Secret Admire Part 53

SA

Judul    :  SECRET ADMIRE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Kim Jongin, Amber,Yoogeun,Minseo

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan, Mengagumi seseorang bisa menggembirakan, Mengagumi seseorang bisa membingungkan, Mengagumi seseorang bisa menyakitkan, Mengagumi seseorang bukan pilihan

53  Will You Marry Me ?

.

.

.

.

Minho berdiri hanya tiga langkah dari tempat Sulli yang duduk dengan gelisah. Hampir tujuh  menit berlalu sejak Yuri dan suaminya meninggalkan mereka berdua di ruang duduk. Selama itu, tak ada seorangpun yang berani memulai pembicaraan.

Minho menunggu sampai ketegangan berangsur menghilang dari wajah Sulli, sebelum dia mengangsurkan segelas coklat hangat kepadanya.

“ Minumlah, orang bilang susu dan coklat akan mereduksi ketegangan dan rasa depresi…” godanya.

“ Aku tidak depresi !!” bantah Sulli, sambil mengambil gelas yang diberikan Minho, mau tak mau dia mengakui bahwa wanginya coklat membuat rasa tegangnya teralihkan.

“ Setidaknya aku punya alasan untuk menghindar bicara dengan Minho, aku punya alasan untuk memusatkan perhatianku pada apa yang akan kuminum ini…” pikirnya ,” Ugh, sial sekali aku malam ini. Setelah dibawa paksa ke rumah ini,  aku harus merelakan diriku dipermalukan oleh orang yang baru pertama kali kutemui.”

“ Aku berharap masalah kita terselesaikan sebelum fajar. Aku yakin , besok kakakmu akan menemukan kenyataan bahwa adik tersayangnya tidak ada di Seoul. Jadi, sebelum kakakmu datang aku ingin semuanya sudah tuntas.” Minho duduk di salah satu kursi tidak jauh dari Sulli.

“ Aku tidak bisa berbicara masalah pribadi di rumah orang yang tak kukenali…”

“ Tetapi inilah tempat yang netral, dimana tak ada seorang pun yang akan menghalangi kita bericara secara terbuka. Yuri dan Seung Hwan tak akan muncul di tempat ini , mereka telah memberikan tempat ini untuk kita. Jadi….” Minho menghela nafas ,” Aku ingin mendengarkan terlebih dahulu penelesanmu tentang apa maksud kata-kata Yuri tadi.”

Sulli terdiam, pura-pura menenggelamkan diri ke dalam kenikmatan susu coklat yang tiba-tiba dirasanya begitu pahit dan sulit ditelan.

“ Omona, apa yang harus kukatakan ? Bagaimana kalau Minho menertawai isi pembicaraanu tadi ? Apa yang harus kulakukan… mengakui  bahwa aku telah salah menilai dirinya ? Meminta maaf atas tuduhan-tuduhanku ? Atau pura-pura tidak tahu…?”

Dan Sulli mengambil cara terakhir, dengan mengabaikan pertanyaan Minho. Hal ini membuat Minho kesal karena mengira Sulli berusaha melarikan diri lagi, dengan cara yang berbeda.

“Kau tidak bisa mengabaikanku terus menerus Sulli. Aku sudah katakan padamu, kemanapun kau berlari aku akan mengejar dan menemukanmu.”

“ Dan setelah menemukanku kau akan membawaku ke neraka, begitu kan ?” jawab Sulli sinis.

“ Dan bagaimana pendapatmu tentang neraka itu ?”

Sulli menaikkan alisnya, melihat Minho dari balik asap coklat yang mengepul.

“ Inikah tempat  yang kau maksud neraka ? Rumah Yuri ?”

“ Hm… setelah apa yang dikatakan Yuri tadi, sepertinya rumah Yuri ini adalah neraka buatmu.” Minho menyeringai ,” Anggapan orang-orang tentang hubunganku dengan Yuri, adalah neraka bagiku. Kau tahu mengapa ? Karena aku harus hidup di bawah penilaian salah… membiarkannya membesar dan semakin membesar, mengurungku, mengecamku… aku tahu kebenarannya, tetapi aku tak punya keinginan untuk membenarkan kesalahan mereka, bahkan aku bersyukur karena kesalahan itu. Dan orang-orang itu adalah keluargaku, sahabat-sahabatku… Kau tahu bagaimana rasanya hidup berpura-pura terus di hadapan orang-orang yang sebenarnya tak mau kau bohongi. Itulah yang kusebut neraka…”

“ Aku minta maaf….” kata Sulli tiba-tiba, membuat Minho melihat ke arahnya tanpa berkedip.

