Scret Admire (Part 51)

SA

Judul    :  SECRET ADMIRE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Kim Jongin, Amber,Yoogeun,Minseo

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan, Mengagumi seseorang bisa menggembirakan, Mengagumi seseorang bisa membingungkan, Mengagumi seseorang bisa menyakitkan, Mengagumi seseorang bukan pilihan

51   Lencana

Sebuah jaguar hitam tiba-tiba berdecit tepat di hadapannya, jantung Sulli terasa berhenti untuk beberapa saat. Ia baru menemukan nafasnya kembali ketika jendela kaca hitam jaguar itu terbuka dan…

“ Sulli, masuk !!”

“ Tidak….” desis Sulli dengan perasaan panik dan setengah putus asa..

Dia berbalik dan matanya mempelajari keadaan jalan untuk mencari tempat yang dirasanya akan aman dari kejarannya. Sebelum sempat berfikir panjang telinganya mendengar suara pintu mobil dibanting dan umpatan tidak sabar. Sulli ketakutan, tanpa berfikir panjang dia berlari ke arah timur. Baru beberapa langkah, dia merasa seseorang menariknya dari arah belakang kemudian sebuah tangan yang kuat menahan dan memeluknya dengan erat, seakan takut dirinya berontak dan lari. Dan memang itulah yang dipikirkan dan dilakukannya.

“Kau mau pergi ke mana ? “

Sulli berusaha melepaskan diri, tanpa bisa ditahan air mata berlinang di pipinya. Tetapi usahanya sia-sia, tangan kokoh itu tak bergerak bahkan semakin kuat memeluknya.

“ Tolong, biarkan aku pergi…lepaskan..!!” kata Sulli putus asa.

Beberapa orang pria yang berada di sana, yang sejak tadi melihat kejadian itu perlahan mulai memperhatikannya. Rasa simpati bercampur ingin tahu memancar dari wajah mereka.

“Mungkin aku bisa meminta tolong dan berpura-pura bahwa lelaki ini akan menjahatiku…” pikir Sulli.

Namun sebelum sempat dia berteriak meminta pertolongan, dua orang dari penonton itu bergerak mendekat, rupanya mereka tidak tahan melihat keadaan Sulli.

“ Hey Tuan, lepaskan wanita itu !” kata si pria yang umurnya mungkin diatas 60 tahunan dengan suara lantang.

Beberapa pria lain yang lebih muda bergerak mendekat, mungkin mereka terpancing melihat keberanian lelaki tua dan istrinya itu.

“ Tolong, jangan campuri urusan kami. Ini adalah masalahku dengan wanita ini !” Minho berusaha mengendalikan suaranya untuk terdengar ramah namun tegas.

“ Tetapi wanita itu sepertinya tidak nyaman kau perlakukan seperti itu !” teriak seorang pria berjaket kulit.

“ Ya, lagipula kau melakukannya di depan kami, di tempat terbuka…. jadi jangan salahkan kami kalau ikut campur !!” timpal yang lainnya.

“ Benar , lepaskan…!”

Sulli meronta lebih keras. Ia menarik nafas lega ketika pelukannya melonggar, kemudian dengan gesit ia bergerak melepaskan diri. Tetapi sebagai gantinya Tangan Choi Minho kini mencengkram pergelangan tangannya.

“ Tolong, dia pria jahat yang membuntutiku !!” kata Sulli kepada orang-orang yang tak dkenalnya itu.

“ Anak muda, lepaskan dia atau akan kupanggilkan polisi. Wanita ini ….” ancam pria tua itu.

“ Maaf, kami adalah suami isteri…. kami ada sedikit masalah. Jadi…”

“ Bohong !! Dia pembohong !! Saya tidak mengenalnya !!!” Sulli berkata panik ketika melihat orang-orang itu tertegun dan ragu-ragu.

Dua orang pria yang seumuran Minho bergerak menghampiri, Sulli lega karena sepertinya mereka mempercayai perkataannya.

“ Hey, kau lepaskan dia atau kami akan menghajarmu ??” ancam pria itu pada Minho

Dengan tenangnya Minho menatap Sulli dalam-dalam, membuat Sulli merinding. Kemudian dia berbalik menghadap pria yang badannya lebih besar darinya itu , mengeluarkan dompet dari balik jaketnya.

