THE hunk NEXT door (1)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Prince Frog and Princess Bunny

.

Sulli bisa mendengar sebuah suara yang dikenalnya berteriak memanggil namanya , memaksanya untuk bangun . Tapi Sulli tidak ingin bangun. Tidak, dalam keadaan yang nyaman begitu.

“ Aku hanya ingin tidur. Tidak bisakah kau biarkan aku sendirian ? Apakah kau tidak bosan membangunkan aku setiap hari sejak masuk SMA ? “ gumam Sulli dengan kesal sambil menarik kembali selimutnya menutupi mukanya untuk meredam suara itu.

Ia tidak peduli apakah Minho bisa mendengar gerutuannya itu atau tidak. Ia tidak mau tahu apakah sahabatnya itu akan menerima kata-katanya atau tidak. Ya, mereka bersahabat sejak kecil karena rumah mereka bersebelahan. Choi Sulli dan Choi Minho adalah sahabat, kenyataan yang tak bisa disangkal siapapun.

Choi Minho memang dikenalnya dengan disiplin waktu yang hebat. Terbiasa bangun sangat pagi , melakukan kegiatan rutinnya berolah raga dengan berlari 1-2 keliling blok sebelum pergi sekolah . Selain itu, dia punya kebiasaan membangunkan sahabatnya di hari yang menurut Sulli masih terlalu pagi. Mungkin bagi Minho itu adalah kebiasaan yang menyenangkan., tetapi tidak bagi Sulli. Ia lebih suka meringkuk di kasurnya yang nyaman dari pada harus berlari mengelilingi komplek rumah mereka, bermandi keringat di pagi buta.

Sulli tahu alasan lain sahabatnya itu ingin bangun pagi karena tidak ingin tertinggal bis saat pergi ke sekolahnya. Pernah mereka dihukum tidak ikut pelajaran karena bis yang seharusnya membawa mereka, melaju dengan tenangnya meninggalkan penumpangnya di belakang. Padahal waktu itu mereka sampai pemberhentian bis itu hanya terlambat 2 menit.. Itulah sebabnya ia juga membangunkan Sulli pagi-pagi karena tahu kalau sahabatnya bangun terlambat, maka otomatis dirinya akan terbawa telat ke sekolah.

Berbeda dengan Minho, Sulli tidak mau dan tidak bisa bangun pagi-pagi. Dia beranggapan berolah raga dan bangun pagi adalah kegiatan yang tolol dan kesia-siaan. Karenanya, ia masih sering menikmati waktu tidurnya di saat sahabatnya telah lari pagi . Lagipula, dengan kebiasaan Minho membangunkannya ia tak perlu menyetel alarm. Choi Minho adalah alarm yang bisa diandalkan. Sulli sering mengira kalau Choi Minho sudah menganggap hal tersebut adalah tugasnya setiap hari. Ia berprilaku seolah orang tua Sulli tidak ada dan tak akan membiarkan Sulli bolos sekolah karena pola tidurnya. Kadang Sulli berfikir apakah Choi Minho menganggap orang tuanya batu  ?

Tetapi apapun anggapan Choi Minho, orang tuanya tidak keberatan kalau setiap pagi sahabatnya itu datang untuk memaksanya bangun.

.

Mereka telah terbiasa datang ke sekolah bersama-sama sejak mereka masih kecil. Lagipula mereka tinggal bersebelahan, dengan jendela kamar yang saling berhadapan. Dan – Sulli tidak yakin – Hanya saja Sulli menduga “membangunkannya di pagi hari” menjadi hobi lain Choi Minho … tidak peduli hari sekolah atau bukan.

“ Dia tidak akan bisa memaksaku selamanya ! Dia akhirnya akan bosan juga meneriakiku. Terlebih lagi, aku sudah belajar dari pengalaman kalau jalan satu-satunya agar lolos dari gangguan nyamuk Minho itu adalah dengan mengabaikannya dan kembali tidur. Selain itu, tak ada yang bisa dia lakukan untuk mengejutkanku lagi. Dia telah melakukan hampir setiap taktik untuk membuatku meninggalkan tempat tidurku yang nyaman. Aku sudah terbiasa untuk itu, dan dalam jangka panjang, Aku belajar untuk mengabaikan trik-trikmu itu, Froggy . “

.

Sulli mendesah.

Lega karena Minho akhirnya berhenti berteriak.

“ Akhirnya, kedamaian dan ketenangan datang juga. . . Hmm. . . Tunggu dulu. . . Apa itu? . . Apa itu suara menjuit yang mengganggu?”

” Ughh. . . ” Gumam Sulli kesal.

Tetapi suara itu tidak berhenti.

“Diamlah ! ” Sulli mengerang.Suara itu volumenya meningkat.

