THE hunk NEXT door (6)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Jealous Minho

Sulli bangun lebih awal hari itu. Dia tahu. Orang-orang di rumah akan menatapnya dengan aneh. Dia tidak biasanya seperti ini. Tapi dia tidur lebih awal tadi malam. Ya, sebenarnya hal itu normal , seperti hari-hari lain juga…dia tak pernah begadang atau tidur terlalu larut. Tetapi begitu tadi dia terbangun dan menyadari hari masih terlalu pagi, dia memutuskan untuk keluar dari ranjangnya… tidak seperti biasanya, yang akan memilih untuk menarik selimutnya ke lehernya dan kembali tidur.

Minho melihat kejanggalan dalam tingkah lakunya kemarin. Komentarnya tadi malam membuat Sulli kembali ke akal sehatnya. Memaksakan diri menjadi ceria bukanlah dirinya, bahkan Minho bisa melihat kejanggalan itu. Jadi dia memutuskan untuk kembali ke jati dirinya yang biasa. Hari ini, dia putuskan untuk tak akan meniru atau menjadi apapun yang tidak sesuai dengan dirinya, hanya karena ingin diperhatikan orang lain. Tetapi Minho bukan orang lain, kan ??

Apapun itu !!

Sulli menghembuskan nafas, memandang uap dari pernafasan yang menempel di cermin. Dia menatap penampilannya lekat-lekat.

Sudah lebih dari seminggu Minho dan dirinya berhenti naik bus ke sekolah bersama-sama. Pulang sekolah juga sering Minho hanya datang ke hadapannya untuk minta maaf karena tak bisa pulang bareng. Ia merasa sedikit kehilangan. Oh baiklah,… banyak !! Tetapi dia masih bisa menghibur diri dengan kebiasaan Minho yang lainnya. Sulli tak tahu apa yang terjadi dan dia enggan menanyakan, yang pasti sampai sekarang Minho tidak menghentikan kebiasaannya membangunkan Sulli setiap pagi dengan cara-cara yang membuat seisi rumah heboh. Dan…

“. Ha! Ini akan menjadi kejutan buat Minho ketika dia bangun dan melihat bahwa aku tidak di ada di kamar !”

Sulli menyeringai lebar, membayangkan mata besar Minho akan semakin besar karena terkejut. Sungguh, dia ingin melihat bagaimana reaksinya nanti ! Apakah Minho akan kehilangan moment membangunkan dan mengganggunya setiap pagi… seperti dia telah kehilangan saat-saat kebersamaan untuk pergi dan pulang sekolah bareng.

Sementara dia berpakaian, dirinya berdebat apakah akan membalas dendam dan membangunkannya dari tidur yang berharga atau membiarkannya begitu saja.

“ Hmmm. . . Oke, aku sudah memutuskan. “

Sulli pergi ke kamar Donghae yang terbuka, langsung menuju ke lemari. Dia berlutut dan mengaduk-aduk …mencari sesuatu. Dan ketika dia melihat apa yang dicari, seringai jahat terukir di wajahnya. Dia berdiri dan dengan penuh semangat kembali ke kamarnya. Menyalakan talkie , memposisikan diri dan….

“Satu, dua,” gumam Sulli , “TIGA!”

Dengan hitungan terakhir Sulli meniup terompet sekeras yang dia bisa, di mana moncong terompet hampir melekat dengan talkie-nya.. Dengan sedikit mengernyit karena suara yang memekakkan telinga itu , Sulli melirik kamar Minho. Dadanya serasa akan meledak ketika melihat Minho terlompat dan jatuh dari tempat tidurnya, Sulli cepat-cepat menghilang di balik tirai jendela. Dia mengintip, dan bisa melihat wajah Minho yang kebingungan dan rambutnya mencuat ke atas saat ia buru-buru berdiri.

Sulli berhenti meniup terompet lalu tertawa terbahak-bahak. Air mata keluar dari matanya, dadanya serasa akan pecah karena tertawa begitu keras. Dia menjatuhkan terompet dan memegangi perutnya yang melilit sakit menahan tawa seperti itu.

“Ya..ya…ya… sangat lucu, Bunny,” kata Minho, menggosok matanya. Dia terdengar setengah kesal dan setengah geli.

“Tidak, itu bukan lucu. Itu lucu kebangetan! “Kata Sulli sambil tertawa . “Kau seharusnya melihat wajahmu. Itu pemandangan bagus…langka… hahaha… kau terlihat tolol dan … ha ha ha ha !! ” Sulli tak bisa merem tawanya.

“Ini pertama kalinya kau membangunkan seseorang, bukan?” Ejek Minho dengan alis terangkat.

Sulli langsung berhenti tertawa.

“Balas dendam itu manis,” katanya dengan suara mendayu..

Lalu, dia membalikkan tubuh memunggunginya. Sulli meraih jaket dan tasnya lalu berjalan meninggalkan kamar , tak peduli dengan mata Minho yang menatapnya  . Sebelum benar-benar meninggalkan kamarnya, dia berbalik dan menjulurkan lidah padanya … seperti biasanya yang sering dia lakukan setiap kali merasa gembira…  seperti bocah… kembali ke masa lalu.

Sekarang, tiba giliran Minho yang tertawa.

SMA GALAXY

Sulli sudah di kelas “Sastra Inggris” ketika bel berbunyi. Dia menoleh ke arah pintu saat Taemin memasuki ruangan. Dia langsung tersenyum saat melihat Sulli yang membalasnya dengan senyum tipis… masih ragu untuk menganggap dia sebagai teman yang cukup akrab.