“ Apakha ini bisa membuat kalian mundur dan membiarkanku menyelesaikan masalah pribadi ini sendirian ? “

Minho mengangsurkan dompetnya dengan posisi terbuka, kepada mereka. Dua orang itu menatapnya dan terlihat kaget, kemudian mereka mengalihkan matanya ke arah Sulli dengan tersenyum.

“ Bubar !! Ini bukan urusan kita !!”

Lelaki itu berbalik dan mengumumkan dengan suara menahan geli. Dan tanpa diminta dua kali, orang-orang yang berkerumun itu meninggalkan tempat kejadian. Beberapa orang terlihat menghampiri dua lelaki itu dan bertanya, lalu mereka pergi setelah melemparkan pandangan aneh ke arah Sulli dan Minho.

“ Apa yang mereka lihat ? Mengapa mereka semua pergi ? Bagaimana dengan aku ? Oh Tuhan…” Sulli berfikir panik, “ Apakah mereka melihat sesuatu di dompet Minho ? “

Ingatan Sulli melayang pada beberapa film yang sering dilihatnya, kemudian dengan terkejut dia melihat pada Minho yang menyeringai penuh kemenangan

” Omona, benarkah apa yang kupikirkan ? Benarkah Minho memiliki lencana semacam FBI yang membuat siapapun mundur dan tak mau ikut campur ? Apakah orang-orang itu mengira aku adalah seoirang penjahat ?”

“ Wae ?” Minho menggerakkan sedikit kepalanya, suaranya yang dalam namun hangat menggetarkan kalbunya,” Mengapa kau melihatku seperti melihat hantu ?”

“ Kau menggunakan jabatanmu untuk mengusir mereka pergi ?” tuduh Sulli tanpa ampun.

“ Apapun akan kulakukan untuk membuatmu tidak menjauh dan lari dariku lagi. Ataukah kau akan terus berlari sepanjang hidupmu ?”

Minho menariknya ke arah mobil yang masih menyala, kemudian dengan kasar dia membuka pintu penumpang dan mendorong Sulli untuk masuk dan duduk. Dengan terpaksa Sulli mengikuti kemauannya, bagaimanapun sekarang tak ada peluang baginya untuk menghindar. Lagipula, dia tak tahu harus lari kemana tanpa tujuan, uang, dan handphone.

“ Duduk dan jangan berusaha melarikan diri !” kata Minho tajam ,” Karena kemanapun kau berlari aku akan terus mengejar dan menemukanmu. Arasseo ??”

Sulli tidak menjawab, dia memalingkan muka menghindari bertatapan dengan Minho. Dan dia masih terdiam saat pintu tertutup.

,

Mobil jaguar hitam itu mulai bergerak menerobos malam yang semarak di sepanjang jalan. Semakin malam, suasana semakin ramai namun keadaan di dalam mobil tetap hening. Baik Minho maupun Sulli sama-sama terdiam dan berpura-pura memperhatikan suasana di luar.

Saat mobil berbelok dan melaju di jalanan yang mulai sepi, Minho berdehem berniat memulai percakapan. Namun Sulli mendahuluinya dengan melemparkan pertanyaan yang menuduh.

“ Jadi kau seorang agen rahasia, eoh ?” Sulli berkata cepat dan nadanya mencengkam.

Minho menginjak rem tiba-tiba hingga tubuh Sulli terdorong ke depan.

“ Tak bisakah kau menjalankan mobil lebih pelan, Jungwi Choi ?” tanya Sulli jengkel.

Minho tidak menjawab, tangannya mencengkram kemudi dengan kuat. Kemudian dia meminggirkan mobilnya .

“ Bagaimana Sulli bisa tahu pekerjaanku sebagai agen rahasia negara ? Darimana dia mengetahuinya, bahkan keluargaku tak ada seorang pun yang tahu. Juga rekan-rekanku di CGI.”

Minho mematikan mesin kemudian berbalik menghadap Sulli. Matanya yang besar menatap wanita di sisinya dengan keheranan yang tak bisa disembunyikannya.

” Jadi kau sudah tahu ? Dari siapa kau mengetahuinya ? Dan kapan ?”

Sulli berbalik, menatapnya kebingungan.

“ Adakah seseorang yang mengatakannya kepadamu ? Donghae hyung ? Tak mungkin dia yang mengatakannya …. keluargaku ? Oh tidak, tak seorang pun dari mereka yang mengetahui kalau aku seorang agen rahasia.”

