FEAR – 4

fear2

Judul    :  FEAR

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Lee Sang Chu

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance,Sad

Terkadang orang harus bersahabat dengan kecurigaannya untuk mendapatkan satu kepastian. Selama itu dilakukan dengan penuh perhitungan, kanapa tidak ?

4 Dinner for Job ?

“Well Miss Sulli, aku rasa kau juga makan malam, kan ? Aku bertanya padamu apakah kau mau menemaniku malam ini untuk makan malam ?”

Wajah Sulli semakin memerah.

“Mungkinkah pria ini sedang tidak waras ? Ataukah diriku yang tidak waras ? Ia seorang CEO dan aku hanya juru ketik biasa…jebakan apa yang sedang berusaha ditebar pria ini kepadaku ?” Tanya Sulli pada dirinya sendiri.

Seperti bisa membaca kecurigaan di benak bawahannya, Choi Minho maju selangkah dan balik menatapnya

“Ada sebuah pekerjaan yang ingin aku tawarkan kepadamu….” Katanya dengan lancar,” Dan untuk ini…sedikit memerlukan diskusi serius. Well, saya bekerja seharian … Miss Choi. Saya sekarang merasa lapar dan haus … Sepertinya segelas wine sudah terasa membasahi tenggorokanku. Jika kau punya waktu malam ini …. aku bisa mengantarkanmu pulang untuk berganti pakaian. Aku sudah memesan meja untuk jam tujuh, jika kau tidak keberatan ?”

Sulli menatapnya dengan tercengang.

“Ia sudah memesan meja…. omo…!! tentunya ia sudah merencanakan makan malam ini. Kalau dilihat dari penampilannya dan gayanya, ia bukan type orang yang mau makan sendirian di restoran. Bagaimana kalau aku menolaknya ? Siapakah yang akan menemaninya makan malam ? Oh..tentunya ia sudah mengantisipasi kemungkinan itu. Berpuluh-puluh wanita akan mengantri untuk diajaknya makan malam, bukan ?”

Walaupun pikiran dan hatinya bergejolak, Sulli berusaha mengendalikan diri dan bersikap tenang kembali. Untunglah pengalamannya memberinya kepandaian untuk itu, dan ia harus berterimakasih untuk keahliannya ini.

“ Saya benar-benar tidak mengerti. Maaf, sepertinya anda tadi mengatakan makan malam untuk mendiskusikan sebuah pekerjaan yang anda tawarkan kepadaku . Benarkah ?”

“Ayolah Miss Choi….jangan katakan kalau kau tidak berfikir untuk mencari pekerjaan lain setelah kejadian tadi.” Kata Choi Minho dengan nada penuh keyakinan diri.

Rahang Sulli mengeras. Perkataannya itu adalah seperti pisau bermata dua. Sama-sama mengancam dirinya., dan apapun jawabannya ia tak akan pernah bisa menang. Jika ia menyangkalnya, pria ini akan tahu dirinya berbohong. Jika ia berterus terang tentang kecurigaannya akan undangan makan malam itu….bisa dipastikan ia akan diusir dari CMTI tanpa pesangon satu sen pun. Choi Minho adalah tipe atasan yang menuntut kesetiaan sepenuhnya dari bawahan, atasan yang tidak menginginkan penolakan. Dan itu sangat memuakkannya !! Ia muak dengan pria yang menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk menekan dan mengancam pihak lain yang tidak berdaya.

“ Tetapi mengapa anda bisa berfikir seperti itu ?” elak Sulli dengan cerdik.

“ Kata-kata yang bagus untuk mengelak, Miss. Choi.” Pria itu menyeringai, matanya terlihat muram.

Pria menyebalkan !

Seringaiannya itu membuat Sulli ingin menusuk matanya. Dan kini bibirnya yang indah terlihat berkerut, sebelum senyum sinis menggantikannya.

“Jadi…. aku akan memberimu waktu lima menit untuk berkemas. Setelah itu, kita akan menuju ke apartemenmu supaya kau bisa berganti pakaian. Bisa ?”

Alisnya yang tebal dan hitam naik, sinar matanya mengandung kilatan yang membuat Sulli merasa dirinya sangat bodoh. Ia bingung harus menjawab apa … karena memang itu pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Otaknya berputar untuk memikirkan satu alasan untuk menolaknya. Makan malam yang konyol…. bersembunyi di balik tawaran pekerjaan …. sesungguhnya apa yang ada di balik kepala CEO playboy itu ?

Apakah dia seperti anak Mr. Kim yang tidak bisa melewatkan seorang gadis muda berlalu di hadapannya tanpa digoda terlebih dahulu ?

Berbeda dengan anak Mr. Kim …. pria muda di hadapannya ini berbahaya. Pasti lebih berbahaya !

Mematikan.

Sulli sudah mendengar cerita tentang prilakunya kepada wanita, yang membuatnya merinding. Otaknya berpikir tentang pernyataannya yang tadi disimpan pria itu kepadanya … Pengaduannya tentang Sang chu hanya memperunyam masalahnya saja. Jelas ia harus tetap ada di CMTI sampai masalah itu diusut sampai tuntas. Bila tidak, Mr.Kim akan memutarbalikkan fakta seperti biasanya … dan ia akan membutuhkan pertolongan pria ini untuk bisa memukul mundur Mr. Kim. Tetapi pria ini kaya, berkuasa, dingin, dan angkuh. Pria ini terbiasa memiliki wanita manapun yang dikehendakinya, hanya dengan meluruskan telunjuk atau menjentikkan jarinya saja. Semua yang dibencinya tentang pria ada dalam sosok di hadapannya. Tetapi Sulli benci mengakuinya bahwa pria ini membuatnya ketakutan setengah mati…akan sesuatu yang tidak pasti.

