The Next Bloodline [Chapter 17]

mahogany4-2-copy

The Next Bloodline

Author : Mahogany4 (@ItsMahogany4)

Translater : Maria2509

Original Version klik here!

Length : Sequel

Rate : PG-15

Author’s note: annyeong yorobeun!!! Hmm~~ double update today karena terlalu lama ga post slm 3minggu kmrn ato 1bln?? Ya bgitulah… sekaligus menghibur hati para f(x) fans dan Sullians yang sedih ato udah menduga brita ini bakal kluar sooner or later… yang pasti kita pengen Sulli seneng kan yahh, apapun keputusannya kita sbg fans harus ikut happy jg… mungkin ini udah yang terbaik buat Sulli… tetep dukung f(x) dan Sulli! Goodbye f(Sulli) and Welcome Choi Sulli!!! *Saranghaeee!!!* kmaren byk yg tanya kan yah Putri Shulliah siapa sih? Jadi Sulli itu princess ato siapa?? Di chapter 18 bakal kejawab semua jd sabar dikit yah… kita biarkan si Minho sedikit frustasi dichapter ini yahh hehehe yang pasti Sulli itu setengah peri dan setengah manusia, dia pemeran penting dlm perjalanan ini *spoiler* jadi, Sulli bisa berubah jadi peri bisa jg jadi manusia… selama ini dia dlm bentuk manusia bukan peri… okaiiii~~ boleh aku minta 50 comment untuk chapter 16&17? Krn sedih bgt kmrn sepi komen L happy reading everyone!!! Have a nice weekend!!

Chapter 17: The Lady and the Servant

Minho merasa punggungnya sedikit lebih baik pada hari ketiga perjalanan mereka dihutan. Punggungnya tidak sakit lagi. Tapi, ketajaman inderanya belum kembali normal.

Master, kita sudah berjalan berhari-hari, yang aku lihat hanya hijau saja. Aku rindu desa dan kota-kota. Aku bahkan rindu wajah-wajah orang asing. Sampai kapan kita akan terjebak disini?” Tanya Sunny

“Aku setuju, Master.” Kata Chanyeol

Chanyeol sangat marah selama 3 hari terakhir. Sulli yang pergi tanpa pamit. Dan Master Cha tidak mempermasalahkannya?! Dia tidak bisa berhenti mengkhawatirkannya. Tapi Master Cha meyakinkannya kalau Sulli baik-baik saja.

“Hutan ini sangat besar. Kita akan sampai disebuah desa sore hari nanti.” Kata Master Cha

“Mengapa kau bisa mengetahui segalanya, Master? Kau seperti mempunyai peta dalam otakmu.” Kata Kris

“Karena aku sudah melakukan perjalanan ini sebelumnya. Selama 15 tahun terakhir, saat aku sedang berusaha mencari The Circle.” kata Master Cha

“Tapi The Circle hanya bisa dipanggil oleh sang Putri… dan tanpa sang putri itu mustahil untuk menemukan The Circle.” Pikir Master Cha

Minho terus melihat ke belakang.

TOP memperhatikannya.

“Apa kau… baik-baik saja?” Tanya TOP

“Huh? Umm, ya. Aku hanya—- Punggungku belum sembuh total.” Kata Minho

Master Cha menatap Minho.

“Kita mungkin bisa beristirahat lebih dulu.” Kata Master Cha

“TIdak. Kita sudah terlalu banyak beristirahat. Kita lanjutkan saja.” Kata Minho

Meskipun sudah berkata seperti itu, Minho masih terus melihat kebelakang.

Sunny mendesah.

“Ada apa?” Tanya TOP

“Tidak apa-apa. Aku hanya… rindu pada Sulli.” ujar Sunny

Kalau ada sesuatu yang berbeda diantara pria dan wanita, itu sudah pasti lidahnya.

Chanyeol sudah menahan kata-kata itu sebenarnya.

Bahkan Kris merasa aneh karena gadis cerewet itu tidak ada.

