ThE lAst HoPe (3)

.

Main cast : Choi Minho, Choi Sulli

Author : dina matahari

Lenght : Short Chaptered

Genre : Romance

♥♥

” di saat kita yakin tak ada jalan keluar, maka disitulah masalah akan buntu. Namun bila kita melihat setitik lobang sebagai celah untuk keluar, disitulah jalan akan terbuka lebar.”

3. Yang Kembali

Choi Minho berdiri di teras rumah sakit.

Sebuah mobil yang sedang dihidupkan mesinnya membuat perasaannya meletup-letup. Dua orang pegawai kakaknya yang cukup dekat dengannya, memasukkan tas dan barang-barangnya ke bagasi. Sementara kakaknya Siwon sedang berbicara panjang pada Dr. Kwon.

“ Eomma dan Appa menunggu di pangkalan Seoul, Kita hanya membawa pesawat kecil karena cuaca yang tak memungkinkan. Mereka menunggumu di sana.”

Itulah yang dikatakan Siwon saat menjemputnya di kamarnya tadi.

Mobil ini akan membawanya ke tempat pendaratan pesawat yang terletak agak jauh dari rumah sakit. Pesawat yang kemudian akan membawanya kembali ke Seoul.

“ Aneh… ini adalah saat-saat yang kutunggu-tunggu selama beberapa bulan ini. Tetapi mengapa aku merasa enggan meninggalkannya ? Apakah karena sebagian dari diriku telah menyatu dengan rumah sakit ini ?”

Choi Minho mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian rumah sakit yang bisa dilihatnya. Menelusuri satu per satu wajah orang-orang yang sudah dikenalnya. Orang-orang yang dengan senyum mengucapkan selamat berpisah kepadanya. Orang-orang yang dengan tulus memberikan semangat kepadanya untuk melanjutkan kehidupan seperti sebelumnya.

Tetapi masih ada yang kurang…..

“ Suster Sulli…. mengapa kau tidak ada di sini ? Kemana saja kau dalam dua hari ini ? Setelah kau memberikan yang terbaik untukku selama beberapa bulan ini, setelah kau menjadi saksi dari tiap jam… tiap detik yang kulalui di sini… Setelah berbulan-bulan kau ada di sampingku menyiramkan semangat dan keyakinan ke dalam diriku…. mengapa di sata-saat terakhir kau justru tidak muncul ? Tidakkah kau ingin mengucapkan selamat berpisah kepadaku ? Tidakkah kau ingin memberikan semangat terakhirmu kepadaku ?”

“ Minho… ayo cepat masuk. Kita tidak tahu akan seperti apa cuaca kalau kita berangkat tidak tepat seperti perhitungan !”

Suara kakaknya membuat lamunannya terputus.

“ Ya, sebentar Hyung !”

Minho berjalan menuju mobil yang pintunya terbuka dengan langkah berat.

“ Tn. Minho, apakah kau butuh bantuanku ?”

Choi Minho menghentikan langkahnya, merasakan jantungnya berdebar memompakan kehangatan ke seluruh tubuhnya. Mendengar suara itu, ia merasakan semangatnya kembali muncul. Segera ia berbalik untuk menyambut tawaran terakhir suster yang ditunggu-tunggunya dalam dua hari ini.

“ Suster…… “

Kata-katanya menggantung di udara.

Tak ada siapapun di hadapannya.

Choi Minho menggosok-gosok matanya… tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Namun tetap, sekeras apapun matanya digosok, Suster Sulli tidak ada di sana.

“ Ya Tuhan…. apakah suara angin itu bisa menjelma menjadi suaranya ?”

Dengan kecewa ia kembali berbalik dan melangkah menuju mobil yang menjemputnya. Berusaha menolak bantuan dari pegawai kakaknya. Dan duduk di kursi belakang, tanpa senyum sedikitpun.

“Wae ? Masih belum bisa melupakan memorimu atas tempat ini ? C’mon Minho… Seoul menunggumu. Semangat man !!”

Choi Siwon meninju pangkal lengan Minho dengan lembut dan hangat, kemudian memerintahkan pegawainya untuk segera meninggalkan tempat itu.

Mobil bergerak meninggalkan halaman rumah sakit yang terlihat muram…. dengan cat yang warnanya mulai memudar.

