Dirty Little Secret [Bab 5]

dirty-little-secret

Bab 5

Don’t say it

Don’t call me out

Don’t be late

Don’t make a sound

Get it ready

Get it out

 .

Sulli sudah tidak bisa merasakan kakinya lagi, padahal acara belum dimulai. Setelah harus berjalan kaki melewati pelataran parkir dan mall untuk mencapai lokasi ini dan berdiri selama setengah jam berbasa-basi dengan orang-orang yang tidak dia kenal sama sekali, dia rasanya ingin melempar sepatu hak mahal yang dikenakannya malam itu. Pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya adalah: “Orang gila mana yang mendesain sepatu setidak nyaman ini?” yang diikuti oleh: “Orang gila mana yang sudah membeli sepatu ini?” Jawaban dari pertanyaan kedua inilah yang membuatnya kesal tujuh turunan.

Ugh!!! Dia betul-betul akan membunuh Daddy karena memaksanya melakukan ini. Betul-betul membunuhnya, bukan hanya mengancam akan membunuhnya kemudian mundur pada detik-detik terakhir. Kali ini dia serius. Kalau hakim bertanya kenapa dia melakukannya, dia akan berkata, “That crazy old man had it coming.” God, sejak kapan dia jadi seganas ini? Dia

betul-betul perlu melepaskan sepatu ini.

Sajangnim, kau baik-baik saja?” Tanya Jiyoung yang dia ajak untuk menemaninya malam ini, yang kini sedang menatapnya prihatin.

Sulli hanya tersenyum penuh keyakinan dan mengangguk. Dia harus menelan ke tidak nyamanannya karena tidak mau membuat Jiyoung, yang kelihatan seperti anak hilang di tengah keramaian orang-orang paling terkenal Korea setelah presiden Korea Selatan, semakin gugup.

Entah berapa kali dia melihat Jiyoung melarikan tangannya pada gaun malamnya, merapikan kekusutan yang hanya bisa dilihat olehnya.

“Jiy, gomawo ne, sudah mau menemani saya ke acara ini,” ucap Sulli. ”Kita cuma perlu ada di sini sekitar sejam, supaya panitia setidak-tidaknya tahu ada perwakilan dari Kim Grup malam ini, setelah itu kita bisa pulang.” Jiyoung hanya mengangguk.

Pada detik itu pintu ballroom di buka dan para tamu perlahan-lahan menuju meja yang sudah disediakan. Dia dan Jiyoung kedapatan duduk satu meja dengan delapan orang lainnya yang rata-rata bisa dikategorikan manula. Sulli mengenali mantan pejabat tinggi Seoul dengan istri dan seorang bintang film senior dengan suami, setelah melalui proses perkenalan. Sulli juga tahu bahwa pasangan yang duduk persis di sebelahnya adalah pemilik pasar swalayan terbesar di Korea dengan anaknya, dan pasangan yang duduk berseberangan dengannya adalah mantan rector sebuah universitas di Seoul dengan istrinya.

Mereka hampir kehabisan topik pembicaraan ketika MC acara meminta para tamu untuk segera duduk di tempat yang sudah disediakan karena acara akan segera dimulai. Menurut agenda, acara penggalangan dana yang mencakup makan malam ini akan dimulai dengan beberapa pidato, diikuti persembahan lagu dari beberapa penyanyi ternama dan ditutup oleh acara lelang. Selain penjualan sepiring makan malam yang harganya lebih mahal daripada emas sepuluh gram, dana juga akan digalang dari hasil penjualan barang lelang.

Daftar barang yang akan dilelang sudah diselipkan bersama undangan, jadi para tamu/penawar bisa memutuskan pilihan mereka sebelumnya. Sulli sudah menandai beberapa barang yang dia inginkan untuk diberikan kepada Jiyoung sebagai tanda terima kasih karena sudah menemaninya malam ini.

Dia baru saja akan menelepon Mommy  yang malam ini bersedia menjaga Sanee dan Yoogeun untuk menanyakan kabar anak-anak ketika lampu ruangan meredup dan sebuah video mulai ditayangkan pada beberapa layar yang tersebar di beberapa sudut ruangan. Sulli memutuskan menunda teleponnya hingga makanan pembuka dihidangkan.

“Aku tidak percaya kita bisa terlambat,” ucap Sooyoung sambil bergegas menuju ballroom tempat acara diadakan.

“Kau tidak bisa menyalahkan aku noona. Aku sudah siap di jam yang kita setujui, noona saja yang telat menjemputku,” balas Minho.

