[Ficlet Series] Would You Care For Some Yogurt, My Majesty?

yogurt copy copySummary :

“Kami akan melakoni peran itu lagi ketika malam menyambangi, yaitu sang ratu yang arogan namun rapuh dan hambanya yang setia dan cerdas seperti tabib.”

Main Cast : Choi Sulli & SHINee’s Choi Minho
Rating : T
Genre : Fluff/Romance/Comedy

Lenght : 2200 w (vignette)

author :  dazdev

****
OOC (Out Of Character)
No Plots
Typo everywhere

Recomended song : Like I’m Gonna Lose You – Meghan Trainor ft John Legend
*****

A/N : terinspirasi dari yogurt yang kunikamti seorang diri tempo hari… *baver* silahkan sedot gan! ❤ (originally post at here)

Aku harus mengatakan ini kepada semua gadis di luar sana yang suka membantah perkataan ibu mereka, percayalah jangan lakukan itu lagi.

Sepekan lalu aku dan teman-temanku sepakat untuk pergi mendaki bukit dan mendirikan kemah di sana. Beberapa hari sebelumnya aku mempersiapkan baju-baju hangat, kaus kaki panda dan babi yang menggemaskan (aku ingin membuat Suzy iri), kantong tidur, dan kudapan manis sebanyak-banyaknya. Aku hanya berpikir untuk menyiapkan peralatan yang aku inginkan tanpa terbersit bahwa semestinya aku juga menyiapkan peralatan yang sangat kuperlukan : obat-obatan.

Aku tidak mendengarkan ibu yang berceloteh ketika itu, mengingatkanku untuk menyisipkan obat-obatan, balsam, masker, dan Minho ke dalam ranselku (Minho baik untuk kesehatanku dan ibuku sependapat akan hal itu). Hal terburuk yang telah kulewatkan hari itu adalah, aku tidak melakukannya.

Aku mengalami serangan diare tepat ketika menjelang jam tidur. Di tengah hutan. Di atas bukit. Tanpa obat-obatan.

Aku membuat semua gadis kelabakan. Bayangan Suzy yang memekik karena mendengar berita teman satu tendanya yang bernama Choi Sulli tengah terserang diare tak bisa lenyap dari ingatanku. Kejadian yang benar-benar memalukan.

Hal memalukan lainnya yang terjadi untuk terakhir kalinya di malam itu adalah, aku dipulangkan ke rumah secara tidak terhormat.

Ketika pagi menyambangi bumi, aku masih tidak beranjak dan terus berbaring di atas tempat tidurku yang empuk sembari memutar DVD . Aku juga melakukan yoga, berusaha meresapi rasa bosan yang mendera hingga ke tulang-belulang kemudian dengan tak sengaja membayangkan serunya teman-temanku menghabiskan waktu berkemah-ria sambil memanggang marshmallow dan membuat S’more dengan api unggun menyala-nyala sementara aku tidak ada di sana. Aku hanya bertambah stress karena yoga itu.

Aku merasa ini tidak adil, mengapa hanya diriku seorang yang terserang penyakit menjijikkan ini sementara yang lainnya tidak? Akan lebih baik jika bakteri-bakteri itu masuk ke seluruh tubuh kami dan kami terserang diare secara bersamaan, dengan begitu kami akan terbaring dan menyaksikan drama televisi tragis ini bersama-sama pula.

Aku benar-benar ingin menangis tepat sewaktu pintu kamarku berderit dan kepala seseorang menyembul masuk dari luar. Orang ini tersenyum padaku meski matanya tidak melakukan hal yang sama. Aku tahu ia tengah bersedih untukku dan aku ingin segera memeluk dan menangis dialam dekapannya.

“Minhooooo” rengekku seraya mengayun-ayunkan lengan seakan minta dibopong. Ia bahkan tertawa ketika aku sedang serius ingin bertingkah menjadi gadis 5 tahun yang kehilangan secangkir cokelat hangatnya. “Aku sungguh-sungguh merasa ingin mati sekarang!”

