THE hunk NEXT door (7)

The Hunk Next Door

 

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Terimakasih, Sulli

Rumah Sulli, Jumat Malam

Sulli berjalan mondar-mandir di ruangan kecil yang memisahkan kamarnya dengan kamar kakaknya, terletak di lantai dua rumahnya. Sekali lagi dia memastikan semua yang diperlukan sudah tersedia. Dia merasa senang karena akhirnya ada teman lain yang mau berkunjung ke rumahnya selain Minho dan Jiyoung. Malam ini adalah malam dimana dia sudah berjanji pada klubnya untuk bersama-sama nonton video. Orang tuanya sudah mengijinkan dengan batas waktu tertentu, pastinya.

Entah kenapa dia merasa jantungnya berdebar-debar menghadapi malam ini. Minho akan datang dan Taemin juga. Dua orang yang dalam pertemuan terakhirnya seperti saling menjajagi kekuatan masing-masing. Itu mengingatkan Sulli pada tatapan dua orang koboi yang siap untuk berduel, lalu menghabisi lawannya dalam satu tarikan pelatuk.

“ Aku akan mengecek VCD-nya.” Kata Sulli.

Tentu saja, tidak ada yang salah dengan itu. Dia hanya membuat alasan agar terdengar seolah-olah dirinya melakukan sesuatu sementara Ji Young sedang sibuk di dapur membuat minuman dan popcorn untuk malam ini.

“ Mengapa aku tidak di dapur? Tentunya Jiyoung bisa menangani sendiri kalau hanya untuk memasak popcorn dan beberapa cangkir teh. “

.

Ding Dong!

.

Bel pintu berbunyi. Sulli tersentak, matanya melihat pintu dengan cemas. Kemudian dengan harap-harap cemas dia pergi ke pintu , berharap bahwa yang datang adalah Taemin. Akan lebih bagus bila Taemin datang lebih dulu dari pada Minho. Setidaknya dia bisa menempatkan posisi Taemin supaya tidak berdekatan dengan Minho. Tetapi dia sedikit kecewa ketika yang dilihatnya adalah Minho dengan senyum lebar yang terukir di wajah tampannya.

Minho terlihat menarik seperti biasa, mengenakan kaos hijau belel dan celana pendek selutut berwarna hitam. Rambutnya basah , mungkin dia baru selesai mandi sebelum muncul di rumahnya. Dia tampak seolah-olah akan pergi ke pantai, terlihat santai dan lepas. Sementara Sulli mengenakan piyama gombrong pink kesayangannya, hanya kali ini bergambar keropi. Sebuah jaket hoodie melengkapi tampilannya yang tampak seperti akan tidur .

“Apakah kau tidak akan mempersilakan aku masuk ?” Minho tiba-tiba bertanya.

Sulli menatapnya skeptis. “Apakah kau memiliki undangannya?”

Minho menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya, sebelum berkata, “Kupikir kita sudah membicarakan itu di kantin.”

“Itu tergantung…,” kata Sulli, matanya beralih ke tangan Minho .

“….Apakah kau membawa makanan atau apapun untuk disantap bersama-sama?” Tanyanya penuh harap kalau Minho akan membawa pizza atau es krim.

“Tidak,” jawabnya sambil membuka tangannya.

Sulli merapatkan pintu, seolah ingin mencegah Minho menerobos masuk ke dalam rumahnya.

“Tapi aku sudah memesan pizza,” tambah Minho cepat kemudian tersenyum.

“Cukup baik, kau bisa masuk,”

Sulli berusaha menyembunyikan rasa senangnya dengan berkata tanpa semangat, namun demikian dia membuka pintu masuk lebih lebar untuk membiarkan dia masuk.

“Pergilah langsung ke ruang belajar. Kau tahu jalannya, bukan? ” kata Sulli dengan nada agak membentak.

“Aku sudah mengenal rumahmu seperti mengenal kamarku sendiri. Apa yang kau pikirkan di kepalamu dengan pertanyaanmu itu? “

” Bersikap sedikit sopan, Minho… malam ini berbeda , bukan?” Kata sulli, mengerutkan kening sedikit saat menutup pintu.

“Sopan ?? Ayolah… Kau benar-benar menguji kesabaranku , Bunny. Sedikit pun kau tidak terlihat gembira melihatku. Jangan bilang kau sedang mengalami PMS, “

Sulli tidak menjawab .

“ Kukira kau sedang menunggu teman kencanmu yang belum muncul juga.” Minho mendengus sambil melangkah masuk.

“ Dia bukan teman kencanku. Dan kuperingatkan agar kau menjaga sikapmu di depannya.”

“ Ha… ha …ha !!” ejek Minho dengan sentakkan pada setiap suku katanya , sebelum naik ke tangga dengan langkah berdentum.

.

Minho melangkah dengan perasaan jengkel. Sulli sudah berubah terlalu banyak. Dia tak pernah menyambutnya dengan kasar setiap datang ke rumahnya…dalam keadaan semarah apapun.

“Tetapi…apakah dia tadi marah padaku atau hanya menggodaku saja ? Kenapa aku harus kesal menyadari senyumnya yang cerah tiba-tiba lenyap saat melihatku. Apakah dia sedang menunggu Taemin, dan bukan aku ? Apakah senyum itu dia siapkan untuk anak baru itu ? Ataukah aku yang terlalu sensitif ?? Sensitif ?? Oh c’mon Minho… kau cowok !! Tetapi… apakah ada gejala perubahan hormonal pada seorang pria seperti yang dialami wanita saat PMS ?

