THE hunk NEXT door (8)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Jjong yang Misterius

GALAXY Vs BEAST.

Minho berjalan melintasi lapangan sambil menenteng tas olah raganya. Orang-orang sudah memenuhi bangku penonton. Dari sorot matanya Minho tahu mereka berharap dapat melihat pertandingan yang seru. Tapi Minho meragukannya. Tidak akan ada kejutan apapun. instingnya mengatakan itu, dan dia yakin instingnya hampir selalu benar.

Menghadapi pertandingan Sabtu ini Minho tidak gugup sama sekali. Mungkin karena dia tahu bahwa tim Galaxy malam ini mendapat lawan yang tidak berbahaya. Dia mendengar, nama tim lawan sendiri terdengar lucu. Tapi meskipun begitu, tim galaxy sudah bermain melawan mereka tahun lalu. Boleh dibilang mereka tidak banyak berkeringat dalam pertandingan itu, dan mereka bisa mengalahkannya dengan skor timpang..

Lebih dari sebulan dilalui Minho dan kawan-kawan dengan latihan yang keras, seperti biasa apabila menghadapi pertandingan. Hanya selaku kapten, tanggung jawab yang besar seperti diletakkan di pundaknya. Tanggung jawab dan tekanan terasa semakin sulit ketika semakin dekat ke hari pertandingan.. Anggota tim mempunyai harapan yang tinggi dari seorang kapten, yang tidak membantu berkurangnya beban itu sama sekali. Minho mencoba untuk bersikap netral dan berfikir jernih dalam setiap permainan, meskipun terkadang hal-hal tak terduga memancing sisi emosionalnya. Tetapi menjadi satu-satunya orang yang memotivasi dan menggiring tim dalam permainan yang sportif adalah yang penting untuk saat ini.

“Yah, Minho! Tunggu! “

Minho berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya, Jjong ternyata sedang berlari ke arahnya, diikuti oleh Onew.

“Yo.” Minho mengangguk memberi salam. Ketika sudah kumpul, mereka bersama-sama membuka pintu masuk ke lorong sekolah untuk menuju ruang ganti.

“Ada pesta di tempatku setelah pertandingan,” kata Onew.

“Selalu ada hal seperti itu…kalau menang ,” dengus Jjong.

“Aku yakin. kalian harus yakin bahwa kita akan menang malam ini,” kata Minho kepada Onew sambil menyeringai.

“Apakah kau tidak yakin ?” Tanyanya kepada Jjong kemudian

“Tentu saja aku yakin.”

Mereka berhenti berjalan. Minho hendak membuka pintu yang mengarah ke ruang ganti ketika Jjong menyenggolnya. Minho menatapnya tak mengerti.

“Apa yang dia lakukan di sini?” Tanya Onew, sedikit terperangah. Dia menunjuk ke arah yang berlawanan.

Minho berbalik untuk melihat siapa yang ditunjuk sahabatnya. Dan dia melihat Sulli sedang berjalan ke arah mereka dengan Ji Young. Minho mengerjap beberapa kali untuk memastikan kalau yang dilihatnya benar. Tapi Sulli dan Jiyoung memang benar-benar ada di sana.

“ Ini seperti bukan Sulli. Dia biasanya kalau datang ke pertandinganku akan langsung pergi ke bangku penonton. Dia tidak pernah berani berkeliaran ke bagian ini, di mana kamar ganti pria berada. Di bagian ini hanya “para atlet” yang selalu nongkrong serta berkumpul , dan Sulli bukan type gadis yang suka berseliweran di depan laki-laki.”

“Apa yang kau lakukan di sini?” Minho bertanya ketika jaraknya dengan Sulli cukup dekat.

Sulli berhenti tepat di depannya, mengangkat alis, dan menunjuk dirinya sendiri.

“Editor sedang bertugas…. ingat?”

“ Ohh……”

Minho hampir lupa bahwa Sulli telah diangkat menjadi Ketua editor buletin sekolah. Dia ingat Sulli mengatakan bahwa dia telah menolak tawaran Pak Kim karena tidak ingin meninggalkan klub Pecinta Buku yang telah dibentuknya dua tahun lalu. Tapi Pak Kim mengatakan kepadanya bahwa buletin sekolah sedang lesu dan membutuhkan seseorang seperti dia, seseorang yang memiliki pemikiran menarik dan lugas . Dia melihat potensi Sulli di kelas Sastra Kreatif, . Namun, Sulli masih menolak. Sekali lagi, itu karena klub Pecinta Buku. Minho melihat ini membuktikan bahwa Sulli akan benar-benar keras kepala kalau dia sudah memutuskan sesuatu. Ketika kemudian Mr Kim datang lagi padanya dengan ide untuk menempatkan klub tersebut sebagai klub yang bertanggung jawab atas review buku bacaan siswa, sehingga dia mampu mengelola keduanya. … Sulli langsung setuju.

