Secret Admire Part 46

SA

Judul    :  SECRET ADMIRE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Kim Jongin, Amber,Yoogeun,Minseo

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan, Mengagumi seseorang bisa menggembirakan, Mengagumi seseorang bisa membingungkan, Mengagumi seseorang bisa menyakitkan, Mengagumi seseorang bukan pilihan

47  Wanita dari Masa Lalu

Merasa tersentak dengan aliran listrik yang mengalir dari kulit Choi Minho yang menghentak kesadarannya. Keyakinannya tadi tiba-tiba goyah… bisakah dia hanya menjadi teman Choi minho bila reaksi tubuhnya seperti itu ?

“ Hmm,.. sepertinya aku harus mengikuti saran Siwon oppa untuk belajar memulai hubungan dengan pria lain… supaya Choi Minho tidak memberikan pengaruh lebih buruk pada masa depanku. Dan aku sudah tahu, siapa di antara mereka yang bisa kuandalkan…” pikirnya

Sulli perlahan melepaskan genggaman tangannya dan berdehem.

“ Kukira itu bukan tipemu…”

“ Maaf ?” Minho menatap Sulli, bertanya-tanya.

“ Merendahkan dirimu dengan mendatangiku dan memintaku menjadi sahabatmu….setelah apa yang kulakukan…”

“ Menjadi sahabat mantan klienmu… kuharap itu bukan idenya Yoogeun atau Minseo…”

“ Oh… bukan. Tentu saja bukan….” Jawab Minho cepat.

“ Walaupun memang ada seseorang yang menyuruhku melakukannya…”

“ … Dari mana kau bisa menyimpulkan seperti itu ?”

“ Dua keponakanmu itu selalu punya ide ajaib di kepalanya.” Sulli terkekeh ,” Kau mau kopi ?”

Minho tidak menjawab, matanya tertarik pada deretan foto yang dipajang di atas meja kecil. Fotop-foto yang dulu sempat disingkirkannya untuk menghindari kecurigaan Minho atas masa lalunya. Jantung Sulli berdebar, ada rasa takut Minho akan menyinggung keberadaan foto-foto itu.

“ Minho…?” katanya

“ Huh ?”

Minho mengalihkan matanya dari foto dan menatap ke arah Sulli… tetapi tatapannya tidak fokus, seperti ada sesuatu yang mengganggu fikirannya.

“ Minseo dan Yoogeun memang berharap bisa bertemu denganmu. Kapan-kapan aku akan membawanya ke sini kalau kau ijinkan…” kata Minho tak yakin dengan topic yang sedang mereka bicarakan.

“ Minho ??” Sulli menaruh tangan di pinggang, menatap lelaki di hadapannya dengan tatapan aneh ,” Aku bertanya apakah kau mau kopi ?”

“Oh… Kopi ya ?” Tanya Minho bingung ,” Umm… tentu saja, seperti biasa. Kau masih ingat seleraku kan ?”

“Tentu saja. Kopi pekat.”

Sulli mengambil dua cangkir dan menghidupkan mesin pembuat kopi sambil menggelengkan kepala.

“ Ada apa dengan lelaki ini ? Kenapa dia terlihat kebingungan ?

” Oh ya, bagaimana kabar Yoogeun dan Minseo?”

Sulli mencoba menarik perhatian Minho yang kini berjalan ke arah foto-foto yang digantung di dinding.

“Yoogeun sudah mendapatkan ban hitam untuk karatenya, dia tadinya berharap dapat memperlihatkan medalinya padamu. Dan kalau tahu aku datang ke tempatmu, dia akan membunuhku kurasa…”

Sulli tersenyum, ada rasa bersalah di dadanya.

“ … Dan Minseo sudah seminggu ini mengikuti kelas memasak. Dia bercita-cita menjadi chef terkenal seperti drama korea yang ditontonnya.”