Ini serius, Choi Minho merasa dirinya begitu pemarah beberapa hari terakhir ini Dia telah menjadi sosok pemarah sejak. . . sejak ia bertemu Taemin Rabu lalu. Ya, sejak itu dia selalu melihat segala sesuatunya salah. Bahkan, dia melihat cara ibunya membubuhkan selai kacang di atas roti sarapannya, sebagai kesalahan yang menyakitkan. Saat Onew lebih memilih melempar bola ke Luhan daripada kepadanya itu menyebalkan, Cara Sulli mengikat rambutnya sekarang pun terlihat tidak seperti seharusnya. Dan kesemuanya itu hanya membangkitkan kemarahannya saja.. UGH !!

“Apa yang sedang terjadi dengan diriku ? Apa aku tidak menyukai Taemin tetapi tak bisa mengungkapkan secara terang-terangan, sehingga aku mencari pelampiasan kemarahan pada obyek lain ? Hanya karena dia tidak mau bergabung dengan tim basket tidak berarti aku harus membencinya. Tidak berarti komentar Taemin tentang basket membuatku berhak memarahi orang lain, bukan ? Ya, memang dia mengatakan hal-hal buruk tentang olahraga itu tapi kan hanya karena dia tidak menyukainya. Manusia memiliki pendapat sendiri pada hal-hal yang berbeda. Taemin mungkin terlihat atletis tapi dia benar-benar tidak menyukai sport. Itu haknya , bukan ? Mengapa aku harus marah karena itu ?”

.

Sulli melihat punggung Minho yang sedang berjalan menaiki tangga. Dia hanya berharap bahwa Minho setidaknya akan senang karena seseorang seperti Taemin memilih untuk menjadi temannya, sementara Minho asyik bersenang-senang dengan pacarnya . Setidaknya dia tidak terbebani lagi untuk menemani Sulli makan siang di kantin.

Sebuah pikiran tiba-tiba datang ke dalam kepalanya .

“ Perasaan seperti ini … pasti seperti yang Minho rasakan juga ganjalan yang muncul akibat hubungan buruk antara aku dan Krystal. WOW !! Perasaan yang tidak menyenangkan sama sekali.” Pikir Sulli sedih.

“Malam manapun tidak berbeda buat kita, Bunny…,”

Kata-kata Minho di atas tangga membuat Sulli tersentak. Sambil menggeleng seolah-olah Minho telah mengatakan sesuatu yang terlalu mengada-ada, Sulli berbalik ke dapur. Sementara Minho masuk ruang tamu, mengambil posisi di sisi kanan sofa.

Sulli baru akan memasuki pintu dapur ketika bel pintu berdering lagi. Sekarang, dia yakin bahwa orang di balik pintu adalah Taemin. Sulli membuka pintu, dan dia benar.

Sulli membeku.

Dia teringat semua impian gadis-gadis yang sering ditayangkan dalam film saat memimpikan pangerannya. Remaja seumurannya mungkin tahu  apa yang dirasakan bila tiba-tiba ada orang terkenal muncul di depan pintu rumah untuk memintanya berkencan, dengan buket bunga di tangan dan berdandan rapi , tampan, mempesona ? Nah, seperti itulah penampilan Taemin malam ini. Dengan kaos rajutan V-neck-lengan panjang warna abu tua dan celana jeans belelnya. Rambutnya terlihat disisir sembarang, tetapi membuatnya terlihat natural. Rapi dan … saaangat tampan ! Tetapi bukan bunga yang ada di tangannya, dia membawa   coklat.

untitled

“Hai,” kata Taemin, tersenyum pada Sulli.

“ Oh GOD !! Ternyata ada cowok lain yang memiliki senyum sehebat senyum si Froggy !”

“Wow…keren,” kata Sulli berusaha mengalihkan pikiran nakalnya dengan mengamati coklat yang dikemas berwarna-warni dalam toples di tangannya . “Kau membawa coklat.”

” Ini juga,” katanya sambil mengangkat sebuah kotak dalam kantong plastik di tangannya yang lain.

“ Apa itu ?” Sulli menatap kotak dengan bertanya-tanya.

“ Pasta. Aku yang membuatnya.” Katanya dengan bangga

Sulli menatapnya tak percaya. “Kau membuat pasta?”

Dia mengangguk sambil tersenyum bangga.

“Ya, jenis masakan yang mudah sih… tetapi yang terpenting rasanya menjanjikan.” Taemin berhenti sejenak, mempelajari ekspresi wajah Sulli. “Tunggu….Aku bisa menebak dari apa yang kulihat … kau tidak bisa memasak , kan ?”

Sulli tidak menjawab, wajahnya berubah menjadi matang. Dengan gelisah ia membetulkan letak kacamatanya yang melorot.

“Aku kurang suka bertempur dengan alat-alat dapur…” jawab Sulli tersipu, merasa tiba-tiba dirinya menjadi orang paling bloon di muka bumi.

“Aku bisa mengajarkannya kepadamu kapan-kapan,” ia menawarkan.

Sulli tertawa tak percaya.

“Yang benar saja,” kata Sulli terbata-bata, sementara benaknya membayangkan dirinya mengenakan celemek polkadot dengan topi koki yang miring beserta spatula dan penggiling adonan di tangannya. Diam-diam dia bergidik…,

“… tapi aku tak mau belajar masak darimu dan membiarkanmu mati karena menertawakan hasil masakanku. Tidak terima kasih. “

“Coba saja dulu,” kata Taemin kembali menawarkan, setengah mendesak,” Aku adalah guru yang sabar.”

“ No…no….!” kata Sulli sambil tertawa ,” Seluruh dunia tahu, aku bukan murid yang cerdas !”

“ Sulli… kau boleh menguji kesabaranku !”

