Secret Admire (Part 49)

SA

Judul    :  SECRET ADMIRE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Kim Jongin, Amber,Yoogeun,Minseo

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan, Mengagumi seseorang bisa menggembirakan, Mengagumi seseorang bisa membingungkan, Mengagumi seseorang bisa menyakitkan, Mengagumi seseorang bukan pilihan

49 Keraguan

Setelah berkata begitu dia ngeloyor pergi menuju kamar mandi tanpa sedikit pun menoleh pada Minho.

Seandainya saja….

Ya, seandainya saja dia mau memalingkan wajah sedikit dan melihat reaksi Minho, mungkin dia bisa melihat semua kepahitan dan penyesalan di wajah lelaki itu.

 ‘

Minho Pov

Sangwoo Hyung mungkin benar, segala kekacauan di antara aku dan Sulli bersumber dari kejadian di masa lalu. Melihat reaksinya yang seperti tadi, membuatku berfikir bahwa semua yang kukatakan dan kulakukan padanya di masa lalu telah melukai perasaannya. Dan aku telah membiarkan luka itu di dalam dirinya selama bertahun-tahun… apa yang kau harapkan,Minho ? Berkata minta maaf kemudian masalahnya beres ? 

Sepertinya pembicaraan ini harus ditunda menunggu situasi yang memungkinkan, Sangwoo hyung… kau benar semuanya tidak akan pernah mudah.

“ … Cara noona menangis …. Aku pernah melihatnya seperti itu dulu… saat dia menangis sewaktu melihat paman mencium Krystal noona  .Waktu itu…ketika aku sakit, Sulli noona melihat kalian melalui jendela kamarku. Dan dia menangis… dan yaah, kupikir itu karena cinta…”

Kata-kata Yoogeun terngiang kembali di telingaku.

Bila melihat bagaimana reaksi Sulli saat kusentuh, ketika kami berada di bawah satu atap… aku boleh berharap bahwa itu benar. Tetapi kini aku meragukannya, apalagi setelah beberapa kali aku mendapati dia menghabiskan waktunya dengan Hae hyung.

“ Noona bilang, ada saatnya orang harus pergi meninggalkan sesuatu yang diinginkan dan dicintainya, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.”

Mungkinkah Sulli memilih meninggalkanku dan memilih Hae hyung ?

Apakah aku akan merelakannya menjadi milik Donghae ? Walaupun dia laki-laki yang cocok dan menjanjikan untuknya…. Aku tak akan mau melepaskannya. Tidak akan pernah !! Apalagi Sulli meninggalkanku tanpa penjelasan apapun dariku… tanpa pembicaraan apapun.

Surat-surat itu….

Surat-surat yang kulayangkan ke alamatnya beberapa tahun lalu… apakah dia menerimanya ?Apakah pernah dibacanya ? Aku khawatir surat-surat itu dibuangnya begitu saja tanpa membaca isinya terlebih dahulu, karena waktu itu aku benar-benar melukai perasaannya. Bila memang demikian, aku harus menjelaskan semuanya.

Persis seperti Sangwoo hyung katakan…

End of Pov

“ Ayo !!”

Minho tersentak, membalikkan badannya dari pemandangan Sherlock yang sedang menjilati  kakinya. Dilihatnya Sulli sudah mengikat rambutnya dan mengganti baju kemeja yang tadi dipakainya dengan kaos rajutan yang membuatnya terlihat lebih santai.

“Dan tetap cantik seperti seharusnya….” Pikirnya

“ Ayo ke mana ?” tanya Minho linglung.

“ Bukankah kau tadi yang akan ke Pet Shop lalu membawa Sherlock ke rumahmu. Sekarang masih sore, aku masih punya sisa waktu sampai jam delapan nanti. Kupikir itu…..”

Sulli berhenti bicara, kemudian matanya terbuka lebar seakan dia baru tersadar akan sesuatu

“ Omona, apakah aku salah menafsirkan semua omonganmu ? Mianhe, aku hanya berfikir sangat tidak adil bagimu terbebani Sherlock, padahal dia datang ke kondoku. Aku… aku hanya berniat mengantarkannya ke tempatmu sebagai rumah barunya… aku tak berfikir kalau kau ingin pulang sendiri….mian.”

