Dirty little Secret [Bab 10]

dirty-little-secret

Bab 10

And all I’ve tried to hide

It’s eating me apart.

Trace this life out.

 .

Minho harus menghentikan dirinya dari menggeram ketika tubuh Sulli tidak lagi kaku di dalam pelukannya dan tangan Sulli yang tadinya mau mendorong dadanya sudah naik untuk melingkari lehernya. Kuku-kukunya yang panjang mulai mencakar kulit kepalanya dan kalau saja rambutnya lebih panjang, dia tahu Sulli pasti sudah menjambaknya. Ya, dia selalu tahu bahwa Sulli likes it rough, dan dia tidak pernah ada masalah sama sekali dengan itu.

Detik selanjutnya Sulli sudah membalas ciumannya seganas dia menciumnya. Untuk beberapa menit, itu saja yang mereka lakukan. Mencium satu sama lain. Bibir dan lidah mereka seperti tahu apa yang harus dilakukan tanpa perlu diperintahkan oleh otak mereka, seakan-akan enam tahun yang memisahkan mereka tidak pernah terjadi. Ketika Sulli menggigit bibir bawahnya, Minho harus menarik napas dalam kalau tidak mau mempermalukan diri sendiri dengan pingsan di hadapan Sulli. Detak jantungnya sudah tidak karuan dan dia mengalami masalah mengontrol libidonya. Tapi dia harus mengontrolnya.

Perlahan-lahan dia menjauhkan wajahnya sedikit dari wajah Sulli untuk menatapnya dan mendapati Sulli kelihatan sama-sama kehilangan kontrol seperti dirinya. Pupil matanya lebih besar dari normal dan Sulli sedang menatapnya seperti ingin melahapnya. Tanpa bisa menahan diri lagi, dia sudah mengangkat tangannya untuk membelai wajah Sulli, dan Sulli mendekatkan keningnya hingga bertemu dengan bibirnya. Suatu tindakan yang sangat simple, tapi penuh dengan intiminasi dan pengertian yang membuat Minho ingin membawanya pulang sekarang juga dan meneruskan apa yang mereka sedang lakukan di atas tempat tidur. Di sudut pikirannya Minho sadar bahwa mereka sedang di tempat umum. Siapa saja bisa memergoki mereka dan kemungkinan bisa menyebabkan mereka ditangkap polisi, tapi itu tidak cukup untuk membuatnya berhenti. Tidak ada yang bisa membuatnya berhenti, biarpun api nereka menjilati kakinya sekalipun. Dan dengan ini dia kembali menyerang bibir Sulli.

Ketika dia sedang mencoba menarik lidah Sulli lebih dalam lagi ke dalam mulutnya, samar-samar dia mendengar suara anak kecil bertanya, “Eomma,,, apa yang sedang Eomma lakukan?”

Sulli langsung menarik lidahnya dari dalam mulut Minho dan tubuhnya kaku di dalam pelukannya. Dia kemudian menoleh ke dua anak kecil yang sekarang sedang menatap mereka dengan penuh keingintahuan. “Oh, shit,” ucap Sulli dan buru-buru mendorong Minho agar menjauhinya.

Namun Minho tidak bereaksi sama sekali. Tatapannya melekat pada dua anak kecil yang berdiri tidak jauh darinya. Dua anak kecil yang sangat mirip satu sama lain sehingga orang yang melihatnya tidak akan punya pikirain lain selain bahwa mereka kembar. Sepasang kembar yang mirip sekali dengan dirinya.

.

.

Shit, SHIT, SHIIIIIIIIITT!!!

Apa yang harus dia lakukan sekarang? Sulli mengalihkan perhatiannya dari kedua anaknya kepada Minho yang sekarang sedang menatap Yoogeun dan Sanee dengan mulut menganga, lalu Chanyeol yang menenteng ransel dan botol minuman Yoogeun dan Sanee dan terlihat bingung dengan kejadian yang ada di hadapannya. Dari ekspresi wajahnya, Sulli tahu bahwa Chanyeol sudah melihat semuanya dan sedang berusaha mencernanya.

Great. Just great. Andaikan saja bumi bisa terbuka pada saat itu dan menelannya. Rasa malu karena sudah tertangkap making-out di muka public tidak sebanding dengan rasa malu karena sudah tertangkap basah melakukannya di depan anak-anak dan pegawai Daddy. Oh, dear God. Mudah-mudahan Chanyeol tidak akan menceritakan kejadian ini kepada Daddy. Oh, lupakan Daddy!!! Penjelasan apa yang harus dia berikan kepada anak-anaknya?