Ya, Sulli mau menganggapnya sebagai teman hanya karena dia bergabung dengan klub Pecinta Buku. Itu adalah alasan yang membuatnya bisa diterima. Mengapa ia bergabung dengan klub? Sulli tidak mengatakan bahwa tidak mungkin bagi seseorang sekeren dan sepandai Taemin akan bergabung dengan klub. Hanya itu … aneh !! Kebanyakan siswa di SMA Galaxy menyebut Klub Buku adalah klub paling tidak diinginkan dan klub orang-orang tolol di sekolah.

Sulli tidak bodoh. Dia tahu bahwa orang-orang yang menyebutnya sebagai klub demikian karena mereka yang menghebohkan klub-nya padahal tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Jadi, bila mengingat bagaimana kebanyakan orang menilai klub mereka…ada pertanyaan besar yang muncul dalam benaknya….mengapa Lee Taemin bergabung? Tak ada seorangpun yang bisa mengira-ngira jawabannya. Hanya saja, ketika dia masuk… maka dedikasinya untuk klub luar biasa !! Kemudian yang mengejutkan Sulli dia memiliki koleksi buku-buku lama yang mengagumkan.

Bayangkan, koleksi buku-buku sastra klasik yang hampir hilang di pasaran !!

Sangat sukar dipercaya !

Kesan pertama saat dia muncul pertama kali di kelas dengan penampilan yang “WOW” adalah bahwa ia akan menjadi milik anak-anak populer. Penampilan fisiknya saja sudah menunjang ke arah itu. Meskipun, rumor bahwa Taemin adalah penggemar seni klasik membuat sebagian gadis segan , tapi kenyataannya itu tidak menghentikan mereka untuk selalu mengerumuninya. Dan Taemin bereaksi secara wajar… tidak terlalu pongah, tetapi ramah menyambut kekaguman gadis-gadis di sekitarnya. Seakan-akan dia tidak berminat dan terlalu biasa diperlakukan seperti itu.

Kenyataan itu mau tidak mau membuat perhatian Sulli sedikit tergeser ke arahnya. Setelah percakapan dengan Minho semalam, dia tidak bisa menahan diri dari pemikiran bahwa mungkin hati dan jiwanya berada di sisi yang asing. Bukan dia membenarkan ucapan Minho bahwa dirinya tertarik pada anak baru itu… tetapi dirinya memang benar-benar melihat ada yang menarik dari diri Taemin. Bukan ketertarikan fisik tentu saja…apalagi rasa suka yang mendekati cinta . Bukan itu.

Dia hanya tertarik dengan dua sisi yang tidak biasa, yang ada dalam sosok anak baru itu .

“ …Coba saja fikirkan berapa banyak orang di SMA yang kamu kenal , yang mencintai buku, dan pada saat yang sama tampak seperti Justin Bieber ? Lihat, kau tahu maksudku kan? Aku curiga dia bergabung dengan kita karena kasihan dengan klub kita. Tapi serius, tidak akan ada yang akan menempatkan dirinya menjadi korban bulan-bulanan satu sekolah hanya karena rasa kasihan, kan? “

Sulli pernah melontarkan pendapatnya kepada Jiyoung ketika mereka membahas tentang kedatangan seorang “Prince charming” ke klub mereka.

“ Tunggu, aku tahu !! Dia pasti bergabung dengan klub Pecinta Buku untuk lebih dekat dengan Jiyoung! Ya, pasti itu. Aku melihat dia menyukainya. Sesungguhnya, mereka tampak manis ketika duduk ngobrol bersama-sama.” batin Sulli.

Sulli bertanya-tanya bagaimana Jiyoung akan menerima cinta anak baru itu jika dia tak pernah tahu perasaan anak baru itu. Mungkin selaku sahabatnya, Suli harus mengatakannya pada Jiyoung bahwa satu-satunya alasan Taemin bergabung di klub mereka adalah karena rasa sukanya pada Jiyoung.

Bel tiba-tiba berbunyi, memotong jalan pikiran Sulli yang mulai mengembara.

“Setelah semua kegiatan kalian selesaikan, aku minta resume halaman 23-30 dalam catatan kalian, untuk dipresentasikan minggu depan. Itu saja, ” kata Mr Sun Seoh .

Murid-murid bergumam sambil membereskan peralatan mereka. Sulli dengan lesu memasukkan buku kamus ke dalam tasnya.

“Mari kita pergi ?”

Sulli mendongak dan melihat Jiyoung, bersiap dengan kelas Kalkulus. Sulli mengangguk sebagai jawaban sambil berdiri. Dia berjalan menuju pintu di mana Jiyoung sedang menunggu.

“Sampai nanti, Taemin,” tambah Ji Young .

Ketika Sulli tiba di sampingnya, Jiyong menyenggol tulang rusuknya dengan lembut, sejenak Sulli bingung. Tapi saat melihat Jiyoung ia baru mengerti.

“Oh, ya,” gumamnya sambil menoleh ke arah Taemin , “Bye.”

Taemin tersenyum. Dia mengangkat tangan kanannya seolah melambai.

” Dia mengambil kelas apa sekarang ?” Jiyoung bertanya sambil menjejeri langkah Sulli.

Sulli menggedikkan bahunya tanda tak peduli ,” Tidak tahu. Tetapi kudengar dia dengan Kibum membicarakan kelas Aktan.”

“Orkestra ? Serius ??” Jiyoung matanya membulat, kelas Orkestra adalah kelas mewah, karena hanya orang-orang yang punya bakat yang bisa mengikutinya.

” Mungkin. Kenapa kau tidak menanyakannya sendiri ?” gerutu Sulli kesal.

” Kau bisa menjawabku atau tidak. Tak perlu marah-marah seperti itu !!” Jiyoung merengut.

Sulli menarik nafas ,” Sorry…” katanya singkat.

Ya, dia benar-benar kesal karena orang-orang terdekatnya menanyakan perihal Taemin kepadanya. Semalam Minho dan pagi ini Jiyoung…seolah-olah dia lebih tahu dari mereka.

