Secret Admire Part 54

SA

Judul    :  SECRET ADMIRE

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Kim Jongin, Amber,Yoogeun,Minseo

Rated : 18 +

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship, Family

Mengagumi seseorang bisa menyenangkan, Mengagumi seseorang bisa menggembirakan, Mengagumi seseorang bisa membingungkan, Mengagumi seseorang bisa menyakitkan, Mengagumi seseorang bukan pilihan

54  Penangkapan

.

.

.

Cahaya matahari menerobos sela-sela tirai tipis yang menutupi separuh jendela kaca. Sulli mengernyitkan dahinya, merasakan sesuatu yang hangat membelai-belai pipinya. Perlahan matanya terbuka, dan kembali menyipit saat harus bertabrakan dengancahaya menyilaukan. Sambil memalingkan wajah, dia kembali membuka matanya dan mempelajari keadaan sekitarnya dengan kebingungan.

Cat kamar berwarna beigie membuatnya sejenak mengira bahwa dia sedang menginap di apartemen Siwon. Tetapi gambar lukisan pemandangan yang tergantung di dinding membuatnya berfikir dua kali. Matanya berpindah ke bagian lain kamar. Sebuah lemari kayu dengan cat burgundy, sofa dua dudukan dengan warna sama… semuanya terasa asing.

Kaget, Sulli terduduk di tempat tidurnya. Mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Sampai semuanya kembali ke dalam memorinya perlahan-lahan

“ Seingatku, yang terakhir kulakukan adalah duduk dan berdiskusi banyak hal dengan… Choi Minho !! “

Sulli mengangkat selimutnya tinggi-tinggi, memeriksa keadaan dirinya dengan ketakutan.

“ Oh… syukurlah…” desahnya lega karena apa yang ditakutkannya tidak beralasan.

“ Tapi bagaimana aku bisa berada di kamar ini ? Siapa yang membawaku ke sini ? Choi Minho ??” pikirnya panik ,” Tetapi pakaianku masih lengkap, aku juga tak merasakan apa-apa… jadi bisa kupastikan, tak ada apapun yang terjadi pada kami semalam….”

Sulli berbalik, mencoba mencari tahu apakah Minho juga tidur di ranjang yang sama dengannya. Setengah lega karena melihat bantal di sisinya seperti tak tersentuh…

“ Kau sudah bangun, ternyata….”

Sulli terlonjak, kemudian melihat ke arah pintu. Menahan nafas saat melihat Minho berdiri di sana dengan baju yang semalam dipakainya, tanpa jaket. Rambutnya terlihat masih basah, rupanya dia baru selesai mandi karena bau sabun menyeruak memenuhi kamar .

“ Minho, kau membawaku tidur di hotel mana ?” tanya Sulli curiga.

Minho tertawa, melangkah masuk kemudian tangannya membuka tirai jendela lebar-lebar sehingga cahaya matahari langsung memenuhi ruangan.

“ Hotel ? “ Minho melipat tangan di dadanya, mengamati Sulli yang masih duduk di ranjang ,” Ini rumah Yuri, kau ingat ?”

“ Yuri…” gumam Sulli

“ Ya, Yuri…kekasih gelapku !” goda Minho ,” Kita semalam berbicara di ruang tamunya sampai dini hari. Kemudian kita tertidur di sofa…”

“ Lalu… bagaimana aku bisa ada di sini ?” Sulli menyipitkan matanya ,” Jangan bilang kau mencari kesempatan dalam kesempitan !!”

“ Umm… apakah aku bertampang seperti itu ?” Minho kini berjalan mendekat “ Perlu kau tahu, aku tidak berminat berkencan dengan wanita yang beriler…” Minho menunjuk wajah Sulli.

“ Ugh ??” Spontan Sulli meraba pipinya, membuat Minho tertawa kesenangan karena berhasil membohonginya.

“ Kau… menggodaku saja , kan ?” kata Sulli dengan wajah merah

“ Beriler atau tidak, aku tetap mencintaimu.” Kata Minho mengedipkan sebelah matanya.

Sulli makin gelisah, kemudian bangkit dan berjalan ke arah cermin… memperhatikan wajahnya baik-baik, tetapi yang ditakutkannya tidak ada di sana.

“ Kau … “ Sulli mengambil kotak tissue yang ada di sana dan melemparnya ke Minho.

“ Hoop !” Minho menangkap kotak tersebut dan tertawa,” Kalau aku suka menggodamu, kau keberatan… nyonya Choi ?”

“ Minho !!” Sulli menghentakkan kakinya kesal.

“ Salah… Minho oppa… karena mulai tadi malam aku sudah sah menjadi calon suamimu.” Ralat Minho,” Sekarang cepatlah mandi ! Yuri sudah menunggu kita untuk makan. Handuk, sikat gigi dan sabun sudah kusiapkan.”

Minho mendekati Sulli yang masih merengut,” Apa kau ingin aku menggendongmu ke sana …?”

“ Aniyo !!” Sulli bergerak menghindar, kemudian dengan langkah tergesa dia menuju kamar mandi yang tadi ditunjuk Minho.