Minho datang menghampiri, merunduk, lalu memelukku yang masih berbaring. Aku tak berniat untuk berdiri apalagi duduk, karena diare ini bisa kambuh kapan saja. Setidaknya tetap berbaring kaku mampu menghambat penyakit itu menyerangku secara tiba-tiba.

“Menjauhlah. Aku sedang sakit.” Perlahan aku mendorongnya menjauh dan aku melihat kedua ujung alisnya nyaris bertemu di tengah.

“Diare tidak jangkit melalui pelukan, dear.”

Aku tahu itu. Hanya saja ia datang berkunjung saat jam istirahatnya dan aku tidak ingin membuat setelan kerjanya menjadi kusut dan jelek. “Jangan membantah! Terakhir kali aku membantah yang kudapatkan adalah diare.” Ancamku dan ia nampak menyerah soal itu. “Apa itu yang kau bawa?”

“Ah, ini dessert untukmu. Kau sudah makan?”

“Kurasa sebentar lagi. Sepertinya ibu sedang meyiapkan buburku di dapur, aku mencium aroma Dakjuk.

“Benarkah?” Leher Minho memanjang bak jerapah dan berusaha menghirup aroma yang kumaksud dengan mata terpejam. “Astaga baunya enak! Aku juga mau makan semangkuk. Semoga ibumu memasak banyak.”

Jangan bertanya soal apa makanan kesukaan pria ini. Segala makanan yang punya aroma sedap, punya banyak bumbu, dan porsinya banyak adalah kesukaannya. Mungkin di masa lalunya ia adalah pria tampan yang hidupnya melarat.

“Yang mulia… Izinkan hambamu ini menyuapi makan siang Yang mulia.” Pintanya lembut.

Aku membayangkan bagaimana ibu mengisi satu mangkuk penuh Dakjuk dengan potongan daun bawang dan daging ayam, namun ketika Minho menyajikannya untukku, yang tersisa hanyalah mangkuk, sendok, dan beberapa butir nasi. Aku menggeleng dengan buru-buru, mengenyahkan pemikiran liar tentang betapa rakusnya tunanganku yang tampan dan baik hati. “Tentu saja, hambaku. Lakukanlah dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesetiaan.”

Aku menjulurkan tangan bak ratu kerajaan lalu ia dengan lembut mengecup punggung tanganku. “Dan Cinta.” Sambungnya kemudian beranjak pergi ke dapur. Aw, Betapa manisnya hambaku!

Belum genap lima menit, ia kembali dengan Dakjuk utuh di kedua tangannya. Aku sempat menyesali caraku berburuk sangka pada selera makannya tetapi rasa penyesalanku enyah saat dia berkata, “Yang Mulia… biarkan hambamu ini mencicipi masakan dari koki kerajaan. Karena siapa tahu ada racun berbahaya di dalamnya.”

What The Hell, dear! Ibuku mungkin suka mengomel, tapi ia tak akan sudi menabur racun di atas bubur putrinya yang terserang diare. Aku menghela napas, “Aku ragu kau hanya akan mencicipinya.”

Ia tersenyum aneh, perpaduan antara tersipu malu dan hendak memprotes perkataanku. Ia bergegas menyuapkan sesendok kecil bubur ke mulutnya kemudian terpejam dengan penuh hikmat. “Daging ayamnya sangat empuk, baginda! Buburnya juga lembut dan rasanya kuahnya…”

“Eum, Minho…” Aku menyela, “Nampaknya bagindamu ini sudah kelaparan karena barusan aku mendengar suara bergemuruh dari perutku.”

