli, kamu gadis paling lucu yang pernah kukenal. Aku tidak pernah melihat seorang model yang begitu polos dan jujur sepertimu. Kau unik !!”

“Aku bukan model. Aku hanya diminta Key oppa untuk memakai desain bajunya. Aku masih kuliah, dan bukan model.”

“Jinjja ? Kau masih kuliah ? Dimana ?”

“Seoul university, jurusan fine art. Sekarang aku memasuki tahun kedua.”

“Wah daebakk ! Pantas kau pandai … berapa usiamu sekarang 21-22 ?”

“ Itu rahasia….”

Sulli menggoda Woo Bin, membuat Woo Bin makin geregetan melihat Sulli yang terlihat manis saat tersenyum.

Tokyo,Jepang

Choi Minho menarik kopornya yang memuat baju-bajunya. Sementara sebuah rangsel bertengger di punggungnya berisi dokumen hasil pertemuannya dengan beberapa pengusaha Jepang untuk pengembangan sayap CEC di sana.

“Minho, appa tidak bisa mengantarmu ke bandara. Tapi pertengahan Maret, awal spring kami akan ke Jeju. Undanglah Sulli dan keluarganya ke sana, nae ?!”

“ Nae appa.”

“ Sesampai di Seoul, jaga Taemin buat Krystal. Appa melihat taemin masih perlu waktu. Mudah-mudahan mereka bisa mengatasi masalahnya dengan bijaksana. Appa tidak akan masuk terlalu jauh, mereka sudah dewasa … seharusnya bisa memutuskan yang terbaik. Appa minta kau jaga mereka, kau yang terbesar di rumah.”

“Nae appa. Sekarang Minho pergi, nanti pesan Appa untuk halmonie akan Minho sampaikan.”

Incheon,Korea

Pesawat mendarat dengan mulus di bandara Incheon. Choi Minho berjalan dengan tegap. Matanya mencari seseorang yang menjemputnya di Bandara. Ia segera tersenyum ketika melihat Im Yuna melambaikan tangannya.

“Terimakasih kau mau menjemputku.”

“ Kebetulan saja Minho, aku sedang ada sesi pemotretan di Yeonsu Gu. Tidak jauh dari resort milik Changmin oppa. Memang ada acara apa di sana ?”

“Pemotretan untuk desain musim semi. Key sudah menceritakannya padamu, kan ?”

“Ya, dia katakan mau pakai model baru untuk desainnya. Oh ya, kudengar Key memakai Kim Woo Bin sebagai model pria. “

“Mwo ??!”

Choi Minho terkejut, bayangan seorang pria tinggi dengan badan yang perfect melintas di pikirannya,

”Kim Woo Bin ? Key tidak pernah mengatakannya padaku.”

“ Aigoo Minho, tentu saja karena pemilihan model bukan prioritasmu. Bagaimana kabar orang tuamu ?”

“Baik. Yuna, maafkan kejadian di pestaku.”

“Sudahlah tak usah dibahas. AKu mengerti. Dan aku ikut senang karena hubungan kalian terus berlanjut. Siapa namanya ??”

“ Sulli.”

“ Ya, aku banyak membaca berita kalian di majalah. Selamat ya, akhirnya kau mendapatkan pilihan hatimu juga.”

“ Terimakasih.” Minho menjawab dengan hati yang tak enak, “ Bagaimana kabar Seung Gi ?”

“Baik. Aish… Ini kebiasaan burukmu, Minho. Kau selalu mengalihkan pembicaraan bila itu menyangkut kehidupan pribadimu. Kuharap Sulli sudah tahu tentang Yuri.”

“ Hanya sedikit. Ah, kau bisa menurunkan aku di sana. Aku sudah berjanji pada appa untuk mampir ke rumah halmonie.”

“ Baiklah.”

Golf dan Resort,Incheon

“Sulli, palingkan wajahmu agak ke kiri. Ya cukup !”

“Sulli buatlah putaran supaya kesan melayang terlihat dari gaunmu. Ya…sekali lagi, good !”

Sulli melakukan perintah demi perintah yang diberikan oleh fotografer. Sekali-sekali Key membetulkan tatanan rambutnya.

Setelah beberapa pose dilakukan, giliran Woo Bin yang menggantikannya.

Sulli berjalan menuju kursi yang disediakan, ia meraih mantel tebal kemudian membungkus tubuhnya dengan mantel. Key datang dan memberikan secangkir coklat panas.

“Sesi hari ini kurasa cukup. Aku lihat kau mulai kedinginan, eoh ? Mianhe dongsaeng…”

“Key oppa, ini adalah bagian dari pekerjaan aku. Kau tidak usah memanjakanku seperti ini.”

“ Aish Sulli, kau tidak tahu betapa Amber akan marah kalau pulang dari sini kau sakit.”

