THE hunk NEXT door (2)

The Hunk Next Door

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Hari Pertama Sekolah

.

.

SMA Galaxy

“Ini Minho !”

Teriak seseorang, saat Minho dan Sulli baru turun dari bis.

Entah dari mana, dalam sekejap Minho dikelilingi oleh kerumunan orang… seperti biasa. Dan Sulli ditinggalkan sendirian.

Sulli menghela napas dan berjalan melewati mereka.

“ Minho tidak akan melihatku. Tidak dengan jumlah orang yang mengerubungi dan berusaha mendapatkan perhatiannya. Selalu seperti ini setiap tahunnya. Aku sudah terbiasa. Setelah tidak melihat Minho selama liburan musim panas, orang-orang di sekolah merindukannya, dan ketika sekolah dimulai, mereka menjadi liar dan tidak bisa mengendalikan diri di saat melihatnya lagi. Aku tidak mengerti pikiran mereka. Dan aku tidak berniat untuk memahaminya . Tapi sangat sulit untuk tidak merasa terganggu dengan kelakuan mereka. Maksudku ia bukan seorang selebriti. Dia hanyalah seorang manusia… laki-laki biasa juga! Tapi mereka tidak bisa melihat itu. Yang mereka semua lihat adalah seberapa populer Minho. Mereka bahkan tidak mengenalnya. Mereka tidak tahu apa-apa tentang dia. Mereka tidak peduli karena mereka sudah menyukai apa yang mereka lihat. “

Sulli mengerang. Kepalanya terasa pusing setiap kali mencoba untuk memahami mengapa mereka seperti itu. Sulli bahkan tidak tahu mengapa harus mencoba memikirkan mereka. Tapi dia menduga setiap orang memiliki perbedaan yang unik.

“Hei, Sulli” seru Ji Young, sahabat yang dimilikinya di sekolah… selain Minho.

Sulli menoleh dan melihat Ji Young berjalan ke sampingnya. Kulitnya begitu cantik – menjadi setengah Korea dan setengah China menjadikan Ji Young begitu berbeda dari yang lainnya. . Dia memiliki rambut cokelat panjang agak bergelombang dan mata kehitaman . Dia tampak benar-benar bersemangat.

Sulli tersenyum padanya. Dan dia tersenyum membalas .

Mereka berjalan berdampingan sampai ke loker mereka. Sulli merasa seperti harus menyeret kakinya saat memasuki gedung sekolahnya, tapi tidak ada alasan baginya untuk kembali sekarang .

Ji Young terus bercerita kepada Sulli tentang bagaimana dia bersenang-senang di China selama musim panas. Sulli lebih sering mendengarkan apa yang ia katakan tapi sulit untuk tetap fokus. Dia hanya menganggukkan kepalanya tetapi pikirannya ada di seberang lorong, di mana loker Minho berada.

” Jadi. . . ” Ji Young memulai sambil menunggu Sulli menempatkan buku-bukunya di loker ,

” Bagaimana musim panasmu dengan sahabatmu itu ? Apakah menyenangkan?”

Sulli tidak mengerti mengapa sahabatnya membelokkan percakapan dan  tertarik dengan petualangan liburannya … cerita liburannya dengan Minho. Ji Young adalah satu-satunya yang tahu bagaimana perasaan Sulli yang sebenarnya kepada Minho.

Tentu saja Sulli tidak mengatakan terang-terangan bahwa dia telah jatuh cinta pada sahabatnya itu.
Kejadiannya adalah serba kebetulan, waktu itu Ji Young sedang bermain di rumah Sulli, dia melihat bagaimana Minho dan Sulli terlihat sangat dekat satu sama lain tanpa gangguan dari teman-teman setimnya. Dia mengamati bagaimana Sulli bersikap di dekat Minho, dan ia dengan cepat menyimpulkan bahwa Sulli menyukai Minho. Sulli sendiri waktu itu berusaha menyangkal tuduhannya itu.

“Bagaimana kau bisa tahu jika aku menyukai Minho hanya dengan mengamati tindakanku? Oke, itu pertanyaan bodoh. Sepanjang ingatanku, aku dekat dengan Minho sejak kami masih ingusan, kau tidak bisa menyimpulkan perasaanku dari apa yang kau lihat . “

Tentu saja itu penyangkalan yang lemah, karena diam-diam hatinya mengakui hal tersebut.