Choi Minho kembali melayangkan pandangannya, berharap ada sosok Suster Sulli yag akan keluar dari salah satu pintu rumah sakit… tetapi tidak ada. Terakhir, matanya terpaut pada sebuah pohon Sakura di mana dia sering menghabiskan waktu dengan suster itu.

“ Terimakasih untuk semuanya Suster Sulli……… selamat tinggal !” batinnya.

Seoul, Sore Hari

Pesawat Helikopter mendarat dengan mulus di landasan yang sudah dibersihkan. Begitu baling-baling berhenti bergerak, beberapa orang berhamburan berlari menuju pesawat yang pintunya mulai terbuka.

Lee Jinki, Kim Kibum, Sim Chang min mereka datang dengan pasangannya masing-masing. Kemudian ada isteri kakaknya yang datang dengan kedua anak mereka. Ayahnya dan Ibunya berjalan di tengah ,diikuti beberapa karyawan yang menyambut kedatangan Choi Minho seperti menyambut kedatangan selebritis .

Choi Minho merasakan kehangatan yang merasuki jiwanya melihat sambutan mereka, ternyata dalam keadaan seperti sekarangpun dirinya masih dihargai dan dirindukan kehadirannya. Dengan susah payah ia turun dari pesawat, menghirup nafas dalam-dalam seakan ingin merasakan dinginnya udara Seoul yang selama berbulan-bulan ditinggalkannya.

Seoul memang lebih dingin dari Jeju… tetapi bukan karena hal itu yang menyebabkan perasaannya dingin… bukan karena itu tulang punggungnya tiba-tiba terasa kaku. Bukan itu yang membuat satu sudut di hatinya sakit….

Matanya mencari-cari di antara orang-orang yang menyambutnya. Namun orang dicarinya, orang yang selama berhari-hari diharapkannya…. tidak tampak.

Bae Suzy !!

“ Suzy menunggumu di rumah…”

Ibunya membisikkan kata-kata tersebut ketika dia mencium anaknya, seakan dia mengaerti mengapa cahaya di mata anaknya tiba-tiba meredup.

Choi Minho mengangguk… berusaha untuk menerima dan memahami mengapa tunangannya lebih memilih menunggunya di rumah… dan bukan di tempat dimana semua orang berkumpul untuk menyambutnya.

“ Mungkin Suzy harus menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambutku… mungkin di rumah ada tamu yang ingin menemuiku dan dia harus menghadapinya.” pikir Minho tanpa berani memikirkan alternatif lainnya.

Choi Minho duduk di tengah kerumunan tamu-tamu yang datang. Ada sahabat-sahabatnya, ada beberapa tetangganya, ada rekan kerjanya, ada familinya. Semua seperti tumpah dalam satu waktu bersamaan. Rumah yang demikian besar pun berubah menjadi kumpulan-kumpulan manusia yang semua memancarkan suka cita yang sama karena dia, Choi Minho, telah kembali setelah delapan bulan menghilang dari Seoul.

Tak ada yang menyinggung tentang kakinya, seakan semuanya menutup mata pada kenyataan itu,. Entah karena mereka takut membuatnya sedih, entah karena mereka takut salah berkomentar. Tetapi walaupun dirinya menghargai kebungkaman mereka, dia bisa melihat kilat iba yang ada di mata mereka. Tentunya kilat yang muncul karena rasa mengasihani yang menyedihkan….

Buat Choi Minho yang malang.

Sepanjang berada di tengah-tengah mereka, mata Choi Minho mencari dan mencari. Tak bisa dipungkiri, rasa rindu yang demikian besar untuk kehadiran Suzy yang dibayangkannya sepanjang perjalanan, tak bisa terlampiaskan. Orang yang paling diharapkannya akan muncul paling depan, akan berdiri paling dekat dengannya…. Pada kenyataannya tak pernah muncul sampai tamu terakhir meninggalkan rumah mereka.

Diam-diam kepahitan mengendap dalam dirinya. Kepahitan karena melihat kemungkinan menakutkan di depannya. Tentang Suzy… tentang masa depannya…. Tentang mimpi-mimpi mereka. Dan sepertinya pertanyaan besar yang membutuhkan jawaban itu, tak usah menunggu lama.