“Tidak tidak tidak tidak. Jangan suara itu !!” pikir Sulli

Sulli menutup telinganya dengan bantal, berharap dapat menenggelamkan suara tersebut, tetapi sia-sia.

“Berhenti!” Sulli mengeluh dengan tidak sabar .

“ Tapi tentu saja ia tidak akan berhenti memainkan bunyi pekikan kapal yang tak tertahankan itu. Dia tahu , aku benci suara kapal laut yang meraung.”

Sulli meyukai laut dan keindahan di sekitarnya, tetapi ia menemukan suara kapal laut yang memanggil penumpang itu sangat mengganggu kedamaian laut. Dia tidak tahu kenapa. Tetapi Minho tahu dirinya membenci suara raungan kapal itu.

“ Dan dia baru saja melakukannya. Dan ia tahu betapa aku tidak bisa tahan itu. Seharusnya aku tahu, orang yang suka memerintah sepertinya tidak akan menyerah dengan mudah. Aku tak percaya dia melakukan ini !! “

Tiba-tiba, suara itu bertambah keras! Seolah-olah kapal maha besar berlabuh di kamar Sulli!

“ Ugh! “ Sulli terduduk di kasurnya dengan wajah ditekuk.

Kemudian, terdengar gemerisik suara walkie – talkie yang dihidupkan. Pesawat itu dipasang mereka untuk bisa ngobrol tanpa harus meninggalkan rumah. Terasa kuno memang dengan alat canggih semacam handphone yang sekarang ini ada, tetapi mereka lebih menikmati ide itu , yang sudah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Dengan pesawat itu mereka dapat berbicara satu sama lain non-stop melalui jendela mereka yang berhadapan .

“ Aku tidak percaya dia bisa memikirkan sesuatu seperti ini! “ Sulli mengutuk selimutnya yang bergulung di atas perutnya.

Sulli menyingkirkan selimutnya, kemudian bangkit dari ranjangnya dengan kesal. Dengan kepala masih sedikit pusing Sulli meraih kacamata  berbingkai besar yang disimpannya di meja dekat ranjangnya. Dia membuka jendela kamarnya dan melihat jengkel pada Minho yang berdiri di teras kamarnya sambil tersenyum penuh kemenagan.

” Ya Tuhan , Choi Minho ! Kelakuanmu seperti bukan kelakuan cowok berusia 17 tahun saja ! Membangunkanku pagi-pagi dengan talkie-mu !”teriaknya.

Sulli menutup telinganya, merasa sia-sia berbicara pada lelaki yang berdiri di seberang kamarnya dengan hanya mengenakan celana jogingnya saja.

“Baiklah, baiklah,” teriak Sulli melalui talkie-nya, “Aku sudah bangun! Kau dapat menghentikan penyiksaanmu sekarang. “

Choi Minho menyeringai. “Tidak,  sampai kau siap untuk sekolah,” katanya.

“ Grrr… .” Sulli mengepalkan tangannya, marah.

“Wow ! Kau mulai banyak menuntut ,huh ? ” katanya lagi , sinis. “Aku tidak tahu kau ternyata mau menang sendiri seperti itu… APPA !” sindir Sulli dengan menekankan kata “appa” , mengingat kelakuan Minho melebihi ayahnya sendiri.

“Apakah aku terlihat seperti lelaki tua bagimu ?” Tanyanya, mengangkat alis.

“ Tentu saja tidak. Kau orang paling tampan yang pernah kutemui. Tapi aku tidak akan pernah mengakuinya. Tidak padamu , anyway.” Jawab Sulli dalam hati.

“Oh, kau tidak merasa begitu ? Huh. Kau terdengar sepertinya yakin sekali, ” kata Sulli dengan nada menghina.

Minho menatapnya dari seberang .

” Kau pikir ini terjadi karena “kesalahan” siapa ?” Tanyanya mengejek. ” Cepatlah, Ssul. Ya ampun, ini adalah hari pertama kita di tahun senior, kita ” tambahnya, sambil menggeleng.

” Salah satu alasanku untuk tidak bangun,” Sulli cepat-cepat menjawab. “Hentikan bunyi itu, please… telingaku hampir pecah karenanya !”

“Ayo, berhentilah bersikap lebay. Hanya pergi ke sekolah saja , ” Minho mengangkat bahu, seolah-olah tidak ada yang salah dengan dirinya.

“ Um, ehem! Hanya sekolah ??? Apakah dia serius? Hal ini sangat menakutkanku . Semua ketidakpastian di depan yang menakutkan !”

Prince Frog and Bunny

“Ini SMA, tahun terakhir Minho ,” Sulli menekankan dengan sengit, mengambil bola basket dan melemparkan ke arahnya sekuat tenaga, berharap akan mengenai badannya.

