hOusE for salE (Epilogue)

Houseforsale

 

EPILOGUE

Air laut tampak tenang. Puluhan camar berterbangan di atas permukaan laut. Satu dua camar menukik ke arah air laut, untuk menyambar ikan yang menjadi incaran mereka.

Seorang anak kecil berlari di atas pasir pantai yang bersih, meninggalkan jejak-jejak mungilnya di setiap pasir yang diinjaknya. Sementara itu seorang pria dengan tubuh yang tinggi dan tegap berlari di belakangnya. . Rambutnya yang ikal sebahu tertiup angin laut, menampakkan wajah tampannya. Sejenak ia berhenti dan mengedarkan pandangan ke laut lepas. Membiarkan anak yang tadi dikejarnya bermain-main dengan ombak yang menepi. Telinganya mendengar gelak tawa ceria yang keluar dengan bebas dari mulut anak itu saat ombak membasahi betisnya. Suara itu seperti musik indah yang menyatu dengan keindahan sekitarnya…. Sama juga seperti suara pekikan burung camar di atas kepalanya. Semua terasa begitu alami dan indah. Perlahan pria itu memejamkan matanya yang besar, seolah ingin meresapi dan merekamnya ke dalam ingatannya.

“ Min Hee…!!!”

Suara seorang wanita yang melengking di tengah ketenangan , membuat lelaki itu membuka matanya. Sejenak ia menyesali kedamaian yang tadi dinikmatinya lenyap tiba-tiba.

“ Yaa… Yoogeun oppa ! kenapa kau biarkan Min Hee ke laut ?”

“ Biarkan saja Jungie, Min Young akan menjaganya…. Lihatlah mereka sangat gembira bermain ombak !”

“ Ya, dan kau tak akan bisa berdiri tenang begitu kalau tiba-tiba ombak menelan keduanya !”

“ Ah… ketakutan yang tak beralasan, setiap tahun kita berlibur ke sini dan tak pernah ada ombak besar di pantai landai seperti ini !”

“ Tapi aku serius Oppa, bawalah anak-anak pulang karena eomma sudah menyiapkan makan siang buat semuanya. Jangan sampai eomma dan appa menjadi kelaparan karena menunggu kalian keasyikan bermain air.” Yoo Jung mengomel.

Tanpa membantah Yoogeun berlari ke arah dua anak kecil yang kini bajunya telah berubah menjadi kotor karena dipenuhi pasir.

“ Ayo anak-anak pulang dulu !! Abeoji dan Halmeoni menunggu kalian untuk makan siang..”

“ Tapi kami masih mau main disini appa !!” kata anak laki-laki yang agak besar.

“ Oh ayolah, kita masih punya waktu seminggu ke depan untuk bermain pasir dan membuat benteng pasir !”

“ Benar, lagipula abeoji telah menyiapkan ikan yang bisa ngomong untuk makan kita !!”

“ Jinjja ?!!” kata anak laki-laki itu memandang kea rah Yoo Jung.

“Benarkan di sini ada ikan yang bisa ngomong ?” tanyanya dengan lidah cedalnya..

“Benar Min Young… tetapi kalau kalian telat pulangnya, mereka nggak akan mau bicara dengan kalian…”

Akhirnya kedua anak itu berlarian beriringan menuju rumah hanok yang terlihat dari kejauhan. Yoogeun mengangkat tangannya dan mengacak rambut Yoojung dengan sayang.

“ Tak baik membohongi anak-anak, Jungie… Itu akan membekas dalam ingatan mereka.”

“Aku hanya berusaha membuat mereka mau pulang. Lagipula oppa, mereka baru tiba di pulau tetapi dan sudah mengajaknya berpetualang. Dan kulihat kau bukannya menjagai mereka, malah berdiri mematung seperti orang bego…!”

“ Eoh … orang bego ???” seru Yoogeun tak percaya,” Kau mengatakan aku bego ??”

“ Lantas apalagi namanya… hanya orang bego yang bengong di tengah pantai yang panas.”

“ Sekali lagi kau katakan aku bego, aku akan laporkan sama eomma supaya kau dijewer, Jungie !!”

Yoogeun tertawa gembira ketika melihat bibir Yoojung maju beberapa centi. Ia paling senang menggodanya tetapi seperti biasa ia tak akan kuat melihatnya merajuk terlalu lama.

“ Tadi sebenarnya aku teringat kembali kejadian empat tahun yang lalu saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini. Aku tidak mengira di pulau kecil ini akan tersimpan kebahagiaan keluarga kita.”

“Ya…. Dan semuanya berawal dari sebuah rumah hanok yang akan dijual.”

