FEAR – 9

fear2

Judul    :  FEAR

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Lee Sang Chu

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance,Sad

Setiap orang memiliki dua sisi yang berbeda dalam dirinya, karena itulah yang disebut keseimbangan hidup. Sisi mana yang akan diperlihatkan kepada dunia, itulah kepribadian 🙂

9 Dua Sisi Choi Minho

Seorang  penjaga apartemen yang berperawakan agak gemuk langsung berdiri begitu Choi Minho masuk ke teras gedung, dengan membawa koper-koper Sulli. Dari percakapan mereka, Sulli bisa menyimpulkan bahwa Choi Minho sedah dikenal baik di situ. Sulli terkejut ketika dengan lembut tangan Minho melingkar di pundaknya.

“ Dan ini adalah nona Choi Sulli, Sandong.”

Sulli membungkukkan badannya untuk membalas sapaan hangat lelaki tersebut, Minho tersenyum lebar

“Sandong adalah pengawas apartemen di sini, bergantian dengan temannya Yireum. Kau bisa meminta bantuannya apabila ada sesuatu yang ingin diketahui tentang apartemen ini atau beberapa hal tentang Jeju.” Tambah Minho, menjelaskan kepada wanita di sisinya.

“Benar, nona Choi… saya siap melayani anda.” Kata lelaki berpipi chubby tersebut, suaranya terdengar ramah.

“Terimakasih.” Balas Sulli.

Lift membawa mereka ke lantai tiga dan Choi Minho menolak bantuan Sandong untuk membawakan koper-kopernya. Mereka berdua melangkah keluar dari lift. Sulli takjub karena ia langsung disambut oleh hamparan karpet tebal yang membentang sepajang koridor apartemen. Wangi bunga yang samar-samar memberi kesan kehangatan ke dalam dadanya. Choi Minho dengan langkah lebar menuju pintu paling ujung sebelah kanan. Di situ ia meletakkan kopor-kopornya, kemudian mengeluarkan sejumlah kunci yang diikat dengan benang katun, dari dalam saku jaketnya.  Dengan senyum tertahan, ia menyerahkan kunci-kunci tersebut kepada Sulli.

“ Rumah barumu di Jeju, nona Sulli. Ini adalah pintu depan yang akan mengantarmu pada apartemenmu, kurasa kau yang harus menerima kehormatan untuk membukanya.”

Sulli menerimanya dengan berdebar, “Terimakasih.” Katanya

Sulli menahan nafas ketika pintu tersebut terbuka. Ia mendapati dirinya melangkah ke sebuah lorong kecil dengan karpet berwarna coklat kayu yang bersih. Lorong tersebut membawanya  langsung pada ruang duduk paling indah yang pernah dilihatnya. Ukuran ruangannya tidak terlalu luas, tetapi semua yang ada di dalamnya sangat pas proporsinya. Paduan warna lembut dan hangat dipadukan bersamaan, perabotan simpel ditata sedemikian rupa hingga meninggalkan kesan elegan. Dua buah jendela kaca yang cukup besar  dan tingginya hampir mencapai langit-langit, menjadi pembatas antara bagian dalam apartemen dengan balkon. Keberadaan jendela kaca membuat pencahayaan yang masuk ke dalam ruangan apartemen cukup maksimal, sehingga kesan fresh meniadakan kesan muram yang biasanya ada di beberapa apartemen yang pernah dimasukinya.

Dalam ruangan duduk itu terdapat sebuah meja dan rak buku yang dicat dengan warna pastel. Tirai-tirai dari kain tipis menjuntai sampai ke lantai, yang bergoyang lembut ketika angin menerobos masuk melalui jendela yang sedikit terbuka. Warna tirainya senada dengan warna sofa berukuran sedang yang ditempatkan berpasangan dengan dua kursi kayu yang joknya dilapisi kain katun berwarna gading. Ada sebuah televisi berukuran cukup besar di salah satu sisi. Dangan sebuah karpet tebal berwarna orange polos di depannya. Tiga buah bantal besar ditata bertumpuk di atas karpet tersebut.

Dari tempatnya berdiri Sulli bisa melihat ada meja makan dengan dua buah kursi metal yang ramping. Ruang makan tersebut langsung berbatasan dengan dapur yang bersih dan mengkilat. Sebuah  rak kayu panjang setinggi pinggang menjadi sekat pembatas antara ruang duduk dengan dapur.  Ada sebuah vas bunga dengan memajang sejumlah bunga Canola yang berwarna kuning cerah di atasnya.