Sulli mengamati wajahnya, mencari tanda-tanda kalau Taemin sedang mengolok-oloknya atau sedang bergurau. Setelah beberapa detik, dahinya berkerut menyadari bahwa ternyata Taemin menampilkan wajah serius.

“ Kenapa dia bilang begitu? Apakah dia benar-benar memiliki kesabaran untuk mengajariku memasak? Tidak ada orang yang memiliki kesabaran begitu besar menghadapiku ,kecuali eomma. Mungkin Minho bisa diperhitungkan karena dia sudah mengetahui sifatku…tetapi dia …?“

“ You‘re cute, Sulli….”

Tiba-tiba Taemin mengalihkan pokok percakapan mereka yang membuat Sulli menjadi pucat seperti hantu.
Sulli berkedip dan menelan ludah, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat senyuman perlahan mengembang di wajah Taemin yang licin. Terlalu licin untuk kulit seorang pria.

“ Cute ? Dia bilang aku cute ? Dengan baju seperti ini dia menyebutku manis… aish…. kuharap aku sedang tidak berhadapan dengan playboy nyasar kali ini !” pikirnya panik.

“Oh, bagus, pizza-ku sudah sampai ,”

Tiba-tiba suara Minho yang datang entah dari mana, terdengar begitu dekat dengan mereka. Sulli tersentak, kemudian membuang wajah. Sudut matanya melihat Minho berjalan melewatinya dan Taemin, menerobos pintu yang masih terbuka. Kemudian Sulli mengintip ke luar melalui pintu , bahkan dia tidak menyadari tukang pizza ada di depan pintu.

Minho membayar tukang pizza. Sulli merasa air liurnya hampir menetes mencium bau pizza. Ada lima kotak pizza yang dipesan Minho. Dan kemudian, sebuah pemandangan mengejutkan membuat Sulli melongo. Setelah menyimpan uang dari Minho di sakunya, sekonyong-konyong tukang pizza itu menjabat tangan Minho dan mengguncangnya keras-keras..

“Hei! Kau Minho , kan ? Mengagumkan! Kau benar-benar menginspirasi kita, chingu. Adikku dan aku berharap melihatmu bermain di pertandingan pertama musim ini. Aku pendukung Galaxy dan permainanmu luar biasa ! ”
“Benarkah?” Tanya Minho dengan rendah hati. “Terima kasih, chingu. Kau sekolah di Galaxy ?”

“Yeah, adikku sekarang masuk Galaxy di tahun pertama. Dia mendapatkan bea siswa karena olah raga dan dia ingin tumbuh sepertimu suatu hari nanti,” tukang pizza itu terus nyerocos. “Kau tahu, cita-citanya menjadi pemain basket. Dia mengatakan kepadaku bahwa dia ingin menginspirasi orang dengan melakukan yang terbaik dalam Basket, seperti yang kau lakukan dalam setiap permainanmu. “

Pada saat seperti ini, Sulli biasanya mencemooh dan menggoda Minho. Tapi saat tukang pizza itu bercerita padanya, dia menatap ke arah Minho yang serius mendengarkannya. Sulli melihat sesuatu berkilauan di matanya. Wajahnya berseri-seri seolah-olah impiannya menjadi kenyataan. Ada campuran sinar kelembutan dan kebahagiaan yang membuat wajah Minho terlihat bersinar. Dan bukannya mencemooh, Sulli malah diam terpesona dan tersenyum-senyum sendiri. Dia merasa ikut bangga atas apa yang dilakukan Minho.

“ Semua orang bisa membuat orang lain bahagia dengan mudah. Tetapi untuk membuat seseorang terinspirasi dan memiliki mimpi sehingga dia termotivasi untuk melakukan yang terbaik adalah tidak mudah . Kau bisa melakukannya, Frog ! Aku bangga menjadi sahabatmu !”

Ketika tukang pizza itu akhirnya pergi dan mengucapkan selamat tinggal , mereka masuk. Minho menempatkan kotak pizza di atas meja. Taemin melakukan hal yang sama dengan pasta dan coklatnya. Kemudian ia duduk di salah satu kursi. Sulli duduk di sisi lain, di samping Minho di sofa. Sulli mencoba untuk tidak menghirup dalam-dalam aroma pizza itu. Jika tidak, dia mungkin tidak akan bisa menunggu Ji Young dan makan bersama mereka semua.

“Kau datang lebih awal, ternyata,” Taemin berbasa-basi.

“Itu salah satu keuntungan tinggal di sebelah,” kata Minho sambil mengangkat bahu.

Taemin sedikit terkejut ketika ia berkata, “Oh, kau tinggal sebelah ?”

Itu sebuah pertanyaan seharusnya, tetapi nadanya seperti bukan pertanyaan.

Setelah itu, ada keheningan yang mencekam. Sulli bisa merasakan aura menekan di dalam ruangan.

“Mengapa mereka tidak berbicara lagi satu sama lain? Dan siapakah yang akan aku ajak bicara terlebih dulu? Ugh. Ini sangat tidak nyaman. “

“Jadi, di mana orang tuamu, Sulli?” Tanya Taemin, memecah keheningan.

“Mereka berada di Showroom mobil CPA ,” jawab Sulli dengan lega, setidaknya ada seseorang yang telah berusaha mengurai ketegangan dalam ruangan.

“ Showroom mobil ? Apakah mereka berniat membeli mobil baru ?”

Minho tertawa mengejek,” Orang tua Sulli menjual mobil baru, bukan membeli…”

Taemin menatapnya tak mengerti, meminta penjelasan.

“ Orang tuaku memiliki sebagian saham showroom mobil, itu yang dimaksud Minho. Mereka biasa bekerja di sana sepanjang hari.”