“Eomma, dia siapa?” Tanya Yoogeun yang pelan-pelan berjalan ke arahnya. Wajahnya penuh keingintahuan. Sanee hanya satu langkah di belakangnya.

Oh, crap, crap, crap. Kalau saja ada tombol rewind yang bisa dia tekan pada saat ini, dia akan kembali ke dua minggu yang lalu dan memutuskan untuk tidak menghadiri acara amal, sumber bencana yang kini sedang dialaminya.

“Eomma?”

Suara Sanee membangunkannya dan buru-buru dia mendorong Minho dengan paksa dan melangkah mendekati anak-anaknya untuk memeluk mereka. “Halo, Sayang,” ucap Sulli sambil mencium kepala Sanee dan Yoogeun. Dia lalu berlutut di hadapan mereka dan dalam usaha mengalihkan perhatian mereka dari Minho, dia berkata, “Bisa tolong kalian naik duluan ke atas bersama Yeol ahjussi? Eomma masih ada urusan. Sebentar lagi Eomma menyusul.”

“Oke, tapi itu siapa, Eomma?” Yoogeun bertanya lagi, kini dengan nada sedikit ngotot. Tatapan Yoogeun terkunci kepada Minho dan Sulli bersumpah bahwa kalau diberikan cukup waktu, Yoogeun akan mengenali ayahnya. Dan kepanikan menyerangnya. “Dia teman Eomma,” ucap Sulli cepat dan segera bangun untuk menutupi Minho dari tatapan Yoogeun dengan tubuhnya.

“Pacar Eomma, ya?” Tanya Sanee.

“Bukan.”

“Tapi tadi aku lihat Eomma cium Uncle itu,” Sanee berkeras.

“Kim Sanee, berhenti menginterogasi Eomma!” geram Sulli.

Bukannya kelihatan takut dengan nada tinggi suaranya, untuk beberapa detik Sanee justru kelihatan bingung. Kemudian dia menoleh ke Yoogeun yang hanya mengangkat bahunya. Sebelum bertanya dengan polos, “Menggasi itu apa, Eomma?”

Dan Sulli mendapati dirinya mengalami masalah untuk bertahan kepada rasa kesalnya. Yang dia inginkan adalah tertawa terbahak-bahak karena Yoogeun tidak bisa mengucapkan kata

“Menginterogasi”. Tentu saja kata itu terlalu panjang dan sulit untuk anak berumur lima tahun. Merasakan tawanya akan meledak sebentar lagi kalau dia tetap menatap Sanee yang masih menunggu penjelasan darinya dengan sabar, dia mengalihkan perhatiannya ke Chanyeol dan berkata, “Yeolie, bisa tolong bawa anak-anak ke atas? Sebentar lagi saya nyusul.”

Untungnya Chanyeol sudah sadar dari kebingungannya dan segera berkata, “Ayo, Tuan Sanee, Tuan Yoogeun, ahjussi antar ke atas,” sambil menggandeng Yoogeun dan Sanee dengan sedikit memaksa.

“Tapi, Eomma….” Rengek Sanee dan Yoogeun pada saat bersamaan.

“Yoogeun, Sanee!!! Kalau kalian tidak ikut ahjussi Yeol sekarang, Eomma tidak akan mengajak kalian berenang lagi. Mengerti?”

Yoogeun dan Sanee langsung memberikan tampang cemberut dan mengikuti Chanyeol tanpa berkata-kata lagi. Setelah mereka menghilang ke dalam lift, baru Sulli berani menatap Minho yang sedang menatap pintu lift yang sudah lama tertutup.

“Minho,” panggil Sulli.

Sunyi. Tidak ada jawaban. Minho bahkan tidak kelihatan mendengar panggilannya sama sekali.

“Minho,” sekali lagi Sulli mencoba menarik perhatiannya dengan menarik lengan kemejanya.

Seperti baru sadar bahwa ada orang di depannya, Minho mengalihkan perhatiannya dari pintu lift kepada Sulli. Dan pada saat itulah Sulli melihat air mata di pelupuk mata Minho. Dear God, apa yang telah dia lakukan? Dia sudah membuat laki-laki paling maskulin yang pernah ditemuinya menangis.

“Minho, aku minta maaf. Aku…”

They’re mine.” Ucap Minho pelan, memotong kata-kata Sulli.

Sulli mengangguk. “Aku tidak pernah…”

Tapi sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Minho sudah melangkah pergi, meninggalkannya lemas dan diselimuti perasaan bersalah.