Tetapi walaupun sudah dijelaskan Ji Young tetap pada kesimpulannya. Mungkin karena dia berfikir bahwa tak ada seorang pun cewek di sekolah yang tidak akan jatuh cinta kepada daya tarik Minho. Dan sejak itu Sulli bisa mengingat kebiasaan Ji Young di sekolah, apabila dia melihat Minho bersama-sama Krystal, pacarnya itu, dia akan berkata dengan cara berbisik-bisik pada Sulli kalau sedang membicarakan Minho. seolah takut kalau apa yang akan mereka bicarakan akan didengar Krystal, dan bintang cheerleader itu akan melukai sahabatnya.

“ Well, Sulli…?”

“Jika kau menganggap dipaksa bangun pagi-pagi dan bukan bersenang-senang di tempat tidur , itu hal yang menyenangkan, ” Sulli mengangkat bahu tak acuh , “ Maka… ya, musim panas dengan sahabatku itu benar-benar menyenangkan.”

“ Ooooh. Kau terdengar begitu sinis . Kau pasti sangat menderita. “

Ji Young memperlihatkan senyum sedih. Ia sudah sering melihat Sulli mengantuk di kelas karena dibangunkan terlalu pagi oleh Minho. Dan bangun pagi di saat lliburan, pasti sangat tidak menyenangkan buat siapapun.

“Kau berbicara sinis kepadaku,” katanya kemudian. “Kau tahu itu ?”

“Ya. Aku tahu itu.” Sulli mendesah. “. Ya, aku minta maaf, Ji Young”

Sulli menutup pintu lokernya dengan sentakkan kuat. Menunggu beberapa detik sebelum melanjutkan,

“Well, Aku memang bersenang-senang …serius. Aku selalu merasakannya setiap kali aku dengan dia. Hanya saja, musim panas ini terasa berbeda seperti kembali ke masa lalu… sebelum kami SMA . Itu menyenangkan … sebenarnya liburanku kegiatannya hanya biasa saja tak ada yang istimewa, tapi…. “

Sulli tidak menyadari dirinya tersenyum membayangkan liburan musim panas yang dihabiskan di daerah Jeju, di rumah nenek Minho. Ji Young melihat itu, dia tersenyum pada Sulli untuk waktu yang lama, walaupun dia tidak mengerti apa yang membuat sahabatnya tersenyum seperti orang setengah bermimpi.

Lamunan Sulli terpecah ketika mendengar suara yang begitu dikenalnya di sekitar tempat itu.

Sulli menoleh dan melirik Minho yang ada di lorong loker, tidak jauh dari tempat mereka berdiri . Dia sekarang  dengan teman-teman satu timnya, Onew dan Jjong. Tidak lagi dikelilingi penggemar-penggemarnya. Tanpa sengaja mata mereka bertemu dan Minho menyeringai lebar ke arahnya . Sulli menjulurkan lidahnya kepadanya seperti anak kecil. Melihat itu  tawa Minho meledak , membuat Onew menatapnya penuh dengan rasa ingin tahu , sementara Jjong melirik ke arah Sulli yang buru-buru berbalik menghadap ke arah Ji Young lagi. Dia terkejut dengan reaksi Jonghyun yang menatapnya dengan sorot mata tajam dan terlihat tidak senang. Sulli berpura-pura asyik mengobrol dengan Ji Young.

Tak berapa lama Krystal datang , berjalan dengan melenggang melewati Sulli dan Ji Young, dan bergabung dengan Minho dan kawan-kawannya.

“Tentu saja, Krystal adalah pacarnya … dia akan berada di dekat Minho. Jadi, dia akan berada di sini, cepat atau lambat.”

Dengan ekor matanya Sulli mencuri-curi pandang padanya, bertanya-tanya berapa banyak perubahan Krystal  setelah musim panas. Dan Sulli terkejut dengan perubahannya yang fantastis. Kulit Krystal tampak agak coklat, ia bisa bertaruh mungkin karena dia menghabiskan musim panasnya dengan berjemur di pantai. Tetapi penampilannya menjadi begitu menarik. Rambutnya yang menjadi ikal, dibiarkan terurai dan membuatnya terlihat lebih dewasa dari biasanya. Dia mengenakan rok sekolah yang mini dengan atasan yang cukup ketat , dan sepatu ketsnya yang berwarna oranye menyala terlihat mencolok. Seperti biasa, dia terlihat menakjubkan bagi Sulli. Sangat serasi berdampinan dengan Choi Minho yang tampan.

Nice.