“Omo … bagaimana ini ? Apa yang harus kulakukan untuk menolaknya ? Aku tidak bisa … lagipula aku tidak memiliki baju yang pantas untuk kupakai makan malam bersama orang terpandang sepertinya. Aish …. pabo Sulli, mengapa kau ribut memikirkan baju ! Tapi memang benar aku tak punya baju yang pantas untuk makan malam dengan yang terhormat ,Choi Minho , multijutawan yang terkenal di Seoul. Lagi pula …. apartemenku !! Gosh… apartemenku merupakan tempat tinggal yang tidak biasa dilihat pria sepertinya ! Dan ia akan menungguiku di apartemenku ? Di mana ? Di ruangan sempit yang sudah cukup sempit dengan sebuah sofa tua yang kumiliki ?”

Sulli merasa dirinya akan tertawa atau menangis histeris dengan pikiran-pikiran jahat yang melintasi kepalanya. Dan ia ingin menggigit lidahnya sendiri saat harus mengatakan…

“ Terimakasih, Mr. CEO. Saya akan senang mendengarkan tentang tawaran pekerjaan  anda  saat makan malam nanti…?”

“ Bagus sekali.”

Sulli merasa nada puas dan lega dari suaranya, dan ia ingin melayangkan tinju ke muka yang kini tersenyum penuh kemenangan itu. Mengapa pria ini membuatnya menyetujui undangan konyolnya ? Ia berusaha mengontrol dirinya ketika Choi Minho menatapnya tajam, kemudian berbalik sambil mengatakan perintah tak terbantahkan.

“Lima menit, saya akan kembali.”

Sulli kembali sendirian, tetapi kesendiriannya tidak lama karena tiba-tiba Mrs.Park sudah berdiri di pintu. Mukanya terlihat penuh kepenasaran, alisnya terangkat begitu tinggi sampai hampir hiang tertutp poninya.

“Aku tak percaya dengan apa yang kudengar !!” dia berbisik seolah takut dinding kantor akan mendengar suaranya.

“Aku sudah bekerja untuk Mr.Kim hampir tujuh tahun lamanya. Aku sudah sering melihat wanita mendekatinya dan menempel padanya seperti permen karet … tetapi ia tak pernah peduli. Dia adalah pria yang bisa memisahkan kesenangan pribadi dengan pekerjaan…” tambahnya lagi.

“ Ini memang masalah pekerjaan, Mrs.Park.”

Sulli merasa bahwa Mrs. Park memiliki kecurigaan yang serupa dengan dirinya, pada awalnya.

“ Mr. CEO menawarkan sebuah pekerjaan untukku. Kurasa, ia mempercayai surat pernyataanku tentang Mr. Kim Sang Chu …. dan dia menduga aku tidak akan tetap bekerja disini setelah kejadian pagi tadi.”

“Kau merasa begitu ?” Mrs. Park menatap Sulli tak percaya.

Sulli mengangguk,”Kupikir begitu.” Sulli menatap Mrs.Park dengan tatapan polosnya, “Rasanya pasti aneh… saya bekerja menjadi asisten anda, tetapi anda bekerja untuk Mr. Kim. Anda mengerti maksudku, bukan ?”

Mrs. Park menatap wajah Sulli yang cantik dan innocent, naluri keibuannya muncul melihat mata sendu gadis itu. Dengan lembut ia mengusap bahu Sulli, khawatir dengan kepolosannya.

“Sulli, kuharap berhati-hatilah …. Mr.Choi Minho adalah tipikal pria yang “pilih , nikmati , singkirkan”. Biasanya pasangan yang dipilihnya adalah wanita yang berpikiran sama dengannya. Wanita yang tidak mau terikat oleh komitmen … sejenis wanita karir yang mapan. Mereka tidak membutuhkan ikatan pernikahan tetapi hanya untuk kesenangan sesaat saja. Mereka umumnya cantik dan pintar, bahkan beberapa di antaranya adalah wanita hebat.”

Sekarang giliran Sulli yang terkejut, ia menatap wanita di hadapannya tanpa berkedip.

“Mrs. Park… ini hanya makan malam. Dia mengajakku makan malam adalah untuk membicarakan tawaran pekerjaan yang dia berikan padaku.” Sulli tersenyum pahit, “ Aku merasa, Mr. CEO percaya tentang Sang Chu dan karena ia tahu aku akan meninggalkan pekerjaan ini, maka ia merasa berutang sebuah pekerjaan untukku. Hanya itu .”

Sulli hampir tak percaya kalau ternyata Mrs. Park memiliki pemikiran yang lain tentang CEO itu. Tetapi memang amat lucu kalau dipikirkan …. multijuawan Choi Minho dengan seorang juruk ketik …. sungguh menggelikan !

Mrs Park tersenyum bijaksana,” Ya sudah kalau kau menganggapnya begitu. Hanya Sulli, ingatlah apa yang kukatakan tadi baik-baik, nae !”

“Dia mengajakku dengan sepengetahuanmu. Dia tak mungkin punya tujuan macam-macam selain ingin mendiskusikan pekerjaan itu denganku, bukan ?”