“ Jadi kau benar-benar seorang agen rahasia ?” Sulli balik bertanya, wajahnya memancarkan rasa kaget dan ngeri.

Minho menyipitkan matanya,mencari-cari jawaban yang tidak dilihatnya di wajah Sulli, dan ia menyimpulkan bahwa ekspresi itu memang jujur.

“ Siapa yang mengatakannya padamu ?” desaknya lagi, rasa cemas mulai menghantuinya.

“ Bahwa kau seorang agen rahasia ?”

“ Apakah kebiasaanmu menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan kembali ?” matanya menatap Sulli dalam-dalam, membuat wanita itu bergetar dan gugup.

“ Ti…tidak ada…”

“ Mustahil ! Bagaimana kau bisa tahu ?”

“ Aku menebak, tentu saja !!”

“ Kau berbohong !! Kau melindungi seseorang !”

“ Bohong ?” Mata Sulli menyala ,” Kau menuduhku berbohong ? “

“ Ya, tak mungkin ide itu jatuh dari langit dan masuk ke dalam kepalamu, bukan ?”

“ Oh… ide itu tidak jatuh dari langit. Asal kau tahu saja, ide itu muncul begitu saja di kepalaku. Apakah itu masalah bagimu ?”

“ Bisa menjadi masalah, tentunya. Aku harus tahu siapa yang mengatakannya… ini untuk melindungi mereka, juga dirimu…”

“ Melindungiku dari apa ? Dari kebohonganmu dan ide-ide brilyanmu itu ? Choi Minho, kau lah yang pembohong ! Laki-laki yang dalam dua puluh empat jam telah mengajariku bagaimana berbohong yang baik kepada semua orang…bahkan kepada nenek dan kakakku !” sembur Sulli marah

Minho menarik nafas tak sabar,” baiklah, aku pembohong. Kau puas ? Sekarang katakan kepadaku bagaimana ide itu muncul di otakmu yang pintar itu ?”

Minho mencondongkan tubuhnya yang membuat Sulli langsung mengkerut dan menarik diri. Dia mencoba membuka pintu mobil yang terkunci secara otomatis, kemudian merapatkan dirinya ke dinding mobil saat tahu kalau usahanya itu sia-sia.

“Kau… kau tak bisa mengintimidasiku…” kata Sulli ,” Aku bisa menuntutmu…”

“ Intimidasi adalah nama sandiku, kau tahu juga ?”

Sulli menelan ludah, semakin ketakutan ketika melihat tatapan mengancam di mata lawan bicaranya.

“ Ide itu… err… muncul….” Otaknya berputar ,”… karena bahasa tubuhmu mudah dibaca !”

Minho tertegun ,” Jelaskan !”

“ tadi… kepada orang-orang itu… kau memperlihatkan lencana yang ada di dompetmu kepada mereka. Lencana itu yang membuat mereka menyingkir. Bukankah begitu ?”

“ Lencana ?”

“ Ya, semacam benda logam yang dimiliki agen-agen FBI atau CIA ! Kau menyimpannya di dompetmu !”

Sulli menjilat bibirnya yang dirasa kering, ia mengira Minho akan bereaksi kasar… tetapi dia melongo saat melihat bibir lelaki itu berkedut, detik berikutnya dia melihat bahunya terguncang kemudian tawa menyembur begitu saja. Sulli terbengong melihatnya, perlahan-lahan jengkel karena merasa ditertawakan .

“ Itu tidak lucu.”

,

Sulli Pov

Kurasa kemarahan hampir meledakkan kepalaku. Rasa lelah karena berlari, rasa kecewa karena ternyata tak ada seorangpun yang menolongku, rasa putus asa atas cemoohan yang terlihat jelas dari sorot matanya… semua mendesak ke atas kepalaku.

Dan sialnya lelaki itu malah tertawa… seolah semua kehebohan yang dia lakukan terhadapku merupakan lelucon.

Sungguh tidak lucu !!

“ Kau… kau terlalu banyak menonton film, Sulli…” kataMinho di tengah-tengah tawanya.

Omona !!

Apakah dia pikir semua yang kukatakan itu karena aku terlalu banyak nonton film ? Apakah dia tahu aku sama sekali tak suka duduk manis di depan TV atau di bioskop…

Aargh… tentu saja dia tak akan tahu ! Dia tak akan tertarik dengan apa yang kusuka dan tidak kusukai, bukan ?

