Dirty Little Secret [Bab 7]

dirty-little-secret

DIRTY LITTLE SECRET

By : Aliazalea

Main Cast : Choi Minho as Ben Barata – Choi Sulli (Disini Sulli marga nya Kim) as Jana Oetomo – Choi Sooyoung as Eva Barata – Jung Yoogeun as Erga Oetomo – Choi Sanee as Raka Oetomo

Genre : Romance / Sad/ Comedy

Rated : M [Dewasa]

Length : Chaptered

.

.

Bab 7

Tell me all you’ve thrown away

Find out games you don’t wanna play

You are the only one that needs to know

.

Setengah jam kemudian Sulli sudah berada di dapur, mencoba membuat pancake. Tepat pukul 08.00 AM dia mendengar langkah menuruni tangga dan tidak lama kemudian Yoogeun muncul masih mengenakan piamanya. Tapi wajahnya kelihatan fresh, yang berarti dia sudah mencuci muka dan menggosok gigi sebelum turun.

“Pagi, aegy. Tidur nyenyak tadi malam?” Tanya Sulli sambil menunduk untuk mencium kepala Yoogeun.

“Pagi, eomma,” balas Yoogeun sebelum berjalan menuju lemari es untuk mengeluarkan susu.

Sulli memperhatikan gerakan Yoogeun yang sistematis. Kebiasaannya setiap hari Minggu adalah mengeluarkan susu dari dalam lemari es, meletakkannya di atas meja, kemudian mengambil tiga gelas dari dalam lemari sebelum meletakkannya di atas meja juga. Dan pagi ini tidak terkecuali.

Sulli meletakkan pancake di atas tiga piring, sebelum menghiasnya dengan buah-buahan. Pisang sebagai mata dan mulut, sedangkan stroberi sebagai hidung dan rambut. Special untuk Sanee, dia membuat tanduk dengan dua potong stroberi, sesuai permintaannya.

“Kalau kamu mau, hari ini kita bisa berenang. Bagaimana?”

Wajah Yoogeun langsung ceria mendengarnya dan dia mengangguk antusias. Semenjak insiden di rumah Woobin, Sulli mendapati bahwa Yoogeun dan Sanee ternyata terobsesi dengan kolam renang. Mungkin karena di sanalah mereka bisa main air sampai puas tanpa kena omel karena basah.

Eomma?”

“Mmmhhh?”

“Apa eomma sedang sedih?”

What? Kenapa Yoogeun menanyakan hal ini? Apa wajahnya sebegitu bengkaknya? Mencoba mengontrol kepanikannya, Sulli memutuskan menghindari menjawab pertanyaan itu memilih bertanya dengan suara setenang mungkin,

“Mengapa kamu tanya begitu, sayang?”

“Karena aku dengar eomma menangis semalam”, ucap Yoogeun dengan polosnya.

Dan Sulli hampir saja menjatuhkan piring yang baru saja diangkatnya. Celaka!!! Bagaimana Yoogeun bisa mendengar aku menangis? Aku sudah menutup muka dengan bantal. Apa yang harus dia katakan sekarang? Dia tidak mau berbohong, tapi dia juga tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Mungkin kalau dia berdiam diri selama beberapa menit lagi, Yoogeun akan melupakan pertanyaan itu. Dia menoleh dan mendapati Yoogeun sedang menatapnya penuh ingin tahu, menunggu jawaban darinya. CRAP!

Akhirnya dengan susah payah Sulli berusaha menjawabnya. ”Eomma…”

Kata-kata Sulli terpotong oleh kemunculan Sanee yang seperti badai. “Pagi, Eomma. Pagi Yoogeun. Waaahhh pancake, aku mau pancake. Eomma menambahkan tanduk ke pancake-ku kan? Oh ya, Eomma, kemaren aku dan Yoogeun bermain Twister dengan halmeoni. Lalu Halmeoni sakit pinggang, jadi harus berhenti. Tapi Helmeoni janji kita bisa main lagi hari ini. Kita hari ini ke rumah halmeoni kan eomma untuk main Twister lagi? Eomma, aku punya tebak tebakan baru, mau dengar?”