,

,

Minho tidak tahu bagaimana dia bisa sampai di rumah, tapi dia menemukan dirinya sudah duduk di atas tempat tidurnya. Wajahnya basah oleh air mata yang dia coba tahan sepanjang perjalanan dan tangannya gemetaran tak karuan. Dia membaringkan tubuhnya seperti bayi di dalam rahim ibu dan menangis sejadi-jadinya. Dia tidak percaya bahwa dia punya anak laki, bukan satu, tapi dua. Ketika matanya jatuh pada mereka sejam yang lalu, dia menyangka sudah salah lihat, bahwa itu hanya imajinasinya saja. Tapi kemudian dia sadar memang melihat dua anak laki dengan wajah yang sama persis dengan dirinya hingga membuatnya bertanya-tanya apa seseorang sudah membuat klon dirinya tanpa seizinnya.

Segala sesuatu tentang mereka mengingatkannya pada dirinya, bahkan aura kebandelan yang terpancar dari setiap pori mereka. Satu-satunya sumbangan gen Sulli pada mereka hanyalah hidung yang kecil dan bulat. Dia tidak lagi perlu membayangkan wajah anaknya, karena untuk pertama kalinya dalam enam tahun ini, anaknya bukan hanya bayangan masa lalu yang menghantuinya, tapi kenyataan yang menamparnya persis di muka. Son of a bitch. Bagaimana Sulli bisa setega ini padanya? Bagaimana dia bisa berbohong tentang sesuatu sebesar dan sepenting ini? Dia tahu bahwa dia memang seorang bajingan enam tahun yang lalu, tapi apakah dia berhak diperlakukan seperti ini?

Dan bagaimana dengan anak-anaknya? Mereka juga berhak mendapatkan kasih sayang dan perhatian seorang ayah. Bukannya dia mempertanyakan kemampuan Sulli sebagai orangtua, karena semenjak dia pertama kali bertemu dengannya, dia tahu Sulli memiliki potensi menjadi ibu yang baik. Dan dari sedikit interaksi yang dia lihat antara Sulli dan anak-anaknya tadi, perkiraannya benar. Tapi tetap saja, akan lebih baik bagi seorang anak untuk memiliki kasih sayang dari ibu dan ayah. Mereka sudah berumur lima tahun. Dia tidak percaya bahwa dia sudah kehilangan kesempatan untuk memandikan anak-anaknya, mengganti popok mereka, membacakan cerita sebelum tidur, mengajari mereka cara membaca dan berhitung, mengeloni mereka kalau mereka takut tidur sendiri, menuntun mereka naik sepeda untuk pertama kali, nonton finding nemo bersama-sama dan tertawa-tawa melihat kelucuan Dori, dan banyak lagi hal yang biasanya di lakukan seorang ayah dengan anak mereka ketika mereka balita. Ini semua adalah kesempatan yang tidak akan pernah dia dapatkan lagi.

Tapi lebih dari itu semua, dia tidak percaya bahwa dia sudah hidup leha-leha sebagaiman layaknya laki-laki single dengan pekerjaan mapan dan tanpa tanggung jawab lain selain dirinya, sementara Sulli harus membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak, sendiri.

Bayangan Sulli sebagai ibu tunggal yang hanya bisa memberikan kehidupan pas-pasan kepada anak-anaknya sementara dia hidup mewah, menghantuinya. Kenyataan bahwa Sulli berasal dari keluarga kaya dan kemungkinan mendapatkan support financial dari keluarganya, tidak membuatnya merasa lebih baik. Dia bertanya-tanya, pengorbanan apa yang harus Sulli lakukan untuk mendapatkan support itu? Seingatnya dari cerita Sulli, Daddynya tidak pernah memberikan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu yang lebih besar dari bayaran.

Dia selalu bangga memiliki pacar seperti Sulli, tapi rasa bangga itu sekarang bercampur dengan rasa salut dan hormat. Rasa bersalah karena dia sudah lalai akan tugasnya untuk melindungi Sulli dan anak-anaknya, menyelimutinya. Holy shit!!! Tadi pagi dia bangun hanya sebagai laki-laki single yang tanggung jawab terbesarnya adalah memastikan proyek konsultasinya berjalan lancar, dan sore ini, dia adalah seorang ayah dari dua anak laki berumur lima tahun. HOLY MOTHER OF GOD, AKU SEORANG AYAH!!! Apa dia bahkan bisa menjadi seorang ayah yang baik untuk anak-anaknya? Dia tahu Jinki selalu senang hangout dengannya, tapi Jinki baru berumur tiga tahun. Dan selalu bisa disogok es krim kalau menangis. Dia yakin tidak bisa melakukan hal yang sama kepada sepasang anak berumur lima tahun.