Orang tua Sulli dengan orang tua Minho pada kenyataannya adalah mitra bisnis, Mereka memiliki saham CPA bersama-sama, dan mengembangkan bersama-sama. Sejak dua tahun belakangan bisnisnya semakin maju, bahkan mendirikan beberapa showroom lain di Busan dan Daegu. Jadi, orang tua mereka memang menjual mobil-mobil produk lokal dan beberapa jenis mobil mewah dari luar.

Ironis, bukan?

Mr. Choi Yong Hyoen adalah pemilik dealer mobil di Seoul , sementara anaknya tidak memiliki mobil satu pun. Minho telah meminta ayahnya satu mobil tetapi tak pernah diberikannya. Sulli dan Minho tidak tahu apa yang Mr. Choi Yong Hyoen pertimbangkan sehingga membiarkan anaknya sendiri tidak memiliki mobil. Minho sekarang adalah satu-satunya anggota tim basket senior di sekolah yang tidak punya kendaraan pribadi. Minho tidak mengeluhkan itu, tetapi Sulli tahu itu adalah keinginan Minho yang paling besar.

“By the way, Bunny ,” Minho berkata, seolah-olah ia baru ingat . “Ayah ibumu meneleponku tadi di rumah, mereka mengatakan kepadaku bahwa mereka akan pulang terlambat. Kakakmu ada praktikum sampai malam. Jadi mereka memintaku untuk tinggal bersamamu dan menghabiskan malam di sini. “

Minho mengatakan kepada Sulli dengan ringan seolah-olah itu bukan masalah besar dan sudah biasa baginya untuk menghabiskan malam berdua dengan Sulli.. Padahal itu benar-benar tidak pernah terjadi sebelumnya. Itu tidak dilakukan orang tua Sulli sejak mereka masuk SMA, mungkin karena mereka tahu bahwa anak-anaknya bukan anak kecil lagi. Biasanya kalau Sulli harus diam sendirian di rumah, adik ayah atau ibunya akan datang menemani. Apalagi setelah ibunya tahu bahwa Sulli diam-diam naksir sahabatnya. Hal itu terjadi ketika Sulli suatu hari tertidur setelah menulis di diarynya, malam itu ibunya masuk dan membaca apa yang ditulisnya. Sejak itu, ibunya tak pernah membiarkannya berduaan dengan Minho lama-lama. Karena sekarang sudah di luar kebiasaan, mungkin ibunya berjaga-jaga agar sesuatu yang buruk tidak terjadi di antara mereka. Apalagi ibunya Sulli tahu persis kalau Minho sudah punya pacar sejak semester kemarin.

Sulli memandang Minho dengan tatapan curiga. Apapun yang dikatakan Minho, jelas sekali ide itu bukan berasal dari ibunya.

“Oh, aku lupa bahwa aku hanyalah anak berumur delapan tahun yang membutuhkan baby-sitter,” kata Sulli sinis.

“Ayolah Bunny,” kata Minho menenangkan. “Mereka hanya khawatir akan ada seseorang yang berbuat ‘cabul’ kepadamu, di saat mereka tak ada dan kakakmu masih kuliah-. Kau tahu, sekarang ini banyak pria yang mengambil kesempatan kalau tahu kau hanya berada sendirian di rumah”

Sulli menggertakkan gigi menahan marah, dia berani bersumpah telah melihat Minho melirik Taemin ketika ia berkata ‘cabul’.

“Sebelum aku mendengar berita buruk tentang seorang gadis yang tinggal di sebelahku..” Minho tersenyum kejam,” Terimalah kenyataan bahwa mereka mempercayakan kau padaku. “

Sulli mengangkat alis , menatap Minho dengan mata waspada. Sepertinya, kata-kata Choi Minho memiliki makna ganda… tetapi yang jelas , lebih menggaris bawahi batas-batas yang dimiliki Taemin atau pria lain dalam berhubungan dengannya, dibanding dirinya.

“Kurasa mereka memang mempercayaimu, tetapi mereka melupakan fakta bahwa kau tidak akan berada di sisiku selamanya, Frog.”

Minho menatap Sulli saat mendengar kata-kata sahabatnya itu. Matanya menjelajah tetapi sukar ditafsirkan. Sulli balas menatapnya dengan berani, sementara banyak hal berkecamuk di dadanya..

“ Itu adalah kenyataan yang ada dan sangat menyedihkan. Aku sudah melihat bagaimana kau mengendap-ngendap pulang sekolah, hanya untuk menghindariku. Aku tahu mungkin aku terlalu melebih-lebihkan. Tetapi kelakuanmu belakangan ini… dengan naik bus ke sekolah lebih awal dan tak pernah menungguku pulang seperti dulu. Itu hanya menyiratkan bahwa sesuatu telah terjadi di anatara persahabatan kita. Sesuatu yang membuatmu menjauh…atau ingin menjauhiku. Kau sudah melakukan itu padaku, Frog. Dan itu menyakitiku. Aku tahu Krystal telah berhasil membuktikan bahwa dia dapat mengontrol hubunganmu denganku. Aku tidak akan terkejut jika dia membawamu ke tingkat yang lebih jauh… mungkin membuat kita saling bermusuhan. Siapa tahu…”.

Taemin berdehem, memutuskan kontak mata antara Sulli dengan Minho.

“Minho benar, Sulli,” kata Taemin. “Sebaiknya biarkan dia tinggal di sini. Aku yakin dia tidak termasuk pria cabul seperti  yang ditakutkan orang tuamu.” “

Bingo !!

