THE hunk NEXT door (9)

The Hunk Next Door

.

Judul    :  THE hunk NEXT door

Author : Dina Matahari

Main Cast : Choi Minho, Choi Sulli,Jung Krystal,Lee Taemin, Kang Ji Young,dll.

Genre : Romance, Friendship

Apakah Persahabatan Platonis antara pria dan wanita itu mungkin ?

♥♥

Semalam di Sungai Han

Sulli diam tak berkata lagi, matanya menatap ke luar jendela dengan pikiran yang masih bingung. Dia mengira Minho hanya bergurau… atau meracau karena mabuk.

Mobil melaju pelan, membelah jalanan Seoul yang ramai. Sulli melihat ke luar jendela, meneliti orang-orang yang berjalan di sepanjang trotoar, untuk mencari tanda-tanda keberadaan Jjong dan Jiyoung .

“ Kau mungkin hanya barhalusinasi, Frog. Maksudku, bagaimana Jjong dan Jiyoung bisa bersama-sama? Di sini Jiyoung yang kita bicarakan. Aku tidak pernah melihat mereka berbicara satu sama lain selain saat pelajaran Fisika dan kau tahu gurunya sangat ketat pada siswa yang berbicara di dalam kelas selama jam pelajaran. Sepertinya mustahil terjadi, hanya satu jam sehari berkomunikasi lalu mereka berkencan ? Dengan demikian, bagaimana mungkin Jjong dan Jiyoung bisa berkencan jika mereka tidak pernah menghabiskan waktu bersama, kan?” Sulli menatap Minho

“Kecurigaan Minho hanya terlalu mengada-ada. Entah darimana dia mendapatkan ide begitu. Selain itu, jika Jjong dan Jiyoung memang memiliki hubungan rahasia atau sesuatu, dia tidak akan menyembunyikan dariku. “

Bagi Sulli ini adalah masalah besar  jika Jiyoung menyembunyikan itu darinya. Selama ini dia dan Jiyoung sudah saling terbuka. Bahkan Jiyoung mempercayakan rahasia besar keluarganya pada Sulli tetapi mengapa tidak untuk urusan pacar ? Ini aneh, bukan ? Sulli bukan tak yakin Jiyoung berpacaran hanya dia tidak percaya kalau itu harus dirahasiakan darinya. Mengapa ? Itu adalah pertanyaan susulannya.

Ataukah Minho sekarang sudah sangat sensitif, sehingga bisa saja dia salah menafsirkan perkataan sahabat-sahabatnya atau dia mendengar berita dan menanggapinya secara salah. Persis seperti perlakuannya ketika mendengar tentang Taemin si anak baru. Terkadang bagi Sulli , Minho terlalu ingin melindungi orang-orang di sekitarnya yang dekat dengannya. Bagaimana pun Jjong adalah satu dari sahabat terdekatnya di tim basketnya…

“Aku tahu kau hanya ingin bertindak seperti seorang ayah, Frog,” kata Sulli tanpa basa-basi. ” Tapi aku tidak menyangka kau bisa menjadi begitu melodramatis seperti cewek.”

Minho dengan cepat menoleh ke arahnya, untuk sesaat dia kehilangan kendali pada kemudi sehingga mobil terseok dan hampir menubruk tanda lalu lintas. Sulli mencengkram sisi kursi dengan tegang. Minho segera mengendalikan kemudi lagi dan memokuskan pandangannya ke jalanan.

“Apa maksudmu?” Tanyanya marah tanpa menatap Sulli

“Well, kau pasti berasumsi seolah-olah “ada sesuatu” antara Jjong dan Jiyoung, Entah apa yang telah kau dengar, tetapi aku tidak percaya kalau mereka pacaran… hampir tidak mungkin…” jawab Sulli sambil mengangkat alis padanya. “Aku tidak tahu anak cowok bisa membuat kesimpulan seperti itu. Apakah kau mendramatisir dan menganalisis situasi terlalu jauh seperti yang selalu dilakukan cewek? “

“Bunny,hanya karena kita anak cowok bukan berarti kita bodoh,” katanya, memutar matanya.

“Apakah aku mengatakan sesuatu yang menyebut kau bodoh?” Sulli bertanya.

“Tidak,” jawabnya santai. “Tapi kau membuatnya terdengar seperti kita ini tidak berpikir.”

” Bukan begitu maksudku, sungguh,” bantah Sulli, “Aku hanya mengatakan bahwa mungkin kau hanya berasumsi berdasarkan …err.. firasat ? Itu tidak cukup akurat dan tidak baik . “

“Firasatku cukup baik bagiku,” kata Minho pelan namun tegas.

Sulli mendesah putus asa, sudah terlalu hafal dengan sifat keras kepala sahabatnya. Tetapi apapun yang difikirkan Minho, dia percaya padanya . Karena itulah dia bersedia pergi bersamanya malam-malam begini, padahal dia tadi sedang berkutat di bawah selimut hello kitty-nya yang nyaman. Bukankah itu salah satu bentuk kepercayaan ?