“ Kuharap kau tidak terkejut dengan ini…. “

Ibunya menyodorkan sebuah amplop berwarna marun ke hadapannya. Sekilas ada rasa tidak enak menyelinap ke dalam dadanya, rasa tidak enak yang membuat bulu kuduknya meremang dan jiwanya terasa kosong.

Itu suatu firasat… dan perasaan itu muncul begitu saja ketika matanya melirik amplop yang tergeletak di depannya. Ada rasa takut membukanya… melihat isinya… entah kenapa, firasatnya mengatakan bahwa itu bukan berita baik.

Minho tidak mengambil amplop itu, hanya menatapnya dengan kosong. Dan itu dilihat dengan jelas oleh ibunya… oleh Choi Siwon… dan tentu oleh yang lainnya. Tak ada satupun di antara keluarganya yang terlihat bahagia… layaknya tadi, saat tamu berseliweran di rumah mereka. Neneknya yang sangat dekat dengannya, bahkan terdiam di sisinya tapa bergerak.

“ Ini tentang Suzy, bukan ?”

Choi Minho memberanikan diri bertanya, ia merinding mendengar gema suaranya sendiri yang nyaris tidak dikenalinya.

“ Minho, anakku…. Suzy berusaha meyakinkan kami bahwa keputusan ini tidak ada sangkut pautnya dengan kecelakaan yang kau alami. Tetapi dia terpaksa menerima keputusan keluarganya. Suzy telah dijodohkan oleh keluarganya dengan Myungsoo. Dan mereka akan melangsungkan pernikahannya bulan Nopember akhir.”
Minho menunduk, matanya terpaku pada amplop berwarna maroon di atas meja , di hadapannya.

Sebuah Insial Nama yang terukir dengan tinta emas terlihat menonjol di atasnya. M-S… Myungsoo-Suzy.

Oh jadi itulah jawaban sesungguhnya dari pertanyaan-pertanyaanku selama ini. Itulah jawaban jujur yang selama ini disembunyikan eomma dariku. Suzy tak pernah menengokku ke Jeju, bukan karena dia sibuk dengan pekerjaannya tetapi dia sibuk mempersiapkan pernikahannya.”

“ Minho, Tuhan punya rahasia yang kita tidak pernah tahu. Aku yakin, dia telah menyiapkan seseorang yang lebih baik dari Suzy… buatmu. “

“ Keputusan Suzy mungkin terasa pahit, tetapi sebenarnya itu lebih baik dari pada di tengah pernikahan kalian… dia pergi darimu. Yakinlah, akan banyak wanita yang dengan senang hati menjadi istrimu…”

“ Kau masih muda, masa depanmu masih panjang terbentang. Kau bisa terus menerbangkan mimpimu…. Aku akan selalu berada di sisimu untuk mendukungmu.”

Choi Minho tak berkata sepatah pun. Kalimat-kalimat yang memberikan nasihat, yang memberikan semangat, yang bersimpati dari orang-orang terdekatnya bagai gaung lonceng yang berdengung di kepalanya. Menyakitkan…. Tetapi tak meninggalkan bekas sedikitpun.

Ketika semua suara-suara itu berhenti, Minho berdiri dengan tongkat di ketiaknya.

“ Minho-yah….” Tangan neneknya mengusap lembut pundaknya.

“ Aku capek. Aku mau istirahat.” Katanya pendek.

“ Tentu saja, anakku. Kami lupa kau baru sembuh dan membutuhkan istirahat yang cukup.”

Minho berjalan tertatih-tatih ke arah tangga, dimana kamar tidurnya berada.

“ Kami telah memindahkan kamarmu ke bawah, Minho. Kupikir kau akan lebih mudah…” ibunya tak menyelesaikan kalimatnya, malah menggigit bibirnya menahan tangis.

Melihat itu Choi Minho tersenyum lebar, ” Tentu saja eomma, kau telah memberikan kamarmu untukku. Aku sangat gembira mendapatkannya…walaupun sebenarnya itu tidak perlu.”

“ Maaf Minho, bukan berarti eomma…”

“ Sungguh… tidak apa-apa eomma. Tolong jangan membuatku seolah-olah menjadi beban buat kalian. Aku sudah menerima semua ini sebagai bagian dari nasib yang harus kujalani. Tentang Suzy… aku tahu ini mengejutkan. Tetapi percayalah, sesungguhnya aku sudah mempersiapkan kemungkinan ini begitu dokter Kwon memberi vonis akan memotong kakiku. Perlu kalian sadari, Suzy telah membuat keputusan yang tepat… dia masih muda dan cantik, dia layak mendapatkan yang lebih baik dariku…”

“ Minho-yah, kau adalah yang terbaik buat kami… Jangan pernah punya pikiran pendek seperti itu.”

