FIRE (API) Part 65

FIRE

JUDUL   : FIRE (API)

Genre  :  Romance

Author  : mataharidina

Lenght : Chapter

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli

Support Cast : Lee Taemin, Krystal  Jung,  Choi Siwon, member F(x), member Shinee, Sim Changmin, Donghae,Kim Jongin,Luhan, Kang Minhyuk,KwonYuri, Im Yuna, Lee Tae Sun,etc.

Foreword

Choi Sulli came to Seoul to study and achieve herdreams.
When she first set her foot in Seoul she knew Choi Taemin a “cassanova of Choi’s family “.
When first entering the college, she meets Krystal, the only daughter of Choi’s family.
Without the planned, she was involved with both.  Until finally she met Choi Minho, the eldest son of Choi’s family.
In their first meeting, Choi Minho has been suspect her, accusing her, forcing her to admit something that isn’t true.
Sulli fighting, but she is faced with two options. Jail or engagement.
The prison, meaning her family was destroyed.
Engagement, meaning she was destroyed.

Chapter 65 :  Akhir Segalanya

“Kalau aku boleh egois…aku tak akan menyerahkan Sulli kepada siapapun, selain diriku. Aku tidak bisa mempercayai siapapun untuk menjaganya. Kau mengerti maksudku, Minho-ssi ?”

Minho mematung dalam duduknya, ia terkejut dengan bahasa indah yang diberikan siwon untuk menolaknya…secara halus ? Apakah Choi Siwon tidak memberikan ijin kepadanya untuk mengambil alih tanggung jawabnya, untuk menjaga seorang Choi Sulli ? Karena dia tidak mempercayainya ? Begitukah ??

“Aku mencoba memahami. Aku juga punya 2 adik… dalam kehidupanku mereka adalah kewajibanku. Tetapi aku melihat mereka punya mimpi sendiri…punya kehidupan sendiri… yang terkadang aku mau masuk ke dalam mimpi dan kehidupan mereka…tetapi pada akhirnya aku tahu, bahwa tempatku di sini…dalam duniaku, dalam kehidupanku, dalam mimpi-mimpiku. “

Minho mencoba memilih kalimat yang mungkin bisa membuat Siwon luluh atau mempercayainya untuk menjaga Sulli.

“Memiliki perasaan ingin menggenggam mereka supaya aman dalam penjagaan kita…itu adalah hal yang indah. Hanya seorang kakak yang punya perasaan seperti ini…aku tidak menyalahkanmu. Awalnya kupikir Sulli akan menggantikan tempat mereka…setelah mereka pergi ke dunianya…ke dalam mimpi-mimpinya…. Tetapi… well kehidupan tidak selamanya seperti yang kita harapkan,bukan ?”

Minho berusaha tertawa, walau ia merasakan ada kehampaan dan rasa sakit jauh di dalam dadanya. Dan ia menghela nafas, mencoba memberikan udara ke dadanya yang tiba-tiba terasa sumpek.

“ Aku juga berfikir, kalau aku tak menyerahkan Sulli kepada seseorang yang aku percaya…bagaimana hidupnya bila aku mati….”

“Hyung…. !” Minho melihat Siwon dengan tatapan kaget dan wajah memucat, “ Hyung jangan berbicara sembarangan. Aku tak akan bisa menanggungnya bila Sulli harus kehilangan satu-satunya kakak yang dia cintai. Aku tak akan bisa melihatnya menangis meratapi kepergianmu….”

“ Kalau begitu…jadilah orang yang ada di sisinya saat maut memanggilku, Minho-ssi.”

Minho terhenyak di tempat duduknya, matanya menatap Siwon tak percaya.

“Maksudnya….?”

“ Aku akan mencoba percaya padamu…karenanya jangan pernah bermain-main dengan kebahagiaan adikku. ” Siwon tersenyum simpul, tangannya menepuk pundak Minho.

“Jangan syok, aku tetap memiliki banyak hal untuk kita bicarakan… bahkan setelah kau nanti menjadi suaminya.”

Myeongdong,Seoul -Sebulan kemudian….