“ Jinri… eh… Sulli… dengar.” Minho berkata cepat ,” Aku katakan  tadi kita… berarti aku dan kamu… kita berdua yang membawa sherlock pulang.”

Minho mengambil anak kucing itu dengan lembut, kemudian memberikannya kepada Sulli

“ Kupikir dia akan lebih senang denganmu. Aku akan mengambil peti makanan kucing itu dan menaruhnya di bagasi.”

 ‘

Satu jam kemudian…

Keranjang dari bambu berlapis bantal tipis, shampoo untuk kucing, kotak pasir, sekop, ember kecil, bola mainan, nampan makanan, adalah barang-barang yang mereka beli di pet shop untuk kepeluan Sherlock. Semua barang itu dijejalkan di jok belakang. Sementara Sherlock sepertinya sangat menyukai keranjang dan bantal itu, karena kini dia terlihat nyaman meringkuk di dalamnya. Berbaring dengan meletakkan kepalanya yang kecil di atas satu kakinya ,matanya terpejam.

“ Dia sangat menyukai tempat tidurnya yang baru…” kata Sulli sambil mengambil keranjang itu dari kursi.

“ Dia memang sudah mengantuk setelah makan tadi. Masuklah dulu, aku akan mengeluarkan yang lainnya.” Minho bergerak ke arah bagasi, membuka dan mengeluarkan peti makanan kucing yang dibawanya dari kondo Sulli.

Alih-alih masuk, Sulli malah menunggu Minho di garasi. Matanya beredar ke seputar tempat yang dulu pernah akrab dengannya. Rasa hangat dan nyaman menyeruak dalam dadanya. Kesadaran bahwa mereka  pulang ke rumah Minho bersama-sama, dengan membawa Sherlock… entah kenapa membuatnya merasa kembali ke rumah dengan keluarga kecil impiannya.

“ Ini konyol sekali. Ini pasti karena aku terbiasa berpikir bahwa Choi Minho adalah suamiku selama penyamaran itu. Ini pasti karena dulu aku mendapatkan rasa terlindungi di rumah ini… pasti hanya itu !!” pikir Sulli panik

Minho menyimpan peti di salah satu sudut bagasi, kemudian membuka pintu penghubung setelah mematikan mobil dengan remot.

“ Masuklah, jangan sungkan. Kita akan meletakkan keranjang itu di halaman belakang, di sana ada pojokan yang terlindung hingga akan terjaga untuk tetap hangat. Bagus buat Sherlock.”

Karena Sulli masih berdiri mematung, akhirnya Minho melangkah mendahului memasuki rumahnya.

Sulli Pov

Situasi di sini tetap seperti yang terakhir kuingat, tak banyak berubah.

Aku melangkah mengikuti Choi Minho yang bergerak luwes di rumahnya sendiri. Entah kenapa, memasuki rumah ini dan melihat kembali suasana ruang duduk, dapur, meja kerjanya, membuat perasaan hangat memenuhi aliran darahku. Aku begitu mengenal setiap sudut rumah… dan perasaan kembali ke rumah, membuatku sukar mengontrol debur jantungku sendiri.

Kembali ke rumah…

Aku menertawai pikiranku itu dalam hati.

Aku tertegun ketika Minho berbalik , menghampiriku dengan matanya yang penuh senyum. Jantungku berdebar tak menentu.

Apa yang akan dilakukannya ?

“ Berikan keranjang itu… err… apakah aku harus memanggilmu Sulli atau Jinri ?”

“ Apa saja !” jawabku dengan suara tercekik, malu dengan pikiranku yang macam-macam… karena ternyata Minho hanya mau meminta keranjang Sherlock dariku.

Mungkin karena nada suaraku yang aneh, Minho mengangkat sebelah alisnya… menatapku.

“Maksudku… Sulli atau Jinri sama saja, bagaimanapun kedua nama itu memang namaku.”

Minho mengangguk, kemudian berbalik dan menuju halaman belakang rumahnya. Mungkin untuk menaruh keranjang di sana.