“ Terimakasih. Aku sangat menghargainya.” Minho menarik nafas.

“ Aku baik buat kalian tetapi tidak cukup baik untuk Suzy…tidak cukup layak untuk mimpi-mimpi yang kami rancang berdua, dahulu.” batinnya.

“ Sekarang ijinkan aku untuk beristirahat.”

Setelah mengucapkan kalimat itu, Minho membelokkan langkahnya ke arah kamar utama yang merupakan satu-satunya kamar tidur yang ada di lantai bawah. Kamar itu asalnya merupakan kamar orang tuanya, dan kini menjadi kamarnya. Dan tanpa harus bertanya, ia sudah tahu alasan sebenarnya mengapa kamarnya dipindahkan… tentu saja karena sebelah kakinya yang hilang. Keluarganya mungkni beranggapan, dirinya… sebelah kakinya… tidak cukup kuat untuk membawa tubuhnya menaiki tangga menuju kamar tidurnya yang lama.

Sekali lagi…

Muncul rasa pahit menyakitkan dalam dirinya.

Rasa menjadi manusia tak berguna.

Rasa menjadi manusia tak berdaya dan lemah.

Ya Tuhan…. Seburuk inikah rasa kehilangan ?

Seburuk inikah rasa ditinggalkan ?

Seburuk inikah rasa dikasihani dan diragukan ?

Dan akan seburuk apa hidupku di masa depan ?

.

.

Sebulan kemudian

Nyonya Choi duduk berhadapan dengan anak sulungnya, Choi Siwon yang duduk merenung.

“ Dia nyaris tak pernah ke luar kamar.” Katanya dengan nada sedih.

“ Ya eomma… aku sudah mencoba bicara banyak padanya, tetapi dia tak pernah seperti dulu. Minho sudah berubah terlalu jauh.”

“ Siang-malam, sejak kedatangannya ke Seoul… tak ada yang dilakukannya selain berdiam diri di kamar. Tidur… membaca buku, atau melamun.”

“ Seminggu ini dia meminta semua makanan diantar ke kamarnya.” Tambah isteri Siwon.

“ Lama-lama dia akan menjadi mayat hidup kalau seperti ini.”

“ Kemarin Key dan Onew datang berkunjung, bahkan dia hanya menemuinya di kamar. Aku bertumpu banyak pada sahabat-sahabatnya itu, berharap mereka memberikan semangat untuknya biar bangkit lagi.”

“ Ini pasti berkaitan dengan Suzy….” Gumam ibunya.

“ Eomma, percuma kita menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Suzy sudah menjadi isteri orang dan kita tidak perlu membebani rasa bersalah Minho dengan penyesalan seperti ini. Percayalah padaku, Minho lebih merasakan kesakitan dan penyesalan melebihi apa yang kita rasakan. Tetapi aku tak pernah mendengarnya menyalahkan siapapun, kecuali dirinya sendiri.”

“ Dan itu tidak sehat. Dengan kelakuannya itu, dia hanya akan melukai dirinya sendiri.”

“ Appa-mu bilang akan mengirimkannya ke suatu tempat supaya dia bisa memulai hidup baru dan tidak berjumpa dengan mereka yang mengenalnya. Mungkin dia amat terpukul dan malu dengan keadaannya.”

“ Tidak mungkin eomma. Ketika pertama kali dia menginjakkan kaki di Seoul, aku melihat semangat dan harapan menyala di matanya. Ketika hari di mana aku menjemput, dia begitu antusias untuk segera kembali… seperti seorang anak kecil yang akan di bawa ke amusement park. Bahagia dan penuh mimpi. Ketika kita sering berkunjung ke rumah sakit pun … kulihat Minho sudah menerima keadaannya bahkan bisa bergaul dengan baik di sana. Awalnya memang begitu… suster ….”

Siwon menghentikan kata-katanya… berpandangan dengan ibunya dalam tatapan penuh arti.