Ia terkesiap, mata bulatnya membelalak sempurna. Ia mungkin tersipu malu tapi sejak dulu aku tidak pernah menyaksikan rona merah di wajahnya karena warna kulit Minho lumayan gelap kecokelatan. Ia duduk di tepi ranjang dan memintaku untuk melakukan hal yang sama, tapi aku beralasan aku bisa saja mengalami ‘kecelakaan’ jika mengubah posisi nyamanku dan ia mengerti. Minho mulai menyuapiku Dakjuk buatan ibu. Rasanya enak sekali tapi aku takut jika makan terlalu banyak maka semua gizinya akan hilang begitu saja saat diare melanda lagi. Tapi sejauh Minho menyuapiku perlahan, bakteri-bakteri dalam perutku seolah turut bahagia dan duduk manis di dalam sana tanpa membuat ulah menyakiti perutku lagi. Sudah kukatakan, Choi Minho baik untuk kesehatanku.

“Seharusnya kau tidak di sini.”

Ia mendongak, wajah bingungnya terlihat menggemaskan. “Apa yang salah dengan mengunjungi pacar sendiri?”

“Karena kau sedang bekerja, Minho. Kau bisa datang di lain waktu atau selepas kau bekerja. Kurang lebih setengah jam lagi jam istirahatmu akan berakhir dan kau tak punya waktu lagi untuk menyumpal perutmu dengan nasi. Aku tidak mau kau juga jadi ikut-ikutan sakit.”

Minho tersenyum, aku bisa membaca pikirannya, dia terenyuh. Kuharap begitu.

“Bukan masalah bagiku, dear. Aku rela menukarkan pekerjaanku demi semenit berada di sisi Choi Sulli yang sedang sakit dan terpuruk ini.” Ujarnya lalu mengusap-usap daguku seolah ingin menjinakkan serigala liar dan kurasa ia berhasil. Aku tidak mampu untuk sekedar mencubit pinggangnya dan memintanya untuk segera makan, karena kalau boleh jujur aku benar-benar ingin dia berada di kamarku hingga aku pulih seutuhnya. Aku tidak berani berkata-kata lagi. Aku takut ketika aku protes dan memintanya bergegas pergi untuk yang kedua kalinya maka ia akan benar-benar lenyap dari pandanganku.

Aku berusaha mengulum bubur lebih lama di dalam mulutku, mencegahnya melewati tenggorokan selagi mengulur waktu, tetapi perut serakahku menginginkan dakjuk lebih banyak, banyak, dan banyak hingga pada akhirnya mangkuk buburku tandas seketika.

Minho akan pergi padahal aku membutuhkannya sedikit lebih lama lagi. (Sedikit? Sungguh?)

“Gadis pintar. Tebak, kau bahkan tak menyisakan setetes kuah pun di mangkukmu.”

Aku mengernyit, meyakinkan diri bahwa Minho baru saja memujiku bukan menghina kerakusanku. “Lalu kau akan pergi sekarang?”

Ia tak menjawab, sibuk merogoh kantong belanja yang ia letakkan di atas meja nakas. Ketika ia membawa benda itu ke hadapan wajahku, aku ingin memekik tapi terlalu beresiko bagi perut rentanku. Aku yakin, mataku tengah berbinar ketika menatap sepasang mata bulatnya. “Yogurt?”

Ia mengangguk membenarkan, “Would you care for some yogurt, My Majesty?”

YAS! YAAASSSS!!

Aku terdiam sejenak, mengangkat dagu, dan memamerkan raut wajah angkuh nan terhormat ala ratu Elizabeth (Sayangnya aku tidak bisa duduk dan membusungkan dada), lalu menyahut dengan intonasi paling anggun dan berkuasa di saat yang bersamaan. “Ouh, Thank you. That’s a very kind of you.”

Kami tertawa bersamaan setelahnya, menikmati peran ratu dan hambanya yang setia.

Seperti sebelumnya, Minho mencicipi yogurt terlebih dahulu dengan alasan siapa saja bisa meletakkan racun di sana. Diam-diam ia mengambil banyak keuntungan dari peran hambanya dan ia kira aku tidak tahu itu.

“Rasa Strawberry, baginda.” Gumamnya yakin.