Minho benar-benar merasa bangga padanya. Dalam sebulan, dia membuat perbaikan besar, dia merombak seluruh staf dengan anggota klubnya sendiri, kemudian dia mengubah nama buletin sekolah dari ‘School editorial’ menjadi “Galaxy Society” Dan bukannya memproduksi buletin bulanan, dia membuat mingguan. Berita-berita seputar sekolah diungkap dengan bahasa lugas, walau terkadang terkesan berani. Tetapi ternyata itu mendapatkan sambutan yang luar biasa dari guru ataupun siswa. Sejak itu, setengah sekolah telah membacanya.

.

Minho menatap Sulli dengan bertanya-tanya,”Jadi…?”

Minho meringis saat kamera Ji Young melintas ke arahnya, meninggalkan cahaya yang menyilaukan matanya..
Sulli telah memilih Jiyoung menjadi fotografer untuk Galaxy society.

“Kami hanya perlu beberapa komentar dari Kapten tim basket sebelum pertandingan,” kata Ji Young, memasukkan kamera digitalnya ke dalam tas kecil yang dibawanya.

” Tidak ada komentar,” kata Minho bingung. “Tapi aku yakin, kita akan menang,” tambahnya sambil mengangkat bahu.

“ Kau terlihat begitu yakin…”

“ Itu bukan karena aku menganggap remeh lawan . Aku hanya tahu bahwa kami akan menang malam ini. Aku bisa merasakannya”.

“Waah kapten ,itu sungguh puitis ! “komentar Onew, geli.

“Terlalu sombong , bukan?” Ujar Sulli, dengan alis terangkat.

Minho menggeleng. “Tidak, aku tidak sombong … hanya percaya diri. Ngomong-ngomong, aku tidak melihat Lee Taemin denganmu, “

Minho melihat ke sekelilingnya . Sejujurnya, dia tidak berharap Taemin akan datang. Lagipula, setelah tahu pendapatnya tentang olahraga, dia tak mengharapkannya ada di sekitar arena pertandingan sama sekali Untuk apa, bukan?

Sulli memutar matanya.

“Dia ke SM Town Coex Artium menonton pertunjukan Exxo.”

Minho memiringkan kepalanya.

“Pertunjukan Exxo?”

“Sudah kubilang kalau dia itu gay …,” bisik Onew pada Minho sambil menepuk bahunya.

Mendengar bisikannya , tidak bisa tidak Minho tersenyum pada pernyataannya.

“Well ,” kata Ji Young, meraih sikut Sulli “kalian harus berganti kostum. Terima kasih atas waktunya. Fighting Galaxy !!”

Jiyoung menambahkan kalimat terakhir sambil mengepalkan tangannya, kemudian menarik Sulli pergi.

Jjong, Onew, dan Minho memasuki ruang ganti. Suara-suara yang ribut menyambut mereka. Semua orang yang sedang berganti kostum berbicara dengan suara keras, bukan berbincang tentang permainan tetapi tentang pesta di tempat Onew.

Ketika Minho membuka jaketnya kemudian mengenakan kostum kebesarannya, saat itulah kecemasan yang kuat menghantamnya. Melihat bagaimana anggota tim lebih antusias dengan pestanya dibanding permainannya, membuatnya khawatir. Ini adalah pertandingan pertamanya dengan kedudukannya sebagai Kapten… tunggal , tanpa dukungan L. Dulu sewaktu L masih bergabung dengan tim, sebagai kapten senior, L sering membantunya mengendalikan anggota tim yang agak liar. Kini setelah L pergi, dia seratus persen membawa tanggung jawab atas tim basket Galaxy. Ia tidak mencemaskan kemampuannya sendiri sebagai Kapten Tim Basket atau tentang permainannya sebagai pribadi. Tapi ini  adalah Basket. Ini adalah tentang tim dan permainan tim, bukan perseorangan.

.

Minho mengedarkan pandangannya kepada teman-temannya yang kini menatapnya penuh perhatian. Perlu sedikit teriakan dan suitan untuk meminta perhatian mereka dan mengarahkannya pada pertandingan bukan pada pesta.

Anggota tim basket memandanginya dengan tatapan tegang dan rasa bersalah. Mungkinkah mereka juga merasakan bahwa kapten timnya saat itu sedang gelisah dan siap meledak  ? Entahlah…

“Seperti Michael Jordan pernah berkata….,”

Minho memulai, mencoba menyentuh setiap anggota timnya dengan menatap mata mereka satu per satu. Permainan akan segera dimulai, mereka punya waktu sejenak sebelum memasuki lapangan. Walaupun tak pernah mempersiapkan diri untuk berdiplomasi, Minho merasa bahwa dia harus mengatakan sesuatu sebelum tim pergi dan bertanding untuk pertama kalinya sejak libur panjang . Setelah yakin semua anggota tim memperhatikannya, dia kemudian menyeringai

“ Bermainlah. Bersenang-senanglah. Dan nikmati permainan ! “

Mendengar itu mereka semua tersenyum lega. Beberapa diantaranya berteriak, ” Fighting!”