Namun ada sedikit rasa penasaran dalam dirinya, pada awalnya, tentang keberadaan Minho yang tiba-tiba ada di depan pintu pagar rumahnya. Sulli tahu bahwa Minho sejak awal sudah punya rencana dengan Krystal malam ini . Dia tahu hal tersebut sejak beberapa siswa di sekolah membocorkan tentang pesta yang akan dilaksanakan di rumah salah satu anggota tim Galaxy, seusai pertandingan. Biasanya selalu demikian, Minho dan Krystal selalu punya rencana yang mereka lakukan berdua saja seusai pesta. Sulli tidak ingin berpikir apa yang mereka rencanakan , karena dia tahu bahwa mengetahuinya mungkin hanya akan membuatnya merasa pusing dan akhirnya muntah… atau sakit hati ?

“ Tapi dia telah membatalkan rencananya karena ingin membuktikan kebenaran teorinya tentang Jjong dan Jiyoung. Minho telah memintaku untuk pergi dengannya dan bukan dengan Krystal. Aku tidak ingin ge-er dan mengira-ngira mengapa Minho lebih memilihku ketimbang pacarnya yang seksi itu. Aku hanya berfikir mungkin ini salah satu keuntungan menjadi sahabatnya. Titik. Hanya itu. Terlebih lagi, aku menyukai kegiatan memata-matai orang …mata-mata, bukan menguntit. Dan aku tahu itu menjadi alasan utama mengapa Minho lebih memilih menyeretku.”.

“Telepon Jjong,” kata Minho tiba-tiba sambil menyodorkan telepon genggamnya pada Sulli, sementara matanya masih melihat jalan.

Sulli mengambilnya .

“Dia ada di speed dial dua. Jika dia tidak menjawab, cobalah telepon Jiyoung . “

“Ini mengejutkanku, kau tahu. Bagaimana mungkin kau sangat tertarik dengan urusan pribadi orang lain,” Sulli berkomentar pura-pura terkejut.

“Jjong bukan orang lain bagiku. Sama sepertimu juga, hanya bedanya kau sangat suka menjawab ucapanku dengan kata-kata sarkasme,” jawabnya.

Sulli mengabaikannya dan menekan nomor dua pada keypad telepon genggamnya, dan menghidupkan speakernya. Telepon terus berdering sampai berganti ke pesan suara. Akhirnya Sulli menyudahi panggilan dan mencoba menelepon Jiyoung , tetapi tidak ada jawaban juga. Diulanginya lagi. Masih tidak berhasil.. Sulli mengerutkan kening.

“Aneh. Jiyoung bisa dibilang tidak pernah berada jauh dari ponselnya. Dia lebih sering menjawab teleponku daripada tidak”.

“Jiyoung , ini Sulli,” katanya meninggalkan pesan suara. “Telepon aku segera setelah kau mendengar pesan ini, kau dengar?”

Sulli mengakhiri panggilan dan meletakkan telepon Minho di pangkuannya. Matanya memandang ke luar jendela, pikirannya berjalan terus… memikirkan perkataan Minho dan keanehan sahabatnya.

“ You see…” kata Minho tersenyum penuh kepuasan.

“ Kau tidak berfikir macam-macam kan, Frog ? Mungkin saja Jiyoung sedang sibuk melakukan sesuatu saat ini sehingga dia tidak bisa menjawab teleponnya.” Kata Sulli ragu.

Minho tiba-tiba menghentikan mobil. Sulli menoleh dan menatapnya keheranan. Minho terlihat memikirkan sesuatu dengan serius, seperti sedang mengingat sesuatu. Mungkin dia sedang mengumpulkan asumsi-asumsi yang paling bisa diterima. Setelah beberapa menit, ia menarik napas dan menatap Sulli.

“Jika dugaanku benar,” katanya, “Aku tahu di mana mereka berada.”

“Mwo ?”

.

Mobil kemudian melaju ke bagian taman kota di tepian sungai Han. Di sana terdapat banyak orang berkumpul di malam hari. Mobil terus melaju ke bagian lain dengan menyusuri jalan sepanjang sungai, kemudian berhenti di satu bagian yang agak gelap. Bulan menjadi satu-satunya cahaya yang menerangi bagian itu di malam hari. Sementara lampu malam yang indah dari kota tampak seperti taburan bintang berwarna-warni.

“Kau pikir mereka ada di sini?” Sulli bertanya, melihat sekeliling taman. Saat itulah tubuhnya membeku.

Jjong dan Jiyoung terlihat sedang duduk berdampingan,  sepeda motor Jjong bersandar tidak jauh dari tempat mereka duduk. Mereka menghadapi Sungai Han , menikmati pemandangan lampu malam yang terpapar dengan indahnya di sepanjang garis pandang.

“ Oh….kalau begitu, semuanya itu benar ? Mereka benar-benar bersama-sama …. Jjong dan Jiyoung berkencan.”

“Bagaimana kau. . . ? “

Gumam Sulli sambil berbalik ke arah Minho, tetapi kata-katanya tidak dilanjutkan ketika dia melihat Minho menatap takjub pemandangan di depannya. Wajahnya penuh mimpi., menatap lampu-lampu juga.

“Ketika kita berumur sekitar empat belas tahun,” dia mulai berbicara dengan suara pelan, “Jjong dan aku telah membuat perjanjian di sini … bahwa kita akan membawa gadis pertama yang membuat kita jatuh cinta ke sini di malam hari. Tampaknya itu kekanak-kanakan, tapi kita telah bersumpah dengan serius, sampai sekarang. “

“Apakah kau ingin mengatakan bahwa Jjong jatuh cinta pada Jiyoung ?”