“Suster Sulli…” desah ibunya menggantung

Siwon mengangguk, mereka sama-sama tahu apa yang ada dalam benak masing-masing. Siapapun di rumah sakit yang mereka temui mengatakan kepada mereka bahwa kesembuhan Minho secara psikis 80 % adalah karena campur tangan seorang suster cantik bernama Choi Sulli.

“ Ya. Benar eomma… mungkin kita harus mengontak suster Sulli untuk menanyakan apa yang sering diungkapkan Minho. Dia pasti tahu caranya untuk mengembalikan semangat Minho.”

“Kalau bisa… bawalah suster itu ke mari.”

“ Tidak mungkin kalau dia sekarang sudah menikah seperti yang eomma bicarakan tempo hari. Suaminya tak akan memperkenankannya datang dari Jeju… untuk mengunjungi pria lain. Hanya suami yang bodoh yang akan membiarkan isterinya menumpahkan perhatian buat laki-laki lain yang bukan keluarganya.”

“ Hampir dipastikan betul. Suster itu sangat baik dan memperhatikan Minho dengan tulus.”

“ Karena masa lalunya dia melakukannya…” tiba-tiba isteri Siwon berkata.

Siwon dan ibunya melihat ke arah Yoona.

“ Ketika awal aku berkunjung ke sana, aku bertemu dan berbicara banyak dengannya. Awalnya kami hanya berbicara mengenai kesehatan Minho dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Saat kutanya mengapa dia begitu menumpahkan perhatian untuk Minho, dia menjawab karena di masa lalu… dia pernah kehilangan seseorang yang berarti baginya… yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya ketika harus kehilangan dua kakinya akibat terkena ledakan bom saat perang Korea.”

“ Begitukah ?”

Im Yoona mengangguk ,” Suster Sulli kehilangan ayahnya di usia remaja, dan ayahnya memutuskan mengakhiri hidupnya di depan matanya sendiri. Itu menimbulkan luka yang mendalam di dalam dirinya. Dan ketika dia melihat Minho, dia ingin menyelamatkannya supaya tidak kehilangan harapannya.”

“ Dan dia berhasil… “ desah ibunya.

Ketiganya terdiam dan merenung.

“ Siwon, teleponlah dokter Kwon dan tanyakan apakah ada kemungkinan memindahkan suster muda itu dipindahkan ke rumah sakit di Seoul ?”

“ Maksud eomma ?”

“ Mungkin hanya itu satu-satunya cara supaya suster itu datang ke Seoul, menikah atau belum menikah…”

“ Baiklah eomma, aku akan berbicara dengan dokter Kwon.

.

.

.

========TBC========

Banyak orang yang merasa kehilangan harapan ketika harus kehilangan sesuatu yang menjadi bagian dari dirinya. Maka di saat itulah peran orang-orang di sekitarnya diperlukan untuk mengembalikan harapannya. Dan semua orang bisa melakukan itu selama dia mau. Terlepas dari apa pun profesi mereka.  😀

Advertisements

98 thoughts on “ThE lAst HoPe (3)

  1. Sumpah! Part ini begitu menyentuh skali. Aku sampai terharu bacanya 😦 😦

    Yuppsss ini adalah jalan baru yg akan kalian tempuh, semoga jadi awal yg baik.
    Minho jangan sedih lagi yeee ntar lagi sulli datang kokk *gaje

    Lanjooooott!! 😀

  2. Binggo! Suzy ninggalin minho *tawa jahat*. Membuka peluang untuk minsul kkkk
    Ouh…jadi sulli perhatian sama minho, karena masa lalunya. Kasian sulli dan ayahnya. Rata” orang merasa hidupnya gak berguna lagi ketika ia kehilangan hal yang bisa merusak kesempurnaannya. Padahal kita punya banyak hal yang berharga didunia. Cuma kehilangan satu aja, orang langsung pesimis.

    Dan, minho akan bertemu sulli lagi?! Kya! Gak sabar… kkk

    Ditunggu next chapnya^^

  3. Itumah bukannya ninggalin, bukannya jahat lagi,,
    suzy udah nikah,, baguslah akhirnya minho lepas dari yoeja yang engga setia.
    ayo siwon cepet hubungin sulli dia pasti bisa nyembuhin minho dari keterpurukan kaya yang pernah dia lakuin pas pertama minho masuk rumah sakit,.
    next oenni

  4. Minho yg malang..Ok Suzy udh gk sma Ming berarti hti Ming udh gk bwt Suzy. Skrng tinggl nggu Ssul, ap Sulli udh nikah kek yg dibilang Siwon?semga enggak ya eon semangat bwt next part eon fighting!!

