THE hunk NEXT door (4)

The Hunk Next Door

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll

Length : Chaptered

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Gosip Anak Baru

Ji Young dan Sulli sampai ke Lab Fisika dalam waktu yang hampir mepet . Syukurlah, dia bisa masuk ke ruang kelas persis saat Pak Jeo Souk berbelok di tikungan menuju Laboratorium.

Saat semua sudah duduk , Pak Jeo Souk membentuk kelas secara berpasangan untuk melakukan beberapa tugas laboratorium, Dan itu terjadi pada hari pertama sekolah ! Ugh!!

Hanya yang membuat Sulli sedikit lega, dia berpasangan dengan Kang Ji Young sebagai partner kerjanya.

“ Anak-anak hari ini, kita akan melakukan penilaian uji coba tentang benda bergerak . Dalam kasus ini kita akan mengamati gerak bola golf. “

Suara Pak Jeo Souk memenuhi ruangan yang hening. Sulli melihat ke sekeliling ruangan dan tidak melihat Minho. Seharusnya jam Fisika dia sekelas dengan Minho, bagaimana pun itulah yang mendorongnya hari ini untuk memaksakan diri menuju sekolah.

“ Tetapi… dimana dia? Dia tahu betul bagaimana disiplinnya Pak Jeo Souk . “ pikir Sulli cemas.

Tiba-tiba, pintu terbuka tanpa diketuk. Semua mata terarah ke sana. Minho dan Jjong masuk.

” Aku tidak memberikan toleransi atas keterlambatan di kelas,   Choi Minho  dan  Kim Jonghyun,” tegur Pak Jeo Souk dengan ekspresi yang bisa membuat kelas menjadi tegang dan  senyap seketika.

Minho berdiri di ambang pintu dengan memeluk tas hitamnya yang besar, tatapannya penuh dengan permohonan. Bagaimanapun, itu adalah ekspresi yang menjanjikan … tak akan ada yang bisa menolak bila ditatap seperti itu olehnya.

“ Uh-oh. Aku tahu tatapan itu. Tatapan yang selalu berhasil membuat semua orang mengikuti kemauannya.”

Sulli merasa jantungnya berdebar-debar, menunggu apa yang akan terjadi.

Setelah hening beberapa saat, Jjong menjawab, “Kami tahu, Pak dan kami minta maaf. Ini tidak akan terjadi lagi.”

Pak Jeo Souk menatap mereka selama satu menit, seolah-olah mencari tanda-tanda pembangkangan yang membuatnya punya alasan tepat untuk mengusir anak muridnya ke luar kelas. Tetapi seperti yang diperkirakan Sulli, dia pun menyerah..

“Baiklah,” akhirnya kata Pak Jeo Souk . ” Kang Ji Young, aku ingin kau duduk berpasangan dengan  Kim Jonghyun,” katanya kepada Ji Young.

Lalu, ia berpaling kepada Sulli, ” Dan Choi Sulli, dengan  Choi Minho, “

Pak Jeo berbalik kembali menghadap Minho dan Jjong

” Ini adalah untuk memastikan bahwa kalian berdua akan berperilaku benar dalam laboratoriumku “.

Setelah kata terakhirnya itu, Pak Jeo Souk melanjutkan pelajaran, bergerak ke arah lemari kabinet untuk mengambil bola golf yang diperlukan. Ji Young berdiri dari kursi di samping Sulli, tersenyum malu-malu padanya, dan pergi untuk duduk di samping Jjong.

Minho menatap Sulli saat ia mengambil tempat duduknya di kursi bekas Ji Young. Tatapannya sempat membuat Sulli mengerutkan alis, tetapi ia mencoba untuk mengabaikannya. Minho masih terus menatapnya ketika pak Jeo Souk menyerahkan bola golf ke tiap kelompok. Merasa risi ditatap aneh seperti itu, Sulli memelototkan matanya.

“Apa?” kesal dan gugup pada saat yang sama.

“Apakah sesuatu terjadi saat makan siang hari ini … di kantin ?” Tanya Minho santai dengan suara dipelankan,

Sekejap saja Sulli sudah dapat menebak akan di bawa ke mana percakapan itu.

“ Aha, Ini dia! Ini adalah alasan mengapa ia melihatku seperti itu. Sangat terbaca di wajahnya. Dia marah. Krystal pasti mengadu kepadanya tentang apa yang terjadi di kantin tadi. Dan aku dapat memastikan kalau Krystal menceritakannya dengan melebih-lebihkan.”