Sulli bertanya hati-hati, mencoba untuk menyembunyikan jalan pikirannya saat mengetahui fakta yang ada. Walaupun berusaha menutupinya, Sulli tak bisa menyembunyikan senyumnya. Dia sangat senang untuk Jiyoung . Dia tidak pernah merasa begitu senang untuk seseorang sebelumnya. Jiyoung adalah salah satu teman yang paling dekat dengannya, di antara beberapa temannya yang tidak begitu banyak. Sulli merasa dia layak mendukung penuh sahabatnya. Meskipun Sulli pernah bermimpi untuk memiliki kekasih dan walaupun dia tidak bisa memiliki kehidupan yang seperti sebuah dongeng, setidaknya, dia memiliki sahabat yang sedang menemukan kehidupannya yang bagai dongeng …mencintai dan dicintai…. Dan itu sudah cukup membuatnya bahagia.,

“ Aku tidak cemburu karena Jiyoung mendapat apa yang aku sudah impikan sejak aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta pada sahabatku. Aku secara menyedihkan telah jatuh cinta pada Froggy yang populer.” Sulli menahan nafas,” Aku sangat senang mengetahui bahwa cinta Jiyoung adalah Jjong. Dia adalah anggota tim Galaxy yang paling pantas untuknya. Jjong mungkin terlihat angkuh, tetapi dia lebih lembut ribuan kali dibanding Onew. Dia oke, aku sudah mengenalnya sejak kami masih anak-anak. Cukup bagiku mengetahui Jjong itu tepat untuknya… tetapi yang lebih penting adalah Jiyoung mencintainya dan Jjong punya perasaan yang sama. Tunggu. Mungkin itu sebabnya Jiyoung tidak memberitahuku ? Dia pasti berpikir bahwa aku akan cemburu karena dia tahu betapa aku berharap untuk mendapatkan seseorang yang mencintaiku. Dia tidak ingin aku terluka. . . Tapi aku tidak terluka dengan itu. Bahkan, aku cukup senang untuknya. Jiyoung harus tahu ini, aku akan mengatakannya…”

Sulli menghembuskan nafasnya, memandangi sejoli yang sedang terlihat mesra itu. Diam-diam … jauh dalam hatinya dia berharap untuk bisa mengalami hal seperti itu di usia remajanya. Namun, dia tahu betapa baginya itu hanya sebuah mimpi. Dia tidak pesimis dengan peluang untuk memiliki hubungan dengan Minho. Dia hanya bersikap realistis tentang hal itu. Dia tidak punya kesempatan dengannya, terutama dengan Krystal yang senantiasa berada disisinya. Dari semua tahun yang telah dilaluinya dengan Minho, membuat Sulli terlalu mengenalnya, Dia sangat kecewa pilihan Minho jatuh pada gadis seperti Krystal. Gadis yang tidak bisa menerimanya sebagai sahabat Minho. Andai saja Minho mencintai gadis lain yang bisa menerima persahabatan mereka…

“ Percuma aku berfikir begitu. Aku harus menghargai perasaan dan pilihan Minho. Lagi pula, aku cukup merasa puas dengan posisiku sekarang…sebagai sahabatnya. “

“Dia jelas telah jatuh cinta pada Jiyoung,” jawab Minho.

Ketika ia menoleh ke arah Sulli, ia sedikit terkejut melihat sahabatnya tersenyum-senyum sendiri.

“Apa yang membuatmu tersenyum?” tanyanya penuh rasa ingin tahu.

“Aku merasa bahagia untuk Jiyoung .”

Minho menatap lampu kota lagi. Ada jeda panjang di antara mereka, hanya suara helaan nafas yang terdengar. Sulli ikut menatap lampu. Hatinya berdebat tentang sesuatu yang tiba-tiba mengusik hatinya.

“Apakah aku akan menanyakan pertanyaan ini atau tidak.”

Sulli melirik Minho sekilas dan memutuskan untuk tetap menanyakannya.

“Apakah kau berencana untuk membawa Krystal ke sini, atau barangkali kau sudah membawanya, ya ?”

Sulli bertanya, berusaha terdengar sangat santai. Bila Minho sudah membawa atau akan membawa Krystal ke sini berarti dia benar-benar mencintainya. Dan dia sangat tahu bahwa Minho belum pernah jatuh cinta dengan seseorang sebelumnya.

Minho tidak langsung menjawab pertanyaannya itu, sementara Sulli menunggu dengan berdebar. Minho diam dan terus menatap lurus ke depan..

“Aku tidak mencintainya,” desahnya .

Sulli merasa ribuan kembang api meledak di dadanya, kalau saja dia tidak kuat mungkin tubuhnya akan terlompat ke udara. Dia tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata bagaimana keadaan hatinya saat mendengar pengakuannya.

“ Belum…..” kemudian Minho menambahkan.

“ Oh….” hanya itu yang terlontar dari mulutnya.

Hanya itu… tetapi kalimat itu menciptakan keheningan teramat panjang di sana.

.