Tanpa menunggu jawaban darinya, Sanee langsung memulai tebak-tebakannya, dan Sulli tidak tahu apakah dia harus mengembuskan napas lega karena terlepas dari menjawab pertanyaan Yoogeun atau menggeram pasrah karena harus mendengarkan Sanee, yang kalau sudah berbicara seperti tak ada remnya.

***

Mereka baru saja memasuki rumah setelah menghabiskan hampir seharian di kolam renang ketika ponselnya berbunyi. Sulli meminta Sanee dan Yoogeun untuk segera membawa peralatan renang mereka ke atas dan mandi sebelum menjawab panggilan itu.

Yeoboseyo.”

“Sulli?”

Ne?”

“Ini Minho.”

Sulli yang sedang mencoba melepaskan sandalnya tidak betul-betul memproses nama ini dan bertanya, “Minho yang mana?”

“Minho Choi, mantan pacar kamu di Lowa state yang bertemu tadi malam. Masih ingat?” Sulli hampir saja jatuh terjerembap, tersandung sandalnya sendiri saking kagetnya. Hal pertama yang terlintas di kepalanya adalah “Hah???!!!”, diikuti oleh “Dari mana dia dapat nomor ini?” dan “DAMN, DAMN, DAMN!!!”

“Ssul?”

“Bagaimana bisa kamu punya nomorku?”

“Oh, aku kenal orang, yang kenal kamu.”

Meskipun seharusnya Sulli ingin membunuh orang yang telah memberikan nomornya kepada Minho, dia juga merasa “sedikit” tersanjung karena Minho sudah bersusah payah mendapatkan nomornya. Cuma sedikit. God, dia betul-betul menyedihkan.

“Hei dengar. Hanya bertanya, sebagai teman lama yang baru bertemu lagi, bagaimana kalau kita keluar makan? Sekalian catch-up. Tadi malam kita belum sempat berbicara banyak. Kamu sudah pergi duluan.”

NO WAY! Minho sudah gila kalau dia pikir Sulli mau melakukan sesuatu lagi dengannya. Jangankan makan, berada di dalam satu ruangan dengannya lagi saja Sulli tidak mau.

Minho yang menganggap diamnya Sulli sebagai persetujuan melanjutkan, “Bagaimana kalau makan siang? Sabtu depan mungkin kalau kamu free? Kamu bisa membawa suami kamu. Aku ingin bertemu dengannya.”

What the Hell !!!! Semua ketakutannya menjadi kenyataan. Dia seharusnya tidak pernah menyebut-nyebutkan kata suami di hadapan Minho. Punya suami saja tidak, bagaimana mau membawa suami? Sulli mulai panas-dingin memikirkan cara terbaik untuk menolak.

Aku tidak berpikir kalau itu ide yang bagus, Minho,” ucap Sulli akhirnya sambil berjalan menuju sofa.

“Kenapa?”

“Aku tidak bisa… datang dengan… suamiku. Dia sedang ada… tugas di luar kota.”

Hah??!! Itu alasan datang darimana lagi? Omel Sulli dalam hati sambil mengempaskan tubuhnya ke sofa dan menampar keningnya. Dia menggali kubur lebih dalam lagi dengan kebohongan ini.

“Ah,” ucap Minho.

Entah kenapa, dia merasa Minho sedang menahan tawa dan ini membuatnya kesal. “Kau menertawakanku?”

“Tentu saja tidak.”

“Kamu terdengar seperti sedang menertawakan aku.”

“Sumpah…” Minho tidak bisa menyelesaikan kalimatnya karena kini dia sedang tertawa terbahak-bahak. Sulli harus menjauhkan ponselnya dari daun telinganya karena suara tawa itu hampir membuatnya tuli saking kerasnya.