Ketika suapan pertama mampir di lidahku, aku jadi teringat musim panas yang akan segera berakhir. Ini bukan momen sempurna, berkemah di kaki bukit atau berjemur di tepi pantai memandangi burung camar bermanuver ria. Aku berbaring di tempat tidur, kondisi lemah, merenungkan segudang rencana berpiknik yang gagal dan kekasihku ada di sini, menyuapiku yogurt rasa strawberry. Apa yang lebih baik daripada momen ini? Melewati keterpurukan bersama orang yang kau kasihi di penghujung musim panas? Bahkan di kamarku sendiri!

“Bagindaku, tahukah kau manfaat yogurt bagi kesehatan baginda?”

Setahuku Yogurt baik untuk kulit. Aku kerap mengenakan yogurt sebagai masker dan sesekali menjilatinya secara diam-diam. “Baik untuk kecantikan?” Jawabku ragu.

“Benar sekali, baginda. Tapi yang paling terpenting bagi kondisi baginda sekarang ini adalah, yogurt baik bagi pencernaan.” Jelas Minho seraya menyuapi sendok kedua ke mulutku. “Bakteri baik  dalam yogurt dapat membantu pencernaan serta menjaga usus baginda agar tetap sehat.”

‘Kau seperti bakteri yang baik, Choi Minho. Ketika kau berada di sini, bakteri-bakteri jahat dan nakal dalam perutku merasa enggan untuk menyakitiku. Aku merasa jadi jauh lebih baik.’

Ia memberikan suapan ketiga, “Selain itu, yogurt juga sarat akan vitamin, protein, kalsium dan mineral penting lainnya. Yogurt juga mudah dicerna kebanding susu sehingga gizi yang hilang karena penyakit diare baginda dapat dengan mudah tergantikan olehnya.”

‘Kau juga serupa, Choi Minho. Kau menggantikan kesenanganku yang hilang akibat gagal berkemah dengan kesenangan baru. Kau mengambil alihnya dengan mudah, dengan hal menyenangkan yang sederhana, walau cintamu tak sesederhana itu.’

Aku lupa ini merupakan suapan yang keberapa kalinya, karena aku sibuk memperhatikan wajahnya yang sedikit berminyak namun aku melihatnya jauh lebih tampan dari siapa pun itu aktor yang memerankan iklan sabun wajah pria di televisi. “Tapi susu juga baik untuk kesehatan.” Komentarku.

“Yeah, tapi Yogurt lebih mudah dicerna ketimbang susu. Karena itu yogurt memungkinkan tubuh menyerap nutrisi 5 kali lebih baik.”

‘Berada di kamar kecilku yang hangat bersama kau yang rela melewatkan makan siangmu 5 kali jauh lebih baik ketimbang membuat s’more di depan perapian dan tidur satu tenda dengan Suzy.’

Ia berhenti menyuapiku dan aku menduga lagi-lagi aku menghabiskan sesuatu yang lezat dengan begitu gesitnya. Aku memandangi Minho seperti menyaksikan matahari yang akan tenggelam lantas hari yang cerah akan bergulir menjadi senja yang muram. Ia harus kembali bekerja.

Minho menyadari wajah anehku kemudian tertawa ganjil. Mungkin barusan aku terlihat seperti Donald bebek yang hendak bersungut-sungut ketimbang gadis manis yang tengah menikmati pemandangan matahari tenggelam. “Aku akan kembali saat makan malam dan membawakanmu yogurt lagi.” Ujarnya mencoba menghibur.

“Dan menyuapiku lagi?”

“Jika baginda menginginkan demikian.”

Kami akan melakoni peran itu lagi ketika malam menyambangi, sang ratu yang arogan namun rapuh dan hambanya yang setia dan cerdas seperti tabib. “Aku berharap malam lekas datang.”

“Aku juga.” Ujarnya sependapat seraya membenahi mangkuk dan gelas serta wadah yogurt yang bersih kandas olehku. Ia benar-benar akan pergi sesaat lagi! Aku mencengkram lengannya sebelum ia melangkah lebih jauh dan hilang dari pandanganku. Ia mengamatiku seakan berusaha mencari tahu apa yang telah ia lupakan.