“Minho-ya, noona bukan menyalahkan kamu, noona hanya bingung saja kenapa noona bisa salah hitung waktu.”

Minho hanya memutar bola matanya mendengar ucapan Sooyoung. Sumpah mati, dia tidak pernah bertemu dengan orang paling tidak bisa tepat waktu seperti noona nya ini. Kalau dia bilang akan bertemu jam 17.00, itu berarti paling cepat dia baru akan muncul jam 18.00.  Dan malam ini Sooyoung dan sopirnya baru muncul pukul 18.30. Tentu saja mereka terlambat ke acara yang sudah dijadwalkan untuk mulai pukul 20.00 karena tempat acara cukup jauh dari kediaman mereka.

Begitu mereka tiba di meja penerimaan tamu dan Sooyoung memberikan undangannya, salah satu staf langsung melokasi meja mereka dari laptop dan menggiring mereka masuk ke dalam ballroom. Ruangan sudah gelap, tapi untungnya sebuah video sedang ditayangkan, jadi mereka memiliki cukup penerangan untuk mencapai meja mereka tanpa tersandung, sayangnya, itu tidak menjamin Sooyoung tidak melibas beberapa orang dengan selendangnya ketika melewati mereka. Minho mengucapkan kata maafnya untuk Sooyoung sementara Sooyoung berlalu begitu saja, tanpa menyadari kekacauan yang ditinggalkannya.

Begitu mereka sampai di meja yang berada di tengah, tiga baris dari panggung, Minho buru-buru meminta Sooyoung untuk duduk agar tidak menghalangi tamu-tamu lain yang sedang menonton video. Begitu bokongnya bersentuhan dengan bantalan kursi, video berakhir dan lampu kembali menyala yang diikuti tepukan meriah para tamu. Minho menyadari bahwa acara ini lebih besar-besaran daripada yang dia sangka. Ruangan dipenuhi oleh setidak-tidaknya lima puluh meja dengan sepuluh orang setiap mejanya dan dari apa yang dia lihat, semua tamu berpakaian superformal. Yang laki-laki mengenakan jas dan dasi, sementara para wanita mengenakan gaun malam.

“Sepertinya aku salah kostum, noon” bisik Minho pada Sooyoung yang sekarang sedang membaca menu. “Noona sudah memberitahumu kalau acara ini acara formal,” balas Sooyoung cuek tanpa mengalihkan tatapannya dari menu. Pada saat itu MC mengundang seseorang untuk memberikan pidato pembuka dan Minho menahan diri dari memberikan komentar lebih lanjut.

Acara sudah berlangsung setengah jalan dan Sulli harus akui bahwa dia cukup menikmati malam ini dan sepertinya Jiyoung juga merasakan hal yang sama. Di luar perkiraannya, makanan yang dihidangkan cukup enak, pengisi acaranya sangat ramah. Berbeda sekali dengan perkiraannya tentang orang-orang kaya pada umumnya. Dia tahu komentar ini terdengar aneh datang darinya, karena dia tahu banyak orang mengkategorikan keluarganya sebagai keluarga kaya. Sesuatu yang sangat dia sesali. Sejujurnya kalau diberikan pilihan, dia akan memilih tidak memiliki uang tapi bebas melakukan apa saja yang dia mau daripada punya uang segambreng tapi terkekang.

Nama, uang, dan jabatan adalah hal-hal yang tidak pernah dia pahami pesonanya. Dia tahu banyak orang akan menilai orang lain dari nama marga mereka, berapa banyak uang dan apa jabatan yang dimiliki oleh orang tersebut, termasuk Mom dan Dad. Dia ingat bagaimana orang tuanya selalu memonitor teman-temannya di sekolah. Mommy akan mengajukan pertanyaan seperti: “Siapa namanya?”, “Rumahnya di mana?”, “Apa pekerjaan orangtua mereka?”, sebelum kemudian meminta Sulli mengundang mereka datang ke rumah agar beliau bisa menilai mereka langsung.

Mengundang teman-temannya ke rumah adalah pengalaman paling tidak mengenakkan yang pernah dia alami dan dia yakin Suzy, Sohyun, dan Dara, ketiga sobatnya waktu Sekolah menengah, juga merasakan hal yang sama. Itu adalah kunjungan pertama dan terakhir mereka ke rumahnya.