Apartemen Siwon, Seoul

Jessica menatap layar ponselnya dengan tak percaya. Sekali lagi dibacanya SMS dari suaminya, tetapi tulisan itu tidak berubah sedikitpun.

“Jess, Aku masih dalam perjalanan menjemput Sulli dari Seongnam.

Secepatnya, bantu aku mempersiapkan pernikahan Sulli. Prosesinya akan dilakukan di gereja yang dekat dengan rumah nenek

Bantulah nenek untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Katering, dekorasi, dan beberapa hal yang diperlukan sudah ditangani oleh Donghae.

Untuk gaun pegantin, mintalah Amber membantumu. Dia pasti tahu ukuran yang tepat buat Sulli.

Aku mau, prosesi pernikahannya dilaksanakan besok sore.

Doakanlah agar semuanya lancar dan terimakasih untuk segalanya.

Kau memang yang terbaik.”

“ Pernikahan Sulli ? Donghae ??”

Jessica menggaruk rambutnya dengan kesal,

“Mengapa Siwon oppa begitu keras kepala ?.Apakah kata-kataku dan surat-surat itu tidak melunakkan hatinya sama sekali ?”

Jessica berjalan ke kamarnya denga pikiran kalut.

“ Apakah sebaiknya aku tunjukkan surat-surat itu pada halmonie supaya kemauan Siwon dicegah ? Aku kasihan pada Sulli, dia tak akan pernah bisa mencintai Donghae. Aishh… bagaimana ini ? Apa yang harus kulakukan ?”

Jessica menatap foto penikahannya dengan siwon yang digantung di salah satu sisi dinding kamarnya.

“ Mungkin sebaiknya aku mencoba membujuk Siwon oppa sekali lagi…Bila usahaku ini gagal, baru aku akan membujuk Halmonie dan memberitahu surat-surat itu”

Kemudian dia memencet nomor Siwon, dan menunggu sejenak .

“ Syukurlah oppa, aku bisa menghubungimu. Apakah kau sudah bertemu Sulli ?”

Jessica merasa lega ketika suara Siwon menyambutnya, dari suaranya dia mendengar ketegangan

“ Sulli tidak ada di rumah keluarga Minho. Tetapi aku sudah memberitahu mereka perkara Minho dan Sulli. Apakah kau sudah terima pesanku ?”

“ Ya oppa…” Jessica menggigit bibirnya gelisah,” Tapi…. apa tidak sebaiknya kita bicarakan ini dulu dengan Sulli ?”

“ Tidak. Tak ada yang perlu dibicarakan !” Siwon menjawab tajam.

“ Tapi oppa, ini adalah pernikahan Sulli…hidupnya Sulli . Kita jangan sampai salah langkah dalam mengambil keputusan…”

“ Aku sudah memikirkannya baik-baik. Dengar Jess, Sulli masih muda dan terkadang ceroboh. Harus ada pria yang kuat dan mau menjaganya. Pria dewasa… sehingga aku tidak merasa berat untuk melepaskan tanggung jawabku atasnya. Seperti kau bilang Donghae memang mengakui kalau dia sedang mencari ibu untuk anaknya… jadi aku mengambil keputusan ini. Untuk kebaikan Sulli !”

“ Untuk kebaikan Sulli…. dengan menikahkannya dengan Donghae ?” kemarahan Jessica hampir meledak

“ Jess, dengar. Aku sedang di jalan. Kita bisa bicarakan ini di Seoul nanti. Tetapi putusanku sudah final… bahwa Sulli harus menikah lusa. Anggap saja semua ini sebagai hukuman atas kekeraskepalaannya selama ini.”

“ Ugh !!”

Jessica menggenggam ponselnya dengan kesal, menatap marah benda yang tiba-tiba terdiam itu ,

“ Dia memutuskan pembicaraan ini ! Berarti aku harus segera bertindak di sini. Aku harus membawa surat-surat itu ke rumah halmonie.”

Jessica menghampiri lemari dan membawa kotak kayu yang diletakkan di atasnya. Menyambar tas nya, kemudian membawa kotak itu setelah dia menemukan kunci mobilnya.

Satu tempat yang akan ditujunya segera… rumah halmonie.

Seongnam, pukul 10 am

Minho menghentikan mobilnya di bahu jalan, kemudian berbalik ke arah Sulli yang tampak sedang melamun. Dipandanginya, masih merasa belum percaya bahwa membawa Sulli menemui Yuri telah membuat masalahnya dengan Sulli berakhir dengan menggembirakan. Tetapi sekali lagi, itu bukan akhir dari semua permasalahan yang sebenarnya. Dan sepertinya Sulli sedang melamunkan itu.

“ Wae… kenapa melamun ? “ suara Minho yang berat mengejutkan Sulli.

“ Kenapa berhenti, oppa ?”

“ Huh ? Apa yang kau bilang ?” Minho pura-pura tidak mendengar.

“ Kenapa berhenti ?”