Minho yang melihat Krystal berjalan ke arahnya, berhenti tertawa tapi ia meninggalkan seringai di wajahnya untuk Sulli. Ketika Krystal berada cukup dekat, Minho mencondongkan tubuhnya dan mencium pipinya sebagai sapaan. . . ! Tapi tanpa malu-malu dia membalasnya dengan mencium bibir Minho di depan dua sahabatnya. Ciuman yang hot !

Sulli Pov.

Detak jantungku rasanya bertambah cepat. Tiba-tiba aku sulit untuk bernapas. Ugh, rasanya seperti… udara itu disedot keluar dari paru-paruku.

Krystal mencium Minho di depanku … di koridor !!! Dan bukan hanya itu yang membuatku kesal. Dia memicingkan mata kanannya dan melirik padaku seolah ingin memeriksa apakah aku sedang melihat mereka, sementara dia mencium Minho!

Apakah yang ada di pikirannya? Mengapa dia melakukan itu ? Apakah dia ketakutan Minho memperhatikan kami ? apakah dia marah karena Minho tertawa ke arah kami ?

Well, memang satu sekolah tahu kalau aku dan Minho bersahabat. Pastinya Krystal mengetahui itu juga.
Sangat jelas di mataku kalau Krystal memang sengaja melakukan itu di depanku. Terlebih lagi, ia melakukannya untuk memprovokasi aku dan menunjukkan pada seluruh sekolah bahwa Minho itu miliknya.

Kulihat Minho terkejut dengan tindakan Krystal .. sudah jelas , aku melihat itu di matanya .

Lucu, bukan?

Seharusnya dia gembira dengan kejutan manis pacarnya itu.

Tetapi kupikir Minho bukanlah tipe orang yang suka membuat “pertunjukkan” seperti itu, untuk hal-hal pribadi dia lebih suka menyimpannya untuk diri sendiri. Bersama-sama dengannya dalam waktu yang begitu lama membuatku bisa membaca perubahan raut muka Minho, walaupun dia berusaha menyembunyikannya. Aku bisa melihat matanya yang sedikit terbelalak, dan melihat matanya itu saat dia memaksa dirinya untuk tetap berlaku sopan dengan membiarkan Krystal melakukannya .

Memang tidak mudah menilai prilaku seseorang yang tidak begitu dekat, maksudku . memahami dan membaca gesture seseorang itu dibutuhkan banyak latihan agar bisa membaca sesuatu yang disembunyikan di balik raut muka seseorang dengan tepat, bukan ? Tapi aku yakin, ketika berciuman itu Minho merasa tidak nyaman.

Itu saja !!

Samar-samar aku mendengar bel.

Ji Young mencengkram tanganku dan menarikku untuk meninggalkan tempat itu.

Wow.

Hari ini , aku mulai terbiasa dengan kelakuan orang-orang yang dengan tiba-tiba meraih tanganku dan  menarikku pergi  . Minho melakukannya tadi pagi saat kami mengejar bis. Dan sekarang Ji Young…

Hufh !!

Jujur, orang-orang terasa bereaksi begitu berlebihan pada hari pertama sekolah.

Seakan mereka dikejar dan mengejar sesuatu.

Benar-benar hebat  !

Sekolah baru saja dimulai dan aku harus mulai membiasakan diri dengan semua suasana ini lagi. Hari pertama sekolah menurutku akan ikut menentukan bagaimana hari-hari selanjutnya akan kuhabiskan  .

Aku melihat Minho dan Krystal masih asyik berciuman saat aku berjalan menyusuri lorong dengan Ji Young yang masih menggenggam tanganku. Yang terakhir, sebelum berbelok  aku lihat  Minho dengan lembut mendorong Krystal menjauh dari wajahnya.

Ahh…. Itu benar-benar manis.

Ya, itu adalah hal paling manis yang dia lakukan hari ini, kurasa.

End of Pov.

.

.

.

Minho matanya mengikuti kepergian Sulli sampai gadis itu menghilang di belokan. Kemudian dia mengalihkan perhatiannya kembali kepada Jjong dan Onew yang sedang berbicara dengan Krystal.

“Sampai jumpa di jam berikutnya, Minho,” kata Onew padanya, saat ia mengambil sebuah buku tebal dari lokernya.

“Aku sekarang mengikuti kelas Mr. Kim untuk jam pertamaku. Hei, Jjong, katakan padaku pelajaran apa yang kau dapat untuk jam pertama ? “

Jjong mencibir ke arah Onew. ” Bahasa Korea,” katanya.