“Ya,” jawab Sulli acuh tak acuh, mengalihkan matanya pada bola golf.

“Benarkah?”

“Ya, sesuatu yang istimewa – aku makan es krim lezat , ingatkah?” Kata Sulli, tersenyum palsu.

“Choi Sulli,”

Minho menyebut namanya dengan lengkap , membuat Sulli kembali menatapnya lagi. Wajahnya sekeras batu, rasa tidak suka terlihat dari bibirnya yang merapat.

“Kenapa kau harus memberitahu Krystal tentang ritual kita setiap pagi?”

“Apa ? Ritual apa ??” tanya Sulli kaget, tetapi kemudian dia menyadari maksud kata-kata Minho ,” Kau menyebutnya ‘ritual’ ?” Sulli mendengus, tapi langsung berhenti ketika melihat mata sahabatnya… mengerutkan kening.

“Apa masalahnya?”

“Dia salah mengerti tentang apa yang kamu bilang … itu adalah masalah besar,” desis Minho, berusaha untuk menahan suaranya yang agak meninggi karena kemarahannya.

“Dan apa yang kukatakan sehingga pacarmu menjadi sangat marah ?” tanya Sulli dengan alis terangkat dan mata terbelalak.

“Kau tadi mengatakan bahwa aku adalah alasan mengapa kau tidak sarapan pagi ini,” jawab Minho, masih mencoba menjaga suaranya agar berbisik. “Dia menyimpulkannya secara salah dan marah padaku. Kami bertengkar… itu sebabnya aku terlambat “.

“ Oh… Jadi sekarang, dia menyalahkan aku karena bertengkar dengan Krystal. . . Bagus. Sangat bagus. Semuanya adalah salahku sekarang?” pikir Sulli geram sekaligus sedih.

“Pertama-tama, kau memang alasan sebenarnya aku tidak sarapan pagi ini. Kedua, jangan salahkan aku jika menggertak dia saat makan siang tadi. Ketiga, itu benar-benar bukan salahku kalau dia panik dan menyimpulkannya dengan cara keliru. “Kali ini, Sulli balik mendesis.

“Aku tidak menyalahkanmu untuk apa pun. Aku hanya ingin bertanya kenapa kau harus mengatakan itu padanya? Itu merusak hari pertama kami bersama-sama. “

Sulli menatapnya tak percaya. Dia seperti ditampar dengan keras. Dadanya seperti ditusuk pisau tajam yang langsung menembus jantungnya. Sakit.

“ Berani-beraninya dia mengatakan seolah-olah aku adalah perusak kemanisannya dengan Krystal di hari pertama mereka ? Aku merusak hari mereka ??? Bagaimana tentang hariku ? Nothing, Bagaimana dengan seluruh kehidupan SMA-ku? Tidakkah Minho memikirkan itu ? Gara-gara aku bersahabat dengannya, rasanya cowok satu sekolah terus membully-ku karena rasa irinya pada Minho. Yang cewek selalu sinis karena kedekatanku. Gara-gara persahabatan kami, aku nyaris tidak punya sahabat lain di sekolah ini ! Apakah dia tidak memikirkan itu ??”

“Kau egois Frog,” kata Sulli dengan mengertakkan gigi, suaranya terdengar pahit.

“Kau pikir aku mengalami hari yang membahagiakan? Siapa yang menurutmu memaksaku untuk pergi ke sekolah di pagi hari , kemudian tiba-tiba menyalahkanku telah menghianatinya karena kata-kata pacarnya di sore hari? “

Minho merengut.

“Aku sudah bilang. Aku tidak menyalahkanmu .”

“Lucu. Aku yakin sekali kau telah melakukannya. “

“Sulli …. “

“Aku tidak percaya ini,” kata Sulli, memotongnya kemudian menggeleng-geleng tak percaya. “Kalian berdua menghadapi masalah besar atas apa yang kukatakan padanya… bahkan kau bilang aku telah merusak hari berhargamu. Amazing. . . ” kata Sulli sinis.

Itu saja.

Sulli Pov.

Hari ini secara luar biasa melengkapi kesialanku di SMA… dan ini terjadi di hari pertama aku menginjakkan kaki sebagai seorang senior di sekolah. Tidak ada keraguan tentang hal itu.

Hanya saja aku masih tidak percaya Minho akan mengatakan hal sangat menyakitkan itu setelah pagi tadi membujukku untuk memiliki semangat yang bagus dalam memulai hari sekolahku. Inikah yang disebutnya sebagai penyemangat belajar ?