Dengan menahan nafas Sulli melangkah menuju balkon. Rupanya jendela kaca itu berfungsi sebagai pintu pembatas yang digerakkan dengan cara menggesernya. Sulli melihat balkonnya sangat nyaman, menghadap ke arah timur. Dari sana ia bisa melihat pemandangan ke tengah kota, dan bila ia mengangkat kepalanya sedikit maka matanya akan melihat garis biru pantai dari kejauhan. Dua buah kursi metal  ditempatkan di balkon, mungkin bisa dijadikan tempat untuk bersantai  atau tempat untuk mengobrol sambil minum teh di sore hari. Beberapa pot dari tanah liat di tempatkan di sudut balkon.

Dari sana Sulli melangkah menuju pintu yang menuju kamar mandi, dan sebuah pintu lain yang menghubungkannya dengan kamar tidur. Kedua ruangan tersebut hampir menyerupai ruang duduknya. Sama menawannya…sama sederhananya. Kesederhanaan yang mewah.

Choi Minho yang sejak masuk memposisikan dirinya dengan bersandar pada dinding ruang duduk, mengamati Sulli yang bergerak menjelajahi apartemennya. Tangannya terlipat di dadanya, sementara matanya tidak lepas dari wajah Sulli. Ia melihat muka Sulli yang putih bercahaya, memperlihatkan ketertarikan yang membuat hatinya hangat. Ternyata sangat mudah membuat wanita cantik ini gembira. Dan ia puas dengan pilihannya bila memang apa yang dipilihnya disukai wanita ini.

“Well ? apakah kau suka ??” suaranya terdengar malas, tatapannya menunggu jawaban Sulli.

“Siapa yang tidak akan suka ?” kata Sulli tercengang, “ Saat kau mengatakan perusahaan akan menyewakan apartemen sementara selama tiga bulan masa percobaan… sejujurnya, aku tidak berfikir akan mendapatkan sesuatu yang istimewa seperti ini. Tentunya semua ini menghabiskan cost yang tinggi.”

Choi Minho menunduk, matanya melihat ujung sepatunya yang bergerak mengetuk-ngetuk lantai. Sementara otaknya berputar untuk menimbang-nimbang jawabannya.

Minho Pov.

Apartemen ini memang dua dari beberapa apartemen terbaik di Jeju. Untuk mendapatkannya, aku harus menyimpan sejumlah jaminan sebagai pengikat. Sulli kubawa dari Seoul ke Jeju untuk kujadikan bagian anggota tim yang akan ikut menentukan masa depan perusahaan. Maka sebuah apartemen yang memfasilitasinya haruslah tempat yang tidak akan menimbulkan penolakan dalam dirinya. Dan untuk nilai perusahaan yang kurintis dari nol… ini merupakan hal yang wajar. Dia harus mendapat yang terbaik untuk memberikan yang terbaik pula. Dan tampaknya pilihanku bekerja dengan baik. Aku juga pernah melakukan hal yang sama buat Key dan Amber, ketika mereka pertama kali menginjakkan kaki di Jeju 4 tahun yang lalu.

Lagipula, Sulli adalah orang asing di Jeju ini. Ia tak mengenal tiap sudut kota Jeju dengan baik. Aku ingin ia bisa berada di tempat yang aman dan terjamin…juga menyenangkan. Setidaknya tiga  bulan ke depan ia adalah tanggung jawabku sebagai pemilik perusahaan yang mempekerjakannya. Memang apartemen yang seperti ini merupakan barang langka di jeju. Dan seperti yang diduga Sulli, ini memang menghabiskan cost yang tinggi. Aku sudah memperhitungkannya dari awal, dan aku sudah mengetahui dengan pasti berapa cost yang harus disediakan untuk itu, karena aku sendiri memiliki penthouse yang terletak di bangunan teratas apartemen ini. Aku tahu bagaimana cara kerja sistem keamanan di sini, hingga sementara aku berkeliling dan harus meninggalkan Jeju, pikiranku tidak akan dipusingkan dengan keselamatan Sulli di Jeju.

End of Pov

Sulli berdiri dengan gelisah, menunggu. Matanya diam-diam mempelajari sosok tinggi yang kini sedang menunduk.

“ Alis mata  lelaki ini memang sangat tebal.”