.

.

Selama kelas Kalkulus yang membuat otak mereka mumet, Ji Young terus menerus mengatakan pada Sulli bahwa dia tidak akan makan Ice Cream Sandwich hari ini karena dia ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Sulli membelalak tak percaya dan dengan tatapan skeptis dia bergumam,

“Yang benar saja …”

Sulli meragukan kata-kata sahabatnya. Jiyoung adalah penggila eskrim, dan eskrim sandwich merupakan pavoritnya. Setiap makan siang dia tak pernah melewatkan untuk menyantapnya. Berbeda dengannya yang menyukai rasa vanilla dan strawbery.

“ Pelajaran ini membuat kepalaku berdenyut-denyut !” bisik Ji Young sambil mengorek-ngorek bukunya, seolah-olah dia sedang sibuk dengan tugas yang diberikan guru.

“ Kita tak pernah menyukai hitung-hitungan…” timpal Sulli ,”…kecuali yang berkaitan dengan uang…”

Keduanya terkikik.

“ Choi Sulli… Kang Jiyoung !! Cepat selesaikan tugas kalian. Bila sampai bel kalian belum bisa menyelesaikannya, maka kalian harus membersihkan kelas setelah jam pelajaran berakhir !”

Sulli dan Ji Young tersentak, kemudian menarik kepalanya hingga hampir menyentuh meja saking malunya. Setelah itu mereka tak berani berbicara lagi selain berkutat dengan soal-soal yang luar biasa menguras otak. Namun setelah berusaha pun mereka tak bisa mengerjakannya dengan benar. Untunglah menjelang menit-menit terakhir, mereka bisa menyelesaikan walaupun tidak yakin itu benar.

.

Setengah tergopoh mereka berlarian menuju kantin. Meja di kantin biasanya suka diperebutkan jadi mereka berusaha untuk berlari secepatnya. Saat mereka mencapai kantin, harapan mereka nyaris lenyap melihat keadaan kantin yang sudah ramai. Akhirnya mereka masuk jalur antrian untuk mengambil makanan. Setelah membayar, mereka berbalik dan mencari meja yang mungkin sudah ditinggalkan.

“Hei, ada yang kosong di sana,” kata Ji Young sambil menunjuk meja dekat jendela.

“Oooh. . . Aku menyukai tempat itu. “

Mereka menuju meja ketika Ji Young tiba-tiba berhenti. Matanya melebar seolah-olah dia melihat hantu.

“Ada apa?” Sulli bertanya, sedikit khawatir.

Dengan gelisah matanya menatap Sulli.

“Mereka memberi diskon untuk es krim sandwich hari ini!” Serunya.

Dengan senyum licik Sulli berkata, “Aku pikir kau bilang kau tidak akan memakannya hari ini…”

“Orang-orang mengatakan hal-hal aneh saat mereka lapar.” Kata Jiyoung membela diri

Sulli mengangkat alis. “Kau mengulang itu untuk pembenaran, bukan?”

Ji Young tersenyum malu-malu. “Ayo,” katanya, mulai berjalan lagi. “Kursi kita nanti akan diambil orang . Kau duduklah dulu, Aku akan ke sana sebentar lagi.”

Sulli menggeleng geli kemudian pergi ke meja yang kosong tadi. Begitu dia duduk, matanya melihat ke seputar kantin. Dia melihat Ji Young sedang menelepon, wajahnya berseri-seri. Sulli bisa memastikan kalau itu dari neneknya. Pagi tadi Jiyoung bercerita kalau keluarga ayahnya dari China akan datang berkunjung ke Korea.

Sangat menyenangkan sekali kalau masih memiliki nenek dan kakek yang masih hidup. Ji young bercerita bagaimana neneknya sangat memanjakannya. Kemudian nenek Minho pun sangat menyayangi Minho…bahkan memuja cucunya seperti memuja seorang raja yang cuma ada satu-satunya di dunia. Sulli tersenyum semakin lebar.

Sayangnya, matanya tiba-tiba terperangkap pada sosok Krystal dan kelompoknya yang sedang cekikikan, menertawakannya. Sulli mengepalkan tangan berjuang menahan dorongan untuk mendatangi mereka dan menuangkan air dingin ke kepala mereka, untuk menyadarkan mereka dari dosa-dosanya. Tapi kemudian, akal sehatnya berpikir bahwa mereka tidak layak mendapatkan kebahagiaan karena berhasil memancing kemarahannya. Sulli memalingkan pandangannya ke luar jendela. Dia bisa melihat kelompok orang populer dari tim basket sedang berjalan ke arah sana. Mereka benar-benar tampan dan gagah.

Tiba-tiba, jantungnya berdetak cepat saat menyadari kelompok pria paling populer di sekolah itu berjalan ke arahnya, dipimpin oleh Minho. Dan bukan ke meja Krystal. Mereka membawa nampan mereka.

“ Ahh… aigoo… Mungkin itu hanya imajinasiku, mereka mungkin sedang menuju meja Krystal dan geng-nya . Tetapi badan mereka mengarah ke mejaku… Omo…omo !! “ pikir Sulli panik, takut dengan tatapan sinis Krystal .

Minho dan rombongannya datang dan duduk bergabung di meja Sulli . Dia tidak akan terkejut jika itu hanya Minho saja… tetapi, Onew dan Jjong bersamanya. Dan Minho sudah berminggu-minggu tidak lagi duduk di mejanya.

“ Kenapa mereka duduk bersamaku? Apakah mereka merencanakan sesuatu? ‘

Sulli tidak bisa melakukan atau mengatakan apa-apa tentang hal itu karena mereka langsung duduk di sana tanpa berkata apa-apa atau meminta izin apapun. Mereka meletakkan nampan mereka begitu saja, nampan yang memuat makanan dengan protein tinggi di atas meja. Semuanya terjadi begitu tiba-tiba, seolah mereka tak mempedulikan mata Krystal yang membulat, bisikan-bisikan siswa lain, serta tak peduli wajah Sulli yang bingung.