Karena sikap kedua orangtuanya inilah sampai sekarang Sulli masih mengalami masalah tidak menyukai orang-orang yang memiliki uang, dia takut mereka juga akan sesombong orangtuanya.

Di depan cermin di dalam toilet wanita, Sulli menaburkan bedak pada hidungnya. Toilet itu sepi, hanya ada dirinya dan seseorang lagi yang sekarang sedang mengeringkan tangannya dengan handuk. Tidak lama kemudian orang itu pun meninggalkan toilet. Sulli sedang memasukkan bedak compact-nya ke dalam tas ketika pintu toilet terbuka dengan sedikit bantingan dan seorang wanita dengan gaun malam berwarna hijau tergesa-gesa menuju salah satu kubikel yang tersedia. Dia sedang mencuci tangan ketika wanita itu keluar beberapa menit kemudian dari kubikel dengan wajah lega.

Tatapan mereka sempat bertemu di permukaan cermin dan mereka sama-sama tersenyum sebelum wanita itu mengalihkan perhatiannya untuk mencuci tangannya. Entah kenapa, ada sesuatu yang familier dengan wanita ini. Apa dia pernah bertemu dengannya sebelumnya? Tapi kalau mereka bertemu, kenapa wanita itu tidak kelihatan mengenalinya sama sekali?

Sulli harus segera memalingkan wajahnya dengan sedikit malu ketika tertangkap basah memandang wanita itu.

“Apa ada yang salah dengan bajuku?” Tanya wanita itu sedetik kemudian sambil kemudian menunduk untuk memeriksa gaunnya. “Oh, tidak, gaunmu baik-baik saja.”

“Atau dengan make-up ku?” tanya wanita itu lagi, kini mendekatkan wajahnya pada cermin dan memeriksa wajahnya.

Ani,” ucap Sulli sekali lagi.

Wanita itu menarik wajahnya dari depan cermin dan mengeringkan tangannya. Sulli berdebat dengan diri sendiri. Tanya, tidak, Tanya, tidak, Tanya, Tanya! Tanya!!

“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Sulli tidak tahu bagaimana pertanyaan itu bisa keluar dari mulutnya, tapi itulah kenyataannya, dan ternyata itu tidak sememalukan yang dia bayangkan.

Wanita itu kelihatan mempertimbangkan pertanyaannya sejenak, sebelum berkata, “Aku rasa tidak,” dengan senyum bingung dan penuh maaf.

Ternyata penilaian dia sebelumnya tentang kejadian ini salah. Ini jauh lebih memalukan daripada yang dia bayangkan. Bahkan mengalahkan malu yang dia rasakan ketika salah satu pria di kelasnya mendapati ada bercak merah tepat di area pantat pada rok putih Sekolah yang di kenakannya. Dia rasanya ingin lari keluar dari toilet sambil menagis tersedu-sedu saking malunya, namun nyatanya Sulli justru berkata, “Maaf, aku salah orang,” sebelum bergegas meninggalkan toilet dengan wajah kebakaran.

“Aku tidak menyangka bagaimana noona membujukku untuk membeli seperangkat alat make up,” ucap Minho dengan nada mencemooh sambil melangkah keluar dari ballroom.

“Loh, apa yang salah?”

“Apa noona tidak lihat tampang seorang ahjussi yang duduk di seberangku? Dia pikir aku banci.”

Sooyoung hanya melambaikan tangannya santai seakan kekhawatiran itu tidak berdasar. Well, Sooyoung mungkin bisa santai, dia berhasil mendapatkan barang lelang yang diinginkannya. Sebuah lukisan dari salah satu pelukis muda Korea yang sedang naik daun. Sedangkan Minho? Jangankan pakai make-up, pakai sabun muka saja dia tidak pernah.

“Apa noona sengaja membuat aku menawar barang itu?” Tanya Minho curiga.

Noona tak mengerti apa yang kamu bicarakan,” balas Sooyoung.

Tapi Minho tahu kakaknya berbohong karena dia menolak menatapnya. “Noona membiarkan aku ikut menawar, karena noona tahu aku akan memberi itu ke noona jika aku  menang. Well, berita baru untuk noona. Rencana noona gagal total. Aku akan memberikan ini ke Eomma, bukan ke noona.”

“Kau tidak akan melakukannya,” ucap Sooyoung terkejut dan dengan begitu mengonfirmasi kecurigaan Minho.

“Yaap, akan ku lakukan.”