Kai membuka lemari pakaiannya, matanya menatap dua setel baju yang sudah tiga tahun terakhir menggantung dalam lemarinya. Baju kebanggaannya sekaligus baju yang meremukkan rasa percaya diri yang dia miliki. Baju seragam kepolisian.

Perlahan ia mengambil baju berbalut plastic itu, mengeluarkannya dengan hati-hati. Ia rindu dirinya sebagai polisi, mengingat kembali masa-masa pelatihannya. Ia merasa begitu bangga saat pertama kali tampil di depan ibunya mengenakan seragam itu. Bahkan ia seperti bisa merasakan kembali ciuman hangat ibunya dan dapat melihat kembali matanya yang berkaca-kaca karena bahagia.

Tetapi kebanggaan itu dari ke hari terkoyak dengan pukulan demi pukulan yang diberikan kakaknya. Sampai akhirnya hancur dan hilang.

Hanya satu yang ia rasakan sebagai kelegaan, ia melepas seragam dan lencananya justru setelah ibunya meninggal. Ia lega karena ibunya meninggal dengan sisa kebanggaan kalau anaknya telah menjadi seorang polisi.

Tangannya tergetar ketika merasakan kembali kain seragamnya yang halus.

“Eomma… “

Bibirnya tersenyum pahit, saat-saat akhir ibunya meninggal dalam pelukannya kembali tebayang.

Flash back

Sirine meraung-raung membelah kota Seoul dini hari itu. Lajunya ambulan terhambat karena orang-orang yang mulai kembali ke rumah masing-masing. Pukul 2.00 dini hari bahkan Seoul terlihat ramai.

Kai menggenggam tangan ibunya yang semakin lama semakin dingin. Bajunya yang bersimbah darah dan berbau amis tidak mengalihkannya dari wajah ibunya yang pucat…seperti kapas.

‘Eomma…demi Tuhan Eomma, bangunlah !!”

Kai berusaha mengajak ibunya berbicara, karena ia ingat dokter yang telah memberikan pertolongan pertama mengatakan bahwa ibunya tidak boleh pinsan atau tertidur.

Ia merasa lega ketika mata ibunya bergerak, mulutnya yang hampir berwarna ungu tergetar.

“ Ye Rim…” katanya perlahan.

Kai tertegun, ia telah melupakan adiknya yang tadi masih tertidur. Kepanikan telah membuatnya lupa pada Kim Ye Rim. Tetapi ia tak mungkin membuat ibunya cemas

“Jangan takut eomma, Ye Rim ada yang menjaga. Mungkin Hye Ahjumma menjaganya. Bagaimana keadaanmu…apa yang eumma rasakan ??” kata Kai dengan tersengal

“Gwencana… eomma hanya merasa dingin…sedikit…” perkataan itu lebih menyerupai bisikan yang nyaris tidak terdengar.

Kemarahan Kai muncul, mengingat asal kejadian itu. Ia harus mendapatkan keadilan untuk ibunya… ia harus mencari kakaknya…ia harus membuatnya bertanggung jawab untuk itu.

“Min Joung….” Kata ibunya lagi

“Ya, eomma jangan takut…aku akan mencarinya. AKu akan membuat dia menjauh dari noona itu !!”

Ibunya menggeleng, “ Jangan Kai… Biarkan Min Joung pergi… tidak ada penjara untuk dia…”

Kai yakin, ibunya menghabiskan separuh tenaganya untuk mengatakan itu.

“Min Joung hyung harus bertanggung jawab eomma….”

“ Tidak… berjanjilah pada eomma… kau tidak akan membuat dia dipenjara.”

Kai menahan kemarahannya, ia tak mau berjanji yang tidak mungkin pada ibunya…karena itu ia memilih diam dan tidak menjawab.

“ Berjanjilah Kai…. Tidak ada penjara untuk Min Joung….”

Kai merasakan sesuatu menusuk tenggorokannya saat melihat cahaya di mata ibunya semakin meredup.

Tidak, ibunya tidak boleh pingsan atau tidur…ia harus mengajaknya terus bicara.