“ Bukan yang itu…”

“ Yang mana ? Aku dari tadi tak ngomong apa-apa.” Bantah Sulli heran ,” Aku hanya bertanya kenapa kita berhenti ? Bukankah perjalanan masih panjang ?”

“ Bukan begitu …” Minho bibirnya cemberut , “ Ulangilah pertanyaanmu yang tadi dengan lengkap !”

“ Mwo ?” Sulli alisnya berkerut ,”Kenapa kita berhenti, oppa ?”

“ Aaahh…. itu dia ! Aku senang caramu sewaktu memanggilku “oppa”…”

“ Wae…. Yuri juga memanggilmu oppa.”

“ Betul ! Banyak wanita lain yang memanggilku seperti itu…tetapi… sebutan itu terasa berbeda kalau kau yang mengucapkannya.”

“ Huh gombal !” cibir Sulli ,” Kenapa berhenti ?”

“ Benar Sulli… sebutan oppa yang keluar dari bibirmu membuatku merasa bahagia… Karenanya, aku mau mulai sekarang ke depannya kau harus memanggilku begitu.”

” Dasar playboy !!”Sulli tertawa sambil meninju lengan Minho pelan.

Minho mematikan mesin.

“ Aku sengaja berhenti di sini untuk memberitahumu mengenai rencanaku. Aku tidak membicarakannya di rumah Yuri karena tak mau melibatkan mereka terlalu jauh. Kau mengerti maksudku ?”

“ Mengapa kita bicara di dalam mobil ? Mengapa tidak mencari tempat yang lebih nyaman ?”

“ Salah satu di antara tempat yang paling aman dan nyaman, sementara ini, adalah di sini. karena entah kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu yang bisa menyulitkan langkah kita.”

“ Ini masalah kakakku, bukan ?”

“ Salah satunya. Banyak hal lain yang ingin kubicarakan denganmu. “ Minho melepas seat-belt, “ Namun ada beberapa pertanyaan yang menggangguku sejak tadi dan butuh jawaban yang jujur darimu.”

“ Mwoya oppa ?”

“ Duhh !” seru Minho sambil memejamkan matanya dan memegang dadanya ,” Suaramu membunuhku Sulli….”

Sulli menanggapinya dengan terkikik ,” Kalau begitu kau harus siap untuk mati berkali-kali selama hidupmu… karena aku akan memanggilmu“oppa” terus… mungkin 10-11 kali dalam sehari.”

“ Jadi, niatmu untuk menjadi istriku tidak akan berubahkah ?” tiba-tiba wajah Minho berubah serius.

Sulli berhenti tertawa, ganti menatap Minho dengan pandangan bertanya-tanya.

“ Apakah kau meragukanku ? Ataukah kau tidak serius dengan lamaranmu ?”

“ Hahhh… sepertinya memang kebiasaanmu… menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Tidak bisakah kau menjawab pertanyaanku dulu ?”

“ Nae, aku sungguh-sungguh. Cukup ?”

“ Walaupun kau harus menghadapi kakakmu ? Kau tahu, kakakmu sangat membenciku sampai tulang sumsum. Tidak menutup kemungkinan dia akan berusaha menghalangi niat kita untuk menikah.”

Sulli terdiam, walaupun hal tersebut sejak tadi mengganggu pikirannya, tetapi ketika dipertanyakan kepadanya… dia tak tahu harus menjawab apa. Dari pengalamannya, dia tahu bahwa yang dikatakan Minho itu benar. Setelah kejadian di Seongnam dan saat dia tinggal di apoartemen Siwon, berkali-kali kakaknya menekankan bahwa Minho itu bukan lelaki baik-baik. Bahwa Minho itu tidak layak untuknya. Walaupun hatinya tidak bisa menerima itu, dia tak bisa berkata apapun.

Jelas sekali Siwon membenci Minho.

Jelas sekali Siwon tak akan mengijinkannya menikahi Minho.

Jelas sekali rintangan yang besar akan dihadapinya.Pertanyaannya, apakah mereka bisa melampaui itu semua ?

Saat mengingat kenapa kebencian bisa tumbuh dalam diri kakaknya, membuat Sulli benar-benar menyesali kerapuhan dan kecengengannya sewaktu remaja dulu. Dan adalah salahnya, dia mengumbar rasa kecewa dan sakit hatinya terhadap Minho waktu itu. Karena, selain itu menjadi sumber depresinya…juga telah menimbulkan kebencian yang hebat dalam hati kakaknya. Dua hal yang kini seolah berbalik jadi bumerang bagi hubungannya dengan Choi Minho.

“ Seandainya aku bisa memutar mundur waktu….” gumam Sulli.

“ Sulli, kita tidak bisa berandai-andai begitu. Aku hanya ingin tahu, apa yang terjadi sembilan tahun yang lalu ? Mengapa kau tiba-tiba pindah sekolah dan seolah menghilang dari Korea ? Mengapa kau kembali muncul di hadapanku dengan identitas baru ? Bisakah kau menjawabnya dengan jujur ?”

Sulli terdiam, jantungnya berdebar tak menentu menyadari bahwa menjawab pertanyaan itu berarti membongkar memorinya lebih jauh.