Entah mengapa Sulli seperti mencari penguatan untuk dirinya sendiri, dan ia tak mendapatkan itu karena Mrs. Park hanya menundukkan sedikit kepalanya, dagunya yang gemuk hampir menempel dengan lehernya.. Sementara alisnya terangkat dan matanya melihat lembut kepadanya.

“Aku berjanji akan berhati-hati.”

Akhirnya Sulli berkata dengan menahan senyumnya melihat kekhawatiran di wajah wanita itu.

‘Dan aku akan menceritakan kejadiannya besok kepadamu, walaupu aku yakin kau hanya merasa cemas saja kepadaku. Tetapi bagaimanapun, terimakasih Mrs. Park. Anda sangat memperhatikan saya…”

Sulli menepuk punggung tangan Mrs. Park dengan lembut sambil tersenyum. Wanita paruh baya itu membalas senyumnya dengan lembut.

“Aku tahu, kau mungkin menganggapku sebagai wanita tua yang cerewet. Tetapi ini kulakukan karena aku sayang padamu. Walaupun kita baru kenal beberapa minggu, aku sangat menyukaimu dan menganggapmu sebagai teman.”Kata Mr.s Park dengan tulus.

“Terimakasih Mrs. Park…”

“Dan karena kau di sini tidak punya siapapun yang bisa menasihatimu, maka aku melakukannya. Sayangku, dari apa yang kulihat … kesendirianmu membuatmu agak….”

“Rapuh ?” tebak Sulli

“ Yah… semacam itu.” Kata Mrs. Park sambil mengangguk sedih.

“ Percayala padaku Mrs. Park … aku tidak serapuh yang kau lihat. Aku sudah belajar melindungi diri sendiri sejak usiaku balita. Aku terpaksa harus melakukannya karena tak ada yang melakukannya untukku. Belum lagi perjalananku hidup di enam keluarga angkat yang berganti-ganti sebelum usiaku 18 tahun … semua itu menempaku menjadi orang yang kuat dan tabah.

“Jadi menurutmu kau akan kuat ?”

Sulli mau tak mau tertawa ketika melihat wajah wanita yang memelas itu.

“Aku bukan orang yang mudah diintimidasi, Mrs.Park.” Katanya geli,” Dan aku belum bertemu dengan pria yang bisa membujukku untuk melakukan sesuatu yang tidak kusukai.”

” Aigoo…tapi kau tidak mengenal Choi Minho ….”

Mrs. Park mengedipkan sebelah matanya, kemudian bergegas pergi ketika ia mendengar seseorang datang ke mejanya.

Sulli duduk sesaat, menggigit bibir bawahnya dengan giginya yang putih. Ia teringat kembali saat pertama mereka bertemu wanita itu di ruang wawancara. Dan walaupun baru pertama berjumpa, mereka langsung bisa akrab. Ia sendiri kaget ketika langsung diterima bekerja menjadi asistennya di kantor itu. Dan Sulli yakin, bertahannya dia kerja di sana menghadapi keisengan Kim Sang Chu … adalah karena dukungan dari Mrs. Park yang selalu memberikan support terus-terusan. Dan ia yakin, kalau tidak ada insiden Sang chu …. dirinya bisa berkembang di perusahaan ini. Mungkin awalnya dari juru ketik biasa …. tetapi ia pekerja keras, ia memiliki banyak waktu luang untuk didedikasikan kepada perusahaan. Dan ia yakin dengan ilmu dan dedikasinya, ia bisa mencapai karir bagus i. Namun tampaknya mimpi itu harus selesai sampai di sini.

Peringatan Mrs. Park terus berputar dalam benaknya, sementara tangannya membereskan meja dan tasnya. Setelah mengunci lemari arsip, ia berjalan menuju ruangan Mrs. Park yang menjadi penghubung dengan ruangan Mr. Kim.

Wanita paruh baya itu masih berkutat dengan barang-barangnya ketika Sulli melihat Choi Minho keluar dari ruangan Mr. Kim.

“Sudah siap ?” tanyanya

Saat Sulli menjawab dengan sebuah anggukan kecil, pria itu langsung memegang sikutnya dan membawanya memasuki lift. Seperti biasa, tubuh Sulli bereaksi dengan berbagai sentuhan yang datang dari seorang pria dewasa. Tanpa disadarinya, tubuhnya tiba-tiba menegang … dan itu pastinya dirasakan oleh Choi Minho, karena dia sedikit meliriknya dengan alis berkerut.

Begitu memasuki lift, Sulli merasa lidahnya kelu dan lehernya serasa tercekik. Ia berusaha memutar otaknya untuk mencari kata-kata yang bisa mencairkan ketegangan yang dirasakannya, tetapi otaknya kosong. Ia benar-benar bersyukur atas tempaan waktu yang dilaluinya dengan keras dan penuh perjuangan, yang membentuknya menjadi manusia yang bisa menyembunyikan perasaan yang sebenarnya, dan tetap tampil tenang dan terkendali. Dan ia berharap perjuangannya itu terpakai olehnya sekarang.

Sementara berfikir matanya memandang dinding kaca lift. Ia melihat bayangan dirinya dengan jelas. Bayangan seorang wanita muda yang tinggi, dengan mata coklat yang dingin dan raut wajah tanpa emosi. Citra yang dengan hati-hati dipelajarinya bertahun-tahun. Citra yang dinikmatinya menjadi bagian dari dirinya, yang selama ini telah menyelamatkan dirinya dari ancaman dan gangguan. Dan ia menyadari sekali kalau pria di sisinya mengamatinya dengan terang-terangan.