Tuhan, mengapa aku merasa dadaku demikian sesak atas apa yang diucapkannya. Minho tidak bersalah di sini, dia mungkin hanya ingin menanyakan atau mengingatkan. Bagaimanapun situasi hatinya pasti tidak baik setelah mengalami pertengkaran dengan pacar yang dirindukannya, dan setelah ditegur oleh Pak Jeo Souk. Tetapi, hatiku tak bisa berpura-pura gembira untuk ini. Ini menyakitkan…sangat menyakitkan !!

“Kau benar, Bunny ,” kata Minho dengan suara rendah, setelah hening sejenak. “Aku …”

“Well, selamat !” Bisikku mencegahnya bicara terus.

Dan aku harus mengakui, meskipun itu kasar, memotongnya seperti itu membuatku merasa baik.

“Kami tadi hanya bercakap-cakap ,yang ternyata telah menyebabkan hari ini terjadi bencana besar.”

Dan dengan kata-kata itu, aku mengambil bola golf dan mulai bekerja.

End of Pov

Minho membuka mulutnya untuk berbicara, tetapi sebelum dia bisa mengatakan apa-apa, Pak Jeo Souk berkata dengan suara keras, “Aku tak mau mengganggu , tapi bisakah kalian berdua berhenti berbisik-bisik dan mulai pada pengamatan?”

Minho menarik nafas panjang, matanya menatap Sulli yang memasang wajah tak acuh dan lebih memperhatikan bola golf yang bergulir di atas meja.

Minho Pov

Ya ampun, aku kacau… benar-benar kacau ! Aku tidak bermaksud menyalahkan Sulli. Kata-kata itu keluar begitu saja karena aku marah.

Tuhan… aku tidak pernah mendengar dia begitu diam sebelumnya. Sulli yang kukenal tidak setenang ini. Aku mulai menghitung menit. Jam Fisika benar-benar menjadi siksaan tersendiri buatku.

Ketika bel berbunyi beberapa menit yang lalu, Sulli melonjak dari kursinya dan hampir berlari menuju pintu, mengabaikan keberadaanku. Aku segera mengikutinya untuk meminta maaf. Aku melihat dia baru saja mengucapkan selamat tinggal kepada Ji Young.

Jjong bertubrukan denganku di lorong . Dia mengernyit mungkin melihatku yang terburu-buru .

“Ada apa, bro?” Tanyanya, prihatin.

“Aku. . . “Aku terdiam, bingung… seharusnya aku mengejar Sulli dan pasti bisa menyusulnya. Dia bukan pelari atau penyuka olah raga , jadi aku seharusnya bisa mencapainya dalam waktu singkat.

Mungkin karena melihat arah pandaganku, dan kegelisahanku… Jjong mengangguk. Aku pikir ia mengerti tentang situasiku dengan Sulli.

“Sampai nanti di try-out,” serunya kemudian ia berlari ke arah lain.

Tergesa-gesa aku berlari menuruni tangga menuju lapangan, aku terkejut dengan kecepatan Sulli dalam menghindariku

“Ayolah, Bunny,” Aku minta maaf dengan tulus. “Maafkan aku. Aku hanya bereaksi berlebihan. “

Dia memberiku pandangan yang mengatakan, “Kau pikir?”

Kemudian, ia berpaling dan melangkah cepat seolah ingin meninggalkanku. Bagiku itu tak ada artinya. Dia tidak secepat yang dipikirkannya

“Kau harus memaafkanku. Kau berhutang seporsi besar es krim padaku. Aku katakan ini agar kau berbaikan lagi denganku…. “

Aku harus mengakui, mengungkit hal itu benar-benar tidak adil. Tapi aku putus asa. Aku pikir cara itu akan berhasil

Yes ! dia berhenti berjalan dan . . . Oh…

Dia mengeluarkan uang dari dompetnya, berbalik dan menyerahkannya kepadaku. Aku hanya menatap uluran tangannya, tak bisa berfikir lagi.

Hmm, ternyata taktik itu tidak bekerja.

“Aku tidak akan mengambil uangmu ,” kataku.

Itu benar. Demi apapun, aku tak akan membiarkan dia membayarku untuk itu.

Sulli memutar matanya kemudian mulai berjalan lagi. Aku mengacak-acak rambutku karena kesal dan bingung untuk membujuknya…. tetapi sumpah, aku tak akan berhenti mengikutinya sampai dia memaafkanku.