Sulli terkejut mendengarnya, dan dia ngeri melihat reaksi Minho. Mungkin pada awalnya Minho ingin menyindir keberadaan Taemin bisa saja mengancam Sulli. Tetapi dengan cerdas Taemin membengkokkan arah mata panah itu kembali kepada Minho. Dan cara dia mengatakan itu. . .   seolah-olah memiliki makna ganda.

Untunglah keadaan yang sempat memanas itu teralihkan dengan kedatangan Ji Young ke dalam ruangan dengan mengangkat baki berisi air teh yang panas dan semangkuk besar popcorn.

Seperti tak mengendus ketegangan di dalam ruangan, Jiyoung meletakkan nampan di atas meja. Matanya membelalak saat melihat lima kotak besar pizza dan toples penuh coklat.

“ Woah…. ini benar-benar pesta! Aku tak keberatan klub kita mengadakan acara seperti ini setiap minggu.”

Sulli, Minho dan Taemin terdiam.

“Mari kita mulai nonton filmnya,” Jiyoung melihat mereka yang ada di ruangan satu per satu dengan mata polosnya. Walaupun dia mulai merasakan ada ketegangan di sana, dia berusaha mengabaikannya.

“ Taemin, film apa yang kau bawa ? Aku punya trailer bagus dari Jepang. Tapi kupikir tidak bisa ditonton dalam cuaca panas seperti ini. “ Ji Yong mengambil sekotak besar CD lalu memilih-milih.

“ Rupanya .. ah… biar aku yang memutuskan, kita akan menonton film klasik horor. Umm… bagaimana kalau vampire ?”

Ji Young terus nyerocos kemudian mematikan lampu sebelum mengambil tempat duduknya, sementara Taemin mengatur DVD player .

Mendengar pilihan Jiyoung, Sulli menatap Minho dengan waspada . Dia dengan jelas melihatnya mengambil napas dan…. pori-pori pada lengannya merinding. Ketika film dimulai, Minho duduk kaku seperti batu.

“ Oh tidak. Kenangan itu pasti datang kembali kepadanya. “ pikir Sulli panik.

Minho memiliki pengalaman yang mengerikan dengan film sejenis vampire. Ketika ia menginjak SMP film jenis itu baru dirilis dan menduduki top list sebagai jenis film yang direkomendasikan untuk ditonton, mereka memutuskan untuk menontonnya di saat liburan di Jeju. Waktu itu kakeknya Minho masih hidup. Mereka menyewa videonya, menontonnya sambil duduk bersama, tetapi saat adegan menegangkan, tiba-tiba kakeknya Minho terjengkang. Minho dan Sulli waktu itu benar-benar ketakutan melihat mata kakeknya terbeliak sambil memegangi dadanya. Mereka menyangka kakeknya hanya ingin menakut-nakuti saja. Mereka tidak tahu kalau itu adalah serangan jantung. Barulah ketika neneknya datang, keadaan menjadi panik dan menakutkan. Semua berjalan begitu cepat… ambulans, dokter, rumah sakit… yang berujung pada pemakaman. Ya, kakeknya Minho yang sangat diidolakannya itu telah meninggal akibat serangan jantung. Itu terjadi ketika dia sedang menonton film vampire… film yang memiliki kenangan terburuk buat Minho. Sejak itu, setiap dia mendengar orang membicarakan vampire… dia akan menyingkir. Apalagi kalau harus menonton filmnya…

Mungkin orang yang tidak tahu akan mengatakan Minho takut pada film horor… padahal bukan begitu alasannya. Itu adalah kelemahan Minho, dan Sulli sudah menyimpannya rapat-rapat selama bertahun-tahun. Ia tak mau Jiyoung dan Taemin akan melihat Minho tergetar, runtuh dan menangis… tidak !! Dia tak akan merelakan itu.

Sulli melihat ke sekelilingnya , memikirkan beberapa cara untuk menghentikan keadaan yang menyiksa sahabatnya itu. Matanya tiba-tiba mendarat pada minuman soda kalengan yang datang bersama pizza.. Dengan santai dia mendekat dan mengambil satu. Sulli kembali duduk di sofa sambil berpura-pura melihat film yang baru dimulai, dengan sengaja ia menggoncang kaleng itu pelan-pelan, kemudian membuka flip-nya. Dan….

“What the hell….!” Minho berteriak dan melompat kaget.

Taemin dan Ji Young langsung  menolehkan kepala mereka kepada Minho dan Sulli

“Maafkan aku,” kata Sulli tak acuh. “Aku tidak bermaksud melakukan itu.”

“He-eh,” kata Minho skeptis. “Aku tahu kau marah padaku, tapi kau tak perlu melakukan ini Sulli,” tambahnya sambil berusaha menepis air soda yang memenuhi kaosnya.

Setelah itu Minho bangun dari duduknya , berjalan menuju kamar mandi.

“Kalian teruskan saja menonton ,” kata Sulli pada Taemin dan Ji Young “Aku akan membawakan kemeja kering buat dia. Kupikir Hae oppa tak akan keberatan,” kata Sulli, lalu berhenti. “Atau kau bisa pulang ke rumahmu dulu karena rumahmu kan ada di sebelah ?” Kata Sulli berteriak pada Minho.

Minho berbalik, mengangkat alisnya dan menatap Sulli. “Ataukah kau merasa malas untuk bertanggung jawab dan menyelamatkanku dari kesulitan yang kau buat ?”

“Oh oh… Minho, untuk apa aku melakukan itu?” Sulli bertanya dengan tersenyum manis’”Tapi… umm… mungkin karena menyulitkanmu, mendatangkan kesenangan buatku.”

Sulli terus berjalan menuju pintu kamar kakaknya, mencoba mengabaikan gerutuan Minho.