Mata Choi Minho yang besar menyipit dan alisnya mempertajam sorot mata yang tertancap pada bayangan di cermin. Ia melihat banyak emosi dari pantulan bayangan wanita yang menarik perhatiannya pagi ini. Mulai dari matanya yang keras dan dingin, hidungnya yang membulat … bentuk hidung yang akan tampak menggemaskan sehabis menangis …. dagu kecilnya terangkat sedikit dan bibirnya terkatup rapat seolah akan menyemprotkan makian setiap saat. Ia tahu, wanita ini tegang … padahal dirinya sudah mencoba untuk bersikap santai. Ia tidak suka dengan ketegangan yang dipancarkan, karena yang ia cari adalah suasana untuk rileks.

“Ada banyak hal yang disembunyikan wanita ini dari dunia… “

Choi Minho berpikir sendiri. Dan terkejut mengapa dirinya begitu terhanyut dengan kepribadian wanita di sampingnya dan seperti tertantang untuk membongkar apa yang disembunyikannya.

Tiba-tiba pintu lift terbuka, keduanya menarik nafas panjang secara bersamaan.

“ Apartemenmu di daerah Cheonho,bukan ?”

“Ya. “ jawab Sulli singkat.

“Bagaimana dia bisa tahu tentang itu ? Apakah ia bertanya tentang diriku kepada Mrs. Park ? Ataukah dia memeriksa file pribadiku ? Mungkin itu yang lebih tepat, seorang Choi Minho hanya merendahkan harga dirinya saja bila menanyakan alamat seorang juru ketik rendahan kepada karyawannya, bukan ?”

“ Dan kita akan makan di Si Hwa Dam. Kau tahu restoran itu, bukan ? Dan apakah itu cocok dengan seleramu ?”

Sulli menelan ludah. Si Hwa Dam …. tentu saja ia tahu restoran tersebut ! Sebuah restoran yang ia tak berani bermimpi untuk bisa makan di dalamnya. Ia sudah mengetahui dari teman-temannya, berapa biaya sekali makan di sana. Itu bisa menghabiskan gajinya untuk satu bulan.

Dan ia semakin kebingungan ketika sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Dengan gaya yang elegan, Minho melangkah kemudian membukakan pintu untuknya. Bersikap seolah ia seorang putri terhormat. Kikuk, Sulli memasuki mobil sambil menggumamkan ucapan terimakasih kepadanya. Dan ia belum bisa bernafas lega ketika Choi Minho duduk di sebelahnya.

Sulli Pov

Si Hwa Dam… perfect !!!

Itu adalah makan malam yang sempurna … Dan aku tak punya baju yang pantas untuk memasuki retsoran mewah itu ! Lalu Tuan CEO ini akan datang ke tempat kostku yang disebutnya “apartemen “ ? Bagaimana ini ? Ayo berfikir… berfikirlah Sulli, katakan sesuatu yang bisa membuat pria ini tidak mampir di apartemenmu ! Apakah kau gila akan mebiarkannya ikut, kemudian turun dan masuk ke tempat kost mu ? Dan dia akan duduk di dalam kamar kostmu yang hanya diisi sebuah tempat tidur, lemari baju dan sebuah sofa tua yang sudah butut ? Sama sekali tidak mungkin !! Dan kalau dia menunggu di mobilnya…..

Aish…aku tak bisa membayangkan jika dia duduk dalam mobil mewahnya di tengah perumahan kumuh.

Tuhan…berikan aku ide untuk membuat semuanya tidak memalukanku !

“ Miss Choi, apakah lima belas menit cukup bagimu untuk menyegarkan diri dan berganti baju. Well, aku bukan orang yang senang menunggu.”

Menyegarkan diri…. berganti baju…??

Bagaimana ini ?

Baju mana yang harus kupakai ?

Apakah baju yang kubeli natal tahun kemarin ?

Baju itu bermerek karena kubeli dari obralan … tetapi tentunya itu akan sangat ketinggalan jaman. Dan melihat dari cara dandannya, juga dari dengan siapa Tuan CEO selama ini berhubungan …. tentunya ia tahu fashion. Dan ia tentu tahu kalau baju itu sudah sangat lama modelnya.

Sialan ! Kenapa aku tidak menyisihkan sedikit gajiku untuk memanjakan diri dengan memiliki koleksi baju bermerk dalam lemari bajuku … khusus untuk saat-saat tak terduga seperti sekarang.

Sulli Pov end

“ ….. semuanya terserah pada keputusan anda nanti ?”

Sulli tertegun, bingung dengan apa yang dikatakan pria ini. Ia panik, karena dari mulai berangkat tadi ia sama sekali tak memperhatikan pria tersebut, bahkan tak menyadari kalau dia berbicara dengannya.

“Maaf…?”

Pria itu mengerutkan dahinya, “Maaf kalau aku mengganggu pikiran anda. Aku tadi memberikan gambaran sedikit tentang apa yang akan kita bicarakan nanti. Aku menyarankan kau meminum 1-2 gelas anggur selama pembicaraan itu, selama makan kau bisa mempertimbangkannya, lalu kita lanjutkan nanti….”