“Ah, ya memang betul ,”

Minho berkata tenang seperti berusaha memahaminya. Sambil berjalan menuju bola basket dan menangkapnya, memutar-mutar dengan tangannya.

” Aku benci ilmu yang terlalu sulit. Aku benci harus memikirkan kuliah. Aku benci harus menghabiskan waktuku dengan les-les tambahan “ Choi Minho menirukan kalimat yang sering diucapkannya, “. Kau tahu, itu harus kau hentikan. Ya, kau harus berhenti mengeluh Ssul. Kalau dijalani ini tidak terlalu buruk. “

“Itu mudah bagimu untuk mengatakannya. Kau populer, ” gumam Sulli ke talkienya , membuang muka.

“Hmmm,” Minho pura-pura berpikir. “Kau mungkin benar tentang hal itu….. Aku hanya bercanda! ” Dia menambahkan dengan cepat ketika ia melihat reaksi Sulli.

“ Apa pun, Frog, ” kata Sulli, menyimpan talkie-nya sambil memaksa diri ke kamar mandi.

“ Yah, dia adalah seorang Prince Frog yang jadi idola. Beritahu akui jika pemain basket SMA Galaxy yang diidolakan itu bukan lagi “Prince Frog” Choi Minho , dan kalau itu menjadi kenyataan maka aku tidak akan memanggilnya dengan sebutan itu lagi.”

Sulli tiba-tiba berhenti berjalan dan kembali berteriak pada talkie tersebut.

“MATIKAN BUNYI RAUNGAN KAPAL HANTU ITU , Minho!” teriak  Sulli putus asa

Dan Sulli berterima kasih kepada Tuhan karena dia akhirnya melakukan permintaannya tersebut.

.

.

Minho Pov.

Yeah! Aku tahu suara cerobong kapal laut itu akan bekerja. Tentu saja itu akan berhasil. Reaksinya sangat lucu. Sekarang, taktik ini pasti akan bertahan karena dia tidak pernah bisa tahan dengan bunyi ini . Jadi, mulai sekarang kalau dia malas bangun aku akan menggunakan bunyi raungan kapal tersebut untuk itu. Aku memang sangat cerdas , hingga bisa memikirkan ide gila ini … ide gila untuk merekam bunyi kapal di pelabuhan… untuk saat-saat seperti ini.

Aku tak dapat tahan untuk tertawa keras saat menggosok gigi, membayangkan kembali kemunculan Choi Sulli dengan baju piyama hello kitty pinknya. Rambutnya kusut seperti sarang burung, kaca mata kotaknya terletak miring .

Aku menarik celana seragam kesukaanku dan memakai jaket biru favorit aku, memasukkan kakiku ke dalam sepatu Nike hitam, dan meraih tas ranselku. Mataku sepintas melihatnya melalui jendela.

Dimana dia? Apakah dia masih di kamar mandi? Aku tidak bisa melihatnya.

Aku mendesah sesaat kemudian turun ke ruang makan.

“Pagi, eomma,” aku menyapa wanita tinggi, langsing, dengan rambut cokelat gelap yang sedang menikmati sarapannya.

Dia menatapku dan tersenyum manis.

End of Pov

“Hai, sayang,” kata ibunya . “Apakah kau sudah siap pergi ke sekolah? Kemarilah, ambil beberapa potong sosis dan sandwich. “

“Ani , aku tidak bisa,” kata Minho, menggelengkan kepala. “Aku harus pergi mengejar bus ke sekolah.”

” Tapi ini masih pagi,” kata Ibunya bingung, mengerutkan kening sedikit. Kemudian, dia tertawa lembut melihat tingkah anaknya yang mencomot roti dan menjejalkan ke mulutnya.

” Ya,” Ayahnya tiba-tiba berkata dari balik korannya.

” Rupanya dia akan memaksa Sulli keluar dari tempat tidurnya lagi.” kata ibunya sambil mengedipkan sebelah mata,” Hal ini telah menjadi kebiasaanmu, Minho, untuk waktu yang lama . “

Ayahnya menurunkan korannya, memberikan tatapan dan senyum yang bermakna. Tatapan yang membuat Minho mengerutkan dahinya, karena tak tahu arti tatapannnya itu.

” Well , kalau saja aku punya mobil untuk pergi ke sekolah. . . ” Kata Minho mengubah topik pembicaraan, menjadikan moment itu untuk merayu ayahnya .

” Suatu hari nanti, Nak,” kata ayahnya dengan suara tenang , dan kemudian ia kembali membaca.

“ Tak aneh. Dia selalu berkata seperti itu .”