“ Penilaianku tentangmu dan Yuri salah… Aku hanya mendengar sepihak, tak berusaha mendengarmu… aku egois… terlalu kekanak-kanakan… aku…”

“ Kau memang egois dan kekanak-kanakan.” potong Minho cepat, “ Tetapi aku memang pantas untuk kau perlakukan seperti itu. Setelah apa yang dulu kulakukan kepadamu…”

Sulli menunduk, menyembunyikan rasa sakit yang tiba-tiba membersit hatinya.. Ia tak mengerti mengapa Minho membawa masalah itu ke dalam percakapan mereka sekarang.

“ Kejadian di klinik… itu terjadi karena aku waktu itu mengira kau telah memanfaatkan Krystal untuk tujuanmu mendekati keluargaku. Aku kecewa bukan karena Krystal tetapi karena kukira kau telah memanfaatkan ketulusan keluargaku kepadamu.” Minho menghela nafas ,” Aku sudah menjelaskan semuanya dalam surat-surat yang tak pernah kau balas…atau mungkin telah kau buang begitu saja tanpa membacanya … ?”

“ Surat ?” Sulli tak sadar berseru kaget ,” Surat apa ?”

Minho menghela nafas kemudian menghembuskannya keras-keras, melihat reaksi Sulli dia tahu kalau dugaannya selama ini bahwa Sulli tak pernah membaca surat-suratnya adalah benar.

“ Aku tidak mengira rasa sakit hatimu atas tindakanku waktu itu begitu besar, hingga kau tak mau membaca surat-surat itu…. tetapi… yah, sudahlah tak berguna kuungkit-ungkit.”

“ Tunggu, surat apa ? Aku tak mengerti maksudmu…”

“ Surat-surat yang kukirimkan ke apartemenmu setelah kau pindah sekolah.” Jawab Minho datar, “ Tak mungkin kalau kau menyangkal dan mengatakan bahwa kau tak pernah menerimanya, bukan ?”

“ Aku memang tak pernah tahu ada surat ke apartemenku. Begitu aku pindah, kami mengosongkan apartemen itu. Kenapa kau mengirimiku surat ?”

Minho  menegakkan tubuhnya ,” Tentu saja untuk menjelaskan persoalan yang sebenarnya.. Kau yakin tak pernah menerima surat-suratku ?”

“ Surat-surat ?” Sulli mengerutkan keningnya ,” Apakah itu berarti kau mengirim surat lebih dari satu ?”

“ Tentu saja bodoh ! Kau kira aku akan menghentikan usahaku untuk menjelaskan semuanya kepadamu ? Paboya !!”maki Minho dalam hati.

“ Lebih dari satu.” Jawab Minho, tiba-tiba merasa malu dengan surat-surat konyol yang sekarang entah berada dimana…atau entah bagaimana nasibnya.

“ Dua ?”

“ Lebih…”

“ Tiga… empat ?”

“ Lebih… aish Sulli, kita tidak usah membahas berapa banyak surat yang sudah kukirimkan !” Minho menghentikan kepenasaran Sulli dengan muka memerah ,” Lagipula tak ada gunanya membahas sesuatu yang tidak diketahui keberadaannya kini. Mungkin surat itu sudah hancur dalam perut bumi… Ini kan kejadian bertahun-tahun yang lalu !”

Sulli cemberut dihentikan seperti itu, sifat keras kepalanya memancar jelas dari sorot matanya .

“ Mungkin surat itu hancur, tetapi kau masih bisa mengingat apa yang kau tulis di dalamnya bukan ?”

“ Tentu saja, aku yang menulisnya… bagaimana mungkin aku bisa lupa ?”

“ Kalau begitu, ceritakan apa yang kau tulis dalam surat-surat itu ?”

“ Tidak !!”

“ Kau harus mengatakannya karena kau telah mengangkat topik itu dalam percakapan ini !” desak Sulli.