Pikir Sulli, saat  ia mendapatkan kesempatan untuk memperhatikannya dengan seksama.  Choi Minho yang memposisikan badannya seperti itu memperlihatkan garis-garis otot dadanya yang tegas membayang di balik kemeja  yang melekat sempurna di tubuhnya. Otot lengannya juga terlihat jelas, melambangkan pribadi yang senang bekerja keras…atau tipikal manusia yang tidak bisa duduk santai. Sosok yang kuat dan kokoh, tak memperlihatkan sedikitpun sisi lemah dalam dirinya…jika itu ada. Dan Sulli meragukan apakah Choi Mino memiliki sisi lemah dalam dirinya.

“ Choi Minho adalah sosok maskulin sekaligus mengancam, yang baru pertama kali ini kutemui. Dia kuat dan menariik, dan sialnya dia menyadarinya. Hingga bisa menggunakan kedua hal tesebut untuk memanipulasi wanita di sekitarnya.” Kecam Sulli di hatinya.

Choi Minho mengangkat wajahnya dan mendapati Sulli yang sedang mengamatinya dengan menilai. Ia juga melihat bagaimana kekagetan memancar di matanya… di bibirnya yang sedikit terbuka, sebelum kemudian wanita itu memalingkan pandangannya ke arah jendela.

“ Cost yang cukup tinggi ?” Choi Minho mengulang ucapan Sulli tadi. Suaranya terdengar sangat hati-hati,” Uang itu relatif, kurasa. Kita tahu, tempat yang murah sering mendatangkan banyak masalah. Dan bila hal itu terjadi, pada akhirnya akan membutuhkan biaya yang sangat mahal, bukankah begitu ?”

Sulli bergerak dan kini tubuh dan wajahnya menghadap Choi Minho seratus persen.

“Aku tahu keamanan yang bekerja di apartemen ini dengan baik. Di sini semua dijaga dengan ketat.  Hanya ada satu pintu gerbang yang dikontrol dari ruang keamanan selama 24 jam penuh. Para penghuni masing-masing punya kunci lobi depan, tentu saja, tetapi Sandong mengawasi semua operasi keamanan di sini melalui CCTV dan program berita kunjungan, sehingga tidak setiap orang punya akses langsung ke dalam gedung. Well, ini memang aturan yang ketat dan mungkin kurang menguntungkan di satu sisi. Tetapi pada masa sekarang, hal ini kadang-kadang diperlukan.”

Sulli menatap Minho dengan skeptis

“Menguntungkan untuk seorang Choi Sulli ? Tentu tidak, tetapi mungkin ya untuk seorang selebriti atau politisi. Aku bukan orang penting dan tak ada siapapun yang akan datang mengusik kehidupanku. Jadi sistem keamanan yang mahal ini sesungguhnya sangat sia-sia buatku.” Pikir Sulli.

“Tetapi kau tadi bisa masuk begitu saja melalui gerbang itu.”

“Oh….Sandong melihatku datang dan membuka pintu gerbang secara otomatis.” Jawab Minho lancar,” Karena itu aku tidak perlu menggunakan kuncimu…. atau kunciku.”

Choi Minho menatap wanita di hadapannya dengan mata disipitkan.

Minho Pov.

Dari  tempatku berdiri sekarang, Sulli benar-benar seperti patung lilin yang kulitnya memantulkan cahaya. Berkilat dan licin. Perjalanan yang cukup lama membuat penampilannya tidak serapih biasanya. Rambutnya yang sebahu agak sedikit kusut, bahkan kulihat butiran keringat di batas pelipis dan rambutnya. Lehernya yang panjang terlihat anggun menopang kepalanya. Beberapa detik diperlukannya untuk mencerna ucapanku, dan aku melihat perubahan yang kentara pada matanya yang melebar.

“Kuncimu…?”

Kulihat mulutnya bergetar dan siap melemparkan kata-kata susulan seperti biasanya. Sebelum dia mengatakan apapun yang bisa membuat suasana hatiku rusak, aku segera membungkamnya . Ia tampak marah dan siap meledakkan amarahnya setiap saat.

End of Pov

“ Ya Sulli, aku memiliki kunci untuk apartemenku seperti penghuni lainnya di sini.”  Suaranya terdengar tenang dan terkontrol.

Choi Minho bergerak ke arah jendela kaca, melayangkan tatapannya ke luar jendela sebelum akhirnya berbalik dan menatap Sulli lagi.