TOP mengangguk. Jelas sekali terasa berbeda tanpa adanya gadis itu.

“Desa yang akan kita datangi nanti sedang mengadakan festival. Disana banyak toko-toko dan banyak hiburan.” Kata Master Cha

“Bagus sekali! Kita membutuhkan itu. Sesuatu yang membuat kita semangat lagi!” Kata Chanyeol

The Circle mulai berjalan lagi.

Putri Shuhliah bersembunyi dibalik pohon beberapa meter dari The Circle. Sekarang dia menggunakan bentuk perinya, dia bisa melakukan perjalanan lebih cepat. Langkahnya seringan bulu. Dia bisa mengikuti kemanapun The Circle pergi dan mereka membutuhkannya untuk menemukan anggota The Circle berikutnya.

Tapi tidak boleh ada yang tahu kalau ada seorang Peri diantara mereka dan  tentu saja mereka tidak boleh mengetahuinya kalau adik Putri Dhara bersama dengan mereka. Orang-orang akan bertanya mengapa ada Putri kedua? Mengapa raja menyembunyikan putri keduanya? Untuk apa kelompok ini? Dan itu bisa mengacaukan semuanya.

Sulli melihat desa yang akan dimasuki oleh The Circle dari luar, ada yang aneh dengan desa itu.

Mungkin itu hanya perasaannya saja, tapi lebih baik berhati-hati saja.

Sulli melihat pohon yang tinggi dan berdiri disalah satu cabang pohon itu, sewaktu angin bertiup dan menggoyangkan cabang pohon itu, disanalah Sulli berdiri.

.

.

.

.

Woah! Ada Festival disini!

Chanyeol menarik Kris mengajaknya berjalan-jalan.

“Hei, kita cari tempat menginap lebih dulu.” Kata Master Cha

“Oh, baiklah.” Kata Chanyeol kecewa.

Beberapa orang mulai melihat kearah mereka.

Tsk! Master Cha menggelengkan kepalanya. Inilah akibatnya kalau terlalu banyak laki-laki tampan yang berpergian bersama.

Sunny juga ikut menggelengkan kepalanya. “Aku rasa aku terlihat seperti gadis kecil yang beruntung memiliki banyak kakak lelaki tampan.” Kata Sunny

TOP menyeringai. “Mereka semua berpikir ‘betapa beruntungnya anak itu mempunyai pengasuh-pengasuh tampan.” Kata TOP

Sunny memberikan tawa palsunya.

Tiba-tiba Chanyeol sangat merindukan Sulli. Mereka seperti Sunny dan TOP. Mereka sering bertengkar tapi mereka menikmatinya. Tidak ada yang bisa menjawab candaan dan melontarkan kata-kata sengit selain mereka berdua.

Chanyeol melihat ke belakang dan melihat Minho sedang menatap hutan. Mata Chanyeol menyipit.

Apa Minho merasakan hal yang sama? Tidak. Minho tidak peduli pada siapa pun, tapi mengapa tiba-tiba Chanyeol merasa seperti jika Sulli dalam bahaya Minho selalu ada bersamanya bukanlah kebetulan. Itu hanya kebetulan Minho menyelamatkan Sulli… atau memang Minho mengawasinya?

Chanyeol merasakan sakit di dadanya.

“Hei Minho.” Panggil Chanyeol

“Apa ada sesuatu yang tertinggal?” Tanya Chanyeol

Minho menatap Chanyeol. Semua orang juga ikut menatapnya.

Minho menggeleng. “Aku akan mencarinya nanti.”

“Hah?” itulah respon dari kelompoknya. Minho berjalan mendahului mereka.

“Apa yang dia tinggalkan?” Tanya Sunny bingung.

.

.

.

.

The Circle sudah memasuki beberapa penginapan tapi tidak ada kamar untuk mereka. Kelihatanya karena ada festival disini seluruh ruangan sudah terisi penuh.

Chanyeol melihat seorang wanita cantik berjalan melewatinya. Dia sangat cantik dan wangi.