“ Tidak sebelum kau memberiku maaf atas kesalahanku beberapa tahun yang lalu…”

“ Apakah itu perlu ?”

“ Ya. Sangat….”

Minho merasa gelisah melihat Sulli yang menatapnya dengan mata menyipit dan dagu terangkat, rasa rendah diri tiba-tiba menyergapnya… Rasa tidak yakin, rasa sesal dan rasa takut tidak dimaafkan.

 “ Oh ayolah Sulli… aku sudah mengakui bahwa itu kekhilafan karena kesalahfahaman  . Aku mengetahui kebenarannya setelah kau menghilang begitu saja dari sekolah… kukira, aku pernah menceritakan ini kepadamu… dan di saat aku sadar bahwa anggapanku tentangmu salah, aku telah kehilangan jejakmu untuk menjelaskan semuanya… kau pergi tanpa meninggalkan sedikitpun tanda-tanda kemana kau menuju.” Kata Minho gelisah, “ Sebenarnya… kemana kau waktu itu, sih ?”

“Kau seorang investigator, seorang agen rahasia … seharusnya kau bisa melacak jejakku…” Sulli menyindir tajam.

“ Sayang sekali… sembilan tahun aku mencari jejakmu, tetap saja tak bisa kutemukan. Kalau kau tidak muncul di kantor CGI dengan nama Jinri, kalau kau tidak bercerita kepada Yoogeun tentang identitasmu… aku mungkin tak akan bisa mengaitkan Jinri dengan Sulli. Sekarang jawab aku, mengapa kau merahasiakan jati dirimu dariku ? Aku yakin, sejak pertama kita berjumpa lagi…kau tahu aku adalah Choi Minho yang pernah menjadi sahabatmu…yang pernah memakimu di hadapan banyak orang… katakan padaku, apakah itu karena kau dendam padaku ? Kau benci padaku ?”

“ Sembilan tahun Minho mencariku… apakah mungkin ? Surat-surat yang dikirimkannya untukku, kemanakah perginya ? Apakah Siwon oppa menyembunyikannya dariku ?”

 “ Sulli ??”

“ Eh… aku punya alasan pribadi. “ jawab Sulli spontan dan gugup.

“ Kau hanya ingin mengujiku ? Menguji ketajaman instingku sebagai anjing pelacak ?” Minho menyeringai ,” Tampaknya aku tidak lolos uji, eoh ? Pantas kau persamakan aku dengan sherlock… kucing kecil yang tak berdaya dan kebingungan mencari majikannya… kau pandang aku seperti itu kan Sulli ?”

“ Tidak… kau salah paham. Sherlock tak ada kaitannya dengan anjing pelacak…. dan terus terang aku tidak mengerti arah bicaramu.”

“ Kenapa kau mau menjadi istri bohonganku ? Jujur, aku dibingungkan oleh prilakumu yang berubah-ubah terhadapku. Saat aku belum mengetahui identitasmu, kau begitu responsif padaku. Tetapi begitu aku mengetahui siapa kau sebenarnya…. mengapa kau selalu lari dariku ?”

“ Mianhe… “

“ Maaf ? Apakah itu menjawab semua pertanyaanku ? Apakah itu memulihkan semua kegilaan yang kau ciptakan dalam kepalaku ? Apakah itu mengembalikan semua kedamaian yang kau kacaukan dalam hidupku ?”

Melihat wajah Minho yang berubah merah dengan sorot mata marah, membuat Sulli mengkeret. Dia merasa semua kekacauan itu memang akibat ketololannya, dia merasa penderitaan dalam hidup Minho memang kesalahannya. Tetapi dia juga ingin berteriak dan mengatakan bahwa dirinya pun memiliki masa-masa penuh penderitaan selama bertahun-tahun.

Rasa bersalah dan terpojok, membuat Sulli tertunduk … tanpa daya dia membiarkan air mata menjadi penyelesaian untuk mengurai kesumpekan yang dirasakannya. Sebagai jawaban pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Minho secara berapi-api, hanyalah isakan yang ditahannya.  Tetapi menahan tangis, bukan penyelesaian cantik… semakin dia menahannya, desakan air mata semakin membuatnya tak bisa mengontrol diri. Akibatnya dia menutup mukanya dengan kedua tangannya dan bahunya terguncang.