“Aku adalah pemilik  apartemen yang terletak di lantai paling atas gedung ini. Aku pernah memberikan kartu namaku kepadamu dan kau bisa melihat nama apartemen ini tertera di situ. Karena aku penghuni di sini, aku bisa mengetahui ketika ada sebuah gedung apartemen yang kosong karena penghuninya pindah. Dan ketika itu terjadi, saatnya bersamaan dengan persetujuanmu untuk mengambil pekerjaan yang kutawarkan. Dengan menyewa apartemen ini untukmu, setidaknya sekretarisku terselamatkan dari kerepotan untuk mencari apartemen yang layak untukmu di Jeju. Dan yang menjadi pertimbanganku adalah letak apartemen cukup dekat dengan kantor, sehingga kau bisa menghemat banyak waktumu.”

Sulli mengepalkan tangannya diam-diam. Entah kenapa ia mencium suatu rencana busuk dibalik pengaturan ini. Rasa takjubnya akan rumah barunya sedikit tercemarkan dengan kenyataan pahit bahwa Choi Minho menempatkannya di apartemen yang sama dengannya. Apa maksud semua pengaturan ini ? Akhirnya dengan nada yang sedikit meninggi, ia berkata

“Maaf Tn. Choi, apakah  kau sudah mempertimbangkan bagaimana pandangan orang lain terhadap masalah ini ?”

“ Orang lain ?”

Ekspresi wajah Minho dan nada suaranya menyiratkan bahwa ia tak memahami maksud Sulli.

“ Ya, orang lain.” Sulli menegaskan

“ Brengsek ! Kau pasti tahu apa maksud perkataanku Choi Minho ! Jangan berlagak bodoh begitu !!”

“ Orang-orang di luar sana sangat pintar menghubung-hubungkan satu hal dengan hal lain….”

“Terutama kalau itu menyangkut manusia sepertimu, Choi Minho.” Batinnya menambahkan

“…Dan akhirnya mereka akan befikir macam-macam. Kau membawaku ke sini dari Seoul, lalu menempatkanku di apartemen yang sama denganmu. Mereka mungkin bisa salah paham.”

Matanya yang menyipit menyiratkan suatu emosi yang kurang menyenangkan di hati Sulli, tetapi ia tak tahu apakah itu.

“Kau punya punya pintu depan sendiri, aku juga punya kunci pintu depan sendiri. Bagaimana orang bisa salah menanggapi hal ini ? Mereka tahu kita tidak tinggal dalam satu ruangan, bukan ?”

Sulli memandang Choi Minho dengan tidak percaya. Seandainya pria ini bisa hidup sampai usia 27 tahun tanpa mengetahui jawaban atas pertanyaan yang dilemparkannya, maka Sulli sangat yakin kalau dirinya termasuk orang yang kepekaan sosialnya lebih tinggi satu level dibanding bosnya sendiri.

“Orang-orang bergosip.” Kata Sulli dengan nada kering,” Tidak ada yang lebih mereka sukai selain dari gosip yang panas…yang seru untuk diperbincangkan.”

Alis Choi Minho melengkung,” Kukira itu bukan pengalamanmu saat bekerja di CMTI Seoul, bukan ?  Aku sering mendengar kantin adalah tempat paling menyenangkan untuk bergosip…” Sindir Minho dengan senyum geli, membuat Sulli ingin meninju wajahnya seketika itu.

Pria ini tidak mengenalnya dengan baik, tentu ia tidak tahu kalau dirinya bukan termasuk wanita-wanita yang akan melontarkan seribu kata apabila sebuah gosip muncul.

“ Mungkin benar orang suka bergosip. Tetapi tidak tentang diriku,Sulli.”

Dalam sekejap sikap akrab, ramah, lembut yang tadi ditampilkan Minho lenyap. Kini ia menjelma menjadi sosok yang menakutkan. Ia membungkukkan sedikit badannya, mukanya condong ke arah Sulli sehingga matanya kini sejajar  dengan mata Sulli.

“ Tidak jika mereka mempertimbangkan kesejahteraan mereka.” Katanya dengan kalimat yang jelas dan tajam, membuat Sulli merinding.

“Tidak jika di depanmu ! “ Kecam Sulli, “ Tapi bisa kupastikan mereka memang melakukannya.”

Ia berusaha mengurangi efek yang ditimbulkan Minho tadi, tetapi hatinya tahu sekali apa yang diucapkannya adalah kenyataan yang terjadi di setiap tempat kerja. Juga di CMTI…dan gosip tentang Choi Minho , CEO playboy, adalah gosip yang paling disukai para wanita yang bekerja di sana. Termasuk Suzy dan nyonya Park.