Sulli mengangkat alis lalu melihat ke arah Minho, yang mengambil posisi di depannya. Bertanya-tanya. Tapi Minho hanya mengangkat bahu sebagai jawaban. Sulli menjadi jengkel oleh gayanya yang nge-boss begitu, seolah dia bisa melakukan apapun yang dia suka. Tanpa aba-aba, Sulli berdiri dan membawa nampannya untuk mencari meja lain

“Mau kemana kau?” Tanya Minho, bingung.

“Aku akan mencari meja lain,” jawab Sulli datar. “Rupanya, yang satu ini sudah ada yang memesan…,” Sulli menambahkan dengan senyum evilnya.

“Jangan bodoh,” kata Minho. “Tidak ada meja kosong lagi. Mengapa kau pikir kami duduk di sini karena sudah memesannya? Meja ini milikmu, duduklah !!”

Dengan keras kepala, Sulli mengacuhkannya , sebagaimana Minho selama beberapa minggu telah mengacuhkannya. Dia mengamati kantin mencari meja yang kosong. Sayangnya, Minho benar.

Sial.

Dengan menelan kebanggaannya, Sulli kembali ke tempat duduk yang baru ditinggalkannya. Dia duduk tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Sementara menunggu Ji Young , dia menatap Minho curiga. Sulli berusaha untuk tidak mempedulikan sekitarnya, walaupun dia yakin bahwa beberapa orang sedang melihat ke arah meja itu. Mengapa tidak? Tentu saja karena mereka terbiasa melihat Minho duduk dengannya saat makan siang sekali-sekali. Namun, melihat tiga anggota tim lainnya yang paling populer duduk dengannya…. adalah ..bisa dibilang menjijikkan bagi mereka. Suara-suara mulai berdengung di kiri kanannya.

Sulli mendesah.

Untungnya, dia melihat Ji Young mencarinya. Dia tidak bisa melihat dirinya dari tempatnya berdiri. Bagaimana mungkin? Tiga anggota tim yang tinggi menghalanginya. Dan tentunya Jiyoung tak akan menyangka dirinya terselip di antara cowok paling diinginkan di sekolah.

Entah dari mana, Taemin tampak sudah bergabung dengan Jiyoung. Sulli memutuskan untuk mengangkat tangannya sebagai cara menarik perhatian sahabatnya . Dia menghela napas lega saat melihat Jiyoung melihatnya dan cepat-cepat menuju ke arah mejanya, tapi dia melambat langkahnya ketika semakin dekat dan mengenali orang-orang yang duduk bersama Sulli. Jiyoung tampak benar-benar bingung saat mengambil tempat duduk di samping Sulli yang masih kosong. Taemin mengikutinya, dan duduk di seberang Onew.

“Apa yang terjadi?” Ji Young berbisik ke telinga Sulli. “Kenapa kau pindah ke meja mereka?”

“ Huh, sepertinya aku yang melakukannya.” Pikir Sulli sebal.

“Aku tidak,” kata Sulli dingin. “Mereka yang datang dan duduk di sini.”

Ji Young menatap sahabatnya bingung, tapi dia tidak berani bertanya lagi.

Setelah itu, keadaan di sekitar meja benar-benar aneh. Tidak ada yang berbicara.

Tegang.

Mereka saling menatap satu sama lain, atau lebih memilih menunduk dan menekuri makanannya . Suasana benar-benar canggung..

“Hai,” kata Taemin membuka percakapan,

Minho tersenyum kepada teman-temannya kemudian menatap Taemin seperti melihat sesuatu yang aneh. Minho dan Taemin saling bertatapan dan Minho tampaknya memilih untuk mengabaikannya. Jjong dan Onew mulai makan, sementara Minho meraih soda dan minum, seolah-olah Taemin tidak berbicara.

“ Kasar sekali! Mereka bisa saja setidaknya membalas senyuman Taemin !” pikir Sulli marah

“Um, Sulli,” kata Ji Young pelan-pelan. “Kupikir kau lebih baik memperkenalkan Minho ke Taemin.” Bisiknya

Sulli menatapnya kosong, seolah-olah dia keluar dari pikirannya.

“Mengapa harus aku ?” Sulli bertanya dengan heran. “Mengapa kau tidak memperkenalkan mereka satu sama lain?”

“Aku mau…,” desah Jiyoung . “..tapi aku bukan teman baik Minho,” tambahnya sambil tersenyum.

“Tsk.”

Sulli mendecak kesal , melirik Taemin, yang ternyata sedang menatapnya. Sulli buru-buru mengalihkan matanya pada Minho yang tampak sedang merenung, menatap ke luar jendela. Itu membuatnya bertanya-tanya apa yang sedang dipikirkannya.

“Minho,” kata Sulli.

Mata Minho beralih dari jendela kepadanya, menatapnya. Jantung Sulli langsung menggelepar melihat matanya yang kehitaman berpendar indah.

“OMG… matanya begitu membius. Melihatnya sedekat ini aku benar-benar bisa menatap pupil matanya yang kecoklatan itu mengecil. Dan aku sanggup melihatnya selama berjam-jam ke depan .”

Sulli menggeleng kesal dengan isi kepalanya yang melayang kemana-mana..

“Um, ini adalah Lee Taemin,” lanjut Sulli sambil menunjuk ke arah Taemin. “Dia adalah anggota baru di klub Pecinta Buku.”

Onew tampak terkejut, atau setidaknya ia ingin memberi kesan begitu dengan kedua matanya yang membelalak dan bibirnya terbuka.