“ Jinjja ??” tak sadar dia tertawa mengingat bagaimana dua bulan yang lalu Minseo begitu tertarik dengan pekerjaannya sebagai desain interior, “ Baru dua bulan yang lalu dia begitu semangat dengan pekerjaanku… sekarang sudah berubah minat ?”

“ Kupikir remaja memang begitu… mudah tertarik pada sesuatu tetapi dengan cepat melupakannya. Dulu dia pernah kuajak ke tempat pameran lukisan, dan begitu keluar dari ruang pameran dia begitu kuat menunjukkan minatnya pada seni lukis. Sampai kemudian dia merengek meminta dibelikan peralatan melukis.”

“ Apakah waktu itu dia juga ikut kelas melukis seperti sekarang ?”

“ Tidak…. Aku tidak tahu karena aku waktu itu masih berkeliling ke beberapa tempat. Tetapi mungkin tidak, karena sewaktu terakhir aku mengunjungi eomma, kulihat alat lukisnya masih terbungkus seperti waktu pertama kali kami membelinya.”

“ Oh ??” Sulli tersenyum geli ,” Lalu kenapa sekarang dia dimasukkan kelas memasak kalau kakakmu tahu minatnya bisa berubah-ubah ?”

“ Mungkin noona merasa bahwa memasak baik untuknya. Kau tahu, bisa sebagai latihan keterampilan menjadi perempuan… Hyung sangat khawatir karena belakangan ini minat Minseo sangat tidak feminin.”

“ Tidak feminin ? Kulihat dia baik-baik saja… kecuali….” Sulli menggigit lidahnya.

Hampir saja dia keceplosan mengatakan kebiasaan bicara Minseo yang terkadang tidak terkontrol.

“ Kecuali apa ?”

“ Umm… tidak ada… maksudku Minseo memiliki lidah tajam untuk menjadi politikus atau pengacara seperti eommanya.”

“ Ya… kurasa kau benar…”

Sulli terkesiap ketika menyadari arah tatapan Minho. Dengan gugup ia berusaha memusatkan perhatiannya ke mesin pembuat kopi. Mematikannya, kemudian menuangkan kopi ke cangkir. Berusaha untuk terlihat tenang.

.

“ Kau banyak berubah….” Kata Minho begitu Sulli meletakkan cangkir kopi di hadapannya.

“ Umm … “ Sulli menelan ludah ,” semua orang berubah…”

“ Benar. Aku merasa anak-anak merindukan Sulli yang dulu mereka kenal saat di Lotte….”

Minho melemparkan umpan, mencoba melihat reaksi Sulli. Dia perlu bergerak cepat untuk sampai pada inti masalah di antara mereka, karena dia tahu setiap saat bisa muncul masalah baru .

“ Err…itu tidak……”

Kata-kata Sulli terhenti ketika terdengar suara bel.

“ Oh… maaf, sepertinya ada seseorang di pintu. Mungkin dari agen ekspedisi…”

Tanpa menunggu jawaban Sulli melesat ke arah pintu, gembira bisa meloloskan diri dari pembicaraan mereka yang mulai terasa canggung.

Minho diam-diam mengumpat, selalu datang gangguan setiap dia berhasil mencari celah untuk menuju masa lalunya.

“ Benar kata Sangwoo Hyung, aku sekarang terlalu lamban. Seharusnya aku memulai percakapan ini ketika Sulli sedang membuat kopi….” Minho menyesali diri.

Perlahan tangannya meraih cangkir, menghirup aroma kopi sambil mempertimbangkan kembali apa yang harus dikatakannya saat Sulli kembali nanti. Ingatannya melayang pada percakapannya dengan Choi Sang Woo, sehari setelah kejadian itu.

.

Flash Back

Choi Minho tertunduk di hadapan saudara sepupunya. Angin kencang yang bertiup ,menerpa kulitnya dengan kasar. Saat itu, dia dan sepupunya Choi Sang Woo sedang berbicara di atap ruko Choi Sang Woo, tepat di sebelah gudang. Mereka sengaja memilih tempat tersebut, seperti juga yang sering mereka lakukan kalau hendak berbicara tanpa gangguan orang lain.