Setelah terdiam cukup lama, Jjong dan Jiyoung memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Ketika mereka berbalik, mereka terkejut melihat Sulli dan Minho menunggu sambil duduk bersender di dalam mobil Onew. Mereka saling bertatapan, dan kemudian mereka berjalan ke arah Minho dan Sulli.

Minho membuka pintu dan keluar, diikuti Sulli. Ketika mereka berada cukup dekat, Minho dan Jjong saling meninju bahu masing-masing sambil tertawa.. Kemudian mereka saling berjabat tangan dengan cara khas tim Galaxy. Lalu, Jjong melirik Sulli penuh rasa ingin tahu . Sulli punya perasaan bahwa ia menyeringai dan menyimpan sesuatu yang tak terucapkan dalam pikirannya. Pada akhirnya Jiyoung-lah orang pertama yang berbicara.

“Sulli,” katanya, terdengar dengan nada meminta maaf. “Aku sangat …..”

Sulli memotong dengan tiba-tiba memeluknya.

“Aku sangat senang, Jiyoung !” Bisiknya bersemangat.

Kata-kata saja bahkan tidak cukup untuk mengungkapkan betapa bahagianya Sulli untuknya. Perlahan-lahan, Jiyoung kembali membalas pelukannya sambil tersenyum dan matanya berkaca-kaca.

” Bagaimana kalian bisa berkencan begini?” Sulli mendengar Minho bertanya pada Jjong.

Sulli dengan lembut menarik diri dari Jiyoung , menatapnya lekat-lekat, dan berkata,

” Aku juga ingin menanyakan pertanyaan yang sama kepadamu.”

” Kupikir itu dimulai dari Bond,” jawab Jiyoung sambil melirik Jjong. Dia mengangguk.

” Bond?” Tanya Minho ingin tahu.

” Dia anak anjing,” jelas Jjong.

Sulli bisa melihat dari wajah Minho bahwa ia sama bingungnya seperti dirinya.

Jiyoung tampaknya melihat itu karena dia kemudian berkata, “Aku akan menceritakan kisahnya.” Dia menatap Sulli. “Aku pergi ke China untuk musim panas ini, kau ingat?”

Sulli mengangguk pelan, mencoba mengingat-ingat. Jiyoung memang sudah bercerita pada hari pertama sekolah.

“Yah, suatu hari ketika aku berada di kota,” lanjut Jiyoung , “Aku melihat anak anjing yang kurus di jendela sebuah Pet Shop. Aku masuk ke dalam untuk melihatnya lebih dekat. Aku mendengar dari pemilik toko itu bahwa namanya adalah Bond. Karena terlihat sangat kurus, tidak ada yang mau membelinya. Aku merasa benar-benar kasihan padanya dan memutuskan untuk membelinya. Tapi uangku kurang karena aku waktu itu tidak bermaksud ingin membeli sesuatu saat meninggalkan rumah pantai. “

“Khas Jiyoung .” pikir Sulli ,” Selalu tak mempersiapkan diri kalau hendak bepergian”

“Aku memohon kepada pemilik toko untuk bisa membelinya dengan semua uang tunai yang kumiliki saat itu,”

Jiyoung melanjutkan, “tapi dia menolak. Dan kemudian, dia pergi untuk melayani pelanggan lain yang baru saja memasuki toko. Aku tinggal di sana dan bermain dengan Bond. Ketika pemiliknya datang kembali, dia memberiku Bond dan mengatakan bahwa pria yang sedang meninggalkan toko telah membayarnya untukku. Aku mengejar pria itu sambil membawa Bond dalam pelukanku untuk mengucapkan terimakasih. Ketika aku menyusulnya, dia sudah masuk ke dalam mobilnya dan hendak pergi. Aku segera mendekatinya dan mengetuk kaca mobil untuk mengucapkan terima kasih. Untuk menunjukkan rasa terima kasihku, aku menawarkan alamat supaya bisa mengganti uangnya. Tetapi saat dia menurunkan kaca mobil, aku sangat terkejut melihat bahwa orang itu adalah Jjong , ” Jiyoung menyelesaikan ceritanya, menatap Jjong dengan wajah berseri-seri .

“Sejak itu, kami selalu bertemu secara teratur selama liburan musim panas kemarin,” tambah Jjong.

“China?” Tanya Minho, geli, “ Kau tak pernah cerita tentang China padaku.”

“Maaf karena tidak memberitahumu, hanya saja aku… – “

“Ini salahku,” Jiyoung memotong, berbalik ke Minho. “Aku tidak ingin di sekolah ada yang tahu kalau kami bersama. Jjong awalnya berkeras untuk tidak merahasiakannya darimu, tapi aku memintanya. Banyak hal akan muncul di sekolah jika ada yang tahu. Aku menyadari bagaimana gadis-gadis penggemar Galaxy akan bereaksi tentang hal ini. Jjong memiliki begitu banyak pengagum, jika salah satu dari mereka mengetahui bahwa dia mengencaniku. . . Ahh… kau tidak akan mengerti, Minho. “

Sulli melengos.

Jiyoung benar, dia tidak mau mengalami kesulitan di sekolah. Dia sudah punya gambaran tentang apa yang akan terjadi jika orang lain tahu tentang tentang hubungannya dan Jjong.