“Mendekatlah, aku ingin menciummu.” Aku mengucapkannya dengan gugup disertai rasa mual. Sebelumnya, aku tidak pernah berkata selugas itu dan memintanya untuk mendekat ketika aku ingin menciumnya. Terlalu memalukan.

Minho tersenyum, merasa menang, dan merunduk di sisi ranjang. Aku berusaha meraih pemuda itu dan berpegangan pada lehernya, bahkan di jarak ini pun aku mampu menghirup aroma yogurt strawberry yang sempat ia cicipi. Aku menghilangkan jarak tipis di antara kami lalu meniupkan segumpalan angin ke dalam telinganya.

Minho mengernyit heran, kemudian aku berkata padanya, “Aku tidak bisa menciummu karena aku khawatir kau akan terjangkit. Tapi aku sudah menghembuskan banyak ciuman melalui telingamu, dan ciumanku sekarang berdiam di dalam kepalamu, kau tidak akan pernah melupakan aku sampai malam tiba dan kita akan makan yogurt bersama-sama lagi.”

Butuh dua detik baginya untuk mencerna kata-kata itu lalu tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Aku yakin ia tengah menertawakan diri sendiri yang terlanjur membayangkan ciuman mengerikan di siang bolong bersama Choi Sulli. “Oke, dear. aku sudah merasakan ciuman aroma yogurt ini sedang mengitari otakku. Berdoalah malam segera datang dan kita makan yogurt bersama lagi.”

Ketika ia beranjak dan nyaris melewati pintu aku berseru padanya, “Terima kasih sudah menjadi yogurtku hari ini!”

Lagi-lagi butuh dua detik baginya untuk mencerna ungkapanku kemudian aku sempat menambahkan, “Kau baik untuk kesehatanku seperti Yogurt. Aku merasa jauh lebih baik sekarang.”

Minho mematung setelah itu. Ia tidak merespon sama sekali bahkan tersenyum pun tidak. Sebelum aku sempat menambahkan penjelasan lagi ia lebih dulu menyela, “Terima kasih sudah menganggap hal kecil ini menjadi jauh lebih istimewa. Jika kau tidak sedang sakit, kau mungkin akan kuhujani dengan ciuman.”

Pipiku memanas sampai-sampai aku bisa memasak dakjuk tambahan di atas pipiku. “Hambaku. Kau tidak sepantasnya berkata kotor seperti itu.”

Ia hanya tergelak tanpa memohon maaf layaknya seorang hamba pada baginda ratunya. Ia sedang menertawaiku sebagai Choi Minho bukan sebagai hamba. Sedikit menyebalkan, tapi tawanya terlalu menggemaskan untuk dihentikan. Aku membiarkannya tertawa sembari berlalu meninggalkanku dan menghilang dari balik pintu tanpa mengucapkan selamat tinggal (Minho pernah mengatakan ia benci perpisahan maka ia jarang mengucapkan salam itu).

Well, aku pernah meminum susu terlalu banyak dan organ-organ di balik perutku rasanya benar-benar buruk. Mungkin demikian juga dengan yogurt, aku tidak semestinya memakan yogurt sepanjang waktu karena justru akan berdampak buruk bagi kesehatanku.

Choi Minho juga seperti itu, ia tidak semestinya berada di sisiku sepanjang waktu karena bagaimana pun ia tetap seorang laki-laki dan aku tidak dapat membayangkan hal buruk apa yang akan terjadi jika kami terus-menerus menempel satu sama lain. Aku membutuhkannya demi kesehatanku, namun terlalu sering menghabiskan waktu bersamanya tentu berbahaya pula bagiku. Choi Minho seperti yogurt bukan?

aku tidak sabar menanti sang malam tiba dan mendengarkan kata itu melantun dari bibirnya, “Would you care for some yogurt, My Majesty?”