“Please. . . Bunny, aku minta maaf. Aku akan melakukan apapun yang kau suruh. “

Kami melangkah memasuki kelas Seni, Ibu Jang sudah di kursinya, matanya asyik membaca gosip dari internet. Sulli mengucapkan salam kemudian duduk di kursi kosong di antara dua kursi yang sudah diduduki. Aku yakin dia berpikir bahwa dia bisa lolos dariku jika aku tidak duduk di sampingnya. Karena itu aku melihat ke arah pria di sebelah kanannya yang sedang menulis sesuatu di bukunya.

“Bisakah aku duduk di sini?” Aku bertanya sambil menepuk bahunya pelan.

“Heyy, aku sudah duduk di sini . Apakah kau buta dan…. “

Dia berhenti berbicara ketika mendongak dan melihatku. Matanya mengerjap tak percaya, entah apa yang ada di kepalanya… aku nggak mau tahu. Namun sesaat kemudian ia segera berdiri dan meraih tas nya dari kursi.

“Uh … ternyata kau,, Minho. Sorry ..”

Aku mengangguk. “Terima kasih,”

Terkadang kepopuleran bisa bermanfaat di saat-saat mendesak seperti sekarang.

Aku berpaling pada Sulli, dan dia tampak semakin kesal. Dia jelas tidak berharap  aku akan melakukan itu.

Aku tersenyum. “Kau tidak bisa memberiku sikap dingin selamanya, Bunny.”

Aku mencoba membuat suaraku selembut dan setenang mungkin, untuk membuatnya mengerti.

Dia tidak menjawab, tetap mengabaikanku. Tampaknya tidak ada cara lain untuk membuatnya bicara lagi … hanya satu cara , yang bisa menguras uang jajanku .

Aku mendesah.

“Baik,” kataku, mencondongkan badanku padanya. “Sebutkan saja.”

Dia mengerutkan kening bingung, tapi dia masih tidak menoleh ke arahku.

“Sebutkan apa pun yang kau inginkan. Aku serius. “

Akhirnya, ia menatapku dan matanya mengejek. Dia menggelengkan kepala seolah-olah dia tidak percaya apa yang didengarnya.

“Tinggalkan aku sendiri,” katanya dingin.

“Dan butuh satu jam tiga puluh tujuh menit bagi mu untuk berbicara lagi,” kataku, saat aku melirik jam tanganku dan menghitung menit.

“Ya, untuk memberitahumu agar meninggalkanku sendirian, Minho.”

Aku menatapnya. Aku menunggu selama beberapa detik. Kedengarannya dia bersungguh-sungguh. Dan aku pikir dia memang bermaksud melakukannya. Aku bisa melihatnya di matanya. Dia benar-benar marah padaku kali ini. Ini benar-benar serius.

“Aku tidak akan melakukannya lagi.” Kataku lagi, maksudku berbicara dengan kata-kata yang bisa membuatnya marah seperti tadi.

“Mengapa tidak?”

“Karena kau sahabatku,” kataku dengan memasang wajah tulus.

Tampaknya dia hendak mengejekku. Tapi dia ragu-ragu melakukannya. Mungkin karena dia tidak menyangka bagaimana bertekadnya aku. Lagi pula, aku tidak akan membiarkan persahabatan kami berakhir begitu saja…seperti ini. Meskipun, aku cukup yakin dia akan memaafkanku dan bersikap biasa kembali besok. Hanya saja aku merasa tidak nyaman jika membiarkan hal ini dan meninggalkannya begitu saja, sendirian.

“Jadi. . . Apa yang kau inginkan? “Aku bertanya lagi.

Dia membuka mulutnya, tapi kemudian menutupnya.

“Bagaimana jika aku memesan pizza malam ini, hanya untukmu?” Aku menawarkan kepadanya.

Sekarang, aku yakin saat aku berbicara tentang makanan favoritnya, dia tidak bisa mengatakan tidak.

Dia tampak mempertimbangkan hal itu, mungkin mencari ide atau kalimat lain untuk menolak ? Jantungku berdebar, waswas.

“Dua kotak besar Pizza Pepperoni?” Dia bertanya padaku.Wow… megejutkan !

“Tentu,” jawabku , tersenyum padanya. Merasa lega saat mengetahui ternyata dia berpikir tentang makanan kesukaannya itu.

“Dan. . . Potato Cheese? “

“Oke.”