“ Aku… tidak begitu!”

Choi Minho tertawa makin keras, tubuhnya terguncang-guncang .

Aku benar-benar tidak sabar lagi dengan ejekannya… dia terlalu meremehkanku … semua yang sering kupikirkan tentang keanehan selama bersamanya, tak dapat kutahan lebih lama dalam memoriku.

“ Kau memperlihatkan tanda-tanda yang begitu banyak. Kau selalu cepat bergerak bila ada panggilan di ponselmu padahal aku tahu hanya orang-orang tertentu yang bisa menghubungimu di sana. Itu pasti karena kau diperintah seseorang yang tak bisa kau bantah ! Kau juga sangat mudah mendapatkan informasi tentang banyak hal di negeri ini, mendapatrkan banyak kemudahan, semua lembaga yang kau sentuh akan memberi layanan istimewa, kau juga memiliki akses yang tidak terbatas… yang semuanya tak akan kau dapatkan bila kau hanya seorang investigator biasa. Bahkan seorang petinggi kepolisian seperti Hae oppa tak bisa mendapatkannya. Dan aku yakin, itu semua karena lencana di dompetmu itu. Kau…”

Aku terkejut ketika dengan gerakan cepat jhemari Minho meraih daguku dan membungkam mulutkua dengan ciuman.

Bayangkan ciuman !

Apa yang bisa kukatakan tentang kelakuannya ?

Lelaki ini pasti kurang waras… menit sebelumnya tertawa tetapi detik berikutnya…

Ya Tuhan… sensasi itu kembali menyerangku.

Sensasi yang menyerupai ledakan dalam diriku, yang membuat detak jantungku sepersekian detik terasa berhenti berfungsi sebelum kemudian berdegup kencang seperti genderang perang yang menggiring sepasukan militer ke medan pertempuran. Sensai yang melumpuhkan fungsi otakku, sensai yang membuat kepalaku melayang… melayang dan…. Sebelum aku sempat berfikir dengan benar, Minho sudah menjauhkan dirinya .

Hanya sekejap. Ya… itu hanya ciuman yang teramat singkat dibandingkan ciuman kami sebelumnya. Dan konyolnya, aku merasa kehilangan…merasa ditinggalkan dalam kebingungan.

“ Mianhe… aku hanya tahu satu cara yang bisa menghentikan ceracauan aneh seorang wanita. Dan menurut pengalamanku itu selalu berhasil. ’

Suara Minho bergetar, rahang dan pelipisnya menegang ketika dia menarik dirinya dan bersender di kursi kemudi. Apakah dia juga berusaha mengontrol dirinya sendiri ? Apakah dampak ciuman itu menyerangnya juga ? Mustahil !!

Suasana dalam mobil sejenak terasa tegang dan kaku. Kemudian tangan Minho bergerak ke balik jaketnya dan mengeluarkan dompet yang tadi diperlihatkan kepada orang-orang itu.

“ Ini… lencana yang kau hebohkan itu…” gumamnya dengan geli sambil menyerahkan dompetnya.

Kesadaranku seperti ditarik paksa untuk berkumpul dalam tanganku yang ada dalam genggamannya.

Dompet.

Lencana.

Dua kata itu mungkin berputar-putar entah dimana sebelum akhirnya bisa kutangkap maknanya. Tentu saja dompet itu akan menjawab benar tidaknya dugaanku. Walau dengan tangan yang masih lemas dan jantung yang masih berdebar tak menentu, aku membukanya.

Omona !!

Tanpa sadar aku membuka mata lebar-lebar…

Apakah untuk lebih melihat jelas apa yang terpampang di depanku ?

Entahlah… kurasa bukan karena aku sudah melihatnya dengan jelas. Melihatnya lebih dari sekali dalam dua jam terakhir

“ Bagaimana…?” bisikku saat menemukan suaraku kembali ,” Mngapa ini ada di sini ?”

Minho menahan rasa gelinya… pasti , itu terlihat jelas. Tetapi aku tak mau dialihkan dengan tingkahnya yang seperti itu. Aku mencoba menatap ke dalam matanya.

Dan Ya Tuhan… jantungku kembali menggila saat kulihat mata itu berubah menjadi begitu lembut…

“ Karena… aku, Choi Minho mencintaimu…”

Sesuatu terasa menonjok ulu hatiku dengan keras, kembali aku merasa jantungku terhenti

Benarkah ? Benarkah apa yang kudengar ?