“Kai….”

“ Nae eomma….aku tak akan membuat Min Joung dipenjara…”

“ Benar ?”

“ Nae eomma…eomma senang, kan ?”

Wanita di hadapannya tersenyum ” Ye Rim….”

“Ye Rim akan baik-baik bersamaku. Eomma jangan terlalu memikirkan mereka nae ?!”

Kembali bibirnya yang mebiru terangkat sedikit…Kai yakin itu adalah senyuman …hanya mungkin tenaga ibunya telah habis hingga ia tak mampu menggerakkan otot wajahnya. Tetapi sungguh, ia tak mengira kalau itu adalah senyuman terakhir ibunya. Karena setelah itu, kepala ibunya terkulai di dadanya…matanya yang tadi berpendar, kini terlihat hampa…kosong….

Kai meraba pergelangan tangan ibunya…tidak ada denyut nadi, kemudian ia bergerak ke pangkal lehernya tidak ada denyut nadi…walaupun kulitnya masih terasa hangat. Seluruh pesendian tubuhnya terasa lemas…tetapi sebagai seorang polisi ia tahu ibunya sudah tiada. Dengan kekuatan yang tersisa, Kai mendekap tubuh ibunya..mendekatkan ke dadanya yang bidang. Ia masih merasakan kehangatannya…untuk yang terakhir kalinya. Kai menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya di balik rambut ibunya yang lebat…ia menghirup wangi ibunya…memuaskan diri dengan bau amis darah. Dan akhirnya pertahanannya runtuh, diam-diam ia menangis. Bahunya terguncang hebat…..ia menangis dalam diam. Sementara suara sirine masih meraung-raung di luar.

End of flash back

Kai menekan baju seragamnya ke dadanya, ia berusaha untuk tak menangis. Ia waktu itu bungkam, tak mau menjawab satupun pertanyaan polisi tentang kejadian yang menimpa ibunya. Ia sudah berjanji pada ibunya bahwa kakaknya tak akan terseret ke penjara karena ulahnya. Dan itu sungguh menyiksanya…meluluh lantakkan semua rasa percaya diri yang dimilikinya. Kebanggannya sebagai penegak hukum runtuh… dan itu menjadi sebuah rentetan petaka dalam kehidupannya, karena sehari berikutnya…di saat jasad ibunya masih terbaring di rumah duka… Seorang polisi datang membawa berita lain yang mengejutkan bahwa Kim Min Joung meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di daerah Jongno.

 

Di hari upacara pemakaman ibu dan kakaknya, Kai memberikan lencananya kepada atasannya dan memberikan surat permohonan pengunduran diri. Ia mengajukan alasan bahwa ia tidak sanggup lagi mengemban tugas berat, karena harus membesarkan adiknya sendirian. Padahal alasan yang sebenarnya, ia tidak mau menjadi polisi dan menyembunyikan kebenaran dari mata hukum… demi sumpahnya kepada ibunya, ia melepaskan cita-citanya sejak kecil. Dan sejak itu ia bukan lagi seorang polisi.

Ia terpaksa meninggalkan rumah karena uang sewanya yang tidak terbayar, ia berkeliling meminta tempat tinggal di saudara-saudara ibunya. Tetapi setiap ia mendapatkan tempat…setiap itu pula Yuri berhasil membuatnya menyingkir dari tempat itu. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Choi Minho yang kemudian memberikannya hidup yang baru. Kehidupan buat dirinya dan Yerim. Sejak itulah ia bersumpah dalam hatnya bahwa dirinya akan mengabdikan diri kepada Choi Minho dan keluarganya.

Berkali-kali Kia menarik nafas, kemudian ia mengeluarkan sebuah rompi dari hanger. Dan setelahnya, ia kembali menggantungkan bajunya. Memasukkan baju rompi tersebut ke dalam tas rangselnya.