Onew berdiri dan berjalan ke tengah ruangan. Dia mengulurkan kepalan tangannya, Jjong dan Minho mengikutinya. Disusul oleh seluruh anggota tim.

“Galaxy on Top !! ” Teriak Minho

“Hana!Dul! Set ! Galaxy Go ! Go ! Go!!”

.

Setelah itu, Minho menunggu anggota timnya untuk meninggalkan ruang ganti, meninggalkannya dan Jjong sendirian. Ketika mereka tinggal berdua, dia berpaling ke Jjong.

” Aku perlu bicara denganmu , man . “

Minho tidak pernah punya kesempatan untuk bertanya tentang perasaan Jjong terhadap Sulli selama sebulan terakhir itu. Mereka cukup sibuk dengan tugas-tugas proyek, praktikum, dan persiapan untuk pertandingan malam ini. Tapi sekarang Minho merasa sudah waktunya dia bertanya kepadanya tentang hal itu. Jjong telah menjadi teman dekatnya hampir tiga tahun ini Dia mengetahui bagaimana pendapat, hubungan dan kedekatannya dengan Sulli. Dan bagi Minho, jika ia benar-benar menyukai Sulli maka dia harus mengetahuinya.

“Ada apa?” Jjong bertanya pada Minho dengan mata waspada.

Minho mengamatinya sejenak, lalu bertanya, “Apakah kamu menyukai Sulli?”

Itu sebetulnya pertanyaan yang sederhana, namun perlu perjuangan keras dari Minho untuk bisa mengatakannya secara wajar. Minho melihat kepala Jjong bergerak sedikit… mungkin kaget. Dia sadar telah mengatakan apa yang dipikirkannya secara to the point . Tetapi bagi anggota tim Galaxy itu sudah biasa, mereka tidak suka bertele-tele seperti yang dilakukan gadis-gadis sepanjang waktu.

“Ummm….Dia oke ,” Jjong mengangkat bahu, tak acuh.

Terus terang, itu bukan jawaban yang ingin didengarnya.

“Maksudku, apakah kau tertarik padanya secara spesial ….? ” Minho menjajaki

Jjong tampak bingung. “Apa?” Dia berhenti. “Apakah kau serius?”

“Well, yeah,” kata Minho dengan hati-hati.

Dia tertawa kecil.

“Tidak, man,” katanya sambil menggeleng. “Tentu saja tidak. Darimana kau mendapatkan ide itu? “

Minho mengerutkan kening bingung. “Kau sering menatap dia dengan cara berbeda beberapa minggu terakhir ini ,” kata Minho “Aku bisa melihatnya .”

Bukan hanya itu, sebenarnya hampir sebulan ini Minho telah mengawasinya. Dia tidak menceritakan tentang hal itu sampai sekarang karena ingin memastikan bahwa dia tidak hanya melihat hal-hal yang belum pasti. Tapi dia selalu mememergoki Jjong sedang melihat ke arah Sulli , atau mencuri-curi pandang padanya.

“Ini aneh. Kenapa dia berbuat itu jika dia tidak tertarik ? Kenapa dia selalu memasang telinga dengan waspada setiap kali aku berbicara tentang Sulli? Aku tahu aku mengajaknya menjernihkan hal itu di sini. Jadi, mengapa ia menyangkalnya?”

“Kau salah menilai, man ,” katanya, menatap Minho lurus-lurus.

Minho bisa melihat bahwa untuk sejenak Jjong tampak ragu-ragu saat dia mengucapkan kata-kata berikutnya,

“Aku tertarik pada orang lain.”

Minho berkedip. “Siapa?”

Jjong tidak menjawab. Dia hanya menatap temannya. Cukup jelas buat Minho bahwa dia sedang mempertimbangkan apakah akan memberitahunya atau tidak. Ini adalah pertama kalinya Minho melihat dia ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu .

“ Kalau demikian, pastinya gadis itu benar-benar berarti baginya. “ pikir Minho

Jjong baru saja membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu ketika tiba-tiba

BAM!

Pintu ruang ganti tiba-tiba terbuka. Onew masuk ke dalam kamar. Dia menatap Minho dan Jonghyun seolah-olah mereka sudah gila.

Guys!” Serunya. “Ke mana saja kalian ? Mereka menunggu kalian di luar. Kita sudah harus di lapangan.. . permainan akan dimulai , kalian tahu ?”

Jjong dan Minho saling bertatapan. Tanpa berkata-kata, mereka berjalan ke luar dari ruang ganti diikuti Onew yang berjalan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

.