“ Sulli… ?”

“ Pertanyaanmu terlalu banyak. Aku bingung harus menjawab yang mana dulu ?” elak Sulli lemah.

“ Baiklah, aku akan mempermudahnya bagimu. Mengapa kau pindah sekolah secara tiba-tiba ?”

“ Karena aku tak mau bertemu denganmu .”

“ Karena kau membenciku ?”

“ Ani. Karena… karena aku malu berada di sekolah yang sebagian besar penghuninya memandangku dengan aneh, apalagi setelah tahu bahwa aku diam-diam menaruh perasaan padamu.”

“ Tetapi banyak gadis yang menyukaiku dan kutolak mentah-mentah… mereka masih tetap sekolah.”

“ Karena aku bukan mereka. Aku adalah si gendut Sulli yang malang, yang bermimpi mendapatkan hati seorang bintang.”

“ Sulli, kau memang gendut tetapi aku tak pernah mempersoalkan itu. Kau tahu,kan ? Setelah kepergianmu, orang-orang banyak yang berbalik membenci Krystal karena mereka tahu bahwa yang dia katakan tentangmu tidak benar. Mereka lebih mempercayaimu, karena mereka tahu sifat aslimu…”

“ Dan kapan kau menemukan belang Krystal ?”

“ Sehari setelah kejadian itu, aku bermaksud menemuimu di kelas untuk meminta maaf. Bukan karena aku tahu Krystal berbohong tentangmu, tetapi karena setelah emosiku mereda aku baru menyadari betapa kasar kata-kataku padamu. Tetapi secara kebetulan aku memergoki Krystal sedang berbicara dengan Kim Jongin. Aku mendengar sendiri kalau mereka bersekongkol untuk membuat persahabatan kita hancur.” Minho menarik nafas panjang ,” Setelah mengetahiui itu, aku berusaha menemuimu tetapi kakakmu selalu berhasil mengusirku. Sampai suatu hari aku melihat kau datang ke sekolah dengan kakakmu. Di hari yang sama, aku menguping percakapanmu dengan Krystal di ruang loker. Sesungguhnya, apa yang dilakukan Krystal padamu baru kuketahui ketika aku berbicara dengan noona penjaga perpustakaan. Dari dia aku baru tahu bahwa Krystal sudah memutar balik fakta. Katanya, Krystal berkali-kali mengancammu untuk memutuskan hubungan kami dan kau harus memenuhi segala kainginannya untuk melindungiku dari patah hati. “

Sulli terdiam, kenangan buruk itu seperti terbayang lagi. Menyakitkan, tetapi anehnya dia tidak menangis lagi saat harus mengingatnya. Apakah karena dia yakin Minho akan melindunginya dari rasa tidak nyaman itu, sekarang ?

“ Dari semua fakta itu, aku benar-benar menyesal. Tetapi aku tak diberi kesempatan untuk mengatakannya kepadamu, karena kau menghilang begitu saja. Setelah kulihat kedatanganmu di skeolah dan mendapati kenyataan kau akan pindah sekolah, aku mendatangi lagi apartemenmu. Kudapoati tempat itu sudah kosong. Tetanggamu mengatakan kalian pindah ke London. Sejak itu aku memutuskan mengirim surat ke apartemenmu dengan harapan salah seorang keluargamu akan menemukannya dan memberikannya kepadamu. Tetapi rupanya surat-surat itu tak pernah sampai kepadamu.”

“ Kakakku menyuru seseorang untuk membersihkan apartemen. Mungkin dia memberikan surat itu pada Siwon oppa, dan kakakku langsung membuangnya. Entahlah…”

“ Kalau surat-surat itu sampai ke tanganmu, aku yakin kau tak akan membenciku seperti itu. Ngomong-ngomong, kemanakah sebenarnya kau waktu itu ? Setelah aku berhasil menjadi polisi kemudian menjadi investigator… aku menemukan fakta bahwa kalian tak pernah meninggalkan seoul. Namamu tidak terdaftar di sekolah manapun… walau belakangan aku tahu, itu karena kau telah merubah identitasmu dan mengganti nama orang tuamu. Kau telah memalsukan asal-usulmu. Tetapi saat tahu semua itu dibantu oleh ayah Donghae, yang meletakkan kasusmu sebagai kasus istimewa yang dilindungi pemerintah, aku baru bisa mengerti. Di saat itulah aku sadar bahwa Jinri adalah Sulli.”

Sulli terbengong mendengarkan cerita Minho. Ia tak mengira kalau perjuangan Minho untuk memita maaf kepadanya sampai sejauh itu.

“ Aku dan Siwon oppa tinggal di sebelah selatan Seoul, di sebuah tempat yang padat penduduknya. Aku bersekolah di sekolah biasa yang sebagian besar muridnya berasal dari kalangan yang ekonominya kurang. Tempat yang tak akan kau sangka…”

“ Benar, tempat yang tak terpikirkan olehku sewaktu aku mencarimu. Di tempat itukah kemudian kau belajar karate, basket dan mendalami teknik tembikar ?”