“ Ini mungkin yang terakhir…. tetapi noona, saya akan memastikan bahwa hari ini anda akan kalah. Anda akan masuk penjara…. dan menanggung semua derita yang telah kau timpakan dalam keluargaku. Aku kehilangan ibu dan saudaraku…dan kau akan kehilangan satu-satunya mimpi yang masih kau mimiliki.” Kata Kai geram sambil menatap bayangannya di cermin.

Mungkin ini dendam, mungkin ini rasa sakit hati…tetapi otaknya yang pandai telah memojokkan Yuri pada satu-satunya tindakan. Tindakan terakhirnya…setelah berkali-kali ia mencoba menerobos masuk dan mengganggu Choi Minho selama sebulan itu…semenjak surat ancaman tersebut sampai di mejanya.

Selama itu ia selalu berhasil memblokir setiap pergerakannya dengan dibantu Kim Jonghyun. Tak ada yang tahu…bahkan Choi Minho tidak tahu kalau Yuri ada di Seoul dan mencari celah untuk menemuinya. Kemudian ia meminta Key dan Luna untuk selalu ada di sisi Sulli, bakan ia memasang beberapa sahabat di kepolisiannya dulu untuk selalu memantau Sulli dan rumahnya. Ia tahu ada upaya Yuri menemui gadis itu, tetapi ia berhasil menggagalkannya. Dan selama itu, Yiuri bergerak sangat apik… ia memang licin.

Tetapi hari ini berbeda… hari ini ia tak bisa berharap banyak. Ini adalah upaya terakhirnya untuk membebaskan seorang Choi Minho dari rongrongan Yuri. Seminggu sebelumnya ia sudah menghubungi rekannya di Yokohama utuk menyampaikan undangan kepada mantan suami Yuri… Undangan pernikahan Choi Minho dan Choi Sulli. Dan semalam, Yuri dibuatnya membara dan marah… ia sangat menikmati kepuasan ini…kepuasan yang dicarinya selama tiga tahun.

Granny House, Incheon

 ‘

Bangunan hanok yang kokoh itu tampak agak ramai. Beberapa orang mondar-mandir menghidupkan suasana rumah yang biasanya sunyi itu. Pekarangan rumah yang asalnya hanya hamparan rumput dan jalan bebatuan, kini telah disulap mejadi tempat resepsi. Sebuah sketsel yang manis hasil kerja Key dan Krystal terlihat menarik di tepi kolam, itu adalah podium untuk janji pernikahan yang akan dilakukan hari ini. Di situlah nanti Choi Minho dan Sulli akan menikah.Sebuah permadani biru dibentang sepanjang pinggir kolam, menghubungkan podium dengan rumah induk.

Pernikahan yang akan dilangsungkan dengan sangat sederhana, hanya mengundang beberapa sahabat dekat dan kerabat. Karena resepsi besarnya akan diadakan beberapa bulan ke depan, saat Sulli mendapatkan liburan di masa kuliahnya. Pihak keluarga tidak mau privacy Sulli terganggu karena pernikahan itu. Mereka sepakat untuk menunggu mengumumkan pernikahan itu beberapa bulan ke depan, supaya kuliahnya tidak terganggu, dan wartawan tidak mempetanyakan banyak hal.

Ya, telah banyak kesepakatan dilakukan antara Minho dan orang tuanya, juga dengan Siwon selaku kakak Sulli satu-satunya. Kesepakatan itu intinya sama yaitu akan memberikan support kepada Sulli untuk meneruskan studinya sampai selesai, Setelah menikah mereka tidak akan tinggal di Choi Mansion lagi, Orang tua mereka menghadiahkan sebuah rumah mewah yang letaknya tidak jauh dari Elegance. Ibunya Minho meminta Sulli ada di Elegance untuk menggantikan posisi anaknya, dan Minho berkonsentrasi penuh dengan CEC. Sementara Siwon ditarik ke CEC untuk menemani Taemin, karena Luhan di bawa oleh ayahnya ke Jepang.