Sulli menyadari sekali kalau pria di sebelahnya merasa tidak senang karena telah tidak didengarkan. Dia yakin, pria ini tidak terbiasa diabaikan oleh seseorang selama dia bicara.,…dan dirinya telah melakukan itu.

“Oh…ya tentu saja.” Jawabnya cepat.

Dan rasanya Sulli ingin menggigit lidahnya untuk jawaban yang terlalu cepat itu. Ia baru menyadarinya ketika telinganya mendengar suaranya dan otaknya memproses itu.

“Pabo Sulli…kenapa kau begitu cepat bereaksi? Itu hanya memperlihatkan antusias yang tinggi saja ! Seperti anak kecil yang akan dibawa ke toko mainan ! Dan…. apa maksudnya dengan kata-kata “ lalu kita lanjutkan nanti “…? Apakah itu kalimat yang ditakutkan oleh Miss Park akan terjadi kepadaku ?” kata hatinya.

Kewaspadaannya meningkat dua kali lipat, ketika kalimat Mrs. Park kembali terngiang di telinganya. Gelisah, mata Sulli melirik pria di sisinya yang terlihat begitu santai dan menikmati perjalanan itu.

“ Err… Tuan CEO…sebenarnya aku tidak keberatan kalau anda pergi dahulu ke restoran untuk menikmati istirahat anda…. maksud saya…. saya adalah seorang yang tidak terbiasa tergesa-gesa. Well, anda tahu bagaimana wanita kalau sudah berdandan. Dan….”

“ Saya mengerti, ini adalah penolakan halus supaya aku tidak memasuki apartemenmu, huh ?” Minho melihat wanita di sisinya dengan tidak senang.

“Sungguh, tuan CEO…. saya tidak akan nyaman mandi dan berganti baju dengan ditunggui oleh seseorang karena saya tahu menunggu adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan. Saya juga bisa menggunakan taksi…”

“ Baiklah, cukup. Aku akan mengantarmu ke apartemen kemudian pergi ke restoran. Nanti aku akan mengirim mobil dengan sopirnya untuk menjemputmu. Apakah itu cukup adil, miss Choi ?”

Sulli menghela nafas, tampaknya pria ini takut dirinya tidak menepati janji. “Ya, terimakasih.”

“ Well, anda bisa menikmati mandi anda dengan santai. Ketahuilah, saya bukan orang yang tergesa-gesa walaupun saya sadar menunggu itu hal yang paling membosankan …” katanya dengan senyum tipis.

Sulli baru merasa sedikit lega mengetahui kalau pria itu tidak akan mengetahui kamar kost yang dia tempati. Tetapi kelegaannya hanya sebentar, ketika Choi Minho memposisikan kakinya yang panjang di dalam mobil, ia tiba-tiba menyadari kalau ruangan dalam mobil itu demikian sempit. Pikirannya tiba-tiba kacau, pria ini tidak menyentuhnya sama sekali … bahkan tersisa ruang yang cukup antara mereka. Namun kehangatan tubuh yang memancar darinya, menyebarkan rasa tidak nyaman dalam dirinya. Dan tenggorokannya tercekat ketika matanya beradu dengan matanya yang tajam. Ia menyadari bola mata pria itu menjadi lebih gelap, membuatnya merasa gugup, sehingga ia memutuskan kontak mata mereka dan berpaling ke luar jendela.

“ Malam yang indah….” gumamnya mencoba meredakan detak jantungnya yang kacau.

Sejenak hening, sampai Sulli merasa bahwa pria di sebelahnya tidak akan mengomentari kata-katanya tadi.

Tetapi ia salah.

“Memang. Malam ini sebenarnya terlalu indah untuk dhabiskan di jalanan yang ramai seperti ini. Malam ini.. adalah malam yang sempurna untuk dinikmati di pinggir danau, dimana cahaya bulan akan memantul. Dimana keharuman bunga akan menjadi aroma alami yang memabukkan…. dan suara nyanyian binatang malam menjadi musik yang layak untuk didengarkan….”

Sulli terkejut mendengar kalimatnya yang puitis. Sangat tidak mewakili penampilannya yang kasar dan jantan. Hal ini membuat wajahnya berpaling pada Choi Minho.

Pria itu tersenyum, barisan giginya tampak berkilau ditimpa cahaya lampu dari jalanan. Senyum yang mengandung magnit….. tak disangkanya bibir yang biasanya terlihat keras itu akan menjadi demikian memabukkan saat tersenyum. Mengapa ada manusia demikian sempurna dengan dua penampilan yang berbeda ??

“ Byeoljang… sebuah tempat kecil yang kumiliki di Jeju. Sangat indah kalau malam purnama.”

Sulli merasakan signal-signal berdenyar di seluruh tubuhnya akan daya tarik pria yang ada di sisiya.

“Benarkah ?” Sulli tersenyum menyadari sisi putis pria di sisinya, “Kau sangat beruntung…”

“Kau pernah berkunjung ke Jeju, Miss Choi ?”

Sulli menggeleng, ia belum pernah pergi kemana pun. Tetapi pria di sisinya tidak perlu tahu hal itu. Tentu saja pria ini banyak pengalaman dan sering bepergian kemanapun. Pergi dari satu tempat ke tempat lain, tentu saja bukan halangan baginya.

“ Tempat yang paling romantis di Korea saat musim semi datang. Dan di sana matahari selalu hangat … bahkan ketika di Seoul sedang turun salju.”