End of Pov

 ‘

Saat Sulli melihat bagaimana  Minho mengurus Sherlock, mengatur tempatnya agar cukup penerangan dan hangat, entah mengapa Sulli merasa seolah-olah kucing itu bayi mereka yang baru lahir dan baru dibawa pulang dari rumah sakit.

Begitu pula saat mereka berdua menyantap pizza yang dibeli di perjalanan. Dia berangan-angan mereka adalah suami istri betulan yang bersantai di ruang duduk, setelah lelah seharian. Duduk dengan perut kenyang , saling berbicara, sambil…. berpelukan….

“ Aish… ada apa denganku ? Sadarlah Sulli, kau di sini hanyalah seorang tamu. Tidak lebih !! Gila… ini gila ! Seharusnya sejak awal kau menolak untuk menjalin pertemanan kembali dengannya. Kalau kau berharap lebih, kau salah. Memang benar dia pernah melamarmu, dan itu karena dia tidak mau megecewakan keluarganya dengan pernikahan palsu itu. Dia datang kembali di pintu rumahmu bukan karena mencintaimu tetapi lebih karena merasa terbebani rasa bersalah untuk keponakannya. Ayolah, Choi Minho mencintai wanita lain… di Seongnam sana. Sekarang bangunlah, segera pergi dari sini sebelum dia mengetahui apa yang ada dalam pikiranmu !”

Baru saja Sulli berpaling hendak minta diantar pulang, telepon berbunyi dengan nyaringnya. Minho meminta izin untuk menjawab panggilan teleponnya.

“ Sepertinya Minho selalu sibuk dalam tugas. Dia tidak memiliki kehidupan pribadi yang bisa diharapkan untuk membina rumah tangga yang stabil. Mungkinkah itu alasannya dia tidak menikahi mantan pacarnya itu ? Mungkin itu alasannya dia hanya berminat untuk menjalin affair dengan wanita bersuami itu ?” batin Sulli dengan jijik ,” Sebenarnya apa pekerjaan lain yang dikerjakan Minho ? Bukankah Hae oppa pernah mengatakan bahwa dia sudah lama tidak aktif di CGI ? Apakah itu telepon dari Seongnam ? Kasus pribadi yang menyita perhatiannya belakangan ini ?”

Sulli mengingat kembali percakapan mereka di mobil saat menuju rumah Minho, tadi.

 ‘

Flash Back

Minho menatap jalanan yang mulai ramai, dia berusaha mengalihkan perhatiannya dari Sulli yang duduk nyaman di kursi penumpang, di sebelahnya. Pikirannya mengembara pada niat awalnya untuk mengajak Sulli bicara.

“ Hari ini aku punya waktu yang bisa menjadi peluang untuk membicarakan masa lalu. Urusanku di Incheon mungkin akan mendesak sewaktu-waktu, aku tak mengira aplikasi pengunduran diri akan serumit ini… dan mungkin setelah apa yang kulihat antara Sulli dengan Donghae hyung, aku hanya punya kesempatan sedikit untuk bisa berbicara lagi dengan Sulli…”

“ Jadi kau memang telah keluar dari CGI ?”

Minho terkejut dengan pertanyaan Sulli yang tiba-tiba itu. Dia terdiam, memikirkan kembali jawaban yang tidak membuka dirinya terlalu lebar pada wanita itu.

“ Bukan keluar, hanya mengurangi aktivitasku di sana. Mungkin dalam waktu dekat aku akan melepaskan agency itu pada Kibum atau Heechul hyung.”

“ Mau pindah pekerjaan ?”

“ Aku belum memikirkannya.” Jawab Minho enggan

“ Jadi kasusku adalah kasus terakhir buatmu ?”

“ Tidak juga. Setelahnya aku menangani dua kasus lain…”

“ Kasusnya sudah selesai ? “

“ Masih dalam proses…”

“ Lalu kau mengambil Sherlock … padahal masih menangani kasus. Apakah itu tidak merepotkanmu ?”

Minho tidak segera menjawab, dia membelokkan mobilnya memasuki restoran pizza.

“ Apakah kita akan makan di sini ?” Tanya Sulli , “ Aku tidak terlalu lapar…”

“ Tidak, aku akan membeli pizza karena di rumah tidak ada makanan. Sepertinya pizza dan sekaleng bir akan membuat makan malamku lebih praktis dan mudah.”