Yoogeun dan Sanee, itulah nama mereka. Nama yang terdengar kuat untuk anak laki. Apa Sulli memilih nama itu sendiri atau mendapatkan input dari Mommy dan Daddynya? Dan nama marga mereka adalah Kim. Well, setidak-tidaknya dari yang dia dengar, nama depan Sanee adalah Kim, maka kemungkinan besar Yoogeun juga memiliki nama depan yang sama. Minho mengerti kenapa Sulli tidak memberikan nama Choi kepada Yoogeun dan Sanee, tapi tetap saja, dia merasa sedikit dicurangi karena anak-anaknya, darah dagingnya, tidak memiliki identitas yang mengasosiasikan dirinya dengan mereka. Yang bisa menunjukkan bahwa mereka adalah miliknya dan dia milik mereka.

Choi Sanee dan Choi Yoogeun. Mmhhh… nama itu kedengaran lebih cocok untuk mereka daripada Sanee dan Yoogeun Kim. Seperti apakah mereka? Apa mereka punya banyak teman? Apa hobi mereka, makanan favorit mereka? Apa mereka akur? Apa mereka pernah bertanya-tanya tentang ayah mereka? Dan kalau memang mereka bertanya, apa yang Sulli sudah katakan kepada mereka? Andaikan dia bisa menanyakan semua ini… sayang dia terlalu shock untuk melakukan apa-apa selain menatap mereka dengan mulut ternganga siang tadi.

Dari semua pertanyaan yang kini berputar-putar di kepalanya, ada satu yang paling penting, tapi dia takut menanyakan karena tahu itu akan menghancurkannya kalau jawabannya adalah “Tidak”, yaitu: apa anak-anaknya mau bertemu dengannya? Bagaimana kalau mereka tidak tertarik sama sekali untuk mengenalnya? Bahwa mereka puas hanya hidup dengan Sulli. Bahwa mereka tidak membutuhkannya. Oh, itu akan membunuhnya. Tapi pertanyaan paling besar yang harus dia tanyakan adalah: apakah Sulli akan memperbolehkannya mengenal mereka? Kemarahan yang dia rasakan karena Sulli sudah menyembunyikan Sanee dan Yoogeun darinya kembali lagi. FUCK WHAT SHE WANTS!!! Terserah Sulli mau atau tidak, siap atau tidak, dia akan mengenal anak-anaknya.

Perlahan-lahan dia bangun dari tempat tidur dan berjalan sedikit kuyu menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Dia sudah membuat kesalahan enam tahun yang lalu dengan tidak meminta bantuan ketika membutuhkannya, dia tidak akan membuat kesalahan yang sama. Setelah lebih segar dia mencari ponselnya dan menekan nomor ponsel Sooyoung.

“Hey,” ucap Sooyoung.

Hanya mendengar suara Sooyoung membuatnya ingin menangis lagi. Oh God, sejak kapan dia jadi seperti banci begini? Dia tidak bisa ingat kapan terakhir kali dia menangis sebanyak ini, mungkin waktu menonton adegan akhir film platoon ketika dia masih SD. This is fucking crazy.

Dia menarik napas dalam dan bisa berkata, “Noon…” sebelum emosi mengambil alih dan dia tersedak.

Minho mendengar Sooyoung memanggil namanya tiga kali, setiap kali terdengar semakin khawatir, tapi dia tetap tidak bisa membalas. “Minho, tell me what’s wrong. Apa sesuatu terjadi pada Eomma? Pada Appa? ANSWER ME, DAMN IT. YOU’RE SCARING ME!!!” Sooyoung mulai histeris.

Dia tidak tahu bagaimana dia bisa mengucapkannya, tapi dia mendengar dirinya berbisik, “Aku punya anak, Noon.”

“Apaaa???!!!” teriak Sooyoung.

Minho menarik napas dan mengulang kata-katanya. “Aku punya anak. Sulli tidak pernah menggugurkan kandungannya enam tahun lalu.”

Dan untuk beberapa detik tidak ada balasan apa-apa dari Sooyoung. Ketika Minho berpikir bahwa sambungan teleponnya secara tidak sengaja sudah terputus, dia mendengar Sooyoung berteriak sekeras-kerasnya, “HOLY MARY MOTHER OF JESUS. I’M COMING OVER.”  Sebelum sambungan betul-betul terputus.