“Kalau kamu tidak berhenti tertawa sekarang juga, telepon aku tutup,” ancam Sulli.

“Ssul, tunggu… hahaha… tunggu…” Minho menarik napas panjang sebelum melanjutkan, “Mianhe, aku tidak bermaksud menertawakanmu. Tapi sumpah, kamu harus lebih banyak belajar bohong. Karena apa yang kamu katakan barusan sama sekali tidak meyakinkan.”

“Tapi aku jujur!!!”

“Ssul, kamu memang berbakat di banyak hal, tapi ada satu hal yang tidak pernah bisa kamu lakukan, yaitu berbohong kepadaku.”

“Oh baby, aku bahkan sudah membohongimu selama bertahun-tahun,” ucap Sulli dalam hati, tapi yang dia katakana hanya, “Well, aku sudah banyak berubah, Minho. Dan sekali lagi, terimakasih atas undangannya, tapi sayangnya aku dan suamiku tidak bisa hadir.”

“Kau ingin bermain-main denganku, babe? Oke. Siapa namanya?”

Sulli mencoba mengusir kupu-kupu yang mulai beterbangan di dalam perutnya mendengar Minho memanggilnya “Babe” dan kembali focus pada percakapannya dengan Minho. “Nama siapa?” Tanyanya pura-pura tak tahu.

“Suami kamu. Kau tahu, laki-laki yang sudah kamu nikahi dan bangun di sebelah kamu tiap pagi?”

“Berhenti menjadi brengsek, Minho.”

“Kamu masih belum jawab pertanyaan aku.”

Shit, shit, shit. Dia bahkan belum memikirkan kebohongannya sampai sejauh ini. Sulli mencoba memikirkan sebuah nama, terserah apa, yang penting nama.

“Namanya… Jung…”

“Jung…?

“Kamu bisa diem tidak? Aku belum selesai,” omel Sulli.

“Oh, sory.

“Namanya Jung… Jung Yonghwa.”

“Jung Yonghwa?” Tanya Minho tidak percaya.

Ne, ada masalah?”

Ani. Kau yakin telah menikahi idolamu sendiri Ssul? Jung Yonghwa? CN Blue huh??”

Tanpa Sulli sangka-sangka, Minho malah tertawa. Dan entah kenapa, itu membuatnya ikut tertawa. Dan selama beberapa menit, itulah yang mereka lakukan. Tertawa sama-sama. Sulli tidak ingat kapan terakhir dia tertawa lepas seperti ini. Mungkin terakhir kali dia bersama Minho sebelum pertengkaran mereka? Kesadaran ini membuatnya berpikir bahwa mungkin dia sudah memperlakukan Minho dengan sedikit tidak adil selama ini. Peribahasa “Karena nila setitik rusak susu sebelanga” terlintas di kepalanya. Dia menilai karakter Minho berdasarkan satu hal buruk yang dilakukannya, dia lupa sama sekali akan segala kebaikannya selama beberapa bulan mereka pacaran. Minho bukan saja pacar yang baik, tapi juga teman baiknya. Dan sejujurnya, dia merindukan kehadiran seorang teman di dalam hidupnya.

“God, Aku rindu padamu,” ucap Minho pelan setelah tawa mereka reda.

Kata-kata Minho yang datang tiba-tiba itu membuat Sulli terdiam, namun dalam hati dia membalas dengan, “Aku juga rindu padamu, Minho.”

[Serius? Kamu hanya rindu? Ayo, Sulli, mengakulah toh, tidak ada orang lain yang bisa mendengar, suara hatinya berkata]

Aku serius. Aku hanya rindu, balas sisi rasional dirinya.

“Fine. Aku masih mencintainya, okay. Apa sekarang kau puas?]

Pengakuan ini membuat Sulli tersentak. Dadanya sesak dan kepanikan mulai menyelimutinya. No, no, no… ini sama sekali tidak benar. Dia sudah mengunci cinta itu di dalam boks, mengikat boks dengan rantai dan menguburnya dalam-dalam di bawah tanah, tidak pernah berniat membiarkannya melihat sinar matahari lagi.