“ Seandainya dia tahu mengapa aku melakukan itu padanya…Tuhan…”

“Aku sudah menduga kau sengaja melakukannya,” teriak Minho yakin.

Sulli berhenti berjalan lalu berbalik menghadapnya.

“Bagaimana kau bisa begitu yakin?”

Minho menyeringai. “Karena aku mengenalmu cukup baik.”

Sulli mengangkat bahu, kemudian berbalik lagi dan membuka pintu kamar kakaknya. Setelah mendapatkan salah satu kemeja kakaknya, dia pergi ke kamar mandi untuk memberikannya kepada Minho. Sulli membuka pintu ketika tiba-tiba tubuhnya membeku di pertengahan jalan.

Mengapa?

Karena matanya melihat sosok Minho yang sudah bertelanjang dada.

  sulli THND

Sulli telah melihatnya bertelanjang dada jutaan kali sebelumnya, tapi tidak sedekat sekarang. Dia bahkan hampir bisa merasakan panas tubuhnya meningkat karena apa yang dilihatnya! Bagaimanapun kamar mandinya tidak begitu luas.

Sulli segera menenangkan diri sebelum melangkah masuk dan menyerahkan baju kering kepadanya. Minho menatapnya dengan penuh perhatian saat Sulli mengulurkan tangannya untuk menyerahkan kemeja, dia mendekat dan menahannya di lorong. Detak jantung Sulli bertambah cepat, mengingat seberapa dekat wajahnya ke wajah Minho. Mungkin Minho bahkan bisa merasakan wajahnya memanas, saking dekatnya.

Sulli dengan gugup memamerkan giginya, berusaha untuk tenang dan tak acuh. Tapi dia yakin, kini dirinya terlihat konyol.

Grr. . . Sialan Froggy. . . Dia sengaja melakukannya !!”

Minho mengambil kemeja dari tangan Sulli dengan gerakan lambat, tetapi tidak memakainya. Baju itu disampirkan di bahunya sambil matanya terus menatap Sulli dengan tatapan aneh.

Dengan mengerahkan seluruh keberanian dan tekadnya, Sulli balik menatapnya… hampir benar-benar menyerah. Tetapi dengan membangun kesadaran terus menerus, dia berusaha tabah.

“ Sialan !! aku benar-benar mengalami kesulitan besar untuk menjaga mataku dari tubuh rampingnya yang liat… dari perut six pack-nya yang terlihat ..mm yummy… Oh Tuhan, aku telah berubah menjadi gadis-gadis yang selama ini menggilainya !”

Waktu berlalu sedemikian lambat, Sulli benar-benar tidak tahan lagi. Akhirnya dia menarik nafas panjang.

“Apa?” Sulli bertanya, matanya membelalak dan suaranya terdengar kesal.

“Kenapa kau tidak tertarik pada ini?” Tanya Minho penasaran, tangannya menunjuk ke tubuhnya yang tadi didefinisikan otak Sulli dengan baik.

“ OMG. Jika saja kau tahu betapa sulitnya untuk berpura-pura.”

“Haruskah ?” Sulli bertanya dengan tak acuh.

“Sebagian besar anak perempuan menyukainya.”

“ Ya, aku salah satu dari mereka. Sekarang, pakai kemejamu sebelum aku kehilangan kendali! “

“Wow, kau sungguh menarik!” Sulli tersenyum sinis

Dia tertawa kecil. “Tidak, ini serius Bunny .”

“Well,” Sulli mendesah, otaknya berputar , “…mungkin itu sebabnya aku menjadi sahabat terbaikmu.”

“ Yup, itu adalah jawaban terbaikku. Dan melihat idolanya bertelanjang dada bukan perkara gampang bagi seorang fans yang mabuk kepayang. Hufth !! Semoga Minho tidak melihatnya!”

“Kurasa kau ada benarnya,” kata Minho sambil mengangguk.

Sulli merasa seperti pembohong yang cerdik.

“Sekarang aku mengerti mengapa aku pun tidak bisa tertarik melihat tubuhmu,” tambah Minho dengan wajah serius.

Sulli mendengus, ada sesuatu yang meluncur kemudian menancap jauh ke dasar hatinya. Sakit.

“B…bagaimana kau…kau…”

Sulli tergagap. Apa yang terjadi padanya? Apa yang akan dikatakannya ? Mengapa dirinya tidak bisa memikirkan jawaban sinis yang baik untuk itu?

Tiba-tiba Minho tertawa. Dia mengacak-acak rambut Sulli.

“Hanya bercanda, Bunny….”

Sulli memutar matanya. ” However, Frog.”

Dia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu. Rasa sesak di dadanya makin membludak dan siap meledak setiap saat… mungkin menjadi air mata ? Sulli mengerjap-ngerjap saat merasa seputar matanya mulai menghangat. Tiba-tiba, dia merasakan kehangatan yang mencengkram di tangannya, menghentikan langkahnya. Sulli menunduk dan melihat tangan Minho memegang tangannya erat-erat. Matanya terpancang pada tangan kokoh itu. .

“Kau menumpahkan soda padaku dengan sengaja, kan?” Tanyanya dengan nada lembut.

Sulli mengangkat wajahnya, dan matanya bertubrukan dengan tatapan Minho. Tatapannya menyatakan bahwa dia sedang serius.

“Tidak, aku tidak sengaja ,” kata Sulli, jelas berbohong.

Sulli cepat-cepat membuang pandangannya, sungguh… dia tidak bisa menahannya. Meskipun pikirannya menyuruhnya berkata bohong tapi hatinya bimbang. Dan mata coklatnya bergetar saat tenggelam dalam mata Minho yang menggelap.