Minho terkejut, rasa kesal, kecewa dan frustasi yang tadi memenuhi kepalanya menguap entah kemana.

“ Ya Tuhan… mengapa aku berbicara kasar ? Mengapa aku hanya bisa membuat wanita yang kucintai ini menangis dan menangis lagi ? Bukankah Yuri sudah menjelaskan semuanya ? Bukankah aku sudah menjelaskan semua yang terjadi di masa lalu ? Apa yang membuatnya menangis kini ?”

Minho bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Sulli.

Dia mengulurkan tangan hendak menyentuhnya, tetapi gerakannya tertahan di udara.

“ Bagaimana jika apa yang akan kulakukan membuatnya kembali lari dariku ? Membuatnya menarik diri dan menjauh ?”

Sontak Minho memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya, berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh Sulli. Kemudian dia berjalan menjauh… mendekat lagi… menjauh lagi…. Bingung…

“ Demi Tuhan, Sulli…. tolong berhentilah menangis !” Akhirnya Minho berkata dengan memalingkan wajah dari pemandangan yang membuat dadanya seperti dipelintir

“ Kau hanya akan membuatku gila !  Aku tak bisa berfikir kalau kau seperti ini….!” Suaranya tajam dan memaksa, sementara kakinya berjalan mondar mandir di dekat Sulli.

Sulli tak bereaksi.

Akhirnya Minho mengalah . Dia mendekat dan berdiri tepat di hadapan Sulli yang masih menunduk. Dengan lembut tangannya bergerak memegang dagu Sulli dan mengangkatnya. Dadanya terasa diremas-remas melihat wajah Sulli yang bersimbah air mata dan matanya yang sembab. Minho  berlutut di hadapan Sulli, berusaha memposisikan agar matanya sejajar dengan mata Sulli. Entah bagaimana, kegelisahannya perlahan menghialng berganti degan rasa kasih sayang yang demikian hebat. Ditatapnya Sulli dengan seksama… Percakapannya dengan Sang Woo seperti berputar dalam memorinya, semua saran dan pembicaraan Seung Hwan kembali menghidupkan sinyal-sinyal kewaspadaan dalam dirinya.

“ Inilah saatnya, Minho… atau kau tak akan mendapatkan kesempatan sama sekali…” bisikan-bisikan tersebut berulang dan bergaung  dalam dirinya

“ Sulli, Aku tahu, selama ini aku begitu bodoh dengan berpura-pura mengabaikanmu. Aku begitu bodoh dengan selalu membohongi perasaanku tentangmu. Waktu itu… aku masih dibingungkan oleh rasa bersalahku padamu … di masa lalu. Aku sadar, perkataanku waktu itu telah membuatmu terluka kemudian lari dengan membawa luka itu. Sejak tahu kebenarannya, Aku bersumpah pada diriku sendiri, bahwa aku tak akan menjalin hubungan dengan wanita manapun sebelum aku mendengarmu memaafkanku. Kemudian Jinri datang, dan aku begitu merasa sangat kotor saat menyadari aku jatuh hati padanya. Aku tak bisa mengatakan dan menjanjikan apa-apa pada Jinri, karena aku terikat sumpahku. Aku berfikir, kalau aku berhasil menemukan Sulli dan meminta maaf… maka setelahnya aku akan menemui Jinri dan memohon cintanya.”

Perlahan Choi Minho menunduk, tangannya mencari jemari Sulli. Menggenggamnya, kemudian meremasnya dengan halus… mencari kehangatan dari jari-jari yang basah dan dingin itu.

“ Saat akhirnya rekan satu timku memberikan bukti fisik yang membawaku pada kesimpulan mengejutkan tentang identitas Jinri yang sebenarnya  … perasaan gembira membutakanku… Aku begitu yakin, kau adalah Choi Sulli yang masih memendam cinta buatku… Seperti orang gila aku menuju Seongnam dan melamarmu… Kupikir, masa lalu tak perlu diipersoalkan lagi karena kau adalah Sulli. Sulli-ku yang hilang…. Tetapi aku kecewa ketika kau menolak mentah-mentah lamaranku. Satu hal yang tak pernah kulakukan pada wanita manapun… bahkan kemudian kau mengembalikan cincin itu.”

“ Minho….” Sulli mulai bersuara, hatinya tergetar mendengar pengakuan Minho yang kini tertunduk di hadapannya… dengan jarak yang demikian dekat.