Sejak kami berusia sepuluh tahun, aku telah bertanya-tanya bagaimana dia bisa makan dan makan terus …tetapi tidak pernah menjadi gemuk. Di bawah baju-baju besar yang sering dipakainya , ada tubuh langsing tersembunyi. Bagaimana aku tahu? Aigoo, sampai hari ini, aku tinggal di sebelah rumah keluarganya sejak kami lahir. Aku pernah melihat semua jenis pakaiannya. Tentu saja, aku tahu banyak hal yang tidak diketahui orang lain.

Kulihat Sulli menoleh padaku dengan senyum cerah di wajahnya. Aku bersumpah matanya berbinar kegirangan ketika dia berkata,

“Deal.”

“Kau yakin tidak ingin menambahkan lebih banyak?” Godaku.

” Potato cheese. . . Pizza Pepperoni. . . ummm…” Gumamnya, matanya tertutup dan tersenyum menggemaskan.

Dia tidak mendengar apa yang kukatakan barusan.

Aku tertawa. “Kurasa aku diampuni, kalau begitu.”

Itulah Sulli… my bunny , hal-hal sederhana bisa menghiburnya. Itu salah satu hal yang membuatnya berbeda dari yang lain. Dan aku senang dia adalah sahabatku.

End of Pov

“Apakah kau akan bertemu dengan Kang Ji Young ?”

Minho bertanya beberapa menit setelah bel berbunyi. Saat itu Sulli dan dirinya berada di loker mereka.

“Ya, kita akan memasang beberapa selebaran tentang klub Buku ,” jawab Sulli sambil mengangkat bahu. “Aku akan menemuinya nanti.”

Dan dengan kata-kata itu, dia meninggalkan koridor. Minho memandang punggungnya dengan senyuman di bibirnya.

Dia hanya membuang-buang waktu saja. Maksudku, Klub Buku itu keren tapi tidak banyak yang menyukainya. Dan satu-satunya yang tertarik bergabung adalah anak-anak kutu buku yang tidak asyik sama sekali. ”

Minho mengangkat bahunya, bagaimanapun itu adalah pilihan Sulli. Selama dia menyukainya, sebagai sahabat dia harus mendukungnya. Seperti juga Sulli yang selalu memberikan support kepadanya apabila menghadapi musim pertandingan.


Ruang Loker Pria

Minho melangkah mendekati sebuah dinding yang di temboknya ditempelkan berbagai medali yang telah dicapai oleh sekolah. Kemudian di bawahnya berjejer piala-piala yang juga sudah berhasil diraih oleh SMA Galaxy. Dinding itu ditutup dengan kaca yang selalu mengkilat, walaupun berbatasan dengan ruang ganti laki-laki, yang terkenal kurang bisa menjaga kebersihan.

Onew, Jjong ,dan Key sudah menunggunya di sana. Setelah memasukkan tas ke dalam loker ia bergabung dengan mereka. Minho sama sekali tidak memperhatikan tatapan Jjong yang skeptis.

“Aku belum sempat bertanya kepadamu, man,” memulai Jjong, “Bagaimana liburan musim panasmu?” Dia bertanya dengan santai. “Kau tahu, dengan Sulli.”

Aku baru saja akan menjawab ketika Onew berkata,

“Ayo, Jjong. Sepertinya dia tak akan bersenang-senang dengan gadis seperti Choi Sulli yang kaku . ” katanya seakan-akan heran karena tak biasanya Jjong peduli pada kehidupan orang lain.

“Sebenarnya,” kataku langsung to the point tanpa basa-basi, “Liburan kami sangat menyenangkan . Terasa seperti dulu. “

“Oh, ya?” Ujar Onew skeptis. “Apa yang kalian lakukan ? belajar ?”

“Hentikan, Onew,” Jjong memperingatkan dengan serius.

Onew terdiam merasa tidak enak dibentak tapi belum pernah melihat Jjong seserius itu. Kalau berpenampilan tenang, mungkin …tapi tidak serius seperti itu .

“Apa?” Tanya Onew marah. “Apakah kau benar-benar percaya bahwa Minho melalui sore yang menentramkan dengan si “Bunny”nya itu?”

“Ya, aku percaya.” Jjong menjawab dengan tenang, pipinya memerah.

Minho terdiam, matanya sedikit menyipit saat menatap sahabatnya dengan perasaan aneh. Dalam situasi normal, Minho mungkin akan bertanya pada Jjong apa yang salah dengan dirinya, berbuat dan berkata tidak seperti biasanya tentang hubungannya dengan sulli. Tapi dia terlalu terganggu dengan apa yang dikatakan Onew. Daripada mempedulikan Jjong, dia langsung bertanya pada Onew dengan suara tajam,

“Apa yang baru saja kau katakan ? Kau panggil apa dia ??”