“ Benar, kalau rumah hanok itu tak akan dijual…. Mungkin appa dan eomma tak akan pernah bertemu.” Jawab Yoogeun.

Sambil berjalan keduanya membicarakan kembali kejadian-kejadian lucu yang terjadi enam tahun lalu dan tahun-tahun sesudahnya, Sementara mata mereka mengawasi kedua anak kecil yang berlari memasuki halaman.

“Mereka benar-benar pasangan serasi….” Kata Yoogeun saat melihat Choi Minho dan Choi Sulli berjalan menyambut kedua anak kecil tadi.

“ Kau sudah mengatakan hal itu ratusan kali, bahkan mungkin ribuan kali Oppa…”

“Mungkin …. dan aku tak akan pernah bosan untuk mengulanginya. Oya, kau sudah membelikan kado untuk ulang tahun pernikahan mereka ?” tanya Yoogeun.

“ Yup… aku punya kado paling indah buat mereka.”

“ Baguslah, mereka memang pantas mendapatkannya…”

Yoogeun berlari meninggalkan Yoojung dan mengangkat tubuh anak laki-laki supaya kakinya yang penuh pasir tidak mengotori lantai. Sementara Choi Minho membopong anak perempuan kecil itu dan membawanya ke kamar mandi.

Yoo Jung berjalan mendekati meja makan yang menghidangkan bermacam masakan ikan laut dan sayuran.

“Eomma memasak ini semua sendirian ?”

“Aniya. Jung Hwa membantu eomma. Kau datang sendiri ?”

“ Ya. Jung Hwa eonni dimana ?”

“ Dia baru selesai mandi. Sepertinya dia kelelahan… nanti kalau Taemin datang aku akan memintanya memeriksanya. Sepertinya dia mual dan pusing terus. Aku khawatir kalau dia sekarang sedang hamil muda….”

“Huh ??” Yoo Jung matanya membulat,” Berarti Min Young akan punya adik !! Dan cucumu akan berambah satu lagi.”

“ Apa yang akan bertambah satu lagi ?”

Kedua wanita itu berbalik dan tersenyum pada Choi Minho yang masuk dengan membopong anak perempuan yang sudah berbalut handuk. Yoo Jung mengambilnya dari bopongan Minho.

“ Aigoo… lihat kau membasahi baju abeoji…. “

Anak perempuan itu hanya tertawa terkikik, ketika Minho memijit hidungnya.

“Cepatlah pakaikan baju supaya tidak kedinginan. Angin kencang sekali di luar.”

“Nae Appa.”

Yoojung membawa anak itu, sementara Minho masuk ke kamarnya untuk mengganti baju yang basah kuyup karena habis memandikan Min Hee. Ia sedang mengancingkan kemejanya ketika isterinya masuk.

“ Sepertinya kau menikmati sekali menjadi seorang kakek di usia muda, Oppa…”

“ Wae… aku tidak muda lagi Sulli. Umurku sekarang mendekati 44. “

“ Tetapi orang lain seumuran oppa masih banyak yang belum mengasuh cucu.”

“ Hemmm… apa kau malu memiliki suami yang sudah menjadi kakek ?” godanya

“ Kakek yang tampan !” ralat Sulli ,” Tetapi Siwon oppa akan sangat gembira kalau tahu isteri Yoogeun sedang hamil lagi. Setelah si kembar itu….”

“ Berarti aku juga harus memberi tahu Onew hyung dan Luna, bahwa anak mereka sekarang sedang hamil lagi.”

“ Aish… jangan dulu. Itu hanya dugaanku, nanti kalau Taemin datang aku akan meminta untuk memeriksanya.”

“ Sekarang, ayo kita makan . Kasihan anak-anak melakukan perjalanan cukup melelahkan..”

Sulli akan berbalik, ketika dengan cepat tangan Minho meraihnya dan melingkari pinggangnya… menahannya.

“Wae ….” Katanya terkejut.

“ Saranghae…”

Matanya terbuka lebar ketika Minho mendaratkan ciuman panas di bibirnya. Ciuman yang membuat sekujur tubuhnya lemas dan berdenyar. Setelah agak lama, Minho melepaskan bibirnya dan tersenyum melihatnya yang bernafas dengan terengah-engah.

“ Kalau tidak malu dengan Yoogeun dan Yoojung, sejujurnya… aku juga menginginkan bayi, anakku sendiri Sulli….” Katanya sedih.

“ Oppa, kita sudah membicarakan ini sebelumnya. Yoogeun dan Yoo Jung sudah melengkapi hidup kita dengan sempurna.”