Keputusan ini mengejutkan tetapi melegakan semua orang. Key merasa begitu antusias bisa bekerja bahu membahu dengan Sulli. Selain itu, Sulli merasa lega tidak harus meninggalkan studinya juga tidak harus tinggal di Choi mansion…setelah pembicaraannya dengan Krystal. Ia juga lega karena saat meninggalkan neneknya, Siwon akan berada di sana. Dan yang lebih mengejutkan Sulli, Siwon mengundang Seohyun, kekasihnya, dalam pernikahannya kali ini.

Minho berjalan mondar-mandir, beberapa kali mata besarnya melirik ke arah bangunan kecil yang terpisah dari rumah induk. Di bangunan itulah Sulli disembunyikan, dan sedang dirias oleh Key. Ia tak bisa membayangkan seperti apakah penampilan Sulli sekarang setlah seminggu ia tidak diperbolehkan menemui, berbicara, bahkan hanya untuk mencuri kesempatan. Selama seminggu Sulli bagaikan raib ditelan bumi. Hal ini benar-benar menyiksanya…tetapi itu adalah perintah neneknya. Dan ia tahu melawan neneknya berarti petaka besar.

Taemin dan Onew yang melihat kegelisahannya tak henti menggodanya. Bahkan mereka benar-benar membuat kemarahannya memuncak ketika ia disindir terus.

“ Yah ! Hyung !! Cobalah ada di posisiku …” kata Minho, tangannya menarik dasi kupu-kupu yang terasa mencekik lehernya.

“ Aku tidak akan mau mengantikan posisimu Minho…kau juga nggak akan mengijinkan aku mengambil posisimu sekarang. Sebagai calon mempelai…”

“Yah ! Onew hyung…!!”

Onew menghindar ketika Minho melemparkan gulungan tissue ke arahnya. Ia benar-benar senang menggoda sahabatnya yang biasanya angkuh dan tenang ini, terlihat gelisah dan panik. Sangat jarang ia melihat Minho seperti itu.

“Omo !! Lihat itu Siwon hyung !!” kata Taemin

Minho langsung melihat kembali bangunan kecil itu, dan melihat Siwon ke luar dari pintu dengan baju stelan jas warna abu tua. Dia terlihat gagah dan tampan dengan penampilannya. Rasa gugupnya muncul lagi…

“Taem, gimana penampilanku ?”

Taemin tersenyum kemudian mengacungkan jempolnya, “Key hyung pasti tahu siapa pengantinnya, hyung !”

“Jangan gugup,nak !” Choi Taesun muncul di antara mereka, kemudian memeluk Minho memberikan petunjuk apa-apa saja yang dilakukan nanti.

“Pendeta sudah datang !!”

Minho merasakan perutnya menegang karena gugup. Ia berbalik kepada Taemin, menatapnya sejenak seolah meminta penguatan.

“ Kau sudah gagah, hyung. Jangan takut, aku akan berada di sampingmu sama appa. Dan aku yang menyimpan cincinnya !”

“ Ayo, anakku…kau harus segera ke podium. Pendeta sudah menunggu di sana…!” Choi Jieun menggamit lengan anaknya dengan bahagia.

“Aku tidak mengira kau akan menjadi pengantin yang beruntung, Minho. Bersyukurlah, karena kau memiliki calon isteri yang pandai, memahamimu, dan…sangat cantik !!” Bisik ibunya.

“Eomma, bagaimana Sulli ?”

“ Sama gugupnya denganmu…tetapi kalian pasti bisa melaluinya sampai upacaranya selesai.” Kembali Choi Jieun menepuk punggung tangan Minho, kemudian mengantarnya ke podium.

Minho berdiri dengan gelisah. Sedikit- sedikit ia membetulkan dasinya, semenit kemudian melicinkan lipatan jasnya yang sudah licin, menit berikutnya melihat kuku-kuku jarinya, seolah takut ada kotoran terselip di sana. Tingkahnya itu membuat Donghae dan Changmin terrkikik di bangku depan.

Suara biola terdengar mengalun perlahan…melantunkan lagu pengiring pengantin wanita memasuki area. Minho merasakan rasa dingin merambati sepanjang tulang belakangnya. Ia benar-benar gemetar tetapi tegang, perlahan ia berbalik dan tertegun melihat Sulli melangkah disamping kakaknya. Tubuhnya yang tinggi langsing dibungkus gaun pengantin dari bahan satin yang berwarna putih bersih dengan ekor gaun dari bahan organza. Ia membawa sebuket bunga berwarna putih. Wajahnya dibingkai tudung pengantin dengan warna serupa.