Sejenak matanya memperhatikan ujung sepatunya, sebelum kemudian mendongak dan menatap sepupunya.

“ Oh… jadi begitu kejadiannya ? Kau melakukan kebohongan demi kebohongan untuk menyelamatkan klienmu ? Apakah kau melakukan hal itu atas nama profesionalitas ? Maksudku…apakah kau melakukan itu untuk setiap klienmu ?”

“ Kupikir awalnya seperti itu….”

“ Kaupikir awalnya begitu ? Lalu ternyata….?

“Ternyata aku tidak setulus itu !” Minho menjawab ketus, kesal pada dirinya sendiri

“ Maksudmu ?”

“ Awalnya aku berfikir bahwa semua kebohongan dan waktu yang kuberikan adalah untuk melindungi klienku… dan itu terus kutanamkan pada diri sendiri… bahkan berhari-hari sesudahnya. Namun pada akhirnya aku sadar bahwa semua yang kulakukan bukan karena aku berusaha professional dengan pekerjaanku tapi… .”

“ Kau malah melakukannya dengan tidak professional, begitukah …. ?” Choi Sang Woo menatapnya tajam.

Minho menelan ludah, gelisah dengan sorot mata yang bisa mengulitinya itu,

” Untuk beberapa hal yang sangat urgen awalnya kulakukan secara professional, tetapi dalam perjalanan waktu aku melanggar aturanku sendiri. Awalnya kukira itu hanya semacam pesona yang bisa menguap dengan cepat. Well, Jinri cantik dan begitu dekat…. tetapi tidak… aku terseret ke dalam permainanku sendiri. ”

“ Tidak melibatkan emosi, mengutamakan keselamatan klien, menjaga keterlibatan pribadi… itukah pelanggaran yang kau lakukan pada Jinri ?”

“ Bagaimana kau bisa mengetahuinya ?”

“ Karena sejak aku melihat kalian di bandara waktu itu, aku bisa melihat emosi di antara kalian sangat kuat. Kau tahu, aku tak pernah luput dari kepura-puraan yang sering kau tampilkan di depan mantan-mantanmu, dan aku tak melihat itu saat kau berkata dan memandangnya. Kau… telah jatuh cinta pada Jinri, Minho… dan itu adalah klienmu.?”

“ Hyung…”

“ Dan karena itulah aku tak bisa melihat apa yang salah dalam perkawinan kalian. Kini aku mengerti, di hari-hari awal pernikahan kalian kau lebih memilih menghabiskan waktumu di luar ketimbang di samping istrimu yang notabene sangat cantik itu…” Sang Woo bergerak, melipat tangan di depan dadanya sambil terus menatap Minho ,” Awalnya kukira kau begitu bodoh telah menyia-nyiakan dia. Tetapi rupanya… karena perasaanmu begitu kuat padanya, maka kau menghindarinya… lalu menyingkirkan dia ke Seongnam… karena kau tahu, kau tak bisa mencegah tanganmu dari tubuhnya. Begitu, kan ?”

Minho tak menjawab, terkejut dengan analisa sepupunya.

“ Malam itu, setelah kau pulang dengan berita kegagalan penangkapan tersangka…. Aku melihat telah terjadi sesuatu di antara kalian. Aku berfikir itu adalah pertengkaran suami istri… walaupun kami sempat bertanya-tanya apa penyebab pertengkaran kalian. Tapi kini jelas, kupertimbangkan itu terjadi karena rupanya … pernikahan kalian palsu. Apakah malam itu Jinri telah menolak kau ajak tidur, Minho ?” Tanya Sang woo tanpa tedeng aling-aling.

Choi Minho terkejut, berusaha menyangkal

“ Tidak persis begitu, Hyung…!” mukanya memerah ,” Kesimpulanmu bisa saja salah….” Suaranya kini melemah.