Minho bisa mendengar suara teriakan orang banyak dari bangku-bangku penonton. Dan ketika mereka melangkah ke dalam lapangan, ada suara gemuruh sorak-sorai dari kerumunan di sebelah kanannya. “Galaxyans “. Itulah sebutan buat pendukung tim basket Galaxy.

Minho bisa mendengar namanya dinyanyikan bersama-sama dengan nama tim Galaxy. Dalam sekejap, dia merasa sangat baik , bersemangat, segar, bahkan merasa lebih kuat dan yakin. Dan meskipun dia tahu bahwa mereka akan membuang-buang waktu untuk memberikan pertunjukkan menyenangkan dalam pertandingan ini, dia merasa perlu untuk melakukan yang terbaik. Ini adalah apa yang selalu dirasakannya setiap kali mendengar penonton meneriakkan namanya. Pikirannya seperti mendapatkan tenaga lebih secara naluriah. Dan naluri Minho hampir tidak pernah gagal dalam menilai sesuatu, sebelumnya.

Mereka berjalan ke arah pelatih yang sudah berdiri di sudut lapangan dan menunggu nama tim galaxy dipanggil untuk diperkenalkan.

Pembawa acara mengoceh dengan memberikan salam pembukaan kepada penonton seperti biasa. Kemudian, ia akhirnya mengumumkan para pemain yang akan berlaga di lapangan.

” Tim pertama dari SMA Galaxy dengan kaptennya Choi Minho , kemudian Kim Kibum, Lee Jinki, Kim Jonghyun, Xiumin, Do Kyung So… ,” suara pembawa acara disambut ledakkan sambutan penonton yang bergemuruh memenuhi ruangan,

Tim cheer leader yang dipimpin Krystal melakukan atraksinya yang disambut dengan suitan dan tepuk tangan.

“Dan untuk tim Beast ! Yoon Doo Joon sebagai kapten, kemudian Jang Hyun-Seung, Yong Jun Hyung, Yang Yo Seob. Lee Gi Kwang dan Song Dong Woon …”

Suara pembawa acara berkumandang disambut seruan histeris dari pendukung tim lawan. Minho tidak bisa menyangkal bahwa dia mendengar dengusan meremehkan dari bangku anggota tim cadangan. Mungkin bagi mereka nama tim itu terdengar lucu.

Setelah itu, mereka kembali ke bangku di pinggir lapangan untuk membuka jaket jersey yang bertuliskan nama tim mereka. Minho meraih botol air mineral dan meneguknya.

Enjoy for Win Frog !” kata seseorang di belakangnya

Minho mengenal suara itu begitu baik sehingga dia tidak perlu berbalik untuk melihat siapa pemiliknya. Namun demikian, dia melirik Sulli dan mengeluarkan senyum sambil mengedipkan sebelah matanya.

“ I will !!”kata Minho dalam hatinya, kemudian mengacungkan jempol ke arahnya.

Bel sebagai tanda permainan akan dimulai berbunyi, yang merupakan isyarat bagi para pemain untuk masuk ke dalam arena lapangan.

.

.

Empat jam kemudian…

.

Suara musik dari stereo seakan membuat udara dalam ruangan bergetar, diiringi kerlap-kerlip lampu berwarna warni yang bergerak sesuai dentuman musik. Lampu ruangan tamu yang cukup luas itu telah dimatikan, berganti dengan lampu disco. Banyak orang yang menari liar di bawah sorotannya. Beberapa orang yang lain lebih memilih berenang di kolam renang luar. Beberapa pasangan yang bermesraan terlihat di setiap sudut rumah.

Minho menghenyakkan pantatnya di kursi, sebelah tangannya melingkar di pinggang Krystal yang bergerak mengikuti irama musik. Sementara tangannya yang bebas memegang setengah kosong cangkir plastik bir.

Jelas, mereka telah memenangkan pertandingan pertama musim ini. Bagi Minho itu merupakan pertandingan yang tidak meninggalkan greget sama sekali… seperti bermain dengan anak-anak kecil. Mereka bersenang-senang di lapangan, mengocok dan mempermainkan lawan hingga mereka hampir menjulur lidahnya karena kelelahan. Minho tidak yakin apakah penonton menyadari apa yang terjadi di tengah arena pertandingan. Yang didengarnya teriakan dan desisan kepuasan terus menerus memenuhi ruangan, sepanjang permainan.

Galaxy benar-benar memimpin pertandingan dengan skor fantastis 6-21 !!.