.

.

Ketika Sooyoung melabrak masuk ke dalam kamarnya sejam kemudian, Minho sudah jauh lebih tenang. Dia menuliskan sebuah daftar tentang apa saja yang harus dilakukannya untuk menghadapi situasi ini. Yang paling teratas pada daftar ini adalah: Call George. George West adalah bosnya di Chicago. Hanya membutuhkan semenit untuk menyadari bahwa dia tidak bisa kembli ke Amerika sekarang. Sulit baginya untuk membayangkan dirinya kembali ke rutinitasnya yang dulu di Chicago seakan kejadian paling penting di dalam hidupnya tidak sedang terjadi. Dia tahu George akan mengamuk begitu mendengar dia mau memperpanjang cutinya untuk waktu yang tidak bisa ditentukan di tengah-tengah pelaksanaan proyek konsultasi besar yang sedang mereka tangani sekarang, tanpa penjelasan masuk akal. Oleh karena itu, hal ini menjadi prioritasnya. Keputusannya sudah bulat, bahwa kalau sampai dipecat karena ini, dia harus menerima keputusan itu dengan tangan terbuka.

Hal kedua: Memberitahu Eomma dan Appa. Ini satu hal yang membuatnya lebih panas-dingin daripada prospek kehilangan pekerjaan. Tidak peduli dia berumur dua puluh delapan  tahun, tapi seperti anak yang sudah berbuat salah pada umumnya, dia takut menghadapi orangtua. Dia yakin Appa dan Eomma nya akan senang tujuh turunan begitu tahu tentang keberadaan Yoogeun dan Sanee. Tuhan tahu dia sudah kenyang diteror oleh mereka untuk memberikan cucu. Tapi itu bukan berarti mereka akan senang mendengar dia sudah menghamili seorang wanita enam tahun yang lalu dan tidak menikahinya. Disinilah bantuan Sooyoung akan sangat diperlukannya.

Hal ketiga: Call Sulli. Untuk yang terakhir ini dia harus melakukannya dengan sangat berhatihati karena tidak mau membuat Sulli defensive dan justru tidak memperbolehkannya bertemu dengan Sanee dan Yoogeun. Menurut sedikit riset yang dilakukannya melalui Google, hukum Indonesia mengatakan karena dia tidak pernah menikahi Sulli, dia tidak punya hak apa-apa atas anaknya. Stupid law!!! Hanya karena seorang laki-laki tidak mengandung anak mereka selama Sembilan bulan, bukan berarti mereka memiliki lebih sedikit hak atau kasih sayang kepada anak mereka daripada sang ibu.

Kesadaran ini membuatnya terdiam sesaat. Bagaimana dia bisa menyayangi manusia yang baru saja ditemuinya kurang dari sepuluh menit, dia tidak tahu. Tapi itulah kenyataannya. Dia menyayangi dan mencinta Yoogeun dana Sanee dengan seluruh hati dan Jiwanya. Oleh karena itu, dia harus menghubungi seorang pengacara untuk memastikan perkara hak asuh, tapi untuk sementara waktu sepertinya dia harus baik-baik dengan Sulli kalau mau berkesempatan melihat anak-anaknya lagi.

Minho, I am so sorry,” ucap Sooyoung dan langsung menyelubunginya di dalam pelukannya.

“Thanks noona,” kata Minho sambil menerima pelukan itu dengan pasrah.

No problem. I’m glad you called me.” Sooyoung mencium keningnya dan melepaskannya untuk duduk di sebelahnya sebelum bertanya, “Dari mana kamu tahu kalau kamu punya anak?”

“Dua anak.”

Excuse me?” Tanya Sooyoung bingung.

“Anakku kembar.”

“Kamu bercanda?” Sooyoung terlihat tidak percaya. Minho menggelengkan kepalanya untuk menjawab keraguan ini yang disambut dengan, “Oh Tuhan,” oleh Sooyoung. “Tapi bagaimana… aku tidak… maksudku… keluarga kita tidak ada turunan kembar sama sekali. Apa kamu yakin itu anak kamu?” Tanya Sooyoung sedikit terbata-bata.

“Noon, mereka terlihat seperti kembaran aku waktu umur 5 tahun.”

“Apa mereka seberingas kamu?”

“Salah satunya, yang namanya Sanee, kelihatan jauh lebih bertingas daripada aku. Tinggi, besar, dan siap berkelahi dengan siapa aja.”