“Ssul?”

Mendengar Minho mengucapkan namanya dengan penuh harap, membuat kepanikannya bertambah seratus kali lipat.

“A-aku harus pergi, Minho. Ada yang harus aku… Aku harus pergi.”

Dan Sulli langsung memutuskan sambungan itu. Kurang dari satu detik, teleponnya berbunyi lagi, dan tanpa melirik layar, dia langsung mematikannya. Oh my god, ini buruk.BENAR-BENAR BURUK.

.

.

Keesokan harinya ketika Sulli berani menghidupkan ponselnya lagi, ada sekitar dua puluh missed call, sepuluh SMS, dan beberapa voicemail. Sekitar 95 persennya datang dari nomor yang sama, yang kini dia kenali sebagai nomor Minho. Untuk beberapa detik Sulli berdebat dengan diri sendiri. Apa dia mau membaca SMS-SMS atau mendengar semua voicemail Minho?

Pada satu sisi, keingintahuan menggelitiknya, tapi di sisi lain, dia takut pada apa yang akan dia baca atau dengar. Enam tahun yang lalu ketika Minho membombardir inbox e-mail-nya, dia tidak pernah membaca satu pun. Begitu melihat namanya, dia langsung men-delete-nya dari inbox dan folder trash agar tidak tergoda untuk membacanya di kemudian hari.

Untungnya Minho berhenti mengganggunya di kemudian hari. Untungnya Minho berhenti mengganggunya setelah sekitar enam bulan. Tapi kali ini Sulli mendapati rasa ingin tahu menang daripada rasa takut, dan dengan jari-jari gemetaran dia membuka SMS pertama yang dikirimkan oleh Minho kemarin, pukul 17.28.

Ssul, kita belum selesai bicara. Hidupkan I phone mu!

SMS kedua datang pada pukul 17.35.

Ssul, aku serius!!!

SMS ketiga pada pukul 17.50.

Balas SMS ini. Aku hanya ingin berbicara padamu

Panik akan ketagihan membaca SMS-SMS Minho yang lain, Sulli langsung mematikan ponselnya dan melemparnya ke dalam laci meja kerja. Harinya sudah cukup sibuk tanpa harus pusing memikirkan perasaannya terhadap Minho.

Tapi sepertinya Minho menolak menyerah karena ketika kembali dari meeting siang itu, Sulli menemukan satu e-mail darinya. Sudah lama dia tidak melihat nama Minho di dalam inboxnya, sehingga dia menatap nama itu lekat-lekat dan membacanya berkali-kali untuk memastikan. E-mail itu dikirim sekitar satu jam yang lalu.  Jari-jarinya membeku di atas mouse, sementara perdebatan hebat tentang pro dan kontra untuk membuka e-mail itu berputar-putar di dalam kepalanya. Sepuluh menit kemudian dan mendapati diri masih dalam posisi yang sama, Sulli memutuskan untuk berhenti menjadi pengecut dan membuka e-mail itu.

Ssul,

Saat kamu mematikan handphone kamu pada weekend, aku bisa beralasan jika itu memang kebiasaan kamu untuk tak mau diganggu pada akhir Minggu. Tapi handphone kamu masih mati sampai detik ini. Dan aku tidak punya pilihan selain berpikir bahwa kamu sedang menghindari aku. Aku sudah meninggalkan banyak SMS dan voicemail di handphone kamu. Aku tidak tahu mana yang benar di antara keduanya, tapi untuk berjaga-jaga, aku kirim e-mail ini. Aku mau bertemu kamu lagi. Satu jam waktu kamu, itu saja yang aku minta untuk bisa bertemu face-to-face.

Ini adalah usaha terakhir aku untuk menghubungimu secara baik-baik. Aku tunggu kabar dari kamu sampai besok siang jam 12.00. Kalau kamu masih mengabaikan aku, aku tidak punya pilihan selain ngambil extreme measures.