“ Kalau saja aku tidak berbicara dengan Yoogeun … kalau saja aku tidak berbicara dengan Sang Woo hyung … dengan Seung Hwan hyung…. aku tak akan punya keberanian untuk kembali lagi padamu, mencoba membujuk kakakmu, bahkan kemudian mencari kesempatan untuk muncul di kondominiummu. Mereka meyakinkan aku bahwa aku punya harapan untuk bisa memenangkan hatimu kembali bila aku menunaikan sumpahku untuk meminta maaf pada Sulli, meluruskan kejadian di masa lalu kita, dan menyatakan perasaanku padamu. Namun, kemunculan Hae hyung di kondominium itu meluluhlantakan harapanku. Aku hampir kehilangan harapan … dan saat kesempatan datang…aku mencoba menyatakan isi hatiku, tetapi kau menyangsikannya karena Yuri. Itulah alasan mengapa aku membawamu kemari… supaya kau bisa bicara langsung dengannya, supaya kau bisa mengetahui kebenarannya…”

“ Mianhe… aku telah salah menuduhmu yang  bukan-bukan.” Sulli berbisik

“ Aku membawamu kemari untuk meluruskan semuanya. Aku meminta tolong padamu untruk membebaskanku dari sumpahku sendiri. Choi Sulli, maukah kau memaafkan kesalahanku ? Memaafkan semua kata-kata kasar yang pernah kukatakan dulu ?”

Minho mengangkat wajahnya, kini matanya bertemu dengan mata Sulli.

Sulli tercekat, ia menelan ludah dengan susah payah. Sesuatu terasa menggumpal di tenggorokannya. Rasa haru dan trenyuh membuatnya tak bisa berkata apa-apa… selain menatap dua bola mata Choi Minho yang berpendar penuh harap… menunggu…penuh kecemasan.. Akhirnya Sulli mengangguk , “ Ya… aku  memaafkanmu…” jawabnya tersendat-sendat.

Sebuah senyuman penuh kelegaan perlahan-lahan terukir di bibirnya. Senyuman yang tak bisa ditahan Minho, yang merasa seolah beban beribu-ribu ton tiba-tiba terangkat dari bahunya… dari hatinya.

“ Gomawo….” Minho membawa jemari Sulli ke bibirnya, kemudian dikecupnya punggung tangan wanta itu dengan sepenuh hati.

“  Sulli, aku ingin mengulangi lagi kata-kata ini untuk terakhir kalinya… bahwa aku, Choi Minho, mencintaimu. Maukah kau mendampingiku dalam menghabiskan sisa umurku… ? Menikahlah denganku, Sulli….”

Sulli merasakan seluruh kekuatan tubuhnya terserap oleh kursi yang didudukinya. Rasa bahagia membuncah di dadanya membuatnya tak mampu menahan air matanya lebih lama lagi.

  “ Sulli, aku tidak memaksamu… setelah apa yang kukatakan tadi, bukan berarti kau harus menyetujui ini… Kalau memang kau tidak memiliki perasaan yang sama… aku bisa mengerti.” Minho menelan ludah, merasa tidak yakin dia bisa memenuhi janjinya ini pada Sulli ,” Kalau kau memang lebih memilih Hae hyung…  aku akan mundur. Dong hae adalah ayah yang baik dan suami yang penyayang…” kata Minho dengan suara yang makin pelan

“ Ya… “ Jawab Sulli, berusaha tersenyum di antara air matanya.

“ Baiklah, aku … kau tahu aku akan selalu mendukung apapun keputusanmu. Donghae memang lebih layak dariku….Mbbpp…”

Mata Minho membulat, ketika jemari Sulli tiba-tiba membungkam mulutnya.

“ Ya, aku mau menikah denganmu… bodoh !!” kata Sulli

“ Apa ?” Minho berkata setelah menarik turun tangan Sulli

“ Aku mencintaimu Choi Minho… selalu dan selamanya. Aku mau menikah denganmu, mendampingimu menghabiskan sisa umurmu….” Sulli  tertawa terkekeh melihat reaksi Minho, sementara air mata bahagia masih bercucuran di pipinya.