Bahkan Kris juga memperhatikannya. Dia menabrak laki-laki berbadan besar, hampir seperti troll1.

“Aku… minta maaf.” Kata wanita itu

“Oh maaf? Apa maaf saja sudah cukup?” Tanya troll itu

“Ini akan menjadi adegan dimana ada seorang gadis yang dalam kesulitan membutuhkan Ksatria berbaju zirah.” Kata Sunny

“Apa kau harus bersikap seperti itu kalau ada wanita cantik?” Tanya TOP

“Hmm… tidak juga. Hanya… kalau ada gadis yang mengesalkan saja?” Kata Sunny

“Ok. Siapa yang akan menjadi relawan untuk menyelamatkan wanita itu?” Tanya Sunny

Bahkan sebelum Sunny menyelesaikan kata-katanya, Kris dan Chanyeol yang sudah berlari untuk membantu wanita itu.

Pria besar yang ingin melukai wanita itu jatuh berlutut oleh kekuatan singa dan juga oleh kemampuan bermain senjata yang terbuat dari bahan logam itu— terutama saat ia mengambil pisau dari dapur restoran itu untuk melawan pria besar itu.

Wanita itu benar-benar terlihat ketakutan. Tangan dan kakinya gemetar.

Sunny menggeleng. Yah, kelihatannya gadis itu benar-benar dalam kesulitan.

“Apa kau baik-baik, Nona?” Tanya Kris

“Umm….” Wanita itu hanya mengangguk

“Aku rasa lebih baik dia duduk terlebih dahulu dan meminum sesuatu untuk menenangkan diri.” Kata Sunny

Master Cha membuka tas karungnya dan menuangkan teh untuk wanitu itu.

Bahkan Master Cha juga terpesona oleh kecantikannya. Sunny mengangkat bahunya. Mau bagaimana lagi, orang-orang disekitarnya memang laki-laki semua.

Well, kecuali naga putih ini yang kelihatannya tidak akan terpengaruh oleh kecantikannya. Sunny melihat kebelakang, Minho menghilang lagi?

“Dia sudah pergi sebelum kita bertemu wanita itu.” Kata TOP

“Dia tidak pernah mengatakan ‘selamat tinggal’ atau ‘sampai nanti’.” Kata Sunny

“Mungkin dia kembali ke hutan untuk mengambil barangnya yang tertinggal.” Kata TOP

Wanita itu berjalan menghampiri mereka.

Lady Gyuri!” Gadis itu terlihat khawatir.

Lady Gyuri!” Gadis yang baru tiba itu memeluk wanita yang dipanggilnya Gyuri tadi.

“Aku senang kau baik-baik saja.” Kata gadis itu.

Lady Gyuri mengangguk.

“Tuan-tuan ini menyelamatkanku.” Kata Lady Gyuri

“Oh, terima kasih banyak sudah menolong Nona-ku” Gadis yang baru saja tiba juga sangat cantik.

“Aku Tia. Aku pelayan Lady Gyuri.” Kata Tia

“Senang bertemu dengan kalian, Lady Gyuri, Nona Tia.” Kata Kris mencium tangan mereka.

“Terima kasih karena sudah menyelamatkanku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kalian tidak menolongku.” Kata Gyuri

“Suatu kehormatan untuk kami, Lady Gyuri,  terutama untuk wanita cantik seperti Anda. Kami tidak akan ragu untuk menolongmu.” Kata Kris

“Apa kalian kesini untuk menghadiri festival?” Tanya Tia

“Ya. Well, tidak juga kami hanya singgah sebentar, tapi kami belum menemukan penginapan.” Kata Chanyeol

“Ohhh…” Tia menatap Lady Gyuri

“Ada berapa orang dikelompok kalian?” Tanya Lady Gyuri

“Kami ada enam orang.” kata Kris. “Aku rasa itu juga salah satu masalahnya, kami sedikit terlalu banyak untuk satu kamar.”