“ Begitukah ?” Sang Woo mengangkat sebelah alisnya, menunjukkan ketidakpercayaan yang kuat atas sangkalan sepupunya,” Sebotol soju untuk menghabiskan akhir malam yang dingin… sementara seorang istri yang cantik dibiarkan sendiri di kamarnya ? Muka yang frustasi dan amarah yang siap meledak setiap saat … Itukah kau, Minho ?”

Minho menelan ludah, mengingat bagaimana sisa malam itu dia habiskan di halaman belakang dengan ditemani sebotol soju dan kemarahan yang tiada ujung. Dia sama sekali tak mengira kalau hal itu tidak luput dari perhatian saudaranya.

“ Semua itu hanya menggiringku pada satu pemikiran bahwa kau mencintai dia, karena kalau tidak… kau akan meninggalkan wanita yang menolakmu kemudian mencari wanita lain… bukan lari pada soju !! Waktu itu kufikir karena dia istrimu makanya kau lebih memilih minuman itu daripada harus bertengkar dengannya. Tetapi setelah mendengar semua kebenarannya, aku berfikir berbeda sama sekali. Kau keberatan dengan perkataanku ?”

Minho tidak segera menjawab, alis matanya bertaut menandakan dirinya sedang tenggelam dalam pemikiran yang dalam. Tetapi kemudian dia menggeleng.

“ Kau benar….” Desahnya dengan rasa tersiksa.

“ Lalu mengapa kau tidak mengejarnya ? Mengapa kau membiarkannya pergi begitu saja tanpa mengetahui kebenaran perasaanmu ?”

“ Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku ingin memperistrinya, tapi…”

“ Kau yakin telah mengatakan perasaanmu dengan benar ?”

“ Aku melamarnya, hyung. Satu hal yang tak pernah kulakukan pada wanita manapun. Dia tentunya tahu bahwa tak mungkin seorang pria melamar seseorang karena alasan-alasan konyol selain cinta.”

“ Oh… jadi kau tidak mengatakannya.” Sang Woo berjalan mendekati sepupunya,” Apakah dia tahu bahwa kau tak pernah melamar wanita lainnya ? Apakah kau mengatakannya ?”

Sang Woo memasukkan tangan ke saku celananya dengan gerakan tak sabar. Baginya Minho seperti adik kecil yang tak punya pengalaman dalam memperlihatkan perasaan cinta pada orang di sekitarnya. Sejak remaja, Minho selalu berusaha memperlihatkan bahwa dirinya kuat, mandiri, dan rasional. Hal-hal berbau irrasional sangat dihindarinya. Dan cinta baginya adalah hal yang irrasional… terutama itu muncul sejak kegagalan cintanya yang pertama dulu.

“ Kalau kau mengajakku bicara sekarang adalah untuk meminta saranku… maka hanya satu yang bisa kukatakan padamu, Minho. Kejar dia dan jelaskan tentang perasaanmu padanya. Terkadang wanita butuh penguatan berupa kata-kata, bukan kalimat-kalimat yang abu-abu.”

Minho melihat sepupunya dengan tatapan bertanya-tanya.

“ Maksudku, kau tidak bisa mengatakan ingin menikahinya dan berharap begitu saja dia akan mengerti dan tahu bahwa kau mencintainya . Masalah perasaan bukan perkara tebak-tebakan, dimana kalau kau tepat menebaknya kau jadi pemenang. Ingat, mereka bukan malaikat yang tahu isi hatimu. Wanita… dan kebanyakan manusia memiliki ini dan ini untuk mempercayai sesuatu. Maka gunakan kalimat yang jelas untuk membuat mereka tahu.”

Sang woo berkata menunjuk mata dan telinganya, antara geli dan kesal harus menjelaskan sesuatu karena kebodohan sepupunya.

“ Percuma, Hyung… dia sudah menolakku. Dia bilang tidak berminat dengan lamaranku….”

“ Aku bisa paham kalau Jinri sampai berkata seperti itu. Kau tidak bisa mengharapkan seorang wanita memberikan hatinya padamu, sementara kau tidak memberikan hatimu kepadanya, Pikirkan saja oleh otakmu yang cerdas itu, apakah hal demikian adil ?”