“ Benarkah ? Kupikir kau…”

“ Kau jangan terlalu banyak berpikir. Kau selalu bodoh kalau berpikir tentang cinta, itu yang dikatakan Tae Young eonni… jadi, kalau berpikir masalah itu, serahkanlah kepadaku !!” kata Sulli dengan penuh sayang.

“ Sulli…” Minho menggenggam kembali jemari Sulli, kemudian kembali menciuminya dengan penuh kebahagiaan, “ Gomawo…jeongmal gomawo.. Kau … aku begitu…begitu….begitu mencintaimu…”

Minho kemudian menarik Sulli ke dalam pelukannya, menenggelamkan wajahnya dalam rambut Sulli yang hitam legam. Dia benar-benar merasakan kedamaian, kegembiraan, harapan pasti bermekaran di dadanya… dan wanginya selembut wangi yang menyeruak dari rambut Sulli.

“ Nado…” balas Sulli dengan tersenyum.

“ Sebentar…” Minho  mejauhkan dirinya, tangannya bergerak ke belakang lehernya.

Sulli terkejut ketika Minho melepas sesuatu yang ternyata sebuah kalung yang terbuat dari kulit yang menyerupai sebuah tali. Di ujung tali tersebut tergantung cincin yang dikenalinya sebagai cincin pernikahan mereka dulu…cincin neneknya Minho yang sudah meninggal.

“ Aku selalu membawa cincin ini sejak kau memberikannya kepadaku di kantor polisi dulu. Sudah waktunya cincin ini kembali kepada pemiliknya.” Kata Minho dengan senyum menggoda. Matanya terlihat bercahaya saat melihat Sulli berusaha menghapus air matanya.

“ Nyonya Choi…. bisakah ? ”

Sulli mengangsurkan jari manisnya ketika tangan Minho meminta.

“ Kembalilah ke rumah…. aku suamimu dan Sherlock sangat merindukan kehadiranmu di rumah..”

Minho memasukkan cincin itu ke jari manis Sulli.

Sulli terkikik ,” Dengan senang hati Tuan Choi…” jawabnya.

 Ketika Minho meraih kepala Sulli dan menariknya, Sulli dengan sigap menutup bibir Minho.

“ Tidak ada ciuman sampai kita menikah dengan resmi, Choi Minho ! Ingatlah, ini rumah mantan tunanganmu !! goda Sulli, yang membuat Minho merengut, namun dia menurut karena nama Yuri melintas cepat di otaknya.

“ Yuri… tentu saja ! Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku sudah lupa kalau sekarang ini kami masih berada di rumah Yuri ? Sepertinya aku harus secepatnya membawa kabar berita ini ke eomma dan menikahi Sulli… sebelum aku dibuat linglung lebih parah lagi olehnya.”

“ Tetapi untuk satu pelukan,  aku bisa memintanya darimu kan, yeobo ?”

“ Kau belum bisa memanggilku seperti itu !” Sulli melotot ,”Tetapi satu pelukan bisa membuatku memaafkan kelancanganmu…”

Lima Jam Kemudian…

Yuri mengendap-endap mendekati pasangan yang sedang terlelap di kursi sofanya. Sejenak dia menatap mereka dengan tersenyum, ikut berbahagia karena pada akhirnya Minho telah menemukan apa yang dicarinya selama ini. Melihat bagaimana dua sejoli ini terlelap dalam posisi duduk dan saling berpegangan tangan membuatnya yakin bahwa persoalan di antara mereka sudah terselesaikan dengan baik.

Yuri mengangkat pandangannya yang kini terarah pada suaminya , yang berdiri di anak tangga. Perlahan dia berjalan menghampiri suaminya

“ Aku akan membawa selimut untuk mereka, oppa…” katanya dengan berbisik, takut membangunkan Minho dan Sulli ,” Sebaiknya kita tidak membangunkannya dulu…”

“ Sepertinya mereka sudah berdamai… aku semalam hampir tak bisa tidur karena mereka berdebat cukup sengit…”

“ Minho keras kepala… dan sepertinya Sulli juga wanita yang berpendirian kukuh.”

“ Tetapi mereka terlihat sangat serasi dan…. manis…” kata Seung Hwan.

“ Benar… manis… “

Yuri mengangguk setuju, kemudian dia kembali berjalan hati-hati menuju sofa. Pelahan dia membentangkan selimut dan menyelimuti tubuh Minho dan Sulli, berharap keduanya tidak akan terbangun.