Minho sangat ingin memiliki mobil, walaupun mobil yang sederhana. Itu bisa memperlancarnya dalam kegiatan yang makin padat. Ini adalah tahun terakhirnya di SMA dan dia adalah salah satu dari sedikit  anggota tim yang tidak memiliki mobil. Sebenarnya, Minho tidak peduli jika mereka semua memiliki mobil. Namun, akan menyenangkan baginya untuk tidak menghabiskan waktunya setiap hari  dengan mengejar-ngejar jadwal bus. Dan akan sangat nyaman baginya dan Sulli saat pulang pergi sekolah … baginya dan anggota timnya… baginya dan Krystal, juga.

Krystal adalah pacar Minho sudah hampir 1 semester lebih. Ia adalah   cheer leader sekolah yang juga memiliki kepopuleran seperti Minho.

“Ini benar-benar aneh,” kata ibunya Minho . “Kalian anak-anak yang aneh,” dia mengoreksi, lebih pada dirinya sendiri.

Ketika Ibunya melihat Ayahnya , Minho menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan.

“Sayang, Kau laki-laki… kaulah yang seharusnya sulit bangun dari tempat tidur, dan Sulli adalah orang yang seharusnya membangunkanmu . Bukan sebaliknya. “

Minho menatap Ibunya .

“ Omo , mereka membicarakan hal paling aneh hari ini. Aku sebaiknya pergi. “ pikir Minho.

“Oke, kalau begitu aku pergi dulu . Bye! ” Katanya sambil cepat-cepat meninggalkan rumah.

Choi Minho mengayunkan langkahnya ke arah rumah Sulli, seperti biasa. Hari itu adalah hari yang indah . Cuacanya sangat baik untuk hari pertama sekolah. Cerah dan memompakan semangat untuk memulai hari baru.

Choi Minho membunyikan bel pintu, berdiri menunggu perintah untuk masuk.

“Masuklah, Minho,” teriak Mrs Choi.

Mereka terbiasa dengan kedatangan Minho yang begitu awal di pagi hari. Bagaimanapun Choi Minho sudah melakukan hal ini selama mereka bisa mengingatnya.

Minho mengintip ke ruang makan dan disambut Bapak dan Ibu Choi, dan Dong Hae, kakak Sulli, yang sedang sarapan sebelum berangkat kuliah . Mereka menyapa Minho dengan cerah, seperti biasa.

“Kau tahu,” Dong Hae mulai, “Aku tidak pernah bisa mengerti bagaimana kau tidak pernah lelah membangunkan adikku setiap pagi. Kupikir itu adalah gejala penyimpangan kejiwaan … maksudku kebiasaanmu itu telah berubah menjadi penyakit. Lebih baik hati-hati, Minho . “

“Choi Dong Hae…,” kata Mrs Choi, seolah-olah hanya dengan mengatakan nama lengkapnya menjadi tanda bahwa dia sedang memarahi anaknya.

“Tidak, tidak apa-apa, Mrs. Choi ,”

Minho meyakinkannya sambil menyeringai. Kemudian berbalik ke arah Dong Hae dan mengangkat bahu,

“Aku sendiri tidak tahu kenapa . Kukira aku suka tantangan ini … mendatangi adikmu dengan cara-cara paling gila. Ini juga bagiku merupakan hal yang menyenangkan dan lucu …. hampir sepanjang waktu. “

Senyum Minho berubah semakin lebar, mengingat ekspresi marah yang berbeda-beda dari Sulli yang sering membuatnya geli sekaligus senang.

“Hmmm… Kau lebih baik membangunkannya di kamarnya, Minho,” kata Mr. Choi. ” Kupikir aku tidak mendengar langkah kaki dari kamarnya. Mungkin dia tertidur lagi.”

Minho terdiam, berusaha mendengarkan tanda-tanda kehidupan di kamar Sulli, dan ayahnya Sulli kedengarannya benar.

“Permisi,”

Kata Minho sambil meninggalkan ruang makan dan naik ke kamar tidur Sulli. Dia membuka pintu dan mendapati Sulli tidak ada di sana. Minho berjalan di dalam kamarnya, melihat sekeliling . Diam-diam dirinya menjadi curiga.

“ Dimanakah dia ?” pikirnya.

Dengan lembut ia menjatuhkan tas olahraganya di lantai lalu berjalan menuju pintu kamar mandi. Perlahan-lahan, dia membukanya.

“ HAAH ??”

Minho menggeleng tak percaya.

Sulli masih dipiyama, sikat gigi di mulutnya, dan dia duduk di kap WC yang ditutup. Matanya terpejam. Dia sedang tidur.

“ Apakah mungkin ada orang lain seperti dia di dunia ini ???”

Minho mendesah.

“ Dia adalah salah satu dari seribu orang yang sulit membuka matanya di pagi hari. Hanya ada satu cara untuk memaksanya.”

Dengan pikiran itu, Minho lari ke bawah, mengambil segelas air es . Tak mempedulikan keluarga Choi sedang melihatnya penuh rasa ingin tahu .Kemudian ia kembali ke kamar Sulli.

