HousE FoR saLe Part 11

Houseforsale.

Judul : House For Sale (English ver click)
Author : Dina Matahari
Genre : Romance, Sad
Main Cast : Choi Minho , Choi Sulli
Support Cast : Yoogeun, Kim Yo Jung, Lee Taemin, Choi Siwon, etc.

Dia mencintai rumah ini. Dia mencintai setiap bagian yang pernah mengisi hidupnya.
Appa, Umma, adiknya, kakaknya … dan Choi Minho!
“Maafkan aku, aku harus melakukan ini”
Choi Sulli menempel papan bertuliskan “FOR SALE” di halaman rumahnya.

.

Ada hal yang tak bisa dinilai dengan uang yang melekat pada sebuah benda, yaitu kenangan. Terkadang manusia menjadi sentimentil dengan kenangan tersebut, padahal sesungguhnya kenangan itu hidup dalam ingatan… bukan di tempat  lain.

11 : Jalan Menuju Masa Lalu

California, Amerika

Choi Siwon mengerutkan keningnya ketika ia membuka email di laptopnya. Ia sudah lama tidak membuka surat-surat yang masuk ke alamat emailnya. Kesibukannya membuatnya berkutat pada penjualan beberapa asset yang dimilikinya di California. Dan sekarang ia bisa bernafas lega karena Suho membantunya melanjutkan beberapa hal yang masih tertunda.

“ Omona !!”

Siwon berseru kaget saat melihat ada sekitar tujuh email yang masuk dari Choi Minjung. Satu persatu ia membaca isinya, dahinya berkerut kemudian senyum pahit terukir di wajahnya yang tampan.

“Ada apakah, sayang ?” Seohyun yang membawakan secangkir teh hangat melihat ke arahnya.

“ Minjung mengirim email demikian banyak. Sepertinya ini memang sudah saatnya untuk membuka kebenaran tentang Yoogeun. Honey, apakah kau tidak keberatan kalau akhirnya Yoogeun mengetahui bahwa akulah ayah kandungnya ?”

“Tentu, oppa. Yoogeun berhak tahu sejak dulu… kau seharusnya mengatakan hal ini sejak lama. Apakah ada sesuatu dengan Minjung, yang membuatnya ingin mengatakan itu pada Yoogeun. Dari apa yang kulihat, dia sangat menyayangi anak kita itu.”

“Minjung menyayangi Yoogeun melebihi rasa sayangnya pada diri sendiri. Donghae banyak bercerita tentang mereka. Kemudian Onew dan beberapa sahabat lamaku di Seoul juga mengatakan hal yang sama. Tetapi dari emailnya, aku merasa Minjung ingin pergi mencari saudaranya yang tertinggal di masa lalu. Dan ia takut sesuatu terjadi padanya, sehingga ia ingin memastikan bahwa Yoogeun sudah tahu siapa sebenarnya dia sebelum meninggalkannya.”

“Kita sudah sangat beruntung dengan memiliki Minjung dalam kehidupan kita……” jawab Seohyun setengah melamun. Pikirannya melayang pada peristiwa lama , sewaktu lelaki bernama Minjung itu pertama kali mendatangi rumahnya.

“Waktu pertama kali dia muncul, aku sudah merasa dia seorang lelaki yang bisa dipercaya. Dan, aku tak dapat membayangkan bagaimana hidup kita tanpa dirinya. Oppa, Minjung beberapa kali menyelematkanku dari situasi sulit ketika ayah dan ibumu memergoki aku yang memperlakukan Yoogeun dengan lebih. Kalau ada kesempatan menolongnya menemukan kerabatnya, aku ingin menolongnya.”

“Kita akan menolongnya….” Siwon memeluk isterinya dan tersenyum lembut,” Kau juga tidak tahu, Minjung yang membuatku menyadari betapa berharganya dirimu. Betapa kau memiliki segala yang diinginkan seorang pria… dan aku akan bodoh bila menyia-nyiakanmu, Ternyata apa yang dia katakan itu benar adanya.”

“Jadi apa rencanamu ?”