Hanya saja harapan Yuri tidak terkabul, karena baru saja dia membalikkan tubuhnya untuk menjauh, dia mendengar suara  erangan Minho.

“ Oops… “ pikirnya, “ Aku lupa … naluri investigator Minho oppa begitu tajam. Bahkan dalam tidur dia bisa mendengar langkah kaki seseorang…”

“ Yuri ??”

Yuri akhirnya menyerah, dan berbalik dengan bibir tersenyum penuh rasa bersalah.

“ Minho, maaf aku tak bermaksud membangunkanmu…”

“ Ugh !! “

Minho bergerak dan tertegun saat menyadari kalau dia telah tertidur di sofa dengan Sulli di sampingnya. Wajahnya langsung berubah merah, tetapi tatapannya yang tadi terlihat masih bingung menjadi berubah lembut saat melihat Sulli tertidur pulas dengan kepala terkulai di bahunya.

“ Maaf, kami ketiduran di sofamu…”

“ Tidak masalah, justru aku yang merasa malu seolah aku tidak menjamu tamu-tamuku dengan baik.” Jawab Yuri dengan berbisik, “ Apakah tidak lebih baik kalau kau memindahkan Sulli ke kamar tamu ? Tampaknya dia begitu kelelahan….”

Minho mengangguk, kemudian dengan hati-hati menggeserkan kepalanya ke sandaran.  Dalam satu gerakan dia mengangkat Sulli dari sofa dan membawanya ke kamar tamu yang sudah disiapkan Yuri.

“ Aku akan menyiapkan kopi untukmu, Oppa !” Yuri berkata sambil berjalan menuju dapur, bergabung dengan suaminya yang sedang menikmati setangkup roti panggang.

Minho membaringkan Sulli dengan lembut di ranjang, lalu jemarinya yang panjang merapikan helai-helai rambut Sulli yang berantakan. Menatanya dengan hati-hati di atas bantal. Sejenak dia menatap wajah Sulli yang terlihat damai dan menyimpan senyum.

“ Sungguh, aku adalah pria paling beruntung di dunia ini. Mendapatkan seseorang yang sebaik dan secantik dirimu, Sulli. Saat tertidur, kau seperti  gadis polos yang kukenal sembilan tahun yang lalu… Mungkinkah tanpa kusadari, aku sebenarnya telah jatuh hati padamu sembilan tahun yang lalu ? Jatuh hati pada gadis lugu dengan otaknya yang cemerlang, yang membacakan teks bahasa Ingris dengan begitu sempurna ? Yang membuat Yoogeun dan Minseo langsung jatuh hati pada pertemuan pertama… yang membuat eomma tak hentinya memuji, yang membuat Kyo noona manamparku pertama kali seumur hidupnya…”

Minho tersenyum, kemudian menyelimuti Sulli. Berdiri tegak, puas melihat wanita yang dicintainya demikian damai dan tenang.

“ Kau tampaknya capek, eoh ? Kau  membutuhkan istirahat yang cukup setelah melewati begitu lama perjalanan dan permasalahan. Dan kau perlu energi yang lebih untuk menghadapi apa yang akan terjadi hari ini…” gumam Minho.

Dirinya menyadari benar, permasalahannya dengan Sulli selesai bukanlah akhir segalanya. Masih ada persoalan yang harus dihadapinya setelah ini…. masalah kakaknya Sulli… Choi Siwon

=========TBC =========

Advertisements

79 thoughts on “Secret Admire Part 53

  1. Hua akhirnya mereka baikan dann mau menikah,, tapi maslah terbesar masih baru akan muncul, dimna siwon tidak akan merestui hubungan mereka,,
    Tuhan biar kan.minsul bersatu dan bahagia,,, sudah terlalu banyak penderitaan yg mereka hadapi,,,

  2. ini dia yg ditunggu update juga. kmrn2 pas liat di blog yg paling atas kok masih part 52. eeeeh ternyata yang 53 dibawahnya
    yeee,,,, akhirnya semua kesalah fahaman bisa diluruskan. meskipun harus menguras emosi dan air mata. hehe (alay). Fighting minho,, untuk mempertahankan cinta kalian , masih ada siwon oppa sbg ujian cinta minsul
    ditunggu banget ya thor,,,