“Begitulah yang kudengar,” kata Minho datar. Dia mengangguk sedikit ke Taemin untuk menyalaminya.

“Taemin,” kata Sulli, sambil matanya beralih pada Taemin, “ini adalah teman terbaikku…sahabatku , Choi Minho.”

“Ya, aku juga sudah mendengar tentang itu.” Taemin mengangguk kembali kepada Minho.

Satu-satunya perbedaan adalah …. Taemin tersenyum kepadanya.

Mereka terus saling menatap. Tampak seolah mereka sedang mengalami percakapan serius melalui mata mereka. Seperti, mereka menantang satu sama lain atau saling mengukur  kekuatan masing-masing…atau yang semacam itu

“Mungkin itu hanya pikiranku.” kata Sulli dengan gelisah

“Kenapa kau tidak mencoba untuk bergabung dengan tim basket?” Ji Young bertanya pada Taemin, dan itu memutuskan komunikasi mata antara Minho dan Taemin.

“Mereka cukup baik,” tambah Jiyoung sambil menunjuk Minho, Jjong, dan Onew.

Sementara itu, Sulli menendang Minho di bawah meja. Memperingatkan sikapnya yang begitu kasar dan tak acuh pada teman barunya

“auch….”

Minho menatap Sulli dengan mata melotot. Sulli membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tapi Taemin mendahuluinya.

“Aku tidak suka basket.”

Semua mata tertuju padanya. Menatapnya dengan aneh.

“ Apa yang dia pikirkan, mengatakan bahwa dia tak suka basket? Hello! Ada yang tersinggung di sini !! Tim Basketball sekolah yang populer duduk di sini bersama kita. Apa yang mereka pikirkan ketika mengetahui ada seorang laki-laki tampan dan atletis yang menyatakan tak suka basket ?”

Sulli kini diliputi ketakutan, takut kalau teman-teman Minho akan membuat Taemin mati kutu.

Mereka adalah pemain inti yang dipuja-puja sebagian besar gadis, Minho adalah kaptennya. Mereka melakukan basket dengan serius, mendalaminya, mengobarkannya. Itu adalah gairah mereka.

“Apa?” Ujar Onew takjub.

Dia mengerutkan kening saat  bertanya,

“Bagaimana bisa?” sambungnya.

Taemin mengangkat bahu. “Saya pikir tak ada gunanya untuk mengejar bola yang sama, memperebutkannya, kemudian berlomba memasukkannya ke dalam ring.. Ini tidak masuk akal, hanya buang-buang waktu dan tenaga . Ini tidak memiliki makna apapun bagiku. “

“Tidak banyak orang yang tahu ,” kata Minho menyela.

Suaranya netral namun mendominasi. Tapi Sulli mengenalnya begitu baik sehingga bisa merasakan suaranya yang sedikit goyah , menggetar, dan menyimpan amarah.

“Orang-orang Yunani menciptakan Olimpiade untuk mengukur keunggulan manusia,” lanjutnya. “Ini sama dengan Basketbal atau olahraga lainnya di dunia ini. Tidak semua orang bisa memainkan basket, dan kalaupun bisa tidak banyak yang bisa bermain dengan baik. Dalam Basket, diperlukan keahlian untuk berlari, memblokir, dribbling, dan shooting yang tepat . Stamina yang prima, kekuatan, dan keseimbangan seseorang memegang peranan penting. Selain itu basket membutuhkan teamwork, juga kedisiplinan. Semua itu seharusnya menjadi tantangan bagi seorang pria. Untuk menang kita harus berlomba dengan melakukan berbagai cara dan pada saat yang sama harus mengendalikan diri agar tidak keluar dari aturan main … ini sebuah tantangan, bukan ?. Dan kemampuan melakukannya untuk kemudian menjadi pemain yang baik bisa mengukur keunggulan seorang laki-laki. ” Minho mengakhiri pidatonya dengan berpuas diri.

“Bisakah kau tidak hanya mengukur keunggulan seorang laki-laki dari olahraga?” Tanya Taemin.

“Aku tidak mengatakan begitu,” jawab Minho cepat. “Tapi untuk menyatakan bahwa olahraga ini tidak ada gunanya agak kurang bijaksana, bukankah kau tadi mengatakan demikian?”

Suara mereka tenang. Namun Sulli bisa merasakan ketegangan dalam kata-kata mereka. Taemin membuktikan bahwa ia cerdas. Namun demikian, Minho adalah lebih pintar juga. Taemin tidak menjawab. Dia dan Minho kembali saling menatap satu sama lain seperti sebelumnya. Keadaan di meja terasa mulai canggung lagi.

“Oh, es krim-ku meleleh ….” keluh Jiyoung.

Mereka yang mengelilingi meja melihat ke arah Ji Young . Dia tampak sedih.

“Aku akan membelikanmu yang lain,” Jjong menawarkan, lalu berdiri.

“Benarkah? Terima kasih! ” Ji Young berseri-seri saat ia mengikutinya.

Keheningan mencekam kembali.

“Apakah kita masih pada rencana Jumat malam ini?” Taemin tiba-tiba berkata kepada Sulli.

“Ya, tentu saja,” jawab Sulli otomatis, hanya sekedar untuk menjawabnya.

Taemin tersenyum gembira. “Keren.. Pasti menyenangkan !!”

Mata Sulli beralih ke Minho. Dia terkejut melihat Minho menatapnya  tajam dan penuh tanya. Sulli sedikit mengerutkan kening padanya.

“Mengapa ia menatapku seperti itu? Mengapa aku harus merasa bersalah padanya ??“

“Ups,” kata Onew keras memecah keheningan.

Sulli beralih menatapnya. Dia sepertinya sengaja menumpahkan sodanya pada Taemin.