“ Tetapi… aku juga ingin merasakan anakku… darah dagingku dalam gendonganku. Sepertinya akan nikmat sekali kalau aku dibangunkan tidur oleh suara mereka yang manis dan tangan-tangannya yang mungil …”

“ Oppa…. “ Sulli mendelik seolah mengingatkan suaminya akan umurnya.

“ Sulli… “ Minho menjawab dengan pasrah.

“ Berdoalah agar Yoojung hamil dan punya anak. Karena ia tinggal di pulau ini… kau akan mendapat kesempatan banyak untuk menimang dan menggendongnya. Anak Yoojung kan darah dagingmu juga, Oppa..” kata Sulli, tangannya merapikan kerah baju suaminya yang terlipat tidak rapi, “Sedangkan kau…. Biarlah aku saja yang akan membangunkanmu setiap hari. Hanya aku… mengerti ??!”

Minho tersenyum lebar, matanya berkilat menggoda,” Dan biasanya bukan aku yang bangun tetapi kau yang akan ikut tidur lagi denganku …huh ?”

“ Shht… kata-kata nakalmu. Ingatlah disini lagi ada anak-anak dan cucumu.”

Minho mendekatkan tubuh Sulli ke tubuhnya, dada mereka berimpitan. Ia siap-siap melakukan aksinya ketika sebuah ketukan terdengar di pintu kamar.

“ Sulli, kau tahu …. Kau membuatku jatuh cinta kepadamu setiap hari. Sejak…..”

“ Sejak…?”

“Sejak aku pertama kali datang ke rumah ini, dan mendengarmu bernyanyi dan bermain piano. Suaramu sangat lembut dan menyejukkanku …”

” Eomma… Appa !! Kami siap menunggu di meja makan !”

“ Nae !!” Sulli menjawab ,” Kami segera datang !”

Sulli menggeliat berusaha membebaskan diri dari tangan Minho

“Oppa, anak-anak menunggu…. ayolah jangan keras kepala !”

“ Kalau begitu berilah aku ciuman…. Atau mereka akan menunggu terus seharian.” Goda Minho dengan mata yang hangat.

Akhirnya Sulli berjinjit dan memberikan ciuman sekilas di bibir suaminya. Tetapi Minho menahan kepalanya dengan tangannya yang mendesak. Dengan caranya sendiri, ciuman itu berubah menjadi ciuman yang bergairah. Ciuman yang membuat Sulli secara spotan membalasnya kembali.

Choi minho menghentikan ciumannya, menjauhkan wajahnya dan melepaskan pelukannya. Matanya yang berpendar hangat menyapu wajah Sulli yang terlihat linglung dan bersinar. Ia tersenyum lembut

“Terimakasih Sulli, untuk memberikan perasaan ajaib ini kepadaklu.” Katanya,” Saranghae…”

Minho berbalik dan dengan langkah santai meninggalkan Sulli yang masih terpaku di tempatnya.

Dua jam kemudian…

Ruang keluarga di rumah hanok itu tidak sepi. Suara denting piano terdengar diikuti suara orang yang menyanyi. Ketika nada terakhir berdenting nyaring, suara tepukan memecah keheningannya.

“ Wooahhh… daebakk !!” kata Yoogeun ,” Aku tak mengira eomma punya suara seindah itu.”

“Dia memang suka menyanyi dari remaja…” kata Minho bangga, tangannya memeluk pinggang isterinya

“Dan appa kalian mulai jatuh cinta pada eomma ketika diam-diam ia menguping eomma ketika latihan main piano !” goda Sulli

“Mwo ?? Siapa yang mengatakan itu….?” Elak Minho

“ Kau mengatakannya sendiri tadi di kamar…”

Wajah Minho memerah, ia tahu kalau dirinya sedang digoda isterinya di depan anak dan menantunya. Melihat wajahnya memerah, Yoojung tertawa keras..

“ Aigoo Appa, wajahmu merah sekali…. “

Yoojung berjalan ke arah orang tuanya memeluk mereka satu per satu

“ Selamat ulang tahun pernikahan. Aku bangga punya orang tua seperti eomma dan appa.”

“ Mana kadomu, Jungie ??” Yoogeun berteriak dari tempatnya berdiri

Yoojung tersenyum, kemudian berjalan mendekati Taemin yang masih duduk di belakang piano.

“ Kadonya…. Aku sekarang sedang hamil ….”

“ Yoo Jung…benarkah ??”

Sulli melihat ke arah Taemin yang duduk dengan tersipu-sipu.

“ Ya. Kami sudah memeriksanya di laboratorium. Positif 10 minggu….” Taemin berkata dengan wajah bersinar bahagia.