.

.

.

Fin

.

.

Hola~

Maap ya kalo ficlet (sebenarnya ini vignette) ini ga semanis yang kemaren-kemaren soalnya aku lagi patah hati memikirkan Taehyung dan Namjoon yang sedang fanmeet di jakarta (ada yang ARMY di sini? Aku bukan army sih… tapi aku istri Rapmon dan V. /halah/)

DAN DAN DAN! Pagi ini aku baru aja buka IFK dan ff ku dipilih sebagai 7 ff terbaik! (aku hampir pingsan) judulnya Brain Juice/Jus Otak.

https://indofanfictkpop(.)wordpress(.)com/2015/09/11/4th-fanfiction-contest-jus-otak-dazdev/

ini adalah linknya, tinggal hapus tanda kurungnya ya.

aku benar2 butuh vote dari kalian untuk sekedar berkomentar (SUKA!!!) Di postingan itu, atau kalau mau kalian boleh menambahkan kritik dan saran. vote aku tertinggal jauh dari yg lain. aku benar2 butuh bantuan kalian. /bow/ trima kasih yg sudah bersedia melakukan vote…

So, mind to review?

salam minsulians! Xoxo

Advertisements

44 thoughts on “[Ficlet Series] Would You Care For Some Yogurt, My Majesty?

  1. Aduuuuhhhh ini sweet banget >\\< andai cowokku jg begitu yaaa waktu aku sakit *ngarep* hahaha

    Btw, aku army thor dan cintaku terhalang 3jt masa hahahaha aduuuuuhhhh taehyung gantengnya gabisa biasa waktu dibandara 😍😍😍😍😍

    • 3 Juta? datang ke fanmeet itu biayanya ampe 3 jt??? kamu stay di kota apa dear? aduh taehyung itu ga bisa digambarin tingkat kegantengannya. Kadang childish, pas diem bikin hati deg2 an. Kacau lah kalo jatuh cinta sama dia.

      • Lah kan tiketnya yg vvip itu 3jt :’) dan bodohnya aku baru tau klo bts mo ke indo stlh H-2 😥 *efek uda gak pernah update lg slm bbrp bln 😭😭😭 hwaaaa bapeeerrr aku…
        Akuuuu udaaaa kaaacauuu skg thor gegara satu pulau sama taehyung tp gabisa ktm 😭😭😭

  2. Abang sweet banget…
    makin manis kaya keju wkwk
    perhatiannya sama sulli gak kebayang yahh
    dia sayang dan cinta banget sama kekasihnya..
    kaapaan bikin ficlet yang sullinya udah nikah oenni…
    udah gak sabar nih nunggu yang selanjutnya..
    fighting yoo!! selamat atas kemenangannya 😀

  3. Oh so sweet banget dan romantis sekali minho sangat perhatian sekali sm sulli yg sedang sakit bahwa minho menyuapi sulli penuh dgn kasih sayang dan cinta

  4. Ya ampun….minsul sweet banget sih…omona…..aku bacanya aja iri apa lagi kalo liat aslinya… kkkk….😁
    ini bagus banget serius…q seneng bacanya…ayo bikin epilognya chingu…hhehe.. 😊

  5. Ehemm, pokoknya gaya pacarannya MinSull ala Dazdev mah bikin iriiiii, aaah mau lah disuapin pas sakit… ah mreka bkin iri, manis banget sii minho sama sulli, haha sullinya jg manja2 gmnaaa gitu. Eh mau donk baca ff kmu dev tp cast’nya siapa nih?