Minho berlutut di depan Sulli , dengan lembut menyingkirkan kacamata besar dari hidungnya … dan sikat gigi dari wajah mengantuknya, meletakkannya di meja. Setelah itu, dia mengambil segelas air yang dibawanya tadi dan berdiri. Dia menuangkan air dingin tersebut ke kepala Sulli dan cepat melangkah mundur.

Sulli berteriak sambil melompat karena terkejut . Tangannya sibuk mengusap-usap air yang membasahi wajahnya.

“Minho!”

Minho tertawa.

“Megagumkan….,” kata Minho sambil mengangguk terkesan . “Kau cepat tahu kalau itu aku.?”

Sulli mendengus kesal.

“Tidak ada orang lain yang cukup kejam untuk melakukan sesuatu seperti ini kepadaku ! Dimana kacamataku ? ” Sulli bertanya dengan marah.

“Apakah kau tidak kedinginan?”

Minho bertanya, mengabaikan kemarahannya. Seolah-olah dia baru menyadarinya, Choi Sulli tubuhnya menggigil hebat . Dengan sigap Minho menyambar handuk dan menutupi tubuhnya dengan itu. Membantu Sulli mengeringkan wajahnya.

“Jika aku jatuh sakit , aku akan mencekikmu!” Sulli mengancam.

Minho tertawa.

“Aku ingin melihat apakah kau mampu melakukannya . Sekarang, cepatlah cekik aku ! “ Minho mengejeknya ,” Dengar Bunny…. Akulah yang akan mencekikmu jika kita ketinggalan bis. “

“Aku akan cepat kalau kamu memberikan kembali kacamataku ,” kata Sulli sambil mengulurkan tangannya untuk memintanya.

“Baik,” Minho mendesah, menempatkan kacamata itu di tangannya.

Sulli cepat-cepat memakainya, dan ketika dia melihat sahabatnya, dia mencubit Minho dengan sangat keras di lengannya.

“Auch !!” teriak Minho terkejut dan kesakitan ,

Ia memelototkan mata kesal padanya. Diam-diam, melihat penampilan Sulli  hatinya merasakan geli juga pada saat yang bersamaan.

Sulli tersenyum jahil … senyum yang jahat.

“Tepat sekali. “Auch !” Sulli meniru ucapannya ,” Dan masih ada lagi , kembalilah ke tempatmu berasal , alien ! Jadi intinya, segera keluar !! Aku akan berdandan supaya kau  berhenti merengek dan mengeluh. “

“Aku tidak merengek,” kata Minho marah, tidak terima istilah “merengek” yang merendahkannya seperti anak TK yang minta dibelikan balon.

Sulli tidak berkata apapun saat membanting pintu kamar mandi di depan wajah Minho. Bagitu pintu tertutup, sejenak ia menyenderkan tubuhnya di pintu, merasakan jantungnya yang masih berdebar-debar. Sebuah senyuman kemenangan terukir di bibirnya.

“ Wow. Alangkah menyenangkan bisa mencubitnya dengan keras . Hatiku yang kesal terasa lebih ringan setelah mendengar teriakan kesakitannya. Oh, Tuhan, bagaimana mungkin aku telah berubah menjadi orang yang kejam seperti ini ? Tetapi itu adalah kesalahannya !!” Sulli berkata dalam hatinya.

Sulli mendesah. Apapun yang dipikirkan Minho dan apapun yang akan terjadi nanti dia tak peduli. Sudah saatnya Minho mengerti bahwa perbuatannya telah membuat dirinya benar-benar marah dan kedinginan.

“ Yah, itu adalah kesalahannya ! Menuangkan air dingin di kepalaku …. itu sangat tidak menyenangkan  .  Ya, mungkin dia bermaksud membangunkanku … Tetapi gila… itu membuatku kaget dan kedinginan. Lihatlah tubuhku sampai gemetar begini.”

Sulli cepat memakai pakaiannya , sehelai kaus oblong, seragamnya, dan sepatu Converse warna kesayangannya . Sulli membuka kaca matanya, kemudian mengusap uap yang ada di sana karena lembab. Dengan cepat ia melangkah ke wastafel. Melakukan rutinitas yang dilakukannya sebelum pergi sekolah, menggosok gigi dan mencuci muka. Bahkan dia tidak repot-repot untuk menyisir rambutnya dengan sisir , secara refleks jari-jarinya melakukan tugas sisir yang dengan terampil membelah rambutnya jadi dua bagian yang sama, mengepangnya … dan hasilnya lumayan . Kemudian, Sulli menatap cermin, membetulkan anak –anak rambut di dahinya dan tersenyum. Setelah yakin penampilannya baik, ia dengan tenang melangkah ke luar kamar mandi. Dia membuka pintu kamar mandi, dan memasuki kamarnya.