Minho terkikik.

“ Bahasa Korea adalah pelajaran yang benar-benar keren. Mrs Jeong membiarkan kita melakukan apa pun yang kita inginkan selama kelasnya berlangsung, selama kita tidak meninggalkan ruang kelas. Dia seorang yang sangat pengertian dengan siswanya… bagaimanapun kau bisa melakukan banyak hal tanpa meninggalkan kelas. “ kata Minho

“Apa?” Onew bertanya , tak percaya.

Dia meraih jadwal Jjong dan menatapnya untuk waktu yang lama. “Mengagumkan , kau sungguh beruntung chingu ,” gerutunya.

Setelah itu, dia berangkat ke kelasnya, cemberut.

Jjong dan Minho saling berpandangan geli.

“Aku harus ke kelasku juga,” kata Jonghyun sambil menepuk pundak Minho dan melihat tajam dari Minho ke Krystal.

Dengan bersenandung Jjong meninggalkan lokernya. Ketika dia sudah tak terlihat, Minho menarik nafas panjang, mengangkat alisnya dan berbalik menatap Krystal . Matanya meminta penjelasan atas kelakuannya tadi .

“Apa?” Tanya Krystal, cemberut. Kemudian, dia memutar matanya. “Oh, baik . Kurasa aku sangat merindukanmu sehingga aku tidak bisa menahan diri untuk menciummu. “

Krystal mengangkat bahu, sementara Minho mendengus.

“Ya, tentu saja.” Kata Minho datar, karena dia merasa bukan itu alasan Krystal yang sebenarnya.

“Aku sungguh-sungguh !” Kata Krystal marah, matanya melebar.

“Bukankah kau juga merindukanku?”

“Tentu saja ,” kata Minho secara otomatis, namun kemudian mengerutkan kening sedikit.

“ Kok, kenapa aku merasa aneh saat mengatakan itu ? Aku tidak tahu, tapi kupikir aku tidak merindukannya sama sekali. Itu tampaknya kejam kalau aku tak merindukan pacarku, tapi itu yang sebenarnya. Selama liburan kemarin aku tidak bertemu dengannya, tetapi aku sama sekali tidak merindukannya. Aneh…ada apa denganku ?“

Ingatan Minho melayang pada masa-masa liburan kemarin. Dia menghabiskan liburannya dengan Sulli seperti ketika mereka masih anak-anak… lepas dari semua beban masalah. Mereka belum pernah lagi seperti itu … sudah begitu lama. Dan rasanya benar-benar menyenangkan. Semua yang mereka lakukan sangat menyenangkan. Bangun pagi dan naik sepeda ke taman terdekat. Kadang-kadang, menyaksikan matahari terbit dari pantai Jeju yang masih perawan. Selama sisa hari itu, mereka menonton film terbaru yang mereka download dari internet , sambil makan makanan ringan. Atau mereka menyewa film-film lama dari toko video. Terkadang membantu neneknya Minho menyiapkan makan malam. Banyak resep-resep aneh mereka coba, dan hasilnya selalu membuat mereka tetawa. Walaupun terkadang ada juga resep yang membuat mereka berpuas diri. Dan kemudian untuk sisa malamnya, mereka habiskan dengan membicarakan tentang film yang telah disaksikan. Itu berulang setiap hari seolah menjadi ritual yang wajib mereka lakukan.

Saat kembali ke Seoul sepanjang siang dan sore mereka berkeliling ke tempat-tempat yang seru, makan jajanan di pinggir jalan, berkunjung ke perpustakaan, musium, dan taman bermain. Sisa harinya mereka gunakan untuk berbicara sampai larut dengan menggunakan interkom melalui kaca jendela kamarnya masing-masing. Masa-masa liburan yang tak membosankan dan tak akan terlupakan. Tanpa aturan, lepas, bebas !!

Namun bagi jiwa Minho yang bebas dan petualang, itulah hidup yang benar-benar hidup!

Krystal bukan tipe orang yang bisa diajak bersenang-senang seperti itu. Minho tahu persis kalau hidup Krystal dihabiskan dengan menonton berita gosip di depan TV, membaca berita artis terbaru yang ditemukan pada setiap majalah yang dibelinya. Dia hanya mendengarkan Super Junior, 2 PM, Justin Bieber dan OneD.