  6. Pingback: AUTHOR || Dazdev | Minsul Fanfics

  7. Ini dia, ff buatanmu pasti selalu punya ciri khas devinanya hehe, keren. Karakter sulli dsini konyol tapi gemesin juga, dan kau selalu bisa buat minsul indah pada waktunya dalam imajinasimu haha
    Hahaha apa banget deh ya ssul, mana ada diare nular karna berpelukan 😄 bisa bisa tagline teletubies lenyap kalo salah satu dr mreka kena diare trus gabisa berpelukan akhirnya haha
    Kalau baca ff buatanmu tu sesuatu dev, gimana ya unik, menarik beda dari yang lai n ciri khas devinanya tu ada banget, semangat terus ya buat bikin ff teruma minsul 😍 hwithingg ✊✊ and congrats buat terpilihnya ffmu masuk ke 7 ff terbaik, inspiratif banget deh kamu ni dev 😍

  8. Katakanlah Aku baper tapi jujur FF ini bikin aku meleleh. Yogurt mah kalah manisnya dari mereka berdua. Aku suka banget Dev ff nya campur aduk. Manis, kocaknya dapet, bapernya dapet, pokoknya kemesraan mereka berdua sampe dihati nih.
    Ehhh, selamat yah neng cantik atas terpilihnya ff mu masuk 7 besar. Wih, banganya luar biasa. Nanti aku bakalan vote deh. Tapi, bisa kamu kasih linknya? Biar aku bisa langsung vote. Semangat yah bebh ({}) :*

  9. Ooohhh…so sweeetttnya, mengalahkan yogurt..
    #apanya?? Manisnya..heheehe
    Mino bs aja yaa..tau bgaimna cra mnjinakkan serigala liarnya (?)
    Hahaaaha…
    Keren keren keren dah pkoknya ^_^
    #minsuljjang♥♥♥

    Chukhae buat saeng devina ats ffnya yg trpilih..
    Tetap semangaatt ya saeng,,,
    Eonni mndkungmu smoga saeng yg terbaik dari yang terbaik..
    Fightiiiing 😉

    • Iya oen, sweet kaya aku jugak. /Rajam/
      oenni… aku udah liat komentar oenni di ifk. Terima kasih byk oeeennn, oenni sampai repot2 baca ffnya juga. Wkwk. Skali lagi makasih oen.^^

      • Ne…masama saeng ^_^
        Enggak ko saeng, kn sbg raders mmbrikan aprsiasi sm pnulis (author), biar gk jdi siders
        #barter… ^_^

  10. Ooohhh…so sweeetttnya, mengalahkan yogurt..
    #apanya?? Manisnya..heheehe
    Mino bs aja yaa..tau bgaimna cra mnjinakkan serigala liarnya (?)
    Hahaaaha…
    Keren keren keren dah pkoknya ^_^
    #minsuljjang♥♥♥

    Chukhae buat saeng devina ats ffnya yg trpilih..
    Tetap semangaatt ya saeng,,,
    Eonni mndkungmu smoga saeng mnjadi yg terbaik dari yang terbaik..
    Fightiiiing 😉

  11. Udah berapa lama ya dhev?? Gak ketemu di ff buatan kamu? Haha Helloww dhev.. Masih inget kk? Hihihi
    Baperrrr banget dah kalo bayangin Minsul yang manisnya kebangetan kayak gini.. Minsul emang selalu sweet ihh.. Gak dimana-mana bikin iri tauuu haha
    Cuma karena yogurt doang bisa semanis ini? Sumpahh.. Gak bisa bayangin kalo ada moment yang lebih manis daripada sekedar yogurt.. Huffhh btw, yogurt memang the best lah! Buat Minsul dan buat gue jg pastinya haha *kebetulan yogurt is my favourite hehehe..*
    Heumm.. Iya deh ntar kk usahain buka link ff yang kamu buat yaaa.. Kayaknya seru tuh.. Anak Exo M kah cast nya? Tebakanku pasti Umin main cast nya ya.. Hihihi kamu kan love Umin forever hihihi
    okelah segini cuap-cuap nya.. Thanks dhev.. Fighting for ur next ff!!! 💞