  5. Hah?! Sulli udah nikah eonDin. Moga belum deh. Kalau diperhatikan Ssul itu udah syg ama Minho deh. Uwaahh, gak tega bayangin nasib Ming gimana 😦 moga mereka dipertemukan kembali untuk bersatu ^^ next eonDin

  6. Chukkae bt Suzy yg dah Nikah,
    bersyukur jg ngk jadi Nikah sama Ming. Sebenarnya Sulli kemana?
    Sampai 2hari ngk nongol2, tapi kasian jg dg masa lalunya sepeninggal Ayah nya yg bunuh diri. Strong Mingpa !
    Aku ngk sabar klu nanti Sulli bener akan dipindahkan keRs. Seoul?
    Dan berharapnya Sulli jadi Suster pribadinya Minho, pastinya mereka akan selalu bersama dan akan ada benih2 Cinta nantinya diantara mereka berduah.
    Next Chapter eon…semangat

  7. Yaammpuunn, sakit bgt tuh pasti jd ming, udah ga ketemu ssul lg, semangat nya jd ilang tuh 😦
    masa iya ssul udah nikah? Kenapa dia sedih bgt pas tau ming mau balik k seoul??
    semoga aja ssul bisa dipindahin k rumah sakit seoul.. nextt eon (y)

  8. Sedihhh nan silpae un, sumpah ini mengharukan gmana klo mereka pacaran ngebayangin dia bicara “aku menerimamu ap adanya karena aku tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya” kan ncooooo cweet bnget un hhahahaahha

  9. Hahaha…sakitnya tuh disini ye ming??…*apacobakan..
    mian minho oppa..hehehe aku turut bersedih deh karena ditinggal nikah..hahaha tp aku lagi seneng karena VCR dirimu wkwkwk…jadi aku bakalan dukung siwon oppa buat bawa ssul ke seoul…hehe
    dan apaaa??? ssul udah nikah? beneran eon din?? aisshhh semoga belom hehehe *evilbgt
    okelah…ditunggu nextnya eon din…ini ff bikin terhura…upppsss terharu deng…hahaha
    fighting eon din… 🙂 😀

  10. wwaahh .. banyak pelajaran tentang hidup yang didapat di fanfic ini .. dukungan semua keluarga minho untuk dirinya sungguh luar biasa .. kereenn 🙂 wah sulli udah menikah ya eon .. hhuuu

  11. Kasihan minho, dia merasa apa yg dibayangkan setelah plng ke rmh akan disambut dgn tunangannya yg slama ini minho rindukan tetapi apa yg minho lihat undangan pernikahan yg minho terima dr suzi itu yg membuat minho hancur dan sakit hatinya tabah ya minho mungkin ini cobaan suatu hri mungkin km akan berjodoh dgn sulli yg slama ini merawatmu dan memberikan semangat utk hidup. Lanjut

  12. part yang nyentuh banget…
    keep patient Minho, bentar lagi Sulli datang kok….

    mudah”an aja sulli belum nikah 😀

  13. minho yg sabar ya… dibalik semua ini pasti ada hikmahnya ….
    semoga saja sulli jadi pindah kerja di seoul biar sulli bisa mengembalikan semangat minho yg hilang
    next !

  14. Nggk usah di pindahkan di RS Seoul..di jadiin Suster pribadi Minho aja..atau nggk di jadiin istrinya Minho sekalian 😛 😛

    Aaaa…gw yakin Sulli nggk muncul karna dia nggk akan tahan lihat Minho kembali ke Seoul 😦 😦
    Trus saat itu Sulli ada di mana? 😦

    Kasian Minho oppa h:'( 😥 allahhh alasan aja itu si Suzy..ckckck..sabar oppa masih ada Sulli yg bkalan setia,mengerti dan sayang, cinta sma oppa..hwaiting 🙂 🙂

    Oh jadi it appanya Sulli? Kirain mantan kekasihnya..hehe

    Lanjut eonni..hhhwwwaiiitttiinng 😉 😉 😉

  15. Wah minho jangan depresi plissss gara gara suzy 😥
    iya seyuju bawa aja sulli ke seoul :), tapi tadi katanya sulli udah punya keluarga? waduh :O semoga belum, semoga cuma anggepan emaknya minho ajah u.u