Melihat Minho terdiam dan menatap jauh ke bawah, ke keramaian lalu lintas Seongnam di senja hari, Choi Sang Woo menegakkan tubuhnya.

“ Pertimbangkan saranku. Bila kau sudah siap dengan jawabanmu… kau bisa memintaku bicara seperti ini lagi.” Sang Woo menepuk pundaknya,” Sekarang kita harus turun, udara di sini sebentar lagi akan kurang baik. Kau tahu polusi kendaraan, kadar oksigen yang mulai menurun, angin yang kering… “

Sang Woo berbalik kemudian berjalan menuju tangga. Sebenarnya, dia ingin memberikan waktu pada adik sepupunya untuk berfikir sendiri.

Namun baru beberapa langkah, dia terhenti saat mendengar perkataan Minho.

“ Aku tidak bisa, Hyung. Karena dia adalah Sulli… wanita dari masa laluku.”

Sang Woo berbalik, memiringkan kepalanya dan menatap lekat-lekat wajah sepupunya yang terlihat suram. Sebagian hatinya merasa iba dengan keadaannya. Tidak pernah dia melihat Choi Minho seperti sekarang…terlihat begitu kebingungan dan putus asa. Tetapi dengan tekad bulat dia menahan diri untuk mendekatinya, dia tahu sekali kalau Minho akan segera menarik diri dan bersembunyi bila ada orang yang menganggapnya lemah.

“ Wanita dari masa lalu…” Sang Woo berfikir, mengingat ,”… apakah Sulli adalah wanita yang dimaksudkan Minho sebagai wanita yang akan dicarinya dan ditemuinya untuk meminta maaf ? Apakah Sulli adalah wanita yang membuatnya bersumpah tak akan melibatkan diri dengan wanita manapun sebelum dia mendapatkan kata-kata maafnya ? Oh Tuhan… jika benar…”

“ Apakah kau masih mengingat pembicaraan kita sebelum aku memutuskan jadi polisi ? Aku… “

“ Ya, aku bisa mengingatnya dengan baik. Diakah wanita itu ?”

Minho mengangguk.

“ Apakah kau sudah memita maaf padanya ?” Tanya Sang Woo hati-hati.

“ Aku tak punya kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Sedetik setelah kulamar dia langsung menolakku. Dan detik berikutnya dia lari dan kembali pergi…. Seperti dulu.”

Sang Woo rahangnya mengeras, dadanya terasa mencelos melihat bagaimana bahu sepupunya yang biasanya tegap menjadi kendur dan membungkuk… seolah-olah di sana bertengger beban tak terlihat  yang demikian berat. Namun dengan cepat dia menguasai emosinya. Bila Minho terlihat rapuh, maka dirinya harus menjadi penguat buatnya.

“ Aku lebih mengerti sekarang.” Kata Sang Woo dengan nada normal,” Aku bisa mengerti darimana penolakan itu berasal. Itu dari masa lalumu, Minho. Kau berutang penjelasan dan kata-kata maaf kepadanya. Sebelum benang kusut masa lalumu bisa kau urai dengan benar… aku tidak akan heran kalau Jinri akan terus menolakmu.”

“ Tetapi bagaimana caranya, hyung ?” Minho mengepakkan tangannya ke udara, putus asa dan jengkel pada dirinya sendiri yang mendadak menjadi begitu tumpul dalam berfikir.

“ Redakan emosimu, Minho… kupikir otakmu tidak akan bekerja dengan baik kalau kau masih begitu emosional. Aku bisa membantumu, tetapi kupikir Jinri akan lebih menghargai usahamu bila itu kau lakukan sendiri…”

“ Dia tak akan mau menemuiku lagi. Kakaknya tak akan membiarkanku mendekatinya… aku sudah melakukannya sebisaku, tetapi aku selalu menemui pintu tertutup di depan hidungku.”