Minho bahkan tidak bisa mengerti apa yang menarik pada mereka , band boy itu, tetapi hampir semua gadis yang dikenalnya akan meneteskan air liur kalau melihat mereka. Mungkin karena penampilan mereka yang kata gadis-gadis itu “HOT” . Dan Minho hampir yakin, kalaupun Krystal ituadalah cowok, dia berani bertaruh bahwa dirinya tetap akan memuja-muja boy band itu seperti seorang gay. Ups !!

Minho tersenyum sendiri membayangkannya, namun kembali tersadar ketika Krystal membalas senyumnya dengan memberinya senyum lebar.

“Sudah waktunya kita ke kelas Bahasa Inggris ,” katanya dengan senyuman menggoda.

“ Tapi Krystal memang manis kalau sudah begini.” pikirnya

“Sebaiknya kita pergi, kalau begitu,” kata Minho, sedikit menyentuh dagunya sejenak.

Setelah mengucapkan kata terakhir itu, mereka mulai berjalan, berpegangan tangan. Beberapa orang-orang yang masih ada di lorong menatap mereka tanpa berkedip. Tapi pemandangan seperti itu bukan hal aneh sejak enam bulan lalu hubungan Minho dan Krystal menyebar di sekolah. Kapten tim basket sekolah berpacaran dengan ketua cheer leader, itu bukan hal yang harus dipertanyakan.

“ Sebagian besar siswa sudah berada di kelas mereka. Memang lebih baik seperti itu. Tidak mudah untuk membalas sapaan semua orang pada waktu yang sama. Tetapi aku tak bisa mengabaikan mereka begitu saja, tentu.”

“Hai , Minho!”

“Yo, Minho!”

“Anyeong Oppa .”

” Bagaimana kabarmu, Chingu ?”

Minho membalas sapaan mereka secara bergantian. Dia tidak bisa mengabaikan mereka begitu saja. Bukan sifatnya, mengabaikan keramahan dan perhatian orang kepadanya. Sambil berusaha tetap senyum, matanya melirik gadis di sebelahnya yang terlihat menebar senyum juga kepada siapapun yang menyapa mereka. Krystal menikmati saat menjadi pusat perhatian… Minho tahu itu, tapi dia juga tahu kadang-kadang Krystal  merasakan kekesalan seperti dirinya juga , walaupun dia tidak menunjukkannya.

Akhirnya mereka berhasil mencapai kelas Bahasa Inggris. Mereka duduk bersebelahan , di baris keempat. Guru mereka, Mrs. Kang Hyo Jin, terlambat. Itulah sebabnya ketika guru yang berpenampilan seksi itersebut masuk, dia tidak mendapatkan perhatian penuh dari kelas.  Mrs. Kang sudah menyimpan tasnya di meja dan bersedekap di depan kelas, para siswa masih asyik melanjutkan kegiatannya… mengobrol…berbagi cerita liburan. Kemudian dia bertepuk tangan untuk menghentikan kebisingan di dalam kelas.

Setelah beberapa menit, kelas akhirnya bisa dikendalikannya . Setelah memperkenalkan diri dan menguraikan tentang materi pelajaran yang akan diberikan selama satu semester, dia mulai dengan materi bahasan yang pertama.  Dan pada saat itulah kebosanan mulai dirasakan Minho. Namun dia berusaha memusatkan perhatiannya pada materi yang disampaikan. Mrs. Kang terkenal karena “ceramahnya” yang panjang lebar, walaupun toleransinya cukup tinggi terhadap siswa yang mengantuk  . Hanya saja memulai hari pertama dengan mendengarkan perkenalan dan uraian teori yang membosankan tentu saja bukan hal yang diinginkan Minho.

Kelas ini membuat aku ingin memperpanjang masa liburanku.” pikirnya.

Tiba-tiba, Minho tersentak dan sadar, merasa geli degan pemikirannya sendiri.

“Oh, aigoo . Aku tiba-tiba berubah menjadi si Bunny. ! Ha ha ha. . .”

Minho tersenyum sendiri membayangkan bagaimana pagi tadi dia menceramahi sahabatnya tentang kemalasannya memulai hari pertama mereka. Kemalasan yang sekarang merayapi otak dan hatinya dengan diam-diam. Tiba-tiba ia membayangkan keadaan Sulli sekarang

“ Kelas apakah yang diambil Si Bunny ? Apakah dia merasakan kebosanan sepertiku juga ? Aku bisa membayangkan dia terkantuk-kantuk di bangkunya yang paling sudut. Atau bila gurunya killer, dia pasti melipat wajahnya dengan menarik dagunya ke bawah. Dan kalau gurunya beruntung, pasti akan melihat telinganya mencuat seperti antena… telinga kelinci”

Memikirkan itu Minho tersenyum.