Minho sudah tidak ada di kamarnya .

“ Dia pasti sedang sarapan sambil menungguku turun.”

Saat dia sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam tas , dia mendengar Minho berteriak dari bawah tangga.

“Choi Sulli, cepatlah ! Kita akan terlambat! “

“ Ooh. Dia hanya memanggil namaku dengan lengkap bila dia serius dengan perkataannya. Dan sekarang, kedengarannya dia serius marah. “

Sulli meraih barang terakhirnya dan berlari ke bawah. Dia memasuki ruang makan tepat di saat ibunya Sulli mengatakan,

“Bye, anak-anak ! Sampai jumpa ! Hati-hati, Minho . “

“Sampai jumpa, Mr dan Mrs Choi. Good luck at College, Hae hyung,” kata Minho terburu-buru..

Dan tanpa saling bicara lagi , mereka berjalan cepat menuju halte bis yang terletak satu blok dari rumah mereka. Bagi Sulli itu bukan berjalan tetapi berlari. Jadi di tengah jalan ke halte bus, Sulli beberapa kali berhenti untuk mengambil napas. Dan yang ketiga kalinya, Sulli membungkuk berusaha mengatur nafasnya yang tersengal.

Minho menoleh dan melihat lewat bahunya. Ketika dilihatnya Sulli berhenti, ia berbalik dan berjalan ke arahnya. Tangan Sulli berada di lututnya dan hampir tidak dapat berbicara. Punggung dan pundaknya bergerak naik turun sejalan dengan nafasnya, kacamatanya melorot hampir ke ujung hidungnya.

” Kau, Bunny… sudah seperti itu,” desah Minho khawatir, “ Ini belum satu blok. Payah !”

Normal bagi mereka untuk memanggil satu sama lain dengan nama panggilan kesayangan – Frog dan Bunny,

“Mau bagaimana lagi,” kata Sulli dengan terengah-engah. ” Ini sudah menjadi bagian diriku.”

Minho mengangkat alisnya.

“Oh, ya?” Katanya, dan kemudian dia tertawa sinis.

Tiba-tiba, Minho meraih tangan sahabatnya untuk menariknya berdiri tegak.

“Ayo Bunny, kau pasti bisa. Jika tidak, kita akan dihukum di hari pertama sekolah kita !’

Dan mereka kemudian berlari lagi.

“ Aku panik. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia menggandeng tanganku, demi apa coba… Minho memegang tanganku !! Aish Sulli… itu tak berarti apa-apa… kami bersahabat karib , bagaimanapun. Dan itu biasa …ketika kami masih anak-anak, dia sering melakukannya. Tapi sekarang, rasanya benar-benar aneh. Oke, mungkin waktu itu tidak terasa aneh karena aku tidak tahu bahwa aku jatuh cinta padanya, belum tahu maksudku. Tapi aku pikir, sekarang aku sepenuhnya menyadari hal itu. Syaraf-syarafku terasa menjadi hidup di seluruh tubuhku – khususnya di tanganku. Ya, aku jatuh cinta dengan sahabatku yang kujuluki Frog. Sahabatku yang tampan, dan mungkin salah satu orang yang paling populer di sekolah. Dan sama seperti aku benci mengakuinya, dia sudah punya pacar – yang adalah cheerleader di sekolah kami . Khas…  kisah cinta anak SMA, aku tahu itu karena ia sering berbagi ceritanya denganku. “

Sulli berlari sambil menatap tangan Minho yang masih menggenggam jemarinya, setengah linglung.

“ Sementara aku? Aku bukan siapa-siapa . Aku bukan cheerleader, tidak cantik , dan tidak populer. Aku adalah salah satu dari orang-orang di sekolah yang jadi sasaran lelucon semua orang. Orang sepertiku tidak akan pernah bisa menjadi populer. Tapi aku tidak benar-benar peduli tentang hal itu. Sungguh, aku tidak peduli. Tetapi setiap orang di sekolah kaget dengan persahabatan kami dan mereka terus mengingatkan aku bagaimana berbedanya Minho dan aku… sangat berbeda dan mereka selalu menyindirku seolah kita seharusnya tidak pernah bersahabat dari awal.. Aku tahu bahwa aku harus bersyukur karena Minho tidak mengucilkanku di sekolah. Tapi SMA Galaxy bukan tempat untuk dua orang yang sama sekali berbeda dari geng yang berbanding terbalik untuk menjadi sahabat baik. Itu sebabnya aku benci SMA itu .”

“Tidak semua orang dikaruniai tubuh atletis,”

Sulli mulai menggerutu . Itu adalah caranya menyembunyikan perasaan yang sebenarnya di hadapan Choi Minho.