“ Aku mengerti bagaimana perasaannya. Aku juga tahu bahwa dia tidak akan kuat untuk menghadapi komentar dan perlakuan kasar mereka di sekolah.. Aku sudah dua tahun bersamanya di sekolah, dan Jiyoung sudah melihat bagaimana gadis-gadis itu memperlakukanku sehubungan dengan persahabatanku dengan Minho. Dia tahu bagaimana perasaanku menghadapinya dengan berpura-pura tuli setiap kali seseorang berbicara kasar tentang persahabatan kami. Tapi jauh di dalam hati, selalu ada rasa sakit . Dan Jiyoung tahu itu, walaupun aku bisa menerimanya. Ugh. Aku benci merasa lemah.! “

“Tidak apa-apa,” kata Minho, setelah beberapa saat.

Sulli mengira Minho akan berdebat dengan pernyataan Jiyoung sebagaimana dia sering lakukan pada Sulli. Ternyata, perkiraannya salah.

“Rahasiamu aman bersamaku.” Tambahnya.

Aku berbalik dan menatapnya. Ekspresi wajahnya tidak memperlihatkann apa pun. Itu membuat Sulli ingin memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang. Tetapi ia segera mengabaikan pikirannya, kembali menghadap ke arah Jiyoung .

“Kau tahu , kau dapat percaya padaku, juga,” kata Sulli tersenyum.

.

Dua Jam kemudian

.

“Apakah kita tidak akan pulang? Ini hampir tengah malam,Frogy…”

“Kenapa? Apakah kau ingin pulang? ” Minho berbalik bertanya, matanya masih menatapi lampu yang berkedap-kedip di kejauhan.

Jjong dan Jiyoung sudah pulang setengah jam yang lalu. Minho dan Sulli masih tinggal dan duduk di bangku batu dekat sungai. Mereka memutuskan untuk menatap lampu kota sebelum meninggalkan tempat itu.

“Kenapa ? ” jawab Sulli mendengus.”Kupikir seharusnya aku bertanya mengapa kita tidak pulang secepatnya seperti Jjong dan Jiyoung ? ,”

Tanpa dapat menahan lebih lama, badan Sulli mulai menggigil. Bagaimanapun angin berhembus cukup kuat , membuat kulitnya merinding, dia lupa membawa jaket. Dia tidak menyangka akan diajak ke Sungai Han pada saat larut malam seperti itu.

Sulli terkejut ketika Minho mengabaikan kata-katanya yang agak kasar. Dan dia lebih terkejut lagi ketika Minho melepas jaket jersey-nya, menyampirkannya di bahu Sulli kemudian menatap lampu kota kembali.

“Terima kasih,” kata Sulli singkat, tak tahu apa yang harus dikatakannya lagi.

Minho melakukan hal itu tanpa mengucapkan apa pun . Sulli tahu bahwa itu bentuk kepeduliannya pada dirinya sekali lagi … sebagai teman. Tetapi dia tidak bisa menahan debur jantungnya yang semakin kencang dan kebingungannya atas tindakan Minho yang demikian lembut. Tidak seperti Minho yang pecicilan, yang dikenalnya.

Mereka sama-sama terdiam menatapi bangunan apartemen, gedung perkantoran dan hotel yang berkilauan seperti mengeluarkan cahaya. Pemandangan yang bagus, karena suasana damai malam di sekitarnya , terasa lebih kental . .

Sulli tersenyum saat dia berfikir atas kenyataan, yang disadari atau tidak oleh Minho, bahwa dirinya adalah gadis pertama yang dibawa Minho ke tempat rahasianya ini…dan bukan Krystal , ke tempat di mana ia dan Jjong membuat perjanjian bahwa mereka akan mengambil gadis pertama yang mereka cintai ke sana. Sulli tidak berasumsi lain tentang itu . Dia masih sangat menyadari fakta bahwa mereka hanya sahabat. Tapi malam itu bagi Sulli terasa begitu indah dan dia tak mau merusak keindahan malam itu dengan khayalan yang terlalu tinggi atau fakta yang nantinya bisa mengecewakannya. Dia akan menikmatinya seiring dengan setiap detik yang dilaluinya bersama Minho….sahabat terdekatnya.

Sulli mendesah, dan kemudian dia menoleh ke arah Minho hendak mengatakan sesuatu tetapi kata-katanya menghilang begitu saja saat dia melihat sesuatu yang menakjubkan…. angin meniup rambut gelapnya, matanya yang belo terlihat berbinar dan tampak tenang. Bentuk hidung dan rahangnya mendekati kesempurnaan. Mata Sulli diam-diam bergerak ke bibirnya. Terlihat begitu lembut. Sulli bertanya-tanya dalam dirinya bagaimana rasanya kalau bibir indah itu menciumnya ?

” Apakah kau sedang menyimpan wajahku dalam memorimu…? “

Sulli hampir melompat kaget. Degup jantungnya bertambah cepat. Matanya melebar, sementara pipinya terasa panas. Kalau berada di tempat terang, Sulli yakin Minho bisa melihatnya memerah Sulli gugup saat melihat Minho menyeringai padanya. Ada rasa bersalah dalam dadanya yang membuatnya membuang muka ke arah lain, menghindari melihat ke arah Minho.. Tetapi secepat kepanikan itu datang melandanya, secepat itu pula dia berusaha menenangkan dirinya. Dan dia sudah terlatih untuk itu…sejak dia tahu hatinya telah terjerat oleh sahabatnya.