“ Itu sebagian resiko yang harus kau ambil kalau ingin mendapatkannya. Seorang investigator pasti akan menemukan jalan yang seharusnya…” Sang Woo mencoba melontarkan gurauan, untuk mengurangi ketegangan yang melingkup adik sepupunya.

“ Sudah kubilang jalan itu tertutup bagiku !” Minho mendengus kesal.

“ Bila pintu tertutup di depan hidungmu, mengapa kau tidak mencoba menerobos lewat jendela ?” godanya

“ Hyung !!”

“ Oke, mianhae… . Saranku tetap tak berubah… temui dan jelaskan.”

Sang Woo kembali berbalik dengan tak acuh, dia tahu Minho akan berfikir keras untuk menemukan jalannya sendiri.

“ Tapi bisakah dia berfikir sekarang ? Sepertinya dia telah berubah jadi manusia yang kehilangan akal pikiran… Apakah aku harus memberikan solusi yang membuatnya akan merasa malu dengan kebodohannya ? Tidak, aku tak mau mengusik egonya. Dia sudah baik dengan rasa egonya selama ini….”

Sang Woo kakinya menapaki undakan besi yang menuju halaman belakang tokonya. Ekor matanya melihat sosok Minho yang masih bersandar pada tembok dengan tatapan ke arah langit. Minho yang malang….

“ Hey Minho !” serunya

Choi Minho terlihat tersentak kemudian menatapnya dengan wajah kalut.

“ Aku katakan kau harus menguraikan benang kusut di masa lalumu. Mengapa kau tak berusaha menghidupkan kembali masa lalumu yang pernah menyenangkan dengannya ? Coba sadarilah, kau punya keluarga yang bisa menjadi pionmu di sini. Ada Yoogeun, Minseo, Hyekyo dan ibumu… seingatku, mereka adalah orang-orang yang dekat dengan … eh.. Sulli ? Seberapa besar kemampuanmu mendekatkan mereka kembali ?”

Tanpa menunggu jawaban Minho , Sang Woo kembali menuruni tangga dan berusaha untuk tidak menengok ke belakang. Itu adalah tanda yang sangat jelas darinya untuk Minho. Dan kalau otak sepupunya masih berjalan, ia yakin Minho akan menemukan maksud dibalik perkataannya.

End of Flash Back

Lamunannya terganggu ketika dia mendengar seruan kekagetan Sulli saat membuka pintu

“ Oppa..!!!”

Choi Minho telinganya menjadi waspada, tubuhnya tegang. Tanpa diminta matanya tertuju ke arah pintu dimana Sulli terlihat gugup dan ketakutan…..

“ Oh Tuhan… siapakah yang datang ??”

===========TBC===========

Hai chingu sesuai dengan janjiku SA akan dilanjut setelah House For Sale tamat. Maaf telah membuat kalian semua menunggu lama… jujur, melanjutkan SA benar-benar penuh halangan… tetapi eonni janji akan menyelesaikannya (bila dikasih umur panjang… aamiin).

Oke, karena kulihat blog ini mulai sepi…kita buat aturan lagi…50 komentar, baru akan diposting part berikutnya….

Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya…. semoga FF ini bisa menemani kalian menunggu beduk magrib  :).

.

.

Advertisements

94 thoughts on “Secret Admire Part 46

  1. sebenarnya d real life lgi sebel sama abang minho yg jadi chaser.a tante2 d RunningMan..cemas nih..takut.a minyul moment bertebaran,aihh BT *maafcurhat

    tapi disini,minho gemesin banget,rasa.a dia susaaahh bgt buat jelasin smua.a sma sulli..ayolaah minhoo fightiiingg,s’org investigator harus.a bisa bergerak cepat biar cepet menggapai maksud.a..ayoo minhoooo 🙂