“Jadi nama anak kamu Sanee?”

Minho mengangguk. “Dan Yoogeun.”

“Wow.”

I know,” desah Minho.

Sooyoung terdiam sesaat, seakan memikirkan sesuatu sebelum berkata- kata lagi. “Apa kamu pernah membayangkan? Ada tiga kamu di muka bumi ini. As if, satu kamu belum cukup untuk membuat semua orang pusing, Tuhan harus membuat dua lagi.”

Tidak merasa tersinggung dengan kata-kata Sooyoung, Minho justru merasa depressed. Ya Tuhan, mudah-mudahan anak-anaknya tidak mewarisi tingkah lakunya yang sering dibilang “anak iblis” waktu kecil saking bandel dan susah diaturnya. Sejujurnya, dia mengasihani Sulli kalau sampai mereka seiblis dirinya.

“Apa ada apa-apa yang bisa aku bantu?”

“Aku perlu noona untuk menemaniaku waktu aku break the news ke Paa dan Eomma.”

“Jadi mereka belum tahu tentang ini?”

Minho menunduk dan menggeleng. “Aku tidak tahu bagaimana cara memberitahu mereka, noon”

It’s alright. I’ii help you, okay?”

,

,

Sudah tiga hari semenjak Sulli terakhir melihat Minho dan dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Telepon dan e-mailnya tetap tidak bersuara, padahal dia sudah membatalkan blok pada nomor telepon Minho dan spam pada e-mail Minho. Beberapa kali dia mencoba menelepon Minho tapi mundur pada detik terakhir. Dia juga mencoba mengirimkan e-mail, tapi e-mailnya stuck pada kata “Minho”. Ya Tuhan, dia bisa mati oleh rasa bersalah kalau Minho tidak segera menghubunginya.

Dia beruntung Chanyeol tidak mengatakan apa-apa kepada Daddy nya, tapi seharusnya dia tahu ada dua orang lagi yang menyaksikan kejadian ketika hormonnya mengalahkan akal sehatnya.

Sejujurnya, kalau ada yang bertanya bagaimana dia berakhir mencium Minho, dia tidak bisa menjelaskannya. Satu detik dia sedang mencoba meneriakkan “Fuck you” kepada Minho atas kata-katanya yang jelas-jelas memojokkan itu, detik selanjutnya mereka sudah ciuman seolah-olah alien telah menyerang bumi dan inilah saat terakhir yang mereka bisa habiskan bersama-sama sebelum mereka punah. Betul-betul memalukan.

tbc

Advertisements

35 thoughts on “Dirty little Secret [Bab 10]

  1. Duhh minho oppa pasti kaget tuh liat yoogeun ama sanee kenapa mirip dia banget hihi ya iya orang anaknya pasti mirip 😄
    tuh kan sulli eonni malah terhanyut ama ciumannya minho oppa *eahhhhhhh hihi
    Sooyoung eonni ya kk yg baik bener mau bantu minong buat deketin babysull lagi 😳

  2. Omg…,minho oppa bener” syook….
    Ya ampun..minsul benar benar padahal ditempat umum…sampe kepergok sama anak”nya…
    Masa sampai 3hari minho oppa belum ngasih kabar sedikitpun sama babysull…kan kasihan dia….
    Ayolah dilanjutnya jangan lama” ya min…q nunggu” ff ini tau…tadi pasq buka udah ada…langsung aja q baca….ditunggu ne…😊

  3. cieee sulli smpai2 lupa nh marah sm minho krna ciuman mrka…..!!!
    knp minho jd lgsg plg??dn g’ mnta pnjlsan sm sulli?spa tau sulli mau blkan dn memblhkn brtemu yogeun sm sanee….???

  4. Kyaaaaaaa minsul kalap.hahaha
    Wowww dan lgsg disaksikan oleh kedua putra mereka, yessss, akhirnya minho tahu kalo dia punya dua anak dari sulli, untungnya sulli gak nutupin juga. Hiks tapi kenapa minho udah 3hari gak hubungi sulli? Kan bkin sulli khawatir dan berpikiran mcm2? Duh lgsg siapin pengacara nih, temuin dululah sullinya, ngmong baik2, balikan lagi kan bisa 😀

  5. Akhirnya minho ketemu si kembar juga
    sulli gelisah minho ga ngasih kbr,smoga bukan cuma merasa bersalah tp msh cinta bgt sama minho dan mereka bisa bersatu