Krystal, yang duduk di sampingnya, rupanya melihat kelakuan Minho yang senyum-senyum sendiri. Kemudian dia melemparkan buku catatannya membuat Minho menoleh,

“ Memikirkanku?” mulutnya berkata tanpa suara

Minho perlahan-lahan mengangkat alisnya dan dengan ringan menggelengkan kepala, memberinya senyuman memikat. Bibir Krystal segera turun, cemberut. Setelah itu, dia menulis sesuatu dan melemparkan gulungan kertas kusut itu ke arahnya. Minho membukanya dan berpaling padanya. Begitu mata mereka bersitatap, keduanya tanpa sadar tertawa begitu keras, membuat Mrs. Kang melihat ke arah keduanya dengan mata tajam.

“Do you have problem?” Tanya Mrs. Kang dalam bahasa Inggris, mengarah kepada Krystal dan Minho.

Krystal dan Minho saling melirik dan menjawab,

“No .”

Mrs. Kang kembali menulis di papan tulis. Minho merasa jantungnya berdenyut kencang, darahnya mengalir deras dalam dirinya.

“ Paboya ! Ini mengejutkanku …. betapa aku merindukan ini. Krystal selalu berhasil membuat kejutan . Tapi aku sadar bahwa aku tidak jatuh cinta pada Krystal atau pada apa pun dalam dirinya. Aku memang tertarik padanya karena pembawaannya sebagai “cheerleader yang lincah” . Aku suka keceriaan Krystal, bukan mencintainya. Kami sangat cocok. Dia sangat menarik dan penuh harga diri, sementara aku pun sama. Aku mungkin tampak egois dengan pemikiran itu, tapi aku baru menyadari apa yang aku lihat dan rasakan ini. Bahwa selama ini, aku suka bersama Krystal karena keceriaannya menularkan semangat dalam diriku. Tetapi itu bukan cinta yang kucari. Bukan sama sekali !!”

Minho bergumul dengan perasaannya sendiri. Ia baru menyadari bentuk perasaannya pada Krystal selama ini. Hubungan mereka sudah berjalan satu semester lebih , dan sialnya, ia membutuhkan waktu selama itu untuk memahami perasaan yang sebenarnya pada Krystal. Sungguh waktu yang tidak sedikit. Dan yang lebih gawatnya, dia sudah melalui waktu-waktu itu dengan banyak hal yang sebenarnya sia-sia. Ya, waktu dan perbuatan yang sia-sia !!

Enam bulan yang dilewatinya dengan Krystal menyenangkan memang tetapi dia merasa semua seperti melayang di permukaan. Seperti minum air soda di bawah terik matahari. Menyegarkan… tetapi hanya sampai di situ saja.

Tanpa disadarinya, Minho benar-benar tenggelam dengan pikirannya sendiri. Tidak seperti biasanya, ia menjadi pendiam dan terlihat duduk dengan gelisah.

“ Bagaimana aku menyampaikan hal ini pada Krystal ? Apakah aku harus menundanya sampai akhir tahun, dan menyudahi hubungan kami di saat kami akan sama-sama berpisah untuk kuliah ? Ataukah aku harus menyudahinya begitu saja sekarang ? Ah, ayolah Minho… tak ada alasan apapun bagimu untuk menyudahi hubungan ini. Kryst tak melakukan kesalahan… dan tentu akan sangat menggelikan kalau kami putus setelah liburan panjang dan tak pernah bertemu, bukan ? Lagipula… keberadaan Krystal sebagai pacarku, sedikit banyak telah melindungiku dari serbuan cewek-cewek di sekolah ini. Mereka bisa menahan diri karena tahu aku sudah memiliki pacar, dan tak tanggung-tanggung , pacarku adalah ketua Cheerleader sekolah kami. Tak ada yang bisa memandinginya Mungkin ada baiknya aku menunggu waktu yang lebih tepat….”

Bel berbunyi.

Akhirnya.

“Ini terasa begini lama ,” kata Minho sambil bangkit dari tempat duduk dan mengikuti Krystal.

“Sepertinya kau akan merindukanku sampai makan siang.”

Tiba-tiba Krystal berbalik dan berkata kepadanya, matanya bermain-main dengan indahnya.