“ Kita akan kembali ke Korea. Anak-anak kita sudah bisa mandiri di sini. Mereka sudah lama tahu kalau mereka punya kakak laki-laki yang tinggal di Korea, jadi kita tidak perlu menjelaskan apapun lagi. Mungkin yang berat sekarang adalah bagaimana menjelaskan ini semua pada Yoogeun, tanpa harus membuatnya sedih dan putus asa. Aku akan meminta seseorang untuk melanjutkan apa yang telah kulakukan di sini, juga untuk mengawasi anak-anak. Kau mau ikut ?”

“Tentu saja, oppa…” mata Seohyun berkilat membayangkan hangatnya Seoul di bulan ini.

“ Dan…. kita bisa mengunjungi ayah dan ibumu di Jeju.”

“ Jinjja ?? Oppa, terimakasih…” air mata bahagia bergulir di pipinya.

Walaupun dulu kepergiannya dari pulau itu lebih karena keterpaksaan, sekarang ia tak pernah menyesalinya. Karena dia telah memasuki kehidupan yang nyaris sempurna. Choi Siwon walau saat menikah dengannya dengan terang-terangan mengatakan tidak mencintainya dan telah memiliki istri dan anak, pada kenyataannya adalah sahabat, suami dan ayah yang baik. Walaupun dulu dia setengah diusir dari rumah oleh ayahnya, pada kenyataannya 23 tahun mengarungi samudera… berpindah Negara … mengikuti perjalanan karir suaminya… tetap saja membuatnya tak pernah putus merindukan tanah kelahirannya.

“Kita berangkat besok dengan pesawat pertama.”

“Hem….baiklah, aku harus menyiapkan baju yang akan dibawa, kalau begitu.”

Seohyun kemudian melepaskan pelukan suaminya,” Kupikir ada beberapa benda yang harus kubawa untuk appa dan eomma… juga Sulli adikku. Aku sangat merindukan mereka….”

Seohyun berbalik kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk bebenah, sementara bibirnya terus mengoceh dan menceritakan masa lalunya di Jeju, yang ditinggalkannya begitu lama… setelah pernikahan yang dipaksakan ayahnya kepadanya. Tempat yang ditinggalkannya sejak saat itu, yang tak pernah didatanginya lagi…. kini serasa menari-nari di pelupuk matanya.

Seoul, Korea


Yoogeun memasukkan barang-barang yang selama ini selalu memunculkan kesedihan ayahnya, ke dalam rangsel. Pikirannya benar-benar kacau…. kesedihan, kekecewaan, kerinduan, dan rasa penasaran yang sama kuatnya berperang dalam dadanya. Ia akan menemukan jalan untuk menuju masa lalu ayahnya. Ia sudah menemukan titik terang dari beberapa kejadian beruntun yang dilihatnya hari itu. Dan sedikit keterangan dari paman Donghae, yang datang untuk merawat ayahnya sangat mengejutkan. Sepertinya paman Donghae tahu sesuatu, tetapi ketika didesaknya dia tak bersedia bercerita apapun. Tentu saja ini membuat jiwa kecilnya terusik. Rasa penasaran yang dia simpan selama bertahun-tahun tentang sikap janggal ayahnya…. hari ini memerlukan jawaban yang pasti. Dan ia tahu ke arah mana ia harus menuju.

Yoogeun memandang pigura foto ayahnya yang kini sedang dipegangnya. Ini adalah foto ayahnya ketika masih muda, kegagahan dan ketampanannya begitu jelas terlihat.

“Appa, aku akan mengakhiri semua penderitaan yang kau tanggung sendiri selama ini. Aku bersumpah akan menghapus semua air mata kesedihan yang kulihat bertahun-tahun menggerogotimu.” Bisik Yoogeun pada foto tersebut, “Maafkan aku, aku harus pergi tanpa pamit kepadamu. Tetapi ini untuk kebaikanmu. Untuk sebuah senyum yang akan kulihat tidak hanya di wajahmu tetapi juga di matamu yang selalu ditutupi duka. Aku akan menemukan cara untuk mencari tahu siapa dirimu di sana. Banyak orang yang akan membantuku. Setidaknya kau mengakui satu hal bahwa paman Taemin adalah bagian masa lalumu. …..”