Minho.

 

Setelah membaca e-mail itu sebanyak lima kali, tidak percaya bahwa Minho memohon dan mengancamnya dalam e-mail yang sama, Sulli menguburkan wajahnya pada kedua telapak tangan. Ya Tuhan, dia mencari psikopat. Laki-laki gila mana yang akan mengancam seorang wanita untuk bertemu muka dengannya? Kesal karena sudah diancam, Sulli membalas email itu.

Minho.

Aku tidak tertarik untuk bertemu kamu lagi. Jangan menghubungiku.

Sulli.

Dan hanya untuk menunjukkan bahwa dia tidak takut atas ancaman Minho, dia menyalakan ponselnya. Hal pertama yang dia lakukan adalah menghapus semua SMS dan voicemail yang Minho kirim, kemudian memblok nomor itu. Dan sebagai pencegahan saja, dia juga menandai alamat e-mail Minho sebagai spam. Kalau laki-laki itu berpikir bahwa dia bisa dengan gampangnya membuat hidup Sulli merana, dia salah kaprah.

,

,

Ketika Minho tidak menghubungi Sulli setelah percakapan telepon mereka, rasanya dia sudah mau gila. Wanita itu sudah mematikan satu-satunya saluran komunikasi yang dia miliki untuk bisa menghubunginya. God, hidupnya sudah seperti rentetan kejadian déjà vu from hell yang tidak bisa dia hindari. Dia mungkin akan bisa lebih tenang menghadapi situasi ini kalau dia tahu kesalahannya, masalahnya adalah dia betul-betul tidak tahu. Satu detik mereka sedang tertawa bersama yang membuatnya senang tak terkira karena sudah bisa membuat Sulli tertawa. Alhasil dia mengucapkan kata-kata yang dia pikir akan membuat Sulli senang. Detik selanjutnya Sulli sudah menutup telepon setelah menggumamkan alasan nggak jelas.

Dia mencoba menelepon kembali, tapi tidak diangkat, dan ketika dia mencoba untuk yang kedua kali, ponsel Sulli sudah dimatikan. Dia mencoba semalaman untuk meneleponnya, tapi ponsel itu tetap mati. Semua voicemail dan SMS-nya juga tidak ada yang dibalas. Dia tidak percaya bahwa dia kehilangan Sulli lagi, ketika dia sudah begitu dekat dengannya.

WHAT THE HELL IS WRONG WITH ME??? Apa dia tidak pernah bisa melakukan apa-apa dengan benar kalau menyangkut Sulli?

Kehabisan trik mendekati Sulli, Minho menelepon Sooyoung.

Noon, dia mematikan handphone nya,” teriak Minho gemas begitu Sooyoung mengangkat telepon.

Dari ujung saluran telepon Sooyoung menjawab, “Siapa?”

“Jangan bercanda, noon. Aku sedang tidak mood, okay.”

“Apa susahnya sih kamu bilang halo dan tanya kabar noona dulu daripada langsung marah-marah seperti itu?”

Minho mendengus tidak sabar dan berkata, “Fine. Halo, noona, apa kabar?”

“Hai Minho. Dari terakhir kali kita bicara, aku udah sempat bikin oatmeal cookies, antar Jinki ke play group, dan jalan-jalan ke mall. Kamu sendiri bagaimana kabarnya?” balas Sooyoung dengan nada ramah yang super dibuat-buat.

“Dia mematikan handphone nya.” Minho mengulangi beritanya, tapi kali ini dengan nada lebih tenang.

“Siapa?”

Mother Theresa,” balas Minho yang sudah mulai berteriak lagi.

Demi Tuhan, kalau Sooyoung menjailinya sekali lagi dengan pura-pura tidak tahu siapa yang sedang dia bicarakan, dia akan mendatangi rumah Sooyoung dan mencekiknya.