  12. WAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH………………………….
    aku telat baca pdhal slalu aku tunggu loh #cusssss
    sulli bagaikan salju dan minho adalah sunlight jdi sulli bkl meleleh dan mencair klw ada bang ming,si bang ming so sweet bnget sih,sisanya ada nggak yah buat aku gitu ?? buat hayati yg iri krna kemesraan mreka ini,si sulli klakuannya kocak bnget,manja manja gimana gitu lucu aja byangin muka dia yg memelass kyak gitu,si bang ming juga pinter bnget buat aku meleleh (krna jujur sya meleleh bacanya)
    mana ada cuma peluk ama ciuman bklan nularin diare,aneh aneh aja sih
    next updates lebih cepet yah eon,slalu nungguin ff kamu
    tulisanmu itu keren bnget,punya ciri khasnya sendiri
    buat ff yg sad dong.yang angst kyak 5season pengen bnget mewe mewek krna bca ff,udah lama soalnya nggak kyak gitu
    mirrornya belum kelar kan ??? slesain juga yah,bner bner bkin baver tuh ff,nggak tamat-tamat jdi nggantung gitu critanya,drama seriesnya juga jgn lupa,kekonyolan kluarga itu pengen segera berlanjut
    congrats buat ff eonni yg msuk the best itu,pantes lah klw msuk kryamu emang keren koko,castnya siapa ??? bukan minsulnya ??? susah ddapet felnya klw bukan minsul tpi nanti coba baca deh dan aku vote krna kryamu patut di apresiasi
    udah panjang ah,capek ngetiknya dan intinya aku suka bnget karyamu eon jdi terus nulis yah buat ff minsul untuk para reader yg haus akan moment-moment minsul ini
    thanks for your updates and sory for my curcol
    BYE #SARANGHAEEONNI #LOVEMINSUL #LOVEMINSULLIANS

    • Kamu ini yaaaaaakkk… kalo komen ga pernah ga panjang. >,< aku jadi bingung mau balas panjang tapi pengen nulis apa… baydewe makasih ya udah baca dan komen. Utk ff yg ikutan lomba itu… kamu ga usah baca cuma komen pun gapapa. Wkwk. Skali lagi makasih yaaa xoxo

  13. Gillaaaa keren banget ahaha maniss manis banget.. Btw harus diare yah? XD Kepengen jadi Sulli ahah trus minhoonya diganti chanyeol.. I hope ahahah

  14. asiiiikkkkkk… keluarin ficlet lagi,,,
    kakak dev best pokoknya,
    ceritanya belum pernah ada yang kayak gini sebelumnya,
    unyuk banget kayak boneka teddy ungu yang aku gantung dikamar..
    sebenernya aku penggemar ficlet – ficlet kakak, tapi bisanya komen sekarang 😦 maapin aku yang selalu terlambat ini ya kak??
    semangat buat karya yang lain aku tunggu

  15. yuhhhuuuuu….!!!! ficlet series…!!! benar² keren Dan menyenangkan.
    sulli kenapa ucapan eomma kagak didengerin malah diabaikan? itu lupa apa melupa ya? kekeke :v oh diare kenapa kau datang disaat yg tdk tepat? kasihan baby sull…dia kagak bisa ikut kemah sama teman²nya. walaupun gk bisa ikut kemah Dan bersenang-senang. sulli masih bisa menikmati indahnya suasana rumah(kamar kecilnya) bersama sang tunangan. huhuhu itu jauh lebih indah menurutku. mereka benar² suksea bikin aku envy. kalau kaya’ gitu aku juga mau sakit. enak ya kalau sakit terus makannya disuapin sama bang minho.hhh stop dreaming Nita…#abaikan.
    waktu benar² cepat berlalu. gak kerasa kebersamaan minsul sudah habis karena dimakan waktu.

  16. Ouh, so sweeeet… oenni, please! Jangan buat aku tambah jatuh cinta sama sepasang kekasih ini. 😂
    Jangan buat aku tambah jatuh cinta sama bahasa oenni juga >< aku gak tau apa yang ada dipikiran minho saat itu. Tapi, dia pasti sangat bahagia. Hm…

    Ditunggu ficlet lainnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s