 

Minho menahan nafas melihatnya, belum pernah ia melihat Sulli tampil begitu cantik…bahkan di hari ulang tahunnya, saat di lantai dansa….Sulli tidak secantik hari ini. Rasa rindu tak bertemu seminggu, dan kekaguman terpancar jelas dari wajah Minho. Tetapi Minho tak peduli apa yang dipikirkan orang lain kalau melihatnya sekarang, yang ia rasakan ia akan memuja wanita itu…wanita yang pertama kali tampil di hadapannya dengan baju jeans lusuh dan rambut berkepang yang penuh keringat. Siapa sangka gadis lugu itu akan berubah menjadi bidadari yang begitu mempesona. Ia bangga telah menjadi pria yang dipilih Sulli untuk menjadi pendampingnya.

Sulli berdiri di hadapannya, wajahnya memerah semakin mempercantik penampilannya. Siwon menyerahkan tangan Sulli kepada Minho, kemudian ia mundur dua langkah. Sulli dan Minho bersitatap, api kerinduan dan cinta memendar dari pancaran sinar mata mereka.

“Ehm…pernikahannya bisa dimulai.” Kata Pendeta, menahan senyum melihat dua insan yang ada di hadapannya.

Minho dan Sulli berbalik kepada pendeta. Mereka tenggelam dengan pembukaan yang diucapkan pendeta.

“Apakah kau, Choi Minho, menerima Choi Sulli sebagai isterimu, mencintai dan mengasihinya sepanjang hidup kalian ?”

“Aku bersedia.”

Suara Minho yang dalam dan tergetar membuat Sulli ingin menangis bahagia, tetapi ia berusaha menahan dirinya.Suara itu bergema di telinganya, merambat ke dalam dadanya dan menggetarkan seluruh persendian tubuhnya.

“Apakah kau Choi Sulli, menerima Choi Minho sebagai suamimu, mencintai dan mengasihinya sepanjang hidup kalian ?”

“ Aku bersedia.” Jawab Sulli halus.

“Dengan ini aku nyatakan kalian sebagai suami isteri.”

Taemin melangkah maju dan menyerahkan kotak cincin ke arah Minho. Dengan disaksikan yang hadir, mereka memasukkan cincin.

“ Sekarang kau boleh mencium pengantinmu.”

Tanpa menunda waktu, Minho mencium lembut bibir Sulli. Meleburkan rasa rindu yang dipendamnya dalam sebuah ciuman panjang.

Suasana di sekitarnya mulai ramai, dipenuhi komentar dan tawa saat melihat bagaimana Minho melakukan hal itu. Dan saat melepaskan ciumannya, Sulli mukanya benar-benar merah dari leher sampai ke wajahnya.

“Sekarang lempar bunganya !!” teriak seseorang di bangku tamu.

Sulli dan Minho berpandangan terus tersenyum penuh arti, mata mereka mencari-cari ke rombongan tamu. Ada banyak pasangan di belakang mereka… Taemin-Krystal, Changmin-Victoria,Amber-Krey, Siwon-Seohyun….

Minho melakukan komunikasi dengan Sulli, tetapi Sulli menggeleng. Mereka berbalik untuk melempar bunga ketika sebuah suara histeris menghentikan keduanya.

“ Tunggu……! Saya keberatan dengan pernikahan ini !!”

Sulli berbalik, terkejut mendengar suara seorang wanita dan ia tambah terkejut ketika melihat seorang wanita yang pernah dilihatnya beberapa kali melintasi rumahnya. Dan ia tahu siapa dia

“ YURI ???!!” Minho dan Sulli meneriakkan nama tersebut dengan bersamaan

Kai Pov

Aku meminta Ye rim diam dengan Dae hee dan tidak ikut ke Incheon, karena ku tidak yakin dengan apa yang akan terjadi di sini. Kulihat beberapa kali Jonghyun hyung memperbaiki letak kaca matanya, yang kutahu ia meletakkan speaker untuk memantau laporan dari rekan-rekannya.