Mother Theresa? Dia bukannya sudah meninggal?” Tanya Sooyoung sok bingung.

Noona, aku bersumpah…”

“Oke, oke. Sori. Lanjutkan.”

“Baru saja aku mengiriminya email, dan noona tahu apa balasannya?”

“Apa?”

Minho membacakan isi e-mail Sulli sebelum berkata, “God, wanita ini benar-benar membuatku gila.”

“Yes, aku bisa melihat itu,” ucap Sooyoung sambil cekikikan.

Noona, stop menertawakan aku okay? Ini masalah serius?”

“Minho, apa yang kamu tulis di email kamu sampai Sulli membalasnya dengan bilang seperti itu?”

Untuk memastikan Sooyoung mengerti duduk masalahnya, Minho tidak punya pilihan selain memulai dengan menceritakan apa yang terjadi kemarin sore. Tentang pembicaraan teleponnya dengan Sulli, yang hampir terasa bersahabat; bahwa kini dia yakin seratus persen Sulli berbohong tentang memiliki suami, bahwa Sooyoung benar, dan Sulli masih ada rasa terhadapnya; bagaimana Sulli langsung mengambil langkah seribu ketika mendengarnya mengatakan tiga kata itu; dan tentunya e-mail-nya yang harus dia akui bukan ide terbaiknya.

“Terang saja dia kabur, Minho. Pertama-tama kamu bilang kamu kangen sama dia, 24 jam setelah kamu baru bertemu lagi setelah enam tahun berpisah. Kedua, kamu mengancam dia untuk bertemu lagi sama kamu. In which universe do you think this would ever work?

Minho mendengarkan teguran Sooyoung ini dalam diam. Dia mulai bertanya-tanya apakah dia sebaiknya melupakan semua ini dan balik ke Chicago? Tidak ada wanita mana pun yang pantas menguras semua emosi dan waktunya seperti ini. Namun dia tahu itu tidak benar. Karena dia tahu, untuk Sulli, dia rela melakukan apa saja.

Dengan keyakinan baru bahwa dia akan berjuang sampai tetes darah penghabisan, Minho berkata, “Noon, kamu ingat janji kamu untuk melakukan apa saja untuk aku kalau aku pergi ke acara amal denganmu?”

“Ya?” Tanya Sooyoung was-was.

Good. Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.”

snsd sooyoung shinee minho (1)

to be continue…

.

.

a/n : Nah kan, kira2 Minho minta tolong apa ya ke Sooyoung noona?? Stay here…

Advertisements

48 thoughts on “Dirty Little Secret [Bab 7]

  1. ahhh makin penasaran, next next next
    ketawa sendiri bayangin sooyoung ngerjain minho, tp penasaran apa yg minho minta dr sooyoung, pasti ada hubungannya dg sulli eonni

  2. Kebakaran jenggot tuh sulli (ups sulli nggak punya jenggot yah ???) oke bang ming to the poin,nggak ada rasa brsalah gitu ??? Dasar luh bang
    pokok usaha trus bang buat dpetin sulli,apa yg bang ming minta ??? Kocak emang kakak bradik ini,jdi gemes deh
    next eon jgn lama2,aku tunggu yeh
    bye bye babe

  3. Semangatnya itu loh ku saluut nih ama oppa gencar bgt deketin sulli, mau perrjuangin sulli dgn keslahan dimasa lalu. Bkalan kewalahan nih sull nya ngehindarin oppa. semangat 45 oppa

  4. Minho minta tolong buat manas2sin sulli yah?? Pengen tau reaksi sulli jika minho bersama wanita lain gtu??
    Seandainya sulli bisa membuka pintu hatinya lagi buat minho,, semua ini untuk kedua anak mu sul,, mereka butuh kasih sayang dari ayah kandungya

  5. Dilanjut aja chingu penasaran banget dgn critanya minho mau minta tlng apa sm soohyung dan apa yg akan dilakukan oleh minho????