Sooyoung langsung cemberut, “God, terkadang aku suka bertanya ke diriku sendiri, mengapa dulu aku repot-repot ganti popok kamu waktu kecil kalau kamu akhirnya jadi seperti sekarang.”

Oh, please. Waktu itu noona masih terlalu kecil untuk ganti popok kecil aku. Noona saja mungkin masih pake popok saat aku lahir.”

“Minho-ya?”

“Ya, noon?”

“Tutup mulutmu.” Mereka berdiri di depan pintu lift dengan tamu-tamu lain yang sekarang sedang menatap keduanya sambil senyum-senyum karena mendengar perdebatan barusan. Minho sedang meringis kepada mereka untuk menandakan bahwa perdebatannya dengan Sooyoung hanya bercanda ketika dari sudut matanya dia menangkap gerakan yang membuatnya menoleh.

Tatapannya jatuh kepada seorang wanita yang berdiri sekitar sepuluh meter darinya. Dia hanya bisa melihat punggung wanita itu. Entah kenapa, dia tidak bisa mengalihkan perhatian darinya. Keinginan agar wanita itu menoleh supaya dia bisa melihat wajahnya mulai menggerogotinya. Semakin lama dia memperhatikannya, semakin dia sadar bahwa ada sesuatu yang sangat familier tentang wanita itu. Dan pada saat itulah dia mendengarnya tertawa dan dia tertegun.

Tawa itu. Dia akan selalu mengenalinya di mana pun. Hanya ada satu orang yang bisa mengeluarkan tawa lepas seperti itu. Sulli. Tanpa Minho sadari, dia sudah memutar tubuhnya agar bisa menatap wanita itu dengan lebih seksama. Sooyoung yang kini posisi berdirinya jadi agak terhimpit menatapnya sambil menaikkan alis penuh tanda tanya. Tapi Minho tidak menghiraukannya dan kembali menatap wanita itu. Mungkinkah itu Sulli? Tidak, tidak mungkin. Dia tidak mungkin seberuntung itu. Dia sudah mencarinya selama enam tahun belakangan ini tanpa hasil dan tiba-tiba dia bertemu dengannya begitu saja malam ini?

Come on, Minho, bahkan sang Pangeran selalu akan menghadapi naga, ibu tiri jahat, dan tanaman liar pemakan manusia terlebih dahulu sebelum akhirnya bertemu sang Putri.

Perhatiannya kembali kepada wanita itu. Dalam hati dia memohon agar wanita itu memang Sulli, tapi sebagian lagi menginginkan dia sedang berhalusinasi. Pada saat itulah dia mendapat ide brilian. Minho mengeluarkan ponselnya dan dengan jempolnya menggulir daftar nama pada contact list sampai dia menemukan nama Sulli sebelum menekan tombol call. Dia mengembuskan napas dan mendekatkan ponsel itu pada daun telinganya.

“Kamu sedang menelpon siapa, Minho-ya?” Tanya Sooyoung.

Minho hanya mengangkat tangannya sebagai tanda dia akan menjelaskan nanti. Perhatiannya tetap menempel kepada wanita itu, yang akhirnya mengakhiri percakapannya dengan teman bicaranya ketika Minho mendengar ujung saluran selulernya berdering. Dan kejadian selanjutnya seakan bergerak dalam slow motion. Samar-samar dia mendengar bunyi telepon berdering di seberang ruangan kemudian wanita itu mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Dan detik selanjutnya dia mendengar sebuah suara berkata, “Yeoboseyo,” dari speaker telepon.

Suara itu. Suara yang terakhir kali di dengarnya enam tahun yang lalu. Minho tidak bisa bernapas, apalagi berpikir. Semua suara jadi redup dan yang di dengarnya hanyalah detak jantungnya yang menggila. Tatapannya terfokus kepada sumber suara itu dan dunia seakan berhenti berputar. Sekali lagi dia mendengar suara itu mengucapkan “Yeoboseyo”, kali ini dengan nada sedikit tidak sabar.

“Sulli.” Minho bahkan tidak tahu bahwa dia sudah mengucapkan nama itu ketika mendengar balasannya.

Ne, ini Sulli. Siapa ini?”

HOLY SHIT! Ini memang Sulli. Betul-betul Sulli, bukan halusinasinya.

Pada detik itu pintu lift terbuka dan semua orang bergerak memasukinya, otomatis mendorong Minho ke belakang. Tanpa pikir panjang Minho langsung menarik Sooyoung ke samping, menghindari serbuan orang-orang yang mau menaiki lift. Kemudian, tanpa penjelasan apa-apa, dia melangkah cepat, setengah berlari menuju Sulli, meninggalkan Sooyoung di dekat lift. Dia tidak berhenti hingga dia berdiri persis di belakang Sulli. Dia menarik napas dan menyapa wanita yang memegang separuh hatinya itu.