Dimasukkannya figura foto tersebut ke dalam rangselnya. Kemudian dengan langkah mantap ia menuju ruang keluarga, dan melihat Donghae sedang duduk menikmati acara TV.

“Paman, Yoogeun pamit dulu karena ada urusan ,mendesak di Jeju. Bila appa bertanya, katakan saja aku pergi hang out dengan teman-teman di Seoul. Aku janji besok atau lusa akan segera kembali. “

“ Kau yakin akan meninggalkan ayahmu ?”

“Yakin. Karena ia ada di bawah perawatan paman. Lagipula ia tidak sakit secara fisik, bukan ?”

“ Benar, fisiknya sehat sekali. Ia hanya mengalami depresi yang cukup berat. Aku akan menemaninya dua hari ini, kau jangan khawatir. Hati-hatilah di perjalanan.”

“ Tentu. Terimakasih atas bantuan paman Hae.”

Jeju, Rumah Sulli

Sulli melangkah menuju halaman rumahnya dengan langkah ringan. Setelah membersihkan badannya yang dipenuhi debu karena berbenah sepanjang pagi, kini ia merasa sangat segar. Dan pikirannya benar-benar merasa ringan walaupun ia harus menjual rumah yang dicintainya ini. Ia sudah pasrah. Disamping itu ia benar-benar yakin, kalaulah memang nasib masih berpihak kepadanya…. dia akan menunjukkan jalannya sendiri untuk mempersatukannya dengan cinta sejatinya.

Begitu memasuki halaman, ia terkejut melihat putrinya , Yoojung , sedang duduk memperhatikan Taemin yang berjongkok dan berkutat dengan sebuah kapak kecil. Tanpa berkata-kata, ia mendekati mereka.

“ Annyeong dokter…”

Taemin mengangkat wajahnya yang berkeringat,” Oh hai, Sulli….” jawabnya

“Eomma, paman Taemin membuatkan pasak untuk pengumuman iklan rumah kita.” Kata Yoojung sambil berjalan mendekati Sulli.

“Jinjja ??” Sulli menatap punggung Taemin .

Lelaki itu tampak tenggelam dengan pekerjaannya. Walaupun mungkin bukan pekerjaan yang biasa dilakukannya, dia tampak bersungguh-sungguh mengerjakannya.

“ Kalau begitu eomma akan membuatkan air teh untuk pamanmu.”

“ Biar aku saja yang bikin, sekalian saja kue beras yang eomma buat kemarin aku bawa untuk paman Taemin. Paman pasti akan ketagihan kue beras buatan eomma yang gurih.”

“ Aku sudah lama tahu kalau ibumu pandai membuat kue beras, Yoojung. Makanya dulu Minho sering memujinya….”

Sulli terkejut mendengar nama itu disebut, dan ia tambah kaget ketika Yoojung melihat tajam ke arahnya.

“Minho ? Nugu ??”

Taemin menghentikan pekerjaannya. Ia menggigit lidahnya, dan berpaling pada Sulli. Melihat wanita itu berdiri dengan mata terbelalak dan muka yang pucat. Ia lupa…. ia benar-benar lupa kalau nama Minho tak boleh didengar oleh Yoojung.

“Minho…errr… dia itu sahabat paman dulu. Kita sering sama-sama. Dan kalau sedang berlatih musik biasanya ibumu suka membawakan kue beras buatannya buat kami santap. Pergilah, bawa kue itu. Aku sudah lama ingin memakan kue beras buatan ibumu !”

Taemin berkata dengan nada ringan, ingin menghilangkan kegugupan Sulli dan menghilangkan kepenasaran Yoojung.

“Ah…kalian tidak pernah menyebutkan namanya di depanku. Rasanya aku ingin lebih banyak mendengar tentang paman Minho…. ibuku sangat sedikit sahabatnya, jadi wajib bagiku mengenal mereka seperti aku mengenalmu. Baiklah aku pergi dulu, nanti sambil makan kue paman harus cerita tentang paman Minho.”

Yoojung segera meninggalkan tempat itu dengan langkah yang cepat, tampaknya ia sudah tak sabaran mendengarkan cerita tentang sahabat ibunya di masa lalu. Ia berpikir, mungkin kalau ia bisa bertemu dengan sahabat ibunya yang ini, ia bisa menggali lebih banyak tentang ayahnya pada dia.