  6. Rame bgt!!
    Sooyoungnya baik banget ya sebagai kakak ming, dan semoga aja sulli mau ketemu sm minho
    Ditunggu kelanjutannya eon

  7. Haha sulli emang ngga tau cara ngebohong ya . 😀
    Minho berjuang ya buat dpatin sulli lagi .. semoga sooyoung bisa bantu kamu deh .

  8. Oh aku pikir sulli udah bnr2 nyaman lg sm minho ternyata ujung2nya menghindar lg, bahkan lbh parah. Next Chapter jgn lama2 ya post nya hehe :3

  9. Oh my ih my…uuuuhhh,,, update jugaaa ^_^
    Minhooo…kereeen,,, pndekatanmu luar binasa
    Sampai2 kau buat saengi kabyuuuurrr,,, menghindar lagi…
    Over minho,,, tapii yah.. maklum karena kau benar2 diliputi rsa rindu (?) Bersalah (?) At mungkin… hny kau yg tau,,, tapi rindu adalah yg utama yg mmbuatmu brtindak sprti itu…
    Saengi…whts wrong wth u ? Haruskah saengi trus mmbhommbhongi dri dn minho ?? Andwae saeng… drimu yg pro ckup mnjdikan alasn selain rindu jg saeng masih mncintai minho… buktinya yoogeun dan sanee,, hiihii
    Again…sooyoung adlah the best sistr, noona jjang buat minho… hahahaha
    Apa yg akn minho minta dr noonany ?? Mmbntuny untuk mndekati saengi ?? Apa apa mwoya ??

    Hhmmm…lanjjuuutt saeng 🙂
    Jgn smpai dbuat pnsran yaa ^_^
    Fightiiing…
    #minsuljjang ♥♥♥

  10. Lanjutt chingu gmna kelanjutan nya,, seruu sulii lucu bgt ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮‎​​ padahal kalau rindu bilang aja sma minho. Ditunggu chingu gomawo

  11. Minhoo pkoknya terus kejar sulli ,,,,, aaaaah sulliny menghindar teruss nih, well kira2 pa yg bakal sooyoung lakukn utk mmbantyu minho,, ayolah sooyoung dukung adikmu y..

  12. Daebak nih si ming,
    drmana kali minta ketemuan mohon” tp ngancem juga hahahahah
    Gimana tuh ya si ssul?
    nextt eonn

  13. Hahaha yoogeun tu cerdas banget ya kepo banget pengen tau emaknya kenapa 😄 ampe bikin emaknya gelagapan 😄 untung si sanee bangun, kalo kagak entah apa yang bakalan sulli bilangin ke yoogeun 😄
    Emang dah emang ming oppa ni koplaknya keterlaluan -___- yakaleee cw udah disakitin, trus lost contact selama 6 taun tetiba dateng ngajak ketemuan dan kalo gamau pake anceman? What a great way to do minhoppa 😔😓
    Mangkannya sebelum beraksi, konsultasi dlu ama noonamu, inima udah ada penolakan baru curcol deuh -_-
    Nah iya minhoppa minta bantuan apa ama noonanya? 😱 next chap segera ya eon, lama binggoow ni nungguin ff ini kluar 😀

  14. Kasian tuh sullinya diteror ama minho, minhonya tega lagi pake ngamc sulli segala
    Kira kira minho mau minta tolongapa ya sma sooyoung eonni.??? Kira kira sooyoung eonni mau ga yaaa..?? Di tunggu next partnya min

  15. haha sian deh ming dicuekin gitu, si Sulli balikan aja udah napa? Masih demen kan?
    Oiya tadi pas telponan kalo yoogeun/sanee manggil ”eomma” keknya jadi seru deh eonn
    Makasih banget updatenya, take care unnie~

  16. Minho ni parah ye mau ngejar wanita yg dicintainya tp pake ancaman jg wkwkwk lucu sih ni jadinya antara minho sulli. Gajadi tegang krn mereka blm baikan haha.
    Uh feelnya dpt bgt yaa minho ama sooyoung sbg kakak adik haha pas momen RM lah ini emang choi siblings paling cucok