Sulli mengerutkan alisnya, setahunya Jeju juga mengalami pergantian empat musim … tentunya itu hanyalah ungkapan kiasan dari seorang laki-laki yang bangga terhadap tempat kelahirannya.

“Aku memiliki apartemen di Jeju … dekat dengan kantor pusat, tetapi rumahku yang sebenarnya terletak di pedalaman. Agak dekat dengan pantai …. Sekitar lima puluh kilometer dari kota. Tempat yang damai untuk menyegarkan pikiran ….”

“Anda banyak menghabiskan waktu di sana ?”

“Sayang sekali tidak.” Katanya dengan suara yang mengandung penyesalan,” Tidak mudah bagiku terlepas dari pekerjaaan, Miss. Choi. Aku bisa mendelegasikan pekerjaanku di Seoul kepada Mr. Kim … tetapi tidak untuk Jeju. Well, ada alasan pribadi yang belum bisa kuceritakan …. kecuali….”

Sulli telinganya berdiri, tetapi ia kecewa karena pria itu tidak melanjutkan pembicaraannya. Ketika ia menoleh untuk memancing kalimat terputus itu, Tuan CEO itu menghentikannya dengan senyuman khasnya,” Kurasa kita perlu mengganti topik permasalahan.” Katanya singkat.

Bingo !

Ternyata dia juga punya rahasia yang tidak mau semua orang tahu!!

Dan sisa perjalanan menuju rumah kost nya tidak diisi dengan pembicaraan lain sesudahnya. Sulli menjadi benar-benar tegang karena kediaman itu. Semakin detik jam bergerak, ketegangan yang dirasakannya semakin tinggi dan itu menyiksanya. Tentu saja bukan karena pria di sisinya berbuat tidak senonoh, malah pria itu terlihat duduk dengan santai dan nyaman. Kakinya yang panjang disilangkan, sementara matanya terpejam dan kepalanya menyender di jok dengan nikmatnya. Sulli benar-benar merasa iri dengan kesantaiannya, sementara ia begitu gelisah karena tekanan udara yang aneh di antara mereka.

Mobil bergerak menuju daerah tempat tinggalnya, tampaknya sopir pribadinya tahu betul seluk beluk kota Seoul. Oh tentu saja, dengan uang yang dimilikinya tentunya seorang Choi Minho tak akan mempekerjakan orang-orang yang tak bisa diandalkan. Kini mereka memasuki jalanan sempit , tempat yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Sulli menyadari sekali kalau tempat itu bukan daerah yang terbaik di Seoul … seperti tempat-tempat yang mungkin biasa dikunjungi pria di sisinya. Dan ketika mobil berhenti di depan rumah susun yang identik dengan beberapa bangunan di sekitarnya, Sulli melihat kucing-kucing sedang berpesta pora dengan tong sampah. Dan sebagian besar isinya berhamburan ke luar karena ulah mereka. Itu pasti kucing-kucing induk semangnya, Nyonya Jang. Ia sama sekali tidak keberatan dengan kucing-kucing nyonya Jang yang sering berak sembarangan. Ia juga menyukai Nyonya Jang yang eksentrik …. tetapi sungguh , ia berharap untuk kesempatan sekali ini saja mereka tidak membuat kekacauan yang memalukan di depan seorang CEO tampan seperti Choi Minho.

“Apa Sulli ? Pabo , apa yang kau pikirkan ?” umpat Sulli dalam hati.

Sulli segera melangkah turun, kemudian berdiri tegak di sisi mobil mewah itu. Matanya kini melihat ke arah bosnya.

“Tuan CEO, sungguh anda tidak perlu repot mengirim sopir anda, saya bisa naik taksi….”

“Kita sudah melakukan pembicaraan mengenai ini, dan semua sudah diputuskan.”

Choi Minho menarik pintu yang terbuka, kemudian jendela kaca terbuka hingga ia bisa melongokkan kepalanya saat berbicara dengan Sulli.

“Tetapi….” kata Sulli ragu.

“ Pakailah waktu selama kau inginkan…” Selama berbicara dengannya, Sulli merasa perhatian lelaki itu tertarik pada sesuatu di belakang bahunya

“Miss Choi, ada seorang wanita tua yang gemuk dengan sorban di kepalanya. Sepertinya dia berusaha memanggil namamu …” Bibirnya bergerak seperti menahan senyum.

Sulli menoleh ke belakang, dan ia melihat Mrs. Jang yang sedang melambai ke arahnya. Ada kain warna ungu tua di kepalanya yang dibelitkan seperti sorban.

“Ah…itu Mrs. Jang. Dia teman saya.”

“ Umm baiklah, saya pergi dan dalam lima belas menit sopir saya akan kembali. Kurasa sopirku tidak akan keberatan menunggumu hingga ½- 1 jam.”

Setelah berkata begitu ia menutup jendela mobilnya dan tak menghitung menit, mobil tersebut bergerak meninggalkannya berdiri di trotoar dengan kebingungan.

Sulli melangkah menuju Mrs. Jang yang berusaha mengusir kucingnya dari tong sampah. Mulutnya tak henti-hentinya berkicau… kicauan yang tidak enak dideangar, tentu saja.

“ Jangan khawatir, Mrs. Jang. Aku akan mengambil sapu dan membersihkan tempat ini kembali.” Kata Sulli.

“Benarkah kau akan melakukannya untukku, Ssul ?” wanita gemuk itu tersenyum senang, “Ini gara-gara si tukang pos itu yang membuang sisa-sisa ikan lautnya ke tong sampah !” gerutunya.