Setelah melihat Yoojung menghilang di balik pintu, Taemin menghembuskan nafas lega. Matanya menatap Sulli dengan lembut.

“Mianhe Sulli, aku tadi keceplosan bicara.”

“Tidak apa-apa, dokter. Pada akhirnya Yoojung akan tahu. Dan sesungguhnya aku berharap akulah yang akan memberitahunya… tetapi itu harus kubuka juga pada akhirnya.”

“ Jadi…apakah aku harus mengatakan yang sebenarnya ?”

“ Belum sekarang. AKu akan berbicara dengannya nanti. Aku berjanji.”

Taemin berdiri dan melap tangannya yang berkeringat dengan celana jeans yang dipakainya.

“Mengenai rumah ini… kau yakin akan menjualnya ? Kudengar kalian akan tinggal di bangunan tua di belakang sekolahmu itu. Apakah itu benar Sulli ?”

“Ya. Tidak ada yang tertinggal dari appa yang bisa kujual untuk pengobatan eomma.”

“ Tetapi bagaimana dengan Minho ? Bagaimana bila dia datang ke sini dan mencarimu ?”

“ Aku tidak mau mempertaruhkan nyawa ibuku, orang yang kucintai, dengan nilai sentimentil rumah ini. Lagipula, ini hanya sebuah benda mati…. karena kenangan itu hidupnya di hati kita. Bukan di rumah ini. Kalau benar dia ditakdirkan untukku, berjodoh denganku…. nasib akan menemukan jalannya sendiri untuk mempersatukan kami.” Jawab Sulli pahit, “Lagipula, rumah ini perlahan akan hancur kalau dalam pemeliharaanku. Rumah ini butuh biaya banyak untuk tetap bisa bertahan… dan aku tidak bisa melakukan itu. Aku tak sanggup melihat rumah ini roboh. Akan lebih baik rumah berpindah tangan, daripada hancur sama sekali, bukan ?”

“Tetapi tinggal di bangunan tua itu….”

“ Bangunan itu tidak setua kelihatannya. Aku sudah melihat-lihat dengan Yoojung. Dan kami sepakat untuk membuat rumah itu memang lebih layak buat eomma.”

“ Sulli…seandainya ada hal yang bisa kulakukan untukmu.”

“Kau sudah membantu banyak…bahkan terlalu banyak.”

Sulli menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya dengan tersenyum.

“Dan aku tak mengira, seorang dokter bisa juga menjadi seorang tukang .” Sulli berusaha mengalihkan percakapan.

“ Kau lupa Sulli, selain menjadi dokter…aku juga pernah menjadi suami. Kau pikir siapa yang membetulkan kerusakan-kerusakan kecil di rumah….mendiang istriku ?”

Keduanya tertawa, bersamaan dengan keluarnya Yoojung dari dalam rumah. Ada sebuah nampan, dengan sepoci teh dan sepiring kue di tangannya.

“Waah… asyik sekali tertawanya.”

“Umm … ya! Ibumu tidak percaya kalau seorang dokter bisa melakukan pekerjaan seperti ini. “

Taemin berdiri dan melihat hasil pekerjaannya dengan puas.

” Setelah selesai mengurus ini, aku akan membantu membetulkan atap dan jendela gudang. Nah ayolah kita pasang papan ini ! Di mana kalian akan memasangnya ?”

Taemin bergerak, sesungguhnya ia berusaha mengalihkan perhatian Yoo Jung dari bertanya-tanya masalah Minho. Hanya itu yang bisa dilakukannya untuk membantu Sulli mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi serangan pertanyaan anaknya.

Mata Sulli melihat ke sekelilingnya, kemudian ia menunjuk ke gundukan tanah di dekat pagar kayu rumahnya. Pagar yang sama lapuknya dengan tiang-tiang gudang di rumahnya.

“ Di sana. Diatas gundukan tanah itu papan akan mudah terlihat. Ayo !!” katanya

Sulli menatap rumahnya yang tampak suram, dengan cat yang sudah melepuh di sana sini. Ini adalah rumah paling megah pada masa lalu… tetapi kini menjadi rumah tua yang buram dan kusam.