Sulli baru saja selesai berpamitan dengan istri sang mantan rector, ketika ponselnya berdering. Dia buru-buru merogohnya dari clutch, takut itu Mommy. Nomor tidak dikenal terpampang pada layar dan dia mempertimbangkan untuk membiarkan voicemail menjawabnya, tapi akhirnya memutuskan menjawab, takut penting.

Sebuah suara yang terdengar agak aneh mengucapkan namanya dan Sulli langsung mengonfirmasinya sebelum balik menanyakan identitas orang tersebut. Tapi tidak ada jawaban, kemudian sambungan terputus. Sulli menatap ponselnya dengan sedikit bingung sebelum memasukkannya kembali ke dalam clutch. Dia baru saja akan mengajak Jiyoung pulang ketika mendengar seseorang di belakangnya memanggil namanya. Otomatis dia langsung berbalik dan bertatapan langsung dengan Minho.

Minho, pria yang sudah membuatnya merasa aman dan nyaman hanya dengan berada di sisinya, membimbingnya jadi dewasa, dan mengajarkannya arti di cintai dan mencintai. Minho jugalah pria bajingan, anak setan, all around bastard yang sudah dia tinggalkan enam tahun lalu setelah dia menginjak-injak harga diri dan hatinya. Wtf. Apa yang sedang dia lakukan disini???!!

“Hi,” ucap Minho yang kini sedang tersenyum lebar.

Sulli tidak bisa bernapas ketika melihat senyum itu. Jangankan ingat kenapa dia marah pada Minho, dia bahkan tidak ingat namanya sendiri. DAMN!!! Bagaimana mungkin setelah bertahun-tahun ini dan setelah apa yang dia sudah lakukan terhadapnya, Minho masih memiliki efek seperti ini terhadapnya? Tanpa dia sadari, matanya sudah berlari dari ujung rambut, hingga ujung kaki Minho sebelum kembali lagi ke wajahnya. DOUBLE DAMN!!! Dunia betul-betul tidak adil. Minho bahkan kelihatan lebih yummy lagi daripada enam tahun yang lalu.

Dia mengenakan kemeja biru muda dan celana hitam yang jatuh dengan sempurna pada tubuhnya. Entah bagaimana, Minho terlihat jauh lebih tinggi dan besar daripada dulu. Rambutnya juga lebih pendek dari terakhir kali Sulli melihatnya. Dan meskipun Sulli menyayangkan itu, karena dia ingat betapa dia senang melarikan jari-jarinya pada rambut Minho, tapi dia harus akui Minho kelihatan lebih cocok dengan potongan yang sekarang. Ditambah dengan wajah yang ditutupi sedikit jenggot, Minho kelihatan hot as hell.

Seperti yang Sulli lakukan, Minho juga melakukan hal yang sama terhadapnya. Dia melarikan matanya ke rambut, mata, bibir, sebelum menghabiskan waktu agak lama pada dada dan pinggul Sulli. Tatapannya kemudian jatuh ke kakinya yang terpampang jelas karena gaun hitamnya berhenti tepat di lutut. Terakhir, tatapannya jatuh pada sepatu yang dikenakannya.

Sulli rasanya mau mati saja. Dia berharap dia masih terlihat selangsing dan semenarik dulu, sesuatu yang sangat tidak mungkin mengingat dia sudah melahirkan anak kembar laki-laki yang menyedot semua hormon seksinya. Dia ingat payudaranya sudah turun, lengan atasnya sudah tidak sekencang dulu, dan garis-garis stretch marks yang sekarang menjalari perut dan bokongnya. Untuk pertama kalinya, dia menyesali kemalasannya berolahraga. Detik selanjutnya dia memarahi diri sendiri karena mengkhawatirkan pendapat Minho tentangnya.

“Kau terlihat cantik, Ssul.”