  2. Eonni.. makasih udadi post ff SA-nya..
    Masih bingung sebenernya mau ngoment apaan.. -.-
    Nah itu salahnya minho kenapa ga di ngomong yg sebenernya klo minho tu cinta sama sulli..
    Mungkin lamaran waktu itu bisa di pertimbangkan sama sulli..
    Dan untuk sang woo oppa makasih uda ngasih saran buat ming oppa..
    Hyung yang baik..
    Aduhhh…
    Itu yg dteng siwon oppa?? 😱
    Apa yg bkalan terjadi nih…
    Makin penasaran.. 😰
    Eonni di lanjut yaa.. 😄

  3. Huaaa akhirnya diupdate oenni,, aku nunggu SA diupdate lama banget dan tetep sabar yoo nungguinnya.. wkwk
    ternyata sang woo sadar yaa kalo ada kejanggalan sama hubungan minho sama sulli// dia pinter banget nerka-nerka feelingnya kuat banget
    nyari jalan keluar sebagai investigator aja bisa lu bang,,
    masa nyari jalan keluar biar masalahnya sama sulli selesai aja susah banget huh.
    next oenni ,, apa siwon yaa yang dateng gimana sama minho..

  4. Annyeonghaseyo eonni 🙂
    akhirnya lanjut jg nih ff.uwwaa si minong sdhh benar2 jatuh cinta sama si kk’,ckckcckc love you bang :D:*. Omoo yg datng itu syp?jgn siwon dong…!!ok next eonni…!!

  5. akhirnya di post juga 😀
    udah cinta mati tuh kayaknya si ming
    hahha perjuangin trus aja ya jangan menyerah bener tuh kata Sang Woo klau minho harus ngejelasin dullu dan minta maaf ke slli tentang kejadian di masa lalu mereka

  6. terimakasih eon udah di updet dri sekian lama
    itu siapa yang datang
    siwon kah ??? siwon kan benci bnget ama minho ,trus kek gimana klau mereka ketemu???
    bener tuh minho harus gerak cepat ke sulli sebelum sulli menemukan yg lain
    fighting thor ngelanjutnya 😀

  7. setelah sekian lama akhirnya dilanjut juga , aku rasa itu bukan siwon dan minho lagi-lagi mengulur waktu . di Real Life mereka aku gak setuju banget sulli eonni ama choiza plis back to minho eonni 😦
    #curhatdikit

  8. ahh ! aku greget sm Minho , knp dia harus bertele-tele ? gak langsung to the point aja .
    biar Sulli langsung ngerti gitu loh ! uh :v

  9. Susah banget si ya dptinnya, minho udah jgn jaim jaim cepetan klo suka, nanti keburu di rebut org, sulli jgn berprasangka yg ga ga donk

  10. ah akhirnya di post juga disin:)) aku sbenernya udh baca eon di asianfanfic, tapi tetep nunggu2 di update disini:3 minho lebih baik cepet2 deh menyatakan semua perasaannya dn kebenaran yg dia tuttup2i biar sulli akhirnya gk nahan2 diri sndiri,ntr nyesek lagi… ❤ DItunggu eonnie update-annya;D trima kasih;D

  11. akhirnyaaa baca juga ni update-an SA~
    jadi minho mulai menguraikan benang kusutnya sesuai saran sepupunya? berteman dengan sulli layaknya beberapa tahun silam. hmm minho harus berjuang untuk menguraikan benang kusut itu. bener kata sanwoo, kalo gabisa lewat pintu terobos aja jendelanya XD fighting minho!!
    omo siapa itu yg dateng? siwon oppa kah? harap2 cemas ye ming kkk~

  12. akhirnya….akhirnya nih ff dipost juga…..
    jadi minho dapet ide itu dari sang woo.
    mungkinkah cara ini berhasil mengembalikan kepercayaan sulli dan mampu menaklukkan hati sulli setelah mendengarkan penjelasan dan kata maaf dari minho? tapi sayang perkataan minho kepotong gara² bunyi bel itu. huft….benar² menganggu saja tuh orang. penasaran dengan tamu itu? kenapa sulli begitu kaget melihat orang itu? semoga saja bukan siwon oppa yg datang.
    next eonni!!! Keep Writing!!!!!!!!!