Tanpa banyak bicara, Sulli mengambil sapu dan membersihkan sampah yang terserak, memasukkannya ke dalam tong kembali, dan menutup tong tersebut dengan lempengan papan kayu dan ditindih dengan dua batu bata. Tujuh menit berharganya terbuang dengan membereskan sedikit kekacauan tadi. Kini Sulli berjalan menaiki tangga menuju kamar sewanya.

Sesampainya di kamarnya, Sulli segera melepas semua bajunya dan mengenakan jubah mandinya. Ia agak menggigil juga ketika air dingin dari shower mengenai tubuhnya… mau bagaimana lagi, pemanas airnya rusak seperti biasa. Dan ia menikmati air dingin yang menyegarkan dan melemaskan ketegangan otot-ototnya.

Kebingungan kembali melandanya ketika ia berdiri di depan lemarinya, memandangi dengan sedih baju-baju yang tergantung di dalamnya.

Ia baru menyadari bahwa selama ini ia kurang memperhatikan penampilannya. Uang lebih yang didapatnya dari bekerja ia habiskan untuk membeli buku dan membayar keperluan rutinnya daripada membeli sepasang baju yang layak. Lagipula ia tidak pernah terlibat dalam suatu undangan makan malam yang resmi seperti sekarang.

Tangan Sulli bergerak menelusuri baju yang digantung. Akhirnya pilihannya berhenti pada sebuah gaun berpola sederhana, bercorak hitam-biru. Ada hiasan renda di tepi lehernya yang berpotongan lumayan rendah. Ini adalah gaun yang dipakainya dua tahun lalu saat ia merayakan pesta kelulusannya dengan teman-temannya. Ia bersyukur ketika baju itu masih muat di tubuhnya. Kemudian tangannya menarik sebuah selendang hitam merek versace …. benda berharga yang dimilikinya sebagai hadiah ulang tahun dari sahabatnya. Selendang ini akan dipakainya untuk menutupi bagian dadanya yang sedikit terbuka, sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan dirinya saat memasuki restoran mahal itu. Dan akhirnya ia menarik sebuah dus sepatu dari lemari paling bawah. Ini adalah sepatu hak tinggi yang dipakainya saat wawancara kerja di CMTI. Karena dia bisa diterima dengan mudahnya di perusahaan tersebut, ia menganggap sepatu itu adalah sepatu keberuntungannya. Lagi pula Tuan CEO itu bertubuh tinggi, setidaknya dengan sepatu yang dikenakannya, mereka tidak akan terlihat aneh.

Sulli mengintip ke luar jendela, dan ia menghela nafas saat melihat sebuah mobil sedang terparkir di sana. Ia tak tahu sejak kapan mobil itu ada di sana. Dengan cepat ia membubuhkan bedak tipis, lipstik warna peach, dan menebalkan eyelinenya. Akhirnya semprotan parfum mengakhiri semua persiapannya.

Sulli menatap bayangannya di cermin, bayangan seorang gadis muda dengan rambut terurai menyentuh bahunya. Tiba-tiba rasa ketakutan menyerbunya, mungkin sejak awal ia seharusnya menolak undangan makan malam ini. Tetapi…. itu adalah kesempatan terbesar buatnya.

“ Begini saja….” kata Sulli pada bayangannya sendiri,” Kau tidak akan menderita kerugian apapun, malah siapa tahu akan mendapat keuntungan bila bersabar dengan apa yang akan diucapkan CEO itu. Yang jelas, kau akan meninggalkan CMTI secepat kau bisa untuk menghindari konflik antara dirimu dengan Mr. Kim. Tetapi kalau benar dia menawarkan pekerjaan lain yang jauh dari jangkauan Sang chu …. setidaknya itu akan dijadikan batu loncatan bagimu untuk mendapatkan pekerjaaan lainnya. Mencari pekerjaan di Seoul itu tidak mudah .”

Sulli wajahnya memerah menyadari darahnya yang berdersir saat bayangan lelaki barwajah keras dan bertubuh tinggi itu melintas dalam ingatannya.

“ Lagi pula Sulli, ini hanya ajakan makan malam untuk pekerjaan …. Fighting !!” katanya dengan tersenyum, geli pada ketakutannya yang belum tentu.

====== T B C ======

Advertisements

94 thoughts on “FEAR – 4

  1. Tidakkkkkkkkkkkk 😮 kenapa TBC eoni 😦 kan lagi seru seru nyaa huaaa ;(
    Eoni cepet update ya Fear part 5 ny sma Secret Admire ny eoni 😀
    jangan lama lama ya ! 😀

  2. Ssul cantik bgt parahhh, liat aja ntar minho pasti diem2 kagum wkwk
    Kok aku ngerasa reaksi yg dirasain mereka terlalu kecepetan yak? :/ semoga aja ga cepet2 biar panjang haha.
    Lanjut

  3. wowowoowow ajakan makan tuuuhh… naksir ya heheheh
    pake ngelirik lagi huhuhuhu

    Ssul eonni tetep cantik kok pake baju apa aja jadi santai aja….. tapi jagan sampe keperangkap jebakan batmannya Minho oppa ya nanti jadi mangsanya gimana

    Sulli eoni itu takut sama Minho oppa apa naksir sih 😮 kenpa kalau dideketnya tegang mulu… santai aja kali 😀

    next eonni

  4. waahhh g’ nyangka xg komen sdh 53,pdhl br td mlm d post wooww hebat saeng ff’x bikin penasaran…
    cieee minho cari alasan z kalee ngajak sulli mkn malam untuk bicara masalah pekerjaan?????