Onew seharusnya tahu benar bahwa Minho tidak suka Sulli disebut ‘Bunny‘. Sedikit munafik memang, mengingat dia sendiri sangat sering memanggilnya begitu. Tapi Minho benci ketika seseorang berbicara tentang Sulli di belakang punggungnya dan mengata-ngatai sahabatnya itu kutu buku, meskipun itu benar.

Sebenarnya Minho tak bisa menyalahkan mereka dengan sebutan itu, karena pada awalnya dialah yang menyebutnya begitu. Setidaknya, ketika Minho memanggilnya begitu, pasti teman-temannya mendengarnya. Itu adalah nama julukan yang mereka pakai ketika bercakap-cakap melalui walkie talkie. Nama itu memiliki makna khusus… baginya Sulli itu seperti kelinci, lincah, lucu, dan lembut. Dan tak seorang pun dari sahabatnya mengetahui makna dibalik sebutan “Bunny”, bahkan di telinga Minho setiap mereka menyebut Sulli “Bunny” selalu terdengar seperti ejekan. Entah kenapa, dia merasa panggilan itu spesial dan hanya dia satu-satunya yang memiliki hak untuk memanggil Sulli seperti itu.

Onew dan Jjong tahu kebiasaan itu. Dan mereka tahu bagaimana Minho akan marah bila mendapati seseorang melakukannya di depan atau di belakangnya.

Itu sebabnya menyadari Minho siap meledak, Onew menjadi gelisah. Ia menatap Jjong meminta bantuan. Tapi ketika dia melihat tidak ada gunanya, ia berpaling kembali pada Minho… tampak sedikit malu-malu. Dalam kepalanya dia berpikir untuk mengucapkan alasan, tetapi kemudian, setelah menatap Minho, ia menghela napas.

“Maaf, bro ,” ia meminta maaf, sambil mengacak-acak rambutnya. “Kalimat tadi meloncat begitu saja dari bibirku. Kau tahu bahwa meskipun aku bercanda tentang dia sepanjang waktu, aku tidak akan menyebutnya “Bunny” dengan sengaja. “

Minho menggertakkan giginya, berusaha mengendalikan emosinya. Dia bukan orang yang suka menyimpan dendam. Selain itu, untuk seseorang seperti Onew meminta maaf berarti dia benar-benar menyesal. . .

Minho mengangkat bahu . “Whatever.”

Dia menunggu sejenak, dan kemudian dia tertawa.

“Fiuh,” kata Onew lega, ” kita sudah hampir sampai.”

Ketika mereka sampai ke Ruang Loker laki-laki, tim menyambut mereka dengan gembira. Kemudian, tatapan mereka tertuju ke sekelompok orang baru yang ada di sana.

“Mereka datang untuk try-out,” jelas Jongin, dari belakang Minho.

Minho menoleh , dan mendapati Jongin sudah mengenakan kaos tim. Kemudian dia berbalik lagi untuk melihat orang-orang tadi. Menganggukkan badannya sedikit untuk menunjukkan keramahan.

“ Mereka terlihat punya rasa percaya diri yang bagus.

“Sepertinya,” kata Minho, mulai tersenyum.

Kelompok orang-orang baru tidak tahu bagaimana pelatih menggenjot para pemula – terutama bagi mereka yang hanya datang untuk mencoba-coba. Mr. Lee benar-benar sangat menikmati menyiksa para siswa sebelum mereka bisa menjadi bagian dari tim. Minho pernah bertanya mengapa, dan dia menjawab,

“Karena mereka harus mendapatkannya. Tim kuat bukan karena anggotanya yang lembek. Mereka akan melalui semua latihan yang keras dan membutuhkan tekad kuat. Jika mereka punya tekad, Aku bisa bertaruh mereka pasti memiliki motivasi dan keterampilan. Dan jika mereka memiliki semua itu, mereka layak berada di timku. “

Minho kembali tersenyum mengingat percakapannya dulu dengan pelatih. Setelah setahun menjadi kapten basket Galaxy, dia memahami betul mengapa tekad, motivasi, dan keterampilan menjadi syarat mutlak untuk berada di sana. Dan menginjak tahun kedua sebagai kapten, juga mungkin adalah tahun terakhirnya di sana, Minho bangga bisa menorehkan prestasi untuk sekolahnya.