“Maaf tentang itu, chingu,” Onew meminta maaf. Tapi dari suaranya dia benar-benar tidak terdengar seperti menyesal sama sekali. Wajahnya bahkan memperlihatkan senyum licik daripada penyesalan.

Taemin menggeleng.

“Tidak, tidak apa-apa, Hanya air soda…” katanya, menarik keluar saputangan dari sakunya dan menggosok kain di tempat bernoda. “Aku lebih baik mencucinya dulu, kalau begitu.” Dia melirik ke arah Sulli dan menambahkan, “Aku akan segera kembali.”

“Tentu,” gumam Sulli sambil mengangguk.

“Aku akan mengambil soda lain,” kata Onew pada Minho sambil berdiri dan meninggalkan mereka.

Jelas,

Minho dan Sulli ditinggalkan sendirian di atas meja.

Sulli menunduk, melihat ke bawah pada makanan, berusaha untuk tidak melihat Minho. Dia baru ingat bahwa Minho tidak tahu apa-apa tentang acara Jumat malam itu. Dia belum menceritakannya …belum. Tidak pernah ada waktu untuk berbagi cerita seperti dulu. Minho akhir-akhir ini sangat jarang duduk semeja dengannya, hampir tidak pernah bicara di malam hari. Baginya mendengar tentang ini dari orang lain pasti menyakitkan. Sulli benar-benar menyesal, tadinya dia berfikir Minho tak usah tahu mengingat itu hanyalah kegiatan rutin klub-nya.

“Jadi, kau kencan dengannya Jumat malam ini?” suara Minho terdengar tajam, menusuk.

Sulli langsung mengangkat wajah dan menatapnya.

“Ini bukan kencan!” Katanya membela diri. “Kami hanya menonton film bersama di rumahku. Selain itu, Jiyoung juga bergabung dengan kami. Kau berhalusinasi lagi, Frog . “

“Jadi kalau itu bukan kencan…,” katanya serius. “Bisakah aku datang dan bergabung ?”

“ Apa ??? Serius, mengapa ia ingin datang? Tidak bisakah dia melihat bahwa aku dan Taemin tak punya ketertarikan? Percakapan mereka tentang basket adalah salah satu alasan yang cukup bahwa mereka tidak akan akur. Itu bisa menghancurkan kesenangan kami nantinya.“

“Maafkan aku. Ini eksklusif untuk klub Pecinta Buku. “

“Apakah hanya kalian bertiga anggotanya ?” tanya Minho mendesak

“Tidak, tapi kamilah yang paling aktif.” Sulli menjelaskan dan melihat ketidakpercayaan di mata Minho,

“Apakah aku tidak diijinkan, DADDY ?” Kata Sulli menyindir dengan sinis.

Minho mengangkat dagunya, matanya tajam menatap mata Sulli lekat-lekat. Dari garis rahangnya Sulli tahu, Minho tidak menyukai sindirannya.

“ Ha! Itu mengganggu dia !! “

Sulli tahu kata-katanya telah mengusik hatinya.

“Karena aku ‘daddy’-mu, kupikir aku harus mengawasimu,” kata Minho kemudian, menyeringai penuh kemenangan.

Grrrth . . .

Sulli mengepalkan tangannya.

“Apa kau tidak punya acara pesta untuk dihadiri malam itu?”

“Ada pesta tetapi hari Sabtu, bukan Jumat malam,” ia dengan cepat berkata .

Pada saat itu, Ji Young , Jjong, Onew, Taemin tiba di meja. Minho masih tersenyum seperti sudah meraih satu kemenangan besar.

Dia tahu itu, dan Sulli tahu itu.

Minho menang.

“Jadi,” dia menghela napas lalu berdiri. “Sampai jumpa pada Jumat malam,” katanya, menggerakkan alisnya. Dia berpaling ke Onew dan Jjong, menunjuk pintu keluar. Mereka lalu pergi mengikuti langkahnya, Minho memimpin di depan. Persis seperti selebritis dan bodyguard-nya.

“Apakah Minho akan bergabung dengan kita pada Jumat malam?” Tanya Ji Young penasaran, sebelum menggigit Ice Cream Sandwich-nya.

Sulli mendesah. “Sayangnya, ya.”

“Kau terlalu lemah, man ,” kata Onew pada Minho. “Kau tidak biasanya ramah pada anak baru.”

Itu hanya beberapa menit setelah mereka meninggalkan kantin. Mereka langsung pergi ke lapangan basket sementara menunggu bel masuk.

“Aku tidak tahan,” kata Minho masih tersenyum, memutar-mutar bola di tangannya. Minho menggiring bola sekali, dan kemudian membuat tembakan yang langsung ke ring basket.

Bola berputar sebelum akhirnya bergulir ke dalam ring dan meluncur jatuh. Jjong menangkapnya.

“Aku tidak suka orang itu,” Minho menambahkan, sambil mengangkat bahu.

“ Bukannya tidak mencoba, bagaimana pun aku telah melakukannya… membuat anak baru itu terlihat tak berarti di depan Sulli. Tapi Lee Taemin itu terlalu pintar. Aku dengan kasar telah mengabaikannya ketika ia menyapaku, mengetesnya untuk melihat seberapa jauh ia akan berbuat dengan perlakuan kami . Namun dia terus tersenyum kepadaku seperti tak pernah bosan. Aku seorang pria yang dididik sopan santun. Aku tahu seberapa jauh bisa terus bersikap tidak baik dan kasar pada seseorang. Dan aku tak pernah bertemu dengan orang yang tolol sepertinya, yang terus memaksakan senyum kepada orang lain yang tak mau menerimanya. Itu sebabnya aku tidak percaya apa-apa tentang dia. Orang seperti itu hanya memiliki satu motif tak benar dalam otaknya. Apapun itu. Hal lainnya, komentar pertama yang kudengar dari dia tentang basket sangat menyinggungku “

“Beri aku bola ! ” kata Minho pada Jjong.