“ Dan sebagai kadonya, aku dan Taemin oppa sudah sepakat agar eomma dan appa yang memberi nama anak pertama kami.”

“ Benarkah ?” Minho dan Sulli berpandangan dengan bersemangat,

“Nae. Tapi tidak sekarang. Masih banyak waktu ke depan. Jadi eomma dan appa akan punya cukup waktu untuk memberi nama bayi kami dengan nama yang paling bagus di Korea.”

Mendengar itu Sulli memeluk anaknya, diikuti oleh Yoogeun dan isterinya. Sementara Minho menepuk pundak Taemin.

“Selamat dan terimakasih… ini benar-benar kado yang sangat berharga buat kami.”

“ Lalu… bagaimana dengan isterimu Yoogeun-ah ? Apakah sudah diperiksa ?”

“ Ya Appa, kata Taemin oppa aku tidak sedang hamil. hanya kecapean saja.” Jawab Jung Hwa dengan tersenyum.

“Tidak apa-apa…kau sudah punya si kembar.” Kata Minho,” Tetapi sekarang kita punya satu calon penerus keluarga Choi yang baru… kita harus merayakannya. Ayo Taemin mainkan lagi pianomu… “

Suara piano dan nyanyian gembira terdengar memenuhi rumah hanok. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa begitu kental di dalamnya. Rumah ini telah menyimpan banyak cerita selama berdiri dan menaungi keluarga Choi. Rumah yang telah menyimpan cerita sedih dan gembira.

Rumah yang menyaksikan bagaimana penghuninya datang dan pergi…

silih berganti…

dari tahun ke tahun….

Musim ke musim.

 F I N 

Akhirnya…. selesai sudah House For Sale dengan ujung kebahagiaan buat Minsul dan keturunannya.

Ada satu yang ingin eonni tekankan dalam cerita ini, saat kita mencintai seseorang tidak berarti kita harus mempertaruhkan segalanya dengan melakukan satu kesalahan .

Di sini Minsul adalah contoh orang yang teguh dan beruntung, bisa mempertahankan cinta dan akhirnya dipersatukan.  Bisa memperbaiki Kesalahan dengan beribu kebaikan…. tetapi perlu kita ingat, tidak selamanya manusia memiliki keberuntungan yang sama. Bila memang sudah berjodoh, maka bersatulah dengan benar. Karena Kesalahan hanya akan menghasilkan kesalahan lainnya.

Terimakasih kepada semuanya, yang selalu mendukungku, memberikan komentar yang menyemangatiku, dan spesial untuk yang nge-like dan re-blog fanfic ini. Semoga   bisa menghibur dan memberi pelajaran yang cukup untuk menyikapi kehidupan .

CHEER UP and FIGHTING TO BE FIGHTER !!!

Advertisements

61 thoughts on “hOusE for salE (Epilogue)

  1. happy ending..!!!!!!!!!
    seneng banget lihat keluarga minsul yg dipenuhi dengan kebahagiaan dan keceriaan.
    aku kira yoogeun dan yoo jung berakhir dipelaminan. ternyata takdir tidak menyatukan mereka sebagai suami istri tapi hanya sebatas adik dan kakak.
    selamat buat semuanya semoga kebahagiaan dan keceriaan itu tidak akan pudar. hehehehe 😀
    eonni ….. ditunggu karya² yg lainya ya..!!!
    eonni dina makasih udah biki ff yg bagus² bin keren, tetap berkarya terus ya, sukses selalu buat eonni!!! keep writing!!!!!!

  2. Endingnya bagus thor
    Semua hidup bahagia
    Berkumpul bersama dan semoga bahagia selalu

    Ceritanya bagus thor
    Ditunggu ff lainnya thor
    Gomawo ^^

  3. huaaa akhirnya minsul hidup bahagia selamanya! :*
    eh kirain tadi yoojung nikah sama yoogeun eh taunya sama taemin 😀
    tapi bagus lah kalo mereka jadi kakak adek aja lebih cocok ^^
    cieeee minsul jadi kakek sama nenek 😀
    fighting thor! ^^

  4. yoojngx am tarmin? wah umurx bda jauh donk,
    aq kira am yoogeun, trnyta yoogeun nikah am prmpuan lain, gpp lah,
    ending yg bahagia, kluarga yg harmonis hehee

  5. yeyyyyyy happy end..pas awal2 aku nggak ngerti .anak siapa itu..kirain anak yoogeun yoojung ahaha ternyata diluar dugaan ..yoojung dgn taemin???serius??woowww…. >< kaget hahah xD haduh akhirnya bisa baca juga nih part,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s