“ Hey, buddy !! Selamat berjumpa lagi !” seseorang menyenggolnya dari belakang, Minho segera menoleh

“ L !! Kapan datang ? Kudengar kau masih di China .” kata Minho sambil membalas pelukannya.

“ Aku baru datang, langsung menuju kemari dari Bandara. Aku ingin melihat sekolah ini, rasanya rindu.”

“ Bagaimana sekolahmu di sana ?”

“ Semua baik. Bolehkah aku ikut bermain satu putaran, kapten ?”

“ Dengan senang hati ! Ini hanyalah try out untuk anak-anak baru.”

Minho menjejeri langkah L menuju ruang loker, dan dia mengamatinya saat membuka Jaket dan celana panjangnya. Rupanya L sudah mempersiapkan diri dari awal dengan mengenakan kaos tim di balik kemejanya. Melihat itu Minho tertawa lebar.

“ Kau tak pernah berubah !!”

“ Kau juga ! Oh ya, bagaimana dengan Sulli ? Apakah dia masih terus menguntitmu ?”

Mendengarnya Minho terkejut, tak mengira akan ditanya seperti itu.

“ Eh… kau masih mengingatnya,huh ?”

“ Ingatanku tidak terlalu buruk. Kudengar dari anak-anak dia sekarang sedang didekati anak pindahan ,ya ?”

“ Oh ya ?” Minho terkejut karena dia tak pernah mendengar Sulli bercerita tentang anak baru yang berusaha mendekatinya.

“ Aigoo Minho…. masa sebagai orang yang mengklaim diri sebagai sahabatnya kau tidak tahu ?”

“ Aku sudah dengar sih… tapi tidak separah itu.” Kata Minho berbohong.

“ Aku harus menanyakan hal ini pada Sulli . Jika benar, aku harus tahu mengapa dia tidak menceritakannya padaku. Pada waktu aku jadian dengan Krystal pun, dia adalah orang pertama yang kuberi tahu. Seharusnya di melakukan hal yang sama padaku. Aish….”

=============TBC=============

Advertisements

73 thoughts on “THE hunk NEXT door (4)

  1. Apaan sih ming marah” gak jelas sma sulli , trus knpa klo krystal tau kebiasaan pagi kalian he lagian itu juga bisa si jadiin alasan buat putus sma krystal bukankah kau ingin putus huh😒😒 lu ya ming malah bikin sulli marah dengan nadamu itu , emng harinya sulli bahagia ? Gak ming 😧😧 mampus lu sulli marah 😛😛😛 hahaha mana bisa sulli marah lama” sma minong 😀 apapun yang di lakuin minho pasti sulli langsung senyum , itulah kelemahannya sulli klo ada mkanan favorit pasti dia langsung senyum 😄😄
    cie minong marah klo ada yang manggi sulli bunny padahal dia sendri mnggil sulli bunny wkwk , iye tau cuma lu yang boleh manggil sulli bunny ming kekeke 😄😄 ehem ada kyaknya ada uang gak trima sulli di deketin anak pindahan hhaa cemburu lu ming hemm 😆😆

  2. wah daebak pokok nya, d tunggu ya kak kelanjutan nya, pengen liat minho cemburu ma sulli, gara2 deket ma taemin, dan sehat selalu ya kak,,, aq reader baru kak, salam kenal,,

  3. Hm, masalah gitu aja diributin. Dasar minho. Berlebihan banget. Krystal ginilah yang ngambek. Hahaha (krystal yang ditindas)
    Harusnya sulli marahnya lebih lama biar seru. Xixixi aku suka kalo minho ngejar” sulli kayak gitu.
    Nah nah… udah tahu sekarang kan kalo ada anak baru bernama tamin yang lagi deketin sulli. APA yang akan minho lakukan?? Jeng jeng jeng jeng

    Ditunggu next partnya
    Fighting, oenni!!

  4. L itu sekolah digalaxy juga dahulu?? Temen ya minho sama sulli??
    Minho cemburu atau apa ituuhhh hahahaha
    Cepet banget gosip ya padahal masih hari pertama masuk tapi L yg baru dateng langsung tau,,,
    Semua orang pasti akan pangling liat sulli jika sulli mau bergaya seperti remaja2 lainnya,,,
    Ayo sulli,, buktiin kalo kamu cantik dan pantes disukai semua orang

  5. Lanjutt kakkk seruuuu bgttt..
    L jg skolah disitu? bikin minho cemburu dong kakk hehe.. trus disitu sulliny kutu buku ya? aduhh dandanin dong kakk sullinya biar gadiledekin lg sm si soojung trus minho belain soojung lg ihh. pokokny updateny jgn lama” yah kakk gasabr pngen baca chap slanjutnyaa.. pokony keep writing dh kakk