Dia segera melempar bola , Minho berlari setengah putaran sementara Jjong berlari ke arah ring saat Minho menggiring bola. Pada waktu yang tepat, dia melompat dan membuat tembakan dengan lompatan indah. Butuh waktu tiga detik untuk melakukan semua itu. Dan…

Dukk !! Bola memantul lalu jatuh dan ditangkap oleh Onew sambil tertawa.

“Tembakan yang indah , kapten !”

Minho mengacak-acak rambutnya sedikit frustrasi. Belum pernah dia gagal memasukkan bola dari jarak demikian dekat.

“ Apakah dia bodoh? Apakah dia tidak menyadari bahwa kita berada di sana? Siapa dia pikir dirinya ? Hanya karena dia tidak suka permainan basket, tidak memberinya hak untuk mengatakan bahwa permainan ini tidak masuk akal. Aku tidak suka itu.” Kata Minho kepada dua kawannya yang melihatnya dengan bengong, tak menyangka Minho bisa meledak-ledak seperti itu.

“ Aku tidak marah kepadanya, tetapi aku tak suka dia mengatai basket itu olah raga bodoh !” Minho menjelaskan pada teman-temannya seolah demi tim mereka.

Namun, dia tidak bisa menyangkal bahwa sebenarnya hatinya kesal Sulli dan Taemin telah membuat janji di belakangnya. Janji menghabiskan waktu bersama…walaupun Jiyoung ada menyelip di antara mereka. Huh !!.

“Yah, aku tidak bisa menyalahkanmu kalaupun marah, Kata-kata anak baru itu memang keterlaluan. Aku sendiri tadi ingin memukul mulutnya yang lancang.” kata Onew, mengerutkan kening.

Dia mengejar bola, dan membuat tembakan. Dia berpaling kepada Minho dan berkata,

“Apa yang kau inginkan… katakanlah! Kita bisa memukulinya? Menghabisinya jika perlu !!”

Minho tahu bahwa Onew serius. Dia tidak terbiasa dikritik atas apa yang ia cintai. Biasanya, orang yang berkomentar seperti Taemin bisa mendapatkan “satu tiket di toilet”... Itu adalah istilah tim mereka untuk menghadapi mulut nyinyir … satu dua pukulan di toilet untuk membuat mereka bungkam.

Sudah berkali-kali Onew melakukannya, dan biasanya dihentikan Minho dan Jjong supaya masalahnya tidak sampai ke Kepala Sekolah . Jika tidak, sebulan sekali mungkin Onew akan diseret ke ruang kepala sekolah karena masalah temperamennya yang naik turun. Tipikal anak muda yang frustasi dengan keadaan orang tuanya yang super sibuk, yang lebih mengenal nama anjingnya daripada mengingat nama anaknya sendiri.

Satu-satunya alasan mengapa dia tidak mengalami itu adalah karena dia selalu bersama Jjong dan Minho. Minho bukannya orang yang punya pengaruh kuat pada kepala sekolah tetapi dia tahu kapan harus berhenti dan diam

Minho menggeleng. “Tidak, kita lihat saja dulu perkembangannya,” kata Minho.

Jjong mengarahkan matanya pada Minho. Dia melontarkan senyum tipis sebelum menembak bola ke ring .

Meleset.

Minho berlari untuk mendapatkannya.

Setelah itu tak ada lagi percakapan tentang Lee Taemin

==== TBC ====

.

.

Chingu, jangan berharap terlalu banyak dengan fanfic ini. Sungguh, konflik yang muncul hanya konflik keseharian anak remaja (menurutku tentunya)  🙂

Well, kritikan selalu ditunggu…. atau saran ?? Hahaha… itu sangat membantu tentunya !!

Eonni mau membangun kerjasama dengan reader yang cantik2 nih…

50 komentar, posting part berikutnya !!

Dan terimakasih banyak buat yang sudah komentar juga nge-like. Kalian the best lah !!

Annyeong  😀

Advertisements

78 thoughts on “THE hunk NEXT door (6)

  1. Cie yg envy karna diem-diem sulli buat janji sama taemin padahal itu juga ada si jiyoung. Si minho meledak karena taemin buat janji ntuh:v , bukan karena ngejek *yakalik*:v

  2. Aduuuhhhh~ saya lupa uda comen ato blm yaaa kkkkk
    Pokoknyaaa disini diriku masih penasaran sama taem….benernya taem sukanya sama sulli ato jiyoung sih???
    Duuhh enaknya yaa punya sahabat secakep minho -,- jd klo makan siang brg minho dan teman2 yg kece kita berasa ikutan kece jg gitu hahaha

    Minho getting jealous of xD

  3. omona sulli…. sekarang kau bisa bangun lebih awal tanpa harus dibangunkan oleh minho secara langsung lewat talkie. Dan sekarang sulli membalas dendam kepada minho dengan cara meniup terompet sekeras yg dia bisa melalui talkie. konyol sih ….!!! tapi itu Lucu, apalagi pas lihat reaksi minho saat mendengar bunyi terompet itu. kekekeke :v bikin aku ngakak.
    ini kejutan…!!!! melihat minho, onew, dan jjong duduk semeja dengan sulli itu benar² hal yg langka. gimana gk langka kalau mereka biasa duduk dan makan bareng Krystal yg notabenya sebagai kekasih minho. dan apa lagi ini? cowok baru( lee taemin) juga ikut gabung bersama sulli dan minho cs. ini pertama kalinya kan minho bertemu secara langsung dengan taemin ? dan pertemuan pertama mereka sedikit tidak menyenangkan. dari tatapan minho dan ucapannya saat melihat dan berbiacara dengan taemin benar² tidak bersahabat. ditambah lagi dengan tanggapan taemin tentang olahraga basket dan juga acara malam jumat yg dihabiskan dengan sulli membuat minho marah dan cemburu. mungkin minho marah karena pendapat taemin yg sedikit merendahkan Tim basket. serta cemburu dengan kebenaraan bahwa taemin Akan menghabiskan malam jumatnya bersama sulli, walaupun disitu ada jiyoung yg menemani mereka. tapi kenyataan itu tidak bisa membuat minho tenang. Dan sekarang apa? minho ikut bergabung dengan sulli,taemin Dan jiyoung? omona….semoga saja dengan kehadiran minho di acara khusus untuk anak² klub buku itu tidak merusak suasana.
    next eon….!!!! keep writing.!!!!