“ Dan kalau orang-orang malang tanpa nama itu  membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran mereka dengan bergunjing tentang diriku…. apakah itu mengganggumu ?”

Sulli terkejut, tak percaya dengan apa yang telah di dengarnya. Apa maksudnya kalau dirinya akan terganggu karena orang menggosipkan Choi Minho… tentu omong kosong yang konyol ! Ia akan peduli jika gosip itu menyangkut-nyangkut dirinya…bukan Choi Minho !!

“Bukan itu masalahnya ….!” bantah Sulli.

Ia akan melanjutkan kata-katanya untuk menjelaskan, ketika Choi Minho kembali mendekatkan wajahnya sampai ia menarik diri dengan terkejut.

“”Memang itu masalahnya !” kata Minho, bibirnya merapat seperti menahan kekesalannya.

Choi Minho kembali menegakkan tubuhnya, menatap kemarahan Sulli dengan wajah datar.

“Dan terus terang, aku percaya…. gadis yang telah berani melawan Sang chu, dan juga bersiap-siap melawanku…. pasti bisa menghancurkan ocehan dan gunjingan apapun, dengan sebuah senyuman yang manis.”

Suaranya berubah hangat dan lembut, membingungkan Sulli.

“ Lihat saja dirimu sekarang, manis…” alisnya terangkat sedikit, “ Kau tampak sangat menakutkan….”

Sulli terperangah, kehilangan kata-kata. Perubahan yang terjadi pada pria ini membuatnya tidak siap dan bingung.  Dengan senyum lembut dan kata-kata yang menghanyutkan….

“Tidak !! Aku tak boleh terbujuk oleh rayuannya ! Aku harus bisa melampaui ujian ini !!” batin Sulli.

“ Aku…aku hanya tidak berpikir kalau….”

“ Bagus ! Kau jangan memikirkannya…biarkan aku yang berpikir !” potong Minho cepat

“ Memang kau tahu apa yang ada dalam pikiranku ? Beraninya kau memotong kata-kataku dan tak membiarkan aku mengatakan pendapatku sendiri !”

Kemarahan Sulli sepertinya terbaca dengan baik oleh Choi Minho, sehingga tanpa memberinya kesempatan untuk bicara lagi , ia langsung menggamit sikut Sulli.

“Kita akan membicarakannya sambil makan siang, ya ! Aku sangat kelaparan. Umm apakah kau mau menyegarkan badanmu sedikit ?”

Sulli Pov.

Kulihat wajah tampan itu berubah seperti wajah anak kecil yang merajuk. Aegyo…. ?? Omona !! Seorang Choi Minho bisa beraegyo seperti ini ?

Jantungku tiba-tiba berdenyut dengan cepat, mungkin kecepatannya menandingi kecepatan perubahan membingungkan yang dilakukan Choi Minho . Tetapi melihat ekspresinya sekarang, aku benar-benar tak percaya seorang lelaki keras dan maskulin sepertinya bisa melakukan itu.

Kejutan. Kejutan. Dan kejutan !!

Sempurna …. itulah yang kuhadapi sejak bersamanya, dimulai dari kedatangannya ke Bandara sampai detik sekarang. Begitu banyak kejutan yang muncul dan membuatku tak bisa berfikir dan memprosesnya dalam otakku.

Tetapi apapun maksudmu, tuan Choi…jangan harap aku akan jatuh pada kesan-kesan manis yang kau perlihatkan kepadaku. Hidupku dan perjuanganku selama ini telah memberikan banyak pelajaran untuk tak mempercayai manusia sepertimu. Manusia yang pandai memanipulasi orang. Yang hanya mau kehendaknya saja yang diikuti. Mungkin menolak makan siang dengannya akan menjadi pukulan kemenangan untukku

End of Pov

Baru saja Sulli menarik nafas sambil berusaha melepaskan pegangannya. Ia tak mau dijadikan obyek yang harus menurut saja, Choi Minho perlu tahu dirinya bukan manusia semacam itu.

“ Please Sulli…”

Sulli tertegun, semua yang akan diucapkannya menguap begitu saja. Ia terpesona dengan apa yang baru didengarnya. Mengapa Choi Minho melakukan itu ? Berbicara dengan suara sedikit serak dan hangat .. yang di telinganya  lebih terdengar  menyedihkan daripada  merayu. Apapun yang dimaksudkan lelaki ini, Sulli menyadari sekali kalau dia terpengaruh oleh caranya berkata.