Mereka berhenti di kotak pemesanan, setelah menyebutkan pesanannya dan menunggu sebentar, pesanan itu diantar.

” Drive through… sepertinya akan semakin digemari di kota ini.” Komentar Sulli

“ Tidak terlalu buruk buat mereka yang terburu-buru.” Jawab Minho.

“ Jadi… apakah Sherlock akan merepotkanmu ? Maksudku dengan kasusmu… mungkin sebaiknya kita berikan saja dia ke tempat penampungan hewan liar.”

Minho menarik nafas panjang.

“ kasusku dalam proses penyelesaian, aku tidak terlalu diburu waktu karena setelah meninggalkan CGI, otomatis aku lebih banyak waktu luang.”

“ Apakah kasus itu sepelik kasusku ?” Sulli melirik Minho sekilas di spion.

“ Kasusmu tidak pelik, hanya kasus sederhana. Yang membuatnya menjadi sulit adalah karena Daehoo  mengalami penyimpangan prilaku. Menghadapi orang seperti itu, kadang kita dihadapkan pada kemungkinan yang tak terduga.”

“ Lalu kasusmu yang sekarang lebih pelik dari itu ?” Sulli bergidik ,” Lantas kenapa kau masih punya waktu berkeliaran seperti sekarang ?”

“ Aku tidak berkeliaran . Aku punya tujuan. Lagipula kasus itu sudah mendekati titik akhir. Bila ada hal penting,pengacara mereka berjanji akan mengontakku dari Seongnam.”

“ Seongnam ?”

“ Ya. Aku bekerja untuk seorang teman di sana. Tetapi semua mendekati penyelesaian dan proses pengadilan sudah dijalankan.”

“ Jadi, kasus yang lebih pelik dari kasusku itu adalah kasus mantan pacarnya…tentu saja. Dari Tae Young eonni aku mendengar dia sedang bermasalah dengan suaminya… mungkinkah telah mendekati titik akhir dan proses pengadilan itu menandakan bahwa mereka akan bercerai ?”

Ada rasa sedih yang tiba-tiba menyergap Sulli, seperti kabut  yang menelan cahaya bulan di malam hari. Suatu perasaan yang membuatnya merasa sendiri dan akan ditinggalkan.

End of Flash Back

Sambil menunggunya menelepon, Sulli membereskan kaleng bir yang kosong kemudian membawanya ke tempat sampah yang terletak di dapur. Ketika melintasi ruang duduk, matanya tertarik pada tumpukan foto-foto di meja kaca.

“Itu pasti bukan foto-foto dari kasus-kasusnya. Biasanya Minho menyimpan berkas kasusnya di meja kerjanya, dan selalu terkunci. Apakah itu foto-foto mereka, Minho dan mantannya, ketika dia menghabiskan waktunya di Seongnam ?”

Sulli sadar sekali kalau itu bukan rumahnya, adalah tidak sopan mengutak-atik barang yang bukan miliknya. Namun dorongan hatinya untuk bisa melihat wajah wanita yang dicintai Minho begitu kuat dan membuatnya nekat.

Sebelum dia kehilangan keberaniannya, Sulli mendekati meja dan melayangkan pandangannya ke foto yang terletak paling atas.

Terkesiap, dia perlahan membungkuk kemudian mengambil tumpukkan foto itu supaya bisa melihatnya dengan lebih jelas.

Itu adalah foto pernikahannya sendiri !!

Rekan Minho yang menyamar menjadi juru foto waktu itu dengan pas memotret moment terbaik pernikahan yang membuatnya panas dingin. Potret itu diambil tepat beberapa detik setelah pendeta gadungan memutuskan mereka sebagai suami isteri. Kamera dengan cerdik merekam kilatan hasrat pada mempelai pria dan wanita. Sulli bersumpah kalau Minho sangat mahir bersandiwara, mereka tampak saling menatap dengan wajah bersinar dipenuhi aura   yang kental. Benar-benar sempurna seperti sepasang manusia yang saling jatuh cinta.