Tanpa peringatan, tiba-tiba Minho menariknya lebih dekat kepadanya untuk memeluk Sulli. Merengkuh Sulli dalam kedua tangannya yang hangat.

“Terima kasih, Sulli,” ia berbisik di rambut Sulli.

Seluruh tubuh Sulli membeku. Otaknya berpikir…berputar tak tentu arah..

Satu bagian dari dirinya berkata,”Yay! Minho memelukku! “

Sementara bagian yang lain mengatakan, “WOW !! Dia memelukmu, sementara dia bertelanjang dada !!!”

Tetapi akal sehatnya berkata, “Diam ! Jangan bodoh ! Hanya kebetulan saja ini terjadi. Dia memelukmu karena kamu sahabatnya ! Tidak lebih !! “

Akibatnya Sulli hanya membisu, bingung dengan perang yang terjadi dalam batinnya.

“Kau benar-benar teman terbaikku.” Minho akhirnya menambahkan.

Sulli menutup matanya pelan-pelan, berusaha mengendalikan tubuh dan pikirannya.

“ Aku tahu… aku seharusnya menyadari itu sejak awal…hanya teman baiknya…”

Setelah beberapa saat dalam posisi tersebut, Minho kemudian melepaskan pelukannya. Mundur selangkah, dengan kedua tangannya yang masih di bahu Sulli.

“ Disengaja atau tidak, itu telah membuatku terselamatkan dari Taemin dan Jiyoung. Padahal, aku telah berbuat tidak adil padamu. Maafkan aku, Bunny. “

“ Kau tidak menyukai Taemin, kan ?” Sulli bertanya pelan, cukup pelan untuk bisa didengar dua temannya yang sedang menonton di luar.

“ Ya, aku sangat membencinya hingga sanggup untuk mencekiknya dan menendangnya dari rumah ini !” teriak Minho dalam hati.

“ Aku hanya perlu meyakinkan diri bahwa lelaki yang mendekatimu cukup baik dan aman bagimu. “ Minho berdalih, mencoba mengadopsi kata-kata Jjong.

“ Taemin sejauh ini cukup baik, Frog. By the way, terimakasih untuk perhatianmu. Tetapi sungguh, itu tidak perlu. Aku bisa memilih siapa teman atau sahabatku. Kau bukan ayahku, Frog !”

“ Itu dia !! Sulli sudah jelas-jelas mengatakan “Kau bukan ayahku, Frog”. Jelas sekali dia berfikir aku tak perlu mencampuri urusannya. Aigoo Bunny, kau tak tahu kepolosanmu bisa dimanfaatkan orang dengan sangat mudah !! Tidak, aku tak akan melepaskan mataku dari lelaki itu…. Kau setuju atau tidak !”

“ Oke, terkadang seorang sahabat bisa melanggar garis perbatasan juga, eoh ?”

Minho menurunkan tangannya, kemudian tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Tanpa berkata lagi dia berbalik dan memakai kemeja yang dari tadi tersampir di bahu bidangnya.

Sulli menarik nafas lega, seperti paru-parunya baru bisa berfungsi lagi dengan baik, setelah beberapa saat tadi seolah kehilangan kemampuannya untuk memompa oksigen ke dalam tubuhnya.

“ Seorang sahabat… well…yeah , apa lagi Choi Sulli ?” pikirnya sedih.

.

.

.

 ======TBC======

Poor Sulli….  😦

Tetapi siapa yang menyangka kalau sesuatu telah terjadi pada chapter ini ? Kira-kira apa ya ??

Baiklah…50 komentar akan posting chapter berikut !!

Terimakasih untuk semua komentarnya yang seru-seru…. benerran serrruuuuu ♥

Special thank to :

 lessulli94_Acilchoi_Linda689chuesztwatye_Dazdev(my pav.author 🙂 _ disneytissa_Noviaanggraenibaekheexo
Gomawo untuk blog like-nya 😀

 

Advertisements

76 thoughts on “THE hunk NEXT door (7)

  1. Wah dichap ini minho oppa sangat jelas cemburu dan menyukai sulli, tp tak menyadrinya…
    Apa yang akan terjadi bila team oppa akan jelas” menyukai sulli atau menyatakan cinta pada sulli? Sementara minho tw akan hal itu, apa yang akan terjadi akan kah minho oppa diam saja atau mengacaukannya dan merebut sulli dari taemin??
    bener” gak sabar sama lanjutannya😃

  2. perasaan senang tapi juga takut akan kedatangan minho dan taemin dirumah sulli. sebenarnya ini adalah hal yg menyenangkan karena bisa berkumpul bersama sahabat dan teman sahabat. tapi ada beberapa hal yg membuat pertemuan itu menjadi sedikit canggung dan menegangkan.
    minho tamvan banget malam itu. penampilan yg sederhana dan juga senyuman lebar yg diberikan ke sulli mampu membius dan memberikan kesan yg berbeda saat memandangnya. apalagi pas lihat minho toples. waaahhhhh!!!! itu benar² pemandangan yg indah, sangat indah. kekekeke :v ini langka benar² langka bisa melihat perut six pack minho dengan jarak yg cukup dekat. Dan apalagi ini???? minho meluk sulli dalam keadaan dia(minho) kagak pakek baju alias toples? omona…!!! sulli benar² beruntung bisa melihat abs minho dengan jarak yg cukup dekat ditambah lagi pelukan hangat dari tubuh minho…!!! Ya Allah…. mereka benar² sukses bikin aku envy. oh_tidak_otak_ku_terkena_virus_yadong_gara²_lihat_minho_telanjang_dada . kekekeke :v #abaikan
    “penampilan taemin yang natural saat memakai kaos rajutan V-neck-lengan panjang warna abu tua dan celana jeans belelnya, serta Rambutnya yg disisir sembarang, membuatnya saaangat tampan !” aku setuju dengan pendapat sulli. taemin itu tamvan dan ada kesan imut²nya gitu. tapi tetep aja seganteng dan seimutnya taemin aku tetep milih minho oppa. kekeke :v #abaikan.
    Apa yang terjadi didalam chapter ini ? jadi penasaran! aku gak tahu kejadian apa yg ada didalam chapt ini!
    Oh Eonni…..kau bikin aku penasaran!
    next eon…!!!! keep writing!!!!