“ Apakah itu masuk dalam data penyelidikanmu ?” tanya Sulli tercengang.

“ Ya.” Minho tersenyum,” Kau tahu sendiri, aku tak pernah setengah-setengah kalau mengerjakan setiap penyelidikan. Hanya saja, kenyataan itu sempat membuatku berpikir bahwa kau melakukannya karena aku… Aku pernah ge-er dengan berfikir kau tak pernah bisa melupakanku, sehingga mempelajari olahraga kesukaanku, mempelajari seni tembikar seperti eomma…”

“ Oppa….” Sulli tanpa sadar menyentuh lengan Minho ,” Tidak begitu… aku mempelajari basket karena aku butuh berolah raga untuk membakar kaloriku. Selain basket aku juga berenang, lari, dan yoga. Karate kupelajari ketika di London, karena Siwon oppa menginginkan aku bisa melindungi diriku sendiri. Hidup dengan penampilan berbeda di negara asing bukanlah perkara mudah. Sedangkan seni tembikar….” Sulli menggigit bibirnya dengan gugup , menelan ludahnya dengan susah payah. Tetapi dengan tekad bulat untuk meluruskan semuanya, dia menguatkan diri ,” Aku mempelajari seni tembikar adalah untuk proses penyembuhanku…”

“ Mwo ? Kau sakit ? Sakit apa ?” Minho terkejut

“ Aku…. “ Sulli menatap Minho gelisah ,” Sebenarnya aku tak mau kau mengetahui ini. Tetapi aku yakin cepat atau lambat seseorang akan mengatakannya kepadamu. Mungkin Siwon oppa…mungkin Jessica eonni… mungkin halmonie (menarik nafas dalam ) Aku menderita dysthymia ..”

“ Distimia ?”

Sulli mengangguk,” Ya, sejenis depresi

“ Depresi…. ?” Minho tersentak , tugasnya sebagai agen rahasia pernah menempatkannya menjadi seorang dokter rumah sakit jiwa. Sedikitnya dia pernah mengenal penderita depresi,

” Apa penyebabnya … apakah itu karena kata-kata yang pernah kuucapkan dulu ?” tanya Minho dengan rasa bersalah.

“ Tidak, itu hanya semacam pencetus saja. Waktu itu… terlalu banyak tekanan, ketakutan, kecemasan…yang tidak bisa kutahan. Kemudian kecelakaan yang menyebabkan kematian orang tuaku memperparah semuanya. Seorang teman appa di London membawaku mengikuti terapi klinis. Di sana kami diperkenalkan dengan Yoga dan seni tembikar. Kegiatan membuat tembikar itu sangat bermanfaat untuk melatih kesabaran, ketenangan, dan pemusatan konsentrasi…seperti juga Yoga.”

“ Oh… maafkan aku Sulli…”

“ Tak ada yang perlu dimaafkan, aku hanya menjelaskan kenapa aku mempelajari semua itu.”

“ Pasti kakakmu berpikir akulah penyebab depresimu itu.”

“ Sayang sekali, benar.” Sulli bergumam ,” Siwon oppa hanya mencoba melindungiku, maafkan…”

“ Sekarang aku bisa mengerti. Mungkin kalau hal yangsama terjadi pada Minseo, aku pun akan melakukan hal yang sama.”

“ Karena kau menyayanginya.”

“ Benar. Lalu apakah terapi itu bekerja ?”

“ Dengan sangat baik.” Sulli tersenyum ,” Perubahanku secara fisik adalah salah satu hasilnya. Hanya mengenai depresi itu… kau jangan khawatir karena setelah permasalahan di antara kita jelas, beban perasaanku jauh berkurang…”

“ Dan kau bisa membagi beban perasaanmu denganku kapan saja, supaya kau tidak mengalaminya lagi. Mengerti ?”

“ Nae, oppa… Soal Siwon oppa…”

“ Kau serahkan saja itu padaku, sekarang kau tak boleh berfikir hal yang terlalu berat !!”

“ Oppa, aku menceritakan masalah depresi bukan berarti aku akan selamanya seperti itu !” protes Sulli ,” Setiap orang bisa saja mengalami depresi tanpa disadarinya. Kau juga mungkin mengalaminya !!”

“ Omo !! Aku ??”

“ Ya. Yoogeun bercerita padaku tentang keadaanmu setelah kakak dan ibumu memarahimu habis-habisan.Kau mengunci diri selama seminggu di dalam kamar. itu salah satu gejala depresi“

Minho hendak mendebat namun dihentikan Sulli dengan ciuman ringan di pipinya. Ia bereaksi dengan meraba pipinya yang baru disentuh bibir Sulli, matanya semakin membesar dan menatap Sulli tak percaya.

“ Omo ! Sulli menciumku !! Dia mencium pipiku !!”

Jantungnya berdebar tak beraturan, merinding memikirkan betapa lembut dan hangat yang masih melekat di bekas sentuhannya itu. Mengapa sentuhan sekilas itu bisa membuatnya kehilangan dirinya ?