Ada disimpan banyak kenangan manis … kenangan pahit … tangisan dan tawa …. sepanjang hidup yang dilaluinya di dalam rumah tersebut. Cinta, kehangatan, kasih sayang, putus asa, mimpi, keinginan … semua kenangan yang tetap hidup dalam dirinya .

Kisah hidupnya.

Kini dia harus menjual rumah ini karena keadaan yang memaksa , untuk kesembuhan ibunya. Dia mencintai rumah ini. Dia mencintai setiap bagian yang pernah mengisi hidupnya. Appa, Umma, adiknya, kakaknya … dan Choi Minho! Semua yang menjadi bagian dari dirinya di masa lalu dan mungkin di masa depan.

“Maafkan aku, aku harus melakukan ini. ” kata Sulli dalam hatinya.

Choi Sulli menancapkan pasak yang menahan papan bertuliskan “FOR SALE” di halaman rumahnya.

Dia merasa hatinya tertusuk, mengeluarkan darah yang tak berhenti mengalir.

Rasanya seperti ia menancapkan pusara untuk kuburnya sendiri.

Sebuah pusara dengan tulisan “FOR SALE” di atasnya.

====T=B=C====

Advertisements

75 thoughts on “HousE FoR saLe Part 11

  1. Omoo!!
    ternyata seohyun nikah sama siwon, dan seohyun adalah ibu dari yoogeun
    aduh kira2 yoogeun terima gak yaa kalo tiba2 mereka ngungkapin semuanya..
    jalan mereka semakin dekat untuk ketemu,, sulli jgn pergi dulu tunggu minho dia bakalan dateng kejeju

  2. yak, yoogeun udah bergerak duluan. sulli au ngasih tau yoojung, siwon seohyun mau balek dan semuanya saling berhubungan. nah monho kapan bergerak?bang lu dimana? ntar salah paham lagi, suudzan lagi.. ayolaaah ini waktu udah mepet loh bang? 😦 gag kasian sama sulli nya huh?

  3. Hmm akhirnya siwon dan seohyun mau pulang kekorea,dan dikit lagi kebenaran akan terungkap. Andai minho tau bahwa seohyun itu kakaknya sulli,karna seohyun udah nikah dan pindah saat minho tinggal deket rumahnya di jeju,aaaah dunia memang sempit kkk. Makin penasaran banget sama cerita selanjutnya,ok fighting thor ^^

  4. wwaa akhirnya ada setitik awal harapan agar sulli bisa bertemu dengan minho lagii .. dan ditambah lagi kalau ternyata seohyun kakanya sulli itu menikah dengan siwon .. ahh semoga saja mereka cepet ketemu jadi sulli ga perlu jual rumah itu .. hhuuhuu ..

  5. asik! siwon dan seohyun bakalan balik ke korea. siwon cepatlah pulang ke seoul dan jelaskan semuanya ke pada yoogeun.dan seohyun cepatlah kau berkunjung ke pulau jeju temui eommamu dan adikmu. mereka akan sangat gembira dan bahagia jika kalian kembali.
    sulli benar” akan menjual rumahnya? jangan dijual dulu sulli… eonnimu seohyun akan kembali ke korea dan dia akan berkunjung ke jeju. nanti kalau rumah itu sudah laku terjual kemana seohyun akan mencarimu? . sepertinya seohyun belum tahu kalau appanya sudah meninggal. bagaimana reaksi seohyun jika mengetahui bahwa appanya sudah meninggal, dan kondisi eommanya yg sakit parah ditambah lagi rumah peninggalan appanya akan dijual untuk biaya pengobatan eommanya.
    semoga saja seohyun bisa membantu sulli untuk membiayai pengobatan eommanya