“Kalian bisa menginap dirumahku.” Kata Lady Gyuri

Mereka berhenti berjalan.

“Rumahmu?” Tanya Chanyeol

“Ya, rumahku berada ditengah-tengah desa ini. Rumahku besar. Aku hanya tinggal sendiri bersama dengan para pelayanku. Aku sangat senang jika ada tamu yang berkunjung, dengan begitu aku bisa merasakan adanya pesta dirumahku.” Kata Lady Gyuri

Lady Gyuri jarang keluar rumah. Itu sebabnya dia tidak terbiasa bertemu dengan orang-orang. Dia juga mudah tersesat.” Kata Tia

“Aku pergi keluar rumah hari ini karena aku ingin merasakan festival tapi malah berakhir menabrak pria itu.” Kata Lady Gyuri

Chanyeol menatap Master Cha

“Kami tidak punya tempat untuk bermalam, Master.” kata Chanyeol

“Dan kita sudah tidur di hutan selama beberapa hari terakhir.” Kata Sunny

Master Cha mengangguk. “Hanya untuk malam ini, oke?” Tanya Master Cha. “Besok kita akan melanjutkan perjalanan lagi.”

Mereka semua menyetujuinya.

“Oh bagaimana dengan Minho?” Tanya Sunny

“Oh kau bilang kalian berenam tapi kalian hanya ada 5 orang?” Kata Tia

“Anggota kami yang satu lagi akan menyusul nanti. Itu juga kalau kalian tidak keberatan?” Tanya Master Cha

“Ya, tentu saja.” Kata Lady Gyuri. “Ayo kita pulang, Tia. Kita harus meminta pelayan untuk menyiapkan kamar untuk mereka.”

“Ya, Nona.” Kata Tia tersenyum

.

.

.

.

Sulli bisa melihat seluruh desa dari tempat dimana dia berdiri sekarang. Dia menutup matanya. Dia bisa merasakan The Circle. Dia memang tidak bisa mendengar mereka atau melihat mereka dari jarak sejauh ini tapi dia tahu mereka baik-baik saja saat ini.

Sulli menyadari ada bayangan yang bergerak didalam hutan. Apa itu hewan liar? Hmmm… tapi bayangan itu menuju ke arahnya. Bayangan itu bergerak sangat cepat.

Minho.

Dia memutuskan ikatan dengannya, itu sebabnya dia tidak merasakan kehadirannya. Bahu Sulli mulai terasa sakit lagi. Dia harus pergi. Minho tidak boleh menemukannya.

Sulli menghilang.

Minho sampai ditempat dimana ia melihat sesuatu yang aneh. Dia cukup yakin dia melihat sesuatu dari kejauhan. Indranya mungkin belum kembali sepenuhnya tapi sudah hampir pulih.

Dia tidak mungkin salah. Ada seseorang tadi disini.

Minho merasakan sesuatu yang menetes.

Dari atas pohon itu!

Minho melompat keatas pohon dan melihat sebuah cabang pohon dengan jejak tetesan darah. Kemudian dia mengambil daun yang terkena tetesan darah dan melompat turun.

“Darah ini lagi.” Kata Minho. “Gadis itu terluka. Dia tidak bisa terus menerus seperti ini.”

Minho merasa seperti ada sesuatu yang aneh saat memikirkan bahu Sulli yang mungkin saja masih sakit dan Sulli menahan rasa sakitnya agar dia tidak akan melihatnya?

Minho mengepalkan tangannya yang memegang daun itu dan berteriak.

“Sulli… Aku tahu kau bisa mendengarku. Aku rasa kau belum jauh dari sini. Kalau kau tidak ingin melihatku tidak apa-apa. Tapi aku tidak akan membiarkan kau menahan rasa sakit dilukamu.”

Minho mengambil kantong dari dalam bajunya.