“Itulah sebabnya mengapa ada geng-geng di SMA. Orang-orang sepertimu bergabung bersama dan menjadi populer . Tentu saja, seolah-olah orang-orang populer memiliki hak untuk mengolok-olok orang-orang yang tidak sepopuler mereka. Ini seperti aturan main yang tak tertulis atau sesuatu yang semacam itu . Tapi aku tahu bahwa itu normal untuk … “

“Kau tahu, jika kau memfokuskan energimu untuk berjalan daripada berbicara, kita mungkin akan tiba di halte bus tepat waktu,” kata Minho memotong, terengah-engah.

“Baik,” gerutu Sulli.

“ Apa lagi yang bisa aku katakan untuk memikirkan jawaban cerdas ? Aku terlalu terganggu oleh tangannya yang memegang teguh tanganku. “

Mereka berhasil sampai ke halte bus   tepat waktu , sesaat sebelum bus melaju dari halte. Mereka segera melompat masuk dan memilih tempat duduk, kehabisan napas ketika duduk di kursi mereka yang biasa.

“ Mungkin aneh , seorang pria keren yang populer seperti Minho naik bus ke sekolah, tapi ia kelihatannya selalu menyukainya. Aku tidak tahu persis mengapa. Dia bilang dia menyukai anak-anak di dalam bus. Aku kira dia benar. Anak-anak di sini selalu tersenyum padanya, memberinya segala hormat dan segala perlakuan istimewa. Tapi serius, siapa yang tidak akan melakukan itu untukseorang Choi Minho, kan ? Tolol bila mereka mengabaikan seorang Choi Minho. Dia adalah pahlawan basket di sekolah. Seorang kapten di tim basket yang sering memenangkan medali emas di setiap pertandingan. Meskipun, perlakuan mereka , anak-anak di bus kepada Minho itu bukan satu-satunya hal yang kusukai . Tetapi aku suka tentang mereka karena mereka juga tidak peduli tentang betapa berbedanya Minho dan aku. Mereka hanya melihat kami sebagai remaja normal, yang bersahabat karib. Dan itu keren.”

Sulli tidak bisa lama-lama menikmati kesenangannya. Perjalanan ke sekolah hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Mereka  tiba di sana dalam waktu singkat.

.

.

.

=============== TBC ===============

Fix… chapter 1.

Bagaimana Chingu ? Maaf ya kalau bahasanya belepotan… bayangkan saja aku sudah lama meninggalkan bangku SMA… sudah lupa bagaimana cara ngomong anak-anak SMA.

Harap tidak membosankan 🙂

Ayo dong kasih komentar…kritik kalau mau, supaya aku bisa memperbaikinya.

Annyeong 🙂

Advertisements

91 thoughts on “THE hunk NEXT door (1)

  1. awal cerita yang mengesankan.. sulli malesnya parah ini mah udah males akut wkwk
    Yaaaak CHOI MINHO kejam banget masa iya ngebangunin your bunny cem gitu harusnya pake kelembutan n kasih sayang
    ohya lupa sull pan males kaya kebo klo lagi bocan tuh wkwk

    gabakalan cinta bertepuk sebelah tangan kan?
    ditunggu kelanjutannya eonn
    jangan lama2 udah greget pen baca next chapnya hehe

  2. Serruuuu… Ohhh jd sulli eon dah suka duluan ea ma ming… Nah status hub minstal kn udah ketahuan… Tgl status sulli ma tetem yg blm mereka dah jd’n jg to blm

    D tunggu kelanjutannya eon 😃

    #FIGHTING 😉

  3. wahhhhh niat bget tuhhh min.pa banggunin sulli eonn..
    ada adaaa ajaa cra.y ….
    lcu pas bca part sulli eon tdur diatas kap WC…( #. ngkak sndri bca.y ..)
    wahhh krennn dehh pkok.y…
    ditunggu part 2 ya eonnnn..

    Fighting dehhhh buat kak dina..

  4. Sifat minsul bda bgt yah…

    Minppa jail bgt sma sulleon,tpi gpp biar sulleon mau brangkat skolah… Sulleon pnya rsa sma minppa.? Tpi,sulleon yeojachingunya taem kan.? Shrusnya minsul bersatu…. Huhu next jgn lma2

  5. ye….akhirnya chapt 1 dipost juga…!!!!
    menarik…!!!!keren…!!!menyenangkan….!!! dan terakhir, ff ini bikin aku ketawa….!!!!
    ternyata karakter sulli tidak seperti yg aku bayangkan. hehehehe 😀
    jadi rutinitas minho tiap hari itu joging dan membangunkan sulli? hhhh mungkin sedikit aneh jika minho yg harus membangunkan sulli. cara minho membangunkan sulli itu lho bikin aku ngakak. unik banget caranya! hahahaha: -D minho² kamu benar² unik dan lucu.
    next eonni!