Choi Minho mencintaiku ?

Lelaki yang kukagumi sejak aku mengenal cinta itu … mencintaiku ? Benarkah ???

“ Ya Sulli, saranghae….”

Suara Minho pasti keras… tetapi dia tak mungkin berteriak. Tak mungkin dia berteriak dengan ekspresi wajah sepeti itu… tetapi mengapa kata-katanya seperti bunyi petir di telingaku. Dan… kata-kata yang kurindukan bertahun-tahun dari bibirnya itu… tidak membuatku bahagia sama sekali.

Yang kurasakan justru luka lama dalam diriku seperti direnggut dan dipaksa terbuka kembali…. kalau bisa kukeluarkan mungkin orang akan bisa melihat darah mengalir kembali dari luka lamaku. Dan itu sungguh menyakitkan…. sangat !!

End of Pov

,

,

“ Ya Sulli, saranghae….”

Minho merasakan darah menyembur ke lehernya, membuat telinga dan wajahnya panas… rasa tidak percaya diri tiba-tiba menyergapnya. Berapa tahun kata-kata itu lenyap dari benaknya ? Kapan terakhir kali dia mengucapkan kata-kata yang sama pada seorang wanita ? Entah… dia tak bisa mengingat apa-apa sekarang. Jantungnya berdentam, memukul rongga dadanya. Yang ditunggunya sekarang adalah jawaban Sulli…dan bagaimana reaksinya. Dan ia tak menyangka untuk menunggu hal itu, seperti dia dihadapkan pada moncong senjata yang diacungkan di depan hidungnya.

“ Bagaimana kau bisa mengucapkan kata-kata mulia itu….sementara hatimu telah kau berikan pada wanita lain ?”

Minho merasa jantungnya diremas saat melihat bagaimana mata indah Sulli mengabur…. kemudian air mata perlahan menggenang di sana.

Sulli menangis.

Sulli tidak bahagia dengan pernyataan cintanya…. siapapun lelakinya pasti akan terpukul melihat kenyataan itu. Kenyataan yang dalam sekejap mata memporak porandakan harapannya.

“ Apakah Sulli tidak mencintaiku lagi ? Apa maksudnya dengan hatiku kuberikan pada wanita lain ? Apakah dia masih berburuk sangka padaku karena masa lalu yang ada di antara kami ?”

”.. Aku bisa mengerti darimana penolakan itu berasal. Itu dari masa lalumu, Minho. Kau berutang penjelasan dan kata-kata maaf kepadanya. Sebelum benang kusut masa lalumu bisa kau urai dengan benar… aku tidak akan heran kalau Jinri akan terus menolakmu.”

Kata-kata Choi Sangwoo seperti berdengung di telinganya.

“ Sulli…. tak ada wanita lain dalam hidupku. Bagaimana…?”

“ Yuri….”

Aku merasa sebuah tamparan keras menyadarkanku ke arah mana pembicaraan ini menuju. Kulihat bibir Sulli gemetar saat mengucapkan nama Yuri, dan air mata menggelinding jatuh di pipinya.

“ Jadi, Yuri adalah jawaban atas air mata itu ? Ya Tuhan, apa yang telah diceritakan… siapapun itu…. kepada Sulli ? Tentang Yuri ??”

Rasa marah menyeruak dalam dadanya, keinginan untuk memberikan penjelasan dan berbicara dengan kepala dingin adalah hal yang tak bisa dilakukan sekarang. Sulli sedang emosi, itu terlihat jelas dari caranya berpaling dan menghapus pipinya dengan kasar.

Dengan menggertakkan gigi, Minho memantapkan tangannya di atas kemudi, kuku-kukunya terlihat memutih saking kerasnya dia mencengkram kemudi. Yang ingin dilakukannya sekarang adalah berteriak… atau meninju wajah orang yang telah memberikan informasi yang buruk tentang dirinya dan Yuri. Tetapi dia sadari itu hanya keinginan bodoh… tak ada seorang pun yang bisa menjadi pelampiasan kemarahannya.

“ Aku harus berbuat sesuatu…aku harus menuntaskan semuanya malam ini…. Demi Tuhan, setelah semua jelas, aku tak akan menghalanginya bila dia tetap memilih lelaki lain untuk mendampingi sisa hidupnya !!”