“Baiklah, aku tidak akan lama.” Kata Sulli tenang , cenderung datar ,” dan kita pasti akan membahas masalah ini lebih jauh lagi sambil makan siang.”

“Tentu saja.” Kata Minho sambil duduk di sofa, matanya terlihat melembut,” Makanan yang enak akan selalu membuat orang bisa berpikir lebih baik .”

Sulli pergi ke kamar mandi dan menutup pintu dengan agak keras, sebetulnya ia jengkel pada dirinya sendiri yang menurut begitu saja pada semua yang dikatakan Minho.

“Tentu saja, karena aku di sini adalah bawahannya, bukan ?” umpat Sulli dengan kesal pada bayangannya di cermin.

“Atau memang lelaki itu punya bakat sebagai buldoser yang menggerus siapa saja di hadapannya yang berani menentang atau melawan perintahnya !” tambahnya lagi.

Mereka makan siang di sebuah restoran kecil yang dibangun di antara apartemen dan perkantoran. Letak restorannya agak menjorok ke dalam, dengan sekelilingnya memakai dinding kaca.  Mejanya tidak begitu besar, dan mereka menggunakan perabotan hampir 75 % dari kayu. Suasana yang hangat dan sambutan pemilik restoran yang ramah membuat Sulli bisa menikmati makan siangnya. Apalagi selama makan Minho memperlakukannya dengan baik….sangat sangat baik malahan.

Sulli tidak tahu, apakah cara Minho memperlakukan semua karyawannya seperti itu ?

Ia tidak tahu apakah cara atasan memperlakukan bawahan di Jeju berbeda dengan di Seoul…yang memperlihatkan sekali jurang pemisah atasan-bawahan. Yang dilakukan Minho sangat berbeda…mungkin agak bertolak belakang dengan karakter  beberapa atasan yang pernah dihadapinya. Minho terlihat lebih memperlakukannya seperti rekan yang setara dengannya.

Selama makan Sulli melihat sosok Choi Minho yang penuh kejutan. Berkali-kali ia melemparkan gurauan yang membuat Sulli tak bisa menyembunyikan senyumnya. Kemudian ia juga banyak bercerita tentang tugas-tugas yang harus dikerjakan Sulli dalam perusahaannya.

Otomatis, pembicaraan tentang gosip yang ditakutkan Sulli, tak pernah disinggung-singgung dalam percakapan itu. Dan anehnya Sulli merasa tidak keberatan dengan hal itu.

Ya, tentu saja… karena yang dia lihat di hadapannya adalah sosok seorang bos yang berusaha menjelaskan secara detail kepada bawahannya tentang apa yang harus dan tidak harus dikerjakan. Cara menjelaskan sangat menarik dan membuat Sulli tidak mampu berkata apapun selain mendengarnya dengan  terkagum-kagum.

Ada dua hal yang disimpulkan Sulli dari Choi Minho. Pertama, Choi Minho itu lembut dan penuh humor… satu hal yang tidak disadarinya  sewaktu di Seoul. Dan kedua, Choi Minho itu sangat menarik… sesuatu yang disadarinya sejak di Seoul.

=========TBC=========

Terimakasih atas apresiasi semuanya… 😀

Karena sudah lewat dari 50 komentar, eonni posting lagi…mumpung internetnya lancar…. 😀

Selamat berjuang buat yang besok dapat ujian ! SEMANGAT !!

Advertisements

97 thoughts on “FEAR – 9

  1. Kyaaa minho modus itu mah, bikin satu apartment sma sulli \(´▽`)/ ,, duuh sullinya tuh kepengaruh gosip ttg minho deh yg playboy, jadinya sulli udah takut duluan sbelum kenal minho lbih jauh, tapi lucu sih mereka, wkwkkw minho juga bsa tau kalo sulli tkut sbnernya mungkin. Akhirnya gak nolak makan siang sma minho. Hmmm semoga minho gak ada niat apapun nih ya sma sulli 😀

  2. udah lama banget aku gak buka blog cuma FB 😦
    karena blog kalau dibuka eror maaf ya eonn 😦

    tapi aku usahain deh kalau udah selesai UN aku masih ada 2 minggu lagi nih aku nya huhuh 😦