“Sebenarnya aku hanya kagum pada bagaimana orang yang begitu jelek sepertimu, bisa menjadi idola di sekolah ,” katanya saat berhasil menepis ketololannya tadi.

Minho tertawa.

“Kemarilah.”

Dia meraih sikut Sulli dan menarik ke arahnya. Kemudian Minho melingkarkan lengan kanannya di bahu Sulli, sementara tangannya yang lain mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan ..

“Hei!”

Sulli protes sambil meringis saat mencoba untuk mendorong tubuh Minho menjauh darinya, tapi cengkeramannya di bahunya begitu kuat. Jantungnya kembali berpacu cepat.

“Hentikan, Froggy !!!”

Minho berhenti mengacak-acak rambutnya, yang membuat Sulli kembali terkejut karena dia melakukan apa yang dimintanya tanpa protes. Walaupun Minho tak melepaskan rangkulan di bahunya.

“Aku akan menunggumu di mobil,” gumam Sulli sambil menyingkirkan tangannya dari pundaknya dan berpaling.

“Tunggu,” kata Minho pelan.

Sulli menatapnya.

Minho memasukkan tangan di saku celananya , memiringkan kepalanya ke samping sambil menatap Sulli dalam-dalam . Sulli tidak bisa menggambarkan ekspresinya saat itu … mungkin terlihat damai yang menggetarkan.

“Tinggallah bersamaku di sini.”

Sulli mengerjap, berusaha sangat keras untuk membaca ekspresinya. Tidak ada apapun dalam suaranya ketika Minho mengucapkan kata-katanya tadi. Wajah Minho benar-benar sulit dibaca.

Sulli menunggu, mungkin Minho ingin mengatakan sesuatu yang lain, yang pasti akan menyindirnya atau mengucapkan kalimat lain yang memancing perdebatan. Tapi tidak ada apapun yang terjadi. Minho hanya meminta Sulli untuk tinggal bersamanya, menemaninya.

Menyadari ketakutannya yang tak beralasan, Sulli tersenyum

“Tentu.” Jawabnya singkat, kemudian ia bergabung dengan Minho…. menatapi Seoul di malam hari dari tepian sungai Han yang legendaris itu.

.

Suara gemerecik air dan hembusan angin yang menyentuh dedaunan menjadi irama tersendiri yang membuat suasana semakin hening dan menentramkan. Sulli menyenderkan tubuhnya di kap mobil, melayangkan pandangannya jauh ke kegelapan malam.

Menikmati malam di tepian sungai Han ? Terdengar konyol… tetapi entah mengapa dia, hatinya, merasa itu sama sekali tidak konyol. Seluruh panca inderanya seolah hanyut dengan keheningan yang tercipta di sekitarnya. Pikiran dan hatinya tenggelam ke kedalaman malam yang menyimpan pengembaraan jiwanya. Sulli merasa lepas tetapi terikat dalam kehangatan magis. Dia merasa setiap detik yang akan dilaluinya malam ini akan menjadi sejarah terhebat dalam kehidupannya. Dan mungkin, akan dibutuhkan berlembar-lembar dalam diarynya untuk menampung semua yang dirasakan dan dinikmatinya dalam diam.

Ya, dalam diam.

Seperti juga diamnya Choi Minho di sisinya.

Diam yang membuatnya tidak kesepian… tidak sendirian.

Pelan-pelan Sulli melirik sosok Choi Miho yang duduk bersender, dengan tangan terlipat di dadanya. Cahaya bulan cukup memberinya penerangan untuk bisa mengamatinya dari dekat.

Seharusnya…. seharusnya, dia membawa gadisnya ke sini dan berbagi cerita tentang sumpah kekanakannya dengan Jjong…. dan bukan sahabatnya.

Sahabat.

Mengapa kata itu sekarang terasa menjadi ribuan anak panah yang mengusikku, menancap jauh ke dalam sanubariku dan menorehkan luka berdarah dalam diriku ? . Mengapa aku harus merasa sakit hati karenanya ? Bukankah seharusnya aku bahagia telah menjadi satu sahabat terbaiknya ? Oh Tuhan… tolong jangan kau buat diriku menjadi terlalu rakus….”

Sulli kembali memalingkan wajahnya, merasa menyesal karena tiba-tiba pikiran-pikiran konyolnya telah merusak keindahan malam ini.

“ Apa yang akan dilakukan Minho seandainya dia tahu bahwa perasaanku padanya telah berubah ? Apakah dia akan menertawaiku ? Mencemoohku/ Atau… berlari terbirit-birit meninggalkanku ? Apakah aku sanggup menghadapi kemungkinan terburuk itu ? Bisakah aku menjalani hari-hariku tanpa dia ?”

“ Sulli, mari kita bersumpah untuk sesuatu yang akan terjadi pada satu saat nanti dalam kehidupan kita… di depan kita…”

Tiba-tiba suara Minho memecah keheningan yang sejak tadi melingkupi mereka. Sulli berpaling , tetapi dia hanya melihat sosok di sampingya sedang menatap lurus ke depan…. seperti sedang bicara kepada dirinya sendiri.