  4. cieee yang cemburu .. karna tau sulli ma taemin janjian nonton padahal kan disitu juga ada jiyoung..
    minho hahaha 😂😃 kasian tu krystalnya berasa diabaikan wkwkwkkwk=D
    lanjutt thor .. keep writing 😆

  5. Taemin secara tidak langsung menantang minho..
    huh pejantan tangguh 😀
    Waw sull,, hati-hati taemin masuk keklub pecinta buku bukan karena kasian ,, tapi karena dia mungkin mmmm suka sama kamu 😀
    Mereka buat janji mao nonton film dirumahnya walaupun ada jiyoung wahwahwah suull.. kau membangunkan macan yang sedang tidur..
    finally.. Minho cemburu kan.. terus krystal mao dikemanain
    next oenni 🙂

  6. Wah Ssul hebat banget bisa membuat Ming jadi kacau hanya karena hal kecil seperti itu. Dan Taem juga bisa membuat Ming kalang kabut karena bisa membuat dirinya dekat dengan Sulli. Dan sepertinya Jiyoung dan Ming sadar kalo Taem itu ingin mendekati Sulli bukan Jiyoung. Tapi, Ssul terlalu mencintai Minho sehingga dia tidak memperhatikan sosok laki2 lain yang ingin lebih dekat dengannya.
    Saeng gak nyangka loh eonDin, ternyata Peran Onew di ff ini gitu banget. Beda ama perannya di ff sebelumnya yang selow, kalem, dan sejenisnya. Tapi, di ff ini dia jadi org dengan temperament yang naik turun dan bisa ‘memberi tiket gratis di toilet’, itu sulit dibayangkan hahaha
    Minho sebagai ‘daddy’nya Ssul, itu lucu banget eonDin. Tapi, pasti bakalan lebih lucu ngebayangin apa keusilan yg akan Minho lakukan saat menghabiskan malam bersama dengan 3 anggota klub buku itu. Ditunggu lanjutannya eonDin. Semangat semoga votenya bisa mencapai target bahkan melebihi target 😀

  7. Cieelah si abang sangking overprotektif y ampe makan pun sekarang mau y ama sulli ampe bawa antek2 y lg.. Wkwkwkwk 😁
    Kasian krystal ampe d cuekin gitu hehehe
    Roman2 y minong and Tetem Gx bakalan akur nich… Sekarang aja cuma lewat tatapan mata
    Udah Nunjukin bendera perang gimana entar…ckckck *gelang kepala

    Gx sabar nunggu jumat malam yg kyk y bakal mencekam…
    D tunggu kelanjutannya semangat trs eon

    #FIGHTING 😉

  8. eonni aku komen di 2 chap sebelumnya disini ya… kkkkk… aku suka bnget liat tingkah2 lucu minho dan sulli kkkk lebih suka lagi liat minho cemburu hahah apalagi yg di chap 5..cie ciee..frog mulai gelisah ahhaa

  9. sull keren banget,
    emang sekali-kali si minho harus digituin biar sadar, coba aja nggak usah diajak sekalian tuh si minhonya biar tambah kalang kabut.. ples nyadar ama perasaannya sendiri.
    sejauh iniaku liatnya kok taemin masih baik banget ya?
    jadi penasaran???
    semangat buat kelanjutannya kakak;)

  10. Ummm ini minho ga suka sama taemin krn pernyataan taem ttg basket atau krn kedekatannya sm sulli? Kkk~ akui saja lah frog kau ni cemburu 😂

  11. maaf ya chingu kakak baru komen.. maklum laa super sibuk..hehe
    waah apa minho dan gengnya makan bersama dgn sulli bukan sama kristal..
    apa sulli da acara nonton dvd bareng ma taemin dan jiyuong dirumah sulli..
    dan minho cemburu kenpa sulli g pernah cerita.. eemmm makin seruu chingu..

  12. Minho baka’,nggk peka.sdh jelas2 klw dia cemburu..LOL :D:*
    gw rasa taemin dan Krystal itu sdh kenal.tapi mereka sandiwara ngkk kenal gitu klw d skolh,dan klw krystal dan Taemin tahu klw Minho itu suka Sulli dan sebalik.y maka.y dia bantu Minho atwpun Sulli untk mereka sling cemburu (Jiwa detektif gw balik lg 😀 ) tapi fixx,Next part 7 untuk pastiin smw itu 🙂

  13. Kebanyakan alasan si frog
    mulai kebakaran jenggot tuh sih frog tpi frog kan nggak punyak jenggot yah #wkwkwk :D:D:D
    pnasaran tentang taemin ??? Suka ama sulli kyaknya deh tpi sulli mikirnya suka ama jiyoung

  14. Dududuuddu Choi Minho what are you doing man!? Hahhaa
    Jealousnya kebangetan yakkk kamu.. Hihihi sayangnya dari dulu selalu Minho yang membuat Ssul menahan rasa dihati #ceilehh hahaha
    Let’s go to the next chap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s