“ Wae oppa …? “ tanya Sulli dengan tersipu ,” Aku tak mau kita memperdebatkan hal itu. Kita di sini bicara untuk masa depan bukan masa lalu. Kenapa kau melihatku seperti itu ?”

Minho perlahan menurunkan lengan dari pipinya, walaupun matanya tidak sebesar tadi, tatapannya tetap tak beralih dari Sulli yang terlihat menjadi salah tingkah.

“ Kau benar. Kita di sini untuk membicarakan apa rencana kita ke depan.” Minho berdehem ,” Tetapi mengenai kakakmu, kita akan membicarakannya lagi nanti. Mungkin aku akan meminta bantuan seseorang untuk bisa bicara dengannya secara pribadi. Sekarang, hari ini… aku akan mengajakmu menemui eomma untuk menceritakan rencana kita. Dia pasti akan bahagia mendengarnya… Kyo noona, Yoogeun dan Minseo juga. Mereka sangat menyukaimu, Sulli. Tetapi sebelumnya aku akan menceritakan asal-usulmu…karena pasti dia mengira kau adalah Jinri.”

“Aku memang Jinri, nama lahirku Choi Jinri !”

“ Benar. Tetapi eomma tidak tahu itu, makanya aku harus menceritakannya. Setelah itu, aku akan mengajakmu menemui Sang Woo hyung. Lalu aku akan mengantarmu ke rumah nenekmu, untuk minta restu dan menceritakan segalanya. Nanti aku pun akan meminta batuan nenekmu untuk membujuk kakakmu agar mau berbicara denganku.”

Sulli memiringkan kepalanya dan melihat wajah Minho curiga ,” Sepertinya kau telah merencanakan semuanya ?”

“ Ini hanya rencana, tergantung dari apakah kau setuju atau tidak. Aku memikirkannya tadi pagi sewaktu kau masih tertidur. Dan Seung Hwan menganjurkan padaku untuk menemui eomma terlebi dahulu…”

“ Kau membicaraka aku dengannya di belakangku ?”

“ Tidak, tentu saja tidak. Aku hanya minta pendapat untuk menemui orang tuaku atau nenekmu dulu. Hanya itu.”

“ Oh…. baiklah, aku setuju.”

“ Bagus. Sekarang kita menuju rumah eomma….”

Minho menghidupkan mesin mobil, memasang seat belt-nya lagi. Berpaling pada Sulli, kemudian tanpa diduga dia meraih tangan Sulli dan membawa ke bibirnya, mengecupya dengan sepenuh hati sampai Sulli berdenyar dibuatnya.

“ Saranghae…” katanya sambil menatap Sulli dengan mata berbinar-bina.

“ Oppa… nado.” Kata Sulli sambil berusaha menarik tangannya.

Alih-alih melepas, Minho membawa tangannya dan menaruhnya di dadanya.

“ Sebelum berangkat, aku ada pertanyaan terakhir buatmu. Katakan, kapan kau mulai jatuh cinta padaku ?”

“ Huh ? Aniya…”

“ Ayolah Sulli…. pleaseee…” Minho memohon.

Sulli menarik nafas, “ Baiklah… mungkin waktu kau menyelamatkanku dari ejekan orang saat aku terjatuh di lapangan olah raga. Saat itu aku sedang di tes lari dan terjatuh. Kau mengulurkan tanganmu untuk membantuku berdiri dan membubarkan orang-orang yang mengejekku…”

“ Oh… aku samar-samar masih mengingatnya. Dan aku ada pengakuan sedikit buatmu.Sesuatu yang baru kusadari tadi pagi… sewaktu melihatmu tidur dengan begitu pulasnya.”

Sulli balik menatapnya, tetapi kemudian menundukkan pandangannya karena tak tahan melihat cahaya di mata itu.

“ Kupikir, aku telah jatuh cinta padamu bertahun-tahun yang lalu…”

“ Mwo ?” Sulli kembali mengangkat tatapannya, penasaran dan berdebar-debar.

“ Aku mungkin mulai menyukaimu di saat aku berdiri di luar kelasmu pada pelajaran bahasa Inggris. Saat itu aku mendengar suara seorang gadis yang berbicara bahasa Inggris dengan begitu fasih. Suaranya merdu dan intonasinya sangat bagus. Bila kuingat-ingat, Aku waktu itu sempat berfikir bahwa aku menyukai suara gadis itu…siapapun dia. “

“ Aku tidak sebagus itu…” elak Sulli, merasa bahagia dengan pengakuan Minho.

“ Dan aku begitu terpesona padamu saat kau menaklukan hati Yoogeun dan Minseo di Lotte, pada pertemuan pertama kalian.”

“ Oppa, kau masih mengingatnya ?”

“ Selalu.” Jawab Minho sambil menekankan tangan Sulli ke dadanya, seolah meminta Sulli untuk merasakan detak jantungnya yang berirama, “ Tetapi aku berfikir aku mulai mencintaimu, ketika aku melihat kau berlari sambil menangis sesaat setelah aku memakimu di depan klinik…”

“ Hahh ?” Sulli terperangah ,” Tidak mungkin. Aku masih ingat setiap kata yang kau ucapkan kepadaku waktu itu….”