  6. OMG minho merasa syok apa yg dilihat tadi dia melihat anak kembar laki2 yg sangat lucu dan wajahnya sangat mirip dgn minho, minho tdk percaya bahwa dirinya punya ank kembar dan dia juga merasa bersalah selama enam tahun telah mengabaikan sulli. Minho merasa skrng punya tanggung jawab penuh kpd ank2nya krn dia skrng jadi seorang ayah. Sabar aja minho nanti sulli akan menjelaskan smuanya. Lanjut trus critanya jangan terlalu lama chingu

  7. sulli jadi ngga marah lagi sama minho? apa karena ciuman itu hahaha ^^ yes minho udh liat sanee sama yoogeun. selanjutnya anaknya sulli mau ketemu minho ngga ya?

  8. Haaah…minsul,,, omo… knpa harus di dpan publik?
    Hehee..
    Kn trjdi kjadian tak terduga, sanee dn yoogeun melihatnya,,,
    Pastiii kageet bangeeett,,, khususnya minsul
    Saul bnar2 speechlss dn kaget liat mino nangis,,
    Tapi knpa mino nangis ?? Menyesalkah dgn sikap2ny sm ssul (?)
    Mino frustasi kalo drinya punya kmbran kecil, dua lagi…
    Sprtinya skrg mino audah mnyadari semuanya, mau brubah dn brtanggjngjawab
    Lalu bgaimana dgn ssul ? Apakh dia akn stju klo mino dkat dgn anaknya ??
    Bgaimna tindakan mino slnjutnya ???
    Dan bgaimna respon sanee dn yoogeun kalo “appany masih hidup (mino)???

    Oke..lanjutkan
    Go fightiiing go
    #minsuljjang♥♥♥

  9. Eonni lama sekali update lanjutannya ini huhu ampe gabut nunggu lanjutannya asli kentang eon dr part kmaren ke part ini wkwkw 😂
    Huahahaha asli daebak. Apa banget entah gimana jadinya, lagi ciuman tetiba ke gap sama anak sndiri wkwk dijamin awkward momen beuuudd 😂😄. Asli sanee kepony a bener bener tengilnya kek bapaknya 😂
    Tapi kesian juga minhoppa jadi berasa dibegoin gitu 😞 tapi untungnya dia mau lanjut komunikasi ama anaknya. Ada aja kan bapak yg ga bertanggung jawab trus udh tau dia jadi bapak malah tambah gamau nemuin anaknya 😤
    Untunglah kau punya kakak cw kek sooyoung eonni 💃💃 don’t be afraid minhoppa, sulli juga menanti kehadiranmu untuk bisa bertemu sama anak kandungmu walau emang sulli gayanya sok sok ga butuh lu minhoppa 😂 biasa cewe. Gengsinya tinggi jtoy 😂
    Next chap ditunggu eonni, hwiting ✊

  10. Akhirnya minho oppa ketemu jga ank kembarnya ngk nyangka aj minho oppa bsa nangis dan desperate gtu tau anaknya msh hdup. Sulli diliputi rasa bersalh thd minho krn menyembunyikan semuanya. Mkin gencar nih minho mendekato sulli dan anaknya

  11. Minho pasti shock banget liat anak kembar dihadapannya sampe langsung kabur minta bantuan kakaknya. Yoogeun dan Shanee semoga bisa cepet ketemu sama ayahnya, dan Sulli bisa memberi kesempatan pada minho 😦
    Next eonn, jangan lama-lama..
    Ffnya seru banget, suka banget (y)

  12. ketemu juga akhirnya tapi nggak pas,waktu moment yg EHEM…..
    anaknya kepo nih,bang ming berjuang yah ??? kasih ksempatan yah sull ??
    next eon,cepet yah mkin seru aja yah
    #LOVEMINSUL #LOVEMINSULLIAND #LOVEYOUEONNI

  13. Ciuman Minho emang magic banget. Bikin Ssul lupa kalo lagi marahan ama Minho xD good job Ming 😀
    Aduh, terharu pas Minho nangis gara2 Yoogeun dan Sanee :’)
    Tinggal beberapa langkah lagi Ming bakalan dapetin Ssul dan anak2nya dan jadi keluarga yg utuh. Semangat Ming, semoga rintangannya gak terlalu sulit ^^
    Kayaknya Ssul juga udah nerima Ming dan mulai maafin Ming.
    Excited bacanya, semoga nextnya bisa bikin ‘full of happiness’ 😉
    Ditunggu postingan part selanjutnya yah eonni ^^