  13. sumpah nungguin banget chapter inii tp ya alhamdullilah di post kkk. hubungan minsul ribet banget dah😒😒. siapa lg yg dtg itu jan blg siwonnnn??! omg jan lah br aja minsuk baikan ms ada lg yg ngancurin😞😞 pokonya fighting eonni next chapter cpt di post ya penasaran hhe❤️❤️

  14. sebenernya aku udah baca kemaren tapi baru kali ini bisa ngasih comentar,.
    maklum quota habis,.
    beneran eonn,. awalnya aku bacanya tenang,. eh terakhir,. malah rasanya jantung mau copot,. siwon oppa jadi serem banget

  15. Oh my god , stelah skian lama nggak update akhirnya onni ..
    Aku bingung maw komen apa , minho ksian bgt ..
    Tp salahnya dia juga sih dulu , tp skrg giliran udah maw d jelasin eh malah sulli sama siwon yg ngebangun tembok tinggi .. Aduuuuh -_-
    Entahlah akan bagimana jadinya ..

  16. Akhirnya ff ini update juga
    Ceritanya makin bagus thor

    Kenapa minho oppa harus bertele tele
    Bikin greget 😀
    Ayo minho oppa minta maaf sama sulli eonni
    Cerita juga tentang masa lalunya

    Penasaran sama part selanjutnya
    Lanjut thor ^^

  17. Alamak lg tegang2nya malah tbc -_- jangan bilang yg dtg itu siwon :v bersabarlah kau minho memperjuangkan cinta mu wkwk

  18. eh itu siapa yang datang? siwon oppa? 😮
    wah kalo beneran siwon oppa yang dateng abis ntar tuh minho oppa! >< 😀

  19. maaf y baru komen. puasa nie makin sibuk.. oh ternyata wanita dari masa lalu minho itu sulli ya..
    terus siapa yg datang apakah siwon.. apakah siwon akan marah jika tau minho ada dirumah sulli..
    apakah minho akan meminta maaf kepada sulli dan menyatakan perasaannya kepada sulli sesuai dgn saran sang wo..

  20. walah” si minho hrus lbh brsbar ni dm melulyhjan htix sulli, seperti msh panjang y eonni critax,,,, tp gpp semangat y, maaf y bru bs komen hehehhe,,,, banyak tugas soalx, y tugas krja y tugas kuliah hehehehe, numpuk mianhae

  21. untunglah ada sang woo yg setia memberi saran dan mendengarkan setiap keluh kesah Minho. semoga yg datang itu bukan Siwon. astaga gak kebayang mereka berantem lagu.

  22. duhhduhhhh
    torr maap baru baca:g
    kalo itu siwon oppa, plis siwon oppa jangan usir minho oppa kan kesiannn
    buat minho oppa semangattt! oppa hrus jlasin semuanya biar sulli bisa ngerti semuanya jadi ntar happily ever after>.<
    thor baguss deh katakatanyaa, aku ga bisa buat ginian:g teruss lanjutt aku tunggu:g

  23. Eon din…mianhae baru bisa balik lagi kesini. Aku lagi bener-bener sibuk kemarin karena kuliahku…hehehe *curhat..ckckckck
    oke komenku..hanya..minho waeyo? Kenapa lelet banget coba…halangan siwon harusnya gak terlalu penting oppa…jangan terlalu dipikirin aduuuhhh…serem juga sih sebenarnya sama Siwon oppa tapi cinta itu harus diperjuangkan oppa…So, himne!!! fighting…
    Eon din…fighting jg yaa 🙂

  24. oh my god!! saran dari hyungmu itu bener sekali minho temui dan jelaskan sebelum terlambat!
    dan siapa itu yg datang? apakah siwon? atau pacar baru yg akan dkenalkan sulli kepada minho? secepat itukah sulli melakukan gerakan move on ? hoo 😥

  25. sang woo benar,minho harus bisa mengurai benang kusut masa lalu nya dan menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dengan sulli.kalau itu semua bisa diluruskan,sulli pasti bisa memahami perasaan minho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s