“ A..a… Oppa rupanya takut pada Amber eonni ?!”

Key duduk di sampingnya, melihat proses pemotretan dari tempat dia duduk.

“Woo Bin oppa …dia sangat baik, ya ?” Sulli memandang ke arah Woo Bin dengan mata bersinar.

Key melirik selintas dan tersenyum,” Kau mulai main mata dengannya, huh ?”

“Aniya, oppa. Selama ini aku hanya melihat Woo Bin oppa di majalah-majalah. Tetapi sekarang bertemu langsung. Ia ternyata lebih tampan kalau dilihat secara nyata dibanding dalam gambar.”

“ Woo Bin memang tampan tetapi dia play boy. “ kata Key.

“ Kau sudah pernah mengatakan itu sebelumnya. Dia seorang yang ramah dan mau memperhatikan orang baru sepertiku. Jarang orang terkenal seperti itu, oppa.”

“ Ya, aku setuju. Itu sisi positif Woo Bin. Syukurlah kalau kalian bisa berkomunikasi dengan baik.

.

Dua jam kemudian mereka sudah kembali ke hotel. Sulli mengenakan baju hangat agak tebal saat makan siang.

Saat sedang menyantap makanannya, Woo Bin berjalan dan bergabung dengannya.

“ Kemana dua kawanmu…Vic dan Luna ?”

“ Mereka sedang berkeliling diantar Chang Min oppa. Kenapa ? Kau juga tertarik pada sahabatku, eh ?”

“ Tidak. Aku lebih tertarik pada wanita di sisiku.”

Sulli tersedak, kaget dengan pengakuan Woo Bin yang tiba-tiba. Matanya menatap pria di hadapannya dengan heran.

“ Benar Sulli, aku mulai menyukaimu secara personal. Kau benar-benar berbeda dari gadis yang pernah kukenal.”

Sulli tak bisa berkata-kata. Ia bingung untuk menanggapi pengakuannya yang tiba-tiba. Woo Bin menyukainya secara personal ? Benarkah ??? Ataukah ia hanya merayu ? seperti yang dikatakan Key bahwa ia seorang play boy.

“Aku ingin mengenalmu lebih dekat, Choi Sulli….”

Tangan Woo Bin tiba-tiba memegang jemari Sulli, jemarinya yang panjang mulai meremas jemari Sulli.

Sulli mulai berdebar tak menentu, keringat dingin mulai keluar. Entah kenapa, ia merasa ada semacam ketakutan melihat sinar nakal yang terpancar dari mata Woo Bin.

“Oppa…jangan begini, nanti apa yang akan dipikirkan crew melihat kita seperti ini .”

“ Oppa hanya ingin memegang jemarimu. Memangnya apa yang telah oppa lakukan, hmh ?”

Sulli merasa wajahnya memanas. Ia merasa tidak enak dengan situasi yang berkembang. Ya, dirinya pernah mengagumi Kim Woo Bin … tetapi bukan dalam situasi seperti itu. Mereka hanya baru beberapa hari dipertemukan. Panggilan “oppa” pun baru dua hari dilakukan Sulli, itupun atas permintaan Woo Bin. Tetapi melanjutkan ke tahap yang lebih ….ia sama sekali tidak berminat.

https://c2.staticflickr.com/4/3235/5771771333_2030911e17_z.jpg   ‘

“ Sulli….!”

Sebuah suara yang dalam mengejutkan Sulli. Ia mengenali suaranya. Sulli berbalik ke arah sumber suara dan terkejut melihat Choi Minho berdiri tidak jauh dari kursi tempat dia duduk. Wajahnya terlihat memerah, mungkin karena udara di luar yang dingin ? Tetapi entah kenapa, ia merasa tidak enak. Ia merasa seolah telah dipergoki berbuat kesalahan. Apakah dia melihat apa yang dilakukan Woo Bin tadi ?

“Minho oppa…”

========= TeBeCe ==========

Omona !! Minho memergoki Sulli sedang berpegangan dengan Woo Bin 😦

Sepertinya akan ada perang dunia ke-3 nih !!

Give 50 comments, bila perlu diupdate hari ibi juga… xixixi ^_^

Siapin air seember yee…. 😀

Advertisements

107 thoughts on “FIRE (API) Part 44

  1. iissshhh,, woobinnya kok ganjen amat sih? pegang2, peluk peluk, tidak tahukah anda uri sulli itu punya siapa? punya kita lah. eps salah hehehehee,, punya minho oppa lah..
    hayo, minhonya datang, ngamuk nggak ya?
    eoon shock yak? jngan berlebihan dong, ntar dibilang selingkuh 😀
    next eon. 😀

  2. eh woobin awas tu pacar nya sulli datang abis lo ntar ama dia
    makanya jangan deket” sama sulli
    mau lo di bunuh ama minho 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s