Oke, mungkin ini hanya perasaan Sulli saja, tapi apa suara Minho terdengar serak ketika mengatakan itu? Sekilas, tatapan Minho terlihat seperti orang kelaparan yang siap melahap steak di hadapannya. Dan Sulli terkejut ketika menyadari bahwa steak itu adalah dirinya. Saking terkejutnya, dia tidak tahu apa dia harus merasa tersanjung atau tersinggung dengan tingkah laku Minho ini. Yang ada dia hanya bisa menganga, kemudian dia sadar diri dan mulai mencaci dalam hati. Dia serius? Berani-beraninya Minho menggodanya? Apa dia pikir bahwa dengan satu senyum dan pujian, Sulli bisa melupakan apa yang sudah terjadi di antara mereka? Well, laki-laki ini sinting kalau dia punya pikiran seperti itu.

Tanpa bisa menahan kemarahan yang mulai menderu memenuhi dadanya, Sulli berkata sinis, “Well, kau tetep terlihat seperti bajingan, Minho.”

to be continue…

.

a/n : Done yaaa… Mereka akhirnya bertemu setelah 6 tahun. Wooow. Bagaimana lanjutan kisah mereka? Stay tune. 😀

47 thoughts on “Dirty Little Secret [Bab 5]

  1. akhirnya mereka ketemu juga
    reaksi sulli psti msh ada rsa benci..tp kyknya sulli msh cinta sama minho
    penasaran…
    next part ditunggu 🙂

  2. \(˚☐˚’!l)/ \(l!’˚☐˚)/ Beneran mereka ketemu!!! Kyaaa,, wooowww bagaimana reaksi minho sma perkataan sulli. O.o duuh lucu juga pas bagian sullinya mikir dirinya udah gak seksi ddpan minho :v :v :v
    Aku ngakak pas scene minho-sooyoung beneran, mereka kakak-adik yg koplak bangetlah.
    *tariknafasssssss engak sabar nunggu kelanjutannyaaaa beneran min..

  3. Akhirnya.. setelah sekian lama.. perjuangan minho utk menemui sulli bisa terwujud..
    Tapi, gimana ya.. ekspresi minho setelah tau kalau sulli sudah memiliki anak??
    Dan ternyata itu adalah anak kandung minho??

    Ga sabar pengen tau kelanjutan ceritanya..
    Ditunggu ya.. 🙂

  4. omg…..bisa bisanya minsul saling tatap gitu dan saling menilai satu sama lain tapi akhirnya baby sull masih sakit hati sama minho oppa…
    wah dan ternyata benar mereka pada satu acara..
    jadi makin penasaran sama minsul selanjutnya…ayo dilanjut dilanjut…:)

  5. Akhirmyaaa…sulli ama minho ketemu setelah 6 tahun lmanya ga ketemu..ciee ampek terpesona sulli liat minho ama tampilan barumya..waduh kok sulli bilang minho bajingan y??ya emang iya juga sih ga salah sulli panggil minho bajingan..wuaa jadi penasaram eonnie..ditunggu part selanjutnya eonnie

  6. Kan bener kan mreka bakalan dateng ke acara yang sama. Akhirnya setelah 6 taun masa masa yang melelahkan dan pencarian yg tak kunjung membuahkan hasil membahagiakan, mereka dipertemukan juga :’)
    Duh baby sull, jangan pungkiri kata hatimu kalau kamu masih demen banget banget banget ama minhoppa 😦 iyasih kalo inget apa yg dia bilang waktu itu tu nyesekin hati banget, tapi sapa tau ajah seiring berjalannya waktu minhoppa berubah dan mau tanggung jawab sama hasil perbuatannya kalau kau ngomong mereka masih ada dan gak kamu gugurin 😊
    Next chap segera ya eon, penasaran gimana kelanjutan kisah mereka setelah sekian lama bergelut dengan rasa rindu dan kekecewaan yg mendalam 😁.
    Pasti kalo noonanya minhoppa tau dia udh jadi bapak, nambah di cengin aja tu minhoppa hahaha 😁

  7. Akhirnyaaa mereka ketemu juga setelah 6 tahun. Reaksi yang bagus Sulliiiii, omongan yang luar biasa bagus untuk Minho wkwk

  8. aaa btl kan dugaan ku kl mereka nanti ketemu di acara ini wkwk. sumpah antara kaget sama ngakak jd satu di bagian sulli bilangi minho bajingan wkwk baru ketemu sdh di sumpahin wkwk. ok eonni next chapter yeaa cpt di post ya pnsrn setelah dblgin sulli gt minho blg apa wkwk fighting!!