Dengan pemikiran begitu, Minho memutar kunci kontak kemudian menyalakan mobilnya. Satu tempat yang bisa menuntaskan semuanya muncul dalam benaknya. Ke sanalah dia akan membawa Sulli, untuk mebicarakan semuanya tanpa ada penghalang lagi.

“ Bawa aku kembali !!” teriak Sulli dengan suara melengking karena emosi tertahan.

“ Ya, dengan senang hati.” Kata Minho sinis ,” Kita akan menuju ke neraka bersama-sama !”

Seoul, menjelang tengah malam

Siwon menyenderkan tubuhnya yang kelelahan di kursi kemudi, matanya nanar menatap jauh ke jalanan yang semarak. Warung-warung tenda bertebaran di sepanjang jalan. Lampu-lampu benderang menyilaukan. Ada suara tawa… ada suara nyanyian… kesemuanya didengarnya seolah-olah ejekan yang menyakitkan.

Sulli hilang.

Tidak, bukan hilang…. tetapi dia dibawa pergi oleh pria itu… Choi Minho.

Begitu mendapat alamatnya dari seseorang di CGI… orang yang sangat bawel… dia langsung menuju alamat tersebut, tetapi harus kecewa saat mendapati rumah itu kosong. Ia telah berusaha menerobos masuk, tetapi sistem alarm di rumah itu benar-benar mengagumkan. Saat dia berusaha melongokkan kepalanya mengintip ke dalam pekarangan rumah yang gelap, dua orang keamanan yang berpatroli menyergapnya dan kemudian menyeretnya ke pos. Untunglah Donghae datang tepat waktu dan membebaskannya dari tuntutan.

“ Sekarang bagaimana, Siwon ? Minho mengatakan ke petugas keamanan itu bahwa dia sekarang sedang menuju Seongnam. Mungkin Sulli bersamanya…mungkin juga tidak.”

Donghae menatap Siwon dalam keremangan, hanya cahaya lampu dari jalanan yang membuatnya bisa melihat wajah sahabatnya dengan lebih jelas.

“ Aku sudah mengatakan kepadamu, Hae… pria itu menculiknya. Kau tidak mempercayaiku…” kata Siwon geram.

“ Tetapi menurut aturan, kasus orang hilang hanya bisa dilaporkan setelah 1×24 jam. “

“ Kau sahabatku sejak kecil, tidak bisakah kau membuat kasus ini menjadi kasus istimewa ?” sergah Siwon kesal.

Donghae terdiam, merasa tidak ada gunanya membantah sahabatnya yang sedang kacau. Tiba-tiba dia mengernyit ketika melihat wajah Siwon menjadi aneh, matanya menyipit dan menusuknya

“ Jangan-jangan benar apa yang dikatakan istriku….” desis Siwon, kini matanya berkilat ,”… bahwa kau tak mencintai adikku sama sekali. Kau hanya ingin memanfaatkan adikku untuk menjadi ibu bagi anakmu !” tuduh Siwon tanpa ampun.

Donghae merasakan kegugupan melandanya, dia menelan ludah dengan sulit seolah menelan gumpalan besar di tenggorokannya.

“ Siwon….”

“ Katakan bila apa yang kukatakan salah !!” Siwon membentaknya tanpa ampun.

Donghae terkejut, belum pernah ada orang yang berani membentaknya sekasar itu… malahan dia yang biasa membentak dan memerintah di rumah dan kantornya. Tetapi, Siwon juga tak pernah memperlakukan seseorang seperti itu…. dia hanya sampai pada kesimpulan bahwa sahabatnya itu kini sedang kebingungan… putus asa karena menghilangnya Jinri atau Sulli. Karenanya, Donghae berusaha mengendalikan diri… menelan rasa tidak suka dan keinginannya untuk balik menghardik.

‘ Tidak… sebagian yang kau katakan itu benar…”

Kata-kata Donghae terhenti ketika dengan tiba-tiba Siwon meraih kerah bajunya dan mendesaknya ke sandaran kursinya.

“ Tenang…. tenanglah sobat ! Kau bukan marah kepadaku… tetapi kepada Minho, kau ingat ?” Donghae mencoba meredakan amarah Siwon kepadanya, dan ia menarik nafas lega ketika Siwon melepaskan cekalannya dan sebagai gantinya memukul kemudi dengan sekuat tenaga.