“Aku tidak berpikir begitu,” kata Minho sambil menyeringai. “Kita kan masih memiliki kelas bersama-sama pada jam ketiga nanti .”

“Aku tahu,” jawabnya dengan angkuh dan percaya diri.

Ada rasa kecewa mendengar jawaban Minho yang tak acuh. Krystal menatap Minho dengan hati-hati.

“Kau akan makan siang denganku hari ini, bukan?”

Dia memberikan pertanyaan itu karena tahu Minho selalu duduk dengan Sulli setiap jam makan siang, kecuali ketika dia sedang duduk dengan anggota tim basket, atau dirinya.

“Tentu saja,” jawab Minho cepat , dan kemudian, dia mencium pipinya. “Ayo, aku akan mengantarmu ke kelasmu.”

Krystal menatap aneh, entah mengapa ia merasa Minho seperti ingin menyingkirkannya secepatnya?  Dia tidak seperti biasanya… gugup dan terburu-buru.

Kelas Sulli

Sulli duduk sambil menekuri buku yang terbuka lebar di hadapannya. Suara gurunya yang sedang membacakan uraian materi pelajaran berlalu begitu saja di telinganya.

Walaupun ia berusaha untuk konsentrasi, pikirannya kembali pada kejadian tadi , sesaat sebelum dia masuk ke kelasnya.

“ Oke. Suatu hal yang sangat aneh baru saja terjadi …semenit sebelum bel berbunyi. Seseorang berbicara kepadaku. Bukan orang biasa, dia adalah bocah yang sangat tampan . Bayangkan ada seorang pria tampan yang mengajakku bicara pada hari pertamaku sekolah !! Ini pasti sebagai pertanda akan terjadi sesuatu…entah itu pertanda baik atau pertanda buruk. Well, karena orangnya tampan… aku berharap itu adalah pertanda baik.”

Kelas pertamanya adalah Kelompok Sastra, Mr Sun Seoh yang sedang menerangkan materi menghentikan ucapannya saat ada ketukan di pintu. Dia berjalan menuju pintu dn bercakap-cakap dengan seseorang. Tidak berselang lama, dia kembali masuk tetapi ada seorang lelaki bertubuh tegap dan cukup tiggi mengikutinya. Setelah mendapatkan perhatian seluruh kelas, Mr. Sun memperkenalkannya sebagai  murid baru,.. dia adalah anak laki-laki yang tadi pagi menyapanya .

Sulli menatap anak laki-laki berpenampilan menarik itu tanpa berkedip. Rasanya sulit menerima kenyataan bahwa ada siswa berpenampilan menarik seperti itu masuk ke kelas “Kelompok Sastra” yang kebanyakan adalah anak biasa-biasa saja. Orang-orang dengan penampilan seperti itu seharusnya tidak tertarik dengan kelasnya. Dan yang membuatnya menahan nafas adalah saat menyadari bahwa dia tadi mengajaknya bicara dan bukan yang lain. Walaupun kemudian hatinya memutuskan bahwa itu adalah kebetulan karena dia anak baru.

“ Namanya Lee Taemin, dia pindahan dari Incheon. Tingginya mungkin sekitar 1.70-an lebih , dengan rambut dicat kecoklatan . Dia memiliki tubuh tegap proporsional yang bisa membuat gadis-gadis seusiaku suka berada di dekatnya. Aku begitu yakin bahwa orang baru itu akan segera menjadi bagian dari orang-orang populer di sekolah begitu ia meninggalkan kelas ini. Dan nantinya, si orang baru itu akan menunjukkan gigi taringnya di sekolah. Berjalan dengan pongah di antara murid-murid lain dan menguasai bangku-bangku di kantin yang posisinya menguntungkan. Ugh. bagus sekali ….Sekolah ini terus menambah orang-orang populer yang sombong sehingga banyak lagi yang bisa menyiksa kami, orang-orang tersisihkan. Hanya karena mereka menarik, tidak sepertiku”. Pikir Sulli tanpa daya.