  17. Ceritanya y kyk’y seru walau q Gx tau awalnya sih… Tp q hanya bisa ngambil kesimpulan klo anak2 y sulli adalah anak2 y minho…
    Habis q Gx punya line dsb… Tp sukses trs ea thor dgn ff2 mu… Dan bwt mimin gomawo utk update y… D sini adalah salah satu tempat bwt q bisa ngurangin rasa rindu q ama minsul selain liat video to diamankan minsul….

    Minsul forever and never end 😍

  18. minho minta bantuan apa nih? minta di pertemukan kah? atau apa? sulli eon mah gamau ketemu ming cb ketemu gt kan asik wkwk penasaran next chapter cepet di post ya fighting!!

  19. Wahahahahah sulli bohong nya mah gk di kira” dulu masa suaminya idolanya sendiri 😀
    Waw minho kek tau bngett apa aja tentang sulli
    Adek kakak nya cocok bngett dah :v
    Di tunggu kelanjutannya thor

  20. yahh minho mau dikibulin .. wkwkwkwkkaa .. iia ming desek aja terus sullinya, jangan mau kalah jangan mau ditinggal sulli lagi .. hahhha .. emm emang minho mu minta tolong apa ya sama sooyoung ..

  21. omona….!!!! yoogeun tahu dari mana kalau tadi malam sulli nangis? itu anak tahu aja kalau eommanya lagi sedih.
    sulli benar² gak bisa bohong ya…!!!! jadi senyum² sendiri lihat percakapan minsul apalagi pas dibagaian sulli bohong soal nama suaminya, itu benar² bikin aku ketawa kocak banget sih sulli. hahahahaa 😀
    minho benar² cinta mati ya sama sulli? segala cara mulai dari yg halus sampe’ kasar dia lakukan. tapi sayang hasilnya tidak memuaskan. dan sekarang minho nagih janji sooyoung waktu itu. masih ingat aja tuh janji. hahahahaha 😀 kasihan sooyoung. mulai sekarang dia harus menepati janjinya dan menuruti semua kemauan minho. yg sabar aja ya noona…..!!!!
    next …!!!! keep writing!!!!

  22. Bagus deh thor , agak beda bacanya versi asli sama minsulnya ..
    Minho bakal ambil extreme measures pstnya ..
    Sulli siap2 aja bakal senam jantung sama stok kesabaran 😀

  23. Yeaaayyy dimulailah perjuangan choi minho, ayo minho semangat..sulli masih cinta kok sama dirimu, ga ada yg lain!
    Sooyoung mau tdk mau harus membantu minho kkk

  24. Jjur aku kurang ngerti.

    Ceritax di protect 😥 😥
    huaaaaa,
    terus ga tahu pWnya apa.

    Tpi dri sbgian yg aku bca,,ini sangat keren.
    Smoga part slnjutx ga ke protect ya, biar kita bisa bca.

    Fighting !
    Take care 🙂
    tetaplah berkarya thor 😉

  25. Akhirnya bisa balik dari hiatus. Tangan aku udah gatel pengen komentar part ini tapi di tempat kkn susah dapet sinyal jadi baru sekarang bisa maaf yah eon jadi curhat deh 😀 anw, part ini bikin aku ngakak karena si Ming jadi kayak org pms, dikit2 marah.. Dikit2 emosi sampe bentak2 noonanya haha. Ming gila karena Ssul. Kayaknya rencana Ming ama sooyoung bisa membantu Ssul buat nerima Ming lagi walau kayaknya butuh waktu lama.

  26. aduh penasaran nie.. sebab g baca dari bab 1.. langsung baca bab 7 nie..
    gmananya apakah sulli akan menemui minho..
    gimana reaksi anak2 sulli kalau ayahnya masih hidup..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s