  9. Yang ktemuan ngk sengaja bkin efek samping sulli jd ngk pd dengan dirinya. Padahal tatapan minho oppa tuh brasa mau nerkam sulli aja. Sioppannya ngrasa ngk da salah aj nih ama sulli nih. Sulli ud emosi aja ama minho dgn perlakuanya dulu

  10. “well kau tetap terlihat seperti bajingan Minho” wesss sdis amat mbak -,-

    Minho yg sabar ne, sepertinya Sulli belum sepenuhnya sembuh(?) dari sakit hatinya ^^

    #Fighting Minho ^^

  11. ini yg kuharapkan mereka bertemu ,tp bagaimana reaksi sulli kenapa diam saja?wah,,,,lanjut oenni penasaran banget kisah selanjutnya,seru.

  12. woahhhh..akhirnya merka ketemu nih….kayak nya sulli msih cinta sma minho wlpn dia msih ngak bisa lpa apa yg minho lkukn kepdanya…ditunggu lnjtan nya ya…^^

  13. Nah kan bner mereka bakalan ketemu di acara itu dan tepat di depan lift mereka bertemu daebak keke , untung minho langsung cek itu nmer telpon sulli coba klo gak berakhir sudah kesempatan bertemu pertama kalinya dengan sulli hehe . Akhirnya setelah 6 tahun pencarian yang tak kunjung ketemu membuahkan hasil di acara penggalangan dana kekeke
    oh ayolah sull kau pasti juga rindu kan dengan minho oppa jangan bohongin hati sendiri sull aku yakin kmu pasti rindu 😁😁 dan kmu harus tau slma 6 tahun juga minho oppa nyariin kmu trus eoh , mungkin minho oppa ingin minta maaf ke kmu sull 😄😄 minho oppa pasti juga rindu denganmu selama 6 tahun gak ketemu 😁😁. Mungkin klo kmu menceritakan kmu tidak menggugurkan bayi yang dalam kandunganmu itu mungkin minho bakalan menerima itu kan drah daging dia sull ayolah jangan sinis mulu sma minho oppa eoh 😣😣
    gimana reaksi minho oppa sulli berbicara sinis gitu ke minho oppa ? Ah aku penasaran mungkin kah minho oppa akan menerima perkataan itu ? Aku tunggu kelanjutannya eon hehe fighting 💪💪💪

  14. akhirnya setelah 6 th pencarian minho oppa bertemu sulli eonni, minho oppa kayak gx punya dosa, bisa”nya dia senyum” ke sulli eonni yg dulu pernah ia lukai hatinya…
    sulli eonni pasti shock bgt ketemu minho oppa di lift..dan sulli eonni mengakui klo minho oppa lebih tampan

  15. Waduhhhh minho di tampar abis ma sulli, mudah2 han soyung bisa denger biar dia nanti tanya ke minho siapa sulli dan bantu ngerayu sulli, mmmmm

  16. sekian 6 thn minho g ketemu sulli,dn akhir”x mereka bertemu jg.. tp kho minho g’ langsung peluk z sulli..!!!pnsran bgt nh g mn reaksi minho abs bilng sulli bajingan????

  17. wwhahhaa awal perjuangan minho sudah diimulai, kayaknya sulli masih sakit hati banget sama minho hhuufftt ya iialah sesuatu yang dulu minho lakukan memang sangat keterlaluan .. hheem kayaknya ga akan mudah nih buat minho untuk dapetin maaf dari sulli yahh awal pertemuan aja udah di katain bajingan lagi .. wkwkwkkaa aahh ga sabar ngeliat reaksi minho kalau ternyata dia punya anak .. hhuua di tunggu kelanjutannya ya ..

  18. wuaaa akhirnya mereka bertemu, hihiii minho berasa kaga ada dosa di sini mah XD
    kata-kata sulli buat minho di bagian akhir hahaha ngakak eh. dia antara marah dan meleleh sama pesona minho XD

  19. wuuuuuu,,, akhirnya mereka ketemu nih, lucu juga lihat mereka saling terpesona gitu, kan secara udah lama gitu ngak ketemu,,, tp jd penasran ama reaksinya sulli,,,😄😄
    lanjut trus eon,,💪💪💪

  20. Bang ming berjenggot ??? Huft sexy dan hot mungkin
    Wkwkkwk….. ~_~
    Yeah mreka akhirnya ktemu lagi,tpi sulli mau tmpil sinis nih,brhasil nggak yah ??? Ming gimana,masih cinta sulli ??? Kejar sul ampek dapet yeh

  21. Ya ampun dengan entengnya minho nyapa sulli dan godain sulli lg . Dia ngga tau ini sulli udah sakit hati ama dia ..
    Di tunggu deh min chap selajutnya .