“ Semacam sumpah yang kau lakukan dengan Jjong ?”

“ Ya, semacam itu.”

“ Kita bukan anak-anak lagi, Frog.”

“ Itulah intinya.” Minho kini menoleh, sesaat matanya bertemu dengan tatapan Sulli ,” Karena kita bukan anak-anak lagi, kita bisa membuat semacam janji rahasia antar sahabat… yang hanya kita saja yang tahu.”

“ Lalu ?”

“ Aku teringat kata-katamu malam itu… saat aku menonton film dengan klub “pecinta buku”-mu. Aku telah memikirkannya berkali-kali, dan aku sampai pada satu kesimpulan bahwa….”

Minho menarik nafas panjang, tangannya tiba-tiba terulur dan merapikan rambut Sulli yang terlepas dari ikatannya. Gerakan yang membuat Sulli terhenyak, menahan nafas…berdebar tak menentu.

“….. Aku tak akan selamanya berada di sampingmu untuk menjagamu.” Gerakan tangan Minho terhenti di pipi Sulli, wajahnya terlihat sangat serius ,” Jika waktu itu tiba, maukah kau berjanji untuk selalu datang ke tempat ini saat kau memerlukan diriku untuk bercerita ?”

Sulli menelan ludah, berusaha melenyapkan gumpalan yang tiba-tiba terasa mencekik tenggorokannya. Demi apa, dia seperti meleleh mendengar suaranya… mendengar nada memohon dalam suara itu.

“ Tentu Frog, apapun itu… aku akan selalu mengingat tempat ini tanpa harus kau minta. Aku akan datang ke tempat ini untuk mengingatmu sebagai bagian yang pernah ada dalam hidupku…walaupun bila saat itu tiba aku sadar, aku telah kehilanganmu….”

“ Jangan konyol… sekarang ini sudah bertebaran ponsel canggih untuk membantuku menjangkaumu di manapun kau berada, Frog ! Bahkan aku bisa berbicara denganmu sambil melihat wajahmu.” Sulli berusaha tertawa, menolak rasa haru yang dengan secara ajaib membungkusnya dengan sangat halus.

“ Lagipula, bagaimana jika aku nanti tidak tinggal di Seoul ? Bagaimana jika….”

“ Ahh… kau betul ! Betapa bodohnya aku ! Bagaimana kalau kau dibawa pergi oleh suamimu, kan ? Bagaimana kalau kau tinggal di belahan lain dunia ini ? Kau tak mungkin pergi dari negaramu hanya untuk ke sungai ini dan mengoceh sendirian, kan ?!”

Minho terkekeh-kekeh, kemudian berpaling dan kembali menatap lampu-lampu. Sulli entah mengapa merasa kecewa dengan perubahan cara pikirnya. Mengapa dia tidak membantah dan langsung setuju dengan pendapatnya ? Mengapa Choi Minho tidak mendebatnya seperti biasa ? Ada apakah dengannya ? Mengapa Sulli merasa Minho sedang mempersiapkan pidato perpisahan buatnya ? Benarkah begitu ?

“ Jadi, Frog… ?”

“ Lupakan saja !” Minho berkata enteng.

“ Oh oke…! “ jawab Sulli cepat.

“ Bodoh kau Frog !! Memangnya kau pikir otakku ini adalah program komputer yang bisa dengan seenaknya membersihkan memoriku dengan hanya menekan tombol ‘delete’ saja ?”

Rasa dongkol membuat Sulli ingin segera menyingkir dari sana. Ia perlahan bergerak untuk meninggalkan Choi Minho, tetapi gerakannya kembali tertahan ketika dengan sigap Minho menggenggam pergelangannya.

“ Setidaknya tinggallah sebentar lagi. Berfikirlah seakan-akan hanya inilah sisa waktu yang kita miliki, Bunny !”

Sulli menatap pergelangan tangannya yang digenggam jemari kokoh. Entah kenapa, dia merasa Minho malam ini benar-benar aneh.

Ada apakah ?

Mengapa dia bicara seperti ingin mengucapkan kata-kata perpisahan ?

.

.

.

=====TBC=====

Rumit jadi Sulli ya…

trims untuk komentar2nya yang bikin aku senyum-senyum 🙂

terimakasih banget nget  nget buat chuesztwatye  Noviaanggraeni  baekheexo  lessulli94  Acilchoi  flamingfiction  Kim Arisu  disneytisa  linda689  Dina  blog like-nya  Wow !! ♥♥

Advertisements

77 thoughts on “THE hunk NEXT door (9)

  1. iiuucchhh jangan sampai deng minho sudah merasa cinta sama krystal, krystal ini menyebalkan suka ngebully sulli hhuhuhuu .. eemm jadi tujuan minho ngaajakin sulli merenung disitu buat apa, kayaknya perasaan minho lagi sendu banget gitu ..