    Minho punya dua kepribadian, masa sih kalau Minho oppa playboy kok gak kelihatan ya hahaha
    cieee Sulli eonni deg degan setiap deket sama Minho oppa

    terus aku ngakak waktu di part 8 Minho oppa geram sama Sulli gara2 gak bisa duduk dengan santai hahah
    Minho oppa sabar banget ya ngadepin Sulli eonni yang dingin…..

    coba dulu ayah tirinya gak ngasih pengalaman buruk pada Sulli eonni, pasti Sulli eonni jadi cewe yang manis, lucu, gak dingin
    tapi kan ini cuma cerita ya hahaha

    pokoknya Joosss banget deh eonni maaf ya belum bisa koment semua part 😦

    nexxt eonni :d lav uuu suka banget sama FF nya eonni ❤ 🙂

    😉 next next next ditunggu2 😀 😛

  3. Sulli eonni jangan galak galak dong sama minho oppa
    Minho oppa kan juga ikut emosi
    Semoga aja hubungan sulli eonni dan minho oppa bertambah baik

    Penasaran sama part selanjutnya
    Ditunggu ya thor
    Gomawo ^o^

  4. Ssul eonni galak bner sm minho oppa,,
    Ksian tau minho oppa ny, pdhal kn udh baik gt, wlwpn trbilang *modus sih..
    Dua sisi dr minho oppa yg brbeda namun msh positif..
    Owh semangat oppa, smga dpet ap yg kmu mw (?)

    Lnjt eonni.. fighting.. 🙂

  5. hadduhh tegang amat, sulli berani amat ya sama minho .. bagus-bagus ssul jangan mau kalah sama minho .. hhahahaha .. waahh tapi ternyata sulli luluh juga sama permintaan minho ..kekkee

  6. hahahahah lucu deh ming oppa mikir mau ngomong apa sampe nundukk ….. lucu .. eonn din mian baru read lagi ff ini … aku gk sempet krna kesibukan ku

  7. Wohooo 😀
    ssul mantep bgt nih di kasih fasilitas yg luar biasa hahahhaa
    1 apartemen lg sm ming, tiap hari bisa ketemu nihh..
    next eon(y)

  8. Minhoo berubah ubah kyak bunglon buat sulli bingung sbenarnya ni cowok kepribadiannya berapa? Hahaha

    Minhoo baik bnget ih ngasih sulli apartemen berkelas.. Padahal kan kalau di pikir jabatan sulli jauhhhhhhhhhhhhh bnget dari minhoo.. Knapa minhoo perlakuin sulli segtu baek nya.. Tapi masalahnya samapai sekarang iyalah TRAUMA SULLI DENGAN LAKI LAKI. Smoga minhoo bawa perubahan pada pandangan sulli tentang laki laki..

    Love Minsul!!
    Semangat Eooni Lanjutannya! Semangat Semangat Semangat!!!!

  9. wauuuuuu daebak unnie……..
    inspiratif :* hihihihi
    seneng banget sama karakter yang diberikan 🙂
    semoga sulli bisa terbuka sedikit hatinya sama ming oppa 🙂 tapi banyak juga g p” kok xixixixi, selamat berjuang melanjutkan ya unnie…. fighting 🙂 🙂

  10. wahhhh minho baek amat ma sulli …. dikasih apartemen berkelas gitu … kkkekkek ;D
    sulli jangan galak2 dong ma minhonya kasian tuh minho =D =D
    lanjutt thor … keep writing ^^

  11. Ming aegyi?!>.< omooo too cuteee pasti!!!

    Lols sseol onnie abis ngumpat si ming terus klepek2 wakwak gimana si 😮

    Oiya semoga cepet jadian ming cepet tau alesan sseol onnie alergi namja(?) terus jikah! Yee xD

  12. Ming oppa satu apartemen sp sull gimna sull gk curiga…
    Sull eonii keras kepala juga untung ming masih mau bersabar….

  13. choi minho orang yg penuh kejutan..
    Sulli sudah terpesona akan karisma seorang choi minho.
    Ternyata choi minho berbeda seperti yg sulli dengar selama ini, yg dia kira minho playboy tpi ternyata tidak.
    Apalagi yg kejutan yg akan sulli terima dari minho dan membuatnya terpesona.?
    Lanjut min.