Sulli jantungnya berdegup kencang, dengan gemetar dia mengambil foto berikutnya. Dan… Ya Tuhan, cara mereka berciuman… pantas sekali kalau semua orang akan percaya bahwa mereka saling tergila-gila satu sama lain.

“ Apakah ini benar-benar diriku ? Wanita yang dengan sorot mata memuja menatap Minho, dengan pipi memerah dan senyum yang seolah menyatakan bahwa lelaki yang memeluknya adalah tumpuan hidupnya…”

“ Ah… rupanya kau telah menemukan foto-foto itu,ya !”

Teguran Minho membuat Sulli terkejut, sampai-sampai foto-foto yang sedang dipegangnya terlepas dan jatuh di karpet.

Dengan wajah memerah, Sulli berlutut dan memunguti foto-foto itu.

“ Aku sengaja meletakkannya di sana supaya bisa mengingatnya saat akan kuberikan padamu, tetapi sialnya tadi aku lupa. Untunglah kau datang kemari dan menemukannya.”

Choi Minho berjongkok, membantu mengumpulkan foto yang tercecer. Entah dengan disengaja atau tidak, tiba-tiba tangannya bergerak dan menyentuh tangan Sulli. Sentuhan ringan itu berdampak sangat hebat, untuk sesaat api seolah-olah menyembur di antara keduanya.

Sulli dengan panik mencoba menarik tangannya, tetapi gagal

“Sulli….” Suara Minho pun terdengar tidak stabil.

Sulli tak berani mengangkat wajahnya, matanya tertancap pada foto yang ada di tangannya. Walaupun begitu dia bisa merasakan kalau lelaki itu beringsut ke dekatnya. Jantungnya seakan berdentam di telinganya, saat dia melihat kaki Minho berhenti beberapa centi dari tempatnya. Dia bisa merasakan hembusan nafasnya menampari rambut dan pipinya.

Ketika jemari lelaki itu menyentuh dagunya dan menengadahkannya, Sulli secara naluriah sudah tahu akan menuju ke mana mereka. Akal sehatnya memberikan peringatan keras, untuk segera menjauh tetapi tak satupun dari bagian tubuhnya yang menuruti peringatan itu. Dirinya seolah kehilangan tenaga dan lupa bagaimana caranya bergerak. Matanya sudah terkunci dalam tatapan lelaki itu. Sementara jantungnya berpacu demikian hebat…

“… bogoshipo…”

Sulli nyaris tak mendengar suara Minho yang lebih menyerupai gerutuan, tetapi matanya bisa membaca gerak bibirnya. Dan tanpa daya Sulli memejamkan matanya, sebelum dia jatuh dalam mimpi yang  nyata . Pasrah dengan kerinduan yang menggebu, yang melumpuhkan otaknya begitu bibir mereka bersentuhan.

 Apartemen Siwon

 ‘

Siwon tangannya bergetar, perlahan dia melipat kertas yang dibacanya. Tenaganya serasa tersedot oleh kursi yang didudukinya. Rasa marah, kecewa, dan sedih menyesaki dada dan pikirannya.

“ Sekarang kau mengerti,oppa ?” Jessica bertanya hati-hati.

“ Apakah Sulli sudah melihat surat-surat ini ?” pertanyaannya lebih menyerupai gumaman.

“ Tidak. Belum.” Jawab Jessica,” Tadinya aku ingin memperlihatkan surat-surat ini kemarin, saat dia ada bersama kita. Tetapi aku tak berani melakukannya tanpa ijin darimu…”

“ Bagus. Sebaiknya Sulli tidak mengetahui ini…. Bila tidak, semua rencanaku akan gagal.”

“ Oppa, kau masih merencanakan tipu dayamu dengan Hae oppa untuk Sulli ? Setelah membaca surat-surat itu ?”

“ Harus kulakukan, “ Siwon mengangkat wajahnya dan menatap istrinya ,” Kalau aku ingin menyelamatkan hati adikku untuk kedua kalinya…”

Jessica bergidik melihat kilasan tekad dalam mata suaminya yang menyala-nyala. Ia tahu, tak akan ada seorang pun yang bisa menghentikannya. Ia hanya berharap, kehidupan memberikan jalan buat Siwon dan Sulli dalam menyelesaikan semuanya. Dengan kesal

dia meninggalkan ruangan itu dengan alasan ingin menjemput si kecil yang sedang bermain di rumah tetangganya.