“Ini obat yang sama yang digunakan oleh healer itu pada kita. Ini akan membantumu. Api Penyihir, bahkan orang seperti aku pun bisa cedera karena api itu.” Minho biasanya tidak terlalu banyak bicara tapi untuk kali ini bahkan dia tidak tahu sedang berbicara sendirian atau tidak. Dia harus menyuarakan pikirannya.

“Aku berjanji tidak akan mengikutimu… atau bahkan menemuimu. Hanya… hanya saja ambil obat ini.” Kata Minho

Minho melompat dan menaruh kantong itu dicabang pohon tadi.

Minho melompat pergi.

Sulli menunggu beberapa saat sebelum dia muncul dicabang yang sama. Dia mengambil kantong itu. Sulli merasakan bahunya sakit lagi. Kemudian dia merasa jantungnya berdetak dengan kencang, rasa sakit karena hampir bertemu dengan Minho dan juga tidak ingin bertemu dengannya bercampur aduk didalam hati Sulli.

Sulli membuka kantong itu dan mengoleskan bubuk obat itu dibahunya.

Kemudian rasa sakit yang tidak asing lagi menusuk dadanya.

The Core.” Sulli memejamkan matanya.

Kelihatannya ia harus melawan the core sepanjang malam. Batu itu sudah ingin keluar dari dalam tubuhnya tapi dia tidak boleh membiarkan itu terjadi… belum saatnya.

Sulli turun dari pohon dan merebahkan tubuhnya dirumput, memegang dadanya.

Sulli menutup matanya kesakitan.

Kemudian saat dia membuka matanya, matanya bersinar biru.

Minho merasakannya saat ada sesuatu yang menyentuh kantong yang ditaruhnya tadi diatas pohon. Kantong ini sudah beri mantera. Kemarin Minho meminta Sunny untuk memberikan mantera pada kantong itu sehingga jika darah itu menyentuhnya, Minho bisa mengetahuinya.

Sulli mendapatkan obatnya.

Dia bisa mengoleskan obat itu ke bahunya sekarang.

Tapi entah kenapa Minho ingin kembali dan melihat orang yang memegangnya.

.

.

.

.

Mistress Muklan berada didalam kamarnya dengan mangkuk besar cairan merah didalamnya. Kedua matanya terpejam.

“Ahhh… waktunya sudah tiba.” Muklan tertawa. “Ada hal kecil yang harus kau lakukan untuk menghentikannya. Menyerahlah… kau tidak bisa menghentikannya, jadi menyerahlah. Berhenti menyiksa dirimu, nak.”

Terdengar ketukan di pintu kamar Muklan.

Mistress, para tamu sudah siap untuk makan malam.” Kata suara yang berasal dari luar kamar.

“Katakan pada mereka kalau aku akan segera kesana.” Kata Muklan. “Walaupun mereka sudah membuatku menunggu lama untuk mendapatkan kesempatan ini, aku sangat senang akhirnya hari ini datang juga. Tapi pertama-tama… bersabarlah.”

.

.

.

.

Lady Gyuri menyambut tamu-tamunya.

“Kau seharusnya tidak perlu repot-repot untuk mempersiapkan semua ini, Nona.” Kata Kris

“Kenapa tidak, ada festival diluar sana dan jarang ada yang bertamu ke rumah ini. Anggap saja aku sedang mengadakan festival pribadiku… selamat menikmati.” Kata Gyuri

Master Cha sangat berhati-hati pada makanannya. Dia mengambil jarum dari kantongnya dan ditusukkannya kedalam makanan untuk memastikan apakah makanan itu beracun atau tidak. Ketika jarum tidak berubah warna, ia baru mulai makan.

Tia tersenyum pada Lady Gyuri.

Pria tua yang satu ini selalu waspada. Dia pemimpin kelompok ini. Ahhh, dia pasti Ksatria yang ada diramalan itu.

Seluruh anggotanya makan tanpa peduli pada apapun.

Ahh, yang satu ini pria berambut putih tidak memakan makanannya.

“Apa kau tidak suka pada makanannya?” Tanya Lady Gyuri

“Aku tidak makan daging.” Kata TOP

Oh, apa dia Naga Putihnya? Naga Putih adalah mahkluk yang hanya memakan tanaman saja.