“ Minho !!” umpat Siwon penuh kebencian.

‘ Aku sudah katakan padamu berkali-kali, kalau aku mencari istri untuk bisa menjadi ibu yang baik untuk Leo. Aku sudah mengatakan juga bahwa hubungan Sulli dengan Leo semakin membaik, tetapi…. kau tahu, semua masih dalam proses…”

Siwon menelungkupkan wajah di kemudi seperti kehilangan dirinya sendiri.

“ Aku sudah mencoba mengatakan padamu juga, Choi Minho yang kuketahui adalah lelaki yang penuh tanggung jawab pada keluarga dan pekerjaannya. Mungkin dia pernah terlibat hubungan dengan beberapa wanita, tetapi bukankah itu wajar…selama dia dalam status single ? Mungkin, selama dia bekerja untuk adikmu rasa cinta tumbuh di antara mereka. Bagaimanapun mereka pernah bersama-sama…tinggal di bawah satu atap…”

“ Hentikan omong kosongmu !” Siwon berpaling marah ,” Dia tidak pernah menyentuh adikku…. kalau dia melakukannnya, aku akan….”

Siwon terhenti, seakan baru menyadari sesuatu. Reaksinya membuat Donghae tegang dan cemas… dia begitu hafal Choi Siwon… semua bentuk ekspresi wajahnya… dan dia bisa menebak, setelah ini Siwon akan melakukan apapun untuk mewujudkan apa yang difikirkannya.

‘ Kita harus ke Seongnam, mengejar mereka !”

“ Apa ?” Donghae tersentak ,” Ini hampir tengah malam, Siwon !!”

“ Aku tak peduli. Kau menduduki posisi penting di kepolisian. Koneksimu pasti banyak. Kau harus minta bantuan anak buahmu…rekanmu…atau siapapun itu untuk membuntuti mobil Choi Minho, kemudian  bawa adikku untukku. Kita harus menyusun rencana… aku memiliki sebuah ide yang bagus untuk menghentikan Choi Minho !!”

.

.

.

======= TBC =======

Hai chingu…adek-adekku,

baru bisa posting lagi setelah tertunda karena berbagai alasan…

semoga tidak menjadi bosan menunggunya…. dan maaf bila terjadi typo dimana-mana…. gak sempat mengedit ulang …

Gomawo untuk selalu bersama Minsul 🙂

Advertisements

78 thoughts on “Scret Admire (Part 51)

  1. Minho udah mengutarakan perasaannya tp sulli malah berburuk sangka trus ama minho
    Dan kyaknya itu poto pernikahan mereka drh yg di dompet minho 😀
    Siwon juga gk mau percaya” ama minho
    Udah lah ssul yuri itu masa lalunya minho.dan mau kemana mereka
    Kerumah yuri kh ??
    Selalu menunggu kelanjutannya 🙂
    Fighting thor

  2. Ahhh akhirnya dipost jg part 51 nya eonn ..
    Udh ditunggu tunggu
    Gregetan sm baby sull masih blm percaya sm cintanya di minong …
    Penasaran sm apa yg ditunjukin minho ke org2 ituu ..
    Ditunggu part selanjutnya eonn

  3. Sulli ya . Masih aja fikirin yuri .. cepet deh minho . Kasih jelas hubungan kamu ama yuri . Supaya si sulli percaya ma kamu ..

  4. hish sulli keras kepala banget, minho cepet lah jelasin sebelum siwon menangkapmu. apa apaan itu siwon? kaka yang ngga mendukung minsul -,-

  5. Ahhhh akhirnya yang aku tunggu2 keluar juga . Udah bolak balik mampir ke sini nungguin ff selanjutnya di post :)) . Ahhh suka banget pake max pokoknya . Sulli kenapa harus inget2 si yuri lagi sih 😦 ahh kepo sama kelanjutan nya .
    lanjut terus ya thor :)))
    Fighting!!^^

  6. Cie.. Cie minsul ribut2 d tengah jln kyk pasumri aja.. Hehehe 😁
    Penasaran ma isi dompet ming… Kira2 apa ea yg bikin orang2 itu Gx mau ikut campur urusan minsul…

    Omo.. 🙊 jngn2 foto nikah minsul yg pas… Ekhmmm.. Ekhmmm.. 💏

    Akhirnya… Minho bisa ungkapan perasan y tggl jelasin semuanya bikin sulli yakin dan percaya ma mingg