  14. shock berat niih minong liat anak kembar yg mirip dg dirinya, mudah” rencana yg disusun minong berhasil
    ortunya mau menerima penjelasan minong dan sulli mengizinkan minho untuk dekat dg anaknya

  15. Ya ampun minho shock amat kayanya,,
    Ngeliat 2 anak laki2 kembar yg sma seperti dirinya..
    Minho malah ngerasa bersalah selama 6 th itu karna emg dia gak tau kn kalo sulli melahirkan anaknya..
    Apakah sulli akan memberitahu anak2nya bahwa minho adalah ayah nya.
    Aigoo penasaran sekali.
    Juga semoga apa yg minho rencanain berhasil, ortunya bsa nerima semua penjelasannya dan minho bsa bertemu kedua anak nya, semoga aja sull berbaik hati memberi ijin buat minho bsa dkat dgn anaknya..

  16. APA yg sedang kalian lakukandi tempt umum.??
    Minhonya shock bnget wktu liat yogeun sama sanee. Dia ngersa brsalah bngt smpe nangis sgtunya semga sulli berbaik hati mau mempertmukan minho sma kdua anaknya
    Smangat eonni bwt next partnya di tunggu

  17. Oh god pasti shock berat jadi minho, dan sekarang kenapa berbalik jadi minho yang ga ada kabar T.T bahkan sulli sampe lupa kalo seharusnya sulli marah sama minho

  18. Apakah yg akan terjadi?? Mereka akan bersatu kah?? Atau minho menuntut sulli atas hak asuh anak mereka??
    Bagaimana jika daddy ya sulli tau?? Aku penasaran lanjutannya thor,, cepetan dong part selanjutnya hehehe

  19. Tenang sull bntr lg minho dtg heheheh, jd ga sabar minho pas ketemu anak anaknya.ihhh gmna ya. Ortunya pasti seneng aj ahjgn ga di setujuin ya thor hehhehe

  20. omona….!!!! minho….sulli…!!!! ini benar² situasi yg tidak tepat. kenapa disaat minsul sedang berciuman, sanee dan yoogeun datang???? kenapa bocah² yg tk berdosa itu harus melihat mom and dad nya berciuman? walaupun Bocah itu kagak tao kalau minho adalah appa mereka. tetap saja pemandangan itu tidak pantas dilihat oleh anak kecil. Dan apalagi ini? kenapa si chanyeol juga melihat adegan kissing minsul? omona….. udah malu kepergok sama anak ditambah lagi ada karyawan yg melihat. huft….untung aja chanyeol kagak bilang sama daddy sulli. bisa berabe kalau hal itu sampai ditelinga daddy sulli.
    minho….kau benar² syok ya melihat anakmu yg kembar??? sama aku juga syok mengetahui bahwa kalian akan bertemu secepat ini dalam keadaan yg sedikit buruk. Oh Tuhan…..apa yg Akan mereka lakukan selanjutnya???? mungkinkah minsul akan bercita kepada appa dan eomma mereka. lalu bagaimana dengan reaksi mereka? apakah mereka Akan menerima dengan lapang dada atau sebaliknya? ah molla….!!!
    next Ching….!!! keep writing….!!!!
    keep writing and fighting….!!!!

  21. Finally, minho tau bahwa dia punya 2 little minho…..semoga kelanjutannya lebih baik spt yg aku kira
    minho menemui sulli, orangtua minho oke2 saja, sulli juga no problem dan yg plg penting ‘the twins’ mengerti dan menerima ayah meteka
    thanks kak dhea muaaah
    update soon ^^

  22. minho sudah ketemu anak nya niii asikkk makin rameeeeee. apakah nnti minho dan sulli bertemu? trs sulli jelaskan gt semoga yoogeun dan sanee senang kl minho itu appanya. nice ff. next eonni fighting!!!

  23. bhahaha minho sama sulli ketangkep basah waahhh pastii berasa awkward banget wkwkwkwkkaa .. wahh kenapa minho malah kabur habis ngeliat yogeun sama sanee ckckckk, hemmm tapi syukurlah dengan begini minho jadi tau kalau dia punya anak ..

  24. apa minho tidak percaya kalau dirinya punya anak kembar.. dan mereka mewarisi kenakalan minho waktu kecil..
    dan gimana ya reaksi org tua minho kalau dia punya anak kembar yg berumur 6 thun..
    sedikitnya ada kesalahan dalam mengedit tau menulis kalau g salah hukum di indonesia seharusnya kan hukum di korea..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s