  3. Tenang baca Chapter ini, ga ada siwon Wkwk akhirnya masalah minsul selesai, tinggal ngadepin siwon setelahnya minsul bisa hdp bahagia :3

  4. Aaaaa .. seneng bangett ngeliat merekaa bersatu :* tapii masalah baruu datang semogaa siwonn cepett ngerestuinn .. biatt adeknyaa bahagiaa .. ditunggu next postnyaa onniee semangatt 😀

  5. ahhh siapa sih yang seneng bacanya 😀
    cara ngomongnya minho ke sulli itu loh yg bikin jealous sweet bngettt 😉
    siwon lagi ya??
    semangat minho satu langkah lagi

    • wahhh typo gue
      ralat : hhh siapa sih yang gk seneng bacanya 😀
      cara ngomongnya minho ke sulli itu loh yg bikin jealous sweet bngettt 😉
      siwon lagi ya??
      semangat minho satu langkah lagi
      fighting eonn

  6. turut senang melihat minsul bersatu… walaupun nantinya masalah baru dtng menghampiri mereka tpi dg ad nya sull sdh percya sepenuhnya dg ming oppa itu tidk terlalu jdi masalh. di tunggu pernikahannya yaaa minsulll….

  7. akhirnyaaaa di post juga chapter yang plg di tunggu tunggu ya chapter ini minsul nikahh dan baikkan tp siwon nya kek apa??? semoga siwon dengerin penjelasan minho lahh finghting!!

  8. Akhirnya minsul berbaikan juga,, seneng nya melihat ăϑα̲ kebahagian antara mereka yah walaupun blm sempurna juga sih tp ini bner2 seneng baca nya.. Tinggal 1 masalah lagi yaa?? Semoga cepet kelar deh dan siwon semoga juga ƍªα̇̇ menentang hubungan mereka . Gomawo eonni

  9. Akhirnya sulli eonni uda maafin minho oppa
    Minho oppa & sulli eonni mau nikah
    Seneng bacanya
    Semoga sulli eonni & minho oppa cepat bersatu

    Ceritanya makin bagus thor
    Penasaran sama part selanjutnya
    Lanjut thor ^^

  10. Terjawab sudah semua pertanyaan dibenak minho yg selama ini dipendamnya, turut senang deh👏 dan so sweet banget saat minho melamar sulli😳😳😳😳

  11. AKHIRNYAAAAA!!! Mereka baikan juga😢😢😢 sulli juga nerima lamarannya minho xixixi… yaampun senangnya akuu;;;; tinggal tunggu restu dari siwon dong ya heee.. Siwon harus ngerestuin lah ya haha xD

  12. ahhhhh,.,. beneran dech pas gw baca chapter ini itu pas gw lagi di Bus (rekreasi ke Bali).
    waktu baca sulli jawab “ya”. gw langsung kegirangan sampai” temen-temen gw di bus pada heran sama tingkah laku gw. biarin yg penting gw senenggg bangetttt akhirnya merekan sudah bersatu. tapi siwon oppaaa?

  13. akhirnya minho minta maaf atas pa yg di ucapkan 8 tahun yg lalau.. dan akhirnya minho melamar sulli dan sulli menerima minho.. ohh so sweet bangeet sih.. terus tinggal satu masalah lagi yg harus dihadapi minho dan sulli yaitu siwon.. apakah nanti siwon akan menyetujui hubungan minsul.. penasaran nie…

  14. akhirnya mereka bersatu…
    Seneng…seneng…seneng..
    Hanya tinggal mendapat restu dari siwon..
    Semangat…semangat…semangat…

  15. Akhirnya setelah ada perbedatan sedikit, mereka kembali akur bahkan lebih lagi. Sulli sudah mau menerima lamaran Minho untuk menjadikannya isteri dan ibu bagi anak2 Ming kelak. Sumpeh deh part paling so sweet yg ini loh eonDin. Keren bangeeet ^^

  16. ah akhirnya,melegakan juga,meskipun sempet tegang bacanya,takut sulli lagi-lagi menolak minhoo.untunglah itu tidak terjadi.dan syukurlah akhirnya mereka bisa hampir bersatu,yah,hampir…
    masih ada siwon yang membenci minho setengah mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s