    Siwon oppa kasian banget. Kehilangan jejak sulli…. tp gakpapaa Dech dr pada ngerecokin minsul. . . . . . – iyaa Gx??? 😉

    D tunggu kelanjutannya… 😄

    #FIGHTING. 😊

  7. Yee akhirnya minho bilang cinta, tinggal nunggu penjelasan biar sulli gj salah paham lagi 😆, semoga sieon oppa gk keras kepala lagi yaww

  8. Bener ming selesaikan skrg juga, biar sulli tdk berprasangka yg tidak 2.sulli mau kemana y’aaa.jgn lama lama ya next nya

  9. minho udah ngasih tau ke sulli perasaannya tp ko sulli jd galau ya? semoga minho jelasin semuanya ke sulli tntng yuri yg ming ngirim ngirim surat juga dah. siwon mah ga percayaan sm minho cb udh dukung aja minsul ribet amat wkwk semogaa semuanya berjalan baikk fighting❤️❤️

  10. Sumveee siwon oppa makin menjadi eh><
    Semoga minho cpt ngomong lah sblm dihalangin siwon oppa..
    Apaan sih yg ada di dompet minho? Kok bikin ketawa org yg lihat?
    Apa weh maksud kata2 minho kl mereka akan ke neraka bersama?

  11. Mungkin itu foto pernikahan Minho dan Sulli 😀 cieee :p
    -“ Ya, dengan senang hati.” Kata Minho sinis ,” Kita akan menuju ke neraka bersama-sama !”- gila nih kata2nya keren abis. 😉
    Aissh, siwon masih aja salah sangka begitu juga Sulli. Ayo dong kalian cepat sadar kalo ming itu tulus sama Sulli. Keren eonDin ^^

  12. syukurlah yg datang dan nyuruh sulli masuk ke mobil itu bukan siwon melainkan minho. tapi sulli gak bisa diajak kompromi, udah tahu gak tahu arah jalan pulang masih aja nolak untuk masuk mobilnya minho. jadinya ya gitu…pertengkaran didepan umum yg bikin orang² curiga. tapi untungnya orang² percaya dengan minho setelah mengetahui isi dompetnya.( sebenarnya ada apa dengan isi dompet minho? kenapa orang² pergi setelah melihat isi dompet itu? jadi penasaran)
    akhirnya minho ngomong cinta juga ke sulli, tapi kenapa disaat seperti ini sulli masih aja mikirin hubungan minho dan yuri yg sebenarnya.(tapi aku juga penasaran sih…dengan hubungan yuri dan minho yg sebenarnya hhehe :-D)
    udah deh minho….jangan buang² waktumu, cepat jelaskan semuanya ke sulli biar kesalah pahaman ini cepat terselesaikan.
    siwon² sampai kapan kamu akan mengatur hidup sulli? sampai kapan kamu akan ikut campur dalam masalah percintaan sulli? sampai kapan kamu akan berusaha menjauhkan sulli dari minho? sampai kapan kamu akan melakukan perbuatan sia² itu? udah deh gak usah buang² waktumu untuk ikut campur dalam masalah yg dihadapi minsul. mereka bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara mereka sendiri. jadi stop ikut campur dan behenti menjauhkan sulli dari minho.

  13. eh itu yang ada didompet minho oppa apaan? foto pernikahanya sama sulli eonni kah? ._.
    aduh minho oppa udah ngaku malah sulli eonni nggak percaya! ><
    nggak tau lagi mau ngomong apa sama kelakuannya siwon oppa! -_-

  14. sulli selalu berpikiran negatif tntng minho..
    Minho bwa sulli ke mana.?
    siwon terlalu berlebihan klw masalah tntng sulli..

  15. akhirnya minho mengungkapkan isi hatinya.. tapi sulli terlalu keras kepala sehingga dia berprasangka kalau minho dan yuri masih da hubungan..
    apakah yg ditunjukan minho kepada orang2.. apakah foto pernikahan minsul ya.. penasaran.. apakah siwon menemukan sulli dan minho..

  16. aaaah suka banget ma part ini…adegan minho dan sulli nya bener2 bikin deg-degan’geregetan,lucu juga.semoga saat di songnam minsuk ga ketemu ma siwon,biar minho bisa jelasin ke sulli tentang hal yang sebenarnya.
    authornya love you mmmuach….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s