  3. Seandainya ortu minsul menjodohkan mereka aku bahagia bgt thor,,,
    Apakah minho g sadar bahwa kekawatirannya selama ini bukan sebagai sahabt tapi perasaan seorang pria ke seorang wanita,,
    Kapan minho akan menyadari perasaannya pada sulli,,, apakah nunggu sulli jadian ama taemin dulu???

  4. haaaa ngomonnya sahabatan mulu tp giliran sulli deket sm taemin cemburu
    jadian ajah buruan taemin sm sulli biar minhonya kelabakan.
    hehehehehe…..

  5. Ciee cemburu ciee..
    woo makan tuh krystal bang wkwk
    Terusin aja oenni moment sull-Tae nya biar minho makin panas 😀
    Itu perasaan cinta yang hadir ssul makanya dagdigdug serr pas liat si abang shirtless gitu 😀 #FreeABS
    Kapan abang sadarnya nih sama prasaannya ke sulli,, kan dia juga udah sadar kalo dia engga cinta ama krystal ..
    Ditunggu next chap oenni 🙂

  6. Ugh … Minho belum sadar dengan perasaan nya kepada sulli, minho udah mulai suka kan sm ssul?
    Masih pensaran sama taemin ..
    Taemin nanti jadi pacarnya sulli yah?
    Mereka Pacaran aja belum gw dah bayangin gimana nanti minho nya .. Haha

    Makin greget eon bacanya …fighting buat chap selanjut nya 💪

  7. Waaah, kalo jadi sulli udah pingsan di pelukan minho kayanya deh haha.
    Minho taemin semacam sindir-sindiran gitu yaaah
    Ayo eonni, lanjutin ceritanyaaa ^^

  8. Demi apa bacanya tegang liat minong sma taemin berselisih kyak gtu , aigoo ming sebegitu tidak suka kah kau dengan taemin atau kau hanya tidak suka sulli di deketin cowok lain selain kmu eoh ? Makanya dong tu si makhluk atu putusin biar kmu bisa bebas jagain sulli dari taemin , klo masih pacaran sma krystal mana bisa jagain yang ada lu nnt makan hati sma peraturannya krystal ck 😒😒
    oh my god gue juga mau dong di peluk minong tanpa baju biar bisa ngrasain absnya itu 😍😍😍 , yakin ming sulli hanya teman terbaik ? Nnt jadi pacar dan istri terbaik loh kekeke 😄😄😄

  9. sesuatu??apanya eon??*bingung kkkkk tetem sama minho main sindir2an kkkk lucu ih pas bagian sulli gak kuat liat six packny minho hahaha

  10. Persaingan panas tetep terjadi antara taemin and minho haha
    Minhoppa knapa masih blum sadar ajasih kalau semua kemarahan yg kau timbulkan dan kau lampiaskan sama org2 disekitarmu itu adalah karna terbakar api cemburu dan perasaan memiliki yg tidak disadari ketika satu2nya perempuan terdekat yg selalu ada untukmu kapanpun kau membutuhkannya tiba2 dihinggapi oleh seekor kumbang jantam yg membawa seribu pesona keindahan ragawi yg daya pikatnya hampir sama sepertimu #apalah 😂
    Ddduuuhh elah ga kebayang deh kalau ada di posisi sulli, sesek nafas , pingsan tiba2 bisa terjadi kayanya wkwk minhoppa peluk sulli? Aahhh howww sweet tapi endingnya bilang “teman” terbaik. Senebnya luar biasaaaaa :’)
    Emang sepertinya gabakalan berhasil persahabatan cw ama cowo tanpa diselipi rasa cinta yang terpemdam :’) yg itu akan terungkap ataupun terkubur sampai takdir yg menjawabnya :’)
    Mian baru baca dan komen unni 😣

  11. Kyknya Minho punya maksud terselubung buat ngejagain Sulli, pdhal dia ga mo Sulli deket2 sama Taemin…. Dipeluk Minho bertelanjang dada… Wow… Pasti Sulli ga bisa tidur deh abis itu… Sejuta rasanya….

  12. haha sulli menyelamatkan minho dari trauma nonton film vampir..
    karna kakeknya meninggal saat nonton film vaampir..
    haha minho memeluk sulli ada rasa cinta tapi terhalang persahabatan..

  13. Perasaan gw cmpur aduk.adduhh jadi wanita cntik itu memng susah.walaupun penampilan biasa2 sj,tp orng yg peka liht cewek cantik,lngsung tahu klw kk gw itu cantik :D.hihi adegan MinSul berpelukan tadi, jantung gw rasa.y mw meledak krn senang,ishh ini baru di peluk bgmn klw di ki** :D:D

  14. Klw liat frog topless yah udah byasa tpi klw scra lngsung mngking bkl kluar iler kali yah #Okeabaikan
    si frog belum nyadar juga nih, kesel deh kasi’an sulli, sbr yah sul eon, love you kok
    ada kjadian apa yah kira2 ??? Jdi pnasaran nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s