  6. Aigoo jadi ternyata seohyun nikahnya sama siwon 😱 kirain karakter seohyun bakal hilang begitu ajah ternyata eh ternyata 😀. Bakalan ada konflik baru nih nanti setelah yoogeun tau ayauh yg paling dia sayangi ternyata bukan ayahnya, dan ayah kandungnya yg malah nitipin dia ke orang lain yang baru dia kenal waktu ittu, huh 😳
    Bagus yoogeun, anak yang baik mau coba cari tau apa yg sebenernya ayahnya sembunyikan ayahnya selama ini. Semoga kau bisa dapet titik terangnya yah di jeju sana dan juga bisa menyatukan 2 hati yang terpisahkan oleh restu orang tua :’) good luck yoogeun 🙌
    Please sull jangan dlu jual rumah itu, ada seseorang yg bakal mempersatukan kau lagi dan minhoppa :’) jadi jangan menyerah dulu. Bertahanlah barang sebentar untuk menanti kembalinya kekasih hati 😉😍

  7. weh yoogeun udah bertindak duluan buat cari tau…aigoo…tetem keceplosan dan yoojung pun sangat tertarik dgn minho ahhaahah kasian.pasti berat bnget buat jual rumah penuh kenangan ,,,

  8. Oohh ternyataa seohyun sama siwonn
    telat bgtt kalo seohyun cari appa nya skrg..
    semoga aja seohyun bs bantu biaya pengobatan eomma nya pas nnti mereka ketemuu.. nextt eon

  9. Akhirnya dpt respon dari siwon, ayo siwon bantu minho, syukurlah pasangan siwon-seohyun itu baik bgt, wlopun seohyun bukan ibu kandung yeogun tp dia baik bgt mau ngrawat. Aku sedih lyat senenhgnya seouhyun mau pulang ke korea, tdkkah dia tahu appanya sudah mninggal? Kehidupan setelahnya? Sullinya? (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Dsisi lain minho sudah menemukan penghubung masalalunya, ini bener2 daebak ceritanya, bkin emosi reader terkuras (?) Eh.. Nangis terus deh bacanya.
    Semangatt buat yeogun utk mmbantu minho wlopun yeogun gak tau apa2 ya, semoga semuanya tidak mnimbulkan salah paham.

  10. Gimanaya ya reaksi Seohyun eonni kalo ketemu minho oppa?
    Masi kenal nggak ya?
    Semoga seohyun eonni bisa menyatukan minho oppa dan sulli eonni

    Sulli eonni harus jelasin tentang minho oppa ke yoojung
    Supaya yoojung tau tentang ayahnya
    Semoga sulli eonni bisa cepet ketemu sama minho oppa

    Ceritanya makin bagus
    Lanjut thor ^^

  11. Siwon oppa nikah sama Seohyun dan Seohyun kakaknya Sulli….hhmmm…
    Ternyata mereka masih berputar-putar dimasa lalu itu juga…hahaha
    Aku penasaran gimana reaksi Yoogeun ketika dia tahu Minho bukan ayahnya…hufffhhh gimana Yoogeun cari tahu tentang Minho di Jeju….penasaran eonni…next yaaa 🙂

  12. aduh kasian sulli harus menjual rumah demi ibunya tuk biaya operasi ibunya..
    mudah2n rumah itu yg beli yoogeun dan saat itu sulli dan minho ketemu..
    oh ternyata seohyun nikah m siwon tpi minho kok g kenal yaa..
    maaf y baru komen..

  13. bagus yoogeun emang harus bergerak duluan biar appanya nggak makin depresi ><
    duh kasian banget harus dijual rumahnya 😦 aku ngerasa nasib kita sama eon :'D
    tsemoga dengan dijualnya rumah itu biasa membuka jalan buat sulli eonni dan minho oppa ketemu dan bersatu lagi 🙂

  14. wah…jangan” nnti mereka dipertemukn stlh chapter ini hihihi… gk sabar nunggu chapter sekanjutnya nih… rumahnya semoga minho yg bli yaa

  15. Knp suli sama minho lama banget ketemunya sih, ternyata siwon nikah sama kakanya sulli dan yon geun anak tiri kakanya sulli omona..

  16. akan seperti perjuangan yoogeun mencari rahasia appanya. akankan ia memberikan foto itu pada lee taemin, yoo jung atau bahkan sulli?
    pada akhirnya rahasia yg telah d tutup rapat akan ketahuan juga. siapkan mental bila rahasia itu telah terkuak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s