  6. huaaaa kerennnnnn!!!!!!! :*
    owh jadi itu alasan sulli eonni nggak suka kesekolah ._.
    yang sabar eonni,persahabatan itu nggak mengenal perbedaan apapun kok 🙂 *halah >< XD

  7. iia tuh kebalik, harusnya yang susah bangun itukan minho bukannya sulli wkwkwwkkaa .. wwaa tapi kasian urii sulli, udah jadi siswa yang ga populer terus duluan jatuh cinta sama sahabatnya sendiri lagi .. huhuhu

  8. Annyeong… Ini cerita yg fresh dan ringan. Aku sangat suka cerita sma yg kemudian berlanjut ke dunia dewasa. Di sini Sulli yg menyimpan perasaan terlebih dahulu? Yah, memang wanita lebih mudah jatuh cinta. Aku pikir, minholah yg menyimpan perasaan lebih dulu.
    Jika Minho adalah kapten basket yg populer, maka Sulli adalah gadis kutu buku yg pintar? Atau kutu buku yg akan dibully oleh Krystal cheer leader yg populer bersama teman2nya?
    Dilihat dr awal part ini, sebenarnya konsep cerita sudah banyak yg memakainya, tp aku yakin Dinna eonnie punya jalan cerita yg berbeda dr yg lain. Sebenarnya aku cukup penasaran dengan peran Taemin nantinya. Apakah dia merupakan rival minho? Berpacaran dengan Sulli krn taruhan? Atau murni?
    Sorry eon, aku kebanyakan mengomentari. Aku hanya meluapkannya saja. Fighting!!!!

  9. Wahh.. sulli yang pertama menyimpan rasa suka ke minho, keren suka sama persahabatan mereka enaknya punya sahabat kaya minho :-),,penasaran sama peran peran yang lainnya 😀

  10. Sulli ternyata udah suka sama Minho, siapa yg ga suka coba kalo terus-terusan diperhatiin sama Minho…. aku juga mau kalo mesti dibangunin tiap pagi apalagi sama Minho ganteng… xixixixi…

  11. wah seru ni hubungan persahabatan mereka 😀
    andaikan gue punya sahabat kek minho 😀 pagi dibagunin,ditungguin dan berangkat sekolah bareng 😀
    suka…suka…suka ama ceritanya 😀

    • Numpang komen disini yaaa, hehe ngga bisa komen sih. Lucu banget persahabatan antara Minho dan Sulli 😀 Biasanya kan yang rajin cewe yang males cowo tapi ini kebalikannya. ah suka-suka 😀

  12. froggy n bunny??jiat jiat o sweet..kkkeeke persahabatan wanita dan pria..hmmm.. sulli naksir duluan sama minho. dan aku yakin sebenarnya minho juga ada rasa sama sulli..walaupun dia udah punya pacar ..hmmm

  13. Aigoooo sulli ternyata diam2 nyimpen perasaan sma minho..
    Kayanya enak juga pnya sahabat kaya minho tiap hari diperhatiin..

    Masih pengenalan ya ini, gmna sma cast2 yg lain penasaran..

  14. maaf ya kakak baru komen baru sempet baca.. emg udh lama bukanya..
    ff nya seru.. sifat sulli yang tolak belakang ma minho..
    seru banget apakah nanti persahabatan mereka berubah menjadi cinta..

  15. Apa mungkin yh choi minho jg memiliki perasaan yg sm terhadap sulli?
    Hmmm sulli benar2 mls bget hahahah. Tp ak senang lihat minho yg tdk pernah menyerah terhadp sulli.

  16. Annyeonghaseyo Dina Eonni 🙂
    akhirnya balik lagi baca FF,hihi makhlum ank sekolh yah pasti tugas numpuk mana ulngn blm slasai lalu stress dtng melanda akibat bljr terus,jd untuk ngilangin stres kali ini yaitu baca FF.#CURHAT :D:D hmm FF ini sdh Tamat kan??? Hiihhii memng itu jg yg sy tunggu,supaya nnti baca ff.y nggk nunggu2 part slnjut.y hihi itu alasan utama sy eonni baru mw baca ff ini,hmm tapi trnyata ff ini smpai part 28,lumayan panjang.But it’s okay.I keep read and leave my coment :):D.
    Ok awal.y yg baik,ff ini buat sy cukup penasarn untuk baca ff slnjut.y.uwwaa My beloved bias,trnyata d sini kalian sdh shbatan lama,penasarn ap nanti yg trjdi d klimaks ff ini.ok sy lnjut part 2 yahh eonni 🙂

  17. Wihh ceritanya saya sukaaa
    Cerita sma kerenn nihh
    Sayaangnya mereka sahabatan
    Minho pacaran sama krystal?
    Duduh apa ya yg bakal terjadi dengan kisah merekaaa😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s