  6. Lucu sih liat hubungan minho dan sulli yang kekanak-kanakan kayak gini. Minho masih aja mikirin krystal sampe bikin sulli sakit hati.
    Tp sullo harusnya lebih lama lagi marahnya. Mungkin next time kali ya biar minhonya nyadar kalo gak ada sulli hidupnya hampa #eaaaak..
    Minhonya blom ketemu taemin yah, awas hati2 sullinya udah mulai terpesona sih sama taemin, ntar baru nyadar…
    Next chapter banyakin moment minsul dan plus taeminnya yah eon… Krystal ditiadakan aja. Lebih suka kalo cowoknya yg jelous sih.
    Ntar minhonya baru nyadar kalo sulli udah ngejauh. Ntar jangan salahin sulli yah wkwkwk.
    Fighting eon, update soon!!!

  7. Kenapa minho mesti marah marah sama sulli gara gara mereka berantem, si krystal mah rusuh dah bikin pengaduan terus. Terus kenapa sulli mesti maafin di minho coba.

    Eon secepatnya ya di update.
    Fighting oen!

  8. ditunggu kehadirannya tapi pas hadir malah menanyakan hal² yg bikin naik darah? gimana gak naik darah coba? kalau pertanyaan minho seputar kejadian yg dialami sulli ma Krystal waktu sarapan dikantin. itu mah belum seberapa naik darahnya. yg bikin puncak naik darah itu pas minho bilang ini ke sulli “Aku tidak menyalahkanmu untuk apa pun.Aku hanya ingin bertanya kenapa kau harus mengatakan itu padanya? Itu merusak hari pertama kami bersama-sama.” mendengar kalimat yg keluar dari bibir minho membuatku nangis. ini fakta bukan settingan. aku benar² kesal dengan tingkah minho hari ini. walaupun dia kagak bernaksud menyalahkan sulli tapi kenapa dari tadi pertanyaannya selalu menyudutkan dan membuat sulli seolah-olah dia yg salah. untung saja sulli itu orangnya baik,penegertian, dan mudah untuk memaafkan. jadi bersyukurlah Kau minho bisa mempunyai sahabat seperti sulli.

    sekelompok orang baru masuk tim basket? siapa orang baru itu? apa dia si taemin, siswa baru disekolah itu? huhuhuhu…..jadi penasaran nih….!!!
    oh minho….masa’ kamu gak tahu kalau disekolah Ada siswa baru yg imut² kaya’ taemin. kekeke :v
    next eonn..!!!

  9. ckckckckkk dasar nenek sihir sukanya melebih-lebihkan hhuuhhh padahal kn dia duluan yang mulai cari gara-gara hhuhuhuu .. heemm untung aja minho punya kesadaran kalau dia salah dan mintaa maaf ke sulli kalaau ga kan persahabatan mereka mungkin ga akan berlanjut cuma gara-gara si penyihir ituu .. untung juga sulli bisa disogok sama pizza .. wkwkwkaaa

  10. Kenapa sih suka melebih lebih kan padahal kan krystal yang duluan mulai, dan untung aja minho oppa mau minta maaf dan sullinya bisa disogok gtu haha

  11. Krystal knapa blang yg gak2 sma minppa sh.? Untung aja minppa mnta maaf sma sulleon,stelah membuat sulleon mrah.
    Ming klo mau minta maaf sma sulleon lcu bgt… Smpe sgitunya…kekekee 😀

    sulleon

  12. ih kesel juga sama minho oppa secara nggak langsung itu nyalahin sulli eonni! -_-
    sulli eonni lucu ya kalo ngambek tinggal dikasih makanan favoritenya langsung gak ngambek lagi 😀

  13. ooohh ternyata minho cemburu kalau sulli deket m taemin..
    apakah nanti minho akan memutuskan kristal saat sulli makin deket m taemin.. dan minho menyatakan cinta ma sulli….

  14. Horee akhir.y UAS telah usai,So I can read ff again 🙂
    Klw sy jd Sulli,gw kagak bakal maap kan si minong.Npaa??krn gw kagak suka d slahkn kayak gitu.tp itu bukan sy.memng hati kakak gw bak bidadari .LOPP U kak :*
    klw lht2 si minong itu jg suka Sulli,hehe yg bsa jwb cuman si minong.Next part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s