“ Setiap kata yang kutujukan untuk menyakiti hatimu itu, tanpa kusadari memantul langsung kepadaku. Karena setiap katanya, tidak hanya menyakitimu tetapi juga menyakiti hatiku yang paling dalam. Pagi tadi aku berpikir, mungkin itulah cinta sejati kita… yang tumbuh tanpa kusadari. Cinta sejati itulah yang membuatku bertahun-tahun mencarimu dan cinta itu yang kemudian membawamu kembali kepadaku…”

“ Oppa… ini sangat indah…” desis Sulli ,” Tahukah kau, aku sempat berfikir kau menykaiku karena penampilanku yang telah berubah secara drastis…”

“ Aku mencintai Choi Sulli yang dulu. Kau pintar, lugu dan menyenangkan karena bisa membuat seluruh keluargaku tertawa. Aku sekarang berpikir, tak peduli penampilanmu seperti dulu atau seperti sekarang, aku akan tetap mencintaimu apa adanya.”

“ Playboy !! Kau mencoba merayuku lagi…”

“ Aku tidak mencoba…tetapi memang sedang merayumu. Kukira Donghae tidak pandai melakukan ini, huh ?”

“ Aku tidak tahu !” Sulli menarik tangannya, kemudian menjulurkan lidahnya.

“ Donghae kaku kalau merayu cewek.” Kata Minho sambil tertawa.

“ Sok tahu !”

“ Dia pasti tak berani menciummu…”

Sulli tidak menjawab, wajahnya berubah merah matang karena teringat bagaimana lihai Minho merayunya dengan ciuman, sehingga dia sering kehilangan kontrol diri.

“ Wae…. tunggu, Donghae tak pernah menciummu, kan ?”:” Ayolah berangkat. Bukankah kita akan ke rumah ibumu ?” elak Sulli.

“ Tidak. Katakan padaku, apakah Donghae pernah menciummu ?”

Minho kembali teringat saat pertama kali mengunjungi Sulli di kondominiumnya, waktu itu Donghae berada di sana hampir dua jam. Jantungnya berdenyut lebih keras, harap-harap cemas.

“ Tentu saja tidak ! “ kata Sulli kesal ,” Jangan samakan setiap pria dengan dirimu !!”

Minho menghela nafas lega ,” Aku memang berbeda… karena itu kau mau menikah denganku,kan … Choi Sulli ??” goda Minho.

“ Yaah !!” Sulli memukul pangkal lengan Minho dengan kesal, membuat Minho tertawa   semakin  keras.

Tiba-tiba…

Duk duk duk !!

Keduanya berhenti tertawa, sama-sama melihat ke luar. Dua orang petugas polisi berdiri dekat pintu, menunggu.

“ Oppa, apakah kita berhenti di tempat yang salah ? Apakah kita melanggar aturan lalu lintas ?” tanya Sulli terkejut.

“ Aku tidak tahu. Tunggu sebentar, aku akan mencari tahu.”

Sulli menurunkan kaca dan memandang polisi tersebut sambil tersenyum ,” Ada apa ?”

“ Turunlah !” kata salah satunya dengan kasar.

Sulli mengernyitkan alis, sementara Minho membuka seat-belt. Dengan tenang, dia membuka pintu dan keluar dari mobil.

Tiba-tiba polisi yang berbadan besar mencekal pergelangan tangan Minho dan memelintirnya sehingga mau tak mau Minho berbalik dengan posisi tangan di punggungnya.

“ Hey..hey…ada apa ini ?” Minho mencoba bertanya baik-baik, walaupun merasa tersinggung dengan perlakuan kasar mereka seolah-olah dia adalah seorang penjahat.

“ Apakah benar anda Choi Minho ?” bentak polisi itu.

“ Benar, itu  saya. Tetapi apa kesalahan saya ?”

Minho berusaha melawan ketika sebelah tangannya yang masih bebas ditarik paksa.

“ Anda ditangkap karena dituduh telah menculik nona Choi Sulli.”“ Tunggu, kalian salah mengerti…”

“ Anda bisa mengatakan segala sesuatunya di kantor, anda juga berhak untuk diam karena kata-kata anda akan menjad lawan anda di pengadilan………”

Minho terdiam, otaknya mulai bekerja dengan cepat. Untuk itu, ia hanya mendengarkan ketika hak-haknya dibacakan dan tidak melawan ketika kedua tangannya diborgol. Yang dicemaskannya sekarang adalah Sulli, yang tampak gemetar di kursinya.

Saat polisi itu menariknya, dia minta waktu sebentar, membungkuk dan berbicara untuk menenangkan Sulli.

“ Jangan khawatir, ini hanya prosedur. Mungkin kakakmu telah melaporkan kehilanganmu ke kepolisian. Ini tidak lama, aku mengenal beberapa polisi di sini. Teleponlah Sangwoo hyung, ponselku ada di dalam kotak itu. I love you, Sulli !”