  16. huaaaaa sulli eonni kemana? minho oppa pengen ketemu sebelum pulang ke seoul 😦
    kasian banget minho oppa ditinggal kawin sama suzy eonni >< 😦
    yang sabar oppa kan ada sulli eonni ^^ 😀
    bener tuh sulli eonni penyemangatnya minho oppa 😦
    siwon oppa bawa sulli eonni ke seoul biar minho oppa semangat lagi,gak murung kayak gitu!
    huaaaa daebak lah pokoknya! :*
    lanjut tho! ^^

  17. ternyata itu alasan nya Sulli eonni ngerawat Minho oppa Sulli eonni kehilangan appanya waktu remaja huhu kasian banget
    Sulli kenapa gak ngucapin salam perpisahan buat Minho oppa padahal Sulli eonni ditunggu sama Minho oppa lho

    poor Minho oppa harus ditinggal Suzy , kehilangan semangat lagi sabar ya Minho oppa sebentar lagi Sulli eonni dateng 🙂

    next eonni 🙂 😉 ❤

  18. Sulli kenapa nggak ada pas minho pulang?pasti sulli sedih bangeeet..suzy jahat bangeet kasihan minho.minho tenang aja sulli kesana

  19. sesuai dengan judul ff ini…
    huaaaa,,, ming oppa…
    benar2…poor oppa 😥
    semangatmu itu…
    suka sama familynya,,, dengan senantiasa mendukung ming oppa walau bgaimnapun keadaanny..
    lupakanlah suzy, oppa…
    keluargamu sedang berusaha untuk membangkitkan semangatmu kembali, dengan mendatangkan sulli saengi tentunya…
    huuh…semoga saengi bisa dipindahkan ke seoul, dan kembali merawat ming oppa…
    selalu disamping ming oppa dan minsul forever 😀
    dtnggu kdtngan sulli saengi di part selanjutny ya eon…
    fighting eonni 😉

  20. pasti saat minho meninggalkan jeju, dia sangat ingin sulli ada di sana dan memberikan salam perpisahan. kasian minho ternyata suzy sudah mau menikah sama myungsoo tega bngt huhu.
    semoga sulli belum menikah dan semoga sulli mau merawat minho kembali.
    semangat buat minho

  21. trnyata suzy bakalan nikah ni..kasihan minho…mdah-mdahan suster sulli bisa mngmbalikan smngat minho…ditunggu lnjutan nya…^^

  22. oh ternyata suzy memutuskan minh gara2 suzy dijodohkan m keluarganya…. sabar y minho kan msih da sulli yg sellu menyemanati mu..
    wow sulli akan dipindahkan tugasnya ke seoul.. ni bakalan seru.. lanjut y next part ya..

  23. Knp sulll ngk muncul saat ming oppa pergi….yaaa suzy mungkin bukan jodoh oppa yg sabar yaa oppa sebentar lgi juga ad pengganti suzy yg lebih baikkk…. yaa sull eonni tentunya…

  24. seberapa berat masalah itu kita tak boleh putus asa dan mengeluh terlalu ceoat ..
    apalagi masa depan kita masih menunggu …
    jangan mudsh putus asa ..
    ya memang benar jika seseorang yang kehilangan harapan itu membutuhkan penyemangat seperti suster sulli ..
    semua yang sulli lakukan itu karena ingatan masa lalunya tentang hal yang sama yang terjadi pada ayahnya ,,
    walau begitu sepertinya sulli bisa menjadi harapan baru buat minho..

  25. sedih banget ceritanya di part ini eon…
    minho~yaaa gwenchana…
    suatu saat kau pasti menemukan belahan jiwamu…
    😂
    semoga aja sulli mau ya di pindah tugaskan..
    oh iya eon..
    emang ceritanya sulli uda punya tunangan gtu??? 😱

  26. Eonni bener. Saat kita merasa semua harapan hilang karna hilangnya sebagian yg ada pada diri kita. Hanya orang2 terdekat yg mengerti seperti apa kita dan membangkitkannya.
    Uuh berasa ngaca baca ini. Aku termasuk org yg kadang mudah putus asa. YaAllah jadi curhat 😀
    next part eonni. Yakin dh Sul blm nikah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s