“Aku seharusnya menanyakannya padamu lebih dulu, biar aku beritahu pada pelayanku untuk menyiapkan sesuatu untukmu.” Kata Lady Gyuri

“Biar aku saja yang melakukannya, Nona.” Kata Tia

Tia meninggalkan ruang makan.

“Kelihatannya Tia sangat bisa diandalkan sekali.” Kata Kris

“Ya, memang. Dia sudah berada disini sejak masih kecil. Dia sangat setia pada keluarga kami.” Kata Lady Gyuri.

.

.

.

.

Minho sampai didesa. Entah mengapa dia tidak bisa melacak keberadaan kelompoknya. Kenapa dia tidak bisa merasakan keberadaan mereka? Itu hal yang paling aneh.

Minho memejamkan matanya. Hmm, dimana dia bisa menemukan mereka.

Minho pergi dari rumah ke rumah  kemudian ia melihat sesuatu.

Indranya seperti mulai bekerja dibeberapa bagian desa kecuali pusat kota. Kelihatannya saat dia berada dipusat kota, dia hanya bisa mendengar beberapa meter darinya saja seperti yang biasa didengar oleh manusia.

Minho berhati-hati saat memasuki desa itu. Ada sesuatu yang sangat aneh pada pusat kota itu.

.

.

.

.

Mata Sulli mengeluarkan sinar biru, rasa sakit didadanya sudah tak tertahankan lagi. Perlahan-lahan batu itu keluar dari dadanya.

Tapi Sulli terus berjuang dengan menahan rasa sakitnya. Dia memejamkan mata dan membuka matanya lagi yang memperlihatkan mata manusianya. Dia menyentuh dadanya agar the core kembali kedalam dadanya lagi.

Sulli perlahan merasakan kalau the core mulai stabil kembali sampai sinar biru itu perlahan menghilang juga.

Sampai kapan dia harus merasakan sakit ini? Sulli perlahan duduk dan terbatuk. Dan membuatnya kesulitan bernapas.

Sulli menatap tangannya.

Darah.

Hal ini semakin sering dialaminya.

The Core terlalu banyak mengambil energinya tapi tidak ada cara lain selain menyimpannya didalam tubuhnya. The Core hanya dapat hidup dalam tubuh Peri sampai garis keturunan berikutnya duduk dikursi kerajaan.

Menjadi setengah Peri dan setengah manusia, Sulli tidak bisa memberikan energy yang dibutuhkan oleh the core sehingga the core terus menerus ingin keluar dari tubuhnya. Tapi tanpa keturunan berikutnya? The Core akan mati. Mereka tidak bisa kehilangan the core.

Sulli menutup matanya. Tidak ada Peri lagi. Kakaknya mendapatkan bakat seperti Ayahnya, dia memang memiliki darah Peri tapi Dhara pernah menunjukkan ciri-ciri seorang Peri sementara Sulli sejak masih kecil, dia memiliki karakter Peri seperti ibunya. Dengan begitu sejak mereka masih kecil, sejak Ayah mereka menyadari kalau dialah keturunan terakhir dari garis keturunannya, dia sudah tahu tubuh Sulli akan menjadi rumah untuk the core yang baru.

Dialah Peri terakhir di Zaruum. Dia memiliki satu-satunya the core di Zaruum ini. Mereka membutuhkannya untuk menentukan garis keturunan berikutnya. Oleh karena itu, dia tidak boleh mati. Belum saatnya. dia harus hidup sampai waktu itu datang.

.

.

.

.

TBC

Advertisements

51 thoughts on “The Next Bloodline [Chapter 17]

  1. ternyata sulli adalah adik dari putri dhara…wah anggota keluarga kerajaan juga dong…buat authornya,sulli nya jangan di matiin yah,kasihan minho nya…semoga sulli bisa dengan mudah bertemu minho lagi..dahbtak sabar nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s