Minho bicara cepat, merasakan sedih di hatinya ketika melihat kondisi Sulli. Ia berpaling pada petugas

“ Apakah kalian menjamin keselamatan kekasihku ? Dia baru di Seongnam…”

“ Dia akan aman di tangan yang lebih berhak !”

“ Kau yakin ? Kalau terjadi apa-apa padanya aku akan balik menggugat kalian.”

“ Seseorang menjaminnya !”

“ Seseorang…?”

Minho melangkah dan tubuhnya didorong untuk memasuki mobil polisi. Saat dia akan masuk, sebuah mobil berhenti tak jauh dari mobilnya. Dan ketika pintu terbuka serta pengemudinya ke luar, Minho merasa jantungnya terhenti berdetak.

” Oh Tuhan…. Choi Siwon !!”

======TBC=======

Advertisements

80 thoughts on “Secret Admire Part 54

  1. ahh siwon ganggu aja huft itu nikahan nya juga huh baru aja seneng di chapter sblmnya di chapter ini sdh sedih lg huft semoga jessica sm minho bisa meluluhkan hati siwon lah. fighting!!

  2. aaaaaa ming oppa ditahan sma polisi, ad aj masalah buat minsul tuk bersatu. knp sihh siwon oppa keras kepala bngettt.

  3. Thanks for u who write this fanfic, sungguh gges slalu mnanti fanfic ini. Lanjutkn crtanya ya, gges tnggu crta slnjutnya, salam kenal Dina

  4. Yahkan siwon oppa mulai deh bikin hal aneh2 yg bikin geger, semoga sulli ngk goyah ya pendiriannya , dan semoga jessica eonni bisa ngeyakinin halmonie yaa dan donghae bisa mendukung minsul

  5. Yaelahh siwonn malahh nyuruh polisi nangkep minhoo 😥 semoga siwonn cepet sadar kalo kebahagiann sulli ituu sama minhoo :* hemmm tambahh penasarann nihh hehehe lanjutt next post yaa onniee semangatt

  6. Ooh good gak suka karakter siwon disini, nyebelin egois amat boleh lah melindungi adik nya tp kan bkan berarti dia bsa mengatur kehidupan asmara nya sulli.. Pake bawa polisi segala lagi bner2 ini siwon ngancurin moment minsul lagi romantis2nya juga dooh.. Next chap eonni ditunggu gomawo

  7. Aduh siwon trnyata gk sadar” juga
    Ayo mb jessica semoga usahanya buat ngebalin prnikhnnya sulli ama donghae
    Aduhhh keras kpla bnget sihh siwon
    Pke nangkep minho lagi
    Aduh gimna klanjutan mereka >_< penasarann

  8. Kenapa minho oppa ditangkap polisi
    Sulli eonni tolongin minho oppa
    Semoga minho oppa cepat bebas

    Kenapa siwon oppa menjarain minho oppa
    Sulli eonni kan cinta sama sulli eonni
    Semoga minho oppa & sulli eonni cepat bersatu

    Ceritanya makin bagus thor
    Penasaran sama part selanjutnya
    Ditunggu ya thor
    Gomawo ^^

  9. “kau bisa menjamin keselamatan kekasihku ??”
    ciee ciee… yg kekasih kesahian. baruu aja so sweet2 an udah ditangkep aja.
    lanjut thor .. jgn lama2 dong dina eoni. penasaran bgt niiih. ditunggu yak 🙂 🙂

  10. Ih kesel liat sikap siwon oppa yang keras kepala, dan berbuat seenaknya saja yg ingin menikahkan sulli dengan donghe oppa, dan menangkap minho opaa. Minho oppa kan bukan penjahat😒

  11. Gilaaak minsul makin sweet ajaa ni. Oppa~~ 😄😍
    Bener kata minho, siwon oppa akan menghalangi minsul menikah 😢😭
    Padahal udah bahagia aja sama pernyataan-pernyataan minho ke sulli😂
    Semoga halmonie bisa membujuk siwon oppa deh biar ga memaksakan sulli menikah sm donghae oppa. Huaaa parah ni lama2 siwon oppa 😢😢

  12. apakah pernikahan sulli dan donghae akan berjalan lancar sesuai dgn rencana siwon.. apa yg akan dilakukan minho tuk menemukan sulli lagi..
    akan siwon akan menerima minho sebagai kekasih sulli..
    berhasilkah jessika akan menggagalkan rencana siwon…

  13. Ck, momen bahagianya di cut begitu aja oleh Siwon. Siwon payah deh, gak berpikir jernih. Selalu kebawa emosi. Hadeeh, kalau behini kan rumit. Untung Ming punya banyak kenalan dikepolisian. Semoga mereka bisa membantu Ming. Aduh eonDin makin deg-degser deh.

  14. oh god,romantis sekali minho pada sulli.andai aku ada di posisi sulli,betapa bahagianya.sayang kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama,gara-gara siwon tuh.seenaknya saja mau nikahin adiknya ma orang lain.huh geregetan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s