Ada terselip sedikit rasa kasihan dalam diri Minho untuk lawannya. Tapi kemudian dia berpikir, jika mereka ingin menang, mereka seharusnya melatih diri lebih keras. Dia tidak melihat usaha gigih mereka dengan cara apapun. Akhirnya Minho merasa benar-benar beruntung memiliki pelatih yang telah membimbing dengan kedisiplinan yang ketat. Bahkan selama pertandingan itu pelatih tidak pernah lupa untuk mengingatkan bahwa mereka berada di sana karena suatu alasan. Mereka telah ditakdirkan untuk berada di pertandingan itu. Tidak ada yang bisa seenaknya bermain, kekompakan dan kerjasama tim tetap menjadi garis utama.

“Hei!” Kata Onew dengan suara keras sehingga menarik perhatian semua orang.

Minho berada di dapur di rumah Onew dengan pemain inti lainnya. Krystal dan teman-temannya berada di sana juga.

“Mari kita bermain “Pernah dan tidak pernah” .”ajak Onew bersemangat.

“ Permainan apa itu ?”

“Semacam permainan untuk menguji keberanian seseorang dalam mengakui suatu fakta yang tidak pernah terjadi dalam hidupnya, tetapi dia sering memikirkan hal itu. Yah… semacam angan-angan yang tidak kesampaian…”

“ Caranya ?”

“ Kalian ambil masing-masing satu anak panah dan melakukan tembakan ke sana. Bila tembakan itu ke luar dari lingkaran kalian harus mengatakan sesuatu yang “tidak pernah” kalian lakukan. Dan apabila masuk ke dalam lingkaran maka kalian pass…tak perlu mengatakan apapun. Inti permainan ini adalah kejujuran. Dan tema kita adalah “cinta”… segala sesuatu yang menggunakan kata cinta. Bagaimana ??”

Yang ada di ruangan itu sebagian besar setuju. Onew mengambil sebuah anak panah diikuti yang lainnya. Minho dengan malas-malasan mengambil anak panah juga dan berfikir apa yang harus dikatakannya nanti ?
Onew melakukan tembakan pertama, dan anak panahnya tidak menancap malah jatuh ke lantai.

“Aku belum pernah,” dia memulai, terhenti dan matanya melihat ke semua orang, ” bercinta dengan boneka.”
Semua yang ada di situ tertawa.

Giliran kedua, Yuri melakukan tembakan dengan anak panah. Tim galaxy mencibir, mereka tidak percaya dengan apa yang akan dikatakannya. Bagaimanapun Yuri dikenal sebagai gadis yang tidak bisa dipegang kata-katanya.

Anak panahnya itu menancap jauh di luar lingkaran Yuri tertawa kesenangan, kemudian memutar bola matanya.

“Cintaku tidak pernah menjadi milik siapa pun,” Yuri mengaku, tersenyum menggoda pada anak laki-laki di meja dapur.

Jjong kegiliran melakukan tembakan berikutnya.

“ Mengapa aku harus terlibat dalam permainan konyol ini ? Karena aku tidak tahu apa yang mendorong mereka mengakui hal yang begitu pribadi. Temanya dikhususkan pada cinta, yang aku tidak pernah mengalaminya dalam hidupku. Apa yang harus kukatakan ? Apakah mengatakan “aku belum pernah merasakan jatuh cinta” bisa diterima … bagaimanapun itu yang terjadi. Tetapi apa akibatnya nanti dengan Krystal… setelah apa yang kami lakukan bersama-sama. Begitu pula Jjong – sejauh yang aku tahu dia belum pernah punya pacar atau mengakui naksir seseorang kecuali…..”

Dengan pemikiran seperti itu Minho berpaling untuk menatap Jonghyun, ingin tahu apa yang akan dikatakannya..

“Aku tidak pernah menghianati cintanya ,” kata Jjong dengan wajah agak tersipu.

Minho tertegun.

“ Whoa! Tunggu, siapa ‘nya’ yang dimaksud JJong ? Kenapa aku harus memikirkannya ?Kenapa aku tidak tahu kalau Jjong sudah punya seseorang ?”

Minho sibuk dengan jalan pikirannya, sementara sebagian besar pemain tim berseru

“Oooh.” Dengan nada tak percaya.

Hampir semua orang melakukan tembakan, termasuk Krystal dan Kibum. Saat tiba giliran Krystal, Minho menatapnya penuh rasa ingin tahu , berharap apa yang dirasakannya dirasakan pula oleh Krystal. Sehingga dia akan menjadi mudah untuk memutuskannya nanti.. Tapi perhatian Minho terganggu ketika Onew menyikut dan menggoda Jjong.

“Man, seharusnya kau umumkan sekarang ,” katanya.

Minho menajamkan pendengarannya, berusaha menguping apalagi yang dibisikkan Onew pada Jjong. Tetapi walau berusaha ia tak mendengar apapun lagi. Hanya kini jelas baginya. Onew sudah tahu siapa gadis misterius yang dicintai Jjong. Karena jika tidak, ia tidak akan mengatakan hal itu pada Jjong.