  2. Waaa jjong jiyoung ketauann hahahaha
    Iya nih rumit bgt jd ssul, kasian diaa
    Ming knp tiba2 knp ngomong bgitu yaa?
    Duh jd penasarann..
    Next eonn

  3. hahahha ternyata jjong beneran dgn jiyoung..aigoo.. si minong ini lagi galau atau apa.. kok kata2nya gitu ya kkkkk~ kayaknya dia habis terbentur sesuatu deh kkkk lanjut eonni~^^

  4. Apakah minho mulai menyadari jika dia mencintai sulli tapi belum mau mengatakan ya karena dia memiliki kekasih?? Apalagi sulli adalah gadis pertama yg diajak minho kenpantai ini,,,
    Aduhh minho mau kmna seh kok kata2 nya kyk mau ninggalin sulli!?!
    Minho gak peka,, sebel dehhh

  5. Njir lah njir part ini bener bener nyesekin kalo aku ada di posisi sulli. Dalam satu waktu sulli merasa terbang ke awang awang tapi tetiba ditatik ke dasar bumi lagi yatuhannn 😭😭 sedih banget pas minho bilang kalau emang bener selama mereka ga akan terus bersama, padahal sulli bilang kaya gitu tu ga maksud begitu juga huhu minhoppa ga peka ni 😢. Tapi maksud minhoppa ngomong gitu tu apa yah? Emang minhoppa mau kemana 😢😢
    Sebenernya salah ga sih kalau sulli tu baper? Gimana ga baper dr kecil ampe gede sama sama terus dengan kepedulian satu sama lain yg nenyelimuti dr waktu ke waktu. Ah elah beneran deh kata dinna eonni di notenya, jadi sulli tu serba salah 😢

  6. kenapa minho ngomongnya kaya gitu? Dia mau pergi jauh? Ninggalin suli gitu? Smoga pkiraan aku benar kalau minho bawa sulli ke tempat itu karena sulli adalh orang yg dia cintai. 😀

  7. Jjong dan jiyoung beneran … wah seneng banget

    Itu minho kenapa ngomong kek gitu?
    Kek mau pergi gitu?
    Kasian kan ssul jadi bingung dengan perkataan minho.

    ditunggu next chap eon .. jaga kesehatan selalu

  8. Ya ampun awalnua saeng berpikir sejauh ini part 9 ygvpaling so sweet. Tapi hanya pada awalnya ternyata. Akhirnya nyesek juga Ssulnya -_- dasar Ming bikin php mulu. Parah deh
    Cepet sadar deh Ming keburu diembat org.

  9. Setelah berhari hari ga bisa baca ff karna tua, akhirnya aku bisa baca ff kak dina lg 😂😂 ada seneng ada jg nyesek nya baca part ini, kenapa minho jadi aneh? Rumit bgt pasti jd sulli, tp hebatnya sulli masih bisa bertahan dengan posisinya yg selalu menyakitkan

  10. Ada apa sama Minho? Jadi pengen tau apa yg lagi dia pikirin? Kok bisa baper bgt yah…. Kl gw di posisi Sulli pasti bakalan sedih bgt ngebayangin Minho yg hanya bisa mandang kita sebgai teman. Apa minho mo pergi yah?

  11. jadi jjong dan jiyoung benar² berkencan? mengetahui hal itu membuat aku syok,terharu, dan senang semua bercampur jadi satu dalam hati,fikiran dan jiwaku. gak nyangka mereka memiliki hubungan yg lebih dari seorang teman. chukkae jiyoung….jjong…. sekarang kalian sudah menemukan tambatan hati yg tepat dan nyaman. semoga hubungan kalian langgeng…!!!
    baru Tao kalau jjong dan minho pernah membuat sumvah seperti itu.

    “….. Aku tak akan selamanya berada di sampingmu untuk menjagamu.” sumvah ini kalimat sukses bikin aku nangis. aku tak tahu kenapa minho ngomong kaya’ gitu? kenapa kalimat itu harus keluar disaat yg tidak tepat seperti ini? minho…..!!! kenapa kau merusak suasana yg damai dan romantis itu dengan mengucapkan kata² yg bikin sakit hati sih? minho kagak pergi ninggalin sulli kan? jadi takut kalau mereka pisah. gak bisa dan gak mau membayangkan kalau mereka beneran pisah. jangan sampai minsul pisah.. apapun yg terjadi minsul harus tetap bersama.
    apa yg dibilang eon din itu benar…. !!!! menjadi sulli itu sulit. sangat sulit menurutku. tidak semua orang bisa bertahan dalam situasi dan kondisi seperti sulli.
    Mian baru bisa RC

  12. waaaaaw minho dan sulli menghabiskan waktunya malam itu dgn minho.. dan dugaan minho benar kalau jjong dan jiyoung pacaran..
    ciiie minho meminta sulli tetap berada disisinya #teringat TTBY. Eh jadi pengen lihat filmnya lagi..

  13. Kok minho jdi melankolis gitu sih..gk cocok ah..
    Apa yg terjdi pada minho, kenapa jdi berubah gitu.??
    Semoga aja bkn pertanda buruk..

  14. BINGO
    Jd Sulli itu sngt susah.eonni,npa part Sulli sj yg sllu d bahas??npa Minho kagak??? Jd ndkk d tahu kan apa isi otak .y si abang.Ok Chukkae bwt ji young dan Jjong.Sweet bnget :*. Gw pikir minong sdh bawa gadis.y k Sungai Han :D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s