  22. Akhirnya mereka bertemu juga,, tp kayanya sulli msh bnci sma minho..
    Tpi sepertinya msh ada jg rasa cinta dihati sulli,,
    Next chap chingu,, penasaran gmna selanjutnya..
    Gomawo

  23. mereka ketemu 😀
    minho masih suka sama sulli dan kangen bnget kan tuh ampe gitu kesannya pas ketemu sulli
    tp sulli ???apa gk suka lagi ama minho apa dia gk kangen
    pasti setelah ini mereka bnyak ketemu
    semangat thor

  24. pertemuan yang sangat di harap kan minho dan mungkin sulli tidak mengharapkannya
    bagaimana pun sulli pasti masih menyimpan cinta dan benci ke minho
    tp entah dominan yang mana
    semangka 😀

  25. Antara cinta dan benci wkwk akhirnya setelah 6 thn mereka bertemu kembali, tinggal tunggu saat2 minho ketemu 2 buah hati nya hihi

  26. Finnaly… minsul ketemu juga,,,
    Reaksi mereka brdua lucu…
    Brpikir masing2, menilai diri masing2, hahahaa
    Dasar minsul 😛
    Awalny tadi kirain mreka gk bkln brtmu, smpai di part ming oppa keluar ballroom sm noonany dan matany mnangkap sosok yeoja dr belakang 🙂

    Next bab dah…
    Pngn tau klnjutan hub minsul stelah prtmuan ini 🙂
    Respon ming oppa kalo tau twins namja childny,,,
    Heehe
    Tetap semmmangaaatt yaaa

  27. akhirnya penantian 6tahun terbayar sudah, minho udh ketemu ssul. Semoga ntar mereka bisa ngasuh yoogeun sm sanee barengan. Fighting

  28. takdir mempertemukan mereka kembali. walaupun pertemuan pertama mereka tdk menyenangkan. tapi mereka tidak bisa memungkiri bahwa rasa cinta masih tertanam kuat dalam hati masing². semoga aja, ini pertanda bahwa mereka itu memang berjodoh.
    oh minho….kenapa kau masih bisa tersenyum lebar dan begitu gembira saat menyapa sulli? apa kau tak menanyakan dan mengkhawatirkan keadaan serta kondisi sulli dan bayimu setelah kau tinggal dulu?
    dan jangan kau salahkan sulli jika dia mengatakan “ kau tetap terlihat seperti bajingan,minho”. karena luka yg dulu kau berikan kepada sulli benar² masih membekas didalam hatinya.
    next !!!! keep writing!!!!!

  29. Liked..liked un cuma gak enk di bagian akhir sudah mendayuh2 di pas tengah2 ehh pas sbelum tbc heuh ..

    Knapa harus tbc un nanngung lgi greget2, slalu bgitu pas di part greget psti tbc.. Tpi gpp lah yg pnting update trus hwaiting un (y)

  30. Omona !!!!!!! Minho oppa sama Sulli eoni udah ketemu ??
    Terus mereka bakal balikan lagi yahh ? Atau mereka mau menikah ?
    Kaya nya Sulli eoni bakalan ngehindar nih dari Minho oppa ?
    Semoga aja mereka baikan, dan cepet menikah 🙂
    Aigoooo kenapa Minho oppa sama Sooyoung eoni debat terus ? Kaya anak kecil haha 😀

  31. Wooww sulli, keren banget bilang gitu ke minho. ya emang dia harus dikasih pelajaran, jangan langsung jatuh ke pesonanya lagi;(
    tapi endingnya harus happye eheheheh;;

  32. oh ya ampun.. akhirnya mereka bertemu. emang jodoh yah xD
    ahahaha Ming muji Ssul. tapi, reaksi Ssul sungguh sangat menggelitik apalagi kata2 pedasnya itu loh. abis deh harga diri ming, yang sabar yah ming 😉

  33. Aduuuuhhh,, udah digambarin secara manis.. Akhirnya tetep aja dibilang bajingan.. Kekeke,,
    kapan nih minho ketemu anaknya..
    Ceritanya semakin tambah seru n bikin penasaran..

  34. Ahhh akhirnya minsul bertemu, setelah dari part awal menanti moment2 pertemuan mereka..dan memang ada tapi tbc ahahahaaa

    Yg di toilet sama sulli, sooyoung kah?
    Sepertinya sooyoung akan tau kenapa minho betah jomblo kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s