“ Jadi Onew tahu. Kenapa Jjong tidak memberitahuku? Dan mengapa satu-satunya alasan yang kupikirkan adalah bahwa gadis itu Sulli ? Jika bukan, ia tidak memiliki alasan mengapa dia tidak mau memberitahuku tentang gadisnya. Dia pasti berpikir bahwa aku akan marah kepadanya atau yang semacam itu karena aku terlalu protektif terhadap Sulli, kadang-kadang. Sial, mengapa aku bertingkah seperti seorang gadis dengan memikirkan prasangka-prasangka seperti ini ?”

Suara ledekan di sekitarnya mengembalikan Minho pada kesadarannya. Dia tak mengira telah tenggelam dalam pikirannya begitu jauh sehingga tak mengetahui apa yang sudah diucapkan Krystal sehingga mengundang reaksi yang begitu ramai. Minho mengalihkan tatapannya pada Krystal dan membuka mulutnya untuk bertanya ketika tiba-tiba Suho, salah satu pemain cadangan , masuk ke dapur dan berjalan ke arah Onew.

“Hyung, ada perkelahian di luar di tepi kolam renang,” Suho memberitahu Onew dengan wajah serius sebelum tiba-tiba bersendawa. Dia berhenti ,melihat ke sekelilingnya dengan wajah memerah . Kemudian, ia meringis dan berseru, “Dan.. Itu benar-benar mengerikan !!!”

Kata-kata ini mengakibatkan orang-orang di dalam ruangan tiba-tiba berhamburan ke luar. untuk menyaksikan perkelahian. Sedangkan Jjong, Krystal, dan Minho mengikuti mereka.

Drrrtttt….ddrrrrrrttt…..

Minho merasa ada getaran di sampingnya. Ia tahu itu adalah bunyi getaran sebuah ponsel. Minho menoleh ke arah Jjong yang dengan santai mengeluarkan telepon dari saku jaketnya. Dia membacanya, kemudian tersenyum dikulum. Sungguh mencurigakan !

Jjong mengangkat wajahnya dari telepon, dan melihat tatapan Minho padanya. Dia tersenyum .

“Hei,” katanya, kembali melirik teks yang ia terima. “Aku harus meluncur. Urusan laki-laki, “tambahnya kepada Minho dan mengangguk ke Krystal.

Setelah itu, ia pergi meninggalkan mereka.

Minho menatapnya , memikirkan kepergiannya dengan dada berdear.

“ Hendak kemanakah Jjong dan dari siapakah sms yang diterimanya?”

“Aku tidak mengkhianatimu, oke?” Gumam Krystal tiba-tiba menyadari keheningan antara Minho dan dirinya.

“Aku tahu,” jawab Minho datar , matanya tetap menatap Jjong yang sedang membuka pintu dapur.

“ Dia tampak seolah-olah sedang terburu-buru untuk bertemu dengan seseorang. Apakah dia akan bertemu dengan gadis misteriusnya? Bagaimana jika gadis itu benar-benar Sulli?”

“Sungguh, aku tidak,”

Minho mendengar Krystal mencoba meyakinkannya. Kata-kata itu membuat Minho tersadar, dia melihat ke arah Krystal yang tetap berdiri di sisinya… menatap, seolah menunggu bagaimana reaksinya..

“Ya, aku percaya kamu,” kata Minho sambil lalu, menatapnya pada matanya dan berkata, “Dengar, aku harus pergi. Apakah kamu enggak apa-apa ? “

Krystal memiringkan kepalanya. “Bagaimana dengan rencana kita untuk menghabiskan sisa malam ini?”

“Tidak bisakah kita melakukannya di malam yang lain?”

Krystal cemberut.

“Please, sayang?”

Krystal memutar bola matanya sambil mendesah. Ketika dia melihat Minho, dia berkata,

” Oh…oke… tapi kau berutang padaku.”

Minho tersenyum gembira dan menciumnya. Entah kenapa dia merasa telah berhasil keluar dari sebuah lobang yang sangat sempit dan menyesakkan. Kemudian Minho berlari keluar menemui Onew . Matanya mencari-cari Onew di antara kerumunan yang membentuk lingkaran, mereka sedang menonton dua orang yang saling memukul di tengah-tengah lingkaran. Minho tergoda untuk melihat siapa yang berkelahi,. Dia melihat seorang pelaku memberikan serangan-serangan yang berisi …maksudnya serangan yang disertai dasar-dasar teknis bela diri. Tampaknya salah satu dari mereka memang mengenal bela diri. Minho menggelengkan kepalanya, mencoba untuk fokus pada tujuan asalnya . Dia menerobos kerumunan tersebut dan berhasil menemukan Onew yang bertindak sebagai wasit perkelahian itu. Dasar Onew… Dia tampaknya menikmati peranannya tersebut.

“Onew, bisa kupinjam mobilmu?” Minho berteriak di antara kebisingan.