“ Siwon oppa hatinya sudah bulat untuk menjodohkan Sulli dengan sahabatnya. Apalagi yang bisa kulakukan untuk menyadarkannya ?”

 ‘

Siwon Pov

Rasanya sukar dipercaya, setelah beberapa tahun memiliki pemikiran yang terburuk tentang Choi Minho. Surat-surat itu bukan menjadi penjelasan gamblang atas semua peristiwa yang menimpa Sulli-ku selama ini, tetapi lebih menyerupai olok-olok kasar yang membuatku marah, kesal, kecewa, sedih !

Semua yang ditulisnya bagiku lebih mirip pembelaan diri daripada penjelasan. Lelaki itu sepengecut pembawaannya, yang menciut dan mundur ketika digertak.

“…. Aku mengetahui kebenaran itu beberapa hari setelah kau menghilang dari sekolah. Kemana saja Sulli ? Mengapa kau tidak pernah muncul kembali ke sekolah ? Setiap pagi aku menungguimu di gerbang, setiap istirahat aku mendatangimu di kelas… tetapi tak seorang pun yang tahu keberadaanmu…. Setelah kau baca surat ini, bisakah kau meneleponku ? Kita harus bicara, kau tahu aku benar-benar menyesali semua kejadian itu……”

Tak sadar aku mengumpat saat mengingat kata-kata terakhir di surat pertamanya. Pikiranku melayang ke saat-saat Sulli mengurung diri di kamarnya tanpa mau bicara atau pun makan. Saat itu dia menangis dan kata-kata yang diucapkannya pada Jess setelah mereka bicara hanya kata-kata…”  aku malu… kenapa aku dilahirkan dengan keadaan seperti ini… aku tak akan kembali ke sana…” … Sulli-ku yang malang…

Dan mungkin laki-laki itu berfikir bahwa rasa sakit dan tertekan yang dialami adikku akan lenyap dengan penjelasan… yang hanya dilayangkan melalui surat ?? Picik sekali !! Dia boleh menyesali itu seumur hidupnya !! Dan aku tak akan membiarkannya mendekati Sulli lagi. Lelaki bajingan itu sepertinya… yang hanya melihat tampilan fisik saja !

Sebetulnya, kalau mau jujur aku dulu sempat tergoyahkan juga dengan upayanya mencari adikku. Kemunculannya di gymnasium beberapa kali, telepon-teleponya yang masuk melalui mesin penjawab telepon, kedatangannya yang berkali-kali ke apartemen… yang kemudian dikuatkan dengan surat-surat itu… hampir membuatku tergerak untuk memberinya kesempatan menemui Sulli…. Tetapi untunglah itu tak perah kulakukan, Tidak akan !!

“…….Bila dia menikahi Donghae, berarti dia menghapus kebahagiaannya sendiri… karena kutahu, hanya Choi Minho yang bisa memberikan kebahagiaan itu. Bukan Donghae… bahkan kau, kakak kandungnya !”

Kata kata Jess kembali terngiang-ngiang di telingaku.

Kusadari… bahkan aku tahu banget kalau Sulli masih mencintai Minho, seperti yang dikatakan istriku. Tetapi sikapnya selama di sumah ini menunjukkan begitu banyak kemauan dan kemajuan. Dia sudah kukenalkan dengan beberapa sahabatku yang masih lajang, dia mau pergi berkencan dengan mereka…walaupun tidak pernah berhasil. Belum. Dengan Donghae dia mengalami kemajuan berarti, mau berkali-kali di ajak ke luar… itu langkah besar buat Sulli . Hanya tinggal menunggu waktu.

End of Pov

.

.

.