Kulihat dua pengantin, saling memasangkan cincin dan aigoo…. aku tak dapat menahan senyum ketika kulihat bosku Choi Minho mencium mempelainya. Well, aku lega…karena ternyata yang kutakutkan tidak terjadi. Bosku berhasil menyelesaikan upacara pernikahan dengan lancar dan tak ada gangguan.

“ Sekarang lempar bunganya !” Teriak tamu dari kursi belakang

Kulihat kedua mempelai saling tersenyum dan….

Tuhan !! Aku melihat Jonghyun memberikan aba-aba. Dan aku berdiri dari kursiku ketika kulihat Yuri noona menerobos masuk dan berteriak lantang.

“ Tunggu ! Saya keberatan dengan pernikahan ini !!”

“ Yuri !! teriak kedua mempelai bersamaan.

“ Choi Minho ! Kau sudah berjanji padaku bahwa kau tidak akan menikahi wanita manapun selain aku !”

Kulihat Choi Minho wajahnya berubah pucat , tetapi sesaat kemudian menjadi merah. Dan kulihat Choi Sulli terbelalak dengan bibir yang gemetar.

“Itu dulu, Yuri !! Sebelum kau memilih menikah dengan orang lain.” Suara bosku terdengar bergetar penuh kemarahan, aku mengenalnya…dan aku tahu ia memang marah.

Aku berjalan mengendap dari arah kanan, berusaha mendekatinya. Sementara kulihat Jonghyun bergerak dari arah pintu masuk.

“ Kau tak bisa melepas janjimu begitu saja, Choi Minho !! Setelah kau menghancurkan hidupku … aku tak akan membiarkanmu berbahagia di atas kehancuranku !!!”

 

Tanpa kuduga sebelumnya, Yuri mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kecilnya. Sebuah revolver. Benar-benar tidak terduga, ini adalah tindakan wanita gila. Aku tersenyum mengingat persiapan yang telah kulakukan. Dan aku tak bisa menunda waktu lagi, namun sebelum aku sempat bergerak sebuah letusan meledak diiringi jeritan tertahan dari beberapa orang di sana. Aku terkejut ketika melihat badan bosku terpental ke belakang….dan aku mendengar teriakan Sulli. Sekilas kulihat Yuri masih mengarahkan pistolnya…kini pada Sulli yang melihat suaminya dengan panik.

Aku segera berlari ke arahnya, mencoba mendorong tubuhnya agar merunduk. Kembali letusan kudengar, dan aku merasakan ada logam dingin menembus tubuhku…tepat di punggung kiriku. Aku merasakan di bagian itu tiba-tiba panas seperti terbakar…rasanya…..ugh !! Aku seperti bisa memahami apa yang dirasakan eomma saat dulu ia tertembak. Ya Tuhan, aku menyesalli itu harus terjadi pada ibuku. Aku merasa badanku limbung sebelum di sekitarku……

Gelap.

End of Pov

Sulli berteriak kaget ketika sebuah tangan mendorongnya, hingga ia jatuh ,menimpa tubuh suaminya yang terkapar. Dan ia semakin kaget ketika tubuh Kai tersungkur di sisinya dekat buket bunganya yang terlempar. Ia melihat darah membasahi jas putih yang dikenakannya.

“ Darah….! “

Sebuah letusan kembali terdengar,   Sulli matanya terbuka lebar sebelum ia merasa perutnya mual dan badannya tergetar,  tiba-tiba ia merasa semua benda di sekitarnya memudar dan …..  berubah menjadi gelap.

============== T B C ==============

Minho terkapar, Sulli jatuh tersungkur, dan Kai tergeletak bersimbah darah…

Sepertinya Yuri berhasil melancarkan “balas dendamnya”.

Apa sebenarnya yang terjadi ? Bagaimana kelanjutan ceritanya ??