Dia merogoh sakunya dan mengeluarkan kunci mobil. Lalu melemparkannya kepada Minho tanpa melihat.

“Jaga baik-baik ,” kata Onew masih tetap memfokuskan perhatiannya pada pergumulan.

“Terima kasih,” kata Minho setengah berteriak di tengah riuh rendah sorakan orang-orang di sekitarnya, “Aku akan mengantarnya kembali besok.”

Onew berpaling kemudian mengangguk, dan tersenyum.

Minho cepat-cepat pergi ke tempat parkir, dan langsung melihat mobil Onew … KIA Soul dengan cat hitam mengkilat. Minho segera masuk ke dalamnya, dan menyalakan mesin

Tujuannya hanya satu: rumah Choi Sulli .

THND Minho

.

Setengah jam kemudian

.

Minho menghentikan mesin mobil ketika tiba di depan rumah Sulli . Dia mengeluarkan telepon dan memijit nomornya. Setelah dering ketiga, Sulli mengangkatnya.

“Hai Bunny.”

“Frog.”

“Dimanakah engkau?”

“Aku di Paris.”

Minho terkejut, mengerutkan dahinya. Kemudian, wajahnya menjadi cerah saat menyadari bahwa Sulli berkata serampangan.

“Kau sedang nonton Tom and Jerry lagi, bukan?”

“hmm.”

“Bisakah kau ke luar sebentar?”

“Kenapa, kau ada di luar?”

Dari mobil, Minho melihat tirai ruang tamu mereka bergerak.

“Bukankah itu mobil Onew?” Tanya Sulli, suaranya terdengar tak percaya. “Mengapa kalian ada di depan rumahku?”

“Aku sendirian, kutu buku,” kata Minho padanya, gemas.

“Jika Sulli berada di rumah. . . Kemanakah Jjong pergi? Aku sudah menelepon ibunya tetapi beliau mengatakan bahwa dia pergi bersama pacarnya. Aku benar-benar tidak tahu. Jadi siapa gadis yang sedang dibicarakan ini ? Sungguh tidak masuk akal kalau bukan Sulli. Aku sudah melihat Jjong sering mencuri pandang ke arahnya, di lorong, kantin, dan tempat parkir. Dia juga tampak sedikit marah ketika Onew berbicara buruk tentang klub pecinta buku. Bagaimana mungkin gadis itu bukan Sulli?

Minho terbengong…bingung… dia bersandar di roda kemudi.

Tapi sekali lagi, tidak mungkin kalau gadis itu Sulli. Dia selalu mendampingiku selama musim panas. Dan ketika sekolah dimulai, dia terlalu sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler, sementara aku selalu bersama Jjong selama siang hari. Tidak ada waktu untuk mereka berdua menghabiskan waktu bersama-sama.”
Minho memeras otaknya.

“ Ayo…Pikirkan, man. Siapa lagi kemungkinan yang ada? Ada. . . Kang Ji Young ‘ Minho tersentak ,” Ya, itu masuk akal. Jjong selalu melihat ke arah Sulli karena Ji Young bersamanya sepanjang waktu. Dia tersinggung oleh komentar Onew tentang klub pecinta buku yang kebetulan Ji Young adalah anggotanya juga. Dan waktu itu di kantin aku pikir Jjong terlihat santai saat menawarkan es krim lain padahal setahuku mereka hampir tidak saling mengenal. Kemudian, sebelumnya, aku pernah memergokinya tersenyum sendiri di bangku. Aku samar-samar ingat kedipan lampu kamera. Padahal Jjong jarang membiarkan siapa pun mengambil fotonya. Dan siapa lagi yang bisa memotret pemain tim Galaxy dengan bebas kecuali Ji Young… dengan alasan untuk buletin…. Bingo !! “

Minho kembali menyenderkan badannya di kursi kemudi sambil terus berpikir.

Jjong dan Ji Young. . .

“Apakah itu mungkin?” tanpa sadar dia berkata keras-keras, dan kaget ketika mendengar suaranya sendiri.

“Apanya yang mungkin?”

Minho terlonjak . Dia lupa bahwa dirinya masih berteleponan dengan Sulli. Minho buru-buru menyalakan mesin,

“Bunny, cepatlah ke luar dan ikut denganku . Sekarang !”

Minho benar-benar merasa harus mengkonfirmasi dugaannya tentang Jjong dan Ji Young. Itu bukan karena dia tidak menghormati keputusan sahabatnya untuk merahasiakan siapa pacarnya, Minho ingin tahu alasan kenapa Jjong harus merahasiakan itu kepadanya. pasti dia memiliki alasan yang masuk di akal. Masalahnya adalah , rasa ingin tahunya untuk mendapatkan jawaban yang benar atas dugaan-dugaannya itu begitu kuat.

.