=========TBC=========

Advertisements

81 thoughts on “THE hunk NEXT door (2)

  1. Dih apaan bngt lah krystal main cium minong aja di tempat umum gak malu apa di liatin siswa” yang masih ada di sekitar situ ck , iya lu ceeknya minong tapi gak main cium juga kali 😡😡 apalagi di situ ada sulli , lu mau bilang klo minong punya lu ? Jangan ngimpi deh lu krys buat memiliki minong selamanya 😏😏😏
    ah akhirnya minong sadar juga klo dia gak suka sma krystal , dia cuma suka krystal karna keceriannya bukan mencintainya wkwk 😏😏 karna minho oppa udh lama bngt sahabatan sma sulli jadi deh mikirin sulli mulu di kelas kekeke , kangen sulli oppa ? Haha
    oh ini ni anak pendatang yang baru yang akan merebut hatinya sulli dri minong , oppa lu punya saingan noh lee taemin siswa baru di kelas sulli yang akan mendapatkan hati sulli tapi sulli mungkin gak mencintainya wkwk , oppa klo gak cepetan jadi deh tu taemin oppa sama sulli 😧😧

  2. ohhh..minho baru menyadari perasaannya trhdap krystal disaat sulli bru brtemu dg taemin,
    daebak cerita’nya chingu..next chapter, hwaiting 😉

  3. Apa apaan krystal cium minho oppa kaya gtu!,minho oppa kok baru sadar sih padahal udh lama,penasaran saat sulli pertama kali bertemu taemin dan gimana nanti mereka pacaran next chapter nya ditunggu fighting!

  4. uuh jadi di part ini minho mulai menyadari perasaannya terhadap krsytal yang sebenernya bukan cinta. hmm apa minho udah sadar kalo cinta yg dicarinya ada pada gadis paling dekat dengannya? XD
    sulli sabar yak, badai pasti berlalu hehee
    lee taemin, laki-laki tampan yang menyapa sulli kkk~
    yaa semoga pertanda baik buat sulli XD

  5. selalu saja sifat krystal seperti itu kya dia memang cocok memerankan karakter seperti itu … yaaas knp bru skrng sadarnya ming…

  6. Wow jadi Ming gak bener” suka sama Kryst ya….hehehe
    masih bingung gimana perasaan Ming ke Ssul!!!!
    ya ampun Taem satu kelas sama Ssul kayaknya udah mulai nih kisah cinta TaeLi,,,Ming cemburu gak ya????
    oke next chapternya di tunggu…

  7. Wah kira2 Minho sukanya sama siapa yah? apa mungkin sama sahabat sejatinya alias Sulli? Taemin udah muncul nih bakalan jadi saingan Minho ga yah? Ayo Din lanjut chap berikutnya dong…

  8. Selalu krystal punya sifat begitu -_- minho kan sadar dia ga cinta krystal Knp msh pertahanin hubungannya T.T si taemin udah muncul pula wkwk

  9. Cie Minho sadar nih perasaan dia ke Krystal cuma sebatas itu. Sedangkan ke Sulli dia merasa ada yang spesial. Apakah Sulli nanti akan merubah tampilannya? Bukan apa-apa sih, emang sulli selalu cantik bagaimanapun penampilannya. Biar si minong tambah sadar aja kalau sebenarnya orang yang ia butuhkan sbg nafasnya ada \lah sulli. Next unnie 🙂

  10. cieee taemin kayaknya suka deh ama sulli dan gimana ya reaksi minhoklau tau taemin suka ama sully 😀 krystal egois bnget ya tp iya jugasih pastilah krystal cemburu msa pacarnya lebih dekat sama sahabatnya ketimbang dia
    pokoknya lanjut trus eon

  11. Yaelah apaan sih si krsytal itu bkin malu aja,, minho nya aja ga suka diperlakukan gitu..
    Kaya nya sulli harys sabar deh,,
    Eeh taemun udah muncul nih kura2 gmna ya cerita selanjutnya..

    Jadi minho sukanya sma siapa kalo bukan krsytal,, ya ampun pensaran

  12. sulli cemburu tu saat kristal cium minho..
    minho merasa g nyaman saat kristal mencium minho.. dan minho mulai sadar bahwa selama tak bertemu dgn kristal selama libur musim panas dia tak merindukan kristal sama sekali.. tapi dia menikmati liburan bersama sulli sahabatnya..

  13. Kristal pasti sengaja cium minho di dpn temen2nya..
    Minho cepatlah sadar, klw sulli itu suka sama kamu..
    Kalau kristal tinggalin aja..

  14. Hoo jadi minho sepertinya nyaman dengan sully daripada krystal
    Kenapa sudah pacaran baru menyadarinya?
    Jadi taemin adalah anak baru?
    Wihh sepertinya bakal ada persaingan diantara mereka berempaat
    Makin keren ceritanyaa eonnnii💞

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s