===== TBC =====

Advertisements

82 thoughts on “Secret Admire (Part 49)

  1. Greget sama babeh siwon gue. Minho udah berubah loh beh dia baik banget. Terima aja kenyataannya kalo mereka saling mencintai. tinggal restuin aja babeh terus mereka pasti bahagia. Donghae gakbisa buat sulli bahagia, aigoooooo gue bete sama babeh siwon

  2. Sherlock byi mreka saat ini nnti bkl ada byi sungguhan
    Bang won msih kras kpala aja yah
    sma kyak adeknya yg msih aja brprasangka bruk ama bang ming
    Oh yah eon,aku udah bca di aff rsanya kyak ada part yg hilang yah ??? Apa cuma pikirku aja

    Next eon tetap smangat buat nulis dan aku mau ngucapin minal aidzin walfaizin yah mskipun blun lbran sih tpi tinggal bberapa hri lagi nih.

  3. Sherlock byi mreka saat ini nnti bkl ada byi sungguhan
    Bang won msih kras kpala aja yah
    sma kyak adeknya yg msih aja brprasangka bruk ama bang ming
    Oh yah eon,aku udah bca di aff rsanya kyak ada part yg hilang yah ??? Apa cuma pikirku aja

    Next eon tetap smangat buat nulis dan aku mau ngucapin minal aidzin walfaizin yah mskipun blun lbran sih tpi tinggal bberapa hri lagi nih….

  4. Siwon oppa ayo bantuin minho oppa buat deket sama sulli eonni
    Jangan paksain sulli eonni untuk donghae oppa
    Sulli eonni bahagianya sama minho oppa
    Semoga minho oppa dan sulli eonni cepat bersatu

    Penasaran sama part selanjutnya
    Ditunggu ya thor
    Gomawo ^^

  5. ya ampun siwonn masih gak nyadar-nyadar juga klau sulli tuh bahagia klau minho pasangannya
    tpi salut amajessica gk pantang menyerah buat nyadarin siwon klau minho sulli saling mencintai.
    minho ayo jangan menyerah untuk buat sulli bisa mendengarkan penjelasan dari masa lalu
    sulli jangan pura-puran benci atau gka suka gitu dong sama minho kamu juga masih cinta kan
    fighting eonni 🙂

  6. mas siwon ayolah percaya ama mba jesica kalau sebenarnya minho itu memang untuk sulli dan sulli pun merasa bahagia bersamanya
    adeknya jangan di buat dong buat deket ama donghae kan donghae gk cinta ama sulli
    minho ayo semangat buat nyari cara supaya sulli mau mendengarkan penjelasannya

  7. Akhhhh Siwon oppa. Keras kepala bgt.. Kenapa si dia Gx mau ngasih. Kesempatan bwt ming….?? Kenapa dia ttp kekeuh pada pendirian. Y bwt jodohin. Sulli….??? Alasannya demi kebahagian sulli… – Padahal dia aja skrng Gx tau minsul lg ngapain… 😁

    Omo…. 🙊🙈 itu mingg Gx sbr’n bgt… Udah Gx kuat nahan rindu ea.. Kyk y rencana awal mau jelasin semuanya kepada sulli tp ko jd’y…. 😄

    Semangat terus eon…
    #FIGHTING 😀

  8. maaf ya baru komen.. nie baru sempet.. karna sibuk..
    setelah sampai rumah minho sulli merindukan saat mereka tinggal dirumah minho dullu.. dan tidak ada yg berubah setelah sulli pergi dari rumah itu..
    akan masalah mereka akan selesai dan minho mengunggungkan isinyny..
    makin seruuuuuuuu aja ni dan bikin penasaran

  9. Aku seperti bicara sendiri eon din..hahaha luar biasa Wika dirimu telatnyaa…huhuhu
    Kesel, geram, pengen banget ketemu Siwon dan meledak-ledak didepan dia..itu orang keras kepalanyaaa luar biasa.. pantes aja si Ssul juga ketularan keras kepala,,hhmmm ini part 49 yaakk…masih lama menuju end…huaaaa….I’ll next eon din….huhuhu

  10. ayolah minsul bersatu lagi
    kangen sama kalian yang menyatu teruss
    oppa jangan pisahkan uri minsul lagi
    lihatlah mereka saling mencintai satu sama lainn

  11. oh my god,sudah baca suratnya minho masih saja ga mau ngasih minho kesempatan,bener-bener keterlaluan si siwon..tapi aku seneng juga akhirnya sulli mau juga berduaan lagi ma minho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s