Next part adalah bagian terakhir fanfic FIRE…

kesempatan terakhir bagi yang belum mengirimkan line/usianya. Kalau bisa alamat emailnya 🙂 Eonni tunggu sampai dua hari ke depan. Kalian bisa kirim email ke mataharidina@gmail.com atau facebook dina matahari. Ditunggu untuk tiket ke special part-nya 😀

Advertisements

187 thoughts on “FIRE (API) Part 65

  1. ais knpa sih yuri pakek datang segala 😥 di acara nikahannya sulli
    awalnya aku kira gk bakal sad kek gini 😥
    trus gimana dong kai nya gimna minho gimna,sulli trus kaya apa 😥
    baru penganten baru juga dasarr yuri 😥
    trus gimna pernikahan mereka di lanjut atau gimna
    eonni minta pw nya e-mail ku :jjkmt05@gmail.com
    penasaran bnget ama lanjutannya

  2. OMG………..bagaimana keadaan minsul apakah bahagia atau minho oopa meningal…..dasar yuri mukin udah gila kali ya……thor bagaimana tuk dapatkan PW FIRE spesial part 18+ krn q hanya punya email facebook bisa ndk dan umurku hampir 30…….gomawo……..

  3. yuri gila temen…. saiko,trus mslahnya sma choi minho itu apa? bkannya dia yg ninggalin minho,dia yg memeras minho…mletak kesalahan minho ada dmn? bingung deh saya sma kamu yuri….
    walaupun yuri merasa kbratan,tapi kan minsul udh sah.jd ya percuma mnurutq.
    thor,sulli itu tersungkur trus pingsan ato tersungkur trus ketembak? di part ini agak bingung … 😕
    lucu wkt ngebyangin minho grogi trus mondar mandir apalagi wkt digodain sma taemin dan key….haahaha
    good writer thor,,, pnasaran sma kelanjutannya ditunggu…

  4. yah….gmn akhir’y eonni..
    jngn sad ending yah…
    mrka dh brjuang u/ brthan…

    q reader baru eonni, q suka ma alur ff yg eonni bkin.
    q bleh mnta pw fire’y?

  5. wah penasaran ending nya, tu kayak nya sulli pingsan karna liat darah deh, soal nya dia dulu waktu bibir nya berdarah ja, langsung pingsan, pokok nya keren lah fanfic nya,,

  6. Anyeong eonni, dila imnida…
    Eonni sbenar udh dri part pertama aku mw komen krna aku gak tw jd aku gak komen eonni, mian…
    Skrang aku mw komen cerita nya udh agak lupa eonni…
    D ff ini aku salut sma sulli eonni karna dia tpe orng pkerja kras dan aku jg kesal sma minho oppa krna nuduh sulli eonni yg tdak baik, kn gak semua orng miskin sifat nya sma smua kyak yuri eonni…

  7. Mian eonni aku cuma komen d part…
    Ya ampun koq yuri eonni gak tw malu banget sih mw ngebatalin pernikahan minsul, apa urat malu nya udh ptus?
    OMG apa yg terjadi dgn minho oppa? Sulli eonni pasti shock banget lihat minho oppa d tmbak sma yuri eonni trus g mna sma kai?
    Ya ampun kai oppa nyelamatin sulli eonni tp mlah dia yg kena tembak pasti sulli eonni shock bangen nyampek pinsan kyak gitu?
    Ayo kim jonghyun tangkap yuri eonni jgn smpai dia lolos nnti dia pasti ngerecokin rmah tangga minsul lg

  8. aaaandweeee…… jangannn…….. don’t…….. tidakkk…… jngan sampe’. yuriii… kau haruss ny masuk pnjara dr dulu.. eonnie, yg part terakhir ap ad pw ny itu y.

  9. ya tuhan..syok…apa yang terjadi?pernikahan yang seharusnya menjadi momen yang indah kenapa jadi pernikahan berdarah.kenapa sih dari awal ga ada penjagaan ketat di pintu masuk tempat pernikahan?..yuri..dasar mak lampir…semoga minsul dan kai baik-baik saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s