  5. Yaeh Minsul dinner nih
    ming mau kasih kerjaan apa ama sulli ??? Lucu deh ama tingkah dan pemikiran2 Sulli tntang bang ming,next eon scepetnya Oh yah Secret Admirer-nya mana nih ??? Udah pnasaran bnget ama kisah Minsul Fighting ~Chu

  6. Minho mau ngasih pekerjaan apa
    Ke sulli? terus ngajakin makan malem
    Itu minhonya suka sama sulli?
    Nanti pas sulli ketemu sama minho
    Minhonya terpesona ngeliat sulli
    kkkkkk~
    Next chapter !!!

  7. minho sama sulli masih tegang sangat yak .. lagian minho mau ngasih sulli kerjaan apa .. semoga kerjaanya lebih baik dan jauh dari perusuh itu .. hhuhuu ciiaoo ciiao semangat untuk makan malamnya sulli .. kkekeke

  8. Wedeeeehh choi minho mulai melebarkan sayapnya nih buat menggaet hati sulli yipiii wkwk udah sul gausah terlalu berfikiran yg anaeh aneh, jalanin aja dulu ntr juga tau gimana minho yg sesungguhnya haha 😀

  9. Minho oppa pnsaran bngt y sm masa lalu ny ssul eonn..
    Mingpa ngjak ssul eon bnran buat ngmongin krjaan eon.?? Atau mw PDKT.??
    Huh.. Lg asik2 bca, eh tbc, bkin pnsaran sm next chap ny..

    Lnjt eon..

  10. Minppa mau ngasih pkerjaan apa buat sulleon…???

    Minppa pnya rhasia yg tdk di ketahui oleh siapapun apa itu…???
    Penasaran… Next eonni…

  11. Ada apa dgn minho knp dia memberi pekerjaan pd sulli??? Apakah sulli akan dipecat atas pernyataan yg diserahkan pd minho, lihat aja nanti apa yg akan diperbuat minho utk sulli positif aja apa yg dilakukan oleh minho utk sulli, next thor

  12. Aiiisshh…eon din aku baru baca hahhaa
    kenapa kenapa kenapa itu si tbc muncul..kan makan malemnya belom…huuhuu ciyeee ssul cantik banget sumpah dehh…haha 🙂
    minho oppa sok” puitis atau mau ngerayu ssul doank tuh hahaha pantes aja wanita” cantik pada gak nolak orang dianya bisa sepuitis itu hohohoo..
    ssul fighting makan malamnya hehehe
    eon din hwaiting juga yaaa… 🙂 😀 next next hehe

  13. Senyum pepsodent tuh Ming sampe berkilau gitu 😀
    Uhuii, sebenarnya apa rencana Ming untuk Ssul yah? Saeng lanjut yah ke nextnya eon ^^

  14. sulli kok tegang banet ya? inikan hanya makan malam untuk membahas pekerjaan? apa yg kau takutkan sulli? semoga saja minho memberikan pekerjaan yg lebih baik dari sekarang dan tidak satu kantor dengan sang chu

  15. Makan malam yah?
    Ummm… Minho sok puitis
    padahal ia cuman ingin menguak semua tentang kepribadian Sulli.
    Dasar playboy cap kodok !
    Sulli… Kau jangan sampai luluh oleh perkataanya? pertahankan komitmen mu !!!

  16. Uwwaa Daebakk (y) Ff ini panjang amat,but I like that 😀 .
    Aduhh kk Ssul ini kesempatan emas bisa dkat dgn orng jutawan plus ganteng :D. Datng aj yahh eonni..!! Btw si minong ngajk k Ssul makn mw ap?? Bhas pekerjaan atw sdhh mw ngelamar..??? Ckckckkc Next…!!!?

  17. Semoga sulli teerbebas dari sentuhan sangchu(?) T..T
    minhoo oppa pasti punya aalasan sendiri ngajak sulli dinner.. Oia eooni typo masih ada tuh hihi mian sok kritis 😀

  18. Ga nyangka seorang bang minho.disini jadi laki paling sweet haha…ampek bikin sist sulli merinding sama perkatannya bang minhoo..lanjut part selanjuynya..penasaran…

  19. wauuuu santai sulli apapun yang kamu kenakan pasti terlihat cantik kok 🙂
    wah….wah…. ada apa dengan ming oppa dia terlihat mencurigakan. hihihihi

  20. waaah, penasaran sbnrnya eon gimana latar blkg keduanya sama keluarga mereka sblm mereka menjadi org yg skrg, sepertinya byk hal misterius yg trjdi di masa lalu.
    eciee ssul eonni dandan, cantik sudaaah wkwk
    keep writing for author eonni 😀

  21. Oh no…kenapa tiba” tbc…kan baru seru”nyaa chingu… wah.. sulli mungkin terlihat cantik dan anggun… wah makin penasaran sama jalan ceritanya nih…

  22. Modus bertebaran…eciieehh 😀 😀
    Kyyyaaa…Sulli cantik bangetttt…selalu!!!
    Siap”kena serangan jantung lu Minho 😛 😛

  23. Sulli mau kencan dengan minho aja ribetnya minta ampun..kalo saya diposisinya bisa megap2 saat diajak makan malam hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s