Dalam hitungan detik, Sulli bergegas ke luar rumah. Minho membuka pintu penumpang untuknya dan Sulli naik dengan satu gerakan yang sama sekali tidak anggun.

“Apa yang membuatmu terlihat aneh ?” Tanyanya begitu pantatnya menyentuh jok kursi, nafasnya terengah-engah, rambutnya berantakan, seperti biasa, dan dia masih mengenakan baju yang dikenakannya sewaktu pertandingan tadi – kemeja putih lengan panjang dan celana kargo.

Minho mengoper ke gigi satu lalu mendesah.

“Aku pikir ada sesuatu yang terjadi antara Jjong dan Ji Young ,” katanya singkat dan tajam, matanya menatap lurus ke depan. Dia bisa merasakan mata Sulli yang menatap tajam padanya

“Katakan lebih jelas lagi …,” katanya, setelah keheningan yang panjang

” Aku yakin mereka berkencan.”

Hening lagi.

“Apakah itu mungkin?” Tanya Sulli bingung.

“ Kau juga tidak tahu, ya ? Ji Young tidak memberitahumu kalau begitu…” Minho mengangkat bahu, “ Seperti juga Jjong yang tutup mulut padaku.”

“ Ini aneh…” desis Sulli ,” Maksudku…mereka adalah sahabat-sahabat terdekat kita. Mengapa mereka merahasiakan itu pada kita kalau memang benar ? Tak mungkin mereka tidak mempercayai kita…”

“Kita akan mencari tahu jawabannya sekarang, kan?”

.

.

.

=======TBC========

Advertisements

65 thoughts on “THE hunk NEXT door (8)

  1. weh weh..kkkk minho salah tebakan haha kayaknya bner nih ada apa apa dgn jjong dan jiyoung…ciye ciyee..minho kepo !! hahaha xD aihhh si ming. gimana mau mutusin kalo mesra bnget dgn krystal~~~ minho lama. mutusin krystal aja pake nunggu alasan yg pas. ck.. keburu bunny direbut tetem~

  2. omo….!!!! aku kaget, syok banget pas Tao d.o kyungsoo masuk dalam tim basket. omona….!!!! seneng banget lihat my prince d.o ada di Tim basket. kekeke :v #abaikansajaomongankuyggakjelas #mianhae
    jjong benar² misterius. siapa sih cewek yg dimaksud jjong? mungkinkah dugaan minho tentang jjong dan kang jiyoun berkencan itu benar? omona….!!! jjong kenapa kau main rahasia²an seh? kan akunya jadi penasaran kekekeke :v
    padahal aku berharap banget kalau cewek yg ditaksir jjong itu sulli. biar minho jealous gitu pas Tao kalau sahabatnya demen sama si bunny.
    eh²…..itu dua sejoli (minho sulli) mau kemana malem² gini naik Mobil? pasti mau menyelidiki kisah cinta jjong ya?
    mereka benar² penasaran dengan cewek yg bersama jjong saat ini. bahkan aku juga ikut²an penasaran dengan cewek yg beruntung bisa dapetin jjong.
    eon Din kapan moment sulli taemin muncul? aku pingin tao reaksi minho kalau taemin sulli ada hubungan spesial gitu. apakah minho akan penasaran dengan kisah cinta sulli jika sulli dan taemin benar² berpacaran ? huhuhu….pingin banget lihat minho yg jealous karena lihat sulli jalan bareng cowok lain.
    next eon…!!! ditunggu kelanjutannya…!!!
    keep writing…!!!!
    FIGHTING eonni !!!!! 🙂

  3. Huahahaha minho cemburu ama sulli ampe segitu ga fokusnya di pertandingan sama di acara pesta. Tapi emang si sikap misterius jjong tu bener bener bikin kepo akut 😔, tapi dengan rasa kepo yg akut itu dan ketakutan minho karna “cemburu” yang tidak disadari bener2 mengindikasikan kalau minho tu punya perasaan lebih ke sulli :’) tapi minhoppa sndiri blom yakin apa jenis perasaan yg dia punya buat sulli setelah sekian lama persahabtan mreka bergulir 😍 semoga semuanya memiliki kejelasan ya 😊😊

  4. kenapa ya jjong dan ji young tidak memberi tau keada minho dan sulli tentang hubungannya..
    apa kah benar tebakan minho lau jjong dan jiyoung kencan..
    aaakkhirnya minho dan sulli akan kencan juga..
    ffnya seru chingu walau permasalahan dalam ffnya cuma masalah anak sekolah SMA.. 2 jempol tuk author dinamatahari..

  5. Jdi penasaran siapa sih pacarnya jjong…
    Tenang aja minho, sulli gk akan berpaling kok..
    Q juga curiganya sama jiyoung.kalau sulli jadian sama jjong, kayaknya gk mungkin deh.
    Kan hati sulli udh ada minho..daebak.
    Lanjut min.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s