  14. sumpah deh ya minho ni bener2 ga bisa ditebak. kadang perubahan sikapnya mendadak bikin sulli speechless hahaha.
    sebenernya minho ni cuma penasaran sm sulli atau emang udah beneran jatuh cinta? kkkk~

  15. Haaah…
    Akhirnya bisa baca ff lagi meskipun UN masih tinggal 2 hari lagi tapi udah kangen baca fear hehe gpp kn eon. Ciee sulli udah mulai tertarik sama minho tapi tetep aja terlalu peduli ama perkataan orang lain tentang minho hmmm… 😦 maaf late comment eon 😀

  16. cieee…sulli mulai tertarik sama minho ^^ tadinya dia masih ngira minho itu orang jahat, playboy tapi abis minho aegyo langsung berubah, hahaha ^^

  17. Uh ketinggal 2 ff huhu , sebenrnya kmren mau baca eon berhubung capek langsung ketiduran deh 😦 mian ne eon hehe
    oh yaampun minho kau berada di apartemen yang sma dengan sulli , kau baik sekali haha 😀 kau ingin selalu dekat dengan sulli eoh ? Sebentar lagi kau akan jatuh cinta sma sulli wkwkwk , minho emng manis sull klo nglakuin aegyo :p dia termanis deh pokoknya keke

  18. choi minho benar” penuh kejutan, mulai dari jemput sulli di bandara, nganterin sampe’ apartemen terus pilihin apartemen sendiri buat sulli dan yg lebih istimewa mereka berada di satu apartemen yg sama. semua yg dilakukannya itu demi keselamatan sulli. so sweet banget…!!! bener” pria yg bertanggung jawab . tapi disini aku belum tahu sisi playboy nya si minho?mungkin belum saatnya kalie nunjukin sisi playboy nya .

  19. Krna Udh ngwas UN jd gk prnah updte..hii
    Apa kek hub.ny? #lol 😛
    Wuaahh…daebak, membyangkn aprtemenny saengi..beruntung bnget yaa dperdperlkukan bgtu sm atsnny,, ya iyyalah secara ntu atsan ada udang dibalik batu 😀
    Tuh kan benaar…Ming oppa kpribdianny sulit dtebak, bs brubah sktika
    Saengi aj bngung.. Hee
    Mskpun saengi kaku dan keras gtu, tpi luluh jg sjgm ming oppa..
    Siapa yg gk luluh kalo oppa beragyeo bgtu,, pstiny menggemaskn sekaliii ^^
    Dua sisi berbeda dr seorang choi minho mnrut saengi sulli…
    Lucu dn pnuh humor serta menarik,,,
    apkah pnilaianny itu akn tetap at brubah seiring kbrsmaan dn kdektnny dgn atsnny itu ¿ apkah saengi akn mrsa nyaman dn betah di jeju dmna saengi akn sllu dkt dn ktmu dgn ming oppa ?
    #molla…
    Next eon,,,, ^^

  20. Bang ming kyaknya punya kepribadian ganda deh,kdang manis tiba2 mnakutkan :(:(:(
    sulli udah mulai bisa nrima minho kyaknya nih,alasan aja luh bang bilang klw sulli tinggal diapartemen itu biar kslamatan sulli aman pdhal kan luh pengen dket2 dia mulu #Heh Modus luh

  21. akhirnyaaaa,, bisa bc ff setelah UN … jujur kangen bgt,, nahan2 ampe 2 minggu,,, eheheh minta doanya juga ya eon, semoga hasilnya bagus,, wah ternyata aku ketinggalan banyak, seruuu bgt,, minho karakternya menarik ngt bikin melting,, oh aku mau bc pert selanjutny dulu ya eon,, hehe fighting

  22. hmm, baik minho atopun sulli sama2 orang yg mudah tersulut emosinya. Bisakah mereka berdua menjadi lbh santai dan akrab hehe
    fighting eonni 😉

  23. Minho memperlakukan cewe lain kayak sulli ga ya?… Kalo iya, berarti sulli sama aja dong yah kayak cewe2 yg dikencanin(?) minho. Ya semoga sih engga><
    Ceritanya makin seruu, suka deh^^

  24. Makin serrruuuu.. 😉
    Ecciiieee…Si Minho pake acara ngegandeng” Sulli lagi…MODUS 😛 😛
    Sulli, spertinya kau sudah mulai tertari pda Minho..iyalah..siapapun itu bkalan jaguh hati sma Minho 😉

  25. terlihat minho mulai ingin mengendalikan sulli,, apartement di gedung yg sama,, minho harus berusaha keras nii untuk mengambil hati sulli,,smoga sulli cepat smbuh dr masa trauma masa lalu..pnasaran bgamna hari-hari sulli nanti di jeju..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s